Anda di halaman 1dari 2

Bahasa dan Jati Diri Bangsa Oleh : Rahmi Mulyasari

Jika berbicara masalah jati diri, maka hal yang pertama kali kita tangkap adalah ciri khas. Ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jika ciri khas itu menjadi milik bersama suatu bangsa, hal itu tentu menjadi penanda jati diri bangsa tersebut. Seperti halnya bangsa lain, bangsa Indonesia juga memiliki jati diri yang membedakannya dari bangsa yang lain di dunia. Jati diri itu sekaligus juga menunjukkan keberadaan bangsa Indonesia di antara bangsa lain. Salah satu simbol jati diri bangsa Indonesia itu adalah bahasa, dalam hal ini tentu bahasa Indonesia. Hal itu sejalan dengan semboyan yang selama ini kita kenal, yaitu bahasa menunjukkan bangsa. Bahasa memang merupakan sesuatu yang khas, yang membedakan kita dengan bangsa lain. Setiap bahasa pada dasarnya merupakan simbol jati diri penuturnya, begitu pula halnya dengan bahasa Indonesia juga merupakan simbol jati diri bangsa Indonesia. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus senantiasa kita jaga, kita lestarikan, dan secara terus-menerus harus kita bina dan kita kembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia. Apalagi dalam era globalisasi sekarang ini, jati diri suatu bangsa menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar bangsa kita tetap dapat menunjukkan keberadaannya di antara bangsa lain di dunia. Tidak hanya bahasa Indonesia, bahasa daerah juga menunjukkan jati diri kedaerahan masing-masing. Indonesia yang notabenenya negara yang memiliki keberagaman suku bangsa, juga memiliki beragam bahasa daerah. Bahasa jambi merupakan salah satu bahasa daerah yang dimiliki oleh warga jambi, bahasa jambi juga menunjukkan jati diri kedaerahan warga jambi. Bahasa ini juga harus kita jaga dan kita pelihara untuk menunjukkan jati diri dan kebanggaan kita sebagai anggota masyarakat daerah Jambi. Selain kedua bahasa tadi, bahasa asing juga memegang peranan penting. Bahasa asing juga harus kita kuasai, untuk berkomunikasi secara internasional.

Bukan berarti jika kita menguasai bahasa asing, kita meninggalkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia, setiap bahasa dapat kita tempatkan sesuai dengan penggunaannya masing-masing. Intinya setiap penggunaan bahasa harus ada proporsinya,antara bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing. Dan kita harus jadikan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa, jangan sampai tergeser dengan bahasa asing.