Anda di halaman 1dari 22

Autoimun sel beta hilang insulin DM tipe I (Insulin dependent DM) Kongenital pankreas tdk mnghasilkan insulin DM tipe

ipe II (Noninsulin dependent DM) DM pada kehamilan (Gestasional DM) Produksi insulin menurun & resistensi insulin
Selama kehamilan & sembuh pasca partus akibat peningkatan hormon perubahan metabolisme glukosa insulin tdk cukup
Akibat: - Penyakit pankreas

DM

DM tipe lain

- Penyakit hormonal

-obat-obatan
- Kelainan insulin / reseptornya - infeksi

Diabetes tipe-1 Yaitu diabetes yang sakit pankreasnya menyeluruh, sehingga tidak dapat menghasilkan insulin. Tipe 1 ini biasanya menyeranga anakanak dan remaja.

Dahulu, pernah disebut sebagai juvenile diabetes (diabetes usia muda). Namun diabetes ini ternyata juga dapat terjadi pada orang dewasa. Oleh karena itu, sering disebut diabetes tipe 1.

Diabetesi tipe 1, untuk dapat bertahan hidup, bergantung pada pemberian insulin dari luar, biasanya dipakai istilah Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM). Jumlah kejadiannya hanya 1-10% dari semua penderita diabetes di dunia. Di Indonesia, hanya kurang lebih sekitar 1% dari semua diabetes.

Faktor penyebab infeksi virus atau reaksi auto-imun (rusaknya sistem kekebalan tubuh), yang merusak sel-sel penghasil insulin, yaitu sel pada pankreas secara menyeluruh. Gejala tipe 1 biasanya timbul mendadak: Tiba-tiba cepat merasa haus Sering kencing (anak-anak jadi sering ngompol) Badan mengurus lemah

Apabila insulin tidak segera diberikan, penderita dapat cepat tidak sadarkan diri, disebut juga koma ketoasidosis atau koma diabetik

Diabetes tipe 2 Dari seluruh penderita diabetes , jumlah penderita diabetes tipe 2 adalah yang paling banyak, yaitu 90-99%. Diabetes tipe 2 bisa juga disebut diabetes Life style karena penyebabnya selain keturunan, yang utama adalah karena gaya hidup yang tidak sehat. Biasanya tipe ini mengenai orang dewasa.

Diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat , bisa sampai bertahun-tahun. Oleh karena itu, gejala dan tandanya sering tidak jelas. Diabetes tipe 2 biasanya memiliki riwayat keturunan diabetes.

Obat yang diberikan pada diabetesi tipe 2: Untuk memperbaiki resistensi insulin Untuk membantu pankreas meningkatkan kembali produksi insulin. Faktor pemicu resistensi insulin: Kegemukan Kegenukan daerah perut Kurang bergerak Terlalu banyak makan

Diabetes gestasional Adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan, biasanya pada minggu ke 24 (bulan ke 6). Diabetes ini menghilang setelah melahirkan. Apabila diabetes tidak menghilang atau pernah menghilang lalu muncul kembali, keadaan ini bisa disebut diabetes tipe 2 atau bisa disebut diabetes gestasional.

Diabetes gestasional Adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan, biasanya pada minggu ke 24 (bulan ke 6). Diabetes ini menghilang setelah melahirkan. Apabila diabetes tidak menghilang atau pernah menghilang lalu muncul kembali, keadaan ini bisa disebut diabetes tipe 2 atau bisa disebut diabetes gestasional.

Diabates tipe Lain Adalah diabetes yang tidak termasuk tipe 1 dan tipe 2, disebabkan oleh kelinan hormon-hormon tertentu seperti yang muncul pada penyakit kelebihan insulin.

Apabila seseorang tanpa gejala klasik, tetapi gula darah sewaktunya sama atau lebih dari 200 mg/dl, dapat diduga diabetes. Untuk kepastiannya, pemeriksaan harus diulang dengan pemeriksaan TTGO. IFG (impaired fasting glucose) atau gula darah pusa yang terganggu, yaitu gula darah setelah puasa 8-10 jam, antara 100 mg/dl sampai kurang 126 mg/dl. IGT (impaired glucose tolerance) atau toleransi glukosa terganggu (TGT), yaitu apabila pada TTGO , 2 jam sesudah 75 gr glukosa, gula darah berada antara 140 mg/dl sampai kurang dari 200 mg/dl.

Diagnosis diabetes melitus dinyatakan pasti apabila kadar gula darah sebagai berikut : Kadar gula darah sesudah puasa selama 8-10 jam 126 mg/dl Pada TTGO kadar gula darah 2 jam sesudah minum 75 gr glukosa khusus 200 mg/dl

1. 2. 3.

Komplikasi pada mata: Retinopati Katarak Glaukoma Komplikasi pada ginjal Nefropati diabetik

Komplikasi pada saraf Neuropati pada tungkai dan kaki Neuropati pada saluran pencernaan Neuropati pada pembuluh darah tungkai dan kaki.

Masalah pada jantung dan otak Disfungsi seksual Komplikasi pada hati.

Empat pilar penanganan diabetes. Ada 4 hal penting yang perlu dijelaskan agar diabetesi dapat hidup sehat. 1. Edukasi 2. Pengaturan maan 3. Olahraga/ gerak badan 4. Obat: tablet atau insulin.

Penderita diabetes harus dibekali pengetahuan tentang diabetes. Dokter dan tim medis harus membuat mereka mengerti. Selain mengobati, memberikan edukasi atau penyuluhan merupakan program yang utama.

Jumlah Pada umumnya, pengaturan jumlah makanan dibuat berdasarkan tinggi badan, berat badan, jenis aktivitas, dan juga umur karena akan dihitung dan ditentukan jumlah kalori untuk masing-masing.

Jenis a) Karbohidrat tinggi serat b) Batasi lemak jenuh, kolestrol c) buah- dan sayur-sayuran

Jadwal Jadwal adalah waktu-waktu makan yang tetap yaitu makan pagi, siang dan malam termasuk selingannya: pukul 07.30 : makan pagi Pukul 10.00 : makan selingan (kudapan) Pukul 12.30 : makan siang Pukul 15.00 : kudapan Pukul 18.00 : makan malam Pukul 21.00 : kudapan

Olahraga Olahraga membatu pengendalian gula darah dan berat badan. Telah kita ketahui baha gula darah yang tinggi juga disebabkan oleh resistensi insulin yang dicetuskan oleh kegemukan. Apabila kegemukan dikurangi, resistensi insulin juga berkurang.
3.

4.

Obat penurun gula

Jika sudah mengatur makan dan gula darah masih belum terkendali, berarti harus minum obat. Terapi farmakologik (obat-obatan) pada diabetes tipe 2 terbagi menjadi: Obat-obatan untuk diminum (oral) yaitu tablet atau pil yang disebut obat hipoglikemik oral (OHO) Obat untuk disuntikkan, yaitu suntikan insulin.