Anda di halaman 1dari 4

DOA 1000 HARI WAFATNYA

SUAMI/BAPAK/MERTUA/YANGPAK KAMI

DRS. H. KARNO HASAN, M.M.


Dalam usia 66 tahun (lahir 26-01-1944--wafat 02-032011)
Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan
sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali
(Q.S. Al Baqarah : 156)

foto

Ya Allah, kini orang yang sangat kami sayangi, sangat


kami hormati, sangat kami banggakan, yang masih
kami harapkan bimbingannya telah Engkau panggil
menghadap-Mu, berat rasanya menerima kenyataan

ini, namun kami tetap ridlo atas keputusan-Mu. Kami


hanya
mohon
Engkau
berkenan
menjadikan
kembalinya
Almaghfurlah ke hadirat-Mu dalam
naungan rahmat dan ampunan-Mu. Ya Allah kami jadi
saksi bahwa semasa hidupnya Almaghfurlah termasuk
orang yang berilmu serta mengamalkannya, orang
yang pandai membaca Al Quran dan mengajarkannya,
orang yang rajin beribadah, orang yang giat berjuang
untuk agama-Mu, dan orang yang giat berbuat
kebaikan, sekiranya semua itu merupakan sebuah
kebaikan di hadapan-Mu, terimalah sebagai amal
sholeh Al Mahgfurlah yang dapat menjadi sebab turunNya rahmat dan kasih sayang-Mu sewaktu di alam
barzah hingga menuju alam akhirat kelak. Ya Allah,
sebagai manusia biasa, sekiranya Almaghfurlah wafat
membawa dosa atas-MU, ampunkanlah. Ya Allah,
jadikanlah Almaghfurlan termasuk orang yang wafat
dalam keadaan husnul khotimah. Tempatkanlah
Almaghfurlah di tempat yang layak penuh rahmat dan
kasih sayang serta ampunan-Mu, masukkanlah
Almaghfurlah ke dalam golongan orang-orang yang
mendapar rahmat-Mu. Ya Allah, kabulkanlah doa
kami.
Amin, Ya Robbal Alamin.

IN MEMORIAM ALMAGHFURLAH H. KARNO


HASAN
Almaghfurlah terlahir di Dukuh Setren Desa
Blimbinggede
Kecamatan
Ngraho
Kabupaten
Bojonegoro pada tanggal 26 Januari 1944 dari
pasangan suami isteri almaghfurlah KASAN HARDJO
dan almaghfurlaha SURASMI. Almaghfurlah adalah
anak kedua dari 5 orang bersaudara.
Dalam jenjang pendidikan formal, Almaghfurlah
menamatkan pendidikan dasar di MI Nurul Falah
Blimbinggede Ngraho Bojonegoro, menengah pertama,
menengah atas di PGA Negeri Malang, sarjana muda
di IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan transfer kejenjang
Sarjana di IAIN Walisongo Semarang. Kemudian
menambah pendidikan dijenjang S2, lulus Magister
Menejemen dari Universitas ABI di Surabaya.
Dalam jenjang non formal, Almaghfurlah nyantri di
Pondok Pesantren ABU SYUKUR Tawang Desa
Payaman Kecamatan Ngraho yang diasuh Al
Maghfurlah KH. ZARKONI.
Almaghfurlah mengawali jenjang karirnya dengan
mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah
Blimbinggede (Mi tersebut sekarang sudah tiada),
kemudian diangkat sebagai guru negeri pada MI
tersebut selanjutnya menjadi Penilik Pendidikan
Agama Islam di Ngraho sekaligus pernah merangkap
menjadi Kepala PGA Raden Patah Ngraho. Sewaktu

bertugas tersebut, Almaghfurlah pernah mendapat


beasiswa tugas belajar di IAIN Sunan Gunungjati
Bandung, akan tetapi karena ayah kandung
Almaghfurlah dipanggil ke rahmatullah, demi urusan
keluarga akhirnya berhenti dari program tersebut.
Jenjang karier selanjutnya Almaghfurlah ditarik di
Kantor Departemen Agama Bojonegoro (waktu itu) di
Urusan Kepegawaian, terakhir sebagai Pengawas
Pendidikan Agama Islam untuk tingkat SLTP dan
SLTA. Kemudian menjadi kepala MTs Negeri Ngarho
dan terakhir menjadi Kepala MAN Ngraho sampai
dengan purna bhakti pada tahun 2004.
Selain mengabdikan diri sebagai PNS, Almaghfurlah
juga aktif ikut andil dalam pengembangan Universitas
Sunan Giri kala itu yang kemudian menjadi Sekolah
Tinggi Agama Islam Sunan Giri Bojonegoro. Selain
sebagai tenaga dosen pengajar, Al Maghfurlah juga
menduduki jabatan struktural mulai sebagai Ketua
Jurusan sampai dengan menjadi Ketua STAI Sunan
Giri selama 2 periode sesuai batas maksimal yang
ditentukan. Sewaktu Almaghfurlah jatuh sakit sehabis
mengimami sholat Ashar pada bulan Oktober tahun
2010, Almaghfurlah masih tercacat sebagai Dosen
Pengajar dan Kepala Jurusan Program Studi Ilmu
Tarbiyah.
Dalam bermasyarakat, sewaktu di Ngraho kala muda
Almaghfurlah aktif di organisasi kepemudaan yaitu
Gerakan Pemuda Ansor Ngraho bahkan beliau

termasuk penggeraknya dan saat itu Almaghfurlah


menjadi Mayoret Drum band milik GP Ansor tersebut.
Sewaktu di Bojonegoro di lingkungan tempat tinggal,
Almaghfurlah bersama tokoh masyarakat setempat
memprakasai berdirinya Musholla AL IKHLAS.
Sementara di lingkup Kabupaten Almaghfurlah aktif
sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kabupaten Bojonegoro, sebagai pengurus DPD Majelis
Dakwah Islamiyah (MDI) Kabupaten Bojonegoro, IPHI
Kabupaten Bojonegoro, dll.
Dalam kehidupan berkeluarga, Almaghfurlah menikah
dengan Hj. MASFUATUN BINTI MOH. BISRI dan
dikaruniai 4 orang anak, semuanya perempuan yakni
Hj. NANI SHOFIATUN, ENNI MUNFIATIN HILMI,
INAYATIN SYAROFI, dan IVADATUL ARIFA.
Keempat-empatnya telah menikah dan sampai
sekarang Almaghfurlah telah dikaruniai 9 cucu (5 cucu
laki-laki dan 4 cucu perempuan).
Semoga segala amal ibadah Al Maghfurlah diterima
oleh Allah SWT dan menjadi teman Almaghfurlah di
alam Barzah sampai dengan alam akhirat kelak. Amin.
Sebagai manusia biasa Almaghfurlah tidak luput dari
salah dan dosa baik kepada Allah SWT maupun
kepada sesama manusia, khususnya kepada temanteman kerja semasa mengabdi di Kandepag
Bojonegoro kala itu, Mts Negeri Ngraho, MAN Ngraho,
di Yayasan Pendidikan Islam Raden Fatah Ngraho,

UNSURI (kala itu) s.d. menjadi STAI Sunan Giri, dan


juga dalam bermasyarakat terutama di lingkungan RT
04 RW 06 Wisma Indah Timur, umumnya masyarakat
kota Bojonegoro tempat Almaghfurlah berinteraksi
sosial. Oleh karena itu kami keluarga besar dari
Almaghfurlah memohonkan maaf dan ridho untuk
Almaghfurlah kepada Bapak/Ibu/Saudara yang tidak
berkenan atas sikap, perbuatan, kebijakan, atau
tindakan lain Almaghfurlah baik disengaja atau tidak.
Atas kebesaran jiwa dan pemberian maaf atas
kesalahan, kekhilafan Almaghfurlah, kami keluarga
besar Almaghfurlah mengucapkan terima kasih,
semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan
berlipat.
Kami keluarga besar Almaghfurlah H. KARNO HASAN
mengucapkan banyak terima kasih atas segala
bantuan dari Bapak/Ibu/Saudara-I baik berupa materiil
maupun moril ataupun doa baik khusus untuk
Almaghfurlah maupun untuk kami selama Almaghfurlah
sakit sampai dengan wafat dan sampai sekarang.
Kami tidak dapat membalas segala kebaikan
Bapak/Ibu/Saudara, Kami hanya bisa berdoa semoga
segala amal baik Bapak/Ibu/Saudara diterim oleh Allah
SWT. Dan kami juga memohon maaf atas segala
kesalahan dan kekhilafan yang yang kami lakukan baik
sengaja maupun tidak.
KAMI (ISTERI/ANAK/MENANTU/CUCU) yang ditinggal
:

Hj. MASFUATUN, S.Pdi

(Isteri)

1. Hj. NANI SHOFIATUN, M.Pd.


MANSHUR, S.Ag., M.Pdi.

4. IFADATUL ARIFA + RIAZUL ASHARI


+

ALI

1.1. FINO NAIL FIRYALI AZIZI (cucu laki-laki)


1.2. NAZIL
laki)

AKFA SAID FIDDAROINI (cucu laki-

1.3. NAJWA
SYAFA
perempuan)

KAMILA

ALIN

(cucu

2. ENNI MUNFIATIN HILMI, S.SoS + Drs. KARMIN


SUMADI, M.H.
2.1.
laki)

FILZA NOOR RIKZAL AFIFI (cucu laki-

2.2.
AFIN
AULASYAKHS
(cucu laki-laki)

MUHAMMAD

2.3.
HANANA QORRI AINA KARIEN (cucu
perempuan)
2.4.
HILMA ZIYADATU RAHMA KARIEN
(cucu perempuan)
3. INAYATIN SYAROFI, S.Pd
YULKAIDIR, S.Ag. M.Pdi.

AKHMAD

3.1.
SYAFIRA SAYYIDATINA RAUDLATUL
JANNAH (cucu perempuan)

4.1.
ILYASAK
SHIROJUDDIN
ASHARI (cucu laki-laki)

SYAFIQ