Anda di halaman 1dari 3

BEBERAPA DALIL ZIAROH KUBUR Setiap kaum muslimin memiliki kewajiban terhadap saudara sesama muslimin yang telah

wafat yaitu harus memandikannya, menshalatkannya dan mengantarkannya sampai keliang kubur. Ini adalah merupakan fardhu kifayah (kewajiban bila telah dilakukan oleh sebagian orang, maka gugurlah kewajiban seluruh muslimin). Didalam shalat mayit tersebut juga terdapat beberapa rukun yang harus dilakukan antara lain, takbir pertama dan membaca surat alfatihah, takbir kedua dan membaca shalawat atas Nabi keluarga yang ditinggalkan. Sebagaimana sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh !bud Daud dan #aiha$i serta disahkan oleh Ibnu %ibban sebagai berikut & uhammad S!"., takbir ketiga mendoakan pengampunan bagi mayit, dan takbir keempat mendoakan bagi

'(ika kamu menyalatkan jena)ah, maka berdo*alah untuknya dengan tulus ikhlas+. Dari hadits ini menunjukkan bahwa ,asulullah menyuruh kita untuk mendo*akan bagi mayyit, lalu apakah mungkin apa yang telah diutus Nabi hanya merupakan perbuatan sia-sia dan tidak akan tersampaikan kepada mayit..

( &' , - . $ * % +* # ) !" / 4 / & . 7 . $ / * 1 2 " 3 " ) 6 5 / 0 1393 ) . ( 8 9


( & '$%" # ! 9289 6990
/,asulullah Saw bersabda& (dahulu) saya melarang kalian )iarah kubur, kamudian menjadi jelas bagi saya, maka ber)iarahlah. Sebab )iarah kubur dapat melunakkan hati, meneteskan air mata, dan mengingatkan akhirat. #er)iarahlah dan jangan berkata yang tidak baik (menjerit dan meratapi)/ (%, al-%akim No 0121, al#aiha$i dalam al-Sunan al-3ubra No 4225 dan Syu6ab al-Iman No 2782 dari !nas)

Dari hadits-hadits diatas jelaslah bahwa Nabi saw. pernah melarang )iarah kubur namun lantas membolehkannya setelah turunnya pensyariatan (lega- litas) )iarah kubur dari !llah swt D)at 9enentu hukum (Syari* al- u$addas). :arangan ,asulallah saw. pada permulaan itu, ialah karena masih dekatnya masa mereka dengan )aman jahiliyah, dan dalam suasana dimana mereka masih belum dapat menjauhi sepenuhnya ucapan-ucapan kotor dan keji. ;atkala mereka telah menganut Islam dan merasa tenteram dengannya serta mengetahui aturanaturannya, di-i)inkanlah mereka oleh syari*at buat men)iarahinya. Dan anjuran sunnah untuk ber)iarah itu berlaku baik untuk lelaki maupun wanita. 3arena dalam hadits ini tidak disebutkan kekhususan hanya untuk kaum pria saja. Dalam kitab akrifatul as-Sunan wal !tsar jilid 1 halaman 751 bab )iarah kubur disebutkan bahwa Imam Syafi*i telah mengatakan& '<iarah kubur hukumnya tidak apa-apa (boleh). Namun sewaktu men)iarahi kubur hendak- nya tidak mengatakan hal-hal yang menyebabkan murka !llah+. Disamping itu semua, masih ada lagi hadits Nabi saw. yang memerintahkan )iarah kubur tersebut tapi kami hanya ingin menambahkan dua hadits lagi dengan demikian lebih jelas buat pembaca bahwa )iarah kubur dan pemberian salam terhadap ahli kubur itu adalah sunnah ,asulallah saw. %adits dari Ibnu !bbas berkata& 3etika ,asulallah saw. melewati perkuburan di kota adinah maka beliau menghadapkan wajahnya pada mereka seraya mengucapkan& =Semoga salam sejahtera senantiasa tercurah atas kalian wahai penghuni perkuburan ini, semoga !llah berkenan memberi ampun bagi kami dan bagi kalian. 3alian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian*. (%,.;urmud)i) %adits dari !isyah ra.berkata&

'!dalah Nabi saw. pada tiap malam gilirannya keluar pada tengah malam kekuburan #a$i* lalu bersabda& =Selamat sejahtera padamu tempat kaum mukminin, dan nanti pada waktu yang telah ditentukan kamu akan menemui apa yang dijanjikan. Dan insya !llah kami akan menyusulmu dibelakang. >a !llah berilah ampunan bagi penduduk #a$i* yang berbahagia ini*+. (%,. PUSTAKA Shihabuddin, !. 7505. Inilah Ahli Sunnah Waljamaah (Kumpulan Dialog Membela Faham Aswaja dari Faham Salafy Wahabi) >ogyakarta& !ssalafiyah 9ress akruf, uhammad. 7501. Dalil !iarah "e Ma"am Keraba# dan Sahaba# (online), (http&??hujjahnu.blogspot.com?7501?57?dalil-)iarah-ke-makamkerabat-dan.html), diakses pada 7@ Aktober 7501 uslim).