Anda di halaman 1dari 4

DOKUMENTASI AUDIT Dokumentasi audit adalah catatan utama tentang prosedur auditing yang diterapkan, bukti yang diperoleh,

dan kesimpulan yang dicapai auditor dalam melaksanakan penugasan. Tujuan dokumentasi audit adalah untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit. Tujuan khusus dokumentasi audit memberikan: a. Dasar bagi perencanaan audit Jika auditor akan merencanakan audit yang memadai, informasi tentang referensi yang diperlukan harus tersedia dalam file audit yang meliputi bermacam informasi perencanaan sebagai informasi deskritif tentang pengendalian internal, anggaran waktu untuk masing-masing area audit, program audit dan hasil audit tahun sebelumnya. b. Catatan bukti yang dikumpulkan dan hasil pengujian Auditor harus mampu memperlihatkan kepada lembaga pembuat peraturan dan pengadilan bahwa audit telah direncanakan dengan baik dan diawasi secara memadai, bukti yang dikumpulkan telah tepat dan mencukupi dan laporan audit tepat dengan mempertimbangkan hasil audit. c. Data untuk menentukan jenis laporan audit yang tepat Dokumentasi audit menyediakan sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam memutuskan apakah bukti yang tepat dan mencukupi telah dikumpulkan guna menjustifikasi laporan audit berdasarkan situasi tertentu. d. Dasar bagi review oleh supervisor dan partner File audit adalah kerangka referensi utama yang digunakan oleh supervisor untuk mereview pekerjaan asisten, review yang cermat oleh supervisor juga memberikan bukti bahwa audit telah diawasi secara memadai. Dokumentasi audit yang disiapkan selama penugasan, termasuk skedul yang disiapkan oleh klien untuk auditor adalah properti auditor. Klien memiliki hak hukum untuk memeriksa file tersebut hanya ketika dipanggil oleh pengadilan sebagai bukti hukum. Berdasarkan Aturan 301 Kode Perilaku Profesional yang menyatakan seorang anggota tidak boleh mengungkapkan setiap informasi rahasia yang diperoleh selama penugasan profesional kecuali dengan persetujuan klien, maka terdapat hubungan rahasia antara klien dengan auditor. Sarbanes-Oxley Act (SOA) mensyaratkan auditor perusahaan publik untuk menyiapkan dan menjaga file audit serta informasi lainnya yang berkaitan dengan setiap laporan audit dengan cukup rinci guna mendukung kesimpulan auditor selama periode yang tidak kurang dari tujuh tahun. Menurut SAS 103, catatan audit atas perusahaan swasta harus disimpan selama minimum 5 tahun. SEC juga telah mengeluarkan aturan final tentang penyimpanan catatan audit dan review yang mewajibkan auditor perusahaan publik untuk menyelenggarakan dokumentasi berikut: a. Kertas kerja atau dokumen lain yang membentuk dasar bagi audit atas laporan keuangan tahunan perusahaan atau review atas laporan keuangan kuartalan perusahaan;

b. Memo, korespondensi, komunikasi, dokumen biru dan catatan termasuk catatan elektronik yang memenuhi kriteria fakta-fakta yang dibuat, dikirimkan dan diterima dalam kaitannya dengan audit atau review serta fakta-fakta yang berisi kesimpulan, pendapat, analisis atau data keuangan yang berkaitan dengan audit atau review.

Setiap kantor akuntan publik menetapkan pendekatannya sendiri untuk menyiapkan serta mengatur file audit, dan auditor pemula harus menggunakan pendekatan kantornya. File audit yang mendukung pengujian auditor antara lain: a. File permanen berisi data yang bersifat historis atau berlanjut yang bersangkutan dengan audit saat ini. File permanen umumnya meliputu hal-hal berikut: Kutipan atau salinan dari dokumen perusahaan yang tetap penting artinya seperti akte pendirian, anggaran rumah tangga, perjanjian obligasi dan kontrak. Analisis akun tahun-tahun sebelumnya yang terus penting artinya bagi auditor. Informasi yang berhubungan dengan pemahamam atas pengendalian internal dan penilaian risiko pengendalian. Hasil prosedur analitis dari audit tahun sebelumnya. b. File tahun berjalan mencakup semua dokumentasi audit yang dapat diterapkan pada tahun yang diaudit. Jenis informasi yang sering tercakup dalam arsip tahun berjalan adalah: Program audit Standar auditing mewajibkan program audit tertulis untuk setiap audit. Program audit ini biasanya dicatat dalam file terpisah untuk memperbaiki koordinasi dan integrasi semua bagian audit, meskipun beberapa kantor akuntan juga menyertakan salinan program audit untuk setiap bagian audit pada dokumentasi audit. Informasi umum Beberapa file audit mencakup informasu periode berjalan yang bersifat umum, bukannya bukti yang dirancang untuk mendukung jumlah laporan keuangan tertentu. Neraca saldo berjalan Auditor harus menyiapkan daftar akun buku besar umum dan saldo akhir tahunnya yang disebut neraca saldo berjalan (working trial balance). Setiap baris pos pada neraca saldo didukung oleh skedul utama yang berisi rincian akun-akun dari buku besar yang membentuk total baris pos. Pelaksanaan pekerjaan audit menghasilkan penyesuaian kas yang ditunjukkan dalam skedul yang terinci dan dicerminkan pada skedul utama, neraca saldo berjalan, serta laporan keuangan. Ayat jurnal penyesuana dan reklasifikasi Apabila auditor menemukan salah saji yang material dalam catatan akuntasni, laporan keuangan harus dikoreksi. Misalnya jika klien lalai untuk menurunkan nilai persediaan bahan baku yang usang, auditor dapat mengusulkan membuat ayat jurnak penyesuaian guna mencerminkan nilai persedeiaan yang dapat direalisasikan. Ayat jurnal reklasifikasi seringkali dibuat dalam laporan untuk menyajikan informasi akuntansi secara tepat,

meskipun saldo buku besar sudah benar. Contohnya reklasifikasi untuk tujuan laporan keuangan dari saldo kredit piutang usaha yang material ke utang usaha. Skedul pendukung Bagian terbesar dari dokumentasi audit meliputi skedul pendukung terinci yang disiapkan oleh klien atau auditor untuk mendukung jumlah spesifik pada laporan keuangan. Auditor harus memilih jenis skedul yang tepat bagi aspek audit tertentu untuk mendokumentasikan kecukupan audit dan memenuhi tujuan lain dari dokumentasi audit. Jenis utama skedul pendukung yakni: 1. Analisis yang dirancang untuk memperlihatkan aktivitas dalam akun buku besar umum selama keseluruhan periode audit, yaitu menghubungkan saldo awal dan akhir. 2. Neraca saldo atau daftar yang terdiri dari rincian yang membentuk saldo akhir tahun dari akun buku besar umum. 3. Rekonsiliasi jumlah yang mendukung jumlah tertentu dan biasanya diharapkan akan mengaitkan jumlah yang dicatat dalam catatan klien dengan sumber informasi lainnya. 4. Pengujian kelayakan yang berisi informasi yang memungkinkan auditor untuk mengevaluasi apakah saldo klien tampak mengandung salah saji dengan mempertimbangkan situasi penugasan. 5. Ikhtisar prosedur yang mengikhtisarkan hasil dari prosedur audit khusus. Skedul ikhtisar mendokumentasikan luas pengujian, salah saji yang ditemukan dan kesimpulan auditor berdasarkan pengujian. 6. Pemeriksaan dokumen pendukung yang bertujuan untuk memperlihatkan pengujian terinci yang dilaksanakan seperti dokumen yang diperiksa selama pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi. 7. Informasional yang berisi informasi yang berlawanan dengan bukti audit. 8. Dokumentasi dari luar yang dikumpulkan oleh auditor seperti jawaban konfirmasi dan salinan perjanjian dengan klien. Walaupun bukan skedul dalam arti sebenarnya, dokumen ini diindeks dan diarsip.

Penyusunan dokumentasi audit dilakukan secara rinici oleh auditor yang berpengalaman, yang tidak memiliki hubungan dengan audit tersebut, pemahaman atas pekerjaan yang dilaksanakan, bukti yang diperoleh dan sumbernya serta kesimpulan yang dicapai. Dokumentasi audit harus memiliki karakteristik tertentu: a. Setiap file audit harus diidentifikasi secara wajar dengan informasi seperti nama klien, periode yang dicakup, gambaran tentang isi, tanda tangan orang yang menyiapkan, tanggal persiapan dan kode indeks. b. Dokumentasi audit harus memiliki indeks dan referensi silang untuk membantu pengaturan dan pengarsipannya.

c. Dokumentasi audit yang lengkap harus jelas menunjukkan pekerjaan audit yang dilakukan, yang dapat dicapai dengan tiga cara: dengan pernyataan tertulis dalam bentuk memorandum, dengan menandatangani prosedur audit dalam program audit dan dengan notasi langsung pada skedul. Notasi pada skedul dilakukan dengan menggunakan tanda centang (tic marks), yaitu simbol yang berdekatan dengan rincian skedul. d. Dokumentasi audit harus meliputi informasi yang cukup untuk memenuhi tujuan yang telah dirancang. Untuk menyiapkan dokumentasi audit dengan benar, auditor harus mengetahui tujuannya. e. Kesimpulan yang dicapai tentang segmen audit yang dipertimbangkan harus dinyatakan dengan jelas.

Pengaruh e-commerce terhadap bukti audit dan dokumentasi audit Semakin banyak bukti audit yang disajikan dan disimpan dalam bentuk elektronik, dan auditor harus mengevaluasi bagaimana informasi elektronik itu mempengaruhi kemampuannya untuk mengumpulkan bukti yang layak dan mencukupi. Auditor harus mempertimbangkan ketersediaan bukti elektronik pada awal audit dan merencanakan pengumpulan bukti yang sesuai. Apabila bukti hanya dapat diperiksa dalam bentuk yang bisa dibaca mesin, auditor menggunakan komputer untuk membaca dan memeriksa bukti itu. Banyak program perangkat lunak audit komersiao telah dirancang untuk para auditor. Auditor akan memperoleh salinan database atau file induk klien dalam bentuk yang bisa dibaca mesin dan menggunakan perangkat lunak tersebut untuk melakukan berbagai pengujian atas data elektronik klien. Paket perangkat lunak audit ini relatif mudah digunakan, bahkan oleh auditor yang kurang terlatih dalam bidang TI dan dapat diterapkan pada berbagai klien tanpa kesulitan yang berarti. Auditor juga menggunakan teknologi untuk mengubah dokumentasi berbasis kertas tradisional menjadi file elektronik untuk mengatur dan menganalisi dokumentasi audit. Beberapa perusahaan mengembangkan perangkat lunaknya sendiri, sementara yang lainnya membeli perangkat lunak dokumentasi audit komersial seperti ACE. Auditor juga menggunakan LAN dan program perangkat lunak kelompok untuk mengakses dokumentasi audit secara simultan dari lokasi yang jauh.