Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang World Health Organization (WHO) menyebutkan dalam laporan global mengenai penyakit tropis terabaikan, bahwa terdapat 17 penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Diseases) yang membutuhkan perhatian dunia. Penyakit tropis terabaikan adalah sekumpulan penyakit menular yang seringkali diderita oleh masyarakat kalangan ekonomi lemah, khususnya daerah pedesaan yang miskin (Liese, dkk, !1!" #arain, dkk, !1!). Penyakit tersebut dianggap sebagai penyakit terabaikan karena mempunyai beberapa karakter, yaitu$ kurangnya perhatian dari pembuat kebi%akan, kurang mendapat prioritas dalam strategi kesehatan, penelitian terkait penyakit yang belum men&ukupi, alokasi sumber yang terbatas, serta sedikitnya inter'ensi yang diberikan (WHO, !1!). Penyakit tropis terabaikan banyak ditemukan di negara beriklim tropis dan endemik di 1() negara di dunia. *eberadaan penyakit ini mengan&am kehidupan %utaan orang dan mempunyai dampak sosial, terutama bagi masyarakat miskin karena dapat mengurangi produkti'itas, padahal apabila mendapat perhatian penuh dari semua pihak, keberadaan penyakit tersebut dapat di&egah (*aur + ,an -rakel, !! ). *e.17 penyakit tersebut diantaranya adalah$ dengue, buruli ulcer, treponematoses, changas, human African trypanosomiasis, leishmaniasis,

cysticercosis, drancunculiasis, echinococcosis, onchocerciasis, schistosomiasis, trakom, in/eksi trematoda, &a&ing perut, rabies, kaki ga%ah, dan kusta. 0irektorat 1

1enderal WHO menyatakan, sekalipun se&ara medis berbeda, penyakit tropis terabaikan memiliki kesamaan yang diasosiasikan dengan kemiskinan, lingkungan buruk, dan daerah tropis. -eberapa dari penyakit tersebut di 2ndonesia masih men%adi masalah, antara lain$ dengue, rabies, kaki ga%ah, trakom dan kusta. (*ompas 3etak, !1!,),http$44www. health.kompas.&om, diperoleh tanggal 7 5ebruari !11). 6tigma yang berkembang di masyarakat terkait penyakit kusta menimbulkan beberapa masalah bagi penderita, seperti diku&ilkan oleh masyarakat, diabaikan dan kesulitan untuk mendapatkan peker%aan (*aur + ,an -rakel, !! ). 6elain itu stigma tersebut %uga mempunyai dampak bagi keluarga penderita kusta, karena dapat mengakibatkan isolasi sosial masyarakat terhadap keluarga penderita kusta (*aur + ,an -rakel, !! ). -eberapa masalah psikososial akibat penyakit kusta ini dapat dirasakan baik oleh penderita kusta maupun keluarganya, seperti perasaan malu dan ketakutan akan kemungkinan ter%adi ke&a&atan karena kusta, ketakutan penderita menghadapi keluarga maupun masyarakat karena sikap penerimaan yang kurang wa%ar, upaya keluarga untuk menyembunyikan anggota keluarganya yang menderita kusta karena dianggap aib, atau bahkan mengasingkan anggota keluarga karena takut ketularan (7ulki/li, !!8). 9espon dari anggota keluarga terhadap penderita kusta karena ketakutan akan kemungkinan penularan penyakit tersebut akan mempengaruhi partisipasi anggota keluarga dalam hal perawatan kesehatan anggota keluarga yang menderita kusta sehingga keluarga kurang memberikan dukungan kepada penderita untuk meman/aatkan /asilitas pelayanan kesehatan dalam mengobati penyakitnya tersebut. Persepsi yang kurang tepat mengenai penularan penyakit kusta di dalam

keluarga inilah yang harus dihilangkan dengan memberikan pengertian dan pengetahuan kepada keluarga tentang penyakit kusta. Permasalahan yang mun&ul akibat penyakit kusta yang telah diuraikan sebelumnya dapat menimbulkan suatu masalah dalam masyarakat yang disebut sebagai masalah psikososial. Psychosocial berasal dari kombinasi konsep indi'idual :psyche; dan :social; komunitas dimana indi'idu hidup dan berinteraksi. <asalah psikososial tersebut dapat memi&u masalah yang lebih luas seperti masalah ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya sebagai dampak nasional. =ntuk mengantisipasi masalah yang meluas tersebut, maka masalah psikososial ini memerlukan suatu inter'ensi untuk mengatasi masalah yang ada. -entuk inter'ensi yang diberikan dapat dilakukan dengan melibatkan unit terke&il dari suatu sistem masyarakat penderita kusta, yaitu keluarga. *eluarga diharapkan dapat men%adi suatu sistem yang dapat memberikan dukungan dalam terbentuknya perawatan kesehatan yang berkelan%utan dalam membantu penderita kusta, bukan hanya memberikan perawatan se&ara /isik tetapi %uga perawatan se&ara psikologis dan so&ial yang akan membentuk suatu sistem mekanisme koping yang sehat bagi penderita kusta dan mengurangi masalah psikososial yang timbul di masyarakat. 0ukungan psikososial yang diberikan oleh keluarga men%adi suatu inter'ensi yang memerlukan /asilitasi dari perawat dalam men%alankan perannya sebagai seorang pendidik. 6alah satu inter'ensi perawat dengan melibatkan keluarga adalah melalui psikoedukasi keluarga. Psikoedukasi keluarga melibatkan keluarga penderita kusta sebagai sistem dukungan (support system) terdekat bagi penderita kusta dalam 8

mengelola lingkungan di sekitar keluarga. Psikoedukasi keluarga merupakan salah satu bentuk inter'ensi yang dapat diberikan kepada keluarga yang mempunyai anggota keluarga dengan masalah kesehatan /isik yang berdampak pada mental emosional keluarga hingga menimbulkan mun&ulnya masalah psikososial. >u%uan utama dari terapi psikoedukasi keluarga ini adalah untuk memberikan in/ormasi tentang kesehatan mental (,ar&arolis, !!?). 6eperti penelitian yang telah dilakukan oleh #urbani ( !!)) yang menyebutkan bahwa psikoedukasi keluarga menurunkan tingkat ansietas dan beban keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang menderita stroke. -erdasar pen%elasan tersebut maka diharapkan psikoedukasi keluarga yang diberikan dapat men%adi suatu bentuk terapi keluarga bagi keluarga penderita kusta agar dapat meningkatkan dukungan psikososial kepada anggota keluarga yang sakit sehingga kebutuhan psikososial penderita kusta dapat terpenuhi. Psikoedukasi keluarga diberikan bukan hanya membantu keluarga untuk mengetahui se&ara lengkap mengenai penyakit kusta, tetapi %uga membantu keluarga untuk mampu memberikan dukungan kepada penderita kusta dalam hal perawatan se&ara /isik tetapi %uga meliputi dukungan se&ara psikologis dan sosial yang disebut sebagai dukungan psikososial. -erdasar data yang didapat pada penelitian 9ahayu, !11 masalah psikososial baik bagi penderita maupun keluarga yang merawat. Hal inilah yang akan mempengaruhi kemampuan keluarga dalam memberikan dukungan bagi anggota keluarganya yang menderita kusta. -entuk dukungan yang bisa diberikan adalah dukungan psikososial. Psychocosial support (dukungan psikososial) berhubungan (

dengan pentingnya konteks so&ial dalam menghadapi dampak psikososial yang dihadapi indi'idu karena ke%adian yang membuat stress. 0alam prakteknya ini berarti mem/asilitasi struktur lo&al sosial (keluarga, kelompok komunitas, sekolah) yang kemungkinan sudah tidak ber/ungsi lagi sehingga dapat kembali memberikan support yang e/ekti/ kepada orang yang membutuhkan terkait pengalaman hidup yang membuat stress (#i&olai, !!8). -entuk dukungan yang diberikan kepada anggota keluarga yang menderita kusta dalam bentuk dukungan psikososial diharapkan mampu mengatasi masalah psikososial yang ditimbulkan oleh penyakit kusta. <asalah psikososial merupakan masalah ke%iwaan dan kemasyarakatan yang mempunyai pengaruh timbal balik sebagai akibat ter%adinya perubahan sosial dan atau ge%olak sosial masyarakat yang dapat menimbulkan gangguan %iwa (0epkes 92, !!@). 0ukungan yang diberikan keluarga merupakan suatu bentuk inter'ensi yang melibatkan keluarga sebagai support system penderita. 6eperti diketahui bahwa keluarga merupakan unit yang paling ke&il dan paling dekat dengan klien, yang mampu men%adi caregiver bagi klien. Hal tersebut yang menyebabkan peran keluarga sangatlah besar dalam memberikan dukungan bagi klien dalam men%alani pengobatan dan perawatan yang biasanya memerlukan waktu hingga berbulan.bulan, sehingga apabila keluarga tidak memberikan dukungan baik se&ara /isik maupun psikologis maka penderita kusta tidak akan dapat men%alani pengobatannya hingga tuntas. 0alam penelitian yang dilakukan oleh Widyastuti ( !!)) mengenai hubungan antara dukungan keluarga dengan harga diri penderita kusta dinyatakan bahwa didapatkan hubungan yang signi/ikan antara dukungan keluarga dengan harga diri penderita A

kusta. 6e&ara lan%ut dukungan psikososial %uga diharapkan dapat diberikan keluarga kepada penderita kusta sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan psikososial penderita kusta, diantaranya$ kebutuhan akan penerimaan diri, kebutuhan akan penerimaan sosial, dan penerimaan oleh komunitas dan masyarakat sekitarnya (6&ott, !!!). Psikoedukasi keluarga merupakan suatu elemen program perawatan dengan memberikan in/ormasi yang edukati/ kepada keluarga terkait$ masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit kusta, mana%emen perawatan penyakit kusta, mana%emen ansietas keluarga, mana%emen beban keluarga dan peman/aatan sumber komunitas dalam perawatan penderita kusta. *elima poin tersebut merupakan kun&i masuk perawat %iwa dalam mem/asilitasi dan melatih keluarga agar dapat memberikan dukungan psikososial kepada penderita kusta dengan lebih terarah. 6elama ini Puskesmas telah mem/asilitasi upaya kurati/ dalam mengatasi penyakit kusta dengan menggalakkan program pengendalian penyakit kusta di tiap Puskesmas,. #amun demikian hal tersebut dianggap belum dapat mem/asilitasi keluarga untuk dapat terlibat dalam perawatan penderita kusta terutama terkait masalah psikososial yang dihadapi oleh keluarga. Oleh karena itu sebagai seorang perawat %iwa, diharapkan melalui psikoedukasi keluarga yang akan dilakukan dapat lebih melibatkan keluarga dalam upaya membentuk suatu sistem perawatan pre'enti/ dan rehabilitati/ bukan hanya dalam bentuk perawatan /isik tetapi %uga menyangkut aspek psikologis dan sosial.

Telenursing (pelayanan Bsuhan keperawatan %arak %auh) adalah penggunaan teknologi komunikasi dalam keperawatan untuk memenuhi asuhan keperawatan kepada klien. Cang menggunakan saluran elektromagnetik (gelombang magnetik, radio dan optik) dalam menstransmisikan sinyal komunikasi suara, data dan 'ideo. Btau dapat pula di de/inisikan sebagai komunikasi %arak %auh, menggunakan transmisi elektrik dan optik, antar manusia dan atau komputer Telenursing merupakan hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi in/ormasi yang bisa diterapkan dalam pemberian asuhan keperawatan kepada klien, dengan tu%uan utama untuk lebih mendekatkan akses pelayanan asuhan keperawatan kepada klien baik indi'idu, keluarga, masyarakat, maupun komunitas tertentu. Psikoedukasi keluarga melalui sistem telenursing bisa dilaksanakan dimana diharapkan bisa mendekatkan %arak akses pemberian in/ormasi dari perawat kepada keluarga klien, sehingga sinergi pemberian asuhan keperawatan kepada klien bisa terlaksana dengan baik, serta klien ketika persiapan pulang sudah siap dengan sistem perawatan yang sudah ada di keluarga. B. Pertanyaan Penelitian Psikoedukasi keluarga adalah salah satu elemen program perawatan kesehatan %iwa keluarga dengan &ara pemberian in/ormasi dan edukasi melalui komunikasi yang terapeutik. >u%uan utama dari terapi psikoedukasi keluarga adalah saling bertukar in/ormasi tentang perawatan kesehatan mental akibat penyakit /isik yang dialami, membantu anggota keluarga mengerti tentang penyakit anggota keluarganya seperti 7

ge%ala, pengobatan yang dibutuhkan untuk menurunkan ge%ala, mana%emen stres dan beban keluarga selama merawat penderita kusta serta mem/asilitasi peman/aatan sumber yang ada di komunitas. 0engan pemberian psikoedukasi keluarga diharapkan keluarga mampu memenuhi kebutuhan psikososial penderita kusta melalui dukungan psikososial yang diberikan oleh keluarga. Hasil penelitian mengenai penggunaan telenursing yang dilakukan

-ohnenkamp ( !! ), ternyata klien dan keluarga yang mendapatkan perawatan melalui telenursing ini mengalami peningkatan pengetahuan dan merasakan lebih nyaman dengan beberapa kontak dan saran perawatan yang disampaikan perawat. Hal tersebut sangat dirasakan karena lebih mudahnya akses apapun yang ingin diketahui oleh klien dan keluarga dengan segera dan se&ara umum sangat disukai. Pada hasil penelitian 9ahayu, !11 telah ditemukan adanya pengaruh

psikoedukasi keluarga pada dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga penderita kusta, berdasarkan data tersebut, maka masalah yang ingin yang ingin di%awab dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh telenursing terhadap

psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga dengan penyakit kusta. C. Tujuan Penelitian 1. >u%uan umum >u%uan dari penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga dengan penyakit kusta. @

. >u%uan *husus a. >eridenti/ikasinya karakteristik (usia, %enis kelamin, pendidikan, peker%aan, penghasilan, hubungan dengan klien) keluarga penderita kusta. b. teridenti/ikasinya perbedaan hasil psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi. &. teridenti/ikasinya perbedaan hasil psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada kelompok inter'ensi sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi. d. teridenti/ikasinya perbedaan hasil psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada kelompok kontrol dan inter'ensi sesudah diberikan psikoedukasi. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini berman/aat se&ara metodologi, bahwa dengan penerapan telenursing terhadap psikoedukasi keluarga diharapkan dapat lebih e/ekti/ dalam membentuk system dukungan psikososial bagi keluarga yang merawat anggota keluarga dengan penyakit kusta.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA B. *usta Penyakit kusta adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh kuman ycobacterium leprae yang pertama kali menyerang susunan sara/ tepi, selan%utnya dapat menyerang kulit, mukosa (kulit), saluran perna/asan bagian atas, sistem etikulo endothelial, mata, otot, tulang dan testis (6ubdirektorat *usta dan 5rambusia, !!7). *usta atau lepra (leprosy) atau disebut %uga menular kronis yang disebabkan oleh bakteri orbus Hansen merupakan penyakit ycobacterium leprae! melalui kulit

dan mukosa hidung. Penyakit kusta terutama menyerang sara/ tepi, kulit dan organ tubuh lain ke&uali susunan sara/ pusat yang apabila tidak didiagnosis dan diobati se&ara dini dapat menimbulkan ke&a&atan (6ubdirektorat *usta dan 5rambusia, !!7). Penyakit kusta adalah penyakit in/eksi yang kronik, penyebabnya ialah ycobacterium leprae yang intra seluler obligat, sara/ peri/er sebagai a/initas pertama, lalu mulut dan mukosa traktus respiratorius bagian atas, kemudian dapat ke organ.organ lain ke&uali susunan sara/ pusat. 1adi dapat disimpulkan bahwa kusta termasuk penyakit menular yang disebabkan oleh ycobacterium leprae yang

ditularkan melalui saluran na/as dan menyerang sara/ tepi, kulit serta organ tubuh lain ke&uali sara/ pusat. Permasalahan penyakit kusta bila dika%i se&ara mendalam merupakan permasalahan yang kompleks. <asalah yang dihadapi penderita bukan hanya masalah

1!

medis tetapi %uga menyangkut masalah psikososial. 0ampak psikososial yang disebabkan oleh penyakit kusta sangat luas sehingga menimbulkan keresahan bukan hanya oleh penderita sendiri tetapi %uga bagi keluarga, masyarakat dan negara. Hal yang mendasari konsep perilaku penerimaan masyarakat adalah anggapan bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular, tidak dapat diobati, penyakit keturunan, bahkan menganggap penyakit tersebut merupakan kutukan dari >uhan. Hal ini men%adikan suatu ketakutan yang berlebihan terhadap penyakit kusta yang disebut sebagai leprophobia (7ulki/li, !!8). -. Psikoedukasi *eluarga Psikoedukasi keluarga adalah salah satu elemen program perawatan kesehatan %iwa keluarga dengan &ara pemberian in/ormasi, edukasi melalui komunikasi yang terapeutik. Program psikoedukasi merupakan pendekatan yang bersi/at edukasi dan pragmatik (6tuart + Laraia, !!@). Psikoedukasi keluarga adalah suatu metoda

berdasar pada penemuan klinis untuk melatih keluarga.keluarga dan beker%a sama dengan para pro/esional kesehatan %iwa sebagai bagian dari perawatan menyeluruh se&ara klinis yang diren&anakan untuk anggota keluarga. <enurut 3arson ( !!!) psikoedukasi merupakan alat terapi keluarga yang makin popular sebagai suatu strategi untuk menurunkan /aktor risiko yang berhubungan dengan perkembangan ge%ala.ge%ala perilaku. 1adi pada prinsipnya psikoedukasi ini membantu anggota keluarga dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyakit melalui pemberian in/ormasi dan edukasi yang dapat mendukung pengobatan dan rehabilitasi pasien dan meningkatkan dukungan bagi anggota keluarga itu sendiri. 11

3. 0ukungan Psikososial <enurut Pender, <urdaugh, Parsons ( !! , dalam -omar, !!(), family

support system (sistem dukungan keluarga) merupakan suatu sistem pendukung yang diberikan oleh keluarga terhadap anggota keluarga dalam rangka mempertahankan identitas sosial anggota keluarga, memberikan dukungan emosional, bantuan materil, memberikan in/ormasi dan pelayanan, dan mem/asilitasi anggota keluarga dalam membuat kontak sosial baru dengan masyarakat. *eluarga sebagai sistem pendukung bagi penderita kusta diharapkan mampu memberikan dukungan penuh dalam upaya perawatan penderita kusta. >erlebih dengan kondisi penyakit kusta dan masalah psikososial yang bisa mun&ul akibat penyakit kusta, diantaranya$ masalah terhadap diri penderita kusta, masalah terhadap keluarga penderita kusta, dan masalah terhadap masyarakat sekitar penderita kusta. 0. Telenursing. Telenursing dapat dide/inisikan sebagai menggunakan perangkat

telekomunikasi untuk memberikan asuhan keperawatan, menggunakan proses keperawatan untuk merawat indi'idu atau populasi pasien tertentu, seperti kelompok orang terisolasi. Telehealth ber/okus pada pengiriman, mana%emen dan koordinasi pelayanan dan perawatan. 6elan%utnya, ruang lingkup praktek perawatan dan proses keperawatan adalah sama seperti dalam keperawatan tradisional (6towkowski, !!@). Telenursing dapat memberikan berbagai /ungsi penting kepada orang.orang yang tidak mungkin 1

dinyatakan memiliki akses ke perawatan medis yang berkualitas, serta hanya orang. orang yang dapat melakukannya. 2stilah telehealth atau telemedicine, digunakan se&ara bergantian untuk meru%uk pada pelayanan menggunakan tehnologi elektronik pada pasien dalam keterbatasan %arak. Pada dunia keperawatan dikenal telehealth dalam keperawatan atau telenursing. Bdapun pengertian telenursing yaitu$ a. Telenursing adalah penggunaan tekhnologi dalam keperawatan untuk

meningkatkan perawatan bagi pasien (6kiba, 1))@). b. Telenursing (pelayanan Bsuhan keperawatan %arak %auh) adalah penggunaan tehnologi komunikasi dalam keperawatan untuk memenuhi asuhan keperawatan kepada klien. Cang menggunakan saluran elektromagnetik (gelombang magnetik, radio dan optik) dalam menstransmisikan signal komunikasi suara, data dan 'ideo. Btau dapat pula di de/inisikan sebagai komunikasi %arak %auh, menggunakan transmisi elektrik dan optik, antar manusia dan atau komputer &. Telenursing (pelayanan asuhan keperawatan %arak %auh) adalah upaya penggunaan tehnologi in/ormasi dalam memberikan pelayanan keperawatan dalam bagian pelayanan kesehatan dimana ada %arak se&ara /isik yang %auh antara perawat dan pasien, atau antara beberapa perawat. 6ebagai bagian dari telehealth, dan beberapa bagian terkait dengan aplikasi bidang medis dan non.medis, seperti telediagnoses, teleconsultation dan telemonitoring. d. Telenursing is de/ined as the pra&ti&e o/ nursing o'er distan&e using tele&ommuni&ations te&hnology (National "ouncil of #tate $oards of Nursing). 18

e.

Telenursing diartikan sebagai pemakaian telekomunikasi untuk memberikan in/ormasi dan pelayanan keperawatan %arak.%auh. Bplikasinya saat ini, menggunakan teknologi satelit untuk menyiarkan konsultasi antara /asilitas. /asilitas kesehatan di dua negara dan memakai peralatan video conference (bagian integral dari telemedicine atau telehealth) Prinsip.prinsip telehealth adalah $ tidak mengubah si/at dasar dari praktek

asuahan keperawatan, dimana perawat terlibat dalam telenursing mulai dari pengka%ian, peren&anaan, pelaksanaan, e'aluasi dan dokumentasi asuhan

keperawatan. Perawat %uga terlibat dalam in/ormasi, pendidikan, arahan dan dukungan se&ara pribadi dalam telenursing hubungan ditetapkan melalui penggunaan telepon, komputer, internet atau teknologi komunikasi lainnya.

1(

BAB III LANDASAN TE !I DAN HIP TESIS B. Landasan >eori4 kerangkan konsep *erangka konsep penelitian merupakan landasan berpikir untuk melakukan penelitian yang akan dilakukan. *erangka konsep dikembangkan berdasarkan kerangka teori yang dibahas dalam tin%auan teori. -erdasarkan teori dan konsep yang telah penulis paparkan pada tin%auan teori, dapat diambil kesimpulan bahwa penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pengaruh telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga yang menderita kusta. 6ub 'ariabel dukungan psikososial yang akan penulis ukur meliputi dukungan psikologis dan sosial. Psikoedukasi keluarga dapat dilakukan selama A sesi, dimana masing.masing sesi dapat dilakukan sebanyak minimal 8 kali pertemuan. 6e&ara rin&i, 'ariabel.'ariabel yang di%elaskan di bawah ini meliputi$ dukungan psikososial sebagai 'ariabel terikat" psikoedukasi keluarga sebagai 'ariabel tak terikat" serta karakteristik keluarga sebagai 'ariabel peran&u. Bdapun kerangka konsep dari penelitian ini dapat digambarkan dengan skema, seperti di bawah ini$

1A

,ariabel independen >elenursing

,ariabel dependen pre *eluarga dengan anggota keluarga sakit kusta Psikoedukasi untuk dukungan psikososial

,ariabel dependen post *eluarga dengan anggota keluarga sakit kusta Psikoedukasi untuk dukungan psikososial

,ariabel Peran&u$ =sia 1enis kelamin Pendidikan peker%aan penghasilkan hubungan dengan penderita Dambar.1 -. Hipotesis Ha$ ada pengaruh telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga penyakit kusta. H!$ tidak ada pengaruh telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga penyakit kusta.

1?

BAB I" MET DE PENELITIAN B. 9an&angan Penelitian <enurut -urns + Dro'e (1))?) yang dimaksud dengan desain penelitian adalah keseluruhan dari suatu peren&anaan untuk men%awab pertanyaan penelitian dan mengantisipasi beberapa kesulitan yang mungkin timbul selama proses penelitian. Penelitian ini menggunakan metode inter'ensi semu ( %uasi e&periment), ran&angan pre'post test (ith control group dengan inter'ensi psikoedukasi keluarga. Pendekatan pretest'posttest (ith control group design digunakan untuk melihat e/ekti'itas perlakuan melalui perbedaan antara kelompok inter'ensi dengan kelompok kontrol (Brikunto, !!)). Penelitian dilakukan untuk mengetahui ke/ekti/an telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga dalam merawat penderita kusta sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi keluarga. 6elan%utnya ke/ekti/an ini dibandingkan dengan kelompok keluarga yang mendapatkan psikoedukasi keluarga tanpa telenursing. Penelitian ini membandingkan dua kelompok keluarga dengan penderita kusta antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. -. Populasi dan 6ampel Populasi dalam penelitian adalah se%umlah besar subyek yang mempunyai karakteristik tertentu. *arakteristik subyek ditentukan sesuai dengan ranah dan tu%uan penelitian. Populasi penelitian ini adalah keluarga dari semua penderita kusta yang

17

ter&atat di puskesmas tabalong pada tahun

!1! se%umlah

(( penderita kusta

Populasi target adalah populasi yang merupakan sasaran akhir penerapan hasil penelitian atau disebut :ranah;. Populasi target bersi/at umum pada penelitian klinis dibatasi oleh karakteristik demogra/i dan karakteristik klinik (6astroasmoro + 2smael, !!@). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan populasi target, yaitu keluarga penderita kusta (caregiver) yang dipilih dari Puskesmas dengan

%umlah penderita kusta terbanyak di *abupaten >abalong, yaitu$ Puskesmas -uaran dan >irto 1. >otal populasi target yang diperoleh berdasar data Puskesmas dari dari 1anuari !1! hingga 5ebruari !11 se%umlah ?! orang penderita kusta. 3. 2nstrumen Penelitian =%i &oba instrumen dilakukan untuk melihat 'aliditas dan reliabilitas alat pengumpul data sebelum instrumen digunakan. =%i &oba ini dilakukan pada caregiver penderita kusta yang tersebar di 8 wilayah ker%a Puskesmas di *abupaten tabalong dengan mempertimbangkan karakteristik yang hampir sama dengan responden penelitian. =%i ,aliditas 0itu%ukan untuk mengukur apa yang memang sesungguhnya hendak diukur dan dalam penelitian ini menggunakan u%i korelasi Pearson Product oment) Hasil

u%i dikatakan 'alid apabila nilai r hasil (kolom corrected item' total correlation) antara masing.masing item pernyataan lebih besar dari r tabel (Hastono, !!?). Hasil dari u%i 'aliditas yang dilakukan pada ?! item pernyataan tersebut, diperoleh 8! pernyataan yang tidak 'alid dan 8! pernyataan yang memenuhi 'aliditas, dimana 1@

hasil lebih besar dari r.tabel (d/ E n. E

. E !" r tabel E !,( 8). *emudian 8!

item pernyataan yang dinyatakan 'alid tersebut diu%i lagi untuk melihat reliabilitas instrumen. =%i 9eliabilitas 2nstrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan nilai yang sama, atau hasil pengukuran konsisten dan bebas dari kesalahan. =%i reliabilitas dalam penelitian ini membandingkan antara "ronbach*s "oefficient'Alpha dan nilai r.tabel. 0ari hasil u%i 'aliditas yang telah dilakukan, 8! item pernyataan yang dinyatakan 'alid kemudian diu%i ulang dan dilihat reliabilitasnya. -erdasar hasil u%i reliabilitas diperoleh bahwa instrumen penelitian memenuhi reliabilitas karena r.tabel lebih ke&il dari nilai "ronbach*s "oefficient'Alpha (!,)8 ). 0engan demikian maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner dukungan psikososial keluarga yang terdiri dari 8! item pernyataan tersebut dinyatakan 'alid dan reliabel. 0ari 8! item tersebut, telah diperoleh 1A item pernyataan mewakili dukungan psikologis dan 1A pernyataan mewakili dukungan sosial. 0. ,ariabel Penelitian ,ariabel independen ,ariabel independen dalam penelitian ini adalah telenursing. ,ariabel dependen ,ariabel dependen dalam penelitian ini adalah psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga. 1)

,ariabel confounding ,ariabel confounding atau 'ariabel peran&u dalam penelitian ini adalah karakteristik demogra/i responden (keluarga) yang mempengaruhi dukungan psikososial keluarga. ,ariabel demogra/i keluarga terdiri dari usia, %enis kelamin, tingkat pendidikan, peker%aan, penghasilan, dan hubungan dengan penderita. F. 0e/inisi Operasional >elenursing adalah teknik keperawatan penggunaan media teknologi dimana perawat dengan klien tidak langsung bertemu, media teknologi bisa dengan telepon, komputer, atau teknologi komunikasi lain yang mengirimkan suara, gambar, 'ideo untuk berkomunikasi. Psikoedukasi untuk dukungan psikososial adalah pemberian edukasi se&ara untuk menga%arkan dan memberi dukungan sosial untuk keluarga dalam inter'ensi terhadap anggota keluarga yang sakit dan bersi/at terapeutik. 5. Prosedur Penelitian Prosedur dimulai mengkoordinasikan pelaksanaan penelitian kepada *epala Puskesmas serta penanggung%awab program kusta pada masing.masing Puskesmas yang digunakan sebagai tempat penelitian (Puskesmas -uaran dan >irto 1). =ntuk pengumpulan data pada kelompok kontrol, peneliti beker%asama dengan seorang perawat Puskesmas dengan %en%ang pendidikan 61 *eperawatan yang terlebih dahulu diberikan penyamaan persepsi mengenai isi dan pengisian kuesioner oleh responden. Bsisten peneliti inilah yang kemudian membantu peneliti dalam mengumpulkan data pada kelompok kontrol. !

Pelaksanaan Pelaksanaan penelitian pada kelompok inter'ensi ber/okus pada pemberian psikoedukasi dengan metode telenursing keluarga yang dalam pelaksanaannya diberikan dalam lima sesi. *elima sesi tersebut meliputi$ sesi pertama, yaitu mengidenti/ikasi masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit kusta" sesi kedua, yaitu menga%arkan kepada keluarga &ara merawat anggota keluarga yang menderita kusta dan dukungan psikososial keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit kusta" sesi ketiga, yaitu menga%arkan kepada keluarga untuk mengatasi ansietas yang dihadapi selama merawat anggota keluarga dengan kusta" sesi keempat, yaitu$ membantu keluarga untuk mengatasi beban obyekti/ yang dihadapi keluarga selama merawat anggota keluarga yang sakit kusta" sesi kelima, yaitu$ membantu keluarga untuk meman/aatkan sumber pendukung yang ada di komunitas. Pelaksanaan penelitian pada kelompok kontrol ber/okus pada pemberian psikoedukasi dengan metode tatap muka keluarga yang dalam pelaksanaannya diberikan dalam lima sesi. *elima sesi tersebut meliputi$ sesi pertama, yaitu mengidenti/ikasi masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit kusta" sesi kedua, yaitu menga%arkan kepada keluarga &ara merawat anggota keluarga yang menderita kusta dan dukungan psikososial keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan penyakit kusta" sesi ketiga, yaitu menga%arkan kepada keluarga untuk mengatasi ansietas yang dihadapi selama merawat anggota 1

keluarga dengan kusta" sesi keempat, yaitu$ membantu keluarga untuk mengatasi beban obyekti/ yang dihadapi keluarga selama merawat anggota keluarga yang sakit kusta" sesi kelima, yaitu$ membantu keluarga untuk meman/aatkan sumber pendukung yang ada di komunitas. D. >eknik Pengumpulan dan Pengolahan 0ata Pengumpulan dan pengolahan data dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi $ +diting! dilakukan untuk memeriksa kelengkapan pengisian instrumen penelitian datayang masuk. 6etelah data dikumpulkan selan%utnya peneliti melakukan editing dengan &ara menge&ek kembali semua pernyataan yang diisi oleh responden, apabila ada data yang belum lengkap maka langsung di&ek ulang kembali untuk dilengkapi lagi oleh responden. 6etelah semua data terisi lengkap maka siap untuk dilakukan pengkodean. "oding! dilakukan untuk memudahkan dalam pengolahan data dan analisis data. Pengkodean dilakukan apabila semua data sudah terisi lengkap dan diberikan kode sesuai dengan de/inisi operasional yang dibuat oleh peneliti disesuaikan dengan datayang diolah. +ntry data! dilakukan setelah data selesai dikode sehingga peneliti bisa memulai kegiatan memproses data di komputer. Peneliti memasukkan semua data ke dalam program &omputer sesuai dengan %enis data yang diolah. "leaning data, dilakukan agar terbebas dari kesalahan sebelum dilakukan analisis data. Peneliti melakukan kembali penge&ekan data yang sudah di. entry

sehingga dipastikan bahwa semua data sudah dimasukkan ke dalam program komputer dan tidak ada missing data. H. 3ara Bnalisis 0ata Bnalisis uni'ariat Bnalisis uni'ariat dilakukan untuk mendeskripsikan setiap 'ariabel yang diukur dalam penelitian, yaitu dengan distribusi /rekwensi. Hasil statistik deskripti/ dari karakteristik responden$ %enis kelamin, pendidikan, hubungan dengan penderita, peker%aan. 6edangkan 'ariabel usia dan pendapatan di%abarkan menggunakan tendensi sentral karena datanya berbentuk numerik. 6elain itu analisis uni'ariat %uga dilakukan untuk mengetahui dukungan psikososial keluarga kepada anggota keluarga dengan penderita kusta. 0ukungan psikososial keluarga merupakan data numerik yang dianalisis untuk menghitung mean, median, standar de'iasi, confidence interval )AG! nilai maksimal dan minimal. Penya%ian data masing.masing 'ariabel dalam bentuk tabel dan diinterpretasikan berdasarkan hasil yang diperoleh. Bnalisis bi'ariat Bnalisis bi'ariat yang dilakukan pada penelitian ini untuk membuktikan hipotesis penelitian pembuktian kesetaraan karakteristik keluarga antara kelompok inter'ensi dan kelompok kontrol dengan menggunakan ,ndependent T'test) Bnalisis bi'ariat %uga dilakukan untuk membuktikan hipotesis penelitian yaitu

mengidenti/ikasi pengaruh telenursing terhadap psikoedukasi untuk dukungan psikososial keluarga pada anggota keluarga yang menderita kusta. Bnalisis bi'ariat yang digunakan untuk membuktikan pengaruh karakteristik keluarga meliputi$ usia 8

dan penghasilan terhadap dukungan psikososial sesudah mendapat psikoedukasi keluarga dengan &ara menggunakan analisis u%i regresi linear sederhana. 6edangkan analisis yang digunakan untuk membuktikan pengaruh karakteristik keluarga meliputi$ hubungan keluarga, pendidikan, peker%aan, dan %enis kelamin terhadap dukungan psikososial menggunakan analisis ,ndependent T'test) 2. >empat dan Waktu Penelitian. >empat yang digunakan pada penelitian ini adalah tiga puskesmas wilayah tabalong, *alimantan selatan, pada tanggal 1@ %uni !1(, saat melakukan terhadap keluarga inter'ensi pada %am 1 .!!.1A.!! A sesi perlakuan dalam 1 hari sebanyak 8 hari, pada keluarga kontrol %am !@.!!.1!.!! sebanyak A sesi perlakuan dalam 1 hari sebanyak 8 hari.

0B5>B9 P=6>B*B 1. Bndayani, F. 6. ( !!?). Hubungan ting-at -ecemasan -eluarga tentang penularan penya-it -usta dengan peran -eluarga dalam pera(atan penya-it -usta) 6kripsi. 52*.=#02P$ >idak dipublikasikan. . Brikunto, 6. ( !!)). Prosedur penelitian. suatu pende-atan pra-ti-) Fdisi re'isi @. 1akarta$ 9ineka 3ipta -ailon, 6. D. + <aglaya, B. 6. (1))@). /amily health nursing. HueIon &ity.
8.

-omar, P. 1. ( !!(). Promoting health in families. applying family research and theory to nursing practice! 0rd ed) Philadelphia$ Library o/ 3ongress in

(.

Publi&ation 0ata. -oesen, F. H. ( !!A). Psychoeducational intervention for patients (ith cutaneous malignant melanoma. a replication study) 1ournal o/ 3lini&al On&ology, 'ol 8 no. ?$ pp$ 1 7!.1 77. Bmeri&an 6o&iety o/ 3lini&al On&ology.

A.

-urns, #., + Droo'e, 6. *. (1))?). The practice of nursing research. Philadelphia $ W- 6aunders 3o. 3arson, ,. -. ( !!!). the nurse 1patient 2ourney.
nd

ental health nursing.

ed. Philadelphia$ W.-. 6aunders 3ompany.

?.

0inkes *abupaten >abalong. ( !1!). Analisa situasi program pemberantasan -usta. >idak dipublikasikan.

7.

5ontaine, *. L. ( !!8). 2n&

ental health nursing. #ew 1ersey$ Pearson Fdu&ation.

@.

5riedman, <. ( !1!). 3epera(atan -eluarga teori dan pra-te- Ath ed. 1akarta$ FD3.

).

Hamid, B. C. 6. ( !!7). 4iset -epera(atan. -onsep! eti-a 5 instrumentasi. 1akarta$ FD3.

1!. Le'ine, 2. 6. ( !! ). /amily psychoeducation ' functioning! effects! therapy! adults!person! people! medication! personality. 0iakses dari

http$44www.minddisorders.&om40el.5i45amily.psy&hoedu&ation.html tanggal 1! 5ebruari !11. 11. Liese, -., dkk. ( !1!). Programmes! partnership and governance for elimination and control of neglected tropical sieases) Lan&et$ 87A$ ?7.7?.