Anda di halaman 1dari 6

Hemorrhoid atau wasir adalah dilatasi varikosus vena dari pleksus hemorrhoidal inferior atau superior, akibat dari

peningkatan tekanan vena yang persisten. Survey di negara barat menyebutkan bahwa setengah dari populasi berumur diatas 40 tahun menderita penyakit ini dengan insidensi tertinggi antara 45 sampai 65 tahun dan ditemukan seimbang antara pria dan wanita. Hemorrhoid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik vena hemoroidalis. Beberapa faktor risiko terjadinya hemorrhoid adalah faktor kerusakan dari tonus sphin ter atau defisiensi sphin ter ani, hereditas, obstruksi vena, kebiasaan defekasi dan akibat langsung prolaps dari lapisan pembuluh darah. Yang mengakibatkan obstruksi vena yaitu kehamilan, asites, tumor pelvis, sirosis hepatis dan hemorrhoid dengan akibat langsung prolaps dari lapisan pembuluh darah dapat ter!adi karena faktor endokrin, umur, kehamilan, konstipasi dan !uga tegangan yang lama saat defekasi. "#$%&%'$ dan ()#%*$S$%&%'$ +arah yang berasal dari pleksus Hemorrhoidalis akan dialirkan ke vena mesenterika inferior, kemudian ke vena porta masuk ke hepar. Hemorrhoid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena Hemorrhoidalis. Beberapa penyebab ter!adinya pelebaran pleksus Hemorrhoidalis antara lain, yaitu, -. / .arena bendungan sirkulasi portal akibat kelainan organik, Hepar pada sirosis hepatis

*ibrosis !aringan akan meningkatkan resistensi aliran vena ke hepar sehingga ter!adi hipertensi portal, maka akan terbentuk kolateral antara lain ke esofagus dan pleksus Hemorrhoidalis. / Bendungan vena porta, misal akibat trombosis.

/ #umor intra abdomen, terutama di daerah pelvis yang menekan vena sehingga aliran terganggu, misal tumor ovarium, tumor rektum, dan sebagainya. -. / $diopatik, tidak !elas asalnya kelainan organik, hanya ada faktor/faktor yang mempengaruhi timbulnya Hemorrhoid, antara lain , .eturunan 0 herediter

+alam hal ini yang menurun adalah kelemahan dinding pembuluh darah dan bukan Hemorrhoidnya. / )natomi

1ena di daerah anorektal dan pleksus Hemorrhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasia di sekitarnya sehingga darah mudah kembali, menyebabkan tekanan di pleksus Hemorrhoidalis. / (eker!aan

%rang yang peker!aannya banyak berdiri atau duduk lama atau harus mengangkat barang berat, gaya gravitasi akan mempengaruhi timbulnya Hemorrhoid, misalnya polosi lalu lintas, ahli bedah, dan lain/lain. / 2mur

(ada umur tua timbul degenerasi dari seluruh !aringan tubuh !uga otot spingter men!adi tipis dan atonis. / "ndokrin

3isal pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus. '"4)&)
-

(erdarahan umumnya merupakan tanda pertama hemorroid akibat trauma oleh feses yang keras. +arah yang keluar berwarna merah segar dan tidak ter ampur dengan feses, dapat hanya berupa garis pada feses sampai perdarahan terlihat menetes atau kadang megalir deras. (erdarahan hemorroid yang berulang dapat berakibat timbulnya anemia. Hemoroid interna : 5yeri yang hebat !arang sekali ada hubungannya dengan hemorroid interna, !ika timbul nyeri pada hemorroid interna berarti ada peradangan. 6asa nyeri biasanya hanya timbul ada hemorroid e7terna degan trombosis. Hemorroid yang membesar se ara perlahan/lahan akan menon!ol keluar menyebabkan prolaps. Hemorroid eksterna terlihat berupa penon!olan berkulit epitel berkeratin 8skin tags9, dapat mengganggu higiene perianal, dan menyebabkan ge!ala : ge!ala seperti pruritus ani dan ekskoriasi serta trombosis yang nyeri. $ritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal. Hal ini disebabkan oleh kelembaban yang terus/menerus dan rangsangan mukus. Selain itu penderita hemorroid sering mengeluh adanya rasa menggan!al setelah B)B, sehingga menimbulkan kesan proses B)B belum berakhir, sehingga membuat seseorang menge!an lebih kuat yang !ustru akan memperparah hemorroid.

.&)S$*$.)S$
-

Hemoroid dapat diklasifikasikan menurut letaknya terhadap linea dentata, garis yang membatasi transisi dari epitel skuamosa di bawahnya dengan epitel kolumnar di atasnya. Hemoroid internal berada di atas linea dentata, ditutupi oleh epitel trasisional dan kolumnar. Sedangkan hemoroid eksternal berada di bawah linea dentata, ditutupi oleh epitel skuamosa. .arena !aringan yang menutupi hemorroid interna ini dipersarafi oleh saraf visera, !aringan ini tidak sensitive terhadap nyeri, suhu, atau sentuhan yang membuat lebih mudah untuk dilakukan prosedur pemeriksaan fisik.

Hemorrhoid interna dapat dikelompokkan men!adi ,

'rade $

Hemorrhoid tidak keluar dari rektum.

'rade $$ ,

Hemorrhoid prolaps 8keluar dari rektum9 pada saat mengedan, namun dapat masuk kembali se ara spontan.

'rade $$$ ,

Hemorrhoid prolaps saat mengedan, namun tidak dapat masuk kembali se ara spontan, harus se ara manual 8didorong kembali dengan tangan9.

'rade $1 ,

Hemorrhoid mengalami prolaps namun tidak dapat dimasukkan kembali. #"6)($ 5%5 3"+$.)3"5#%S) 3anipulasi diit dan mengatur kebiasaan. +iit tinggi serat,bila perlu diberikan supplemen serat, atau obat yang memperlunak feses (bulk forming cathartic). 3enghindarkan mengedan berlama/ lama pada saat defekasi. 3enghindarkan diare karena akan menimbulkan iritasi mukosa yang mungkin menimbulkan ekaserbasi penyakit. +efekasi yang lama, baik karena konstipasi atau diare akan mengakibatkan ter!adinya hemoroid. %leh karena itu, tu!uan utama terapi hemoroid adalah meminimalisir mengerasnya feses dan mengurangi menge!an saat defekasi. $ni biasanya dapat di apai dengan menambah !umlah airan dan serat pada makanan sehari/hari. +irekomendasikan untuk mengkonsumsi serat tidak larut sebanyak ;5/<0 gram per hari. #erapi konservatif ditu!ukan pada hemoroid dera!at $ dan $$. Hemoroid yang sudah mengalami prolaps membutuhkan intervensi bedah, tetapi semua pasien seharusnya dian!urkan untuk mengkonsumsi suplemen serat. Suplemen serat menurunkan ke!adian perdarahan dan mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien dengan hemoroid internal tetapi tidak memperbaiki prolaps yang sudah ter!adi. Suplemen serat !uga dapat mengurangi keluhan hemoroid non/prolaps tetapi ini membutuhkan waktu enam minggu untuk mendapatkan hasil yang signifikan. (asien !uga disarankan untuk mengurangi kebiasaan sering menge!an dan memba a di toilet. Sit= bath merupakan metode mandi di mana pinggul dan pantat direndam di dalam air hangat dengan suhu 40o> untuk mendapatkan efek terapeutik uap hangat pada perianal dan anal. #idak perlu menambahkan apapun pada air hangat yang digunakan. $si bak mandi dengan air hangat lalu duduk berendam selama -0/ -5 menit, ulangi sesering mungkin. 4angan menggunakan air panas karena dapat menimbulkan luka pada !aringan perianal dan anal. 3etode sit= bath ini digunakan untuk anal hygiene dan untuk merelaksasikan otot dasar panggul yang spastik untuk meredakan nyeri. 3"+$.)3"5#%S) #erapi medik diberikan pada penderita hemorroid dera!at - atau ;. %bat antiinflammasi seperti steroid topikal !angka pendek dapat diberikan untuk mengurangi udem !aringan karena

inflammasi. )ntiinflammasi ini biasanya digabungkan dengan anestesi lokal, vasokonstriktor, lubri ant, emollient dan =at pembersih perianal. %bat/obat ini tidak akan berpengaruh terhadap hemorroidnya sendiri, tetapi akan mengurangi inflammasi, rasa nyeri0tidak enak dan rasa gatal. (enggunaan steroid ini bermanfaat pada saat ekaserbasi akut dari hemorroid karena beker!a sebagai antiinflammasi, antipruritus dan vasokonstriktor. ?alaupun demikian pemakaian !angka pan!ang malah men!adi tidak baik karena menimbulkan atrofi kulit perianal yang merupakan predisposisi ter!adinya infeksi. +emikian pula obat yang mengandung anestesi lokal perlu diberikan se ara hati/hati karena sering menimbulkan reaksi buruk terhadap kulit0mukosa. %bat flebotonik seperti +aflon atau preparat ruta ea dapat meningkatkan tonus vena sehingga mengurangi kongesti. +aflon merupakan obat yang dapat meningkatkan dan memperlama efek noradrenalin pada pembuluh darah. 5%5 %("6)#$* (enatalaksanaan minimal invasive dilakukan bila pengobatan non farmakologis, farmakologis tidak berhasil atau penderita yang belum mau dilakukan operasi. (aling optimal ara ini dilakukan pada penderita hemorroid dera!at ; atau <. -. S leroteraphy 8$n!eksi phenol oil , phenogloban, ae to 7y s lerol9

Skeloterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang. 3isalnya 5@ fenol dalam minyak nabati. (enyuntikan diberikan ke sub mukosa di dalam !aringan aerolar yang longgar di bawah Hemorrhoid interna dengan tu!uan menimbulkan peradangan steril yang kemudian men!adi fibroti dan meninggalkan parut. (enyuntikan dilakukan disebelah atsa garis mukokutan dengan !arum yang pan!ang melalui anoskop. )pabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak akan menimbulkan rasa nyeri. ;. 6ubber Band &igation 8 &igasi dengan karet 9 menurut Barron

+engan bantuan anoskop, mukosa diatas Hemorrhoid yang menon!ol di!epit dan ditarik ata diisap ke dalam tabung ligator khusus. 'elang karet didorong dari ligator dan ditempatkan se ara rapat di sekeliling mukosa pleksus Hemorrhoidalis tersebut. 5ekrosis karena iskemia akan ter!adi dalam beberapa hari. 3ukosa bersama karet akan lepas sendiri. <. $nfra 6ed >oagulation 8$6>9

$nframerah >oagulasi 8$6>9 adalah pengobatan yang paling banyak digunakan untuk Hemorrhoid dan lebih disukai dari pada metode lain karena epat, baik ditoleransi oleh pasien, dan hampir bebas masalah. Sebuah probe ke il dikontakan pada Hemorrhoid. .emudian ahaya $nfrared di e7pos pada !aringan tersebut selama sekitar satu detik. (embuluh darah ini akan menggumpal dan menyebabkan Hemorrhoid tersebut menyusut. (asien mungkin merasakan sensasi panas yang sangat singkat, tetapi umumnya tidak menyakitkan. %leh karena itu anestesi biasanya tidak diperlukan. 4. .rioterapi 0 Bedah Beku

Sebagian dari mukosa anus dibekukan dengan nitrogen air,dalam beberapa hari ter!adi nekrosis,kemudian sklerosis dan fiksasi mukosa pada lapisan otot. 5. Bipolar >oagulation 0 +iatermi Bipolar (rinsip dari ara/ ara ini hampir sama yaitu nekrosis lokal karena panas,ter!adi nekrosis, fibrosis0sklerosis dan fiksasi mukosa pada !aringan otot dibawahnya. 6. Hemorrhoidolysis 0 'alvani "le trotherapy 3erupakan tindakan pemotongan wasir dengan menggunakan arus listrik. %("6)#$* -. Hemorrhoidektomi .onvensional a9. #eknik 3illigan : 3organ 8Hemorroidektomi terbuka9 #eknik ini digunakan untuk ton!olan hemoroid di < tempat utama. Basis massa hemoroid tepat diatas linea mukokutan di ekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. .emudian dipasang !ahitan transfiksi atgut proksimal terhadap pleksus hemoroidalis. (enting untuk men egah pemasangan !ahitan melalui otot sfingter internus. Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemoroid eksterna. Suatu in isi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemoroidalis internus dan eksternus, yang dibebaskan dari !aringan yang mendasarinya. Hemoroid dieksisi se ara keseluruhan. Bila diseksi men apai !ahitan transfiksi at gut maka hemoroid ekstena dibawah kulit dieksisi. Setelah mengamankan hemostasis, maka mukosa dan kulit anus ditutup se ara longitudinal dengan !ahitan !elu!ur sederhana. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak !aringan. b9. #eknik ?hitehead #eknik operasi yang digunakan untuk hemoroid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemoroid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu. &alu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. 9. #eknik &angenbe k (ada teknik &angenbe k, hemoroid internus di!epit radier dengan klem. &akukan !ahitan !elu!ur di bawah klem dengan at gut hromi no ;00. .emudian eksisi !aringan diatas klem. Sesudah itu klem dilepas dan !epitan !elu!ur di bawah klem diikat. #eknik ini lebih sering digunakan karena aranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan !aringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis. ;. Hemorrhoidektomi Stapler >ara lain mengatasi penyakit hemoroid adalah dengan penggunaan alat stapler. >ara ini tidak mengganggu !aringan hemoroid dengan ara hemorrhoidope7y longo di iptakan suatu anastomosis mukosa ke mukosa dengan mengeksisi submukosa di proksimal &inea +entata.

%leh karena eksisi ini dilakukan di atas &inea +entata, maka tidak ter!adi nyeri seperti nyeri yang ditimbulkan oleh eksisi !aringan hemoroid konvensional di anodem yang diliputi syarafsomatis. Saat ini, ((H belum menggeser peranan hemoroidektomi konvensional ataupun rubber band lagition, hal ini terutama dikarenakan biaya alat yang mahal. <. Hemorroidektomi &aser #ehnik hemoroidektomi dengan menggunakan &aser >%;. Se ara umum, keuntungan penggunaan &aser adalah tidak ter!adinya asap, uap air, atau bunga api yang akan mengganggu pandangan operator pembedahanA &aser memotong dengan menimbulkan perdarahan yang minimal 8ini adalah keuntungan &aser yang paling utama9A &aser !uga menimbulkan kerusakan minimal terhadap !aringan di sekitarnya, hingga luka lebih mudah sembuh dibandingkan bila dipotong dengan kauter. .%3(&$.)S$ / / / / / / $nkontinensia. 6etensio urine. 5yeri luka operasi. Stenosisani. (erdarahan fistula B abses. %perasi, $nfeksi dan edema pada luka bekas sayatan yang dapat menyebabkan fibrosis.

/ 5on %perasi, Bila mempergunakan obat/obat flebodinamik dan sklerotika dapat menyebabkan striktur ani. ("6)?)#)5 ()S>) B"+)H dan *%&&%? 2( / Bila ter!adi rasa nyeri yang hebat, bisa diberikan analgetika yang berat seperti petidin.

/ %bat pen ahar ringan diberikan selama ;/< hari pertama pas a operasi, untuk melunakkan feses. / 6endam duduk hangat dapat dilakukan setelah hari ke/; 8;7 sehari9, pemeriksaan olok dubur dilakukan pada hari ke/5 atau 6 pas a operasi. +iulang setiap minggu hingga minggu ke </ 4, untuk memastikan penyembuhan luka dan adanya spasme sfingter ani interna.