Anda di halaman 1dari 20

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

Usaha Pertambangan
Eksplorasi: menemukan cadangan. Penambangan (eksploitasi): menggali atau mengambil bahan tambang. Pengolahan: menyiapkan bahan tambang untuk pasar atau industri.

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

Usaha Pertambangan
Reedman (1979):
Eksplorasi (exploration) Pengembangan (development) Eksploitasi (exploitation)

UU No. 4 Tahun 2009:


Penyelidikan Umum (general exploration) Eksplorasi (exploration) Studi Kelayakan Konstruksi Penambangan (exploitation) Pengolahan dan pemurnian (processing and refining) Pengangkutan dan pemasaran (transportation and marketing) Pascatambang
Tahap Eksplorasi 3

01/03/2010

Eksplorasi Mineral
Kegiatan untuk mencari - mengestimasikan

banyaknya bahan tambang. Menggunakan (satu atau lebih) metode eksplorasi (geologi, geofisika, geokimia, pemboran, dsb). Dilakukan secara bertahap. Peningkatan kerapatan pengamatan dan pemercontohan (sampling); Makin lanjut tahapnya makin tinggi tingkat kepercayaan/kepastian. Tahap eksplorasi kategori/kelas sumber daya mineral/cadangan.
Tahap Eksplorasi 4

01/03/2010

Tujuan dan Metode Eksplorasi


Mencari/menemukan jenis pemineralan; Mendapatkan gambaran sebaran bahan berharga (mineral bijih); Mendeliniasi sebaran dan kemenerusan (continuity) secara

lateral; Mendeliniasi sebaran ke arah dalam (vertikal); Mendapatkan gambaran bentuk dan dimensi tubuh bijih; Mengestimasi kuantitas dan kualitas bijih (sumber daya); Mengestimasi nilai ekonominya (cadangan).

METODE :

01/03/2010

Geologi, Geokimia, Geofisika.


Tahap Eksplorasi 5

Tahap Eksplorasi
Pencarian untuk menemukan (indikasi) jenis bahan tambang

atau pemineralan (mineralization); Pendeliniasian sebaran dan kemenerusan (continuity) secara lateral dan vertikal (ke arah dalam); Perolehan gambaran bentuk dan dimensi (ukuran) bahan tambang atau tubuh bijih (ore body); Estimasi kuantitas dan kualitas bijih (sumber daya mineral); Estimasi nilai ekonominya (cadangan).

Sumber daya dapat diestimasikan pada setiap tahap eksplorasi

dengan ketelitian yang berbeda; Cadangan dapat diestimasikan pada tahap eksplorasi tertentu.

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

Tahap Eksplorasi (V.M.Kreiter 1961)


Prospeksi-eksplorasi:

pencarian pemineralan, skala peta kecil. pengkajian pemineralan di permukaan, skala lebih besar. pembatasan tubuh bijih secara teliti, persiapan untuk eksploitasi. pengukuran dengan ketelitian tinggi, dilakukan sejak penambangan.

Eksplorasi pendahuluan:

Eksplorasi rinci:

Eksplorasi-eksploitasi:

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

Tahap Eksplorasi (Bailly, 1968)


EXPLORATION STAGES
RECONNAISSANCE

KEGIATAN DAN TUJUAN


Kompilasi data geologi, geokimia, geofisika, dan penilaian data; pengkajian geologi foto; pengkajian lubang bor yang ada sebelumnya; cek lapangan Tujuan: mencari kemungkinan adanya konsentrasi mineral Pemetaan geologi; geokimia pendahuluan; geologi foto dan geofisika (aeromag, airborne survey, radiometri, gravimetri, seismik, (electromagnet); pemboran pendahuluan Tujuan: pencarian daerah target di permukaan dan ke dalam

Regional appraisal

Detailed reconnaissance

TARGET INVESTIGATION

Detailed surface/ underground appraisal of target area


Detailed exploration and evaluation
Tahap Eksplorasi

Pemetaan geologi rinci (struktur, ubahan); penyelidikan singkapan di permukaan; geokimia rinci (tanah, batuan); geofisika rinci; analisis kimia percontoh pemboran Tujuan: pencarian daerah untuk ditemukan cadangan
Pemboran, logging, logging geofisika, pemercontoan 3-D, uji ore grade, uji ore dressing, penghitungan cadangan, evaluasi pendahuluan, studi kelayakan Tujuan: penentuan kegiatan penambangan

01/03/2010

Tahap Eksplorasi (W.C. Peters, 1978)


Desain program
Survei tinjau Terinci

Evaluasi daerah prospek

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

Tahap Eksplorasi (J.H. Reedman 1979)


Tahap
SURVEI TINJAU

Metode
Geologi Prospeksi geokimia Geofisika Survei udara

Biaya (juta USD)

Risiko
Bukan main tinggi

0,5

EKSPLORASI LANJUTAN

Geologi Geokimia Geofisika Pemboran terbatas

Sangat tinggi

EKSPLORASI RINCI

Pemboran Uji metalurgi terbatas

Tinggi

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

10

Tahap Esplorasi (PBB, 1996)

Survei tinjau (reconnaissance survey)


Prospeksi (prospection)
Inferred Resource; Indicated Resource; Reconnaissance Resource;

Eksplorasi umum (general exploration)


Eksplorasi rinci (detailed exploration)
Measured Resource.

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

11

Tahap Esplorasi (BSN, 1998)


Survei Tinjau (Reconnaissance)
Prospeksi (Prospecting) Eksplorasi Umum (General Exploration)

Eksplorasi Terinci (Detailed Exploration)

(SNI No. 13-4726-1998)

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

12

Survei Tinjau (Reconnaissance)


Tahap eksplorasi untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang

berpotensi bagi keterdapatan mineral. Skala regional. Berdasarkan hasil studi geologi regional, di antaranya pemetaan geologi regional, pemotretan udara dan metode tidak langsung lainnya, dan inspeksi lapangan pendahuluan. Penarikan kesimpulannya berdasarkan ekstrapolasi. Tujuan: mengidentifikasi daerah-daerah anomali atau mineralisasi yang prospektif untuk diselidiki lebih lanjut. Perkiraan kuantitas sebaiknya hanya dilakukan apabila datanya cukup tersedia atau ada kemiripan dengan endapan mineral lain yang mempunyai kondisi geologi yang sama. Sumber daya hipotetik.
Tahap Eksplorasi 13

01/03/2010

Prospeksi (Prospecting)
Tahap eksplorasi untuk mempersempit daerah yang mungkin

mengandung endapan mineral yang potensial. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi untuk mengidentifikasi singkapan, dan metode yang tidak langsung seperti geokimia dan geofisika. Parit dan sumur uji, pemboran dan pemercontohan mungkin dapat dilakukan secara terbatas. Tujuan: mengidentifikasi suatu endapan mineral yang akan menjadi target eksplorasi selanjutnya. Perkiraan kuantitas dihitung berdasarkan interpretasi data geologi, geokimia dan geofisika. Sumber daya tereka.
Tahap Eksplorasi 14

01/03/2010

Esplorasi Umum (General Exploration)


Tahap eksplorasi yang merupakan deliniasi awal dari suatu endapan yang teridentifikasi. Metode yang digunakan termasuk pemetaan geologi, pemercontohan dengan jarak yang lebar, membuat parit dan sumur uji serta pemboran untuk evaluasi pendahuluan kuantitas dan kualitas suatu endapan mineral. Interpolasi dapat dilakukan secara terbatas berdasarkan metode penyelidikan tak langsung. Tujuan: menentukan gambaran geologi suatu endapan mineral berdasarkan indikasi sebaran dan perkiraan awal mengenai ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitasnya. Tingkat ketelitian dapat digunakan untuk menentukan apakah studi kelayakan tambang dan eksplorasi terinci diperlukan. Sumber daya tertunjuk.
01/03/2010 Tahap Eksplorasi 15

Esplorasi Terinci (Detailed Exploration)


Tahap eksplorasi untuk mendeliniasi secara rinci

dalam 3-dimensi terhadap endapan mineral. Berdasarkan pemercontohan singkapan, paritan, lubang bor, shafts dan terowongan. Jarak pemercontohan sedemikian rapat sehingga ukuran, bentuk, sebaran, kuantitas dan kualitas dan ciri-ciri yang lain dari endapan mineral tersebut dapat ditentukan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Uji pengolahan dari pemercontohan ruah (bulk sampling) mungkin diperlukan. Sumber daya terukur.
Tahap Eksplorasi 16

01/03/2010

Tahap Esplorasi (UU No. 4 Tahun 2009)


Penyelidikan umum:

Mengetahui kondisi geologi regional, Mengetahui indikasi adanya mineralisasi. Memperoleh informasi secara terinci dan teliti tentang lokasi, bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan sumber daya terukur dari bahan galian, Memperoleh informasi mengenai lingkungan sosial dan lingkungan hidup Memperoleh informasi secara rinci seluruh aspek yang berkaitan untuk menentukan kelayakan ekonomis dan teknis usaha pertambangan, termasuk analisis mengenai analisis dampak lingkungan serta perencanaan pascatambang. Kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan untuk memulihkan fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial menurut kondisi lokal di seluruh wilayah pertambangan.

Eksplorasi:

Studi Kelayakan:

Pascatambang:

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

17

Hubungan Antartahap Penyelidikan Mineral


JHR, 1979
SURVEI TINJAU
EKSPLORASI LANJUTAN EKSPLORASI TERINCI

UU 4/2009

PENYELIDIKAN UMUM
SURVEI TINJAU PROSPEKSI

EKSPLORASI
EKSPLORASI UMUM

SNI, 1998

EKSPLORASI RINCI

METODE/ KEGIATAN

Citra inderaja Geofisika udara Geologi Geokimia

Geologi Geokimia (esbersistem) Geofisika Parit/sumur uji

Geologi Geokimia (tanah) Geofisika Parit/sumur uji Pemboran

Geologi Geokimia (batuan) Geofisika (loging) Parit/sumur-uji Pemboran

TUJUAN

Indikasi pemineralan

Sebaran secara lateral

Sebaran vertikal, perkiraan bentuk 3D

Bentuk dan ukuran 3D

SUMBER DAYA

HIPOTETIK

TEREKA

TERUNJUK

TERUKUR

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

18

Tahap Esplorasi
Ketersediaan data awal:
Peta topografi: skala peta. Peta penginderaan jauh (remote sensing map): foto

udara, foto satelit, SLAR, SAR, dsb. Peta geologi: skala peta, kelengkapan data, dan informasi. Peta geokimia: endapan sungai, tanah, batuan. Peta geofisika: geomagnet, geolistrik (tahanan jenis, polarisasi terimbas), seismik, gaya berat, dsb. Laporan2 terdahulu: hasil esplorasi (peta, pemboran, sumur- dan parit-uji, dsb).
Tahap Eksplorasi 19

01/03/2010

Cek dan Ricek


Sebutkan dan jelaskan tahap usaha pertambangan secara garis

besar. Sebutkan tahap usaha pertambangan dalam UU No. 4/2009 Apa hakekat dari tahap esplorasi? Apa tujuan mendasar dalam esplorasi mineral? Sebutkan dan jelaskan tahap esplorasi menurut standar nasional negara kita (SNI-1998). Apa hubungan antara tahap esplorasi dengan kelas sumber daya mineral? Data dasar apa saja yang harus dipelajari sebelum melakukan esplorasi?

01/03/2010

Tahap Eksplorasi

20