Anda di halaman 1dari 20

Lipoma & Kista Atheroma

Disusun oleh : Raissa Putri Kusuma Pembimbing : Ardiyasa Dharma Gita

Lipoma

Lipoma adalah tumor jinak jaringan lemak yang berada di bawah kulit yang tumbuh lambat, berbentuk lobul masa lunak yang dilapisi oleh pseudokapsul tipis berupa jaringan fibrosa.

Etiologi
Penyebab lipoma belum diketahui dengan pasti, akan tetapi ada kecenderungan lipoma dapat diturunkan. Pada pemeriksaan secara mikroskopis akan ditemukan suatu tumor yang berbentuk lobulus yang mengandung sel lemak yang normal. Pada pemeriksaan secara sitogenetik, lipoma sering sekali berhubungan dengan alterasi dari kromosom 12q, 6p, dan 13q.

Jenis Lipoma
Lipoma Soliter Kebanyakan lipoma soliter adalah superfisial dan berukuran kecil. Lipoma soliter bisa tumbuh dengan kenaikan berat badan dan tidak menghilang apabila berat badan diturunkan. Diffuse Kongenital Lipoma Lipoma diffuse dengan batas tidak tegas biasanya berlokasi pada daerah belakang badan. Tumor ini sering meluas ke dalam otot maka kurang memberikan hasil yang baik dengan reseksi lokal. Tumor ini terdiri dari jaringan lemak yang immature.

Lipomatosis Simetris ( Madelung) Sering dijumpai pada daerah kepala, leher, bahu dan proximal extremitas atas. Pada anamnesa sering terdapat riwayat mengkomsumsi alkohol atau penyakit diabetes mellitus . Familial Lipomatosis Multiple Ditandai dengan beberapa benjolan kecil dengan batas tegas dan "berkapsul. Biasanya terdapat pada daerah extremitas dan timbul setelah pubertas . Pada anamnesa didapatkan riwayat penyakit yang sama pada keluarga.

Penyakit Dercum (Adiposis Dolorosa) Lipoma yang menimbulkan rasa nyeri. Biasanya dijumpai pada wanita postmenopausa yang obese ,alcoholism, ketidakstabilan emosi dan depresi berasosiasi dengan penyakit ini . Angiolipoma Angiolipoma adalah nodul subkutan yang kenyal dan nyeri. Tumor ini lebih keras daripada lipoma biasa dan multilobulasi. Hibernomas Tumor ini tumbuh soliter, nodul yang berbatas tegas dan biasanya asimptomatik . Biasanya dijumpai pada regio interskapula, axilla, colli dan mediastinum Secara histologik, hibernomas terdiri dari lipoblast coklat yang dikenali sebagai mulberry cells.

Gejala Klinis
Lipoma bersifat lunak pada perabaan, dapat digerakkan, dan tidak nyeri. Pertumbuhannya sangat lambat dan jarang sekali menjadi ganas. Lipoma kebanyakan berukuran kecil, namun dapat tumbuh hingga diameter > 6 cm. Biasanya suatu lipoma dikulit hanya dirasakan mengganggu kosmetik oleh penderitanya.Sangat jarang suatu lipoma dikulit akan menekan struktur lain yang akan menyebabkan gangguan. Suatu lipoma sangat jarang berubah menjadi suatu keganasan, misalnya suatu liposarkoma. Liposarkoma praktis tidak pernah timbul dari suatu lipoma.

Pemeriksaan Fisik Nodul subkutan ukuran rata-rata 2 10 cm Sering berlobus Mobile Konsistensi kenyal Kulit diatas lesi normal

Diagnosis lipoma ditegakkan dari anamnesa , gambaran klinis atau dari fine needle biopsy .

Penatalaksanaan
Pada dasarnya lipoma tidak perlu dilakukan tindakan apapun, kecuali bila berkembang menjadi nyeri dan mengganggu pergerakan. Biasanya seseorang menjalani operasi bedah untuk alasan kosmetik.

1. Konservatif Mesoterapi Terapi dengan injeksi NSAIDS, enzim dan hormon. Namun sekarang yang sering digunakan adalah lecithin yang mempunyai efek lipolitik.

2. Operatif Simple surgical excision Insisi dilakukan pada kulit hingga ke pseudokapsul lipoma, kemudian masa direseksi. Setelah pendarahan dihentikan, dijahit dengan absorbable suture setelah itu luka ditutup (pressure dressing) selama 24 jam untuk mencegah terjadinya hematoma atau seroma. Squeeze teknik ( lipoma superficial yang kecil) Insisi selebar diameter lipoma dilakukan dan bagian tepi lipoma ditekan supaya massa tersebut keluar. Kemudian dilakukan diseksi dan kuret

Liposuction Teknik yang bagus untuk angiolipoma, adiposis dolorosa dan sindroma Madelung. Kebaikan teknik ini adalah berkurangnya masa operasi dan insisi lebih kecil.

Teknik Operasi
Bersihkan daerah operasi dengan tindakan aseptik. Lakukan anestesi lokal field blok infiltrations dengan lidocaine 2% Tandai batas insisi yang akan dilakukan, linier, dengan panjang sejajar dengan garis Langers Insisi kulit sampai subkutis. Sampai jaringan adipose Pegang tepi insisi dengan klem dan angkat Lakukan diseksi tumpul dengan klem menelusuri masa kesekelilingnya Jepit bagian masa dengan klem, angkat dan teruskan diseksi tumpul Jika masa sudah terangkat, potonglah jaringan bagian bawah Perdarahan dirawat Jahit luka operasi lapis demi lapis. Kirim masa untuk pemeriksaan patologi anatomi.

KISTA ATEROMA
Kista ateroma merupakan benjolan yang terbentuk dari kelenjar keringat (sebacea). Benjolan tersebut berbentuk bulat dan berdinding tipis. Kista ateroma sendiri terbentuk akibat adanya sumbatan pada muara kelenjar keringat, maka sering disebut sebagai kista sebacea atau kista epidermal.

Sekret kelenjar keringat yaitu sebum dan sel-sel mati tertimbun dan berkumpul dalam kantung kelenjar dan lama-lama membesar. Masa tumor berbentuk lonjong sampai bulat, lunak-kenyal , berbatas tegas, berdinding tipis , tidak terfiksir ke dasar , umumnya tidak nyeri , tetapi melekat pada dermis di atasnya. Daerah muara yang tersumbat merupakan tanda khas yang disebut puncta.

Gejala Kista Ateroma


Banyak ditemukan pada bagian tubuh yang banyak mengandung kelenjar keringat misalnya muka,kepala,punggung. Berbentuk bulat , berbatas tegas, berdinding tipis , dapat digerakkan, melekat pada kulit di atasnya. Berisi cairan kental berwarna putih abu-abu , kadang disertai bau asam. Jika terjadi peradangan kista akan berwarna merah dan nyeri.

Penyebab Kista Ateroma


Terjadinya kista ateroma disebabkan karena adanya sumbatan pada muara kelenjar keringat yang disebabkan oleh : Infeksi Trauma (luka/benturan) Jerawat

Terapi Kista Ateroma


Jika terjadi infeksi sekunder dan abses maka dilakukan pembedahan dan evakuasi nanah. Pada diberikan antibiotik selama 2 minggu. Setelah 3-6 bulan , dapat dilakukan operasi. Penatalaksanaan kista ateroma dilakukan dengan mengambil benjolan dengan menyertakan kulit dan isinya , tujuannya mengangkat seluruh bagian kista hingga ke dindingnya secara utuh. Bila dinding kista tertinggal saat eksisi , kista dapat kambuh , oleh karena itu harus dipastikan seluruh dinding kista telah terangkat.

EKSISI KISTA SEBASEA


Prosedur Suntikkan anestesi lokal di sekeliling lesi. Buat insisi berbentuk elips di atas kista termasuk punctum jika terlihat

Cengkeram kista dengan menarik potongan kulit dan dengan seksama diseksi pada kedua sisi untuk membebaskan kista dari lemak dan jaringan subkutan sekitarnya. Jahit kulit dengan benang non-serap berukuran 2/0 atau 3/0.

Pokok-pokok penting
1. Jika kista pecah, hapus kotoran (debris) dengan hatihati dan pastikan semua dinding kista diangkat. Jika dinding kista gagal diangkat seluruhnya, kemungkinan kista bisa kambuh lagi. 2. Jika kista jelas terinfeksi, lakukan drainase, eksisi dan luka dibiarkan terbuka. Atau operasi bisa ditunda sampai infeksi telah mereda. Kista yang terinfeksi lebih sukar dieksisi dan cenderung lebih banyak vaskularisasi dibanding kista yang tak-terinfeksi.