Anda di halaman 1dari 70

BAB I .

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Agroforestri sebagai sistem penggunaan lahan terpadu, yang memiliki aspek sosial,ekonomi dan ekologi, yang merupakan pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan atau ternak, baik secara bersama maupun bergiliran sehingga satu unit lahan tercapai hasil total nabati atau hewan yang optimal dalam arti berkesinambungan. Agroforestri ini sebenarnya adalah menanam pepohonan di lahan pertanian. Maka dapat kita ketahui bahwa dalam satu lahan tersebut, terdapat beberapa kombinasi tanaman yang saling berinteraksi. Interaksi antar tanaman ini ternyata tidak selalu positif. Interaksi tersebut dapat negatif atau juga netral. Maka, diperlukan pemahaman dan pengkajian lebih lanjut mengenai seperti apa agroforestri itu Agroforestri, sebagai satu cabang ilmu pengetahuan baru di bidang pertanian, kehutanan, dan peternakan berupaya mengenali dan mengembangkan sistem agroforestri yang telah dipraktekkan petani sejak dulu kala. Secara sederhana, agroforestri berarti menanam pepohonan di lahan pertanian, dimana pengelolaan dan pemanenannya dilakukan oleh petani. Dengan demikian kajian agroforestri tidak hanya terfokus pada masalah teknik dan biofisik saja tetapi juga masalah sosial, ekonomi dan budaya yang selalu berubah dari waktu ke waktu, maka agroforestri merupakan cabang ilmu yang dinamik. Sistem yang mengkombinasikan tanaman ini sebenarnya dapat menghasilkan banyak sekali manfaat. Manfaat yang diperoleh tidak hanya dalam segi ekologi,sosial tetapi juga ekonomi. Pada skala lahan, agroforestri selain berfungsi penting dalam mempertahankan pendapatan petani dimana petani dapat memperoleh penghasilan tidak hanya dari satu jenis tanaman, tetapi beberapa jenis tanaman lainnya yang dibudidayakan di lahan tersebut. ontohnya, bila dalam suatu lahan agroforestri membudidayakan pohon kopi, pisang, nangka, dan alpukat. !anaman"tanaman tersebut memiliki waktu panen yang berbeda dan nilai komersial yang cukup tinggi. #adi, meskipun kopi atau nangka belum memasuki masa panen, petani masih memperoleh penghasilan dari panen pisang. Selanjutnya juga diperoleh manfaat konser$asi tanah dan air, juga berperan penting dalam mempertahankan kesuburan tanah yang dapat diperoleh dari bahan masukan seresah yang banyak dari penerapan pola agroforestri yang berbeda dari penerapan sistem monukultur. Masukan seresah ini banyak sekali manfaatnya

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 1

selain diatas yaitu sebagai pengatur iklim mikro serta mampu mempertahankan limpasan permukaan.

1.2 Tujuan a. Mengantarkan mahasiswa untuk mengenali beberapa sistem agroforestri yang ada, dengan jalan mengenali karakteristik dan komponen penyusun agroforestri. b. Mempelajari interaksi pohon dengan tanah dan lingkungan di sekitarnya. c. Menge$aluasi potensi keuntungan ekonomi dari sistem agroforestri. d. Menge$aluasi manfaat ekologi sistem agroforestri. e. Mampu mengukur kandungan dari biomasa tumbuhan bawah,seresah dan pohon. f. Mampu menghitung tingkat ketebalan seresah serta membandingkannya dan mengetahui faktor penyebab perbedaan tersebut

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 2

BAB II.TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Definisi Agr f restri a% Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan terpadu, yang memiliki aspek sosial dan ekologi,dilaksanakan melalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan&atau ternak 'hewan%, baik secara bersama"sama atau bergiliran, sehingga dari satu unit lahan tercapai hasil total nabati atau hewan yang optimal dalam arti berkesinambungan. 'P.(.). *air% b% Agroforestri adalah sistem pengelolaan lahan berkelanjutan dan mampu meningkatkan produksi lahan secara keseluruhan, merupakan kombinasi produksi tanaman pertanian 'termasuk tanaman tahunan% dengan tanaman hutan dan&atau hewan 'ternak%, baik secara bersama atau bergiliran, dilaksanakan pada satu bidang lahan dengan menerapkan teknik pengelolaan praktis yang sesuai dengan budaya masyarakat setempat. '(.+.S. (ing dan M.!. handler% c% Agroforestri adalah sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu 'pepohonan, perdu, bambu, rotan dan lainnya% dengan tanaman tidak berkayu atau dapat pula dengan rerumputan 'pasture%, kadang"kadang ada komponen ternak atau hewan lainnya 'lebah, ikan% sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antara tanaman berkayu dengan komponen lainnya. ',u-ley dalam I )A+!, .///% 2.1.1 a% Klasifikasi agr f restri !er"asarkan k #$ nen $en%usunn%a Agrisi$ikultur

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 3

Adalah

sistem

agroforestri

yang

mengkombinasikan

komponen

kehutanan 'atau tanaman berkayu% dengan komponen pertanian 'atau tanaman non"kayu%. !anaman berkayu dimaksudkan yang berdaun panjang dan tanaman non kayu dari jenis tanaman semusim. ontohnya adalah pohon mahoni ditaman berbaris diantara ubi kayu di 0ampung 1tara. b% Sil$opastura Adalah sistem agroforestri yang meliputi komponen kehutanan

'tanaman berkayu% dengan komponen peternakan 'binatang ternak% disebut sebagai sistem sil$opastura. ontohnya pohon atau perdu pada padang penggembalaan atau produksi terpadu antara ternak dan produk kayu. c% Agrosil$opastura Adalah pengkombinasian komponen berkayu dengan pertanian dan sekaligus peternakan pada unit manajemen lahan yang sama. Pengkombinasian dalan sistem agrosil$opastura dilakuakan secara terencana untuk mengoptimalkan fungsi produksi dan jasa kepada masyarakat. ontohnya Parak di Maninjau dengan berbagai macam pohon seperti kayu manis, pala, durian dan beberapa paku"pakuan liar dari hutan.
' *air, ./2/%

2.1.2

Kalsifikasi Agr f restri Ber"asarkan Tingkat K #$leksitasn%a (lasifikasi lahan agroforestri dapat pula dilakukan berdasarkan tingkat kompleksitasnya bila dibandingkan dengan system monukultur.(riteria yang digunakan I )A+ untuk membedakan multistrata dengan agroforestri sederhana adalah didasarkan pada jumlah spesies dari pohon pendamping dan kerapatan populasinya,yang ditunjukkan dengan besarnya luas bidang dasar '03D% atau disebut juga basal area 'luas lahan yang diduduki oleh pohon% ',airiah et al.,4556%

2.1.3 Klasifikasi !er"asarkan tingkat tutu$an kan $in%a

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 4

P.(.) *air mendefinisikan agroforestri sebagai sistem penggunaan lahan terpadu, yang memiliki aspek sosial dan ekologi, dilaksanakan melalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan atau ternak, baik secara bersama maupun bergiliran sehingga satu unit lahan tercapai hasil total nabati atau hewan yang optimal dalam arti berkesinambungan. Agroforestri ini sebenarnya adalah menanam pepohonan di lahan pertanian. Maka dapat kita ketahui bahwa dalam satu lahan tersebut, terdapat beberapa kombinasi tanaman yang saling berinteraksi. Interaksi antar tanaman ini ternyata tidak selalu positif. Interaksi tersebut dapat negatif atau juga netral. Maka, diperlukan pemahaman dan pengkajian lebih lanjut mengenai seperti apa agroforestri itu. Sistem yang mengkombinasikan tanaman ini sebenarnya dapat menghasilkan manfaat. Manfaat yang diperoleh tidak hanya dalam segi ekologi, tetapi juga ekonomi. Adanya pepohonan berperan dalam konser$asi air dan cadangan karbon. Sehingga, keberadaan pohon ini juga memberikan udara yang sejuka yang saat ini sudah jarang kita rasakan. Dari segi ekonomi, petani dapat memperoleh penghasilan tidak hanya dari satu jenis tanaman, tetapi beberapa jenis tanaman lainnya yang dibudidayakan di lahan tersebut. ontohnya, bila dalam suatu lahan agroforestri membudidayakan pohon kopi, pisang, nangka, dan alpukat. !anaman"tanaman tersebut memiliki waktu panen yang berbeda dan nilai komersial yang cukup tinggi. #adi, meskipun kopi atau nangka belum memasuki masa panen, petani masih memperoleh penghasilan dari panen pisang misalnya. Sistem Agroforestri Agroforestri memiliki dua jenis sistem yaitu agroforestri sederhana dan kompleks. (edua sistem ini memiliki karakteristik yang berbeda. Agroforestri sederhana pada umumnya memiliki jumlah pohon naungan tidak lebih dari lima. Sebaliknya, agroforestri kompleks memiliki lebih dari lima pohon naungan. (ita perlu terjun langsung ke lapang agar lebih mengenal sistem"sistem agroforestri ini dan melakukan analisis. Pengamatan yang dapat dilakukan untuk mengumpulkan data yaitu pengamatan kanopi dan posisi pohon, 03D, dan lain"lain. Setelah melakukan pengamatan, kemudian kita wajib mengolah data. !ujuannya adalah agar lebih akurat dalam menentukan jenis sistem agroforestri yang kita amati.

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 5

!abel .. Perbedaan Agroforestri Sederhana dan (ompleks N .. 4. Keterangan Pe#!e"a Ju#la& P & n Naungan Tingkatan Kan $i LBD Agr f restri Se"er&ana (urang dari 7 jenis !erbuka & rendah Maksimal 259 Agr f restri K #$leks 0ebih dari 7 jenis !ertutup & tebal 0ebih rendah dari agroforestri sederhana

8.

:ambar .. !ahapan Perkembangan Agroforestri

Sumber : www.coretan-elfaheem.blogspot.com :ambar di atas menggambarkan bagaimana sejarah agroforestri. Dimulai dengan adanya pembukaan hutan alami yang dialih"fungsikan menjadi lahan sawah tanaman pangan 'A ke 3%. ,al ini mungkin dikarenakan petani melihat

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 6

potensi tanaman pangan yang cukup besar dibandingkan hutan, tentu dalam konteks ekonomi. (emudian, karena alasan ekologi dan beberapa alasan lainnya, lahan tanaman pangan atau tanaman semusim kemudian diberi sisipan tanaman tahunan. !etapi karena seleksi alam, lahan menjadi tidak subur dan tanaman juga terancam kematian. Maka dilakukan rehabilitasi, dimana agroforestri ini menjadi salah satu alternatif untuk menyelamatkan ekologi di lahan tersebut. 2.1.' Klasifikasi Agr f restri Ber"asarkan Istila& Teknis a% Sistem agroforestri Sistem agroforestri dapat didasarkan pada komposisi biologis serta pengaturannya, tingkat pengelolaan teknis atau ciri"ciri sosial" ekonominya. Penggunaan istilah sistem sebenarnya bersifat umum. Ditinjau dari komposisi biologis, contoh sistem agroforestri adalah agrisil$ikultur, sil$opastura, agrosil$opastura. b% Sub"sistem agroforestri Sub"sistem agroforestri menunjukkan hirarki yang lebih rendah daripada sistem agroforestri, meskipun tetap merupakan bagian dari sistem itu sendiri. Meskipun demikian, sub"sistem agroforestri memiliki ciri"ciri yang lebih rinci dan lingkup yang lebih mendalam. Sebagai contoh sistem agrisil$ikultur masih terdiri dari beberapa sub " sistem agroforestri yang berbeda seperti tanaman lorong 'alley cropping%, tumpangsari 'taungya system% dan lain "lain. c% Praktek agroforestri 3erbeda dengan sistem dan sub " sistem, maka penggunaan istilah ;praktek< dalam agroforestri lebih menjurus kepada operasional lahan yang khas dari agroforestri yang murni pengelolaan pada atau unit didasarkan

kepentingan&kebutuhan ataupun juga pengalaman dari petani lokal

manajemen yang lain, yang di dalamnya terdapat komponen"komponen agroforestri. Praktek agroforestri yang berkembang pada kawasan yang lebih luas dapat dikategorikan sebagai sistem agroforestri. d% !eknologi agroforestri

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 7

Penggunaan istilah ;teknologi agroforestri< adalah ino$asi atau penyempurnaan melalui inter$ensi ilmiah terhadap sistem"sistem atau praktek" praktek agroforestri yang sudah ada untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. =leh karena itu, praktek agroforestri seringkali juga dikatakan sebagai teknologi agroforestri. '*air ,.//8%

2.1.( Klasifikasi Ber"asarkan )rientasi Ek n #i a% 'Subsistence agroforestry% agroforestri dalam klasifikasi ini diusahakan oleh pemilik lahan sebagai upaya mencukupi kebutuhan hidup sehari"hari. ciri"ciri penting yang bisa dijumpai adalah lahan yang diusahakan terbata,#enis yang diusahakan beragam 'polyculture% dan biasanya hanya merupakan jenis"jenis lokal non"komersial saja 'indigenous dan bahkan endemic% serta ditanam&dipelihara dari permudaan alam dalam jumlah terbatas,Pengaturan serta aspek penanaman pengelolaan tidak beraturan tidak 'acak%,Pemeliharaan&perawatan masyarakat Dayak%. b% Agroforestri skala semi"komersial 'Semi" commercial agroforestry% Pada wilayah"wilayah yang mulai terbuka aksesibilitasnya, terutama bila menyangkut kelompok"kelompok masyarakat yang memiliki moti$asi ekonomi dalam penggunaan lahan yang cukup tinggi, terjadi peningkatan kecenderungan untuk meningkatkan produkti$itas serta kualitas hasil yang dapat dipasarkan untuk memperoleh uang tunai. c% Agroforestri agroforestry% Pada orientasi skala komersial, kegiatan ditekankan untuk memaksimalkan produk utama, yang biasanya hanya dari satu jenis tanaman saja dalam kombinasi yang dijumpai . iri"ciri antara lain@ 'Darussalam, 45..%. skala komersial ' ommercial lainnya

intensif.contoh penanaman pohon pinang >Areca catechu? pada lahan

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 8

2.2 Deskri$si *anfaat Ek n #i $ & n "ala# Agr f restri 2.2.1 Nilai Ek n #i P & n a% Menjamin dan memperbaiki kebutuhan bahan pangan@ Meningkatkan persediaan pangan baik tahunan atau tiap"tiap musimA perbaikan kualitas nutrisi, pemasaran, dan proses"proses dalam agroindustri. Di$ersifikasi produk dan pengurangan risiko gagal panen. (eterjaminan bahan pangan secara berkesinambungan. b% Memperbaiki penyediaan energi lokal, khususnya produksi kayu bakar@ Suplai yang lebih baik untuk memasak dan pemanasan rumah 'catatan@ yang terakhir ini terutama di daerah pegunungan atau berhawa dingin% c% Meningkatkan, memperbaiki secara kualitatif dan di$ersifikasi produksi bahan mentah kehutanan maupun pertanian@ Pemanfaatan berbagai jenis pohon dan perdu, khususnya untuk produk" produk yang dapat menggantikan ketergantungan dari luar 'misal@ Bat pewarna, serat, obat"obatan, Bat perekat, dll.% atau yang mungkin dijual untuk memperoleh pendapatan tunai. Di$ersifikasi produk. d% Memperbaiki kualitas hidup daerah pedesaan, khususnya pada daerah dengan persyaratan hidup yang sulit di mana masyarakat miskin banyak dijumpai@ Mengusahakan peningkatan pendapatan, ketersediaan pekerjaan yang menarik. Mempertahankan orang"orang muda di pedesaan, struktur keluarga yang tradisional, pemukiman, pengaturan pemilikan lahan. Memelihara nilai"nilai budaya. e% Memelihara dan bila mungkin memperbaiki kemampuan produksi dan jasa lingkungan setempat@ Mencegah terjadinya erosi tanah, degradasi lingkungan. Perlindungan keanekaragaman hayati. Perbaikan tanah melalui fungsi ;pompa< pohon dan perdu, mulsa dan perdu. Shelterbelt, pohon pelindung 'shade trees%, windbrake, pagar hidup 'lifefence%. Pengelolaan sumber air secara lebih baik. '$on Maydell dalam I )A+!, ./26% 2.+ *enge,aluasi fungsi Ek l gi $ & n "ala# siste# agr f restri

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 9

2.+.1 Definisi Bi #assa a% 3iomassa didefinisikan sebagai total jumlah materi hidup di atas permukaan pada suatu pohon dan dinyatakan dengan satuan ton berat kering per satuan luas. '3rown ,.//C%. b% 3iomassa merupakan istilah untuk bobot hidup, biasanya dinyatakan sebagai bobot kering, untuk seluruh atau sebagian tubuh organisme, populasi, atau komunitas. 3iomassa tumbuhan merupakan jumlah total bobot kering semua bagian tumbuhan hidup.3iomassa tumbuhan bertambah karena tumbuhan menyerap karbondioksida ' =4% dari udara dan mengubah Bat ini menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis. ',amilton dan (ing, ./22% 3iomassa $egetasi merupakan berat bahan $egetasi hidup yang terdiri dari bagian atas dan bagian bawah permukaan tanah pada suatu waktu tertentu. 3iomassa hutan dapat digunakan untuk menduga potensi serapan karbon yang tersimpan dalam $egetasi hutan karena 759 biomassa tersusun oleh karbon. 'Darussalam, 45..%. 2.+.2 Pen"ekatan "ala# Esti#asi Bi #assa "i atas Per#ukaan Tana& Dstimasi biomassa di atas permukaan tanah dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu@ 'i% Pendekatan langsung dengan membuat persamaan allometrikA dan 'ii% Pendekatan tidak langsung, dengan menggunanai biomassa e-pansion factot@ Meskipun terdapat keuntungan dan kekurangan dari masingmasing pendekatan, tetapi harus diperhatikan bahwa pendekatan tidak langsung didasarkan padaf aktor yang dikembangkan pada tingkat tegakan dari hutan dengan kanopi yang tertutup 'rapat% dan tidak dapat digunakan untuk membuat estimasi dari pohon secara indi$idu 'IP c, 4558%. (andungan karbon $egetasi hutan sekunder dapat diestimasi menggunakan nilai biomassa yang diperoieh dari persamaan allometric ataupun nilai bionrasse-pansion factor '3D+% dimana 759 dari biomassa adalah karbon yang tersimpan. 'Eulkifli, dkk, 45.5%. 2.+.+ -ara Untuk *engukur Bi #assa c%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 10

!erdapat F cara utama untuk menghitung biomassa yaitu@ .% Sampling dengan pemanenan 'Destructive sampling% secara in situ 4% Sampling tanpa pemanenan 'Non-destructive sampling% dengan data pendataan hutan secara in situ 8% Pendugaan melalui penginderaan jauh dan F% Pembuatan model. 1ntuk masing masing metode di atas, persamaan allometrik digunakan untuk mengekstrapolasi cuplikan data ke area yang lebih luas. Penggunaan persamaan allometrik standard yang telah dipublikasikan sering dilakukan, tetapi karena koefisien persamaan allometrik ini ber$ariasi untuk setiap lokasi dan spesies, penggunaan persamaan standard ini dapat mengakibatkan galat 'error% yang signifikan dalam mengestimasikan biomassa suatu $egetasi. 'Sutaryo, 455/%. 2.+.' Definisi Seresa& a% Seresah adalah bagian mati tanaman berupa daun, cabang, ranting, bunga dan buah yang gugur dan tinggal di permukaan tanah baik yang masih utuh ataupun telah sebagian mengalami pelapukan. !ermasuk pula hasil pangkasan tanaman atau dari sisa"sisa penyiangan gulma yang biasanya dikembalikan ke dalam lahan pertanian oleh pemiliknya. 'Darusman D,4554% b% Serasah merupakan salah satu komponen di dalam hutan yang juga dapat menyimpan karbon. Serasah didefinisikan sebagai bahan organik mati yang berada di atas tanah mineral. (ualitas serasah ditentukan dengan melihat morfologinya terutama yang berasal dari daun yang gugur untuk mengasumsikan kecepatan dekomposisinya. 'Soemarwoto =, et al. ./27% 2.+.'.1 *anfaat Serta Peran Seresa& a% Mempertahankan kegemburan tanah melalui@ perlindungan permukaan tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan, sehingga agregat tidak rusak dan pori makro tetap terjaga. b% Menyediakan makanan bagi organisma tanah terutama makroorganisma Gpenggali tanahG, misalnya cacing tanah. Dengan demikian jumlah pori makro tetap terjaga. c% Menyaring partikel tanah yang terangkut oleh limpasan permukaan. Dengan demikian, air yang mengalir ke sungai tetap jernih. Selanjutnya peran dari seresah sendiri adalah sebagai berikut @

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 11

.% Peran seresah yang pertama adalah melalui penutupan tanah penting untuk mengendalikan penguapan yang berlebihan pada musim kemarau sehingga tanah tetap lembab dan kekeringan tidak terjadi secara berkepanjangan. Pada musim penghujan seresah di permukaan tanah berperanan penting dalam meningkatkan jumlah air yang masuk ke dalam tanah, mengurangi jumlah dan laju limpasan permukaan pada lahan"lahan berlereng. 4% Peran seresah yang kedua adalah mempertahankan kandungan bahan organik tanah tetap tinggi. Petani mengatakan bahwa tanah yang banyak seresahnya, tanah menjadi gembur, GdinginGdan banyak cacingnya. !anda tanda tanah gembur adalah tanah yang tidak padat, mudah diolah, dan subur, maka produksi biji kopi juga tinggi. !anah kaya bahan organik, tanah menjadi gembur banyak pori makronya dan mampu menahan air, sehingga tanah tetap lembab. 'Suprayogo D,dkk 455F% 2.+.'.2 .akt r %ang *e#$engaru&i Pr ses jatu&n%a seresa& ke tana& a% Iklim +aktor iklim yang berpengaruh terhadap jatuhnya seresah adalah suhu. Suhu yang panas menyebabkan jatuhan seresah meningkat. b% Angin Angin akan memperkecil kekuatan melekatnya bagian tumbuhan yang sudah kering dan meningkatkan jatuhan seresah. c% !umbuhan itu sendiri 3agian tumbuhan yang sudah kering tidak dapat disuplai makanan lagi karena sel"selnya sudah mati,sehingga jatuh ''+iHa, P dan Sofiah. 45..% 2.+.'.+ .akt r %ang *e#$engaru&i $r ses "ek #$ sisi seresa& a% Iaktu Iaktu merupakan faktor yang sangat mempengaruhi proses pelapukan karena semakin lama waktu maka semakin banyak seresah yang terdekomposisi. b% Suhu Pada suhu yang optimal maka organisme tanah aktif mendekomposisi seresah sehingga laju dekomposisi semakin besar. c% Iklim Iklim sangat berpengaruh pada proses humifikasi. d% (elembaban

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 12

Pada keadaan yang lembab akan merangsang tumbuhnya jamur yang kemudian jamur"jamur tersebut akan merombak seresah. e% p, Pada suatu tanah yang mempunyai p, rendah maka tanahnya berwarna hitam atau gelap, hal ini menunjukkan tingkat dekomposisi yang tinggi pada tanah tersebut. ''+iHa, P dan Sofiah. 45..%% 2.+.'.' ke/e$atan $ela$ukan seresa& Pelapukan adalah hilangnya seresah dari permukaan tanah karena peristiwa pembusukan, dimana prosesnya dipengaruhi oleh kondisi iklim mikro, akti$itas organisma tanah dan karakteristik dari seresah. (ecepatan pelapukan seresah akan menentukan lamanya penutupan permukaan tanah. (ecepatan pelapukan daun ditentukan pula oleh sifat daun itu sendiri, yang ditunjukkan oleh lendir dan kelenturan daun. a. Pada kondisi segar, bila daun diGperasG atau diGremasG di antara jari dan telapak tangan kita atau bila di GpiritG diantara dua jari kita maka daun menjadi licin GberlendirG. Makin banyak lendir yang dihasilkan maka semakin cepat daun tersebut lapuk. b. Pada kondisi kering, kecepatan pelapukan daun ditentukan oleh sifatnya ketika diremas. 3ila diremas daun pecah dengan sisi"sisi tajam maka daun tersebut lambat lapuk, bila daun tetap lemas maka daun cepat lapuk. c. (elenturan daun, bila daun kering dikibaskan daun tetap lentur berarti daun tersebut cepat lapuk dan bila kaku daun tersebut lama lapuk ' ,airiah (,455F% 2.+.'.( kualitas seresa& Seresah akan mengalami pelapukan 'dekomposisi%. 0aju dekomposisi seresah ditentukan oleh GkualitasGnya yaitu nisbah kandungan @*, kandungan lignin dan polyphenol. Seresah dikategorikan cepat lapuk apabila nisbah @* J47, kandungan lignin J.7 9 dan polyphenol J8 9 'Palm dan SancheB, .//.%. Seresah asal daun tanaman yang kandungan * nya tinggi 'K89% akan lebih cepat lapuk dan cocok dipakai untuk pupuk *, sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan pupuk urea. ontohnya seresah dari famili 0eguminosae yang umum dipakai sebagai penaung kopi seperti dadap 'Erythrina sububrams%, kayu hujan gamal atau ' liricidia sepium%, lamtoro '!eucaena leucocephala%. *amun demikian seresah tersebut akan cepat lapuk, keberadaannya di permukaan tanah relatif singkat yaitu sekitar F"6 minggu. Dengan demikian permukaan tanah akan lebih cepat terbuka

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 13

dan kemungkinan terjadinya kehilangan tanah akibat erosi semakin besar.Sebaliknya seresah yang kandungan * nya rendah, justru menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat 'terutama tanaman yang pertumbuhannya cepat%. ,al tersebut dikarenakan tanaman membutuhkan unsur * dalam jumlah banyak, tetapi seresah belum busuk atau lapuk. #adi belum ada * yang dilepaskan ke dalam tanah, sedangkan tanaman telah membutuhkan *. *amun dilain sisi, seresah lambat lapuk, sehingga permukaan tanah akan terlindung dalam waktu cukup lama. (omposisi seresah yang bagaimana yang kita butuhkanL Idealnya, dalam suatu kebun harus mampu menghasilkan seresah yang beragam kecepatan pelapukannya, sehingga kebutuhan untuk penyediaan hara dan mulsa dapat dipenuhi. *amun pada kenyataannya, hal tersebut sulit untuk dilakukan karena adanya tarik ulur antara kebutuhan ekonomi dan ekologi 'lingkungan%, serta alasan lainnya . '0oetsch, + dan (.+ ,aller. ./6F% 2.+.( Berat Isi Tana& a% 3erat isi tanah adalah ukuran pengepakan atau kompresi partikel"partikel tanah 'pasir, debu, liat% 'Pearson et al, .//7%. b% 3erat isi tanah ialah kerapatan tanah persatuan $olume. ',anafiah, 4557%. c% 3erat isi adalah perbandingan antara masa tanah dengan $olume partikel ditambah dengan ruang pori. '(urniawan, 455C%. d% 3erat isi yaitu bobot per satuan $olume tanah kering o$en, yang biasanya dinyatakan sebagai gram&cm8 ',enry,D.+, .//F%. 2.+.(.1 .akt r %ang *e#$engaru&i Berat Isi Tana& Samsul '45..% menuliskan faktor"faktor yang mempengaruhi berat isi tanah sebagai berikut@ a% Struktur !anah
Page 14

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

!anah

yang

mempunyai

struktur

yang

mantap

'lempeng%

mempunyai '3I% yang lebih tinggi daripada tanah yang mempunyai struktur yang kurang mantap 'remah%. b% Pengolahan !anah #ika suatu tanah sering diolah tanah tersebut memiliki berat isi yang tinggi daripada tanah yang dibiarkan saja, dan didalam pengolahan tanah yang baik akan menghasilkan tanah yang baik pula. c% 3ahan =rganik #ika didalam tanah banyak ditemukan bahan organik, tanah tersebut memiliki berat isi lebih banyak dibanding tanah yang tidak memiliki bahan organik. d% Agregasi !anah Agregasi merupakan proses pembentukan agregat"agregat tanah. Dengan terbentuknya agregat"agregat itu tanah menjadi berpori"pori, sehingga tanah menjadi gembur, dapat menyimpan dan mengalirkan air dan udara. e% !ekstur !anah !anah dengan tekstur tanah pasir memiliki luas permukaan yang lebih kecil daripada tanah dengan tekstur liat. Dilihat dari ukuran partikelnya, partikel pasir lebih besar daripada partikel liat. Sehingga dapat disimpulkan partikel pasir lebih berat daripada partikel liat. 'Samsul ,45..% 2.+.(.2 .akt r %ang Di$engaru&i Berat Isi Tana& a% Perakaran Apabila kandungan bobot isi dalam suatu tanah tinggi, maka total ruang pori tanah tersebut rendah. Akibatnya tanaman sulit menembus lapisan dalam tanah, hal ini karena tanaman memerlukan ruang pori yang relatif tinggi untuk bisa menembus lapisan dalam suatu tanah. b% Pengolahan !anah

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 15

Apabila kandungan bobot isi dalam suatu tanah tinggi, maka total ruang pori tanah tersebut rendah. (andungan ruang pori yang rendah inilah menyebabkan pengolahan tanah semakin mudah. #ika keadaan tanah mantap maka bobot isi menjadi tinggi sehingga dibutuhkan pengolahan tanah yang lebih intensif agar tanah dapat mempunyai porisitas yang lebih makro untuk pergerakan akar tanaman. c% Aerasi Apabila kandungan bobot isi dalam suatu tanah tinggi, maka total ruang pori tanah tersebut rendah. ,al ini mengakibatkan pertukaran udara dalam tanah menjadi terganggu. (arena celah pori yang digunakan sebagai tempat pertukaran udara dalam tanah menjadi sedikit atau sempit, sehingga aerasi dalam tanah pun terganggu. d% Infiltrasi Air Pada tanah yang mempunyai pori kecil seperti liat, pori yang dimilikinya mikro dan kemampuan memegang airnya tinggi sehingga infiltrasi berjalan lambat dan menyebabkan bobot isi menjadi tinggi. e% (onsistensi !anah (onsistensi tanah yang mantap menyebabkan bobot isi tanah makin tinggi. ' ,ardjowigeno .//4%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 16

BAB III. *ET)D)L)0I +.1 1aktu "an Te#$at Pelaksanaan kegiatan Praktikum lapang ini dilaksanakan pada hari sabtu ./ oktober 45.8 di desa Pait (ecamatan (asembon yang ada di DAS (ali (onto bagian hilir dan Desa Sumberagung 'Dusun Sumbermulyo% (ecamatan *gantang (abupaten Malang. +.2 Alat +.2.1 Alat .. ' +rame alumunium ukuran 4- '5.7 - 5.7% m4 4. 8. F. !ali rafia @ 1ntuk membuat plot dengan panjang 45 m sebanyak 6 buah :unting tanaman @ 1ntuk memotong semua tumbuhan bawah yang ada pada kuadaran. (antong Plastik @ 1ntuk membawa sampel yang akan di kering o$enkan di laboratorium
Page 17

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

7. 6. C.

2. /. .5. ... .4. .8. .F. .7. .6. .C. .2. +.2.2 Ba&an .. !anah 4. Air 8. 1nderstory F. Seresah 7. )anting +.+ -ara Kerja

Spidol @ 1ntuk memberi label agar tidak tertukar atau terjadi kesalahan data Penggaris @ 1ntuk mengukur !imbangan @ 1ntuk menimbang tumbuhan bawah maupun seresah yang diperoleh dari lapangan serta sampel tanah Alat tulis @ 1ntuk mencatat data yang diperoleh di lapangan selama praktikum. awan @ 1ntuk tempat meletakkan tanah ke dalam o$en (ertas @ 1ntuk memberi nama atau label etok dan lempak @ 1ntuk menggali tanah di sekitar bo- besi sampel tanah =$en @ 1ntuk mengo$en sampel tanah 3o- besi @ Sebagai tempat sampel tanah !ongkat (ayu @ 1ntuk meratakan bo- besi dengan tanah Palu @ 1ntukMembantu bo- besi agar masuk ke dalam tanah Plastik @ 1ntuk!empat sampel tanah dan seresah (ompas @1ntuk mengetahui arah utara sebagai patokan (amera @ 1ntuk mendokumentasikan

+.+.1 -ara Kerja *en%ia$kan $l t $enga#atan 3uatlah plot contoh pengukuran pada setiap lahan agroforestri yang dipilih searah dengan mata angin sesuai dengan kondisi lahan, dengan langkah sebagai berikut@ a% Pilih lokasi yang kondisi $egetasinya seragam. ,indari tempat"tempat yang terlalu rapat atau terlalu jarang $egetasinya. b% 3uatlah plot contoh pengukuran pada setiap hektar lahan yang dipilih searah dengan mata angin, dengan langkah sebagai berikut@
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 18

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 19

+.+.2 -ara Kerja Pengukuran Bi #asa Tu#!u&an Ba2a&

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 20

+.+.+ -ara Kerja Pengukuran Bi #asa Seresa&

+.+.' -ara Kerja *engukur Kete!alan seresa&

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 21

atatan @

:ambar 4. Penempatan kuadran 'titik contoh% dalam Sub plot

+.+.( Penga#atan Bi #assa Ka%u *ati

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 22

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 23

+.+.3 -ara Kerja *engukur Berat Isi Tana&

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 24

+.+.4 -ara Kerja *enge,aluasi Struktur K #$ nen Pen%usun Agr f restri

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 25

BAB I5.HASIL DAN PE*BAHASAN

*ateri 1. Deskri$si Bi 6.isik la&an Agr f restri '.2. *enge,aluasi Struktur K #$ nen Pen%usun La&an Agr f restri '.2.1 Hasil Penga#atan "an Analisis Data ,asil dari pengamatan ini dapat diketahui setelah mengolah data ke e-cel. Data"data yang perlu diolah antara lain nama pohon, jarak - dan y, dan panjang tajuknya di setiap arah mata angin. Dengan memasukkan data"data tersebut, kita juga segera mengetahui posisi pohon. Sehingga dengan begitu, kita dapat melihat bagaimana tingkat kerapatannya tiap plot. a7 Desa Pait !abel .. Pengolahan Data 0apang Desa Pait

Kua"ran 1 *o *ama pohon )andu Pisang Simbol - 'm% y 'm% lebar tajuk 'cm% utara . 4a 4b 4c 4d 8 F 7 Meranti 8 Sengon Durian F 7 8,/5 .,.5 .,C5 4,.5 6,55 6,55 /,45 5,55 8,/5 /,.5 C,55 4,55 C,.5 2,25 .,25 2,55 C2 .25 .7C C5 4C5 4F5 775 F76 timur ..5 .67 .C5 ./5 475 8/5 745 keluar plot selatan 76 .C. .25 .65 465 F25 8/5 FC5 barat /2 keluar plot .25 .F5 855 825 keluar plot 4C5

. 4

!abel 4. Pengolahan Data 0apang Desa Pait

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 26

Kua"ran 2 *o *ama pohon )andu Pisang Meranti Sengon Simbol - 'm% y 'm% lebar tajuk 'cm% utara . 4a 8 F .,55 .5,55 5,55 4,55 /,45 2,55 5,55 8,55 keluar plot ./5 C7 .75 timur .C5 keluar plot keluar plot 4/5 selatan 4.5 455 keluar plot 455 barat keluar plot 4.7 keluar plot 455

. 4 8 F

!abel 8. Pengolahan Data 0apang Desa Pait Kua"ran + *o *ama pohon Simbol - 'm% y 'm% lebar tajuk 'cm% utara timu r .a .b 4 Pisang 4a 4b 4c 4d 8 Sengon F 4,45 8,.5 5,55 7,55 2,45 /,.5 4,55 F,85 .,.5 2,55 /,55 F,55 5,55 4,85 ..5 .C7 75 ./5 85 .25 ..5 .76 .55 4.5 855 4.5 445 .25 selatan 25 keluar plot 455 .25 .55 keluar plot /6 barat .55 26 4.5 455 .55 keluar plot ./2

)andu

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 27

!abel F. Pengolahan Data 0apang Desa Pait Kua"ran ' *o *ama pohon Simbol - 'm% y 'm% lebar tajuk 'cm% utara .a .b 4 F 7 Pisang Sengon Durian 4d F 7 2,55 6,25 /,C5 5,55 5,.5 2,C5 4,F5 .5,55 .,55 2,.5 .55 ..5 keluar plot F85 .25 timu r 24 /2 445 465 .C7 selatan /5 /C .25 keluar plot .65 barat C7 .55 keluar plot keluar plot keluar plot

)andu

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 28

!7. Desa Su#!eragung !abel 7. Pengolahan Data 0apang P0=! Desa Sumberagung Kua"ran 1 *o *ama pohon (opi Simbol - 'm% y 'm% lebar tajuk 'cm% utara .a .b 4 Pisang 4a 4b 8 F Angsana 0amtoro 8 Fa Fb F,25 5,/5 .,25 8,55 C,25 F,F5 8,25 2,/5 F,F5 .,65 8,55 6,55 C,85 C,. 47 78 .55 4.5 75 75 78 timur ./ F/ 4.5 75 455 75 7. selatan 84 7. ..5 .78 4.5 455 ..5 barat 4C .55 .55 25 .55 455 /5

!abel C. Pengolahan Data 0apang P0=! Desa Sumberagung Kua"ran ' !abel *o *ama

!anaman ke"

- 'm%

y 'm%

lebar tajuk 'cm%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 29

pohon (opi

4 8 F 7 6

0amtoro Durian waru *angka Mlinjo

.a .b .c F 7 C / .5

8,2 5,2 8,45 .,85 2,.5 6,45 C .,F

/,2 C,8 4,55 C,.5 2,85 6,.5 F 4,C

utara 47 75 8C .75 keluar plot 65 455 4.

timur 8F 82 F6 .84 .45 C4 ./8 .F

selatan F. 47 6. .4. 855 78 4.5 ./

barat ./ 75 42 .28 485 F. .25 46

'.2.2

Inter$retasi &asil $er&itungan Pl t K #$lek "an ga#!ar kan $i a7 Desa Pait Ke/a#atan Kase#! n Ka!u$aten *alang Pada plot . terdapat pohon pisang, meranti, sengon, dan randu. Posisi pohon di plot . terlihat tidak teratur dan jaraknya berjauhan satu dengan yang lain. !ajuk terkecil dimiliki pohon randu. ,al ini dikarenakan kondisi pohon randu yang juga terlihat kurang terawat. Sedangkan pohon sengon di plot . ini

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 30

memiliki tajuk yang cukup lebar. !erdapat dominan pohon Pisang pada plot . karena pada lapangan diameter tanaman kopi banyak dibawah 7 cm. Pada plot 4 terdapat pohon pisang, randu, dan sengon. Dibandingkan pada plot ., posisi pohon di plot 4 memilki banyak space kosong. (arena disamping jumlah pohon yang berdiameter diatas 7 cm yang tidak banyak, juga dikarenakan sebaran pohon yang tidak teratur. ,al ini juga dapat dilihat dari kesuburan pada plot 4 yang tidakcukup tinggi. Pada plot 8 terdapat pohon randu, pisang, dan sengon. (ondisi di Plot 8 hampir sama dengan kondisi di Plot . yaitu di dominasi pohon pisang. !ajuk terbesar dimiliki pohon pisang. Pada plot F terdapat pohon durian, pisang, dan randu. Pada plot F jumlah pohon yang berdiameter di atas 7 cm sedikit, sehingga hanya ada F pohon yang di identifikasi. (erapatan tutupan kanopi di plot F lebih sedikit dari pada pohon di plot 8 dan .. Secara posisi, beberapa pohon terlihat menggerumbul di pinggir, dan di tengah tampak renggang. Sehingga yang dapat dilihat adalah bahwa petani di sana kurang memperhatikan jarak tanamnya. Selain itu, dapat juga dikarenakan pohon"pohon yang ada di sisi lain tersebut diameternya kurang dari 7 cm dan kanopinya rendah. Pada umumnya, dalam mengusahakan suatu lahan agroforestri, keteraturan jarak tanam memang tidak terlalu diperhatikan petani. Mereka beranggapan bahwa asalkan ada sisa ruang di lahannya, maka dapat ditanami komoditas lain yang dapat memberi keuntungan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut agar lebih optimal. Adanya pengaturan jarak tanam ini bertujuan untuk mengurangi kompetisi antar tanaman dalam perebutan air dan unsur hara karena turut memperkirakan panjang telusuran akar tanaman tersebut. Setelah dilakukan perhitungan terhadap pi-el tajuknya, berikut hasilnya @ .. !otal Pi-el @ 476/76

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 31

4. Pi-el !ajuk 8. Pi-el *on !ajuk

@ .8257F @ ..2/54

F. 9 !utupan (anopi @ 78,C469 Dari data"data di atas, maka agroforestri ini merupakan jenis komplek. +aktor yang mendukung adalah tanaman penaung yaitu lima jenis tanaman antara lain randu, sengon, meranti, dan durian. Sedangkan pisang memiliki tajuk yang tidak besar, bahkan terkesan jarang memiliki tajuk. ,al ini dikarenakan tanaman pisang di sana tampaknya kurang diperhatikan petani, sehingga terlihat tidak terawat. Selain jumlah pohon penaung, agroforestri di sana juga memiliki tingkatan kanopi tertutup, dengan 78, C469 hal ini dikarenakan tanaman yang berada pada plot Desa Pait memilki tanaman tinggi seperti sengon, meranti, dan durian. ,al ini juga menyebabkan tanaman"tanman tersebut memilki kanopi yang lebar. Sehingga walaupun jumlah jenis pohon terdiri dari 7 jenis namun karena hal tersebut menyebabkan plot tersebut memiliki tingkatan kanopi tertutup. Dari keseluruhan subplot, yang memiliki tingkat kerapatan terbesar adalah subplot .. ,al ini dikarenakan data"data kanopi pohon di subplot . terlihat rata, tidak ada yang kosong pada setiap sisinya.

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 32

:ambar (anopi Mertikal 'Strata !ajuk%

Su! Pl t 1

Su! Pl t 2

Su! Pl t +

Su! Pl t '

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 33

Strata 2

Strata 1

Strata pohon di plot Desa Pait memiliki 4 strata. Pada subplot . dan 8 memiliki dua strata, sedangkan di subplot . dan 4 memiliki satu strata.. Pada strata pertama, terdapat pohon"pohon yang cukup tinggi dengan kanopi cukup lebar. Pohon"pohon yang termasuk pada strata pertama adalah pohon durian, meranti,randu, dan sengon. Sedangkan strata kedua yaitu pisang. !7 Desa Su#!eragung Ke/a#atan Ngantang Ka!u$aten *alang Pada plot . terdapat pohon kopi, pisang,angsana, dan lamtoro. Posisi pohon di plot . terlihat tidak teratur seperti jarak antara pohon . ke pohon yang lainnya ada yang sangat dekat hingga kanopi bertumpuk dan ada juga antar pohon yang berjauhan. !ajuk terkecil dimiliki pohon kopi. ,al ini dikarenakan kondisi pohon kopi yang rata"rata diameternya antara 7 hingga dibawah 7 cm. Sedangkan pohon Angsana di plot . ini memiliki tajuk yang cukup lebar. Pada plot 4 terdapat pohon kopi, durian, kemuning, dan waru. Dibandingkan pada plot ., posisi pohon di plot 4 memilki lebih banyak pohon. (arena disamping jumlah pohon yang berdiameter diatas 7 cm yang cukup banyak, juga dikarenakan sebaran pohon merata. ,al ini juga dapat dilihat dari kesuburan pada plot 4 yang cukup tinggi. Pada plot 4 lebih didominasi tanaman

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 34

kopi. (erapatan tutupan kanopi renggang karena di dominasi tanaman kanopi yang kebanyakan masih memiliki diameter dibawah 7 cm. Pada plot 8 terdapat pohon kopi dan coklat. (ondisi di Plot 8 hampir sama dengan kondisi di Plot 4 yaitu di dominasi pohon kopi. !ajuk terbesar dimiliki pohon coklat. (erapatan tutupan kanopi renggang karena di dominasi tanaman kanopi yang kebanyakan masih memiliki diameter dibawah 7 cm. Pada plot F terdapat pohon kopi, lamtoro, durian, waru, nangka, dan mlinjo. Pada plot F jumlah pohon yang berdiameter di atas 7 cm cukup banyak, di plot F memikili keragaman tanaman.. Secara posisi, beberapa pohon terlihat menggerumbul di satu sisi tertentu sehingga tampak renggang. Dapat dilihat bahwa petani di sana kurang memperhatikan jarak tanamnya. Selain itu, dapat juga dikarenakan pohon"pohon yang ada di sisi lain tersebut diameternya kurang dari 7 cm dan kanopinya rendah. Pada umumnya, dalam mengusahakan suatu lahan agroforestri, keteraturan jarak tanam memang tidak terlalu diperhatikan petani. Mereka beranggapan bahwa asalkan ada sisa ruang di lahannya, maka dapat ditanami komoditas lain yang dapat memberi keuntungan. Padahal dengan pengaturan jarak tanam dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut agar lebih optimal. Adanya pengaturan jarak tanam ini bertujuan untuk mengurangi kompetisi antar tanaman dalam perebutan air dan unsur hara karena turut memperkirakan panjang telusuran akar tanaman tersebut. Setelah dilakukan perhitungan terhadap pi-el tajuknya, berikut hasilnya @ .. !otal Pi-el 4. Pi-el !ajuk 8. Pi-el *on !ajuk @ 4F47FF @ C57FF @ .C4555

F. 9 !utupan (anopi @ 4/,5279

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 35

Dari data"data di atas, maka agroforestri ini merupakan jenis komplek. +aktor yang mendukung adalah tanaman penaung lebih dari lima jenis tanaman antara lain kopi, pisang, angsana, lamtoro, durian, kemuning, waru, coklat, nangka, dan mlinjo. Persen tutupan kanopi didapatkan sebesar 4/,5279 dikarenakan kebanyakan tanaman yang berada di plot Desa Sumberagung didominasi oleh tanaman yang masih tergolong muda karena dari masing" masing tanaman memiliki tinggi pohon yang sedang, seperti rata" rata tinggi pohon untuk tanaman kopi antara 4" 8 m, pohon coklat memiliki ketinggian 4 m, dan sebagainya. Selain itu hal ini juga dipengaruhi dari sebaran tanaman yang didominasi tanaman kopi dengan lebar tajuk yang sedikit. :ambar (anopi Mertikal 'Strata !ajuk%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 36

Su! Pl t 1

Sub Plot 2

Sub Plot 3

Sub Plot 4

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 37

Strata pohon di plot kompleks memiliki 8 strata. Pada subplot .,4, dan 8 memiliki dua strata, sedangkan di subplot F memiliki 8 strata. Pada strata pertama, terdapat pohon"pohon yang cukup tinggi dengan kanopi cukup lebar. Pohon"pohon yang termasuk pada strata pertama adalah pohon durian, waru, lamtoro, kemuning, dan angsana. Sedangkan strata kedua yaitu mlinjo, nangka, dan kakao. Sedangkan strata ketiga adalah pisang. '.+. Deskri$si #anfaat ek n #i $ & n "ala# siste# agr f restri '.+. 1 As$ek S sial Ek n #i Petani Agr f restri A. Hasil 1a2an/ara Petani Agr f restri 1. *ama 0uas lahan (omoditi ,asil Panen Pupuk Pemeliharaan Petani agr f restri "i Desa Pait8 Ke/a#atan Kase#! n8 *alang @ Pak )iono @ .5.555 m4 @ kopi, pohon durian, randu, sengon '.7 tahun%, pisang @ kopi . ton& tahun 'berat basah% @ pupuk kandang . kw & ha @0ahan pertanian Pak )iono tidak dilakukan pemeliharaan, hal tersebut terbukti dengan banyaknya

seresah yang berserakan di bawah pohon yang dapat digunakan sebagai pupuk kompos. Pak )iono hanya melakukan pemangkasan pada tanaman kopi yang dilakukan setiap 8 bulan sekali dan pemberian pupuk kandang . kali dalam . tahun. Serta untuk pengairannya Pak )iono mengandalkan air hujan. Panen @ tanaman kopi dipanen . tahun sekali dengan harga jual per kilonya )p. ./.555,". 3uah durian dipanen setiap . tahun sekali dengan sistem tebasan )p. ..555.555," per pohon. Pohon sengon dipanen dalam waktu .5 tahun sekali dengan sistem tebasan kisaran harga ."4 juta per pohon. !anaman pisang dipanen setiap 8 bulan sekali dengan sistem borongan seharga )p. .55.555," per tandan dan ada yang dikonsumsi sendiri.
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 38

!abel /. Pendapatan dari beberapa tanaman N Na#a L kal Pisang Durian Sengon (opi )andu *anfaat Ek n #i 3uah, daun, jantung 3uah (ayu bangunan 3uah (ayu 1aktu Panen 8 bulan sekali . tahun sekali F".5 tahun . tahun sekali . tahun sekali !ebasan tiap pohon Hasil %ang "i$er le&8 Harga "i$asaran 9kg:&a7 9;$:kg7 )p .55.555 )p ..555.555 )p 755.555 N )p 4.555.555 . ton !ebasan tiap pohon )p .7.555 )p. ..555.555

Pada wawancara dengan petani ini, kami melakukan wawancara kepada Pak Iiji yang merupakan kakak dari Pak )iono. ,al tersebut dikarenakan Pak )iono sedang tidak ada di lahan, beliau sedang bekerja di tempat lain. =leh karena itu dari hasil wawancara dengan petani, data yang diperoleh sangat terbatas sehingga banyak data"data yang tidak dapat digali lebih dalam. Dari data di atas dapat diketahui bahwa data yang lengkap adalah pohon kopi dengan rincian sebagai berikut @ kopi memiliki manfaat dengan diambil biji buahnya untuk dibuat minuman kopi. Iaktu panen hanya dilakukan satu tahun sekali. ,asil panen yang diperoleh . ton. 1ntuk harga yang dipasarkan yaitu )p ./.555.

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 39

Penghasilan petani pada lahan ini bersifat tahunan karena tanaman yang ditanam kebanyakan dapat dipanen satu tahun sekali meskipun panen yang dilakukan tidak secara serentak tetapi bertahap. Disini dimungkinkan petani melakukan pekerjaan lain selain bekerja sebagai petani di lahannya sendiri untuk mendapatkan pendapatan dalam jangka pendek di dalam pemenuhan kebutuhan sehari"hari. !abel .5. (alender Musim Kegiatan Pemupukan Pemangkasan Panen pohon@ .. (opi 4. Sengon 8. Durian F. Pisang 7. )andu Panen tanaman Semusim Panen ternak& lebah& ikan&sapi Bulan 1 2 M + $ ' ( 3 $ $ $ $ $ $ $ $ $ 4 < = $ 1> 11 12 $

Dari kalender musim tanam dapat diketahui kegiatan tanaman dalam masa pertumbuhan mulai dari penanaman sampai dengan pemanenan. Dari kalender musim tanam tersebut dibuat contoh lima pohon, yaitu kopi, durian, sengon, randu dan pisang. 1ntuk tanaman semusim tidak ada, selain itu ternak atau lebah atau ikan juga tidak ada. 3erdasarkan data tabel kalender musim maka dapat diperkirakan paling banyak dibutuhkan tenaga kerja pada bulan 6 sampai / karena terjadi pemanenan tanaman pada lahan serta tetap melakukan pemeliharaan tanaman. Pada waktu memanen umumnya petani tidak membutuhkan tenaga kerja karena kebanyakan tanaman ini dijual dengan sistem tebasan, sehingga petani hanya mendapatkan uang bersih tanpa dipotong tenaga kerja. Dalam pemangkasan tanamannya petani dapat melakukannya sendiri, sehingga juga tidak membutuhkan tenaga kerja. Pemupukan hanya disini hanya melakukan

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 40

pemupukan pada daun karena untuk keadaan tanah sudah banyak seresah dan unsur hara yang menyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. 2. Petani agr f restr% "i Desa Su#!eragung8 Ke/a#atan Ngantang8 *alang 3apak Amad merupakan petani agoforestri di daerah Sumberagung, *gantang. 3eliau menanam beraneka macam tanaman pepohonan di lahan pertaniannya. !anaman yang beliau tanam antara lain buah manggis, durian, duku, kopi, langsep, cengkeh, alpukat, kedondong, kaliandra, dsb. 0uas lahan pertanian yang beliau miliki adalah . ha. #ika dilihat dari beragamnya jenis tanaman serta banyaknya jumlah tanaman dalam lahan baik kayu maupun non kayu, agroforestri ini termasuk agroforestri kompleks&multistrata. Pada lahan agroforestri ini pola tanam yang digunakan adalah sistem tumpangsari, dimana tanaman kopi sebagai tanaman utamanya, kemudian tanaman durian, nangka dan dadap sebagai naungannya, sebab kopi membutuhkan naungan untuk dapat tumbuh dengan baik. 3apak Amad mulai menanam buah durian sejak tahun ./C5, namun pada tahun 4554 beliau bekerjasama dengan 1ni$ersitas 3rawijaya untuk pengembangan usaha tani tersebut. Sedangkan untuk usaha tani kopi sudah ada sejak jaman 3elanda menjajah Indonesia. 3ibit tanaman durian yang beliau tanam merupakan bibit milik sendiri, yaitu bibit durian jingga, durian manalagi, dsb. Durian yang ditanam ini berbuah 8 kali dalam satu tahun. Perawatannya dilakukan oleh anggota keluarga yakni dengan memberikan pupuk organik dan pemberian pestisida nabati. Pestisida nabati tersebut merupakan pestisida buatan sendiri yang dibuat berasal dari daun sirih, tanaman gadung, daun mimba, dsb. Pengairan untuk lahan pertanian 3apak Amad mengandalkan air hujan. 1ntuk pemasaran, 3apak Amad memasarkan hasil pertaniannya dengan sistem tebasan untuk buah duku, alpukat, kedondong, cengkeh, pete, dan manggis. Sedangkan untuk buah durian, beliau kadang menjualnya sendiri ke konsumen. 3egitu juga dengan harga jualnya yang ber$ariasi, dengan harga jual tertinggi adalah produksi kopi, yaitu )p ./.555,"&kg, serta durian yang juga dapat mencapai )p 45.555,"&buah 'tergantung besar dan kualitas buahnya%. Pendapatan yang diterima petani pemilik dengan beberapa jenis tanaman tersebut per
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 41

tahunnya mencapai )p 4./.555.555 N )p 48..755.555 dengan penyumbang pendapatan terbanyak adalah tanaman kopi dengan hasil produksi mencapai .5 ton atau setara dengan .5.555 kg per tahun. Dengan berusaha tani sistem agroforestry ini, Pak Amad mengaku memperoleh banyak keuntungan. Oaitu biaya produksi yang beliau keluarkan cukup sedikit namun hasil penjualan yang beliau peroleh sangat tinggi sehingga dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari" hari keluarga 3apak Amad. !abel ... (alender kegiatan dan kalender panen Kegiatan Pemupukan Penyiangan Pemangkasan Panen @ .. (opi 4. 0angsep 8. Duku F. engkeh 7. Manggis 6. Durian C. (aliandra Panen semusim tanaman " 1 2 + P P P P P P P P P P P Bulan ' ( 3 P P 4 P < P = 1> 11 12 P

Panen ternak&lebah& ikan& sapi

Dari data hasil wawancara dengan 3apak Amad 'pemilik lahan agroforestri%, diperoleh data yang kami sajikan dalam bentuk tabel seperti di atas. 3erdasarkan tabel kalender kegiatan di atas, diketahui waktu pemupukan dilakukan pada bulan #uli dan Agustus. (emudian penyiangan dilakukan 8 kali dalam . tahun, yaitu bulan Maret, #uni, dan Desember. Sedangkan untuk pemangkasan tanaman kopi dilakukan setiap bulan Mei dan September. *amun, waktu pemanenan dari setiap jenis tanaman berbeda" beda. 3apak Amad hanya memiliki lahan dalam bentuk sistem agroforestri dan juga

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 42

ternak, beliau tidak memiliki lahan tanaman semusim, sehingga kegiatan hanya dilakukan untuk tanaman agroforestry"nya dan berternak. B. Kesi#$ulan "ari Hasil 1a2an/ara Petani "ala# Penggunaan Siste# Ag f restri Dengan adanya keanekaragaman jenis tanaman pada lahan agroforestri yang dimiliki oleh kedua petani diatas, maka akan semakin rapat tajuk antar pohon, semakin banyak pula seresah yang dihasilkan oleh tanaman. ,al tersebut dapat dijadikan sebagai indikator kesuburan dan kelembaban tanah, kandungan bahan organik, dan keberadaan kehidupan biologi dalam tanah. Semakin beranekaragam jenis tanaman, maka tanah akan semakin subur dan gembur, karena mengandung bahan organik yang berasal dari seresah tanaman agroforestri. Adanya tajuk yang rapat maka kelembapan tanah akan semakin tinggi. ,al ini mengindikasikan bahwa akti$itas kehidupan biologi tanah juga akan semakin meningkat karena keadaan tanah yang lembab dan gembur. Dengan berbagai kondisi di atas, maka keanekaragaman jenis tanaman agroforestri tersebut dapat dikatakan sebagai penyubur tanah, memberikan jasa lingkungan kepada masyarakat setempat berupa penyerapan tenaga kerja,penyedia udara bersih '=4%, penyimpan air, dan lain sebagainya. Sedangkan manfaat lain yang diperoleh dengan adanya keanekaragaman jenis tanaman yang ditanam pada lahan agroforestri tersebut adalah manfaat dari segi ekonomi. Petani pemilik lahan dapat memperoleh hasil produk tidak hanya dari satu jenis tanaman saja, tetapi dari beberapa jenis tanaman yang ada dilahannya tersebut. Semakin benarekaragam jenis tanaman yang ditanam maka akan semakin tinggi pula pendapat yang diterima oleh petani pemilik lahan agroforestri tersebut. Iaktu pemeliharaan dan panen juga memberikan manfaat sosial ekonomi untuk petani pemilik lahan. Dengan pemeliharaan yang tidak dilakukan secara bersamaan, selain meringankan pekerjaan juga tidak memberatkan pengeluaran 'biaya% pemeliharaan, jadi pengeluaran bisa dilakukan secara bertahap juga. Sedangkan dari segi waktu pemanenan yang tidak dilakukan secara bersama, selain mempermudah dan memperingan pekerjaan juga dapat memberikan pemasukan 'pendapatan% secara merata dan relatif stabil setiap bulannya. '.' *enge,aluasi fungsi ek l gi $ & n "ala# siste# agr f restri
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 43

'.'.1 Data Esti#asi Bi #asa P & n "an kar! n tersi#$an a%. Desa Pait (asembon !abel .4. Data 03D di Desa Pait (asembon

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 44

!abel .8. Data 3iomassa Pohon. adangan (arbon dan 3iomassa Akar

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 45

!otal 3iomassa Pohon !otal "Stock !otal 3iomassa Akar

@ .857/,8C57. @ 655C,8. @ 846F,2F4642

(esimpulannya yaitu Desa Pait termasuk pada sistem agroforestry kompleks karena terdiri dari 2 jenis pohon yang di tanam. Di desa ini termasuk dalam agroforestri kompleks pohon yang ditanam lebih dari lima jenis pohon. Adapun jenis pohon yang ada disana adalah pohon durian, pisang, lamtoro, sengon. !anaman utamanya adalah pisang, karena lahan disana dibuat seperti pekarangan . jarak tanamnyapun tidak beraturan. 0uas basal daerah untuk tanaman pohon sebesar ./,/79. #ika di interpretasikan angka ./,/79 menunjukkan luas daerah yang khusus ditanami oleh pohon pisang. 1ntuk biomassa pohon pisang didapatkan angka sebesar .857,8C57.. Sedangkan total cadangan karbon yang disimpan pada pohon sebesar 655C,8.. !otal biomassa akar 846F,2F4642. !otal pohon yang ada di plot Desa Pait ada 46 pohon dan kerapat jenis sebesar 85,Cas69. Pada desa Pait, terdapat beberapa $egetasi yaitu tanaman pisang, lamtoro, durian, sengon, mangga, dan beberapa tanaman yang tidak teridentifikasi nama tanamanya, dimana pada tabel disimbolkan dengan pohon A, pohon 3, dan pohon . 3iomassa akar pada masing"masing $egetasi ini berbeda, yaitu akumulasi total biomassa akar pada pohon A adalah sebesar F25,5F762kg, pohon 3 sebesar .CCF,6788kg, pohon sebesar F8,.5442Ckg, pohon pisang sebesar .5,CC.2F/kg, pohon lamtoro sebesar 4.7,56.C/kg, pohon durian sebesar 6C5,5/5//kg, pohon sengon sebesar F4,6/8C2444 kg, dan pohon mangga sebesar 42,F4426F24kg. 1ntuk total biomassa akar seluruh $egetasi di desa Pait sebesar 846F,2F4642kg.

b%. Desa Sumberagung, *gantang

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 46

!abel .F. Data 03D Pohon 'Data 0apangan% Kua"ran 1

Kua"ran 2 !abel .7. Data 03D Pohon 'Data 0apangan%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 47

Kua"ran + !abel .6. Data 03D Pohon 'Data 0apangan%

(uadran F !abel .C. Data 03D Pohon 'Data 0apangan%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 48

Ta!el 1<. Esti#asi Bi #assa P & n8 -6St /k8 "an Bi #assa Akar "i Desa Su#!er Agung8 Ngantang

(esimpulannya adalah di Desa *gantang merupakan sistem agroforestry kompleks dengan jumlah jenis tanaman sebanyak .5 jenis pohon. !anaman utamanya adalah kopi dengan pohon penaungnya adalah lamotor, durian, kapas, alpukat, nangka. '.'.2 Data Esti#asi Bi #asa P & n "an kar! n tersi#$an 1. Pe#!a&asan LBD "an !i #assa $ & n Sama halnya dengan Desa Pait, Di Desa Sumberagung, (ecamtana *gantang juga termasuk dalam agroforestri kompleks, hanya saja jenis pohon di Desa Sumberagung lebih banyak dari Desa Pait. #umlah pohon di plot pengamatan ada 8/ pohon dengan .5 jenis pohon. (erapatan populasinya sebesar /C7 pohon &ha serta

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 49

kerapatan jenis pohon sebesar 47,6F9. Di desa Sumberagung tanaman kopi adalah tanaman utama yang diusahakan, karena di lahannya merupakan lahan kopi dengan banyak naungannya seperti pohon durian, kakao, alpukat. 1ntuk total biomassa pohon sebesar 8.55,746. adangan karbon yang dapat disimpan pada pohon di plot pengamatan sebesar .F46,4F9 serta total biomassa akar sebesar CC7,.8.. 2. Pe#!a&asan !i #assa akar Pada desa Sumberagung, terdapat beberapa $egetasi yaitu tanaman kopi, lamtoro, durian, kakao, pisang, kapas, alpukat, nangka, genitu, dan satu tanaman yang tidak teridentifikasi nama tanamanya, dimana pada tabel disimbolkan dengan pohon A. 3iomassa akar pada masing"masing $egetasi ini berbeda, yaitu akumulasi total biomassa akar pada pohon kopi adalah sebesar C.,6C746kg, pohon lamtoro sebesar ...,2556/ kg, pohon durian sebesar .CF,77C.kg, pohon kakao sebesar C,.F8276. kg, pohon pisang .,57748F4 kg, pohon kapas sebesar 448,/672F kg, pohon alpukat sebesar 75,4442C25. kg, pohon nangka sebesar .5,8852877/ kg, pohon genitu sebesar ..,//52// kg, dan pohon A sebesar ..4,822/F/7 kg. 1ntuk total biomassa akar seluruh $egetasi di desa Sumberagung sebesar CC7,.8.775/ kg. +. Pe#!a&asan $er!an"ingan !i #assa akar "i "esa Pait "an "esa Su#!eragung 3erdasarkan data diatas, yaitu di desa Pait dan desa Sumberagung, dapat disimpulkan bahwa biomassa akar di desa Pait lebih besar dibandingkan biomassa akar di desa Sumberagung yaitu sebesar 846F,2F4642 kg untuk akumulasi biomassa akar seluruh $egetasi di desa Pait yang meliputi tanaman pisang, lamtoro, durian, sengon, mangga, dan beberapa tanaman yang tidak teridentifikasi nama tanamanya, dimana pada tabel disimbolkan dengan pohon A, pohon 3, dan pohon . Sedangkan, biomassa akar di desa Sumberagung hanya sebesar CC7,.8.775/ kg akumulasi biomassa akar seluruh $egetasi di desa Sumberagung yang meliputi tanaman kopi, lamtoro, durian, kakao, pisang, kapas, alpukat, nangka, genitu, dan satu tanaman yang tidak teridentifikasi nama tanamanya, dimana pada tabel disimbolkan dengan pohon A. Selisih biomassa akar di desa Pait dan desa Sumberagung adalah sebesar 4F2/,C... kg untuk total seluruh $egetasi yang ada pada kedua lokasi tersebut.

'.'.+ *engukur
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 50

a%. Desa Pait (ecamatan (asembon !abel ./.perhitungan biomassa Pohon mati Pisang . 'kuadran 8% Diameter #ari"jari dan tinggi 'cm% #ari N jari @ /,27 cm !inggi @ 476 cm 3iomassa M Q R . r4 . t Q 8,.F . '/,27%4 . 476 Q 8,.F . /C,54 . 476 Q CC,/2 cm8 Q 87,2C Stok karbon Stok karbon Q CC,/2 - 5,F6 Q 87,2C

pisang 4

#ari N jari @ .7,7 cm !inggi @ 4/7cm

M Q R . r4 . t Q 8,.F.'.7,7%4 . 4/7 Q 8,.F.4F5,47 . 4/7 Q 444,7F cm8

Stok karbon Q 444,7F 5,F6 Q .54,8C

'kuadran F%

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 51

pohon -

#ari N jari @ .8 cm !inggi @ F5 cm

Molume @ M Q R . r4 . t Q 8,.F . '.8%4 . F5 Q 8,.F . .6/ . F5 Q 4.,44 cm8

Stok karbon Q 4.,44 - 5,F6 Q /,C6 Q/

'kuadran 8%

Di desa ini termasuk dalam agroforestri kompleks. Adapun jenis pohon yang ada disana adalah pohon durian, pisang, lamtoro, sengon. #arak tanamnya pun tidak beraturan.1ntuk kerapatan pohon pada plot ini yaitu sebesar .,F/ . dan pada plot ini ditemukan 4 jenis pohon mati aitu pohon pisang dan pohon S. 1ntuk *ekromassa pohon pisang mati'tumbang% didapatkan total cadangan karbon yang disimpan pada pohon mati sebesar .82,4F dan untuk total cadangan karbon atau stok karbon untuk pohon S sebesar /,C6. Sehingga !otal *ekromassa pohon mati yang ada di plot Desa Pait sebesar .F2. b%. pohon mati di Desa Sumberagung !abel 45. St k kar! n ? Bi #assa $er satuan luas @ >8'3 Pohon mati Diameter #ari"jari dan tinggi 'cm% 3iomassa Stok karbon

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 52

(opi tunggak 'kuadran 4%

#ari N jari @ C,87 cm !inggi @ ./ cm

M Q R . r4 . t Q 8,.F . 'C,87%4 . ./ Q 8,.F . 7F,/4 . ./ Q 8,44 cm8

Stok karbon Q 8,44 - 5,F6 Q .,F2

Pisang . dan 4

Pisang 1 Diameter @ Pangkal @ 85 cm !engah @ 48 cm 1jung @ 45 cm Diameter rata" rata @ 4F,8 cm

#ari N jari @ .4,.7 cm

M Q R . r4 . t

Stok karbon Q 82,55/ 5,F6 Q .C,F2

Q 8,.F . !inggi @ 24 cm '.4,.7%4 . 24 Q 8,.F . .FC,64 . 24 Q 82,55/ cm8

Pisang 2 Diameter @ Pangkal @ FF cm !engah @ F. cm 1jung @ 86 cm Diameter rata" rata @ F5,8 cm Pohon (opi 'kuadran 8% Diameter @ Pangkal @ .6 cm !engah @ .8 #ari N jari @ 6,7 cm !inggi @ .6/
Page 53

#ari N jari @ 45,.7 cm !inggi @ .45 cm

M Q R . r4 . t Q 8,.F . '45,.7%4 . .45 Q 8,.F . F56,4 . .45 Q .74,/2 cm8 O Q R. 4 D .h.p& F5 Q 8,.F.

Stok karbon Q .74,/2 5,F6 Q C5,8C

Stok karbon Q 88,F. - 5,F6 Q .7,8C

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

cm 1jung @ .5 cm Diameter rata" rata @ .8 cm

cm

.84..6/..,F/& F5 Q 88,F.

Q/

Di desa ini juga masuk dalam agroforestri kompleks, tanaman kopi adalah tanaman utama yang diusahakan, karena di lahannya merupakan lahan kopi dengan banyak naungannya seperti pohon durian, kakao, alpukat. #arak tanamnya pun sedikit beraturan.1ntuk kerapatan pohon pada plot ini yaitu sebesar .,F/. dan pada plot ini ditemukan F pohon mati aitu pohon pisang dan pohon kopi. 1ntuk *ekromassa pohon pisang mati'tumbang% didapatkan total cadangan karbon yang disimpan pada pohon mati sebesar 2C,27 dan untuk total cadangan karbon atau stok karbon untuk pohon kopi sebesar .6,27. Sehingga !otal *ekromassa pohon mati yang ada di plot Desa Sumber Agung sebesar .5F,C.

'.'.' *engukur Bi #assa Seresa&


a) Di Desa Sumber Agung Tabel 21. Data Seresah Daun

No.

Berat Basah (g)

Berat Basah sub sampel (g)

Berat Kering sub sampel (g) 88.1 80.7 87.4 89.5 87.5 433.2

Kadar Air otal Berat Kering %g!4""m &g!h g!"#2$m2 2 a 13.51 23.92 14.42 11.73 14.29 77.86 315.40 135.50 152.25 175.78 157.68 936.60 504.64 216.79 243.60 281.24 252.28 1498.56 12.'2 $.42 '."( )."3 '.31 37.46

Kuadran 1 Kuadran 2 Kuadran 3 Kuaadra n4 Tengah Total

358 167.9 174.2 196.4 180.2 1076.7

100 100 100 100 100 500

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 54

Ratarata

215.34

100.00

86.64

15.57

187.32

299.71

7.49

Tabel 22. !o"assa Rant!ng Berat Berat Basah No. Basah sub sampel (g) (g) Kuadra n1 198 100 Kuadra n2 98.4 98.4 Kuadra n3 130.5 100 Kuadra n4 99.1 99.1 Tengah 21.7 21.7 Total 547.7 419.2 Ratarata 109.54 83.84

Berat Kering sub sampel (g) 87.1 86.4 86.3 87.2 18.8 365.8 73.16

Kadar Air 14.81 13.89 15.87 13.65 15.43 73.65 14.73

otal Berat Kering g!"#$m %g!4""m &g!h 2 2 a 172.46 86.40 112.62 87.20 18.80 477.48 95.50 275.93 138.24 180.19 139.52 30.08 763.97 152.79 '.(" 3.4' 4.$" 3.4( ".)$ 19.10 3.82

otal Berat Kering g#0$25"2 %g#400"2 &g#ha 'adangan (arbon )gr#"2* 'adangan (arbon )&g#ha*

Seresah daun utuh,han-ur 187.32 299.71 7.49 299711.07 14985.55

*anting 477.48 763.97 19.10 763967.2 7639.67

otal 664.80 1063.68 26.59 1063678.2 7 10636.78

*ata+rata 332.40 531.84 13.30 531839.1 4 5318.39

Ne%romas Seresah daun Rant!ng

.adangan %arbon(&g!ha) 14985.55 7639.67

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 55

:rafik .. adangan (arbon pada desa Sumber agung

(adar Air '9% Q

!7 Di Desa Pait !abel 48.hasil pengamatan understory


No. %uadran 1 %uadran 2 %uadran 3 Berat Basah (g) 203.5 111.3 81.2 Berat basah sub sampel(g) 100 100 81.2 Page 56 Berat %ering sub sampel 33.3 32.9 28.7 otal Berat Kering g!"#2$m %g!2""m &g!h 2 2 a 67.77 36.62 28.70 108.42 58.59 45.92 2.)1 1.4' 1.1$

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

%uadran 4 tengah Total Ratarata

40.4 0 436.4 87.28

40.4 0 321.6 64.32

13.6 0 108.5 21.70

13.60 0.00 146.68 29.34

21.76 0.00 234.69 46.94

".$4 "."" 5.87 1.17

!otal 3( 'g%

Data 4F. hasil pengamatan seresah daun


No. %uadra n1 %uadra n2 %uadra n3 %uadra n4 tengah Total Ratarata Berat Basah (g) 174.9 86.5 47 38.1 99.6 446.1 89.22 Berat basah sub sampel (g) 100 86.5 47 38.1 99.6 371.2 74.24 Berat %ering sub sampel (g) 81.8 65.6 35.7 29.7 80.6 293.4 58.68 Kada r Air 22.25 31.86 31.65 28.28 23.57 137.6 2 27.52 otal Berat Kering g!"#$m %g!4""m &g!h 2 2 a 143.07 65.60 35.70 29.70 80.60 354.67 70.93 228.91 104.96 57.12 47.52 128.96 567.47 113.49 $.)2 2.'2 1.43 1.1( 3.22 14.19 2.84

!abel 47. hasil pengamatan ranting


No. %uadra n1 %uadra n2 %uadra n3 %uadra n4 tengah Berat Basah (g) 80 33.6 17.3 60.9 38.1 Berat basah sub sampel (g) 80 33.6 17.3 60.9 38.1 Berat Kering sub sampel(g) 64.4 28.3 10.8 45.7 28.6 Page 57 Kada r Air 24.22 15.77 37.57 24.96 24.93 otal Berat Kering g!"#$m %g!4""m &g!h 2 2 a 64.40 28.30 10.80 45.70 28.60 103.04 45.28 17.28 73.12 45.76 2.$/ 1.13 ".43 1./3 1.14

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Total Ratarata

229.9 45.98

229.9 45.98

177.8 45.98

127.4 6 35.56

177.80 25.49

284.48 35.56

7.11 56.90

otal Berat Ne%romas Kering Seresah g#0$25"2 daun Rant!ng %g#400"2 +nderstore, &g#ha 'adangan (arbon )gr#"2* 'adangan (arbon )&g#ha*

Seresah .adangan daun utuh,han-ur %arbon(&g!ha) 5674.69 354.67 2844.80 567.47 2346.93 14.19 567469.12 5674.69

*antin g 177.80 284.48 7.11 28448 0 2844.8 0

0nderstor e1 146.68 234.69 5.87 234693.12 2346.93

otal 679.15 1086.64 27.17 1086642.2 4 10866.42

*ata+rata 22'.3/ 3'2.21 (."' 3'2214." / 3'22.14

:rafik 4. adangan (arbon pada desa Pait

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 58

'.'.( *enilai Kete!alan Seresa& '.'.(.1 Data Kete!alan Seresa& !abel 4C.(etebalan Seresah Desa Pait !itik Pengamatan . 4 8 F 7 6 C 2 )ata")ata (uadaran I 'cm%
.

(uadaran II 'cm%
5.7 . 5.2 . 5.F ..4 ..4 ..4

(uadaran III 'cm%


..C 4.8 ..C ..8 5.7 ..4 ..7 ..7

..4 5.C . 4 ..4 5.8 5.7 >.==

>.=1

1.'3

(uadaran IM 'cm% 5.7 ..7 . . 5.F 5.C . ..4 >.=1

!engah 'cm% 5.C ..4 ... ..C 4 4.8 4 ..2 1.3

!abel 42. Data (etebalan Seresah Desa Sumber Agung !itik Pengamatan . 4 8 F 7 6 C 2 )ata")ata (uadaran I 'cm%
8

(uadaran II 'cm%
. 4 4 ..7 4 4.4 ..7 ../

(uadaran III 'cm%


4.7 ..7 ..2 8 . . . .

8.. ../ 4.8 ..7 4.7 8.7 ..7 2.'1

1.43

1.3

(uadaran IM 'cm% ..7 ..C 4.4 5.2 . 4 4.7 . 1.(=

!engah 'cm% 4 4 ..7 4.7 4 ..7 4 ..2 1.=1

'.'.(.2 Pe#!a&asan "ari Data 17 Pe#!a&asan Data Tu#!u&an Ba2a& !umbuhan bawah pada kegiatan praktikum lapang hanya ditemukan di desa Pait yaitu dengan berat total kering .F6,6 g .Sedangkan pada desa Sumberagung tidak ditemukan karena memang pada lahan yang di Sumberagung merupakan lahan yang menejemen pengelolaanya baik yaitu adanya kegiatan penyiangan dari rumput"rumput liar yang berada dibawah pohon kopi serta tata letak jaraknya tanaman yang tertata yaitu agroforestri komplek antara 'kopi,duren randu , lamtoro dll% serta juga bisa dikarenakan waktu kami praktikum bertepatan dengan musim kemarau panjang
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 59

sehingga tidak menemukan tanaman bawah sedangkan pada lahan yang ada di desa Pait menejemen pengelolaannya tidak terawat baik.,al ini dapat terlihat pengaturan tata letak tanaman yang terlihat tidak beraturan antara tanaman ketela pohon dan pohon seperti durian,pisang mahoni dan alpukat.Ditambah juga tidak adanya kegiatan penyiangan yang dilakukan oleh pemilik lahan Sehingga banyak bagian lahan yang tertutup oleh rumpu"rumput liar di lahan tersebut yang dapat terlihat secara jelas. 27 Data Seresa& Dari hasil data seresah diketahui bahwa pada desa Sumberagung jumlah seresah yang ditemukan lebih banyak dibandingkan pada desa Pait.Dimana pada desa Sumberagung total berat basah yang ditemukan pada plot 45 m - 45 m yaitu untuk seresah daun seberat .5C6,C6 g sedangkan seresah ranting seberat 7FC,C g.Sedangkan pada desa Pait untuk berat basah total seresah daun FF6,. g dan untuk seresah ranting sebesar 44/,/ g.Sehingga dapat kita simpulkan bahwa pada desa Sumberagung jumlah masukan seresah baik dari seresah daun maupun ranting lebih banyak dibandingkan pada desa Pait. 1ntuk 9 (adar air dari seresah yang berupa ranting dan daun pada desa Pait lebih tinggi dibandingkan pada desa Sumberagung .Pda desa Pait 9 kadar air berkisar antara 44,4 9 "88,8 9 sedangkan pada desa Sumberagung 9 kadar air berkisar antara ..,C 9"48,C9.

+7 *enilai Kete!alan Seresa& Dari data mengenai ketebalan seresah pada kegiatan praktikum yang dilaksanakan di dua tempat yaitu pada desa Pait dan desa Sumberagung dapat disimpulkan terdapat perbedaan ketebalan seresah antara di dua tempat tersebut dimana pada desa Sumberagung ketebalan seresah rata"rata berkisar 5,/ N .,6 cm lebih tinggi dibandingkan di desa Pait yang hanya memiliki ketebalan rata"rata berkisar .,7/ " 4,F cm hal ini dikarenakan pada desa Sumberagung komposisi $egetasinya sangat beragam dan jumlahnya banyak yang bisa dikategorikan sebagai sistem agroforestri komplek sehingga bahan masukan seresahnya cukup tinggi dibandingakn desa Pait yang keragaman $egetasinya lebih rendah yang bisa dikategorikan kedalam sistem Agroforestri sedehana. (etebalan lapisan seresah tersebut ditentukan oleh jumlah dan komposisi masukan seresah yang gugur.Pada kegiatan praktikum lapang (ami hanya menemukan 'cabang dan ranting%.Perbedaan komposisi masukan seresah tersebut
Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014 Page 60

akan menentukan Gmasa tinggalG seresah di permukaan tanah. Masa tinggal seresah dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kecepatan pelapukan 'dekomposisi% seresah seperti yang dijelaskan pada tinjauan pustaka, dan perpindahan seresah ke lain tempat karena terangkut oleh aliran permukaan.0apisan seresah yang tebal pada suatu lahan, merupakan jaminan bagi perbaikan kondisi fisik tanah. 0apisan seresah yang tebal dapat memberikan @ 'a% !utupan bagi tanah sehingga dapat melindungi agregat tanah dari pukulan air hujan.Dimana struktur tanah tetap utuh yang memungkinkan air hujan masuk ke dalam tanah sehingga bermanfaat untuk mengurangi limpasan permukaan. 'b% Mempertahankan keragaman fauna tanah melalui penyediaan makanan, salah satunya adalah cacing tanah, dan 'c% Mempertahankan kandungan bahan organik tanah '3=!%. Akar tanaman dan fauna tanah merupakan faktor penting dalam proses ini, karena selama akti$itasnya ke dua organisme tersebut akan meninggalkan banyak liang dalam tanah yang dapat menambah jumlah pori makro tanah dan masuknya air ke dalam tanah 'inflltrasi%. 'd% 0apisan seresah yang tebal, mampu menjaga iklim mikro tanah 'kelembaban dan suhu tanah% yang menguntungkan bagi perkembangan makro fauna tanah terutama cacing tanah dan perkembangan akar tanaman. Dengan semakin aktifnya ke dua organisma tanah tersebut juga akan bermanfaat untuk meningkatkan jumlah pori makro tanah. '7 Per!an"ingan -6St /k "i antara Desa Pait "an Desa Su#!eragung adangan karbon seresah daun pada Desa Pait dan Sumberagung lebih tinggi di Desa Sumberagung dengan selisih sebesar /8.5.26 Mg&ha. Sedangkan cadangan karbon ranting lebih tinggi di Desa Sumberagung dengan selisih sebesar FC/F.2C Mg&ha. Mengenai cadangan karbon understorey hanya ada di Desa Pait sebesar 48F6./8 Mg&ha. ,al tersebut dikarenakan, tingginya tutupan kanopi di Desa Sumberagung yang menjadikan banyaknya seresah dan juga berpengaruh pada banyaknya cadangan karbon. Selain itu, hal lain yang mempengaruhi adalah titik penempatan frame alumunium pada kedua plot tersebut. Peletakan frame alumunium dilakukan secara acak. Dapat dikatahui bahwa faktor"faktor yang mempengaruhi cadangan karbon di lahan agroforestri adalah kerapatan populasi pohon, umur pohon, jenis pohon dan kecepatan pertumbuhan. Apabila dihubungkan dengan faktor yang memperngaruhi hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kerapatan populasi pohon di Desa Sumberagung yaitu

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 61

sebanyak 8/ popuasi poho dan lebih tinggi daripada Desa Pait yang hanya berjumlah 46 pohon.

Laporan Agroforestri A2 tahun 2013-2014

Page 62

'.'.3 *engukur Berat Isi Tana& '.'.3.1 Per&itungan !abel 85.perhitungan berat isi tanah
Plot I. Q 3erat tanah di boPait Sumber agung 'g&F555 cm8% 7C55 F855 I4 Q 3erat tanah basah 'gram% 75 75 3erat cawan 'gram% F,72 F,.4 3erat kering tanahTcawan 'gram% F6,F8 F2,/5 I8 Q 3erat (ering tanah 'gram% F.,27 FF,C2 3I !anah Q I&M 'g cm"8% .,./ 5,/6

Molume !anah dalam bo- besi 'M% Q 45 cm -45 cm -.5 cm Q F555 cm8 3erat kering tanah dalam bo- besi 'I% Q 'I.&I4% - I8 , g&F555 cm8 a. Plot Pait @ I Q 'I.&I4% - I8 Q '7C55 &75% - F.,27 Q FCC5,/ g&F555 cm8 b. Plot Sumber Agung I Q 'I.&I4% - I8 Q 'F855&75% - FF,C2 Q 827.,52 g&F555 cm8 3erat Isi !anah '3I% Q I&M, g cm"8 a. Plot Pait @ 3I Q I&M 3I Q FCC5,/&F555 3I Q .,./ g cm"8 b. Plot Sumber Agung 3I Q I&M 3I Q 827.,52&F555 3I Q 5,/6 g cm"8 '.'.3.2 Per&itungan -a"angan Kar! n "i "ala# tana&

68

a% Plot Pait 3I tanah .,./ g cm"8 Q ../4,C8 kg m"8 . ,0= Q .5555U5,.U../4,C8 Q ../4C47,55 kg Q ../4C,47 mg dalam tanah Q ../4C,47 U 4&.55 Q 482,77 Mg&ha b% Plot Sumberagung 3I tanah 5,/6 g cm"8 Q /64,CC kg m"8 . ,0= Q .5555U5,.U/64,CC Q /64CC5,55 kg Q /64C,C5 mg dalam tanah Q /64C,C5 U 4&.55 Q ./4,77 Mg&ha '.'.3.+ Pe#!a&asan 0ahan pengamatan di Desa Pait dan Desa Sumberagung termasuk kedalam agroforestry kompleks. ,al tersebut dapat dilihat dari jenis $egetasi penyusun kedua lahan tersebut, masing"masing lahan tersusun lebih dari lima jenis pohon penyusun. 3erdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui nilai berat isi pada lahan di Desa Pait sebesar .,./ g cm"8 dan Desa Sumberagung sebesar 5,/6 g cm"8. Pengaruh berat isi di bidang pertanian sangat penting yaitu sebagai pendukung proses infiltrasi, konsistensi, pergerakan akar dan pengolahan lahan dan perhitungan berat isi bermanfaat untuk mengetahui tentang kandungan kebutuhan air di dalam tanah ')ahardjo, 455.%. Apabila kandungan bobot isi dalam suatu tanah tinggi, maka total ruang pori tanah tersebut rendah. Akibatnya tanaman sulit menembus lapisan dalam tanah, hal ini karena tanaman memerlukan ruang pori yang relatif tinggi untuk bisa menembus lapisan dalam suatu tanah. 0ahan di Desa Sumberagung lebih banyak ditanami oleh tanaman buah" buahan yang memiliki perakaran yang lebih besar dan dalam daripada tanaman singkong serta pohon"pohon kecil yang ada di Desa Pait. =leh karena itu, pori tanah di lahan Desa Sumberagung lebih banyak daripada Desa Pait. Pori yang ada akan sangat mempengaruhi tingkat infiltrasi dalam tanah, semakin banyak pori maka akan semakin tinggi tingkat infiltrasi dan akan meningkatkan kapasitas menahan air dan kemampuan tanah dalam melewatkan air.

6F

Seresah adalah tumpukan dedaunan kering, rerantingan, dan berbagai sisa $egetasi lainnya di atas lantai hutan atau kebun. Seresah yang telah membusuk atau mengalami dekomposisi berubah menjadi humus dan akhirnya menjadi tanah. )ata"rata jumlah seresah di kuadran tengah pada Desa Pait adalah .,6 dan Desa Sumberagung adalah .,/. Salah satu kelebihan agroforestri dalam mempertahankan sifat fisik tanah adalah menghasilkan seresah sehingga dapat menambah bahan organik tanah. Sistem agroforestri dapat mempertahankan kandungan bahan organik tanah di lapisan atas melalui pelapukan seresah yang jatuh ke permukaan tanah sepanjang tahun. Pemangkasan tajuk pepohonan secara berkala yang ditambahkan ke permukaan tanah juga memepertahankan atau menambah kandungan bahan organik tanah. (ondisi tersebut dapat memperbaiki struktur dan porositas tanah dan lebih lanjut dapat meningkatkan laju infiltrasi dan kapasitas menahan air. (andungan karbon dalam tanah pada desa Pait sebesar 482,77 Mg&ha dan di Desa Sumberagung sebesar ./4,77 Mg&ha. Menurut ,airiah '455C%, jumlah karbon tersimpan antar lahan berbeda"beda tergantung pada keragaman dan kerapatan tumbuhan yang ada, jenis tanahnya serta cara pengelolaannya. Penyimpanan karbon suatu lahan menjadi lebih besar bila kondisi kesuburan tanahnya baik atau dengan kata lain jumlah karbon tersimpan di atas tanah '3iomassa tumbuhan% ditentukan oleh besarnya jumlah karbon tersmipan di dalam tanah 'bahan organik tanah%. (andungan kadar karbon organik tanah juga menunjukkan semakin tinggi umur tanaman semakin besar karbon organik tanah. (omponen penyususn di Desa Sumberagung lebih banyak tanaman kopi, sedangkan di Desa Pait lebih banyak tanaman buah"buahan. !anaman kopi memiliki umur yang lebih panjang daripada tanaman buah"buahan. Sehingga kadar karbon dalam tanah di Desa Sumberagung lebih besar daripada Desa Pait. ,al tersebut juga dapat menunjukkan bahwa tanah di Desa Pait kurang mengandung bahan organic, karena sebagian besar kadar karbon organic terdapat di dalam tanaman, itu semua juga dapat dilihat dari perbandingan jumlah seresah yang ada pada kedua lahan tersebut.

67

DA.TA; PUSTAKA Anonymous


a

. 45.4. "engertian dan "en#elasan

Agroforestry. 'http@&&

$ansaka.blogspot.com& ...&pengertian"dan"penjelasan"agroforestry.htm%. Diakses 2 *o$ember 45.8 Anonimous b. 45.4. Agrofestri. 'http@&& coretan"elfaheem.blogspot.com%. Diakses 2 *o$ember 45.8. 3P!. 45.8. 3uku Status )iset Agroforestri. http@&&bptaciamis.dephut.go.id&publikasi&file&3A3945F"69453uku 945Status945)iset945A+.pdf. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. husen. 45... 3erat Isi !anah. http@&&chuseenlibrablogspotcom.blogspot.com&45..&56&berat"isi" tanah.html. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. Darussalam, D. 45... Pendugaan potensi serapan karbon pada tegakan pinus di (P, ianjur perum perhutani II #awa 3arat dan banten. Darusman D. 4554. Manajemen Agroforestry. Makalah disampaikan pada acara Seminar *asional VPeranan Stratgis Agroforestry dalam Pengelolaan Sumber daya Alam secara 0estari dan terpaduV, diselenggarakan oleh MA+I tanggal *opember 4554 di 1:M #ogyakarta. +iHa, P dan Sofiah. 45... Pendugaan 0aju Dekomposisi Dan Produksi 3iomassa Serasah Pada 3eberapa 0okasi Di (ebun )aya Purwodadi. 1P! 3alai (onser$asi !umbuhan (ebun )aya Purwodadi. ,airiah. 455C. Pengukuran (arbon !ersimpan di 3erbagai Macam Penggunaan 0ahan. I )A+. 3ogor ,airiah (, Suprayogo D, Iidianto, 3erlian, Suhara D, Mardiastuning A, Prayogo , Iidodo ).,. dan )ahayu, S, 455F. Alih guna lahan hutan menjadi lahan agroforestri berbasis kopi@ (etebalan seresah, populasi cacing tanah dan makroporositas tanah. A:)IMI!A 46 '.%@ 62"25. ,u-ley P. .///. !ropical agroforestry. 3lackwell Science. Paris, +rance. 8C.p. #ustkie. 45.4. Indikator Agroekosistem Sehat. http@&&justkie.wordpress.com&45.4&5F&46&indikator"agroekosistem" sehat&. Diakses tanggal F *o$ember 45.8.

66

'(.+.S. (ing dan M.!.

handler%. ./22. Daerah Aliran Sungai $utan %ropika.

Diterjemahkan oleh (risnawati Suryanata. Oogyakarta @ 1:M Press. *air P(). .//8. An introduction to agroforestry. (luwer Academic Publihers in cooperation with I )A+. *etherlands. Priyanto. 45... 0apran Penentuan 3erat Molume !anah. http@&&llmu" tanah.blogspot.com&45..&.4&laporan"penentuan"berat"$olume" tanah.html. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. Priyono, Sugeng. 45.5. Primordia. http@&&sugengprijono.files.wordpress.com&45.5&54&primordia"$ol"7"no" 8"455/.pdf. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. Sahat. 45.4. )angkuman 0aporan 3erat Isi dan 3erat #enis. http@&&sahatostcak.blogspot.com&45.4&5F&rangkuman"laporan"berat"isi" dan"berat.html. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. Samsul. 45... 0aporan 3I dan 3#. http@&&blog.ub.ac.id&assesories&files&45..&57&0aporan"3I"dan"3#.pdf. Diakses tanggal F *o$ember 45.8. Soemarwoto =, et al. ./27b. !he !alun"(ebun@ A Man"made +orest +itted to +amily *eeds. &ood and Nutrition 'ull.( )*+*,-./*0.-/,. Suprayogo D, Iidianto, Purnomosidhi P, Iidodo ) ,, )usiana +, Aini E E, (hasanah *, dan (usuma E, 455F. Degradasi sifat fisik tanah sebagai akibat alih guna lahan hutan menjadi sistem kopi monokultur@ kajian perubahan makroporositas tanah. A:)IMI!A 46 '.%@ 65"62. Sutaryo, D. 455/. Penghitungan 3iomassa. Ietlands International Indonesia Programme. 3ogor. Siarudin, M dan )achman, D. 4552. 3iomassa 0antai ,utan dan jatuhan serasah di kawasan mangro$e blanakan subang. #awa barat. Mon Maydell ,#. ./26. Agroforstwirtschaft in den !ropen und Sub"!ropen. Dalam )ehm S. 'Dd.%. ./26. :rundlagen des PflanBenabaus in den !ropen und Sub"!ropen. Dugen 1lmer, Stuttgart, :ermany. .6/"./5. Eulkifli, ,ilda dan Setiawan, D. 45.5. (andungan (arbon !ersimpan Dalam Serasah Sebagai Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Perkotaan. 1ni$ersitas Sriwijaya. Palembang

6C

LA*PI;AN Penga#atan Ter&a"a$ Tana#an Ba2a& serta Seresa&

:ambar .. Penempatan frame

:ambar 4.Proses pengambilan seresah

:ambar 8. Pengambilan seresah

:ambar F. Penghitungan ketebalan seresah

:ambar 7. Mengur ketebalan seresah

:ambar 6. Pengambilan seresah

62

Keterangan @ 1ntuk gambar '.,4 dan 8% di desa Pait 1ntuk gambar 'F,7 dan 6% di desa Sumberagung Penga#atan BI Tana&

Penimbangan sampel tanah

Pengambilan sampel tanah

Pengambilan sampel tanah

Pemasangan bo- besi ke dalam tanah

6/

Dokumentasi keadaan lahan agroforestry Pak )iono

Dokumentasi wawancara petani

C5