Anda di halaman 1dari 6

SKENARIO 1 BLOK 16 TUTORIAL 2

SKENARIO Anak laki-laki 4thn dibawa ibunya ke klinik pertama karena batuk berdahak, pilek, suara serak dan demam sejak 2 hari yg lalu. Pasien sudah minum obat sirup yang berisi acetaminophen, glicerylguaicolat, phenylpropanolamin dan chlorpheniramin maleat tetapi gejala semakin memberat disertai nafas yang cepat. Tampak pasien kurus dan sakit berat

PROBLEM DEFINITION 1. 2. 3. 4. 5. 6. Organ apa saja yg mengalami gangguan pada pasien? Bagaimana mekanisme batuk berdahak? Apa penyebab dari masing-masing gejala dan bagaimana hubungannya? Bagaimana hubungan pasien tampak kurus dgn gejala? Apa manfaat dari masing-masing obat yang telah diberikan tersebut? Mengapa setelah minum obat, gejala memberat disertai nafas yg cepat?

BRAINSTORMING & ANALYZING THE PROBLEM 1. Organ apa saja yg mengalami gangguan pada pasien? Laring : sbg organ kotak suara sbg vonasi. Kalau inflamasi bisa serak Sinus paranasal : dilapisi sel goblet yg memproduksi sel mukus Trakhea : berhubungan dgn fisiologi batuk inspirasi > epiglotis menutup > menekan diafragma > tek.paru naik > mengeluarkan udara dan materi2 yg berada di trakhea dan bronchus > dahak Bronchus Cavum nasi : terhadap rambut sbg barier trhdp benda asing Alveolus : berhub.dgn fungsi pertukaran udara di paru 2. Bagaimana mekanisme batuk berdahak? Diawali dengan mekanisme inspirasi 2,5 L. Kemudian epiglottis akan menutup, dan pita suara mengatup sehingga udara dari paru terperangkap. Otot-otot abdomen berkontraksi kuat, menekan diafragma (kea rah paru) , sementara itu otot ekspiratori juga berkontraksi kuat -> tekanan paru lebih dari 100mmHg. Pita suara dan epiglottis akan terbuka secara tiba-tiba, sehingga udara paru keluar secara eksplosif dengan kecepatan 75-100 miles/hour. Pergerakan udara yang sangat cepat mengeluarkan benda-benda asing yang ada di bronchus.

Ada 3 fase : inspirasi : saat pengambilan udara semakin banyak, ekspirasi semakin baik kompresi : Pada fase ini otot perut berkontraksi sehingga diafragma akan naik dan menekan paru-paru, intercosta internus juga ikut berkontraksi sehingga menyebabkan peningkatan tekanan pada paru-paru sampe 100mm/hg. ekspirasi : glotis akan terbuka lagi -> udara keluar > batuk relaksasi : tergantung rangsangan dan paparan yg menyebabkan seseorang batuk Adanya dahak : akibat paparan berlebih - > sehingga produksi mukus semakin banyak -> untuk membersihkan paparan -> batuk berdahak Dahak jernih : krn virus Dahak kuning hijau : bakteri Dahak berdarah : tbc Saluran nafas terdapat mukosa yg memproduksi mukus > untuk mempertahankan kelembaban, menangkap partikel2 dari udara saat inspirasi Dilapisi epitel bersilia semakin ke bawah semakin tipis > gerakannya memukul tergantung organnya > untuk reflek batuk berdahak Pusat batuk di medula oblongata 3. Apa penyebab dari masing-masing gejala dan bagaimana hubungannya? Batuk berdahak : karena adanya iritan shg menimbulkan dahak -> terkumpul > batuk Pilek : karena adanya iritan Suara serak : gangguan vonasi di laring karena inflamasi atau mukus yg banyak Demam : tanda adanya peradangan berupa infeksi bakteri 4. Bagaimana hubungan pasien tampak kurus dgn gejala? Nafsu makan berkurang karena hidung tersumbat atau krn faringitis (awalnya laringitis, karena letaknya berdekatan) > kesulitan menelan N.Olfatorius : sbg pembau > mengirim ke otak tentang bau yg diterima > membatu memberikan gambaran mengenai makanan > jika n.olfaktorius terganggu maka terganggu pula proses penerimaan bau. 5. Apa manfaat dari masing-masing obat yang telah diberikan tersebut? Acetaminophen : sbg analgesik dan antipiretik - menghambat sintesis prostaglandin - tdk punya daya kerja sebagai antiinflamasi - cepat diabsorbsi di sal.pencernaan Glicerylguaicolat : untuk mengeluarkan dahak

Mekanismenya : mengurangi kekentalan dan meningkatakn volume Merangsang reseptor di mukosa lambung > menambah sekresi mukosa di saluran nafas Phenilpropanolamin : dekongestan / mengurangi sumbatan di hidung Cara kerjanya vasokontriksi > kurang direkomnedasikan Chlorpheniramin maleat : anti histamin untuk alergi dan efek sedatif Tidak baik untuk penderita asma krn membuat saluran nafas kering > dahak semakin kental > dahak semakin sulit keluar > batuk dan sesak memberat

6. Mengapa setelah minum obat, gejala memberat disertai nafas yg cepat? Obat yg diberikan tidak mengobati kausa yg sebenarnya dari pasien tersebut.

TRIGGER TAMBAHAN Pasien sesak nafas : Pada 1-5thn : bila >44x/menit dikatakan sesak Nafas cuping hidung (+) : menandakan kesulitan bernafas Vital Sign: o Suhu : 39,1 -> tanda adanya inflamasi, curiga infeksi bakteri o Respirasi : 44x/menit o Nadi : 120x/menit -> kompensasi dari nafas yg cepat o Tek.darah : 100/60 mmHg Faring hiperemis Tonsil T2/T2 hiperemis -> pembesaran tidak sampai garis tengah Telinga : DBN -> untuk menyingkirkan otitis media Pemeriksaan fisik: o Thorak simetris o Retraksi intercostal (+) -> adanya cekungan saat bernafas o Vocal fremitus -> getaran samar pada dinding dada saat bersuara, meningkat pada pneumoni karena adanya konsolidasi, menurun pada pneumothorax, asthma o Perkusi sonor o Suara vesikuler meningkat o Krepitasi (+) -> menandakan adanya infiltrat yg membuat alveolus lengket o Ronkie basah halus (+) -> terdengar pada parenkim paru yg berisi infiltrat, letupan gelembung krn ada udara yg melewati cairan, ronki kering -> seperti suara ngorok krn getaran lendir oleh aliran udara o Whezzing (-) o Jantung DBN BB :13kg -> menurut WHO, batas bawah : 12,7kg, batas atas : 21,2kg Limfadenopati (+) tdk nyeri tekan -> terjadi perbesaran kelenjar getah bening, merupakan tanda peradangan

Imunisasi dasar lengkap ASI tidak eksklusif -> merupakan faktor resiko terjadinya infeksi Suka jajan dan sulit makan Pemeriksaan Darah : o HB : 11 gr/dl -> normalnya 11-16 gr/dl o Leukosit : 12.000 -> jika infeksi bakteri : 15.000-40.000, o Jika infeksi virus : biasanya normal atau menurun o Trombosit : 315.000 -> N 150.000-450000 o Hematrokit : 39 % -> N 31 45% o HJL (+) Px.radiologi : o Tampak hiperinflasi thorax : terjebaknya udara saat sal.nafas menyempit, o Infiltrat alveolar difus : karena adanya konsolidasi pada paru, o Corakan bronkovaskuler (gambaran pemb.darah disekitar bronkus) meningkat dgn penebalan dinding peribronkus : normalnya corakan tidak melebihi setengah dari garis vertikal paru, meningkat-> pada peradangan paru khususnya pada bronkus o Kedua sudut costovrenikus : sudut antara dinding dada dan diafragma normalnya lancip

Diagnosis Banding : pneumonia bronkitis tonsilitis faringitis influenza rhinitis TBC

PNEUMONIA : alveolaris, alveoli

peradangan pada parenkim paru distal , bronchialis terminalis, ductus

Klasifikasi: Berdasarkan usia Berdasarkan tempatnya : komunitas , dapatan dari RS Patofisiologi : Stadium kongesti : stadium awal 4-12 jam pertama, tampak hiperemis, pembengkakan > menurunkan saturasi oksigen Stadium hepatisasi merah : alveolus berwarna merah, udara di alveolus minimal

terjadi

Stadium hepatisasi kelabu : eritrosit diresorbsi , hanya tinggal fibrin dan leukosit Stadium resolusi : eksudat2 telah keluar krn batuk Etiologi : lahir 20 hr : e.coli (paling banyak), streptococcus grub b 3minggu3 bulan : clamydia (paling banyak), e.coli,klebsiella, streptococcus pneumonia, staphylococcus, streptococcus grup b (paling banyak) 3bln - <5tahun : strep.pneumonia (paling banyak), staphylococcus, H.influenza -> diobati dgn ampisilin IV, kloramfenikol > 5thn : clamydia (paling banyak), mycoplasma strep.pneumonia -> diobati ampicylin, eritromycin per oral Faktor resiko : anak laki lebih rentan, pada masa bayi BBLR, tidak imunisasi lengkap, ASI tdk adekuat, gizi kurang, terpapar lingkungan luar oleh bakteri -> mekanisme pertahanan parunya menurun terutama pada usia <5thn Gambaran klinis : demam, sakit kepala, keluhan gastrointestinal, gangguan respiratori (batuk, nafas cuping hidung,) Pneumoni ringan :batuk, sulit bernafas, nafas cepat Pneumoni berat : batuk, sulit nafas, nafas cuping hidung, retraksi dada, Radiologi : pneumonia lobaris : konsolidasi seluruh lobus, bronkopneumonia : bercak konsolidasi merata Penatalaksanaan : amoksisilin, kotrimoksasol, jika resistten diberi eritromycin, jika dirawat inap diberi penicilin dan kloramfenicol, bisa juga dengan seftriasol, terapi oksigen

BRONKITIS : batuk berdahak walaupun awalnya tidak berdahak, sesak nafas progresif, whezzing, ada pmbengkakan tungkai kaki, wajah dan telapak tangan kemerahan , terdapat tuber shadow : garis garis corakan paru komplikasi : otitis media akut, pneumonia sering terjadi pada bayi usia 2-24 bulan

TONSILITIS : lebih banyak pada anak gemuk, saat tidur ngorok, anak mudah mengantuk FARINGITIS : kesulitan menelan disertai dgn adanya refleks muntah RHINITIS : ada edem concha, mukosa lebih pucat, ada discharge, biasanya bisa sembuh secaara spontan, kalo pada anak terkenanya lama bisa otitis media akut TB : demam > 2 minggu tanpa sebab jelas, batuk kronis > 3 minggu, ada pembengkakan kelenjar limfe uji tuberkulin (+) jika > 10 ada riwayat keringat malam sendi2 bengkak gangguan pencernaan

DIAGNOSIS pada kasus ini adalah : PNEUMONIA