Anda di halaman 1dari 19

PENELUSURAN

KONSEP PENELUSURAN Penelusuran aliran (stream routing) adalah cara (prosedur, analisis) matematik yang digunakan untuk melacak aliran melewati sistem hidrologi (Chow, 1988 dalam Sri Harto, 2 )! "e#inisi lain yang agak le$ih luas menye$utkan $ahwa

penelusuran aliran adalah cara (prosedur) yang digunakan untuk memperkirakan peru$ahan $esaran, kecepatan, $entuk gelom$ang aliran (flood wave) se$agai #ungsi waktu (hydrograph) di satu atau $e$erapa titik di sungai (%read, 199& dalam Sri Harto, 2 )! 'ika alirannya adalah $an(ir, maka penelusuran terse$ut

secara spesi#ik dikenal se$agai penelusuran $an(ir! "alam praktek dikenal terdapat dua (enis penelusuran aliran, yaitu penelusuran hidrologis (hydrologic routing / lumped routing) dan penelusuran hidraulik (hydraulic routing / distributed routing )! Per$edaan antara lumped dan distributed routing adalah pada lumped routing , aliran dinyatakan se$agai #ungsi waktu pada suatu titik disepan(ang aliran, sedangkan pada distributed routing aliran dinyatakan se$agai #ungsi ruang dan waktu serentak untuk $anyak titik sepan(ang aliran ) sistem (Chow, 1988! %read 199& dalam Sri Harto, 2 )

Sedemikan (auh telah dikem$angkan $anyak model penelusuran ini, sehingga pemilihannya diantaranya * 1! Struktur model, kemampuan, kekuatan dan kelemahan $atas+$atas toleransi hasil, ketelitian serta kesesuaiannya dengan tu(uan pemakaian model harus diperhatikan $etul dengan $er$agai pertim$angan,

2! ,etersediaan data yang diperlukan &! ,emampuan dan penguasaan terhadap pemakaian model

PENELUSURAN SUNGAI / RESERVOIR Penelusuran saluran / sungai Cara penelusuran saluran yang paling $anyak digunakan adalah cara -uskingum yang dikem$angkan oleh -c Carthy, 19&8 dalam studi di ".S -uskingum (/awler 1901, %read 199& daam Sr Harto, 2 )! Cara ini kurang teliti apa$ila

digunakan untuk hidrogra# dengan waktu+ capai+ puncak pendek (rapidly rising hydrograph) dan landai dasar sedang sampai kecil, atau untuk reser2oir yang meman(ang! Cara ini mendasarkan pada persamaan tampungan se$agai #ungsi masukan dan keluaran! 3 4 5 6 dS ) dt (1)

"alam penelusuran ini ter(adi dua proses $ersamaan, yaitu proses translasi dan proses tampungan! .pa$ila dalam penelusuran ini hanya terdapat proses translasi sa(a, maka hidrogra# masukan akan diteruskan ke hilir tapa mengalami peru$ahan (gam$ar 1)! .pa$ila ter(adi penelusuran hanya dengan proses tampungan (reser2oir routing), maka hidrogra# akan mengalami pemipihan (#lattening), dengan puncak hidrogra# keluaran tepat $erada di sisi resesi hidrogra# masukan (gam$ar 2)! .pa$ila se$uah hidrogra# masuk kedalam satu penggal sungai, dapat ter(adi translasi dan pemipihan $ersama+sama (gam$ar &)! ,e(adian yang diperlukan terakhir ini sangat diperlukan dalam analisis!

7am$ar 1

7am$ar 2

7am$ar & 7am$ar Penelusuran hidrogra# 1! 8ranslasi murni 2! 8ampungan ) pemipihan murni &! 8ranslasi dan tampungan ) pemipihan

9ila diperhatikan si#at penelusuran ini, waktu gerakan hidrogra# ( hydrograph time movement) terdiri dari dua unsur, yaitu waktu translasi ( translation time) dan waktu pemipihan (time of flattening)! /insley (1919) mengatakan $ahwa gelom$ang $an(ir alami dapat di$angkitkan antara translasi murni (pure translatory) dimana tampungan (storage) )
gD mendekati

gD =1 ke

tipe

! Per$edaan dasar lain antara $an(ir

alami dan teoritik dapat disimpulkan se$agai $erikut * 1! 9an(ir alami tidak pernah di$angkitkan secara ti$a+ti$a, untuk ke$utuhan air tidak dapat dipenuhi secara ti$a+ti$a! 2! 9an(ir alami tidak pernah di$angkitkan pada suatu titik tapi merupakan akumulasi dari limpasan air hu(an yang masuk ke dalam saluran air dari (arak tertentu, $ahkan semua pan(ang dari system itu! 3ni memperlihatkan pengaruh yang sangat kompleks untuk inflow men(adi aliran dalam per(alanannya menu(u penggal sungai! &! 9an(ir alami tidak monoklinal tetapi naik menu(u puncak, tertahan dalam waktu yang lama selama waktu menu(u puncak lalu kemudian akan menurun! /a(u resesi $iasanya lam$at, dan dalam $anyak kasus gelom$ang $an(ir ini dapat didekati dengan $entuk monoklinal! 1! 7elom$ang $an(ir memiliki $entuk yang sangat kompleks, yang di$angkitkan oleh hu(an, dimana yang sangat $er2ariasi dalam intensitas dengan waktu dan area!

9entuk dari gelom$ang $an(ir dipengaruhi oleh $e$erapa #aktor yaitu seperti dise$utkan di $awah ini * 1! Rate Of Rise! /a(u yang cepat dari kenaikan aki$at kecepatan yang tinggi pada tinggi pertama pada $an(ir! 2! Height Of Rise! 8ampungan lem$ah per satuan tinggi menngkat dengan tinggi, dan puncak yang tinggi akan terkurangi le$ih $anyak dari puncak yang rendah! &! Slope Of Channel! Slope yang le$ih curam akan menghasilkan kecepatan yang le$ih tinggi di$andingkan slope yang le$ih landai, sehingga tampungan lem$ah akan le$ih kecil dan ter(adi reduksi puncak! 1! Stages Downstream! 'ika tinggi hilir sangat curam, maka $agian dari $an(ir yang semakin naik diperlukan untuk mempertahankan aliran mantap! :! Channel Sections Downstream! Seiring dengan naiknya $agian saluran, tampungan lem$ah (uga meningkat! 0! Length Of Reach! Semakin lama $agian sungai, semakin $esar pula tampungan lem$ah! ;! Length Of Crest! Semakin pipih crest makan akan semakin sedikit direduksi oleh tampungan lem$ah! .pa$ila ke dalam se$uah penggal sungai masuk se$uah hidrogra# (flood wave), maka ter$entuk dua macam tampungan, yaitu tampungan prisma (prism storage) dan tampungan $a(i (wedge storage)! 8ampungan prisma $erada antara dasar sungai dan $idang yang se(a(ar dengan dasar sungai! 8ampungan $a(i $erada diatas tampungan prisma sampai dengan $idang muka air saluran!

"alam cara -uskingum tampungan dinyatakan se$agai #ungsi linear dari masukan dan tampungan, yang terdiri dari tampungan $a(i S $ 6 ,<(3+5), dan tampungan prisma Sp 6 ,5 S6S$ = Sp 6,<(3+5) = ,5 6,><3 = (1+<)5? "engan * S 6tampungan , 6koe#isien tampungan < 6#aktor pem$erat (weighting factor), antara + ,: 3 6masukan (inflow) 5 6keluaran (outflow) "engan demikian maka tampungan untuk waktu tertentu (3) dapat dituliskan * Si 6 ,><3i = (1+<)5i? Persamaan diatas dapat diu$ah $entuk men(adi *
I 1 + I 2 O1 + O2 S 2 S1 = 2 2 t

(2)

(&)

(1)

Penyelesaian persamaan 1 untuk 52 dengan persamaan & men(adi 52 6 C 32 = C131 = C251 "engan * ( :)

C = C1 =

( t ) ) 2 ! 2(1 ! ) + ( t ) )

( t ) ) + 2 ! 2(1 ! ) + (t ) ) 2(1 ! ) (t ) ) C2 = 2(1 ! ) + (t ) )

C = C1 =C2 6 1 Persamaan ( : ) dapat ditulis secara umum se$agai *


O " +1 = C I " +1 + C1 I " + C 2 O " = ,:t ( I " +1 + I " ) (O " +1 + O " )

(0)

! ( I " +1 I " ) + (1 ! )(O " +1 O " )

"engan persamaan terse$ut, apa$ila hidrogra# masukan dan keluaran dalam penggal sungai yang ditin(au diketahui, nilai , dan < dapat diperoleh dengan co$a+co$a (trial and error)! .pa$ila pem$ilang digam$arkan dalam sum$u tegak, dan penye$ut dalam sum$u mendatar, dan ditetapkan nilai @t,maka dengan $er$agai nilai < dapat digam$arkan gra#ik yang pada umumnya $er$entuk loop! Ailai < dico$a+co$a antara + ,: dan nilai < yang paling $etul adalah nilai < yang menghasilkan loop yang paling dekat dengan garis lurus! Ponce (1989) dalam Sri Harto (2 ) le$ih lan(ut men(elaskan $ahwa tetapan , merupakan

#ungsi pan(ang penggal sungai dan kecepatan pen(alaran hidrogra#! .tau dapat diartikan merupakan waktu pen(alaran de$it puncak hidrogra# sepan(ang penggal saluran (Chow, 1988 dalam Sri Harto 2 ), mewakili karakter translasi! 8etapan

< merupakan #ungsi aliran dan si#at saluran yang terkait dengan karakter tampungan saluran (channel storage)yang menghasilkan pemipihan de$it puncak! Ailai < $erkisar antara dan ,:! Ailai < se$esar ,: akan menghasilkan

penelusuran yang $erupa translasi, yaitu tidak ter(adi peru$ahan terhadap hidrogra# masukan! .pa$ila nilai < sama dengan , maka yang ter(adi adalah penelusuran untuk reservoir (reservoir routing)! "engan demikian cara -uskingum menco$a mengakomodasi translasi dan pemipihan dalam

penelusuran! Penetapan kedua tetapan , dan < terse$ut sangat krusial, karena

keduanya cenderung $eru$ah sesuai dengan $esaran de$it! .pa$ila keduanya dapat dikaitkan se$agai #ungsi si#at aliran dan karakter saluran, maka langkah+ langkah co$a ulang terse$ut tidak perlu dilakukan! Hal ini merupakan dasar $agi cara -uskingum+Cunge (Ponce, 1989 dalam Sri Harto 2 )! ,alau untuk

mendapatkan garis lurus terse$ut dilakukan secara analitis, maka sam$il me$erikan $er$agai harga B (se$aiknya dimulai dari ,2) diperiksa pula koe#isien korelasi r antara s dengan B 3 = (1+B)5, samapi didapatkan r yang ter$esar! 9ila r yang ter$esar mempunyaiu harga yang le$ih kecil ,; $erarti tidak ada korelaso antara kedua #aktor terse$ut diatas, sehingga tidak mungkin diketemukan garis lurus (Soemarto, 198;)! Cumus untuk mendapatkan koe#isien korelasi r terse$ut adalah se$agai $erikut *
r= n( #y ) y# ( n( y ) 2 (y ) 2 )( n( # ) 2 (#) 2 )

dimana * B6S y 6 B 3 = (1+B)5 n 6 $anyaknya titik untuk dihitung harga S dan B 3 = (1+B)5

Penelusuran Reservoir

Pada se$uah reservoir (waduk, danau, em$ung) terdapat hu$ungan yang khas antara aliran masuk (hidrogra#+masukan, inflow hydrograph), karakter reservoir, cara pengoperasian dan hidrogra#+keluaran (outflow hydrograph) Hidrogra#+masukan Daitu $erupa gelom$ang $an(ir (flood wave) yang ter(adi dise$elah hulu reservoir$ yang umumnya secara alami merupakan hidrogra# yang ter(adi aki$at hu(an yang ter(adi di ".S se$elah hulu reservoir! "alam pemakaian untuk perancangan $angunan pelimpah (spill way), yang diperoleh dengan $er$agai pertim$angan! hidrogra#+masukan yang digunakan $iasanya merupakan hidrogra#+rancangan (design hydrograph) ,arakter reservoir Secara #isik reservoir memiliki cirri yang khas, yang umumnya dinyatakan dalam keterkaitan antara $entuk geogra#is cekungan+tampungan, (umlah tampungan (volume) dan tinggi muka+air! Hidrogra#+keluaran -erupakan hidrogra# yang keluar dari reservoir melewati $angunan pelimpah! Si#at hidrgra# ini sangat $ergantung pada si#at hidrogra#+masukan, kondisi awal reservoir (tinggi muka air pada saat ter(adi masukan), si#at reservoir, cara pengoperasian reservoir, dan $entuk dan dimensi $angunan pelimpah! "alam prakteknya, terdapat $anyak cara pengoperasian reservoir yang sangat $ergantung pada $er$agai tingkat ke$utuhan air dari curves tertentu, yang digunakan se$agai $angunan pelmpah, terdapat dua macam spillway) dan $angunan!+ reservoir, sesuai dengan waktunya! 9iasanya cara+cara pengoperasian ini sudah ditetapkan dalam rule pegangan oleh operator! Entuk

yaitu $angunan+pelimpah $e$as (uncntrolled pelimpah terkendali (controlled spillway)!

-isalnya di ketahui tinggi am$ang $angunan pelimpah adalah H ! Pada saat ter(adi hidrogra#+masukan, misalnya pada (am pertama 2olume hidrogra#

se$esar < 1 m! 9erarti reservoir mendapatkan tam$ahan 2olume < 1 m. 'umlah ini dise$arkan ke seluruh reservoir yang akan mengaki$atkan
h 1 (tergantung dari hu$ungan tam$ahan tinggi muka air reservoir setinggi

antara 2olume dan tinggi muka air reservoir)! .pa$ila tinggi muka air yang ter(adi masih le$ih rendah dari pada H , maka tidak akan ter(adi aliran keluaran dari reservoir! -isalkan pada (am ke 2 2olume hidrogra#+masukan se$esar < 2 m dan menye$a$kan muka air di atas muka am$ang H , maka akan ter(adi aliran keluar melewati $angunan pelimpah yang $esarnya
h , dan tergantung dari $entuk dan ukuran $angunan tergantung dari nilai

pelimpah! "ari contoh terse$ut dapat diketahui! $ahwa hidrogra#+masukan ke dalam resrvoir akan mengalami pemipihan pada saat keluar dari $angunan pelimpah! -aka apa$ila $esaran maksimal hidrogra#+keluaran dapat ditetapkan, hidrogra#+rancangan (uga dapat diketahui, maka rancangan (enis, $entuk dan ukuran $angunan pelimpah dapat ditetapkan pula! "ari pemahaman terse$ut, dapat dipahami pula apa$ila penelusuran saluran, tampungan diketahui merupakan #ungsi masukan dan keluaran, maka dalam se$uah reservoir, tampungan hanya merupakan #ungsi keluaran sa(a, sehingga untuk se$uah linear reservoir dapat disa(ikan dalam persamaan * S 6 ,5 (1) -emperhatikan pula persamaan keseim$angan air *
S , atau 365=

(2)
S 3+56

dapat disa(ikan dalam $entuk persamaan *

31 + 3 2 51 + 5 2 S 2 S1 = 2 2 @t

(&) memadukan persamaan (2) dan (&) men(adi persamaan (1)*


5 2 = C 3 2 + C1 3 1 + C 2 5 1 dengan * C = C1 t F , 2 + ( t ) ,) =C

2 + ( t ) ,) 2 + ( t) ) C + C1 + C 2 =1 C2 =

-emperhatikan persamaan+persamaan terse$ut nampak $ahwa penelusuran+ reser2oir adalah kasus khusus dari penelusuran+saluran dengan nilai < 6 Penelusuran Kolam Datar Persamaan (&) dapat diatur kem$ali men(adi *

@t[ ( 31 + 3 2 ) ( 51 + 5 2 ) ] = 2(S 2 S1 )
(:) atau *
2S 2 2S + 5 2 = ( 31 + 3 2 ) + 1 5 1 @t @t

(0) untuk menggunakan persamaan (0) dapat dilakukan se$agai $erikut * 1! -enetapkan hu$ungan antara ele2asi dan tampungan 2! -enetapkan hu$ungan antara ele2asi dan outflow (memeperhatikan karakter $angunan pelimpah)

&! 9erdasar 1 dan 2 , maka hu$ungan antara outflow dan tampungan ditam$ah outflow dapat ditetapkan! Sri Harto (2 (level pool routing) Penelusuran Hidrauli Penelusuran hidrologis merupakan penelusuran yang hanya mampu mem$erikan in#ormasi tentang aliran di satu titik dalam satu $agian sungai se$agai #ungsi waktu (lumped routing)! .pa$ila persamaan dasar yang digunakan dalam penelusuran terse$ut * 3 4 5 6 dS ) dt (;) maka dalam penelusuran (distribute routing) persamaan dasar yang digunakan adalah persamaan konser2asi massa Saint Henant, persamaan (8) dan (9) *
( .H ) . + I = B t dan persamaan momentum * H H h +H + g + S# = t B B

) menye$utkan cara ini se$agai penelusuran Gkolam datarG

dengan *

B 6 (arak sepan(ang sungai t 6 waktu . 6 penampang melintang sungai H 6 kecepatan air h 6 tinggi permukaan di atas re#erensi g 6 percepatan gra2itasi
S # 6 landai geseran (friction slope)

I 6 aliran lateral

dengan pengertian $ahwa dan S se$agai *

h y = S , denga y adalah kedalaman alirann B B

landai dasar sungai, maka persamaan (;) dapat ditulis kem$ali

H H y +H +g g(S S # ) = t B B

(1 )

(1) dengan *

(2)

(&)

(1)

(1) akselerasi lokal (local acceleration% (2) akselerasi kon2ekti# (conve&tive acceleration) (&) komponen gelom$ang di#usi (difussion wave) (1) komponen gelom$ang kinematik (&inematic wave) (1) = (2) = (&) komponen gelom$ang dinamik (dynamic wave% (Sri Harto, 2 )

Penyelesaian terhadap persamaan terse$ut didekati dengan tiga cara, yaitu dengan gelom$ang kinematik yang merupakan pendekatan yang paling sederhana, gelom$ang dinamik yang merupakan penyelesaian yang paling kompleks, sedangkan pendekatan dengan gelom$ang di#usi $erada di antara kedua pendekatan terse$ut!

Gelom!ang Kinemati

Pada persamaan (8), dengan menga$aikan akselerasi dan tekanan, maka dapat diketahui $ahwa peram$atan gelom$ang kinematik ini mendasarkan hanya pada persamaan kontinuitas dan persamaan momentum $erikut!
J . + =I B t

(11)

dengan I 6 aliran lateral yang ter$agi merata, dan


S = S#

(12)

memperhatikan persamaan -anning *


J= 1 .C 2)&S n
1)2

(1&)

apa$ila radius+hidraulik C 6 . ) P dengan P adalah keliling $asah, maka persamaan terse$ut dapat dituliskan se$agai *
1)2

S J = 2)& . :)& nP
(11) Sri Harto (2
. =LJ K

) selan(utnya menun(ukkan pen(a$aran se$agai $erikut * (1:)


J &):

.=

nP 2)& S

(10) (1;) (18)

apa$ila L =

nP 2)& S

J &):

dan K = !0 Persamaan (9) selan(utnya di(a$arkan se$agai *


. J = LKJ K 1 t t

(19)

dan dengan mengantikan

. dalam persamaan (8) diperoleh * t

J J = LKJ K 1 =I B t

(2 )

7elom$ang kinematik ter(adi karena peru$ahan de$it, dimana pertam$ahan de$it se$esar dJ dapat dituliskan se$agai *
dJ = J J dB + dt B t

(21)

.pa$ila persamaan (19) di$agi dengan dB akan diperoleh *


J dt J dJ + = B dB t dB

(22)

,alau diperhatikan kem$ali, persamaan (2 ) adentik dengan persamaan (22) dengan * dJ =I dB dan
dB 1 = dt LKJ K +1

(2&)

(21)

.pa$ila persamaan (1:) dide#erensikan, akan diperoleh *


dJ 1 = d. LKJ K +1

(2:)

Persamaan (21) sama dengan persamaan (2:), dan memperhatikan (1:)


dB dJ dJ = = dt d. 9dy

(20)

Persamaan terakhir ini merupakan $esaran peram$atan gelom$ang kinematik


c k dengan y 6 kedalaman! -emperhatikan le$ih lan(ut, persamaan (22) dan

persamaan (2&), apa$ila

dJ = I 6 (tidak ada aliran lateral), dan ruas kanan dB


dB maka persamaan terse$ut dapat dituliskan dt

dan ruas kiri dikalikan dengan se$agai *


J dB J + = t dt B

(2;)

.pa$ila terdapat aliran lateral, maka persamaan (2:) men(adi *


J dB J dB + = I t dt B dt

(28)

Persamaan terse$ut dapat diselesaikan dengan cara analitik maupun numeric! Penyelesaian yang paling sederhana adalah dengan penyelesaian numerik linear ( c k dianggap tetap), $aik dengan skema bac&ward maupun forward (first order), maupun central diffrences (second order)! Skema oreder satu (first'order'accurate numerical scheme) mem$erikan solusi (Sri Harto, 2
+1 n Jn (+1 J (+1

@t

+ ck

+1 n +1 Jn (+1 J (

@B

(29)

dengan *
+1 n +1 Jn + C2Jn (+1 = C J ( (+1

(& ) (&1) (&2)

C = C2 =

C 1+C 1 1+C dt dB

dengan C 6 konstanta Courant 6 c k (&&)

Penyelesaiaan dengan skema order dua (second'order'accurate numerical scheme), mem$erikan solusi (Sri Harto 2 )*

J n +1 + J n +1 J n + J n J n + J n +1 J n + J n +1 (+1 ( (+1 ( (+1 (+1 ( ( 2 2 2 2 +ck = @t @B

(&1)

.pa$ila nilai c k tetap, maka *


+1 n +1 n Jn + C1 J n (+1 = C J ( ( + C 2 J (+1

(&:)

C =

C +1 1+C

(&0) (&;) (&8)

C1 = 1
C2 = 1+ C 1+C

"ara #us ingum$"unge -emperhatikan persamaan yang digunakan dalam cara penelusuran -uskingum dan dengan penelusuran gelom$ang kinematik, ternyata keduanya sama, dan secara matematis telah di$uktikan oleh Cunge (Sri Harto 2 )! Selan(utnya cara -uskingum diper$aiki dengan menam$ahkan persamaan untuk memperkirakan niali 2aria$le <, yang dalam cara -uskingum diperoleh dengan cara co$a+co$a! Cunge mem$erikan persamaan *
@B ck

,=

(&9) (1 )

<=

I 1 1 2 . c k @B

dengan *
I
S

6 de$it rata+rata persatuan le$ar sungai 6 landai dasar sungai

B 6 pan(ang sungai
c k 6 peram$atan gelom$ang kinematik (&inematic wave celerity)
c= 1 dJ (hokum Seddon) 8 dy

8 6 le$ar sungai dipermukaan y 6 tinggi muka air dengan meman#aatkan persamaan terse$ut, cara -uskingum kemudian dikenal dengan cara -ES,3A7E-+CEA7M, yang hanya $erlaku $ila keliling $asah tidak tergantung dari luas penampang $asah (untuk sungai le$ar)! Selan(utnya koe#isien penelusuran (routing coefficient) ditetapkan *
C = C1 = C2 = +1 + C + " 1+ C + " 1+ C + " 1+ C + " 1+ C + " 1+ C + "

(11) (12) (1&)

dengan * C 6 $ilangan Courant (persamaan (&&)) dan


I "= . c @B k

(11)

DA%&AR PUS&AKA

Chow, Hen 8e!, -aidment, "a2id C!, -ay S!, /arry N!, 1988, .pplied Hydrology, -c7raw Hill 3nternational Mditions, Ci2il Mngineering Series, Singapore! Soemarto, C"!, 198;, Hidrologi 8eknik, Esaha Aasional, Sura$aya, 3ndonesia Sri Harto 9C!, 2 Dogyakarta! 7upta, Cam S!, 1989, Hydrology and Hydraulic System, Prentice all, Mnglewood Cli##s, Aew 'ersey ;0&2! /insley, Cay ,! r!, ,ohler -aB .! , Paulhus 'oseph /! H!, 1919, .pplied , Hidrologi * 8eori, -asalah, Penyelesaian, Aa#iri 5##set,

Hydrology, 8ata -c7raw+Hill Pu$lishing Company /td, Aew "elhi!

Anda mungkin juga menyukai