Anda di halaman 1dari 42

PSIKOSIS

Oleh : Yuliyati Magi Bora 11.2013.009


2/20/2014 D 1

A. DEFINISI PSIKOSIS
1. Menurut Singgih D. Gunarsa (1978 : 140) psikosis ialah gangguan jiwa yang meliputi keseluruhan kepribadian, sehingga penderita tidak bisa menyesuaikan diri dalam normanorma hidup yang wajar dan berlaku umum.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

2. W.F. Maramis (2000 : 180) : psikosis adalah suatu gangguan jiwa dengan kehilangan rasa kenyataan (sense of reality). Kelainan seperti ini dapat diketahui berdasarkan gangguan-gangguan pada perasaan, pikiran, kemauan, motorik, dst. sedemikian berat sehingga perilaku penderita tidak sesuai lagi dengan kenyataan.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

3. Berbicara mengenai psikosis, Zakiah Daradjat (1993 : 56), menyatakan sebagai berikut. Seorang yang diserang penyakit jiwa (psychosie), kepribadiannya terganggu, dan selanjutnya menyebabkan kurang mampu menyesuaikan diri dengan wajar, dan tidak sanggup memahami problemnya. Seringkali orang sakit jiwa tidak merasa bahwa dirinya sakit, sebaliknya ia menganggap dirinya normal saja, bahkan lebih baik, lebih unggul, dan lebih penting dari orang lain.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

4. Kesimpulan
Psikosis merupakan gangguan jiwa yang berat/tepatnya penyakit jiwa, yang terjadi pada semua aspek kepribadian. Penderita psikosis tidak dapat lagi berhubungan dengan realitas, penderita hidup dalam dunianya sendiri. Penderita psikosis tidak menyadari bahwa dirinya sakit. Bahasa sehari-hari, psikosis disebut dengan istilah gila.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

B. PERBEDAAN PSIKOSIS DGN NEUROSIS

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

Delerium

Dementia
Sindroma Amnestik dan halusinosis organik GANGGUAN MENTAL ORGANIK Sindroma waham organik

Sindroma afektif organik


Sindroma Kepribadian organik Intoksikasi dan Sindroma Putus Zat

GANGGUAN PSIKOTIK

Skizofrenia

GANGGUAN PSIKOTIK FUNGSIONAL

Gangguan afektif berat


Gangguan Paranoid

C. JENIS-JENIS PSIKOSIS
1. Psikosis organik
Psikosis organik adalah penyakit jiwa yang disebabkan oleh faktor-faktor fisik atau organik, yaitu pada fungsi jaringan otak, sehingga penderita mengalamai inkompeten secara sosial, tidak mampu bertanggung jawab, dan gagal dalam menyesuaikan diri terhadap realitas.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

Jenis psikosis organik berdasarkan faktor penyebab : Alcoholic psychosis : fungsi jaringan otak terganggu/rusak akibat terlalu banyak minum minuman keras. Drug psychose/psikosis akibat obat-obat terlarang (mariyuana, LSD, kokain, sabu-sabu, dst.). Traumatic psychosis : psikosis yang terjadi akibat luka/trauma pada kepala karena kena pukul, tertembak, kecelakaan, dst. Dementia paralytica : psikosis akibat infeksi syphilis kerusakan sel-sel otak.
2/20/2014 Designed by Kuntjojo 10

2. Psikosis fungsional merupakan penyakit jiwa secara fungsional yang bersifat nonorganik, yang ditandai dengan disintegrasi kepribadian dan ketidak mampuan dalam melakukan penyesuaian sosial. Jenis psikosis Fungsional : Schizophrenia psikosis mania-depresif psikosis paranoid (Kartini Kartono, 2000 : 106).

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

11

SKIZOFRENIA
A. PENGERTIAN SKIZOFRENIA
Gagguan Skizofenik : sekelompok gangguan jiwa berat yang umumnya ditandai oleh distorsi proses pikir dan persepsi yang mendasar, alam perasaan yang menjadi tumpul dan tidak serasi, tetapi kesadarannya tetap jernih dan kemampuan intelektual biasanya dapat dipertahankan.

2. Epidemiologi
Prevalensi 1 % Puncak onset : pria 15-25 th wanita 25 35 th

Gejala negatif : pria > wanita Fungsi sosial memburuk : pria > wanita Lebih sering lahir pada musim dingin dan awal semi 50 % pernah mencoba bunuh diri, dan 10 % meninggal Lebih banyak pada sosial ekonomi lemah, dan penduduk perkotaan.

Gejala Positip & Gejala Negatif Skizofrenia


Gejala positif ( Positive Symptom ): waham Halusinasi Inkoherensi, sosialisasi longgar, peningkatan pembiacaraan Perilaku yang sangat kacau

Gejala Negatif ( Negative Symptom ) :


Ekspresi afektif yang datar Alogia ( kemiskinan pembicaraan ) Avolition ( ketidakmampuan memulai dan mempertahankan aktivitas yang bertujuan ) Anhedonia (tidak mampu mengalami kesenangan) Bloking (tidak mau menjawab) Penarikan sosial Defisit kognitif Defisit perhatian Ketidak mampuan merawat diri

PSIKOSIS FUNGSIONAL 0801 > 1 BULAN AFEKTIF - / < ya tidak Nonskizofrenia pikiran aneh
Waham aneh Halusinasi akustik Waham tak mungkin

Satu gejala
atau

halusinasi menetap

Dua gejala

Inkoherensi / tak relevan Katatonia Gejala negatif

YA

TIDAK

Skizofrenia

Nonskizofrenia

KRITERIA DIAGNOSTIK SKIZOFRENIA ( F20 )


A. Paling sedikit terdapat satu gejala yang amat jelas dari kelompok (1) atau dua gejala kelompok (1) yang kurang jelas atau dua gejala yang jelas dari kelompok (2)
1. Paling sedikit satu gejala yang amat jelas atau dua gejala yang kurang jelas.

(a) PIKIRAN ANEH


( Pikiran bergema , sisipan pikiran , pikiran dapat disedot, atau pikiran dapat disiarkan )

(b) WAHAM ANEH (waham dikendalikan , waham dipengaruhi, waham tak berdaya, waham persepsi ) (c) HALUSINASI AUDITORIK ( suara mengomentari terus menerus ; suara-suara berdiskusi; suara salah satu bagian tubuhnya (d) WAHAM TAK MUNGKIN ( waham yang menurut budaya tidak wajar dan tak mungkin )

2. PALING SEDIKIT DUA GEJALA BERIKUT :


(a) HALUSINASI MENETAP
Setiap hari selama 1 bulan atau lebih ; atau Disertai waham mengambang tanpa kandungan afektif yang jelas ; atau Disertai ide berlebihan dan menetap

(b) INKOHERENSI / PEMBICARAAN TAK RELEVAN ( akibat NEOLOGISME ; aru8s pikiran terputus/tersisipi )

(c). KATATONIA ( gaduh; gelisah; mematung;fleksibilitas serba; negativisme; mutisme; stupor ) (d). GEJALA NEGATIF ( sangat apatis; miskin pembicaraan; ekspresi emosi tumpul/ tak serasi )

B. Gejala berlangsung terus menerus paling sedikit satu bulan C. Bila memenuhi kriteria episode manik atau depresif, maka gejala psikotik ( A ) harus mendahuluinya D. Tidak disebabkan oleh penyakit otak atau intoksinasi atau lepas zat.

SKIZOFRENIA PARANOID A. Waham atau halusinasi harus menonjol B. Ekspresi afektif tumpul / tak serasi, gejala katatonik, atau inkoherensi tidak menonjol

SKIZOFRENIA HEBREFRENIK
A. Harus terdapat ekspresi afektif tumpul atau tidak serasi B. Harus terdapat salah satu dari :
(1) Perilaku tak bertujuan (2) Inkoherensi atau pembicaraan tak menentu

C. Waham atau halusinasi tidak menonjol

SKIZOFRENIA KATATONIK
Selama dua minggu atau lebih terdapat gejala yang menonjol dari : (1) Stupor atau mutisme (2) Gaduh gelisah (3) Mematung (4) Negativisme (5) Rigiditas (6) Fleksibilitas serea (7) Otomatisme perintah

SKIZOFRENIATAK TERINCI

Tidak memenuhi salah satu kriteria atau memenuhi lebih dari satu kriteria subtipe skizofrenia

DEPRESI PASCA SKIZOFRENIA


A. Pernah memenuhi kriteria skizofrenia dalam 12 bulan terakhir B. Salah satu dari gejala psikotik kelompok (2) dari skizofrenia harus tetap ada C. Memenuhi kriteria episode depresif yang menonjol paling sedikit dua minggu

SKIZOFRENIA RESIDUAL
A. Saat ini tidak memenuhi kriteria skizofrenia B. Paling sedikit terdapat empat gejala negatif berikut ini untuk waktu 12 bulan atau lebih
(1) (2) (3) (4) (5) (6) Perlambatan Psikomotor Ekspresi Afektif Tumpul Pasif dan inisiatif kurang Kemiskinan kuantitas dan isi pembicaraan Miskin komunikasi nonverbal Perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk

PSIKOSIS MANIA-DEPRESIF
Psikosis mania-depresif : kekalutan mental yang berat, yang berbentuk gangguan emosi yang ekstrim, yaitu berubahubahnya kegembiraan yang berlebihan (mania) menjadi kesedihan yang sangat mendalam (depresi) dan sebaliknya/seterusnya.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

29

Gejala-gejala psikosis mania-depresif (a) Gejala-gejala mania antara lain: euphoria waham kebesaran; hiperaktivitas; pikiran melayang. (b) Gejala-gejala depresif antara lain : kecemasan; pesimis; hipoaktivitas; insomnia; anorexia.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

30

Faktor penyebab psikosis mania-depresif 1. Aspek mania : usaha untuk melupakan kesedihan dan kekecewaan hidup dalam bentuk aktivitas-aktivitas yang sangat berlebihan. 2. Aspek depresinya : penyesalan yang berlebihan.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

31

c. PSIKOSIS PARANOID
Psikosis paranoid merupakan penyakit jiwa yang serius yang ditandai dengan banyak delusi atau waham yang disistematisasikan dan ide-ide yang salah yang bersifat menetap. (W.,F. Maramis, 1980 : 241).

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

32

Gejala-gejala psikosis paranoid


Sistem waham yang kaku, kukuh dan sistematis, terutama waham kejaran dan kebesaran baik sendiri-sendiri maupun bercampur aduk Pikirannya dikuasai oleh ide-ide yang salah, kaku, dan paksaan Mudah timbul rasa curiga .

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

33

Faktor penyebab psikosis paranoid


Kebiasaan berpikir yang salah; Terlalu sensitif dan seringkali dihinggapi rasa curiga; Percaya diri yang berlebihan (over confidence); Ada kompensasi terhadap kegagalan dan kompleks inferioritas.

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

34

Obat Antipsikosis

Obat Antipsikosis efek samping sedatif kuat


Chlorpromazine & thioridazine Indikasi sindrom psikosis dengan gejala dominan : - gaduh gelisah - hiperaktif - sulit tidur - kekacauan pikiran, perasaan, dan perilaku - Dll

Obat Antipsikosis efek samping sedatif sedatif lemah


Trifluoperazine, fluperazine, & haloperidol Indikasi sindrom psikosis dengan gejala dominan : - apatis - menarik diri - perasaan tumpul - hipoaktif - kehilangan minat dan inisiatif - waham - halusinasi

Mekanisme kerja Obat Antipsikosis


a. Obat Antipsikosis Tipikal : memblokade dopaminreseptor pasca sinapsis(sistem limbik & eksrapiramidal<dopamin D2 reseptor antagonis) b. Obat Antipsokosis Atipikal : blokade D2 reseptor dan Serotonin 5 HT reseptor

Pengunaan Obat antipsikosis


Mulai dengan Dosis awal/anjuran Naikkan setiap 2-3 hari Dosis efektif (ada perbaikan) Evaluasi 2 minggu, bila perlu naikkan dosis optimal Pertahankan 8-12 minggu (stabilisasi) Turunkan 2 minggu (dosis maintenance) Pertahankan 6 bln-2 thn (selingi drug holiday 1-2 hari) Tapering off (dosis diturunkan setiap 2-4 minggu)

Efek Samping : 1. sedasi dan inhibisi psikomotor 2. gangguan otonomik 3. gangguan ekstrapiramidal 4. gangguan endokrin, metabolik, hematologik 5. Tardive dyskinesis (irreversible)

Jika terjadi Tardive diskinesia : - obat antipsikosis perlahan dihentikan - coba beri obat risperine 2,5 mg/h - jangan beri obat antiparkinson dan Idopa(memperburuk keadaan) - obat pengganti antipsikosis yang baik: Clozapine 50-100 mg/h

Referensi
Davison, Gerald C. (et al). (2004) Psikologi Abnormal (Alih bahasa: Noermalasari Fajar). Jakarta; Rajawali Pers. Dirgagunarsa, Singgih. (1998) Pengantar Psikologi. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Kartini Kartono. (2000) Psikologi Abnormal. Bandung : CV Mandar Maju. Maramis, W.F. (2000) Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University. Wiramihardja, Sutardjo A. (2005) Pengantar Psikologi Abnormal. Bnadung: Refika Aditam. Maslim, Rudi. (2001) Penggunaan Klinis obat psikotropik (psikotropic medication), Ed 3. Jakarta

2/20/2014

Designed by Kuntjojo

42