Anda di halaman 1dari 45

21

Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Bab III . Perletakan pada pelat


Pada pelat dikenal juga beberapa perletakan yang dapat dilihat pada gambar 1. Pada
umumnya pelat yang banyak dipakai adalah dengan perletakan kaku (rigid). Namun tidak
tertutup kemungkinan dilapangan ada yang dipakai perletakan lainnya.


Kondisi perletakan bebas sisi tanpa
perletakan.
Perletakan sederhana
Perletakan kaku (rigid)
Perletakan elastis.

Gambar 1 : beberapa jenis perletakan pada pelat

Kondisi beban pada pelat ada beberapa jenis seperti pada Gambar 2.

Beban terbagi rata (uniformly
dis distributed load over entire area)


Beban terbagi rata ditempat tertentu
(uniformly distributed load over
part of area)

Line load (beban garis)


Beban terpusat (concentrated load)


Gambar 2 : Jenis-jenis beban yang bekerja pada pelat.


22
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

3.1 Pelat Isotropic dengan Lendutan kecil (2 arah)

Pada bab ini diperkenalkan pelat isotropic dengan lendutan kecil. Gaya dalam yang bekerja
pada pelat dapat dilihat pada gambar 3.

Persyaratan : - material elastis
- berlaku hukum Hooke
- tebal pelat konstant
- tebal pelat kecil disbanding sisi yang lain
- material homogen
- tidak bekerja gaya normal.









N
X
= N
Y
= Q
XY
= Q
YX
= 0 persyaratan pelat.

Gambar 3 : Gaya dalam pada pelat dua arah dengan lendutan kecil.

Gaya dalam yang bekerja pada pelat adalah Mx, Mxy, Qx, My, Myx dan Qy. Keenam gaya
inilah yang hendak diketahui besarannya sehingga dapat ditentukan dimensi yang aman
terhadap struktur pelat. Pada hitungan pelat ini tidak diperkenankan ada gaya Normal





Z
Y
X
N
Y

Q
Y

Q
YX

M
Y

M
YX

Q
XY

Q
X

N
X

M
XY

M
X


23
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

3.2 Persamaan Differential pelat.

Untuk menghitung gaya-gaya dalam pelat maka perlu ditetapkan persamaan differential pelat
yang mana pada persamaan ini dapat ditentukan persamaan lendutan. Dari persamaan
lendutan nantinya dapat dicari hubungannya dengan Momen an Gaya Lintang, sehingga gaya
dalam itu kesemuannya dapat dihitung. Gaya-gaya dalam pelat dapat dilihat di gambar 4.








Gambar 4: Momen Lentur, Gaya Lintang dan Momen Torsi yakni di sbx Mx,
Qx dan Mxy sedangkan di sb Y My, Qy dan Myx.

Dengan membuat persamaan keseimbangan kesb X, sb Y dan Z maka diperoleh sbb:




Y
X
Q
X

Q
Y

M
Y

M
YX

M
XY

M
X

Z

24
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

X = 0 + - Q
X
= 0 III. .a

Y = 0 - + Q
Y
= 0 III. .b

Z = 0 + + q = 0 III. .c

dimana : Mx = - D ( + . )

My = - D ( + . )

Mxy = - Myx = D (1-) .

Qx = - D ( + )

Qy = - D ( + . )

Persamaan III.a dan III.b dmasukkan ke III.c

+ + - = - q

M
YX
= - M
XY


Maka : + - 2 . = q. . III.f

III.d dimasukkan ke III.f, maka berlaku :

+ 2. + =

Ini adalah persamaan umum pelat dimana q : beban terbagi rata, D: kekauan Pelat
dan w adalah lendutan pelat.

M
YX

Y

M
X

X

M
XY

X

M
Y

Y

Q
X

X

Q
Y

2
w

X
2

2
w

Y
2

2
w

Y
2

2
w

X
2

2
w

X.

Y

.. III.d

2
M
X

X
2

2
My
X

X.

2
M
Y

Y
2

2
M
X
y

X.

2
M
X

X
2

2
M
Y

Y
2

2
M
X
y

X.

4
w

X
2

4
w

X
2

Y
2

4
w

X
4

q
D

2
w

X
2

2
w

Y
2

2
w

Y
2


2
w

X
2

.. III.e

y

PERSAMAAN KIRCHOFF

25
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

3.3. Hubungan Momen dengan Lendutan.


x
=

-

.
x
= (
x
+ .
y
)


y
= - .
y
= (
y
+ .
x
)


x
= ;
y
=

maka :
x
= ( + )


y
= ( + . )





x.
z. dy.dz = Mx. dy Mx = D( + . ) = -D ( + . )


y.
z. dx.dz = My. Dx My = D( + . ) = -D ( + . )









n
=
x
. cos
2
+
y
. sin
2



nt
= (
y

z
) . sin
2



x
E

y
E

y
E

x
E

E
1
2

E
1
2

z
r
x

z
r
y

Ez
1
2

1
r
x

1
r
y

Ez
1
2

1
r
y

1
r
x

1
r
x

1
r
y

2
w

X
2

2
w

Y
2

-
h
/
2

h
/
2

-
h
/
2

h
/
2

1
r
y

1
r
x

2
w

Y
2

2
w

X
2

X
Y
dx
dy

n

Z
M
n

M
nt

nt

h
/
2


26
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
M
n
=
n
. z. dz = M
x
. cos
2
+ M
y
. sin
2



M
nt
= -
nt
.z. dz = sin
2
(M
x
M
y
)

= D(1-).

M
xy
= D (1-)



3.4 Kondisi Batas (Boundary Coditions)

Kondisi perletakan pada pelat ada beberapa tipe. Dan penyelesaian lendutan akan sangat
bergantung kepada konsdisi perletakan pelat tersebut.


- Perletakan Rigid.
(w) = 0 ; ( ) = 0

- Perletakan sederhana.
(w) = 0 ; ( + v. ) = 0 ; (w) = 0

- Bebas

(Mx) = 0 ; (Mxy) = 0 ; Qx = 0






-
h
/
2

-
h
/
2

h
/
2

w
2

n
.
t

w
2

x
.
y

x
x = a x = a
x = a

2
w
x
2

2
w
y
2
x = a x = a
x = a
x = a x = a
(x = a)

27
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
3.5 Pelat dengan tumpuan sederhana.

Dalam bab ini akan diturunkan dulu penyelesaian pelat dengan persamaan yang paling
senderhana yakni dengan beban sinussiodal dengan perletakan pelat sederhana.

3.5. 1 Beban Sinusoidal

Beban sinussoidal adalah yang paling simpel mengerjakan persamaan lendutannya, demikian
juga untuk mendapatkan gaya dalamnya.

Suatu pelat yang dibebani beban sinussoidal dapat dilihat digambar 5 dibawah, dimana
perletakan sederhana dengan lebar pelat a kearah x dan b kearah y. Dimana beban sinusoidal
adalah sebesar













+ 2. + = . Sin . Sin

Syarat batas w = 0, Mx = 0, untuk x = 0, dan x = a
w = 0, My = 0, untuk y = 0, dan y = b



q
0

a
b
Y
X

4
w
x
4

4
w
x
2
y
2

4
w
y
4

q
0

D
x
a
y
b
Gambar 5:Pelat dengan beban
sinussoidal

28
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Persamaan pelat dengan beban sinussoidal adalah sbb:

w = C. Sin . Sin

Dimana C : koefisien yang harus dicari dengan syarat batas.

w = C. Sin . Sin = C. . Cos . Sin

= - C. ( )
2
. Sin . Sin

= - C. ( )
3
. Cos . Sin

= - C. ( )
4
. Sin . Sin

dst, didapat .. dan

dan dimasuk persamaan pelat diatas maka didapat


4
( + )
2
. C = C =
+ )

w = . Sin . Sin
+ )
2


Persamaan ini adalah persamaan lendutan dengan beban sinussoidal.
Momen

Mx = - D ( + . )
Mxy = - Myx = D (1-)
My = - D ( + . )


x
a
y
b
x
a
y
b
w
x

a
x
a
y
b

2
w
x
2


a
x
a
y
b

3
w
x
3


a
x
a
y
b

4
w
x
4


a
x
a
y
b
1
a
2

1
b
2

q
0

D
q
0

4
. D (
1
a
2

1
b
2

q
0

4
. D (
1
b
2

1
a
2

x
a
y
b

2
w
x
2

2
w
y
2

2
w
y
2

2
w
x
2

2
w
x.y

4
w
y
4

4
w
x
2
y
2


29
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Mx = .( + ). Sin . Sin
+ )
2

My = . ( + ). Sin . Sin
+ )
2


Mxy = . Cos . Cos
+ ) ab
(Mx)
max.
= .( + )
x = + )
w
max
=
y = + ) (My)
max.
=

Gaya Lintang :

Qx = + = - D ( + )

Qy = - = - D ( + )


Qx = . Cos . Sin
a ( + )


Qy = . Sin . Cos
b ( + )





q
0


1
b
2

1
a
2

2
(

b
2

1
a
2

x
a
y
b
q
0


1
b
2

1
a
2

2
(
1
b
2


a
2

x
a
y
b
q
0
(1-)

1
b
2

1
a
2

2
(
x
a
y
b
a
2
a
2
q
0

4
. D (
1
b
2

1
a
2

q
0

2
(
1
b
2

1
a
2


b
2

1
a
2

q
0

2
(
1
b
2

1
a
2

+
)
.(
1
b
2


a
2

+ )
Myx
y
Mx
x

x

2
w
x
2

2
w
y
2

My
y
Mxy
x

x

2
w
x
2

2
w
y
2

q
0

1
a
2

1
b
2

x
a
y
b
q
0

1
a
2

1
b
2

x
a
y
b

30
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan










Vx = (Qx - ) = - ( + ) . Sin
+



Vy = (Qy - ) =- ( + ). Sin
+

R = 2 (Mxy)
x=a, y=b
=
+
2




contoh soal: Beban sinusoidal
Diketahui suatu pelat dengan modulus elastisitas E = 31 900 N/mm2, Tebal pelat h = 12
cm, = 0,2, q
O
=300 kg/m
2

Hitung dan gambarkanlah a) Lendutan di y=2m, b) Momen M
X
di y= 2m , c) M
Y
di x = 3m,
d) M
XY
di x= 0 m dan e) Vx pada x=0

a
b
R
R
R
Y
X
Vy
Vx
Mxy
y
q
0

a (
1
a
2

1
b
2

)
1
a
2

2 -
b
2

y
b
x = a
Mxy
y
q
0

b (
1
a
2

1
b
2

)
2

1
b
2

2 -
a
2

x
a
y = b
2 q
0
(1-)

2
.a b (
1
b
2

)
1
a
2


31
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Persamaan lendutan adalah

w = . Sin . Sin
+ )
2



Dimana
( )
2
3
1 12 u
=
Eh
D
kgm Nmm x
mm mm N
D 500 . 478 10 785 . 4
1
. /
.
) 2 , 0 1 ( 12
120 . 31900
9
3 2
2
3
= =

=

4
sin
6
sin
4
1
6
1
* 478500 * 14 . 3
300
2
2 2
4
y x
w
t t
|
.
|

\
|
+
= = 0.0079
4
sin
6
sin
y x t t




x
y
a=6 m
b= 4 m
qo
0
q
0

4
. D (
1
b
2

1
a
2

x
a
y
b

32
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Lendutan dihitung dengan M-Exel pada y = 2 m.
x y koef sin sin w (mm)

-

2.000

0.00079

-

1.000

-

1.000

2.000

0.00079

0.500

1.000

0.396

2.000

2.000

0.00079

0.866

1.000

0.685

3.000

2.000

0.00079

1.000

1.000

0.791

4.000

2.000

0.00079

0.866

1.000

0.685

5.000

2.000

0.00079

0.500

1.000

0.396

6.000

2.000

0.00079

0.000

1.000

0.000

Gambar lendutan



Lendutan maximum terjadi di tengah bentang yakni 0.791 mm






-
(0.396)
(0.685)
(0.791)
(0.685)
(0.396)
(0.000)
w (mm)
w (mm)

33
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Persamaan Mx





Dihitung dengan M-Exel
x y koef sin sin MX (y=2m)

-

2.000

150.450

-

1.000

-

1.000

2.000

150.450

0.500

1.000

(75.225)

2.000

2.000

150.450

0.866

1.000

(130.294)

3.000

2.000

150.450

1.000

1.000

(150.450)

4.000

2.000

150.450

0.866

1.000

(130.294)

5.000

2.000

150.450

0.500

1.000

(75.225)

6.000

2.000

150.450

0.000

1.000

(0.000)


Gambar bidang Momen pada y = 2 m, dimana Mx maximum adalah 150,450 kgm.



-
(75.225)
(130.294)
(150.450)
(130.294)
(75.225)
(0.000)
Mx pada y= 2
Series1
4
sin
6
sin * 45 , 150
y x
Mx
t t
=

34
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Persamaan My



My dihitung dengan M-Exel
x y koef sin sin
MY (x=2m)
(kgm)

3.000

-

253.860

1.000

-

-

3.000

1.000

253.860

1.000

0.707

(179.506)

3.000

2.000

253.860

1.000

1.000

(253.860)

3.000

3.000

253.860

1.000

0.707

(179.506)

3.000

4.000

253.860

1.000

0.000

(0.000)


Momen dihitung dengan M-Exel My maximum adalah 253.860 kgm.







-
(179.506)
(253.860)
(179.506)
(0.000)
My pada x=3
4
sin
6
sin * 86 . 253
y x
My
t t
=

35
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Persamaan Mxy



Mxy dihitung M-Exel didapat

x y koef cos cos
Mxy
(Kgm)

-

-

11.234

1.000

1.000

11.234

-

1.000

11.234

1.000

0.707

7.944

-

1.500

11.234

1.000

0.383

4.299

-

2.000

11.234

1.000

0.000

0.000

-

2.500

11.234

1.000

(0.383)

(4.299)

-

3.000

11.234

1.000

(0.707)

(7.944)

-

4.000

11.234

1.000

(1.000)

(11.234)

Gambar Mxy pada x=0.Mxy max adalah 11.234 pada (X,Y)=(0,0) dan pada (X,Y)=(0,4).
Pada (X,Y)=(0,2) Mxy adalah 0.



11.234
7.944
4.299
0.000
4.299
7.944
11.234
Mxy pada x=0
Series1
4
cos
6
cos 234 . 11
y x
Mxy
t t
=

36
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Persamaan Vx



Vx pada x=0 atau x=a adalah

y (m) Vx (kg/m)
0 0.0
1 155.4
2 219.8
3 155.4
4 0.0












0.0
-155.4
-219.8
-155.4
0.0
Vx pada x=0 atau x= 6

37
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Persamaan Vy pada y=0 dan y=b



Setelah dihitung dengan M-Exel didapat

X
(m) VY (kg/m)
0 -
1 307
2 532
3 614
4 532
5 307
6 0

Gambar Vy adalah






-
(307)
(532)
(614)
(532)
(307)
0
Vy pada y=0 dan y=4 m

38
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Reaksi pada sudut pelat, yang disebut juga gaya angkat.




R=248 kg











R
R R
R

39
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Tugas 2:

Sebuah pelat dengan a m dan b m, dimana mengalami beban sinusoidal dengan qo
=300 kg/m2, dimana pelat E= dari tabel , fc= 29 MPa



Hitung dan gambarkanlah a) Lendutan di y=1/2 a b) Momen M
X
di y= a , c) M
Y
di x =
b, d) M
XY
di x= 0 m , e) Vx f) Vy dan g) R.

Nim
akhir
a(m) b(m)
1,2 4 4
3.4 4 5
5.6 4 6
7,8 4 7
9,0 4 8



40
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

3.5.2 Pelat dengan tumpuan sederhana dengan Beban terbagi rata Cara Navier.

Dengan metode Navier

q = f (x,y)

f (x,y) = a
mn
. sin . sin

Persamaan diatas dikalikan dengan sin . dy dan diintegralkan dari 0 ke b.

b
y n
b
y n
a
x m
a
b
x n
y x f
m n
mn
b b
t t t t
'
1 1
0
'
0
sin sin sin sin * ) , (

} }

=

= =
=

sin . sin . dy = 0 n n'

sin . sin . dy = n = n'

f(x,y) . sin . dy = a
mn'
. sin

f(x,y). sin . sin . dx. dy = . a
m'n'


a
m'n'
= f(x,y). sin . sin . dx. dy


maka : w = . Sin . Sin
+
2


f(x,y) = q
0
untuk beban merata


m =1 n =1
~ ~
mx
a
ny
b
n'y
b
ny
b
n'y
b
0
b
ny
b
n'y
b
0
b
b
2
0
b
n'y
b
b
2
m =1
~
mx
a
m'x
a
n'y
b
ab
4
0
a
0
b
4
ab
a
0
b
0
m'x
a
n'y
b
1

4
D
~ ~
m =1
n =1
a
mn

m
2

a
2

(
n
2

b
2

)
m'y
a
n'y
b

41
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan




a
mn
= Sin . Sin . dx. dy =

w =

dimana m = 1, 3, 5 dan n = 1, 3, 5, .


Penjelasan:













4 q
0

ab
a
0
b
0
mx
a
ny
b
16 q
0

4
.m.n
16 q
0

6
D
~
m =1
~
n =1
Sin
mx
a
.Sin
ny
b
m.n. (
m
2

a
2

+
n
2

b
2

)
2


42
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan






No beban

catatan
1 Terbagi rata



2 Segitiga










Dimana m dan
n=1,3,5
3 Beban terbagi rata
ditempat tertentu








m,n, ganjil
4 Beban terpusat


m,n ganjil
x
y


c
d
p
a
b



43
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


5 Beban setengah
terbagi rata









6 Beban garis












m,n=1,2,3.


Beban terbagi rata:

Untuk tengah bentang x = dan y =

w
max.
=


Pelat bujur sangkar a = b w
max
. = = 0,00416

= 0,3

maka : w
max.
= 0,0454.

16 q
0

6
D
~
m =1
~
n =1
(-1)
m + n
2
-1
m. n . (
m
2

a
2

n
2

b
2

)
2

+
a
2
b
2
4 q
0
. a
4

6.
D
q
0
. a
4

D
q
0
. a
4

E h
3


x
y

44
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Secara umum persamaan pelat adalah



Untuk poission ration v = 0 isilah tabel dibawah



1 0.0416
2 ..
3
4
5
6
7


contoh soal:Navier







Diketahui mutu Beton K 300
Tebal pelat h = 12 cm, = 0,2, q=300 kg/m
2

Hitung lendutan yang terjadi.




b = 4 M
X

Y

a = 6 M

45
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

w =


dimana m = 1, 3, 5 dan n = 1, 3, 5, .

=
0
q 300 kg/m
2


E=30000MN/m2, h=0.12 m, =0.2
) 1 ( 12
2
3
u
=
Eh
D =
) 2 . 0 1 ( 12
12 . 0 * 30000
2
3

=4.5 MNm=450 kgm



Pada x=3 m, y=2 m





-
4.32
7.48
12.38
7.48
4.32
0.00
Lendutan pada y=2 m
16 q
0

6
D
~
m =1
~
n =1
sin .sin
ny
b
m.n. (
m
2

a
2

+
n
2

b
2

)
2

mx
a

=
|
|
.
|

\
|
+
=
1 1
2
2
2
2
2
4 6
4
sin
6
sin
0111 . 0
m n n m
mn
y n x m
w
t t

18
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan



m=1 n=1 m=1 n=1

m=1,
n=1 m=3 n=3 m=3 n=3

m=3,n=3 w (m) w(mm)
x y koef sin sin

sinmx/6 sin n

0 2 0.0111 0 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.00 0 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00 0.000000 0.000E+00 -
1 2 0.0111 0.5 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.47 0.5 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00
-
0.084155 4.320E-03

4.32
2 2 0.0111 0.866 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.82 0.86603 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00
-
0.145761 7.482E-03

7.48
3 2 0.0111 1 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.95 -1 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00 0.168310 1.238E-02

12.38
4 2 0.0111 0.866 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.82 0.86603 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00
-
0.145761 7.482E-03

7.48
5 2 0.0111 0.5 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.47 0.5 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00
-
0.084155 4.320E-03

4.32
6 2 0.0111
1E-
16 1.000
2.8E-
02
6.3E-
02 1.056 0.00 -7.4E-16 -1.000 0.250
6E-
01 6E+00 0.000000 2.661E-18

0.00

18
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

( ) = + + =
|
|
.
|

\
|
+
=

=
....... 17 . 0 95 . 0 11 . 1
4 6
*
4
sin
6
sin
5 . 4 *
300 * 16
1 1
2
2
2
2
2
6
m n
n m
n m
y n x m
w
t t
t
0.0124 m = 1.24 cm

Sedangkan Momen

Mx =
2
D [ (m/a)
2
+ (n/b)
2
] a
mn
Sin (m x/a). Sin(n x/b)

My =
2
D [ (n/b)
2
+ (m/n)
2
] a
mn
Sin (m x/a). Sin(n x/b)

Mxy = -
2
D(1-
2
) [ (mn/ab)
2
] a
mn
cos (m x/a). cos (n x/b)


Pada beban terbagi rata


lihat tabel diatas dengan beban lainnya

Mx=



b/a
1 ???????
2
3
4
5
6
7
~
~
~
~
~ ~
m=1
m=1
m=1
n=1
n=1
n=1

19
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
3.5.3 Beban terbagi rata dengan cara M. Levy

M. Levy w = Ym . Sin

w = w
1
+ w
2


w
1
= (x
4
2 ax
3
+ a
3
x)

w
1
defleksi kearah sumbu X



Keungulan M.Levy, bisa untuk berbagai kondisi perletakan.
Sedangkan Navier hanya perletakan sederhana.

untuk w
2
diambil dari persamaan

+ 2. + = 0

w
2
dipilih agar memenuhu persamaan w
1
+w
2
=w

dengan mengambil w = Y
m
sin

maka

(Y
IV
m 2. . Y"m + . Ym) Sin = 0


Y
IV
m 2. . Y"m + . Ym = 0


~
m =1
mx
a
b
2
a
b
2
X
Y
q
24 D

4
w
x
4

4
w
x
2
y
2

4
w
y
4

~
m =1
m
2
.
2

a
2

m
4
.
4

a
4

mx
a
m
2
.
2

a
2

m
4
.
4

a
4

~
m =1
mx
a

20
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Penyelesaian umum :

Ym = ( Am. Cosh + Bm. . Sinh + Cm.

+ Dm. . Cosh )


Pelat Simetris Cm = Dm = 0 maka :

w = (x
4
2 ax
3
+ a
3
.x) + (Am. Cosh + Bm . Sinh )

. Sinh


Syarat batas, :

w = 0, = 0 untuk x = 0, dan x = a, dan y = maka :

(x
4
2 ax
3
+ a
3
.x) = . Sinh
maka :

w = ( + Am. Cosh + Bm. . Sinh ) Sinh

Dengan boundary condition : w = 0; = 0 pada x = 0, dan x = a

= m


Didapat

dan


qa
4

D
m.y
a
m.y
a
m.y
a
m.y
a
m.y
a
m.y
a
q
24 D
qa
4

D
m.y
a
m.y
a
~
m =1
m.y
a
m.x
a

2
w
y
2

b
2
q
24 D
4 qa
4

5
D
~
m =1
1
m
5

m.x
a
4 qa
4

D
~
m =1
4

5
.m
5

m.y
a
m.y
a
m.y
a
m.x
a

2
w
x
2

m..b
2 a

21
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

a
x m
b
y
b
y
b
y
m D
qa
w
m
m
m m
m
m m
t o
o
o o
o
o o
t
sin
2
sinh
2
cosh 2
2 2
cosh
cosh 2
2 tanh
1
1 4
5 , 3 , 1
5 5
4
|
|
.
|

\
|
+
+
=

==



Pada
x = ; y = 0

w = ( 1 - )

dimana



Dengan mamasukkan harga maka

maka persamaan diatas


yang sebelah kiri ada didapat koefisien

=0,0130

Maka didapatkan


w
max.
= . - .


1
= ;
3
= ,





a
2
4 qa
4

5
D
~
m =1,3,5
(-1)
m-1
2
m
5

m. tgh m + 2
2 Cosh m

5
384
qa
4

D
4 qa
4

5
D
~
m =1,3,5
m-1
2
m
5

(-1) m. tgh m + 2
2 Cosh m


2
3
2

22
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Selanjutnya akan dihitung jika b=2a, b=3a, b=4a, b=5a, b=6a,
Maka

b=a



b=2a



b=3a



b=4a



b=5a




23
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
b=5a




secara umum w
max
=

: dapat dilihat di tabel lendutan

Tabel lendutan
perletakan sederhana
dengan M. Levy
lendutan w = ( q a4/D)

No b/a
1 1 0.0040
2 2 0.0101
3 3 0.0122
4 4 0.0128
5 5 0.0130
6 6 0.0130
7 7 0.0130
8 10 0.0130



Mx = - q a
2

2
m
2
[2Bm (1-) Am]. Sinh


My = - q a
2

2
m
2
[2. Bm + (1-) Am]. Sinh


Dimana


q x (a-x)
2
m.x
a
~
m =1,3,5
(y=0)
q x (a-x)
2
m.x
a
~
m =1,3,5
(y=0)
qa
4

D
One way slab

24
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

(Mx)
y=0
= '. q. a
2

(My)
y=0
= '
1
. q. a
2




' dan '
1
dapat dilihat di Tabel 1. [Thimosenko ,1959]

Tabel 1.:
' dan '
1
untuk Bidang Momen perletakan sederhana pada pelat persegi dengan beban
terbagi rata
= 0,3, b a
b/a
Mx = 'qa2,y=0 My = '
1
qa2,y=0
X=0,1a X=0,2a X=0,3a X=0,4a X=0,5a X=0,1a X=0,2a X=0,3a X=0,4a X=0,5a
1.0 0.0209 0.0343 0.0424 0.0466 0.0479 0.0168 0.0303 0.0400 0.0459 0.0479
1.1 0.0234 0.0389 0.0180 0.0544 0.0554 0.0172 0.0311 0.0412 0.0475 0.0493
1.2 0.0256 0.0432 0.0515 0.0607 0.0627 0.0174 0.0315 0.0417 0.0480 0.0501
1.3 0.0277 0.0472 0.0599 0.0671 0.0694 0.0175 0.0316 0.0419 0.0482 0.0503
1.4 0.0297 0.0509 0.0649 0.0730 0.0755 0.0175 0.0315 0.0418 0.0481 0.0502

1.5 0.0314 0.0544 0.0695 0.0783 0.0812 0.0173 0.0312 0.0415 0.0478 0.0498
1.6 0.0330 0.0572 0.0736 0.0831 0.0862 0.0171 0.0309 0.0411 0.0472 0.0492
1.7 0.0344 0.0599 0.0773 0.0874 0.0908 0.0169 0.0306 0.0405 0.0466 0.0486
1.8 0.0357 0.0623 0.0806 0.0913 0.0948 0.0167 0.0301 0.0399 0.0459 0.0479
1.9 0.0368 0.0644 0.0835 0.0918 0.0985 0.0165 0.0297 0.0393 0.0451 0.0471

2.0 0.0378 0.0663 0.0861 0.0978 0.1017 0.0162 0.0292 0.0387 0.0444 0.0464
2.5 0.0413 0.0729 0.0952 0.1085 0.1129 0.0152 0.0272 0.0359 0.0412 0.0430
3.0 0.0431 0.0763 0.1000 0.1142 0.1189 0.0145 0.0258 0.0340 0.0390 0.0406
4.0 0.0445 0.0791 0.1038 0.1185 0.1235 0.0138 0.0246 0.0322 0.0369 0.0384
0.0450 0.0800 0.1050 0.1200 0.1250 0.0135 0.0240 0.0315 0.0360 0.0375




25
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan














Diketahui sebuah pelat dengan beban q kg/m2, =0.3 perbandingan antar b dan a adalah 1.5,
maka hitunglah momen Mx dan My ditampang y=0 , x=a/2





Mx=0,0812qa
2

My=0,0498qa
2

a
X
Y
0.2a 0.4a
0.3a 0.5a
0.1a

26
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Untuk x =

; Mx = ". q.a
2
My = - ". q.a
2



" dan "
1
Tabel 2 dibawah

TABEL 2.
'' dan ''
1
untuk Bidang Momen pada perletakan sederhana dengan beban terbagi rata
= 0,3, b a
b/a
Mx = ''qa
2
,x = a/2 My = ''
1
qa
2
,x = a/2
y=0.4a y=0.3a y=0.2a y=0.1a y=0 y=0.4a y=0.3a y=0.2a y=0.1a y=0
1.0 0.0168 0.0303 0.0400 0.0459 0.0479 0.0209 0.0343 0.0424 0.0466 0.0479
1.1 0.0197 0.0353 0.0465 0.0532 0.0554 0.0225 0.0363 0.0442 0.0481 0.0493
1.2 0.0225 0.0401 0.0526 0.0600 0.0627 0.0239 0.0379 0.0454 0.0490 0.0501
1.3 0.0252 0.0447 0.0585 0.0667 0.0694 0.0252 0.0391 0.0462 0.0494 0.0503
1.4 0.0275 0.0491 0.0639 0.0727 0.0755 0.0263 0.0402 0.0468 0.0495 0.0502

1.5 0.0302 0.0532 0.0690 0.0781 0.0812 0.0275 0.0410 0.0470 0.0493 0.0498
1.6 0.0324 0.0571 0.0737 0.0832 0.0862 0.0288 0.0417 0.0471 0.0489 0.0492
1.7 0.0348 0.0607 0.0780 0.0877 0.0908 0.0295 0.0423 0.0470 0.0484 0.0486
1.8 0.0371 0.0641 0.0819 0.0917 0.0948 0.0304 0.0428 0.0469 0.0478 0.0479
1.9 0.0392 0.0673 0.0854 0.0953 0.0985 0.0314 0.0433 0.0467 0.0472 0.0471

2.0 0.0413 0.0703 0.0887 0.0986 0.1017 0.0322 0.0436 0.0464 0.0465 0.0464
2.5 0.0505 0.0828 0.1012 0.1102 0.1129 0.0360 0.0446 0.0447 0.0435 0.0430
3 0.0586 0.0923 0.1092 0.1168 0.1189 0.0389 0.0447 0.0431 0.0413 0.0406
4 0.0723 0.1054 0.1180 0.1224 0.1235 0.0426 0.0436 0.0406 0.0389 0.0384
0.1250 0.1250 0.1250 0.1250 0.1250 0.0375 0.0375 0.0375 0.0375 0.0375










a
2
(x=
a
2
)
a
2
) (x=

27
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan


Vy = Vq












Mxmax = qa
2
Mymax =

1
qa
2

Momen maximum (x = ; y = 0) lihat juga total dibawah gaya lintang, lihat tabel 3
dibawah.
TABEL 3. , , , , n beban terbagi rata dan perletakan sederhana pelat persegi
v = 0,3
b/a
W
max.
=
(M
x
)
max.
=
qa
2

(M
y
)
max.
=

1
qa
2

(Q
x
)
max.
=
qa
(Q
y
)
max.
=

1
qa
(V
x
)
max.
=
qa
(V
y
)
max.
=

1
qa
R
= nqa
2


1

1

1
n
1.0 0.00406 0.0479 0.0479 0.338 0.338 0.420 0.420 0.065
1.1 0.00485 0.0554 0.0493 0.360 0.347 0.440 0.440 0.070
1.2 0.00564 0.0627 0.0501 0.380 0.353 0.455 0.453 0.074
1.3 0.00638 0.0694 0.0503 0.397 0.357 0.468 0.464 0.079
1.4 0.00705 0.0755 0.0502 0.411 0.361 0.478 0.471 0.083

1.5 0.00772 0.0812 0.0498 0.424 0.363 0.486 0.480 0.085
1.6 0.00830 0.0862 0.0492 0.435 0.365 0.491 0.485 0.086
1.7 0.00883 0.0908 0.0486 0.444 0.367 0.496 0.488 0.088
1.8 0.00931 0.0948 0.0479 0.452 0.368 0.499 0.491 0.090
1.9 0.00974 0.0985 0.0471 0.459 0.369 0.502 0.494 0.091

2.0 0.01013 0.1017 0.0464 0.465 0.370 0.503 0.496 0.092
3.0 0.01223 0.1189 0.0406 0.493 0.372 0.505 0.498 0.093
4.0 0.01282 0.1235 0.0384 0.498 0.372 0.502 0.500 0.094
5.0 0.01297 0.1246 0.0375 0.500 0.372 0.501 0.500 0.095
0.01302 0.1250 0.0375 0.500 0.372 0.500 0.500 0.095
0.0325 qa
2

M
1

R
R
M
2

M
y

M
z

0.0825 qa
0.338 qa
M
xy

x
M
xy

x
a
2
a
2
a 2
a 2
R= 0.065 qa
2

V = 0,3

2

- 0.0325 qa
2

x
F
1G
.63
a
2
qa
4

D

28
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

Demikian juga Qxmax = qa, Qy max =
1
q a, Vx max = qa dan Vy max =
1
qa.
Sedangkan R = q a
2
Dimana ,
1,
,
1 dan
dapat dilihat dari tabel 3 diatas.

Untuk gaya-gaya yang lain, gaya hidrostatik, terpusat dapat dilihat di buku [Thimoshenko,
1959].
Pada tabel dibawah ini dibuat perbandingan antara pelat beton yang poisson rationya 0.2 dan
pelat baja yang poison rationya 0.3


Pelat Bujur Sangkar Mx = ' qa2
= 0.3
x '
0.5 a 0.04773
0.4 a 0.04643
0.3 a 0.04224
0.2 a
0.1 a

Pelat Bujur Sangkar Mx = ' qa2
= 0.2
x '
0.5 a 0.04402 92.23%
0.4 a 0.04290 92.39%
0.3 a 0.03922 92.86%
0.2 a

0.1 a















29
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
3.6 . Pelat dengan kondisi perletakan yang bervariasi

3.6..1 Pelat dengan Momen diperletakan



+ 2. + = 0

Penyelesaian umum :
a
x m
Y w
m
m
t
sin
1

=
=

Dimana
a
y m
a
y m
D
a
y m
a
y m
C
a
y m
B
a
y m
A Y
m m m m m
t t t t t t
cosh sinh cosh sinh + + + =

Dalam konsdisi simetri maka Am=Dm=0

Maka
a
x m
a
y m
a
y m
C
a
y m
B w
m
m
m
t t t t
sinh ) sinh cosh (
1
+ =

=

Boundary condition pada y=
2
b
, maka w=0
Didapat 0
2
sinh
2 2
cosh = +
a
b m
a
b m
C
a
b m
B
m m
t t t


a
b m
a
b m
C B
m m
2
tanh
2
t t
=


m m m m
C B o o tanh =
b/2
b/2
a
f
2
(x)
f
1
(x)

4
w
x
4

4
w
x
2
y
2

4
w
y
4


30
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Dimana
a
b m
m
2
t
o =

Persamaan lendutan:

a
x m
a
y m
a
y m
a
y m
C w
m m
m
m
t t
o o
t t
sinh ) cosh tanh sinh (
1
=

=
.................a

Dimana Cm harus dicari dengan syarat batas

Pada tumpuan bekerja momen sembarang sebesar

= =
a
x m
E x f x f
m
t
sin ) ( ) (
2 1
b

Syarat batas ) (
1
2
2
2
x f
y
w
D
b
y
=
|
|
.
|

\
|
c
c

=
dan ) (
2
2
2
2
x f
y
w
D
b
y
=
|
|
.
|

\
|
c
c

=
.c

Dari a, b dan c diperoleh

Cm = -
m
m
Dm
E a
o t cosh 2
2 2
2



Maka persamaan lendutan menjadi

) sinh cosh tanh (
cosh
sin
2
..... 5 , 3 , 1
2 2
2
a
y m
a
y m
a
y m
E
m
a
x m
D
a
w
m m
m
m
m
t t t
o o
o
t
t
=

=


Jika momen tumpuan distribusi rata Mo maka pada y=b/2

a
x m
m
M
My
m
t
t
sin
1 4
..... 3 , 2 , 1
0

=
=

Jika ditumpuan beban terbagi rata dengan M
0
maka


31
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan

a
x m
a
y m
a
y m
a
y m
m D
a M
w
m m
m
m
t t t t
o o
o t
sin ) sinh cosh tanh (
cosh
1 2
,...... 5 , 3 , 1
3 3
2
0
=

=


Pada y=0

a
x m
m D
a M
w
m m
m
m
t
o o
o t
sin ) tanh (
cosh
1 2
,...... 5 , 3 , 1
3 3
2
0

=
=

Dimana
a
b m
m
2
t
o =

Pada tabel 4 dapat dilihat lendutan w, Mx dan My pada pusat pelat akibat Mo (merata di 2
perletakan), sedangkan 2 perletakan lagi sederhana.




















32
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Tabel 4:lendutan dan momen pada y=


b/a W Mx My
0 0.1250 Mo b
2
/D 0.300 Mo 1.000 Mo
0.50 0.0964 Mo b
2
/D

0.387 Mo 0.770 Mo

0.75 0.0620 Mo b
2
/D 0.424 Mo 0.476Mo
1.00 0.0368 Mo a
2
/D

0.394 Mo

0.256 Mo

1.50 0.0280 Moa2/D

0.264 Mo

0.046 Mo

2.00 0.0174 Moa2/D 0.153 Mo

-0.010 Mo


Contoh soal: Sebuah pelat b/a=2



















a
b

33
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
3.6..2 Pelat dengan beban merata dua tumpuan jepit dua lainnya sederhana


Jika pelat ditumpu sederhana maka persamaan lendutannya adalah

a
x m
b
y
b
y
b
y
m D
qa
w
m
m
m m
m
m m
t o
o
o o
o
o o
t
sin
2
sinh
2
cosh 2
2 2
cosh
cosh 2
2 tanh
1
1 4
5 , 3 , 1
5 5
4
|
|
.
|

\
|
+
+
=

==


( ) | |
m m m
a
x m
m D
qa
y
w
o o o o
t
t
tanh 1 tanh sin
1 2
5 , 3 , 1
4 4
3
+ =
c
c

==
a)

Pada y = b/2 dan y=-b/2 besar momen adalah
a
x m
E My
m
m
t
sin
1

=
=

Dari bab sebelumnya maka persamaan lendutan akibat My adalah sebesar
b/2
b/2
a
x
y
q

34
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
) sinh cosh tanh (
cosh
sin
2
..... 5 , 3 , 1
2 2
2
a
y m
a
y m
a
y m
E
m
a
x m
D
a
w
m m
m
m
m
t t t
o o
o
t
t
=

=


=
c
c
y
w
( ) | | m m m E
m
a
x m
D
a
m
m
m
m
o o o o
o
t
t

=
1 tanh tanh
cosh
sin
2
..... 5 , 3 , 1
2 2
2
b)

Dari a dan b

( )
( ) 1 tanh tanh
tanh 1 tanh 4
3 3
2

+
=
m m m m
m m m m
m
m
qa
E
o o o o
o o o o
t


( )
( ) 1 tanh tanh
tanh 1 tanh
sin
4
... 5 , 3 , 1
3 3
2
)
2
(

+
=

=
=
m m m m
m m m m
m
b
y
m
a
x m
qa
My
o o o o
o o o o
t
t


Dari bab sebelumnya akibat momen tepi maka lendutan
) sinh cosh tanh (
cosh
sin
2
..... 5 , 3 , 1
2 2
2
a
y m
a
y m
a
y m
E
m
a
x m
D
a
w
m m
m
m
m
t t t
o o
o
t
t
=

=


( )
( )
) sinh cosh tanh (
1 tanh tanh
tanh 1 tanh
cosh
sin
2
..... 5 , 3 , 1
2 5
4
a
y m
a
y m
a
y m
m
a
x m
D
a
w
m m
m m m m m
m m m m
m
t t t
o o
o o o o
o o o o
o
t
t


+
=

=


Lendutan diatas adalah akibat momen tepi,sedangkan lendutan total adalah lendutan akibat
beban terbagi rata dengan perletakan sederhana dikurang dengan lentutan akibat momen tepi

W= wakibat beban merata (perletakan sederhana) w akibat momen tepi
Selanjutnya didapat


35
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan
Mx=
( )
( )
( ) ( ) | |
)
`

+

+

=
a
y m
a
y m
a
y m
m
x m
qa
m m
m m m m
m m m m
m
m
t
o o u u
t t
u
o o o o
o o o o
o
o
t
t
cosh tanh 1 2 sinh 1
1 tanh tanh
tanh 1 tanh
cosh
sin
2
5 , 3 , 1
2 3
2

My=
( )
( )
( ) ( ) | |
)
`

+

+

=
a
y m
a
y m
a
y m
m
x m
qa
m m
m m m m
m m m m
m
m
t
o o u
t t
u
o o o o
o o o o
o
o
t
t
cosh tanh 1 2 sinh 1
1 tanh tanh
tanh 1 tanh
cosh
sin
2
5 , 3 , 1
2 3
2


Dimana
a
b m
m
2
t
o =

Maka Mx=

dan My=

, pada x=a/2 dan y=0, My=

pada x=a/2 dan y=b/2



Tabel 4:

Tabel 4: pelat persegi beban terbagi rata, tumpuan
jepit-jepit dan sendi-sendi v=0.3, b<a
a/b x=a/2, y=0

x=a/2, y=0

x=a/2, y=0 x=a/2, y=b/2




0.0026 0.0125 0.0417 -0.0833
2 0.0026 0.0142 0.042 -0.0842
1.5 0.00247 0.0179 0.0406 -0.0822
1.4 0.0024 0.0192 0.0399 -0.081
1.3 0.00234 0.0203 0.0388 -0.0794
1.2 0.00223 0.0215 0.0375 -0.0771
1.1 0.00209 0.023 0.0355 -0.0739







1
|

2
|

b
a

36
Bahah kuliah Departemen Teknik Sipil USU/Pelat dan Cangkang/Prof Dr Ing Johannes Tarigan