Anda di halaman 1dari 2

Pelayanan Kesehatan di Miangas Miangas, pulau paling utara di Indonesia ini memang tidak akrab di telinga.

Pulau ini bahkan jika dicari google earth, malah tidak muncul. Pulau terpencil yang jaraknya sekitar Miris sekali ketika ternyata pulau ini sudah 2 tahun tidak memiliki dokter, padahal perhatian pemerintah saat ini terhadap pulau miangas cukup tinggi, buktinya saja sekarang sdah dibangun bandara. Bahkan klo dipikir-pikir ada banyak sekali bangunan yang telah diperadakan di pulau ini

Miangas, memang cukup jauh dari ibu kota kabupaten, tetapi saat ini pulau-pulau perbatasan seperti miangas ini cukup menjadi perhatian pemerintah. Terbukti dengan banyaknya pembangunan yang dibangun pemerintah. Hanya saja cukup memprihatinakan ketika pembangunan yang digalakkan pemerintah hanya menjadi pajangan dan kemudian tidak terawat. Sebuah bangunan bahkan yang katanya akan dijadikan dinas kesehatan atau gudang obata atau apalah, sekarang masih kosong dan sudah sangat tidak terawatt karena tidak pernah dipergunakan sama sekali. Untuk pelayanan Kesehatan di Pulau Miangas, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan puskesmas. Di Pulau miangas terdapat 2 Puskesmas yaitu Puskesmas kecamatan Khusus Miangas dan Puskesmas pembantu. Jumlah puskesmas yang cukup banyak untuk sebuah pulau kecil seperti miangas dengan jumlah penduduk hanya berkisar 700 orang atau kurang lebih 200 KK. Puskesmas Kecamatan terletak sekitar 1 KM dari pemukiman penduduk, sedangkan puskesmas pembantu terletak di tengah pemukiman penduduk. Sebenarnya saat ini Puskesmas Kecamatan Miangaslah yang masih efektif digunakan, sedangkan puskesmas pembantu hanya digunakan untuk kegiatan seperti imunisasi saja, bahkan puskesmas pembantu saat ini beralih fungsi menjadi mess bagi salah satu perawat di miangas. Puskesmas Miangas tidak memiliki dokter, bahkan hal ini sdah berlangsung selama 2 tahun yaitu sejak tahun 2011 padahal seharusnya pulau perbatasan seperti ini minimal memiliki seorang dokter mengingat akses untuk pengobatan lanjutannya cukup sulit karena harus bergantung dengan akses transportasi. Untuk saat ini jumlah tenaga kerja di puskesmas miangas adalah 10 orang. Diantaranya terdapat 6 orang tenaga kerja tetap (PNS) yaitu 4 orang perawat lulusan D3, 1 orang bidan dan 1 Kepala Puskesmas yang juga lulusan D3 Keperawatan serta 4 orang tenaga kontrak yang merupakan lulusan D3 keperawatan.

Puskesmas ini dibagi kedalam beberapa ruangan diantaranya ruang pemeriksaan/ konsultasi, ruang KIA, penyimpanan obat,, gudang peralatan, rapat dan sebagainya. Peralatan di puskesmas ini juga cukup untuk memenuhi fungsinya sebagai pusat pengobatan. Namun ada juga barang sumbangan pemerintah seperti lampu operasi yang tidak pernah digunakan, mengingatnya tidak adanya dokter di pulau ini. Sebagai unit pelayanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas kecamatan khusus Miangas juga memberikan pelayanan preventif, promotif serta kuratif. Hanya saja saat ini, kebanyakan masyarakat di pulau ini masih menganggap bahwa fungsi puskesmas hanya untuk kuratif (pengobatan) saja, padahal preventif (pencegahan) juga sangat penting, terlebih karena pulau ini memiliki akses ke RS yang cukup sulit. Bayangkan saja jika ada masyarakat miangas yang membutuhkan perawatan lanjutan, maka tentu akan dirujuk ke RS yang ada di Ibu Kota Kabupaten, Melonguane yang jarakanya saja 117 mil atau sekitar 1,5 hari dengan menggunakan Kapal Perintis. Itupun jika kapal perintis bertolak ke tahuna. Namun jika menuju bitung, maka pasien biasanya akan langsung di rujuk ke RS di bitung yang jaraknya 276 mil atau sekitar 2 hari dengan menggunakan kapal perintis. Bahkan yang lebih memprihatinkan adalah ketika pasien rujukan harus dibawa dengan kapal perintis yang notabenenya adalah satu-satunya transportasi laut yang menghubungkan pulau miangas dan pulau-pulau kecil lainnya di daerah sangir talaud. Bayangkan saja ketika dirujuk, maka pasien harus menunggu sesuai jadwal kapal yang sekali seminggu, belum lagi keadaan di kapal perintis yang cukup tidak layak untuk seorang pasien yang sedang sakit. Pembangunan sarana transportasi udara yang saat ini dibangun oleh pemerintah diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat miangas

Puskesmas lama yang sekarang dijadikan Puskesmas pembantu juga saat ini, hanya menjadi mess bagi seorang perawat disana. Padahal puskesmas lama ini sebenarnya letaknya cukup strategis