Anda di halaman 1dari 7

Metode ADC adalah piranti pengkonversi sinyal analog ke sinyal digital.

Analog to Digital Conversion (ADC) merupakan piranti elektronik yang mempunyai fungsi sebagai pengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. ADC berperan dalam hal memindahkan informasi dari dua sistem yang berbeda. Dengan ADC informasi analog, contoh, berupa tegangan atau arus dari sensor atau tranduser akan diubah ke dalam sinyal digital. Hasil ubahan oleh ADC adalah dalam bentuk kode-kode biner berupa bit-bit karakter baik secara paralel ataupun seri. ADC sebagai piranti pengkonversi sinyal analog ke sinyal digital, terdiri dari: 1. 2. 3. Sub sistem sumber sinyal, sebagai sumber masukan analog yang akan diukur karateristiknya. Sub sistem ADC, berfungsi untuk mengkonversikan sinyal analog tersebut ke sinyal digital. Sub sistem komputerisasi, berfungsi menampilkan karakteristik sinyal pada layar monitor. Diagram proses pengukuran sinyal analog berbantuan komputer ditunjukkan oleh gambar berikut: sumber sinyal VIN MUX

Vref

ADC

I/O
IBM Compatible

D0,D1,,Dn

SOFTWARE

Terdiri atas: sub-sistem sumber sinyal sebagai sumber masukan analog yang akan diukur karakteristiknya. Sub-sistem ADC dan sub sistem komputer berfungsi untuk mengkonversikan sinyal analog tersebut ke sinyal digital dan memvisualisasikannya atau menampilkan harga karakteristik sinyal pada layar monitor berdasarkan software. Dalam subsistem ADC pengaturan selektor (mux) channel masukan diakses melalui perantara (I/O) oleh program. Komputer berdasarkan program akan menerima sinyal biner menjadi variabel data bilangan sesuai dengan deklarasi, dimana data fungsi waktu untuk unipolar seperti berikut:

Data (t) =

m0

Dm (t ).2

Vref

in

(t )

dan untuk bipolar: Data (t) =

m0

Dm (t ).2

2 =

1 Vref (t ) Vin (t ) 2.Vref


n

Analog ke Digital (ADC) Metoda Pengubah Serentak Proses pengubahan suatu tegangan analog ke dalam sinyal digital ekivalennya dikenal sebagai pengubahan analog ke digital atau Analog Digital Convertion. Operasi ini lebih rumit dibandingkan dengan operasi kebalikannya yakni Digital ke analog. Telah dikembangkan sejumlah metoda yang berlainan, yang paling sederhana diantaranya kemungkinan besar adalah metoda serentak. Metoda serentak pengubah Analog ke Digital berdasarkan pada penggunaan sejumlah rangkaian pembanding (comparator). Salah satu system semacam ini yang menggunakan tiga buah rangkaian pembanding seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini:

Gambar : Pengubah A/D serentak

Tegangan masukan 0 ke + V/4 +V/4 ke +V/2 +V/2 ke 3V/4 +3V/4 ke V C1 Rendah Tinggi Tinggi Tinggi

Keluaran Pembanding C2 Rendah Tinggi Tinggi Tinggi C3 Rendah Tinggi Tinggi Tinggi

Sinyal analog yang didigitalisasi dimasukan sebagai salah satu masukan ke masing-masing pembanding. Masukan yang lain adalah suatu tegangan acuan standar. Tegangan-tegangan acuan

yang digunakan adalah +V/4, +V/2 dan 3V/4. dengan demikian system mampu menerima tegangan masukan analog antara 0 dan +V volt. Jika sinyal masukan analog melampaui tegangan acuan ke suatu pembanding, pembanding tersebut hidup atau keluaran menjadi tinggi. Analog ke Digital (ADC) Metoda SAR ADC merupakan piranti elektronik yang berfungsi sebagai pengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, metode pengubahan ADC antara lain adalah: Metoda ADC SAR (Succesive Approximation Register) dengan Counter Sederhana dan ADC SAR dengan Metoda Pencacah (squencing). ADC mempunyai peranan dalam hal memindahkan formasi dari dua sistem yang berbeda. Dengan ADC informasi analog berupa tegangan atau arus dari sensor atau tranduser akan diubah ke dalam sinyal digital. Hasil ubahan oleh ADC dalam bentuk kode-kode biner berupa bit-bit karakter baik secara pararel ataupun seri. Metoda yang lain yaitu metoda SAR. ADC Metoda SAR yaitu metoda pendekatan register berurutan yang umumnya digunakan untuk tipe ADC dewasa ini merupakan pengubah yang beroperasi dengan membandingkan masukan analog secara berturut-turut terhadap tegangan referensi ADC yang dilakukan oleh register secara berulang-ulang. Metoda SAR untuk saat ini merupakan metoda yang tercepat di dalam melakukan ubahan, hal ini disebabkan di dalam melakukan ubahan tidak bergantung pada besarnya masukan analog yang diubah. Blok diagram ADC SAR dengan keluaran 4-bit secara umum ditunjukkan dalam Gambar.1. Bagian sistem ini terdiri dari bagian komparator, logika pengendali, pencacah melingkar serta register. Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut : Pada posisi pertama semua komponen telah di reset terlebih dahulu, kemudian register 4 bit akan mengaktifkan nilai MSB-nya. Nilai MSB dibuat bernilai 1 (satu) sedang 3 bit lainnya bernilai 0 (nol). Selanjutnya kombinasi nilai biner tersebut akan di ubah oleh pengubah DAC menjadi tegangan analog (Vd) serta dibandingkan dengan masukan analog (Vs) pada posisi yang lain dari komparator. Ambil misal nilai tegangan Vd = 8 Volt. Tegangan Vd ini kemudian dibandingkan dengan nilai masukan analog (Vs) misal Vs = 15 Volt. Hasil perbandingan, jika Vs>Vd maka nilai bit paling kiri akan tetap bernilai 1, dan jika Vs<Vd maka nilai bit paling kiri akan bernilai 0.

V
S

MASUKAN

ANALOG

Vr
ef

V
d

DAC 4-bit

A 3 A 2 A 1 A 0
REGISTER 4-bit

PENGENDALI

CLOCK

PENCACAH

Gambar 1. Blok diagram pengubah ADC metode SAR dengan keluaran 4-bit

Langkah kedua dari pengubah, yaitu ring counter akan menge-set nilai bit A2 sehingga bit A2 berharga 1, sedangkan A1 dan A0 pada biner 0, dan harga dari A3 telah ditentukan pada langkah satu.

SET BIT TERTINGGI (MSB) BANGKITKAN SINYAL ANALOG

YA HASIL BANDING Vs >Vd TIDAK HAPUS BIT 1 - 0 GESER BIT TERTINGGI

TIDAK

KONVERSI SELESAI
PENDEKATAN SELESAI YA

Gambar 2a. Diagram alir Proses ADC Metode SAR

MASUKAN ANALOG A0 A1

KELUARAN ANALOG

COMP

LATCH

BIT ALAMAT COUNTER

LATCH n-bit LATCH n-bit

Gambar 2b. Perangkat Keras ADC

Langkah ketiga seperti pada langkah kedua akan tetapi flip-flop yang di set adalah A1 sedangkan A3,A2 tetap sesuai dengan hasil operasi sebelumnya. Langkah keempat seperti pada langkah-langkah sebelumnya akan tetapi flip-flop yang di set ialah A0, sedangkan A3, A2, A1 tetap sesuai dengan hasil operasi sebelumnya. Dengan selesainya langkah keempat ini pada register 4 bit terdapat hasil ubahan yang diharapkan sesuai (mendekati) tegangan masukan analog. Berdasarkan uraian di atas dapat dibuat diagram alir logika seperti pada gambar 2a, dan

bagan perangkat kerasnya ditunjukkan pada gambar 2b. Pada prinsipnya pengubah ADC dengan metoda SAR ini dapat dibedakan atas dua macam, yaitu : dengan Metoda Simple Counter (Counter sederhana) dan Metoda Squencing (Metoda Pencacah). ADC Menghitung (Counting ADC) Pengubah digital ke analog dengan cara menghitung dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama kali pulsa clear mereset penghitung ke hitungan nol. Penghitung kemudian merekam jumlah pulsa dari jalur detak (clock) dalam bentuk digital. Detak (clock) merupakan sumber pulsa yang berselisih waktu sama. Karena jumlah hitungan sebanding dengan waktu, maka data biner yang menunjukkan hitungan ini digunakan sebagai masukan ke pengubah analog ke digital (ADC).

Selama masukan analog lebih besar dari batas reset, komparator mampunyai keluaran yang tinggi dan saklar/gerbang terbuka untuk menyalurkan pulsa detak ke penghitung. Apabila batas reset lebih besar dari masukan analog, keluaran komparator berubah ke nilai rendah dan gerbang ADC tidak dapat berfungsi, sehingga menghentikan penghitungan pada saat masukan analog sama dengan batas reset. Dan penghitung dapat membaca data digital yang menyatakan tegangan masuk analog. Nilai maksimum tegangan analog dinyatakan oleh n pulsa dan periode waktu detak dalam T detik, maka selang waktu antara cuplikan (atau waktu konversi) sama dengan nT detik. ADC Komparator Paralel Sinyal analog bersamaan dimasukkan ke deretan komparator dengan beda tegangan ambang yang sama (tegangan acuan V R1 = V/8, V R 2 = 2V/8, dan seterusnya). Jenis proses ini dinamakan pengubahan kontak (bin conversion), dimana masukan analog dipilah-pilah kedalam kotakkotak tegangan , masing-masing kotak dengan batas tegangan tertentu, yang ditentukan oleh ambang dua komparator yang berdekatan. Kaluaran rendah W (logika 0) pada semua komparator dengan ambang di atas tegangan masukan dan keluaran tinggi (logika 1) untuk masing-masing komparator yang ambangnya kurang dari masukan analog antara 2/8V dan 3/8V. Urutan dari proses metoda tersebut ialah sebagai berikut : Sinyal yang akan diproses dimasukkan pada masukan yang pertama dari komparator, logika 1 pada teminal Start akan menandakan dimulai operasi yaitu membuat bersih counter 4 bit dan menge-set R-S flip-

flop,suatu pulsa Clock dengan frekuensi tetap akan membuat gerbang AND (A1) menjadi aktif (enable) dengan mengendalikan masukan dari R-S flip-flop dan mengartikan bahwa counter 4 bit menghitung naik, dan Keluaran counter 4 bit akan diumpankan ke rangkaian ADC yang kemudian keluarannya diumpankan pada masukan kedua komparator. Bila keluaran dari ADC melampaui harga dari masukan analog pada komparator (masukkan 1) maka komparator akan memicu/mengeluarkan logika 1. Hal ini akan me-reset flip-flop pada sisi Q. Gerbang AND A1 menjadi disable dan counter akan berhenti menghitung naik serta akan berisi besaran digit yang ekivalen dengan masukan pertama dari komparator. Urutan dari proses metoda tersebut ialah sebagai berikut : 1. 2. Sinyal yang akan diproses dimasukkan pada masukan yang pertama dari komparator. Logika 1 pada teminal Start akan menandakan dimulai operasi counter 4 bit dan menge-set R-S flip-flop. yaitu membuat bersih

3.

suatu pulsa Clock dengan frekuensi tetap akan membuat gerbang AND (A1) menjadi aktif (enable) dengan mengendalikan masukan dari R-S flip-flop dan mengartikan bahwa counter 4 bit menghitung naik

4.

Keluaran counter 4 bit akan diumpankan ke rangkaian ADC yang kemudian keluarannya diumpankan pada masukan kedua komparator.

5.

Bila keluaran dari ADC melampaui harga dari masukan analog pada komparator (masukkan 1) maka komparator akan memicu/mengeluarkan logika 1. Hal ini akan me-reset flip-flop pada sisi Q.

6.

Gerbang AND A1 menjadi disable dan counter akan berhenti menghitung naik serta akan berisi besaran digit yang ekivalen dengan masukan pertama dari komparator. Metode SAR Squencing dianggap paling unggul dan sudah tentu mengandung rangkaian

lebih kompleks pula. Secara umum terdapat tiga bagian penting dalam sistem ini yaitu : bagian logika digit, bagian ubahan ADC serta bagian pembanding atau pun komparator. Gambar.4 menunjukkan ADC SAR dengan Metoda Squencing, dengan keluaran n-bit. Prinsip kerja ADC yaitu dengan melakukan pendekatan secara berurutan dari harga-harga pada register yang diubah oleh bagian DAC dan membandingkannya dengan nilai masukan analog pada komparator. N-bit keluaran dari ADC ini akan memerlukan n-langkah ubahan dan memakan waktu n-pulsa clock, waktu ubahan tidak tergantung pada harga masukan.