Anda di halaman 1dari 7

REAKTOR GELEMBUNG ( R-02 )

Tugas : Mereaksikan Propionaldehid cair sebanyak 11361,67 kg/jam dengan gas Oksigen
sebanyak 3134,25 kg/jam menjadi Asam propionat sebanyak 12563,13 kg/jam.

Pemilihan reaktor
Jenis reaktor : reaktor gelembung.
Kondisi operasi : Non-isotermal Non-adiabatis dengan inlet pada suhu 45 C
dan tekanan 2,5 atm.
Sistem pendingin

Bahan Konstruksi
:

:
pendingin jaket yang dialiri air digunakan untuk mengambil
panas yang dikeluarkan oleh reaksi.


Mekanisme reaksi
Reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut :
O
2

(g)
+ 2 C
3
H
6
O
(l)
2 C
3
H
6
O
2

(l)

atau A
(g)
+ 2 B
(l)
2 C
(l)

Mekanisme yang terjadi molekul gas oksigen akan mendifusi ke cairan melalui batas gas cair
menjadi molekul yang terlarut dalam cairan propionaldehid. Molekul oksigen terlarut ini akan
bereaksi dengan propionaldehid menjadi asam propionat.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh C. V. Gurumurthy dan V. M. H. Govindarao,
Persamaan reaksi kimianya adalah (r
A
) = kC
B
1,5
C
M
0,5
dengan k=0,208.10
9
exp(-12100/Rg/T).
Kecepatan overallnya juga telah dijabarkan yaitu R
A
= kC
Ai
0,5
C
B
0,75
C
M
0,25
dengan
k=0,166.10
4
exp(-3810/T)

Asumsi :
1. Sepanjang reaktor tidak ada perpindahan massa asam propionat dan propionaldehid
dari fase cair ke fase gas.
2. Tidak ada nitrogen yang melarut ke fase cair.
3. Panas dari dinding luar reaktor hanya diambil oleh air pendingin dan panas dari air
pendingin tidak ada yang terbuang kelingkungan


Menentukan Letak Reaksi
Letak reaksi dapat di prediksi dengan menggunakan bilangan Hatta (Ha), dimana M dapat
dinyatakan dengan rumus :
L
k
D C C C k
m
Ha
AL
f
M
n
B
m
Ai

+
=
1
1
2

dengan :
m,n,f = pangkat reaksi
k = koefisien kecepatan reaksi
C
Ai
= konsentrasi oksigen di cairan
C
B
= konsentrasi propionaldehid
C
M
= konsentrasi katalis
D
AL
= difusifitas oksigen di cairan
k
L
= koefisien transfer massa oksigen di cairan
maka:


2
5 5 , 0
6
5 , 1 1
10 . 5442 , 3
10 . 9226 , 4 )
201
10 . 50
( 0117561 , 0 ) 7 10 . 87 , 4 ( 0125252 , 1
1 0
2


+
= Ha
3218 , 0 = Ha

Dengan ketentuan :
Ha < 0,3 = Reaksi terjadi di badan cairan
0,3

< Ha < 3 = Reaksi terjadi di badan cairan dan interface cairan
Ha > 3 = Reaksi terjadi di interface cairan







Gambar 1. Profil konsentrasi A dan B untuk reaksi di interface cairan dan di badan cairan


Neraca Massa

Neraca massa oksigen di fase gas pada elemen volum:
Rate of input Rate of output Rate of Reaction = Rate of accumulation
0 ). (R | y . G | y . G
z z A z A
= A
+ L A
z A c
) .(R A.
z
| y . G | y . G
A
z A z z A
0
lim L
z
c =

+
A

G
R A
A L
) .( ..
dz
dy
A
c
=

Neraca massa Propionaldehydedi fase cair pada elemen volum:
Rate of input Rate of output Rate of Reaction = Rate of accumulation
0 ).A (R . 2 | C . L | C . L
A z B z z B
= A
+ L
z c
) .(R . 2
z
| C . L | C . L
A
B z z B
0
lim L
z
z
Ac =

+
A

) .(
L
. . 2
dz
dC
B
A
L
R A
c
=

Neraca panas di fase cair pada elemen volum dalam reaktor:
Heat of input Heat of output Heat of Reaction = Heat of accumulation
0 ) ( * / . 6.h.A. - ) T (T . . . ). .( D
4

) (
). .( . ) ( | ) T (T L | ) T (T L
P L
2
z Ref L i z z Ref L i
2
= A A A
+ A A
+
G L g D L O A
L A pi i pi i
T T db z z D U H z R
Hr z A R C C C C
c t c
c

+ + A
=
pi i
G L g D L O A L A
L
C C
T T db D U H A R Hr A R
dz
dT
i
P L
L
) ( * / 6.h.A. ) T (T . . ). .( ). ( ). .( ). (
2
c t c c


Neraca panas gabungan di elemen volum dalam reaktor:
Heat of input Heat of output Heat of Reaction = Heat of accumulation
0 Tp) (T . . . ). ( . ). ( | ) T (T G
| ) T (T G | ) T (T L | ) T (T L
L z z Ref G i
z Ref G i z Ref L i z z Ref L i
= A A A
+
A +
+


z D U Hr z A R C C
C C C C C C
D L A pi i
pi i pi i pi i
t c

+ + A
=
pi i
G L g D L O A L A
L
C C
T T db D U H A R Hr A R
dz
dT
i
P L
L
) ( * / 6.h.A. ) T (T . . ). .( ). ( ). .( ). (
2
c t c c

A
=
pi i
D L A
L
pi i
G
C Y
D U Hr A R
dz
dT
C C
dz
dT
i
P L i
G
) T (T . . ). .( ). ( L t c


Pengaruh perubahan Pt sepanjang tinggi reaktor
Tekanan Total dari inlet harus lebih besar dari tekanan hidrostatis dasar reaktor. Sehingga
tekanan pada dasar reaktor merupakan gabungan dari tekanan gas dan tekanan hidrostatis.
) .( . z H g P P
G T
+ =
. .g
dz
dP
T
=


Neraca Panas Air Pendingin
Asumsi asumsi yang digunakan :
1. Arah aliran air pendingin berasan dari bawah
2. Steady state
3. Aliran air pendingin plug flow

Rate of input Rate of output + Heat of reaction = Rate of accumulation
( ) 0 . . | ) T - .(T C M | ) T - .(T C M
z z ref p pp p z ref p pp p
=
+ p L D
T T D U t

pp p
p L D p
C M
T T D U
dz
dT


=
) .( . t


Perhitungan tinggi dan diameter reaktor
Perhitungan tinggi dan diameter reaktor dapat dilakukan dengan menyelesaikan persamaan-
persamaan diferensial berikut:
G
R A
A L
) .( ..
dz
dy
A
c
=
) .(
L
. . 2
dz
dC
B
A
L
R A
c
=

+ + A
=
pi i
G L g D L O A L A
L
C C
T T db D U H A R Hr A R
dz
dT
i
P L
L
) ( * / 6.h.A. ) T (T . . ). .( ). ( ). .( ). (
2
c t c c

A
=
pi i
D L A
L
pi i
G
C Y
D U Hr A R
dz
dT
C C
dz
dT
i
P L i
G
) T (T . . ). .( ). ( L t c

pp p
p L D p
C M
T T D U
dz
dT


=
) .( . t

. .g
dz
dP
T
=


dengan mentrial diameter (D) hingga didapat ketinggian reaktor(Z). Setelah itu set Z/D ke
angka 2 dengan merubah rubah nilai trial D.





0
0.1
0.2
0.3
0.4
0.5
0.6
0.7
0.8
0.9
0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000 7.0000 8.0000
Konversi Vs Tinggi Reaktor
0.0000
0.0500
0.1000
0.1500
0.2000
0.2500
0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000 7.0000 8.0000
Fraksi Oksigen VS Tinggi reaktor



0.0000
0.5000
1.0000
1.5000
2.0000
2.5000
3.0000
0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000 7.0000 8.0000
Tekanan Total VS Tinggi Reaktor
0.0000
10.0000
20.0000
30.0000
40.0000
50.0000
60.0000
0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000 7.0000 8.0000
Suhu VS Ketinggian Reaktor
Suhu Cairan Suhu Gas Suhu Pendingin