Anda di halaman 1dari 3

OTONOMI DAERAH SEBAGAI UPAYA MENSEJAHTERAKAN MASYARAKAT Pemberlakuan otonomi daerah berdasarkan UU No.

22 tahun 1999 telah memberikan peluang yang besar kepada daerah untuk mengelola berbagai urusan rumah tangganya secara mandiri dan bebas. Hal ini terjadi karena dalam konsep otonomi terkandung kebebasan untuk berprakarsa dalam mengambil keputusan atas dasar aspirasi masyarakat setempat tanpa kontrol langsung dari pemerintah pusat. Karenanya begitu erat kaitan antara otonomi dengan demokrasi. Dalam konteks ini !ohammad Hatta "19#$% berpendapat bah&a otonomisasi tidak saja berarti melaksanakan demokrasi tetapi mendorong berkembangnya prakarsa sendiri untuk mengambil keputusan mengenai kepentingan masyarakat setempat. Dengan berkembangnya prakarsa sendiri maka tercapailah apa yang dimaksud demokrasi yaitu pemerintahan dari oleh dan untuk rakyat. 'akyat tidak saja menentukan nasibnya sendiri melainkan juga memperbaiki nasibnya sendiri. KONSEP OTONOMI DAERAH (tonomi berasal dari bahasa )unani yaitu *auto+ yang berarti sendiri dan nomos yang berarti hukum atau peraturan. ,edangkan daerah adalah &ilayah atau lingkungan pemerintah. -adi secara har.iah otonomi daerah berarti hukum atau peraturan sendiri pada suatu &ilayah. Dengan otonomi daerah maka daerah diberi ke&enangan yang luas nyata dan bertanggung ja&ab kepada daerah secara proporsional. Hal ini di&ujudkan dengan pengaturan pembagian dan peman.aatan sumber daya nasional serta perimbangan keuangan pusat dan daerah sesuai dengan prinsip/prinsip demokrasi keselarasan pemerataan dan keadilan serta potensi dan kesadaran akan keanekaragaman daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan 'epublik 0ndonesia. 1erdasarkan UU Nomor 22 3ahun 2445 Pasal 1 dijelaskan bah&a (tonomi Daerah adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas/batas &ilayah yang ber&enang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan 'epublik 0ndonesia. dengan diberlakukannya UU Nomor 22 dan 22 3ahun 2445 dapat diketahui bah&a Pemerintah 0ndonesia menganut sistem desentralisasi yang mengandung maksud bah&a pemerintah pusat tidak lagi mengurus kepentingan rumah tangga daerah/daerah ke&enangan mengurus rumah tangga daerah diserahkan kepada masyarakat daerah. 6dapun pengertian dari Daerah (tonom adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu yang ber&enang mengatur dan mengurus kepentingan

masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan 'epublik 0ndonesia. DASAR HUKUM OTONOMI DAERAH Dasar hukum pelaksanaan otonomi daerah adalah sebagai berikut 7 1. Undang/undang Dasar '0 tahun 195# pasal 18 ayat 1 9 $ pasal 18 6 ayat 1 dan 2 pasal 18 1 ayat 1 dan 2: 2. Undang/undang Nomor 22 3ahun 2445 tentang Pemerintah Daerah: 2. Undang/undang Nomor 22 3ahun 2445 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah: 5. Peraturan Pemerintah Nomor 2# 3ahun 2444 tentang Ke&enanga Pemerintah Pusat dan Ke&enangan Pro;insi sebagai Daerah (tonom. PRINSIP OTONOMI DAERAH Dalam penjelasan umum UU Nomor 22 tahun 2445 ditegaskan bah&a prinsip otonomi daerah menggunakan prinsip otonomi seluas/luasnya nyata dan bertanggung ja&ab. a. Prinsip (tonomi ,eluas/luasnya Prinsip otonomi seluas/luasnya adalah bah&a daerah diberikan ke&enangan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang mencakup ke&enangan semua bidang pemerintahan kecuali ke&enangan di bidang politik luar negeri lain yang akan ditetapkan dengan peraturan pemerintah. 6danya otonomi seluas/luasnya maka daerah diharapkan dapat mengembangkan potensi secara leluasa. Daerah tidak harus tunduk secara penuh terhadap kebijakan pusat. Hal ini menjadikan persaingan sehat di antara daerah yang ada namun tetap dalam kerangka Negara Kesatuan 'epublik 0ndonesia. b. Prinsip (tonomi yang Nyata dan 1ertanggung -a&ab Prinsip otonomi yang nyata adalah bah&a untuk menangani urusan pemerintahan telah ada serta berpotensi untuk tumbuh hidup dan berkembang sesuai dengan potensi dan kekhasan daerah masing/masing. ,edangkan prinsip otonomi yang bertanggung ja&ab adalah otonomi yang dalam menyelenggarakannya harus benar/ benar sejalan dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi yaitu untuk memberdayakan daerah termasuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan bagian utama dari tujuan nasional. pertahanan keamanan peradilan moneter dan .iskal agama serta ke&enangan di dalam bidang

,ekalipun diberi kebebasan bukan berarti tanpa batasan. Daerah harus tetap menyelenggarakan ke&enangan otonominya secara nyata dan bertanggung ja&ab. Dengan demikian apa yang menjadi tujuan otonomi tetap terjaga yang pada intinya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. TUJUAN DAN MANFAAT OTONOMI DAERAH 3ujuan utama dari kebijakan otonomi daerah adalah di satu pihak membebaskan pemerintah pusat dari beban/beban yang tidak perlu dalam menangani urusan domestik sehingga berkesempatan mempelajari memahami merespon berbagai kecenderungan global dan mengambil man.aat dari padanya. 3ujuan otonomi daerah juga tercantum dalam UU Nomor 22 3ahun 2445 pasal 2 ayat 2 yang berbunyi *Pemerintah Daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang menjadi urusan pusat, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah+. 6dapun man.aat yang diperoleh dari pelaksanaan otonomi daerah antara lain 7 a. 6gar tidak terjadi pemusatan kekuasaan di pusat sehingga jalannya penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan lancar: b. Pemerintahan tidak hanya dijalankan oleh pemerintah pusat tetapi oleh pemerintah daerah: c. Kesejahteraan masyarakat di daerah semakin meningkat karena pembangunan di daerah disesuaikan dengan kebutuhan di daerah: d. Daya kreasi dan ino;asi masyarakat di daerah semakin meningkat karena setiap daerah berusahan untuk menampilkan keunggulan daerahnya masing/masing dan e. !eningkatkan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan di daerah dalam rangka partisipasi otonomi daerah. !engacu pada konsep otonomi daerah yang telah disebutkan di atas dapat disimpulkan bah&a tujuan dari adanya otonomi tersebut adalah untuk kesejahteraan masyarakat karena setiap daerah akan bertanggung ja&ab terhadap daerahnya masing/ masing. Dengan adanya keleluasaan ini diharapkan setiap &ilayah dapat berlomba/lomba untuk memajukan dan membangun daerahnya menjadi lebih baik. ,ehingga masyarakat akan semakin sejahtera dan ikut merasakan dampak dari otonomi daerah itu sendiri.

Anda mungkin juga menyukai