Anda di halaman 1dari 2

Berkembang pada regio yang akan ditempati geligi sulung berlanjut ke arah posterior pada regio permanen molar

.Mengarah ke distal dan bersama epithelium diatasnya akan menjadi tuberositas maksilaris dan ramus mandibula Pada Minggu ke-6 IU oral epithelium menebal sepanjang lengkung gigi untuk membentuk dental lamina Pembentukan Odontoblast Odontoblas adalah sel langsing terpolarisasi yang hanya menghasilkan matriks organik pada permukaan dentin. Sel-sel inti memiliki struktur sel penghasil sekret terpolarisasi dengan gradul sekresi yang mengandung prokolagen, sitoplasma sel ini mengandung sebuah inti pada basisnya. Odontoblas mempunyai cabang sitoplasma halus yang menerobos secara tagak lurus terhadap lebar dentin yaitu juluran odontoblas. Juluran-juluran halus ini secara berangsur memanjang seiring dengan menebalnya dentin, berjalan dalam saluran halus disebut tubul dentin yang bercabang dekat batas dentin dan email. Juluran odontoblas berangsur menipis ke arah ujung distalnya. Matriks yang dihasilkan odontoblas belum mengandung mineral dan disebut predentin. Mineralisasi dari dentin yang berkembang dimulai bila vesikel bermembran (vesikel matriks) mulai muncul, mengandung kristal hidroksiapatit halus yang tumbuh dan berfungsi sebagai tempat nukleasi bagi pengendapan mineral selanjutnya pada serabut kolagen sekitarnya. Berbeda dengan tulang, dentin menetap sebagai jaringan bermineral untuk waktu yang lama setelah musnahnya odontoblas. Pembentukan Ameloblas Selama tahap lonceng (Bell Stage), lamina gigi kehilangan kelanjutannya oleh invasi mesenkim dari jaringan pengikat di sekitarnya. Tetapi lamina gigi berpoliferasi terus secara teratur pada ujung distalnya untuk membentuk primordial dari gigi tetap. Jaringan epitel merangsang jaringan mesoderm dan jaringan mesoderm mendorong lagi jaringan epitel selama perkembangan dari organ enamel, sebuah rangkaian dari perubahan sel ini menghasilkan 4 lapisan: Epitel bagian luar dari organ enamel Stellate reticulum Epitel bagian dalam dan organ enamel pecah menjadi: Stratum intermediare Ameloblas Permulaan dari pembentukan matriks enamel dan dentin hanya terjadi ketika preodontoblas telah berdiferensiasi ke dalam odontoblas dan membentuk hubungan dengan ameloblas dari epitel enamel bagian dalam. Odontoblas mulai mengeluarkan matriks predentin di antara odontoblas dan ameloblas. Matriks ini mengandung vesikel-vesikel yang berisi RNA menurut perubahan induksi di basal lamina dari ameloblas. Matriks vesikel dari preodontoblas dihadapi oleh membrane sel dasar preameloblas dan tampak berubah. Kontak dan induksi ini merangsang produksi dan pengeluaran dari matriks enamel oleh ameloblas.

Sementum Pembentukan Sementoblast Mesenkim yang mengelingingi folikel gigi akan menjadi terosifikasi, membentuk cryt tulang, untuk tempat berkembangnya gigi, dan tempat mulai bererupsinya gigi. Lapisan mesensimal dari folikel gigi di dekat sementum akan berdiferensiasi menjadi sementoblast yang berkembang menjad serat kolagen. Sementolast dalam perkembangan selanjutnya akan tertanam dalam matriks sementum, dan disebut sementosit. Sel semetoblast ini berfungsi untuk membentuk substansi dasar selain serat kolagen. Pemebentukan Matriks Sementum Sementum beraal dari saccus dentis. Pembentukan semen dimuali setelah selubung Hertwig pecah diikuti oleh penetrasi sel folikel. Sebelum pecah, sel epitel memproduksi lapisan homogen satu mikron pada permukaan akar. Matriks semen disebut sementoid, dihasilkan oleh sementoblas yang terdiri dari serat kolagen dan substansi datar. Mineralisasi Sementum Pembetukan matriks sementum kemudian diikuti dengan mineralisasi kristal hidroksi-apatit. Serat folikel dentis tertanam didalam semen membentuk sebagian besar matriks yang kemudian mengalami mineralisasi yang disebut dengan serat Sharpey. Serat ini menrupakan ikatan antara ligamen periodonsium dengan gigi pada dua pertiga atas panjang akar yang membentuk semen fibrilar. Pada semen seluler hanya 40%-60% serat Sharpey di dalam matriks. Klasifikasi terjadi hany dibagian perifer. PEMBENTUKAN PULPA DAN AKAR GIGI Pembentukan Pulpa Pulpa gigi terdiri atas jaringan ikat longgar. Unsur utamanya ialah odontoblas, fibroblas, serabut kolagen halus dan substansi dasar dengan glikosaminoglikans. Pulpa adalah jaringan dengan banyak saraf dan pembuluh darah. Pembuluh darah dan serat saraf bermielin memasuki foramen apikal dan bercabang banyak. Beberapa serat saraf hilang selubung mielinnya dan menyusup untuk jarak tertentu ke dalam tubul dentin. Serabutserabut ini peka terhadap nyeri, satu-satunya sensasi pada gigi.

Bagian-bagiannya adalah : Ruang pulpa, yaitu rongga pulpa yang terdapat pada bagian tengah korona gigi dan selalu tunggal Tanduk pulpa, yaitu ujng ruang pulpa Saluran pulpa/saluran akar, yatu rongga pulpa yang terdapat pada bagian akar gigi Supplementary canal. Beberapa akar gigi mungkin memilikilebih dari satu foramen, dalam hal ini, saluran tersebut mempunyai 2 atau lebuh cabang dekat apikalnya yang disebut multiple foramina/supplementary canal Orifice/entrace into the pulp canal, yaitu pintu masuk ke saluran akar gigi. Saluran pupla dihubungkan dengan ruang pulap. Ada kalanya ditemukan suatu akar mempunyai lebih dari satu saluran pulpa, misalnya akr mesio bukaldari M1 atas dan akar mesial dari M1 bawah mempunyai 2 saluran pulpa yang berakhir pada sebuah foramen apikal. Pembentukan Akar Tunggal dan Ganda Setelah pembentukan email dan dentin mencapai bakal pertemuan sementum-email, maka dimulailah pembentukan akar gigi. Di sini organa email memegang peranan penting karena organa email membentuk selubung akar epitel dari Hertwig kea rah apical yang akan menemukan bentuk akar gigi dan merangsang pembentukan dentin. Selubung ini dapat mempunyai bentuk seperti diafragma pada bagian apeksnya yang kadang-kadang disebut diafragma epitel. Selubung ini hanya terdiri dari epitel email (EED) dalm dan epitel email luar (EEL) tanpa stratum intermedium maupun stellate reticulum. Bentuk epitel email dalam tetap kubus dan tidak membentuk email. Sel-sel epitel ini merangsang sel-sel jaringan ikat pada papilla dentis untuk berdiferensiasi menjadi odontoblas dan membentuk dentin. Segera setelah selapis dentin terbentuk, selubung ini akan pecah akibat invasi jaringan ikat. Sisa-sisa selubung tampak sebagai pulau-pulau epitel pada membrana periodontium dan disebut Sisa -sisa epitel dari Malassez. Perkembangan selubung Hertwig pada gigi dengan akar satu dan gigi dengan akar lebih dari satu agak berbeda. Sebelum dimulai dengan pembentukan akar, dibentuk dahulu diafragma epitel yang arahnya horizontal. Letak diafragma ini relative tetap selama pertumbuhan gigi. Proliferasi tidak terjadi ke bawah, tapi terjadi kearah mahkota gigi. Kemudian terjadi pembentukan odontoblas dan perlekatan dentin. Pada saat yang sama sel-sel jaringan ikat pada sakus dentis yang berdekatan dengan selubung epitel berproliferasi dan memecah-mecah selubung Hertwig. Epitel kemudian menjauhi permukaan dentin, sehingga memungkinkan sel-sel jaringan ikat berhubungan langsung dengan dentin dan berdiferensiasi menjadi sementoblas. Sementoblas kemudian meletakkan lapisan sementum pada permukaan dentin. Pembentukan dan penghancuran selubung yang terjadi secara cepat ini mengakibatkan sukar untuk melihat selubung Hertwig dalm bentuk lapisan yang kontinu pada permukaan akar. Bila panjang akar sudah tercapai, terjadi pengecilan lubang apeks, disertai perletakan dentin dan kemudian di ikuti perletakan sementum pada apeks. Pada gigi dengan akar lebih dari satu, diafragma epitel berkembang sedemikian rupa, sehingga ujung-ujungnya saling mendekati dan bersatu membentuk 2-3 lubang. Pembentukan akar yang selanjutnya adalah sama PROSES ERUPSI Proses erupsi gigi adalah proses fisiologis dimana gigi bergerak ke arah vertikal, mesial, bergerak miring dan rotasi. Gerakan-gerakan ini merupakan tekanan (kekuatan) untuk mencapai posisi gigi dan mempertahankan titik kontak dengan gigi tetangga. Sebelum gigi permanen erupsi, gigi desidui harus lepas yang dikenal dengan phenomena "resorpsi gigi desidui". Terjadinya resorpsi pada akar gigi desidui disebabkan tekanan folikel dari gigi permanen yang bergerak ke arah oklusal untuk mencapai posismya. Waktu er upsi gigi di rongga mulut berbeda untuk tiap gigi, dimana gigi yang proses .pembeniukannya lebih awal akan bererupsi lebih dahulu dibandingkan dengan gigi yang dibkmtuk sesudahnya. PROSES EKSFOLIASI Proses eksfoliasi merupakan proses penanggalan gigi-gigi susu yang nantinya akan digantikan oleh gigi-gigi permanen. Benih gigi telah terbentuk pada saat masa prenatal, tepatnya terdapat benih gigi susu dan gigi permanen. Pada saat perkembangan dan pertumbuhan gigi, tepatnya pada usia 6 bulan postnatal, gigi susu yang terletak lebih perifer erupsi terlebih dahulu sampai pada usia dimana gigi susu terbentuk secara sempurna. Setelah tahap ini, gigi permanen yang terletak lebih dalam, mendesak gigi susu yang menghalangi pertumbuhannya. Gigi susu yang terdesak oleh adanya pertumbuhan gigi permanen, akhirnya lepas, sehingga menyisakan daerah kosong yang nantinya akan dilanjutkan dengan erupsi gigi permanen.