Anda di halaman 1dari 10

ISTILAH-ISTILAH OKLUSI: POSISI ISTIRAHAT FISIOLOGIS, RELASI SENTRIS, OKLUSI SENTRIS, LINTASAN OKLUSI, PARAFUNGSI

DIAJUKAN SEBAGAI TUGAS ORAL BIOLOGY 6 Disusun Oleh : Rivi Ek Pe!" # S !i Sis)h R " *h ni Di" s Pu, Pe!" n R./ li Ri/k A*i n#i Hu# "i $%&&&$$%$'( $%&&&$$%$'+ $%&&&$$%$-$ $%&&&$$%$-& $%&&&$$%$-'

D.sen Pe"0i"0in1 : *!12 Sh n#3 4h i! ni, 52 Si *!12 Sulis#3 6 #i PROGRA5 STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNI7ERSITAS SRI8IJA9A '$&%

Oklusi merupakan fenomena kompleks yang melibatkan berbagai komponen jaringan yang terdapat pada rongga mulut, antara lain gigi, tulang rahang, otot, sendi temporomandibular, ligamen periodontal, dan saraf. Oklusi terjadi karena adanya interaksi antara sistem gigi, sistem skeletal dan sistem muskular. Oklusi gigi-geligi bukanlah merupakan keadaan yang statis selama mandibula bergerak, sehingga ada bermacam-macam bentuk oklusi, misalnya: sentrik, eksentrik, habitual, supra-infra, mesial distal, lingual, dsb1. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat diketahui bahwa oklusi bukanlah merupakan suatu proses statis yang hanya dapat diketahui bila seseorang menutup mulut sampai gigi geliginya dalam keadaan kontak. Tetapi, kita harus pula memahami bahwa selain faktor gigi-geligi masih ada faktor lain yang ikut terlibat dalam proses tersebut. Beberapa ahli menyatakan bahwa oklusi dibentuk oleh suatu sistem struktur yang terintegrasi antara sistem otot-otot mastikasi dan sistem neuromuskuler sendi temporomadibular dan gigi-geligi !am"ah, #ahseni$ dkk%&. 'ikenal tiga macam istilah oklusi yaitu& : 1. &. (. Oklusi I*e l: merupakan suatu konsep teoritis oklusi yang sukar atau bahkan tidak mungkin terdapat pada manusia. Oklusi Fun1si.n l: gerakan fungsional dari mandibula sehingga menyebabkan kontak antar gigi geligi Oklusi N.!" l: suatu hubungan yang dapat diterima oleh gigi geligi pada rahang sama dan rahang yang berlawanan, apabila gigi dikontakan dan kondilus berada dalam fosa glenoidea. A2 P.sisi Is#i! h # Fisi.l.1is :Physiological Rest Position; )dalah posisi ketika semua otot yang mengontrol posisi mandibula berada dalam keadaan relax.(,* +eadaan ini dianggap dikendalikan oleh mekanisme refleks yang dipicu oleh reseptor regangan pada otot mastikasi, khususnya otot temporal.(

,osisi ini dapat dipertahankan untuk waktu lama tanpa menimbulkan kelelahan, melalui kontraksi intermiten dan relaksasi dari kelompok serabut pada otot tersebut. +eadaan ini mencerminkan resistensi refleks terhadap regangan otot akibat gaya gra-itasi yang mengenai mandibula. 'i sini dianggap bahwa tidak ada stimulusstimulus lain yang dapat menimbulkan gerakan atau postur lain.*

G "0 ! &. .epresentasi skematik posisi istirahat fisiologis dari mandibula( /iri posisi istirahat fisiologis* : 1. &. (. 0igi-gigi dalam keadaan tidak berkontak dan jarak antara gigi-gigi biasanya sekitar ( mm. ,osisi mandibula ini dianggap terbentuk secara endogen dan dipengaruhi oleh panjang serta arah otot yang berjalan antara mandibula dan kranium. Terdiri atas pola akti-itas minimal yang stabil dan posisi ini tetap konstan asalkan otot tetap dalam keadaan sehat. ,osisi ini dianggap tidak terpengaruh oleh postur kepala atau tubuh dan karena itu dikontrol oleh pusat otak yang lebih tinggi serta oleh panjang istirahat dari otot. *. ,ada postur mandibula ini, wajah berada pada relasi -ertikal istirahat.

1.

,osisi istirahat pada kebanyakan kasus adalah sedemikian rupa hingga ada celah beberapa milimeter antara gigi-gigi atas dan bawah. /elah ini disebut free ways space atau jarak antar oklusal.

G "0 ! '2 A. ,encacatan relasi -ertikal istirahat menunjukkan free way space. B. ,encacatan relasi -ertikal oklusi menunjukkan tepi oklusi.* B2 Rel si Sen#!is .elasi sentris didefinisikan sebagai hubungan maksilo-mandibula di mana kondilus berartikulasi dengan posisi a-askular tertipis dari masing-masing diskus dan kompleks dalam posisi anterosuperior terhadap bentuk eminensia artikular. 1 Bisa juga diartikan sebagai relasi mandibula ke maksila ketika kondilus sebagian besar berada pada posisi istirahat postero-superior dalam fossa. ,osisi ini memungkinkan gerakan lateral terbentuk pada hubungan -ertikal normal indi-idu. 2dealnya mandibula berada pada relasi sentris ketika geligi dalam oklusi sentris. Biasanya gigi meluncur sekitar 1 mm ketika seseorang menggeser oklusi mereka dari relasi sentris ke oklusi sentris.1 ,osisi ini tidak tergantung pada kontak gigi dan secara klinis dapat dilihat ketika mandibula diarahkan anterior dan superior. !al ini terbatas sepenuhnya pada gerakan rotasi dari sumbu aksis hori"ontal.1

.elasi sentris adalah hubungan tulang ke tulang dari gigi atas dan bawah satu sama lain dengan kondilus mandibula pada fossa glenoid. 3etelah relasi sentris didapatkan, oklusi sentrik dapat dibangun bersamaan dengan itu.1

G "0 ! -2 ,osisi relasi sentris1 !al-hal yang harus diperhatikan dalam relasi sentris* : 1. .elasi sentris adalah posisi aksial tetap dari kondilus. 2ni tidak berarti bahwa mandibula dibatasi terhadap relasi sentris selama fungsinya. +ondilus yang berotasi bebas untuk bergerak ke bawah dan ke atas eminensia dan dari relasi sentris, memungkinkan rahang untuk terbuka dan tertutup pada posisi apapun dari relasi sentris. &. .elasi sentris jangan disalahartikan dengan oklusi sentris, sebuah istilah lama yang telah diperbaharui sebagai intercusp maximum. .elasi sentris mengacu pada posisi kondilus terpasang penuh tanpa memperdulikan bagaimana gigi terpasang. (. .elasi sentris bukan mengenai gigi melainkan mengenai posisi kondilus. Tetapi harus diingat bahwa posisi kondilus mempengaruhi hubungan mandibula ke maksila, bahkan ketika gigi tidak ada. 4andibula edentulous dalam relasi sentris jika pertemuan diskus-kondilus terpasang sempurna.

*.

.elasi sentris bukan hanya posisi nyaman yang digunakan karena dapat diulangi. .elasi sentris diterima secara umum sebagai posisi rahang karena benar secara biomekanik dan fisiologis dan hanya itu posisi rahang yang memungkinkan oklusi bebas-inferens.

42 Oklusi Sen#!ik Oklusi sentrik adalah posisi kontak maksimal dari gigi geligi pada waktu mandibula dalam keadaan sentris, yaitu kedua kondilus berada dalam posisi bilateral simetris di dalam fossanya. 3entris atau tidaknya posisi mandibula ini sangat ditentukan oleh panduan yang diberikan oleh kontak antara gigi pada saat pertama berkontak. +eadaan ini akan mudah berubah bila terdapat gigi supra posisi ataupun overhanging restoration1. Oklusi sentrik adalah istilah lain dari oklusi interkusp dan menunjukkan bahwa gigi-geligi atau mandibula terletak sentral pada oklusi. 2ni bukanlah istilah deskriptif untuk gigi-geligi atau mandibula dan tidak satupun dari keduanya yang dapat dianggap berada pada posisi atau relasi sentral. 5alaupun istilah oklusi interkusp tidak mencerminkan kontak maksimal antara gigi-geligi, istilah ini menggambarkan oklusi interkusp dan tidak dianggap mengindikasikan suatu posisi. 6Oklusi maksimal7 merupakan istilah yang lebih tepat tetapi istilah interkusp sudah umum dipakai sehingga tidak perlu dicari istilah baru lainnya. Oleh karena itu, oklusi interkusp mengindikasikan oklusi maksimal tanpa bergantung pada posisi gigi-geligi atau mandibula. Oklusi sentrik mempunyai kemungkinan kerancuan yang terlalu banyak&.

G "0 ! %2 A2 Tampilan depan molar dalam oklusi sentris, 42 Tampilan lateral dari oklusi sentris1 3yarat-syarat oklusi sentris1 : 1. &. (. *. 1. 0igi atas dan bawah dalam hubungan kontak maksimal dan tak bekerja. Bibir menekan satu sama lain. 8jung lidah pada sepertiga insisal dan tengah dari gigi-gigi insisi-us atas dan bawah. Otot-otot kunyah dalam keadaan kontraksi 9kspresi:tarikan muka harus kelihatan normal.

D2 Lin# s n Oklusi :Occlusion Guidance; ;intasan oklusi atau panduan oklusi occlusion guidance) merupakan hubungan mekanis yg ideal antara gigi arkus maksila dengan gigi arkus mandibula. 'i dalamnya termasuk kontak gigi geligi, anatomic and physical guidance, dan canine and incisal guidance. )da juga yang disebut <anterior guidance= yang berhubungan dengan panduan untuk semua beberapa gigi anterior, atau panduan yang melibatkan sistem neuromuskular. ,anduan lainnya adalah <condylar guidance= yang

berhubungan dengan kondilus sehingga disebut persamaan mekanik dari panduan pada artikulator.> ?ang penting dari physical guidance pada restorasi atau natural teeth dengan perawatan atau yang mengalami disfungsi atau maloklusi% dapat bersama dengan sistem neuromuskular. 3aat pemeriksaan oklusal sebelum waktunya, meskipun terdapat gerakan gliding yang halus tetap tidak mudah untuk dapat diterima dan beradaptasi dengan sistem neuromuskular yang tidak begitu jelas sampai respon yang kurang baik>. @ika terdapat gangguan dalam menutup pada oklusi sentrik yang diakibatkan oleh respon yang berbeda-beda yang timbul dari kesalahan restorasi struktural dan fisiologi%. @ika gangguan ini tidak dapat dicegah oleh pemindahan mandibular pada pengunyahan dan penelanan oleh mekanisme neuromuskular fungsi adaptasi dari gigi%, gigi dapat menjadi goyang dan berpindah posisi adaptasi struktural%, pasien dapat merasa tidak nyaman atau keberadaan restorasi yang tinggi meskipun untuk waktu yang sebentar adaptasi tingkah laku%, gejala disfungsi dari periodontium atau gigi pulpa% dan ototdapat terjadi>. ;intasan oklusi normal1 : &2 Canine Guidance :Lin# s n K ninus; 4erupakan keadaan dimana jika menggeserkan gigi ke kanan dan hanya kaninus kanan yang kontak selama penyimpangan lateral excursion lateral%. 2. Group function 4erupakan keadaan dimana jika menggeserkan gigi ke samping, beberapa gigi saat working side berkontak bersamaan berbagi beban. !al ini terjadi jika kaninus turun dari waktu ke waktu atau mengalami bengkok. ,ada lintasan ini, beban berat ideal berada di paling anterior gigi dan beban yang lebih ringan di belakang.

E2 P ! <un1si ,arafungsi oklusal adalah istilah untuk oral beha-iour yang tidak memiliki tujuan fungsional. )kti-itas ini antara lain bruAism grinding atau clenching gigi%, lip-biting, nail-biting, menggigit pensil, menghisap jari, dan posturing rahang yang abnormal. )kti-itas oklusal parafungsional dapat menyebabkan aus gigi yang berlebihan, nyeri otot, maloklusi parah, kondisi sendi degenerasi, perubahan diskus T4@, hipertropi otot, sakit kepala, dan cedera jaringan periodontal. ,arafungsi oklusal yang menyebabkan masalah paling banyak adalah bruAism.B

DAFTAR PUSTAKA 1. 4ichele ;eonardi 'arby, 4argaret Calsh. Dental Hygiene : !ractice. 5. B 3auders /ompany. &DDE. &. ,eter 9. 'awson. "unctional #cclusion : "rom $% to &mile Design. $osby 'lsevier. &DDB. (. Foster, T. '. (uku )*ar #rtodonsi, edisi ke +. 90/. 1EEB. *. Thomson, !amish. #klusi 'disi ,. 90/. &DDB 1. 0urkeerat 3ingh. extbook of #rthodontics. @aypee. &DDB. >. /handra. extbook of Dental and #ral )natomy !hysiology and #cclusion. @aypee Brothers ,ublishers. &DD*. B. @immy ?ang. Occlusal ,arafunction G its cause and management. #HD --"ixed !rosthodontics )ssignment. &DD&. H. 4uthu. !ediatric Dentistry: !rinciples and !ractice. 9lse-ier 2ndia. &DDE. E. )rathi .ao. !rinciples and !ractice of !edodontics. @, 4edical ;td. &D1& heory and