Anda di halaman 1dari 13

1

1. konsep konsep dasar dalam sistem instrumentasi.


Instrumentasi adalah sebuah alat untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel. Parameter parameter yang harus dimiliki instrumentasi : a. Ketelitian (accuracy) Ketelitian adalah harga terdekat suatu pembacaan instrumen, mendekati harga yang sebenarnya dari variabel yang diukur. Biasanya dalam % untuk skla penuh. Misalnya pengukuran tekanan 100 k pa, yang mempunyai ketelitian 1% artinya +/-1 k Pa. b. Ketepatan (precision) Ketepatan adalah suatu ukuran kemampuan instrumen untuk mendapatkan hasil pengukuran yang serupa, bila pengukuran dilakukan beberapa kali. c. Sensitivitas Sensitivitas adalah perbandingan antara sinyal keluaran atau respon instrume terhadap perubahan masukan atau variabel yang di ukur. d. Resolusi Resolusi, perubahan terkecil dalam nilai yang diukur kepada mana instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur. e. Linieritas Linieritas, menyatakan besarnya penyimpangan maksimum yang dapat terjadi pada suatu instrumen terhadapan sifat liniernya dan biasanya dinyatakan dalam % terhadap skala penuh f. Range

Range, menyatakan suatu daerah ukur yang dapat dilakukan oleh suatu instrumen , misalh termo mempunyai range 30 40 c. g. Span Span menyatakan lebar daerah pengukuran, untuk contoh diatas mempunyai span 10 c. h. Reproduksibilitas

2 Reproduksibilitas menyatak kemampuan suatu instrumen untung untuk menghasilkan pengukuran yang sama pada keadaan masukan yang sama, bila masukan diubah pada arah yang sama. Dinyatakan dalam %terhadap skala penuh. i. Hystrisis

Histrisis menyatakan kemampuan suatu intrumen untuk menghasilkan pengukuran yang sama bila input diubah pada arah yang berlawanan. Biasanya histerisis dinyatakan dalam % dalam skla penuh.

Adapun konsep dasar dari sistem instrumentasi didasari oleh ilmu fisika a. Pemahaman aplikasi instrumentasi b. Konsep energi dan sistem gaya c. Panas dan perpindahan panas d. Sistem satuan dan standar pengukuran

2. teknologi instrumentasi dan pengendalian di industri


sistem pengendalian pada suatu obyek dengan tujuan mengetahui nilai numerik variabel proses dan juga untuk tujuan mengendalikan variabel proses supaya berada dalam batas nilai tertentu yang diinginkan (set point). proses Instrumentasi dan kontrol dalam industri

3. karakteristik input / output sensor dan tranduser


Karakteristik Sensor Karakteristik Statis : karakteristik sensor pada saat kondisi kondisi tunak/steady state (output sudah stabil). Karakteristik Dinamik : perilaku respons sensor dalam rentang waktu antara terjadinya perubahan nilai pada besaran yang diukur sampai kondisi tunak.

4. jelaskan fungsi dari jenis jenis sensor


SENSOR TEMPERATURE / THERMOSTAT.

Ini adalah Sensor temperature atau suhu yang berfungsi untuk mendeteksi temperature ruang atau bidang. Cara kerja sensor suhu atau temperature adalah pada saat bagian detector suhu dari Thermostat mengalami perubahaan temperature yang cukup besar sehingga melebihi ambang batas atau setting dari thermostat tersebut maka kontak yang ada pada thermostat tersebut akan bekerja dari on ke off. Adapun pemakaian Thermostat ini salah satu penggunaannya adalah pada mesin dispenser air, compresor AC dll yang banyak kita jumpai.

PROXIMITY SWITCH

Berikut ini adalah gambar Proximity Switch yang berfunsi untuk mendeteksi gerakan suatu mesin yang digerakan oleh alat atau penggerak semisal Cylinder atau yang lainnya. Cara kerja sensor tersebut adalah sebagai berikut pada saat bagian depan sensor tersebut terkena benda logam contohnya besi dengan jarak tertentu sesuai dengan type dari sensor tersebut maka sensor akan bekerja dan kontak yang ada didalamya akan hubung. PHOTO SENSOR

Ini adalah gambar Photo Sensor atau sensor cahaya yang berfungsi untuk mendeteksi benda padat yang melintas didepanya baik itu kayu, logam, karet dll. Cara kerja sensor ini amatlah sederhana, ketika sensor tertutup cahayanya oleh suatu benda padat maka sensor tersebut akan bekerja sehingga kontak yang ada padanya akan terhubung. Sensor ini umumnya digunakan untuk mendeteksi material masuk atau keluar pada suatu mesin tertentu.

PRESSURE SWITCH

Ini adalah gambar Pressure Switch atau sensor tekanan, berfungsi untuk mendeteksi tekanan pada suatu bidang atau tekanan dalam pipa atau tabung, Pressure Switch terdapat beberapa jenis sesuai dengan media yang hendak diukur, ada Pressure switch air, udara, oli, dan steam atau uap panas, gambar diatas adalah Pressure switch udara. Cara kerja Pressure switch yaitu ketika lubang masukan mendapat tekanan hingga melebihi batas pengaturan atau setting maka Pressure switch akan bekerja dan kontak didalamnya akan bekerja dari on ke off. Salah satu pemakaiannya yang sering kita jumpai adalah pada mesin pompa air dirumah kita untuk menghidupkan dan mematikan pompa, atau pada mesin kompresor yang terdapat pada tukang tambal ban apabila udara dari kompresor sudah penuh maka kompresor akan mati REED SWITCH dengan sendirinya.

Gambar berikut adalah reed switch atau sensor magnet, berfungsi untuk mendeteksi gerakan dari penggerak cylinder naik, turun atau maju, mundur. Cara kerja dari sensor ini adalah ketika ada medan magnet mengenai bagian depan sensor, maka sensor akan bekerja sehingga menghubungkan kontaknya, medan magnet ini terdapat dari bagian dalam cylinder sebelah atas dan bawah kemudian posisi sensor nempel dengan badan cylinder pada saat

cylinder bergerak naik atau turun maka akan ada medan magnet yang mngenai reed switch. LIMIT SWITCH

Limit switch adalah salah satu jenis sensor yang ada di dunia industri yang berfungsi untuk mendeteksi gerakan dari bagian mesin yang bergerak seperti cylinder dan lain-lain, pada saat tuas atau bisa juga disebut cam mengenai atau menekan bagian kepala dari limit switch maka sensor ini langsung bekerja sehingga kontak-kontak yang ada pada bagian dalamnya akan ikut bekerja pula, pada saat sensor bekerja bisa langsung dihubungkan keperangkat atau komponen lain seperti solenoid valve atau lampu indikator. ada berbagai tipe dan ukuran pada sensor ini namun secara prinsip kerja adalah sama persis. Bagian kepala dari limit switch ini bisa ditekan kekiri dan kekanan dengan sudut tertentu misalnya 45 derajat maka dia sudah akan bekerja, sedangkan dibagian dalamnya terdapat micro switch yang berfungsi meneruskan gerakan yang diberikan oleh kepala limit switch di bagian luar, sehingga pada saat tertekan micro switch langsung kontak. Didalamnya ada kontak NO dan NC.

Photo sensor

Pada prinsipnya photo sensor atau sensor cahaya memiliki mode kerja berupa dark on dan light on yang masing-masing berbeda cara kerjanya, mode tersebut terdapat pada setiap photo sensor biasanya berupa switch yang terletak pada bagian atas dari sensor receiver dan dapat diatur atau dipindah dengan menggunakan obeng min yang kecil. Light on Light on artinya menyala lalu on atau bekerja, maksudnya ketika sensor tidak terhalang suatu benda apapun sehingga cahaya yang dipancarkan oleh pemancar/transmitter, dapat diterima sepenuhnya oleh penerima/receiver, maka kontak output dari receiver akan terhubung [on]. Hal ini dapat pula dianalogikan seperti sebuah kontak relay berupa NC [ normally close]. Dark on Dark on artinya gelap lalu on, maksudnya ketika sensor terhalang suatu benda, sehingga cahaya yang dipancarkan oleh transmitter tidak dapat diterima oleh receiver, maka kontak output dari receiver akan hubung [on], hal ini seperti sebuah kontak relay berupa NO [ normally open ].

Prinsip Kerja (1) Properties of Light Bujursangkar Propagasi Ketika perjalanan cahaya melalui udara atau air, selalu perjalanan di garis lurus. Celah di luar sebuah Sensor Melalui-balok yang digunakan untuk mendeteksi benda-benda kecil adalah sebuah contoh bagaimana prinsip ini diterapkan untuk penggunaan praktis.

Pembiasan Refraksi adalah fenomena cahaya yang dibelokkan saat lewat miring melalui batas antara dua medium dengan indeks bias berbeda.

Refleksi (Refleksi Reguler, Retro-refleksi, Diffuse reflection) Permukaan datar, seperti kaca atau cermin, memantulkan cahaya pada sudut sama dengan sudut datang cahaya. Semacam ini disebut refleksi refleksi biasa. Sebuah kubus sudut mengambil keuntungan dari prinsip ini dengan menyusun tiga permukaan datar tegak lurus satu sama lain. Cahaya yang dipancarkan ke arah sudut kubus berulang kali menyebarkan refleksi biasa dan cahaya yang dipantulkan akhirnya langsung bergerak kembali ke arah cahaya yang dipancarkan. Hal ini disebut sebagai retro-refleksi. Kebanyakan retro-reflektor yang terdiri dari kubus sudut yang mengukur beberapa milimeter persegi dan disusun dalam konfigurasi yang tepat.

Matte permukaan, seperti kertas putih, memantulkan cahaya ke segala arah. Hamburan cahaya ini disebut refleksi menyebar. Prinsip ini adalah metode penginderaan yang digunakan oleh Sensor Diffuse-reflektif.

Polarisasi Cahaya Cahaya dapat direpresentasikan sebagai gelombang yang berosilasi horizontal dan vertikal. Sensor fotolistrik hampir selalu menggunakan LED sebagai sumber cahaya. Cahaya yang dipancarkan dari LED berosilasi dalam arah vertikal dan horizontal dan disebut cahaya terpolarisasi. Ada filter optik yang membatasi osilasi cahaya tak terpolarisasi hanya satu arah. Ini dikenal sebagai filter polarisasi. Cahaya dari LED yang melewati sebuah berosilasi filter polarisasi hanya dalam satu arah dan disebut cahaya terpolarisasi (atau lebih tepatnya, cahaya terpolarisasi linier). cahaya Polarized berosilasi satu arah (misalnya arah vertikal) tidak dapat melewati polarising filter yang membatasi osilasi ke arah tegak lurus (misalnya, arah horisontal). The MSR fungsi Sensor Retro-reflektif dan Reksa Interferensi Saringan Pelindung aksesori untuk Melalui-beam Sensor beroperasi pada prinsip ini.

10

(2) Sumber Cahaya Cahaya Generasi Mayoritas pulsa menggunakan fotolistrik Sensor cahaya yang dimodulasi, pada dasarnya memancarkan cahaya berulang kali pada interval yang tetap. Mereka dapat merasakan obyek yang terletak agak jauh karena efek dari gangguan cahaya eksternal yang mudah dihapus dengan sistem ini. Dalam model dilengkapi dengan perlindungan saling interferensi, siklus emisi yang bervariasi dalam kisaran tertentu untuk menangani cahaya koheren dan interferensi cahaya eksternal.

Cahaya Non-dimodulasi mengacu ke berkas terganggu cahaya pada intensitas tertentu yang digunakan dengan jenis sensor tertentu , seperti Mark Sensor. Meskipun Sensor ini memiliki waktu respon yang cepat, kelemahannya termasuk penginderaan jarak pendek dan kerentanan terhadap gangguan cahaya eksternal.

11

Jenis dan warna sumber cahaya

(3) Optical Fiber Sensor Struktur Dengan tidak adanya komponen listrik di bagian sensing (serat), Optical Fiber Sensor sangat tahan terhadap kebisingan dan pengaruh lingkungan lainnya.

(4) Triangulasi Jarak sensor-settable umumnya beroperasi pada prinsip triangulasi. Prinsip ini diilustrasikan dalam diagram berikut. Cahaya dari Emitter dikirim ke objek sensing dan memantulkan cahaya disebarkan. Lensa Receiver mengumpukan cahaya terpantul pada posisi detektor (sebuah semikonduktor yang

12

outputnya sinyal sesuai dengan cahaya terkirim). Ketika objek penginderaan terletak di A dekat sistem optik, maka cahaya terkonsentrasi pada titik posisi detektor. Ketika objek penginderaan terletak di B jauh dari sistem optik, maka cahaya terkonsentrasi pada titik b di posisi detektor.

13

5. fungsi komponen sistem instrumentasi 6. metode pengukuran dalam sistem instrumentasi


Adapun metode pengukuran dalam sistem instrumenatasi terdiri dari a. Direct methods b. Indirect methods Pada sistem instrumentasi industri banyak dilakukan pengukuran : a. Pengukuran tekanan (pressure) b. Pengukuran aliran ( flow) c. Pengukuran permukaan (level) d. Pengukuran temperatur e. Pengukuran kelembapan ( mumadity) f. Pengukuran keasaman (viscosity)

g. Pengukuran radiasi h. Pengukuran pencemaran udara i. j. Pengukuran gaya, momen puntir, dan regangan Pengukuran getaran dan gerakan

k. Pengukuran panjang, sudut, dan pergeseran sudut

7. contoh metode pengukuran dalam sistem instrumentasi pada berbagai besaran seperti tekanan, aliran, suhu,radiasi, kimiawi maupun pencemaran udara (buat dalam gambar dan jelakan fungsinya )