Anda di halaman 1dari 22

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

A. BAGIAN UTAMA PRINTER DAN FUNGSINYA

1. Board Logic

LEE A. BAGIAN UTAMA PRINTER DAN FUNGSINYA 1. Board Logic Board logic berfungsi sebagai central pengolah
LEE A. BAGIAN UTAMA PRINTER DAN FUNGSINYA 1. Board Logic Board logic berfungsi sebagai central pengolah

Board logic berfungsi sebagai central pengolah data yang mengontrol sistem kerja printer, mengontrol sistem mekanik seperti system penyuplai kertas, system pompa. Juga mengontrol system elektrik seperti sensor, pemanas, carriage unit, motor penggerak, proses transfer data dari dan ke komputer.board logic juga menyediakan data (EEPROM data) berupa informasi jumlah halaman, setting waktu, penghitung jumlah pembuangan tinta dan rekaman error, dan lain-lain.

1

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

2. Carriage unit Berfungsi untuk memegang cartridge sekaligus menerima data dari board logic dan meneruskannya ke head printer untuk menghasilkan cetakan pada media.

ke head printer untuk menghasilkan cetakan pada media. 3. Head Print Menyemprotkan tinta pada media dengan

3. Head Print Menyemprotkan tinta pada media dengan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan warna yang sesuai.

media. 3. Head Print Menyemprotkan tinta pada media dengan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan warna yang
media. 3. Head Print Menyemprotkan tinta pada media dengan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan warna yang

2

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

4. Cartridge Sebagai wadah supplay tinta ke head printer. Cartridge terbagi menjadi dua jenis cartridge yaitu cartridge yang terpisah dan cartridge yang menyatu dengan headnya.

yang terpisah dan cartridge yang menyatu dengan headnya. 5. ASF (Automatic Sheet Feeder ) Berfungsi sebagai
yang terpisah dan cartridge yang menyatu dengan headnya. 5. ASF (Automatic Sheet Feeder ) Berfungsi sebagai

5. ASF (Automatic Sheet Feeder ) Berfungsi sebagai penarik kertas pada saat printer akan melakukan proses pencetakan.

5. ASF (Automatic Sheet Feeder ) Berfungsi sebagai penarik kertas pada saat printer akan melakukan proses
5. ASF (Automatic Sheet Feeder ) Berfungsi sebagai penarik kertas pada saat printer akan melakukan proses

3

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

6. Decoder Sensor Mendeteksi dan menterjemahkan sinyal yang dikirimkan sinar inframerah kemudian diteruskan ke sistem board untuk diteruskan ke sistem mekanik pada motor penggerak.

untuk diteruskan ke sistem mekanik pada motor penggerak. Decoder sensor pada printer ada 4 bahkan lebih

Decoder sensor pada printer ada 4 bahkan lebih tergantung jenis printernya.

1. Decoder sensor paper (sensor kertas) atau sering disebut dengan ASF Sensor

2. Decoder Sensor purge unit

3. Decoder disc Sensor

4. Decoder strip Sensor

7. Encoder Disc Berfungsi sebagai penyandi yang merubah sinyal menjadi sebuah data yang dapat diterima oleh Decoder sensor. Dalam hal ini encoder disc mengatur jarak secara vertikal (jarak atas bawah)

yang dapat diterima oleh Decoder sensor. Dalam hal ini encoder disc mengatur jarak secara vertikal (jarak

4

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

8. Encoder Strip Berfungsi sebagai penyandi yang merubah sinyal menjadi sebuah data yang dapat diterima oleh sensor. Dalam hal ini encoder strip mengatur jarak pergerakan carriage unit secara horizontal (jarak kiri kanan)

carriage unit secara horizontal (jarak kiri kanan) 9. Encoder paper (sensor kertas) Mendeteksi ada atau

9. Encoder paper (sensor kertas) Mendeteksi ada atau tidaknya kertas pada yang masuk ke roller shaft.

ada atau tidaknya kertas pada yang masuk ke roller shaft. 10. Timing Belt Meneruskan putaran dari

10. Timing Belt Meneruskan putaran dari motor penggerak untuk mengerakan carriage unit

5

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE 11. Motor/dinamo Sebagai pengerak sistem mekanis printer.

11. Motor/dinamo Sebagai pengerak sistem mekanis printer.

11. Motor/dinamo Sebagai pengerak sistem mekanis printer. 12. Purge unit Sebagai bagian mekanis printer yang terhubung

12. Purge unit Sebagai bagian mekanis printer yang terhubung langsung dengan ASF dan merupakan bagian dari sistem pompa untuk sistem pembersihan head printer

printer yang terhubung langsung dengan ASF dan merupakan bagian dari sistem pompa untuk sistem pembersihan head

6

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

13. Paper tray Sebagai baki atau wadah menaruh kertas

LEE 13. Paper tray Sebagai baki atau wadah menaruh kertas 14. Picker Berfungsi sebagai alat penggetil

14. Picker Berfungsi sebagai alat penggetil kertas dari paper tray

Berfungsi sebagai alat penggetil kertas dari paper tray B. PRINTER INKJET 1. CARA KERJA PRINTER INKJET

B. PRINTER INKJET

1. CARA KERJA PRINTER INKJET Berikut ini adalah cara kerja printer. Pertama aplikasi perangkat lunak yang digunakan

mengirimkan data yang akan dicetak ke printer driver.Kemudian driver menerjemahkan data yang dikirimkan menjadi data yang dapat dimengerti oleh printer dan memeriksa apakah printer telah siap untuk melakukan pencetakan atau tidak. Data kemudian dikirimkan oleh driver dari komputer ke printer dengan menggunakan antarmuka koneksi paralel/USB. Printer menerima data dari komputer dan sejumlah data disimpan dalam Buffer. Buffer dapat berukuran dari 512 KB RAM hingga 16 MB RAM bergantung pada modelnya. Buffer sangat berguna karena mengijinkan komputer melakukan pencetakan dengan cepat daripada harus menunggu halaman yang sebenarnya untuk dicetak. Jika printer dalam status idle dalam waktu yang lama, biasanya akan dilakukan proses

7

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

pembersihan head print terlebih dahulu. Setelah pembersihan selesai, printer siap untuk mencetak. Circuit Control mengaktifkan feed motor stepper untuk mengambil kertas. Motor ini mengaktifkan roll dan mengambil kertas yang ada pada tray kertas. Ada mekanisme kecil yang melakukan pengecekan pada tray kertas (sensor kertas). Jika ada kertas yang terdeteksi, maka pencetakan dilakukan. Namun jika kertas tidak terdeteksi, maka LED pada printer akan menyala dan printer mengirim pesan bahwa Printer is out of paper pada komputer. Setelah kertas dimasukkan, print head menggunakan belt untuk berpindah posisi mengitari kertas. Motor berhenti setiap sepersekian detik memberi waktu pada print head untuk menyemprotkan titik-titik tinta pada kertas sebelum kembali bergerak. Pergerakan ini terjadi sangat cepat sehingga perhentian motor tidak begitu terlihat. Beberapa titik dibuat dalam sekali semprot. Head print menyemprotkan warna CMYK dalam komposis dan nilai yang tepat sehingga didapat warna yang diinginkan. Setelah mencapai batas sisi kertas, print head kembali ke sisi awal kertas (atau pada beberapa printer print head berputar/berbalik) dan kembali mencetak. Proses tersebut berulang hingga tercetak satu halaman penuh. Waktu yang digunakan untuk mencetak satu halamann juga bervariasi, bergantung pada kompleksitas halaman ataupun gambar yang

dicetak. Setelah pencetakan selesai, head print diposisikan disisi lain diluar area kertas. Feed motor stepper kemudian mendorong kertas hingga kembali ke tray dan pencetakan selesai.

2. JENIS HEAD PRINTER INKJET Berdasarkan prinsip dan teknologinya, head printer terbagi menjadi 2 jenis :

1. Teknologi Micro Piezo Teknologi Micro Piezo merupakan teknologi yang dikembangkan pertama kali oleh epson, salah satu perusahaan bidang perangkat cetak dari negara jepang. Epson pertama kali melakukan penelitian Teknologi Piezo sekitar tahun 1970 dan Epson mulai mengakplikasi teknologi ini pada Oktober tahun 1984: yaitu pada printer Epson SQ-

2000.

tahun 1970 dan Epson mulai mengakplikasi teknologi ini pada Oktober tahun 1984: yaitu pada printer Epson
tahun 1970 dan Epson mulai mengakplikasi teknologi ini pada Oktober tahun 1984: yaitu pada printer Epson
tahun 1970 dan Epson mulai mengakplikasi teknologi ini pada Oktober tahun 1984: yaitu pada printer Epson

8

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

Kemudian teknologi Piezo tersebut dikembangkan lagi oleh team engginer epson yang berjumlah 80 orang yang dipimpin oleh Mr. Minoru Usui yang sekaligus presiden epson. Hasilnya diperoleh sebuah teknologi menggunakan crystall dan keramik sebagai bahan dasar head yang dilaunching pada tahun 1993 pada Printer Epson stylus S-800. Penyermpurnaan teknologi tersebut menjadi cikal bakal teknology head epson sekarang

ini. Hingga saat ini epson merupakan perusahaan terbesar dunia yang mengaplikasikan

teknologi Head Piezo pada semua perangkat printer inkjetnya yang diberi nama Micro Piezo. Sedangkan prinsip kerja head print itu sendiri disebut Piezoelektrik. Pada prinsipnya Piezoeletrik menggunakan gelombang listrik untuk menciptakan getaran kecil yang berfungsi untuk mendorong tinta di kanal melewati nozell. Getaran tersebut diklaim oleh epson mampu menyemprotkan tinta secara presisi di permukaan kertas untuk menghasilkan bentuk cetakan yang berkualitas. Head yang menggunakan teknologi ini cenderung menghasilkan temperatur kerja yang rendah, sehingga cocok untuk mencetak media yang berbidang lebar. Dan jenis printer yang menggunakan teknologi ini lebih awet. Biasanya head printer langsung ditanam

langsung (built in) pada carriage unitnya. Sehingga tidak bisa dilepas secara langsung. Ciri printer dengan teknologi Micro Piezo :

a. Hasil cetak image lebih detail

b. Proses pencetakan text atau image cenderung lambat

c. Head menyatu dengan carriage unit

d. Head tahan lama Printer yang menggunakan teknolgi ini :

Epson, dan Brother

2. Teknologi Thermal

dengan carriage unit d. Head tahan lama Printer yang menggunakan teknolgi ini : Epson, dan Brother
dengan carriage unit d. Head tahan lama Printer yang menggunakan teknolgi ini : Epson, dan Brother

9

dengan carriage unit d. Head tahan lama Printer yang menggunakan teknolgi ini : Epson, dan Brother

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

Teknologi thermal Head printer mulai digaungkan pada akhir tahun 1998, walaupun sebenarnya teknologi thermal printer pertama kali dikenalkan oleh Taiwan Semiconductor pada tahun 1979 di taipei yang digunakan pada mesin barcode printer.

Teknologi ini kemudian di kembangkan lagi oleh Canon Inc. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1933 dengan nama Seiki-kougaku-kenkyuujo atau Laboratorium Peralatan Optik Presisi dengan yoshida goro dan adik iparnya uchida saburo dan didanai oleh takeshi mitarai, teman dekat Uchida. Tujuan awalnya adalah untuk mengadakan riset dalam pengembangan kamera berkualitas sebuah perusahaan Jepang yang pada awalnya hanya mengkhususkan diri dalam produk gambar dan optik. Namun pada akhir tahun 1984 perusahaan ini merubah nama menjadi Canon Inc, dan mulai merambah ke industri perangkat cetak printer. Dan teknologi head printer yang digunakan menggunakan teknologi Thermal (Panas). Berbeda dengan epson yang menggunakan gelombang listrik untuk menciptakan getaran. Teknologi thermal justru menggunakan gelombang listrik untuk menciptakan panas pada sebuah elemen dalam head yang berfungsi untuk menghasilkan gelembung udara untuk mendorong tinta dari kanal keluar melalui nozell dan semprotkan pada media. Teknologi Thermal Head ini menghasilkan sebuah siklus penyemprotan tinta lebih cepat dibandingkan Teknologi Piezo, sehingga mampu melakukan volume pencetakan yang banyak. Akan tetapi teknology ini menghasilkan temperatur yang tingggi pada head. Sehingga printer yang menggunakan teknologi ini cenderung cepat rusak dan penggantian head menjadi lebih sering. Biasanya head dengan teknologi Thermal tidak dipasang langsung pada carriage unit namun baut terpisah sehingga mempermudah penggantian head. Ciri –ciri printer yang menggunakan teknologi ini adalah :

1. Hasil cetak images kurang detail

2. Proses pencetakan text atau image cepat

3. Head terpisah dengan carriage unit

4. Head berumur pendek Printer yang menggunakan teknologi ini :

canon, Hp, Lexmark

C. TROUBLESHOOTING KERUSAKAN PRINTER Printer merupakan salah satu perangkat output computer yang sedikit rumit dan kerap mengalami beberapa masalah umum dalam operasionalnya sehari-hari. Dibawah ini akan dipaparkan beberapa kasus kerusakan yang sering ditemui pada printer.

10

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

1. Printer Mati total

Pada kasus mati total, yang sering ditemui adalah

a. Power Adapter rusak Power Adapter rusak sering kali disebabkan karena lonjakan tegangan yang tidak stabil, biasanya untuk kasus ini cukup dengan mengganti power adaptor dengan model yang sejenis.

dengan mengganti power adaptor dengan model yang sejenis. b. Board Short (Dioda SMD rusak) Board short
dengan mengganti power adaptor dengan model yang sejenis. b. Board Short (Dioda SMD rusak) Board short
dengan mengganti power adaptor dengan model yang sejenis. b. Board Short (Dioda SMD rusak) Board short

b. Board Short (Dioda SMD rusak) Board short biasa sering ditemui pada board tipe HP dan Epson, dan hampir kerusakan ditemui pada bagian blok power yaitu tepatnya pada penyearah yaitu dioda SMD. Biasanya dioda ini dapat diganti dengan dioda IN4002 Untuk tipe lain kerusakan bisa disebabkan oleh short transistor dan Dioda Tipe lain. Untuk level ini diharapakan teknisi sudah mengenal dan memahapi elektronika dasar dan tidak dibahas secara detail pada materi dasar.

diharapakan teknisi sudah mengenal dan memahapi elektronika dasar dan tidak dibahas secara detail pada materi dasar.

11

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

2. Hasil cetak garis vertikal tidak lurus Hasil cetak garis vertikal seperti ini pada umumnya disebabkan oleh kotornya encoder strip sehingga Decoder sensor tidak dapat menerima sinyal infra red secara utuh akibatnya data yang dikirimkan ke sistem pengerak menjadi terganggu. Untuk kasus ini dapat ditangani dengan cara membersihkan encoder strip dengan menggunakan cairan pembersih kaca atau campuran air sabun yang diteteskan pada tisu. Perhatikan gambar berikut.

sabun yang diteteskan pada tisu. Perhatikan gambar berikut. 3. Hasil cetak huruf karakter horizantal putus-putus kasus

3. Hasil cetak huruf karakter horizantal putus-putus kasus ini biasanya dapat dilihat gejalanya pada bentuk huruf menjadi bengkok pada bagian tertentu atau hasil cetak pada baris tertentu hilang. Sering kali para pengguna printer mengira kasus ini disebabkan oleh head print buntu. Padahal hal tersebut disebabkan oleh kotornya Encoder Disc.

print buntu. Padahal hal tersebut disebabkan oleh kotornya Encoder Disc. Spot pada Encoder disc Hasil cetak

Spot pada Encoder disc

print buntu. Padahal hal tersebut disebabkan oleh kotornya Encoder Disc. Spot pada Encoder disc Hasil cetak

Hasil cetak terpotong

12
12

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

4. Menarik kertas banyak Kerusakan menarik kertas banyak disebabkan oleh patahnya poros pada ASF. Untuk menangani kasus ini dapat ditanggani dengan mengganti ASF atau dapat disiasati dengan mengganti poros ASF dengan menggunakan skrup atau paku yang sudah dipotong.

ASF dengan menggunakan skrup atau paku yang sudah dipotong. 5. Hasil cetak kosong Hasil cetak kosong

5. Hasil cetak kosong Hasil cetak kosong pada umumnya disebabkan nozel pada head tidak dapat menyemprotkan tinta dengan baik. Biasanya karena tinta terlalu kental sehingga nozel menjadi buntu, atau sistem thermal pada head sudah rusak. Untuk kasus buntu sifatnya ringan dapat ditangani dengan menggunakan cairan pembersih head, namun jika sudah terlalu berat maka head harus diganti.

6. Blingking. Blingking merupakan kasus kerusakan printer yang ditandai dengan lampu Led Power On dan Reset Berkedip bergantian Blingking bisa disebabkan oleh beberapa hal :

a. Ada benda asing didalam printer yang menghalangi pergerakan mekanis printer :

Carriage Unit (pemegang cartridge terhalang benda asing (error 5100)

printer : Carriage Unit (pemegang cartridge terhalang benda asing (error 5100) Paper Jam/kertas terjepit ( Error

Paper Jam/kertas terjepit ( Error 03)

13

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE b. Catridge Rusak / Grid Conector Kotor

b. Catridge Rusak / Grid Conector Kotor

c. Scaner Rusak

d. Encoder dan sensor rusak Untuk printer epson ada beberapa jenis blinking yaitu

- Blingking cepat. Kasus ini biasanya disebabkan oleh kotor atau rusaknya sensor Passive Infrared Wall atau disingkat dengan istilah sensor PW Untuk kasus ini biasa kerusakan ditemui untuk jenis printer sepert T30, T60, R220/230, T1100. R1360.

- Blingking EEPROm Kasus ini ditandai berkedipnya lampu power dan resume secara bergantian dengan interval sedang. Kasus ini dapat diselesaikan dengan melakukan reset ulang waste counter dengan adjustmet program

- Blingking On Rail Kasus ini paling umum sering terjadi pada seri T13, TX110, T111, TX 121. Gejalanya adalah saat printer dinyalakan cariage unit bergerak sesaat kemudian langsung blingking seolah-olah harus direset. Kerusakan secara umum sering terjadi pada Decoder Disc Sensor.

e. Ink Absorber Full Blingking tidak selalu berarti printer rusak Namun peristiwa Blingking juga bisa berarti sebuah peringatan atau informasi. Seperti pesan perlunya maintenance printer, seperti pesan ink absorber full atau indikator level tinta low. Kasus ink absorber full sebenarnya bukan karena sistem penampungan tinta penuh, namun lebih disebabkan karena penuhnya sistem memory EEPROM, karena setiap kita menyalakan printer dan melakukan perintah cetak pada printer melewati driver printer, data tersebut akan dikirim ke printer dan diterima dan diteruskan oleh EEPROM. proses menerima dan

14

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

mengirim data ini disebut Buffering. Proses Buffering ini juga langsung direkam oleh

EEPROM. Semua rekaman aktivitas printer (Log Activity) pada akhirnya akan memenuhi

EEPROM. Pada kasus ini printer tidak bisa merespon perintah. Dan biasanya pesan ini

terjemahkan bahwa Ink Absorber Full (Tempat Penampungan Tinta Penuh). Untuk

menangani kasus ini dapat dilakukan dengan menghapus file Log pada EEPROM dengan

menggunakan software khusus yang disebut dengan sebutan software resetter.

TABEL ERROR PRINTER SECARA UMUM

Printer

Erorr

Penyelesaian

Canon

Paper Jam

Periksa kemungkinan adanya kertas terjepit didalam bagian printer.

IP Series

Periksa sensor kertas bersihkan atau ganti

1200,

1600,

Error 5201

Thermal sensor head rusak. Ganti Head print (biasanya head printer hitam)

1300, 1700

1880, 1980

Ink Absorber Full

Reset EEPROM

2770

Error 5100

Carriage unit terhalang benda asing

The Following Ink may have Run Out Color / Black

Indikator tinta low, tekan dan tahan tombol resume selama 10 detik

 

E8

(Ink Absorber Almost Full) Reset EEPROM

E27

(Ink Absorber Full) Reset EEPROM

E42

(Scaner rusak) ganti scaner

MP

series

E04

(Cartridge hitam kotor/rusak), bersihkan/ganti

145, 150,160

E05

(Cartridge warna kotor/rusak) Bersihkan/ ganti

E15

(Run Out Color) tekan tombol start/reset 15 detik

E16

(Run Out black) tekan tombol start/reset 15 detik

 

P02

Pastikan tidak ada benda asing yg nyangkut di roll printer

MP

Series

Bersihkan dan cek encodernya, mungkin kena cipratan tinta.

MP

245,

P03

Cek dan periksa encoder disc

258,

287,

P07

Ink Absorber Full (Reset EEPROM)

276

E03

Paper Jam ( Cek Sensor kerta)

E15

Cartridge tidak terpasang

E14

Catridge tidak compatibel.

E13

(Run Out black) tekan tombol start/reset 15 detik

E16

(Run Out Color) tekan tombol start/reset 15 detik

E42

(Scaner rusak) ganti scaner

MX

series

E-8

(Ink Absorber Almost Full) Reset EEPROM

308, 318

E27

(Ink Absorber Full) Reset EEPROM

E04

(Cartridge hitam kotor/rusak), bersihkan/ganti

E05

(Cartridge warna kotor/rusak) Bersihkan/ ganti

E15

(Run Out Color) tekan tombol start/reset 15 detik

E16

(Run Out black) tekan tombol start/reset 15 detik

E42

(Scaner rusak) ganti scaner

15

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

   

Pastikan tidak ada benda asing yg nyangkut di

MX series

P02

roll printer

328,

347,

Bersihkan dan cek encodernya, mungkin kena cipratan tinta.

366

P03

Cek dan periksa encoder disc

P07

Ink Absorber Full (Reset EEPROM)

E03

Paper Jam ( Cek Sensor kertar)

E15

Cartridge tidak terpasang

E14

Catridge tidak compatibel.

E13

(Run Out black) tekan tombol start/reset 15 detik

E16

(Run Out Color) tekan tombol start/reset 15 detik

E42

(Scaner rusak) ganti scaner

IX

Operation Error

Thermal Head print rusak, ganti print head

4000/IX500

Epson C

 

Mati total

Cek dan ganti dioda SMD, (D4)

series

Hasil cetak Blank

Cek dan ganti Fuse (sekering) F1 ,F2, F3

 

General Error

Ganti Head dan cek mekanik printer

 

General Error

Bersihkan atau Ganti Sensor PW

Lampu

indikator

berkedip cepat

Epson R230

Ink

Cartridge Error

Ganti Chip Cartridge

Di

onkan carriage

Reset

unit tidak begerak,

lampu

led

blingking

Epson

T13,

Head

bergerak

Ganti Decoder Disc Sensor

TX

121,

TX

sebentar

langsung

101, TX111

blingking

Di

onkan carriage

 

unit tidak begerak,

Reset

lampu

led

blingking

D. PROSEDUR RESET PRINTER

a. Reset Printer Canon

Pada printer canon, printer dapat direset setelah masuk ke mode service (service mode)

adapun cara masuk ke masing-masing mode service canon adalah sebagai berikut.

1)

Canon 1200/1600/1300/1700

Cabutlah kabel power dari printer sehingga tidak terhubung dengan sumber listrik

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu pasang kembali kabel power ke printer

Lampu power akan menyala (Perhatikan tombol power tetap ditahan)

Dalam posisi tombol power tetapa ditekan. Tekan tombol resume 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai lampu power menyala hijau.

16

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

Lalu gunakan General tool untuk melakukan proses reset

2)

Canon 1880/1980

Cabutlah kabel power dari printer sehingga tidak terhubung dengan sumber listrik

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu pasang kembali kabel power ke printer

Lampu power akan menyala (Perhatikan tombol power tetap ditahan)

Dalam posisi tombol power tetapa ditekan. Tekan tombol resume 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai lampu power menyala hijau.

Lalu gunakan General tool untuk melakukan proses reset

3)

Canon MP 145/150/160

Printer dalam Keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul Angka “0

Masukan Selembar kertar pada paper tray

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Tekan tombol RESET/STOP sebanyak 4 kali, lalu dilanjutkan dengan menekan tombol ON/OFF 3 kali

4)

Canon MX 198

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul Angka 0

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool 1074

Pada Clear Ink Counter Klik Main dan tunggu proses sampai printer print 1 lembar

5)

Canon MX 308/300

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul SERVICE MODE IDLE

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Tekan tombol Reset/Stop sebanyak 4 kali,

lalu dilanjutkan dengan menekan tombol ON/OFF 2 kali

17

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

6)

Canon MX 328/318

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul SERVICE MODE IDLE

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool 1074 atau versi terbaru

7)

Canon MX366

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul angka “0

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool 3200

8)

Canon MP 258

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 2 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai dilayar printer muncul SERVICE MODE IDLE

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool 1074 atau seri

V3400

9)

Canon 2770

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 5 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai printer pada status idle (Lampu hijau menyala diam)

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool 1074 atau seri

V3400

18

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

10)

Canon MP 276 / MP 287

Printer dalam keadaan OFF

Tekan dan tahan tombol reset RESET/STOP

Tekan dan tahan tombol On/Off, lalu lepas tombol RESET/STOP

Tekan tombol reset 6 X lalu lepaskan kedua tombol

Tunggu sesaat sampai printer pada status idle (Led Display Blank Hitam)

Siapkan 1 lembar kertas pada Paper tray input

Kemudian untuk proses reset EEPROM. Gunakan Service Tool V3200 atau seri

V3400

b. Reset Printer Epson

1)

Epson C series

2)

Epson L Series

3)

Epson R series

4)

Epson T Series

5)

Epson TX Series

Untuk semua seri epson tidak ada service mode, semua printer dapat direset pada

posisi On Error.

19

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

LAMPIRAN

a. Cara penggunaan resetter Canon.

1. General tool

Masuklah ke service mode

kemudian jalankan General Tools

Centang Option Cleaning dan EEPROM Clear

Klik main dan Platen

Matikan Printer dan nyalakan kembali

main dan Platen  Matikan Printer dan nyalakan kembali 2. Service Tool 1074  Masuklah ke

2. Service Tool 1074

Masuklah ke service mode

kemudian jalankan Service Tool 1074

Klik main

Matikan Printer dan nyalakan kembali

ke service mode  kemudian jalankan Service Tool 1074  Klik main  Matikan Printer dan

20

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

3. Service Tool 3200  Masuklah ke service mode  kemudian jalankan Service Tool 3200
3.
Service Tool 3200
 Masuklah ke service mode
 kemudian jalankan Service Tool 3200
 Klik ink counter, Pilih All
 Klik Set
 Matikan Printer dan nyalakan kembali
b.
Cara penggunaan resetter epson.
Pada saat printer pada posisi EEPROM full
Jalankan adjustment program seperti langkah pada gambar berikut :
epson. Pada saat printer pada posisi EEPROM full Jalankan adjustment program seperti langkah pada gambar berikut

21

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE

PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE Presented By Harta Lee
PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE Presented By Harta Lee
PELATIHAN TEKNISI UNTUK MASYARAKAT OLEH SOLUTION CENTER PALANGKA RAYA BY HARTA LEE Presented By Harta Lee

Presented By Harta Lee 2009

22