Anda di halaman 1dari 117

1

RELIGI JAWA

Orang Jawa percaya bahwa Tuhan adalah pusat alam semesta dan pusat segala kehidupan karena sebelum semuanya terjadi di dunia ini Tuhanlah yang pertama kali ada. Tuhan tidak hanya menciptakan alam semesta beserta isinya tetapi juga bertindak sebagai pengatur, karena segala sesuatunya bergerak menurut rencana dan atas ijin serta kehendakNya. Pusat yang dimaksud dalam pengertian ini adalah sumber yang dapat memberikan penghidupan, keseimbangan dan kestabilan, yang dapat juga memberi kehidupan dan penghubung individu dengan dunia atas. Pandangan orang Jawa yang demikian biasa disebut Manunggaling Kawula Lan Gusti,yaitu pandangan yang beranggapan bahwa kewajiban moral manusia adalah mencapai harmoni dengan kekuatan terakhir dan pada kesatuan terakhir, yaitu manusia menyerahkan dirinya selaku kawula terhadap ustinya. Puncak gunung dalam kebudayaan Jawa dianggap suatu tempat yang tinggi dan paling dekat dengan dunia diatas, karena pada awalnya dipercayai bahwa roh nenek moyang tinggal di gunung-gunung. !ebagian besar orang Jawa termasuk dalam golongan yang telah berusaha mencampurkan beberapa konsep dan cara berpikir islam, dengan pandangan asli mengenai alam kodrati "dunia ini# dan alam adikodrati "alam gaib atau supranatural#. Pandangan hidup merupakan suatu abstraksi dari pengalaman hidup. Pandangan hidup adalah sebuah pengaturan mental dari pengalaman hidup yang kemudian dapat mengembangkan suatu sikap terhadap hidup. $iri pandangan hidup orang Jawa realitas yang mengarah kepada pembentukan kesatuan Numinus antara alam nyata, masyarakat dan alam adikodrati yang dianggap keramat. %lam adalah ungkapan kekuasaan yang menentukan kehidupan. Orang Jawa percaya bahwa kehidupan mereka telah ada garisnya, mereka hanya menjalankan saja. &asar kepercayaan Jawa atau Javanisme adalah keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada didunia ini pada hakekatnya adalah satu, atau merupakan kesatuan hidup. Javanisme memandang kehidupan manusia selalu terpaut erat dalam kosmos alam raya. &engan demikian kehidupan manusia merupakan suatu perjalanan yang penuh dengan pengalamanpengalaman yang religius. %lam pikiran orang Jawa merumuskan kehidupan manusia berada dalam dua kosmos "alam# yaitu makrokosmos dan mikrokosmos. 'akrokosmos dalam pikiran orang Jawa adalah sikap dan pandangan hidup terhadap alam semesta, yang mengandung kekuatan-kekuatan supranatural "adikodrati#. Tujuan utama dalam hidup adalah mencari serta menciptakan keselarasan atau keseimbangan antara kehidupan makrokosmos dan mikrokosmos. &alam makrokosmos pusat alam semesta adalah Tuhan. %lam semesta memiliki hirarki yang ditujukan dengan adanya jenjang alam

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

kehidupan dan adanya tingkatan dunia yang semakin sempurna " dunia atas - dunia manusia - dunia bawah #. %lam semesta terdiri dari empat arah utama ditambah satu pusat yaitu Tuhan yang mempersatukan dan memberi keseimbangan. !ikap dan pandangan terhadap dunia nyata " mikrokosmos # adalah tercermin pada kehidupan manusia dengan lingkungannya, susunan manusia dalam masyarakat, tata kehidupan manusia sehari-hari dan segala sesuatu yang nampak oleh mata. &alam menghadapi kehidupan manusia yang baik dan benar didunia ini tergantung pada kekuatan batin dan jiwanya. 6agi orang Jawa dahulu, pusat dunia ini ada pada pimpinan atau raja dan keraton, Tuhan adalah pusat makrokosmos sedangkan raja dianggap perwujudan wakil Tuhan di dunia, sehingga dalam dirinya terdapat keseimbangan berbagai kekuatan dari dua alam. Jadi raja dipandang sebagai pusat komunitas di dunia seperti halnya raja menjadi mikrokosmos dari wakil Tuhan dengan keraton sebagai tempat kediaman raja. 7eraton merupakan pusat keramat kerajaan dan bersemayamnya raja karena rajapun dianggap merupakan sumber kekuatan-kekuatan kosmis yang mengalir ke daerah kedaulatannya dan membawa ketentraman, keadilan dan kesuburan wilayah. 3al hal diatas merupakan gambaran umum tentang alam pikiran serta sikap dan pandangan hidup yang dimiliki oleh orang Jawa pada jaman kerajaan. %lam pikiran ini telah berakar kuat dan menjadi landasan 8alsa8ah dari segala perwujudan yang ada dalam tata kehidupan orang Jawa.

79J%:9N

'ari kita mengutip satu tembang Jawa Tak uwisi gunem iki Niyatku mung aweh wikan tahu 7abatinan akeh lire macamnya ;an gawat ka liwat-liwat gawat 'ulo dipun prayitno saya akhiri pembicaraan ini saya hanya ingin memberi kabatinan dan artinya banyak sangat

maka itu berhati-hatilah

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

Ojo keliru pamilihmu ;amun mardi kebatinan

Jangan kamu salah pilih kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua "pinisepuh# kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen. 7iranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula "manusia# dan usti "Pencipta# " jumbuhing kawula usti # <pendekatan kepada =ang 'aha 7uasa secara total. 7eadaan spiritual ini bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan, yang mempunyai moral yang baik, bersih dan jujur. beberapa laku harus dipraktekkan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap. Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya. $ipta, rasa, karsa dan karya harus baik, benar, suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono. Ati suci jumbuhing Kawulo Gusti > hati suci itu adalah hubungan yang serasi antara 7awulo dan usti, kejawen merupakan aset dari orang Jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai-nilai. &alam budaya jawa dikenal adanya simbolisme, yaitu suatu 8aham yang menggunakan lambang atau simbol untuk membimbing pemikiran manusia kearah pemahaman terhadap suatu hal secara lebih dalam. 'anusia mempergunakan simbol sebagai media penghantar komunikasi antar sesama dan segala sesuatu yang dilakukan manusia merupakan perlambang dari tindakan atau bahkan karakter dari manusia itu selanjutnya. ?lmu pengetahuan adalah simbol-simbol dari Tuhan, yang diturunkan kepada manusia, dan oleh manusia simbol-simbol itu ditelaah dibuktikan dan kemudian diubah menjadi simbol-simbol yang lebih mudah di8ahami agar bisa diterima oleh manusia lain yang memiliki daya tangkap yang berberda-beda. 6iasanya sebutan orang Jawa adalah orang yang hidup di wilayah sebelah timur sungai $itanduy dan $ilosari. 6ukan berarti wilayah di sebelah barat-nya bukan wilayah pulau Jawa. 'asyarakat Jawa adalah masyarakat yang menjunjung tinggi rasa kekeluargaan dan suka bergotong royong dengan semboyannya saiyeg saekoproyo yang berarti sekata satu tujuan. 7isah suku Jawa diawali dengan kedatangan seorang satriya pinandita yang bernama Aji Saka, sampai kemudian satriya itu menulis sebuah sajak yang kemudian sajak tersebut diakui menjadi huru8 jawa dan digunakan sebagai tanda dimulainya penanggalan tarikh Caka. Kejawen adalah 8aham orang jawa atau aliran kepercayaan yang muncul dari masuknya berbagai macam agama ke jawa. 7ejawen mengakui adanya Tuhan usti %llah tetapi juga mengakui mistik yang berkembang dari ajaran tasawu8 agama-agama yang ada. Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi dan tindakan simbolis dalam seni.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

Tindakan simbolis dalam religi, adalah contoh kebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah .at yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat di akui keberadaannya misalnya dengan menyebut Tuhan dengan usti ?ngkang 'urbheng &umadi, usti ?ngkang 'aha 7uaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu medo0akan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empatpuluh hari, seratus hari, satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan seribu harinya setelah seseorang meninggal "tahlillan#. &an tindakan simbolis dalam seni dicontohkan dengan berbagai macam warna yang terlukis pada wajah wayang kulit@ warna ini menggambarkan karakter dari masing-masing tokoh dalam wayang. Perkembangan budaya jawa yang mulai tergilas oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. 'aka orang mulai ber8ikir bagaimana bisa membuktikan hal gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan. 6ahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsur kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek eAploitasi dan penelitian. 7ebiasaan orang Jawa yang percaya bahwa segala sesuatu adalah simbol dari hakikat kehidupan, seperti syarat sebuah rumah harus memiliki empat buah soko guru "tiang penyangga# yang melambangkan empat unsur alam yaitu tanah, air, api, dan udara, yang ke empatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara 8isik dan mental penghuni rumah tersebut. Namun dengan adanya teknologi konstruksi yang semakin maju, keberadaan soko guru itu tidak lagi menjadi syarat pembangunan rumah. &engan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya 8aham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa. Tapi bahwa simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme. &an sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya sangkakala. Mangkunegara IV (Sembah dan Budiluhur) 'angkunegara ?B memiliki empat ajaran utama yang meliputi sembah raga, sembah cipta "kalbu#, sembah jiwa, dan sembah rasa. Sembah Raga !embah raga ialah menyembah Tuhan dengan mengutamakan gerak laku badaniah atau amal perbuatan yang bersi8at lahiriah. $ara bersucinya sama dengan sembahyang biasa, yaitu dengan mempergunakan air "wudhu#. !embah yang demikian biasa dikerjakan lima kali sehari semalam dengan mengindahkan pedoman secara tepat, tekun dan terus menerus, seperti bait berikut> Sembah raga puniku / pakartining wong amagang laku / sesucine asarana saking warih / kang wus lumrah limang wektu / wantu wataking wawaton !embah raga, sebagai bagian pertama dari empat sembah yang merupakan perjalanan hidup yang panjang ditamsilkan sebagai orang yang magang laku "calon pelaku atau penempuh perjalanan hidup kerohanian#, orang menjalani tahap awal kehidupan bertapa "sembah raga puniku,

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

pakartining wong amagang laku#. !embah ini didahului dengan bersuci yang menggunakan air "sesucine asarana saking warih#. =ang berlaku umum sembah raga ditunaikan sehari semalam lima kali. %tau dengan kata lain bahwa untuk menunaikan sembah ini telah ditetapkan waktu-waktunya lima kali dalam sehari semalam "kang wus lumrah limang wektu#. !embah lima waktu merupakan shalat 8ardlu yang wajib ditunaikan "setiap muslim# dengan memenuhi segala syarat dan rukunnya "wantu wataking wawaton#. !embah raga yang demikian ini wajib ditunaikan terus-menerus tiada henti "wantu# seumur hidup. &engan keharusan memenuhi segala ketentuan syarat dan rukun yang wajib dipedomani "wataking wawaton#. :atak suatu waton "pedoman# harus dipedomani. Tanpa mempedomani syarat dan rukun, maka sembah itu tidak sah. !embah raga tersebut, meskipun lebih menekankan gerak laku badaniah, namun bukan berarti mengabaikan aspek rohaniah, sebab orang yang magang laku selain ia menghadirkan seperangkat 8isiknya, ia juga menghadirkan seperangkat aspek spiritualnya sehingga ia meningkat ke tahap kerohanian yang lebih tinggi. Sembah i!"a ( Kalbu ) !embah ini kadang-kadang disebut sembah cipta dan kadang-kadang disebut sembah kalbu, seperti terungkap pada Pupuh ambuh bait * dan Pupuh ambuh bait ** berikut > Samengkon sembah kalbu / yen lumintu uga dadi laku / laku agung kang kagungan narapati / patitis teteking kawruh / meruhi marang kang momong. %pabila cipta mengandung arti gagasan, angan-angan, harapan atau keinginan yang tersimpan di dalam hati, kalbu berarti hati , maka sembah cipta di sini mengandung arti sembah kalbu atau sembah hati, bukan sembah gagasan atau angan-angan. %pabila sembah raga menekankan penggunaan air untuk membasuh segala kotoran dan najis lahiriah, maka sembah kalbu menekankan pengekangan hawa na8su yang dapat mengakibatkan terjadinya berbagai pelanggaran dan dosa "sucine tanpa banyu, amung nyunyuda hardaning kalbu#. Thaharah "bersuci# itu, demikian kata Al-Ghazali, ada empat tingkat. Pertama, membersihkan hadats dan najis yang bersi8at lahiriah. Kedua, membersihkan anggota badan dari berbagai pelanggaran dan dosa. Ketiga, membersihkan hati dari akhlak yang tercela dan budi pekerti yang hina. Keempat, membersihkan hati nurani dari apa yang selain %llah. &an yang keempat inilah taharah pada Nabi dan !hiddi/in. Jika thaharah yang pertama dan kedua menurut %l- ha.ali masih menekankan bentuk lahiriah berupa hadats dan najis yang melekat di badan yang berupa pelanggaran dan dosa yang dilakukan oleh anggota tubuh. $ara membersihkannya dibasuh dengan air. !edangkan kotoran yang kedua dibersihkan dan dibasuh tanpa air yaitu dengan menahan dan menjauhkan diri dari pelanggaran dan dosa. Thaharah yang ketiga dan keempat juga tanpa menggunakan air. Tetapi dengan membersihkan hati dari budi jahat dan mengosongkan hati dari apa saja yang selain %llah.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

Sembah Jiwa !embah jiwa adalah sembah kepada 3yang !ukma " %llah # dengan mengutamakan peran jiwa. Jika sembah cipta "kalbu# mengutamakan peran kalbu, maka sembah jiwa lebih halus dan mendalam dengan menggunakan jiwa atau al-ruh. !embah ini hendaknya diresapi secara menyeluruh tanpa henti setiap hari dan dilaksanakan dengan tekun secara terus-menerus, seperti terlihat pada bait berikut> Samengko kang tinutur / Sembah katri kang sayekti katur / Mring yang Sukma suksmanen saari!ari / "rahen dipun kecakup / Sembahing #iwa sutengong &alam rangkaian ajaran sembah 'angkunegara ?B yang telah disebut terdahulu, sembah jiwa ini menempati kedudukan yang sangat penting. ?a disebut pepuntoning laku "pokok tujuan atau akhir perjalanan suluk#. ?nilah akhir perjalanan hidup batiniah. $ara bersucinya tidak seperti pada sembah raga dengn air wudlu atau mandi, tidak pula seperti pada sembah kalbu dengan menundukkan hawa na8su, tetapi dengan awas emut "selalu waspada dan ingat<d.ikir kepada keadaan alam baka<langgeng#, alam ?lahi. 6etapa penting dan mendalamnya sembah jiwa ini, tampak dengan jelas pada bait berikut > Sayekti luwih perlu / ingaranan pepuntoning laku / Kalakuan kang tumrap bangsaning batin / Sucine lan awas emut / Mring alaming lama amota. 6erbeda dengan sembah raga dan sembah kalbu, ditinjau dari segi perjalanan suluk, sembah ini adalah tingkat permulaan "wong amagang laku# dan sembah yang kedua adalah tingkat lanjutan. &itinjau dari segi tata cara pelaksanaannya, sembah yang pertama menekankan kesucian jasmaniah dengan menggunakan air dan sembah yang kedua menekankan kesucian kalbu dari pengaruh jahat hawa na8su lalu membuangnya dan menukarnya dengan si8at utama. !edangkan sembah ketiga menekankan pengisian seluruh aspek jiwa dengan d.ikir kepada %llah seraya mengosongkannya dari apa saja yang selain %llah. Pelaksanaan sembah jiwa ialah dengan berniat teguh di dalam hati untuk mengemaskan segenap aspek jiwa, lalu diikatnya kuat-kuat untuk diarahkan kepada tujuan yang hendak dicapai tanpa melepaskan apa yang telah dipegang pada saat itu. &engan demikian triloka "alam semesta# tergulung menjadi satu. 6egitu pula jagad besar dan jagad kecil digulungkan disatupadukan. &i situlah terlihat alam yang bersinar gemerlapan. 'aka untuk menghadapi keadaan yang menggumkan itu, hendaklah perasaan hati dipertebal dan diperteguh jangan terpengaruh apa yang terjadi. 3al yang demikian itu dijelaskan 'angkunegara ?B pada bait berikut> $%uktine ngangkah ngukud / ngiket ngruket triloka kakukud / #agad agung ginulung lan #agad alit / den kandel kumandel kulup / mring kelaping alam kono.$ Sembah Ra#a !embah rasa ini berlainan dengan sembah-sembah yang sebelumnya. ?a didasarkan kepada rasa cemas. !embah yang keempat ini

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

ialah sembah yang dihayati dengan merasakan intisari kehidupan makhluk semesta alam, demikian menurut 'angkunegara ?B. Jika sembah kalbu mengandung arti menyembah Tuhan dengan alat batin kalbu atau hati seperti disebutkan sebelumnya, sembah jiwa berarti menyembah Tuhan dengan alat batin jiwa atau ruh, maka sembah rasa berarti menyembah Tuhan dengan menggunakan alat batin inti ruh. %lat batin yang belakangan ini adalah alat batin yang paling dalam dan paling halus yang menurut 'angkunegara ?B disebut telenging kalbu "lubuk hati yang paling dalam# atau disebut wosing jiwangga "inti ruh yang paling halus#. &engan demikian menurut 'angkunegara ?B, dalam diri manusia terdapat tiga buah alat batin yaitu, kalbu, jiwa<ruh dan inti jiwa<inti ruh "telengking kalbu atau wosing jiwangga# yang memperlihatkan susunan urutan kedalaman dan kehalusannya. Pelaksanaan sembah rasa itu tidak lagi memerlukan petunjuk dan bimbingan guru seperti ketiga sembah sebelumnya, tetapi harus dilakukan salik sendiri dengan kekuatan batinnya, seperti diungkapkan 'angkunegara ?B dalam bait berikut> Semongko ingsun tutur / gantya sembah lingkang kaping catur / sembah rasa karasa wosing dumadi / dadi wus tanpa tuduh / mung kalawan kasing batos. %pabila sembah jiwa dipandang sebagai sembah pada proses pencapaian tujuan akhir perjalanan suluk "pepuntoning laku#, maka sembah rasa adalah sembah yang dilakukan bukan dalam perjalanan suluk itu, melainkan sembah yang dilakukan di tempat tujuan akhir suluk. &engan kata lain, seorang salik telah tiba di tempat yang dituju. &an di sinilah akhir perjalanan suluknya. Cntuk sampai di sini, seorang salik masih tetap dibimbing gurunya seperti telah disebut di muka. !etelah ia diantarkan sampai selamat oleh gurunya untuk memasuki pintu gerbang, tempat sembah yang keempat, maka selanjutnya ia harus mandiri melakukan sembah rasa. Pada tingkatan ini, seorang salik dapat melaksanakan sendiri sembah rasa sesuai petunjuk-petunjuk gurunya. Pada tingkat ini ia dipandang telah memiliki kematangan rohani. Oleh karena itu, ia dipandang telah cukup ahli dalam melakukan sembah dengan mempergunakan aspek-aspek batiniahnya sendiri. &i sini, dituntut kemandirian, keberanian dan keteguhan hati seorang salik, tanpa menyandarkan kepada orang lain. 7ejernihan batinlah yang menjadi modal utama. 3al ini sesuai dengan wejangan %mongraga kepada Tambangraras dalam $entini bait *D5. !embah tersebut, demikian dinyatakan %mongraga, sungguh sangat mendalam, tidak dapat diselami dengan kata-kata, tidak dapat pula dimintakan bimbingan guru. Oleh karena itu, seorang salik harus merampungkannya sendiri dengan segala ketenangan, kejernihan batin dan kecintaan yang mendalam untuk melebur diri di muara samudera luas tanpa tepi dan berjalan menuju kesempurnaan. 7esemuanya itu tergantung pada diri sendiri, seperti terlihat pada bait berikut>

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

&ku luwih banget gawat neki / ing rar'()asantang keneng rinasa / tan kena ginurokake / yeku yayi dan rampung / eneng onengira kang ening / sungapan ing lautan / tanpa tepinipun / pelayaran ing kesidan / aneng sira dewe tan &yan iku yayi eneng ening wardaya.

6C&%=% 796%T?N%N

&i dalam serat :ulang Eeh, karya FkasusastranF Jawa "dalam bentuk syair# yang ditulis oleh !unan Paku 6uono ?B, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan mana usaha menuju kasampurnaning urip "kesempurnaan hidup# dan mendekat =ang 'aha :idi "%llah =ang 'aha 7uasa# bisa dicapai. &alam tembang 7inanthi ajaran itu bertutur > Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip a#a pi#er mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling "?ntinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. Orang pun tak boleh mengumbar na8su makan serta tidur#. Sejarah buda$a Keba"inan Pada tanggal *+ dan )4 %gustus *+DD di !emarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. 7ongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 2 %gustus tahun berikutnya di !urakarta sebagai lanjutannya, dihadiri oleh lebih dari ).444 peserta yang mewakili *44 organisasi. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama 6adan 7ongres 7ebatinan ?ndonesia "677?# "6adan *+D5#, yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun *+D+, *+5* dan *+5) "Pakan *+2G>+G#. 7ebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya, yakni tidak lebih dari )44 orang. 6udaya seperti itu secara resmi merupakan (aliran kecilH, seperti Penunggalan, perukunan kawula manembah gusti, jiwa ayu dan pancasila handayaningratan dari !urakarta@ ilmu kebatinan kasunyatan dari yogyakarta@ ilmu sejati dari madiun@ dan trimurti naluri majapahit dari mojokerto dan lain-lain.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

!ebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari )44 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari *444 orang yang tersebar di berbagai kota di jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang. dan lima yang besar adalah hardapusara dari purworejo, susila budi darma (S ! "# yang asalnya berkembang di semarang, paguyuban ngesti tunggal (pangestu# dari surakarta, paguyuban sumarah dan sapta dari yogyakarta. %arda!u#ara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu, yang dalam tahun *G+D didirikan oleh Kyai Kusumawicitra, seorang petani desa kemanukan dekat purworejo. ?a konon menamatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa timur, dan juga Jakarta. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. %jaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang oleh para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat, yaitu !uku Kawula Gusti dan $igati% Su#ila budi (S&B&') didirikan pada tahun *+)D di semarang, pusatnya sekarang berada di Jakarta. 6udaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan, melainkan menamakan dirinya (Pusat ;atihan 7ejiwaanH. %nggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh ?ndonesia dan mempunyai sebanyak G2 cabang di luar negeri. 6anyak dari para pengikutnya adalah orang %sia, 9ropa, %ustralia dan %merika. &oktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul susila budhi dharma@ selain itu gerakan itu juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Ke#iwaan Subud. (aggu$uban nge#"i "unggal, atau lebih terkenal dengan nama (ange#"u adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. erakan ini didirikan oleh Soenarto, yang di antara tahun *+,) dan *+,, menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku sasangka djati% Pangestu didirikan di surakarta pada bulan mei *+1+, dan anggotaanggotanya yang kini sudah berjumlah D4.444 orang tersebar di banyak kota di Jawa, terutama berasal dari kalangan priyayi. Namun anggota yang berasal dari daerah pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman transmigrasi di sumatera dan kalimantan. 'ajalah yang dikeluarkan organisasi itu dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu. (agu$uban #umarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil, dengan pemimpinnya bernama &% 'g% Sukirno (artono dari =ogyakarta. ?a mengaku menerima wahyu pada tahun *+,D. Pada akhir tahun *+14-an gerakan itu mulai mundur, namun berkembang kembali tahun *+D4 di =ogyakarta. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai **D.444 orang baik yang berasal dari golongan priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain. Sa!"a darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di jawa yang didirikan tahun *+DD oleh guru agama bernama

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

10

(ardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun !ri utomo. 6eliau berasal dari desa keplakan dekat pare. 6erbeda dengan keempat organisasi yang lain, sapta darma beranggotakan orang-orang dari daerah pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. :alaupun demikian para pemimpinnya hampir semua priyayi. 6uku yang berisi ajarannya adalah kitab pewarah sapta darma% :alaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di jawa, namun !urakarta sebagai pusat kebudayaan jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. &alam tahun *+24 ada *, organisasi kebatinan di sana@ lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara ,4-24 orang, tetapi ada satu yang anggotanya sekitar D44 orang dalam tahun *+24. !epuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar, yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta, =ogyakarta, 'adiun, 7ediri dan sebagainya "jong *+2,> *4*)#. !. de jong yang mempelajari budaya kebatinan jawa di jawa tengah, melaporkan bahwa dalam propinsi jawa tengah saja tercatat sebanyak )G5 organisasi kebatinan dalam tahun *G24, dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak terda8tar di sana. Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan, yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi, biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan karena sebagian besar orang jawa butuh mencari hakekat alam semesta, intisari kehidupan dan hakekat Tuhan. %hli sosiolagi !elosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara meta8isik. Mi#"ik Keba"inan 'enurut pandangan ilmu mistik kebatinan orang jawa, kehidupan manusia merupakan bagian dari alam semesta secara keseluruhan, dan hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari kehidupan alam semesta yang abadi, dimana manusia itu seakan-akan hanya berhenti sebentar untuk minum. !ikap. aya hidup, dan banyak aktivitas sebagai latihan upacara yang harus diterima dan dilakukan oleh seorang, yang ingin menganut mistik dibawah pimpinan guru dan panuntun agama itu, pada dasarnya sama pada berbagai gerakan kebatinan jawa yang ada. 3al yang mutlak perlu adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari dunia kebendaan, yaitu memiliki si8at rila "rela# untuk melepaskan segala hak milik, pikiran atau perasaan untuk memiliki, serta keinginan untuk memiliki.. melalui sikap rohaniah ini orang dapat membebaskan diri dari berbagai kekuatan serta pengaruh dunia kebendaan di sekitarnya. !ikap menyerah serta mutlak ini tidak boleh dianggap sebagai tanda si8at lemahnya seseorang@ sebaliknya ia menandakan bahwa orang seperti itu memiliki kekuatan batin dan keteguhan iman. 7emampuan untuk membebaskan diri dari dunia kebendaan dan kehidupan duniawi juga melibatkan sikap narima yaitu sikap menerima nasib, dan sikap bersabar, yang berarti sikap menerima nasib dengan rela.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

11

7emampuan untuk memiliki sikap-sikap semacam itu dapat diperoleh dengan hidup sederhana dalam arti yang sesungguhnya, hidup bersih, tetapi juga dengan jalan melakukan berbagai kegiatan upacara kegiatan upacara yang meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dengan jalan mengendalikan diri, dan melakukan berbagai latihan samadi. 'elalui latihan bersemedi di harapkan agar orang dapat membebaskan dirinya dari keadaan sekitarnya, yaitu menghentikan segala 8ungsi tubuh dan keinginan serta na8su jasmaninya. 3al ini dapat memberikan keheningan pikiran dan membuatnya mengerti dan menghayati hakekat hidup serta keselarasan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah. %pabila orang sudah bebas dari beban kehidupan duniawi "pamudharan#, maka orang itu setelah melalui beberapa tahap berikutnya, pada suatu saat akan dapat bersatu dengan Tuhan " jumbuhing kawula usti, atau manunggaling kawula- usti # <Pendekatan kepada ?llahi. Namun dengan tercapainya pamudharan, yang memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari kehidupan dunia kebendaan, orang itu juga tidak terbebas dari kewajiban-kewajibannya dalam kehidupan yang konkret@ bahkan, orang yang sudah mencapai pamudharan, wajib amemayu ayuning bawana, atau berupaya memperindah dunia, yaitu berusaha memelihara dan memperindah dengan jalan melakukan hal-hal yang baik, dan hidup dengan penuh tanggung jawab. Gerakan &n"uk (uri)ika#i Jiwa !emua organisasi kebatinan yang besar umumnya, memang bersi8at mistis@ banyak gerakan kebatinan, terutama yang jumlah anggotanya sedikit, hanya berusaha untuk mencapai puri8ikasi jiwa, 3al yang mereka inginkan adalah memperoleh suatu kehidupan kerohanian yang mantap, tanpa rasa takut dan rasa ketidak-pastian. ?nilah yang oleh orang jawa disebut orang yang sudah (bebasH "kamanungsan, kasunyatan#. $ara untuk kamanungsan pada umumnya sama dengan cara untuk mencapai pamudharan tersebut diatas. 7ecuali beberapa variasi kecil, maka cara untuk mencapai puri8ikasi jiwa pada dasarnya adalah dengan menjalankan kehidupan yang penuh tanggung jawab, baik secara moral, sederhana, mampu membebaskan diri dari keduniawian, mempunyai sikap yang baik terhadap kehidupan, nasib dan kematian dan melakukan samadi secara ketat. Oleh karena gerakan-gerakan kebatinan ini berusaha mencari kebebasan rohaniah individu, maka orang mudah mengerti bahwa si8atnya agak individualis@ gerakan-gerakan seperti itu paling tidak menarik bagi orang-orang yang membutuhkan kehidupan keagamaan, tanpa harus menaati peraturan-peraturan keagamaan yang resmi secara ketat, namun menyesuaikan dengan adat istiadat "!aid *+2)-a> *D,-*D1# Keba"inan *ang Berda#arkan Ilmu Gaib &i seluruh daerah tempat tinggal orang jawa banyak terdapat gerakan-gerakan kebatinan yang hanya beranggotakan beberapa puluh orang saja. 7ebanyakan dari gerakan seperti itu berpusat di kota-kota dan pada umumnya bersi8at rahasia, yaitu dengan tujuan-tujuan yang bersi8at mistik, moralis, atau etis dan dipimpin oleh seorang guru. Cntuk mencapai

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

12

tujuannya, para anggota gerakan seperti itu banyak melakukan praktekpraktek ilmu gaib, disamping studi dan bersamadi. 6anyak dari budaya semacam itu pada awalnya adalah suatu organisasi yang mengajar seni bela diri pencak. 7ecuali memberi latihan 8isik, gurunya juga melatih murid-muridnya untuk melakukan meditasi. Cntuk menciptakan suasana keramat, ada juga yang ditambah berbagai ritus ilmu gaib secara rahasia yang dimaksudkan agar para muridnya, memperoleh kekebalan dan kesaktian tertentu.

I(+A +&,GGAL

$ipta bermakna> pengareping rasa, tunggal artinya satu atau di8okuskan ke satu obyek. Jadi $ipta Tunggal bisa diartikan sebagai konsentrasi cipta. *. $ipta, karsa " kehendak # dan pakarti " tindakan # selalu akti8 selama orang itu masih hidup. Pakarti bisa berupa tindakan 8isik maupun non 8isik, pakarti non 8isik misalnya seseorang bisa membantu memecahkan atau menyelesaikan masalah orang lain dengan memberinya nasehat, nasehat itu berasal dari cipta atau rasa yang muncul dari dalam. !angatlah diharapkan seseorang itu hanya menghasilkan cipta yang baik sehingga dia juga mempunyai karsa dan pakarti < tumindak yang baik, dan yang berguna untuk diri sendiri atau syukur -syukur pada orang lain. ). Cntuk bisa mempraktekkan tersebut diatas, orang itu harus selalu sabar, konsestrasikan cipta untuk sabar, orang itu bisa makarti dengan baik apabila kehendak dari jiwa dan panca indera serasi lahir dan batin. ?ngatlah bahwa jiwa dan raga selalu dipengaruhi oleh kekuatan api, angin, tanah dan air. ,. Cntuk memelihara kesehatan raga, antara lain bisa dilakukan > a. 'inumlah segelas air dingin dipagi hari, siang dan malam sebelum tidur, air segar ini bagus untuk syarat dan bagian-bagian tubuh yang lain yang telah melaksanakan makarti. b. Jagalah tubuh selalu bersih dan sehat, mandilah secara teratur di negeri tropis sehari dua kali. c. Jangan merokok terlalu banyak. d. 7onsumsilah lebih banyak sayur-sayuran dan buah-buahan dan sedikit daging, perlu diketahui daging yang berasal dari binatang yang disembilah dan memasuki raga itu bisa berpengaruh kurang

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

13

1.

D.

5.

2. G.

baik, maka itu menjadi vegetarian " tidak makan daging # adalah langkah yang positi8. e. 7endalikanlah kehendak atau na8su, bersikaplah sabar, narima dan eling. Janganlah terlalu banyak bersenggama, seminggu sekali atau dua kali sudah cukup. 6erlatihlah supaya cipta menjadi lebih kuat, pusatkan cipta kontrol panca indera. Tenangkan badan "heneng# dengan cipta yang jernih dan tentram "hening#. 6ila cipta bisa dipusatkan dan di8okuskan kearah satu sasaran itu bagus, artinya cipta mulai mempunyai kekuatan sehingga bisa dipakai untuk mengatur satu kehendak. 6uatlah satu titik atau biru ditembok atau dinding " . # duduklah bersila dilantai menghadap ke tembok, pandanglah titik itu tanpa berkedip untuk beberapa saat, konsentrasikan cipta, kontrol panca indera, cipta dan pikiran jernih ditujukan kepada titik tersebut. Jangan memikirkan yang lain, jarak mata dari titik tersebut kira-kira tujuh puluh lima sentimeter, letak titik tersebut sejajar dengan mata, lakukan itu dengan santai. ;akukan latihan perna8asan dua kali sehari, pada pagi hari sebelum mandi demikian juga pada sore hari sebelum mandi tarik na8as dengan tenang dalam posisi yang enak. ;akukan olah raga ringan "senam# secara teratur supaya badan tetap sehat, sehingga mampu mendukung latihan olah na8as dan konsentrasi. 3isaplah kedalam badan !ari Trimurti pada hari sebelum matahari terbit dimana udara masih bersih, lakukan sebagai berikut > +arik na)a# +ahan ,a)a# Keluarkan Jumlah ,a)a# *4 detik *4 detik *4 detik ,4 detik minggu ? > , kali *D detik *4 detik *D detik 14 detik minggu ?? > , kali )4 detik *4 detik )4 detik D4 detik minggu ??? > , kali )5 detik G detik )5 detik 54 detik minggu ?B > , kali

+. Cntuk memperkuat otak tariklah na8as dengan lobang hidung sebelah kiri, dengan cara menutup lobang hidung sebelah kanan dengan jari, lalu tahan na8as selanjutnya keluarkan na8as melalui lobang hidung sebelah kanan, dengan menutup lobang hidung sebelah kiri dengan jari. +arik +ahan Keluarkan Jumlah na)a# ,a)a# ,a)a# 1 detik G detik 1 detik *5 detik minggu ? > 2 kali *4 detik 2 detik *4 detik )2 detik minggu ?? > 2 kali *4 detik *4 detik *4 detik ,4 detik minggu ??? I

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

14

)4 detik

)4 detik

)4 detik

?B > 2 kali 54 detik minggu B > 2 kali

*4.7arsa akan terpenuhi apabila nasehat-nasehat diatas dituruti dengan benar, praktekkan samadi pada waktu malam hari, paling bagus tengah malam ditempat atau kamar yang bersih. 7ontrol panca indera, tutuplah sembilan lobang dari raga, duduk bersila dengan rilek, 8okuskan pandangan kepada pucuk hidung. Tarik na8as, tahan na8as, dan keluarkan na8as dengan tenang dan santai, konsentrasikan cipta lalu dengarkan suara na8as. Pertama-tama akan dirasakan sesuatu yang damai dan apabila telah sampai saatnya orang akan bisa berada berada dalam posisi hubungan harmonis antara kawula dan usti %;;%3 **. $obalah lakukan sebagai berikut > a. ;upakan segalanya selama dua belas detik b. &engan sadar memusatkan cipta kepada d.at yang agung selama seratus empat puluh detik. c. Jernihkan pikiran dan rasa selama satu, dua atau tiga jam " semampunya # *). Tujuh macam tapa raga, yang perlu dilakukan a. Tapa mata, mengurangi tidur artinya jangan mengejar pamrih. b. Tapa telinga, mengurangi na8su artinya jangan menuruti kehendak jelek. c. Tapa hidung, mengurangi minum artinya jangan menyalahkan orang lain d. Tapa bibir, mengurangi makan artinya jangan membicarakan kejelekan orang lain e. Tapa tangan, jangan mencuri artinya jangan mudah memukul orang 8. Tapa alat seksual, mengurangi bercinta dan jangan ber.inah g. Tapa kaki, mengurangi jalan artinya jangan membuat kesalahan *,. Tujuh macam tapa jiwa yang perlu dilakukan a. Tapa raga, rendah hati melaksanakan hanya hal yang baik b. Tapa hati, bersyukur tidak mencurigai orang lain melakukan hal yang jahat c. Tapa na8su, tidak iri kepada sukses orang lain, tidak mengeluh dan sabar pada saat menderita d. Tapa jiwa, setia tidak bohong, tidak mencampuri urusan orang e. Tapa rasa, tenang dan kuat dalam panalongso 8. Tapa cahaya, bersi8at luhur berpikiran jernih g. Tapa hidup, waspada dan eling *1. 6erketetapan hati a. Tidak ragu-ragu b. !elalu yakin orang yang kehilangan keyakinan atas kepercayaan diri adalah seperti pusaka yang kehilangan yoninya atau kekuatannya *D. 'enghormati orang lain tanpa memandang jenis kelamin, kedudukan, suku, bangsa, kepercayaan dan agama, semua manusia itu sama > saya adalah kamu " tat twan asi #. %rtinya kalau kamu berbuat baik kepada

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

15

orang lain, itu juga baik buat kamu, kalau kamu melukai orang lain itu juga melukai dirimu sendiri. *5. !edulur papat kalimo pancer Orang Jawa tradisional percaya eksistensi dari sedulur papat " saudara empat # yang selalu menyertai seseorang dimana saja dan kapan saja, selama orang itu hidup didunia. 'ereka memang ditugaskan oleh kekuasaan alam untuk selalu dengan setia membantu, mereka tidak tidak punya badan jasmani, tetapi ada baik dan kamu juga harus mempunyai hubungan yang serasi dengan mereka yaitu > a. Kakang kawah, saudara tua kawah, dia keluar dari gua garba ibu sebelum kamu, tempatnya di timur warnanya putih. b. Adi ari-ari, adik ari-ari, dia dikeluarkan dari gua garba ibu sesudah kamu, tempatnya di barat warnanya kuning. c. Getih, darah yang keluar dari gua garba ibu sewaktu melahirkan, tempatnya di selatan warnanya merah d. )user, pusar yang dipotong sesudah kelahiranmu, tempatnya di utara warnanya hitam. !elain sedulur papat diatas, yang lain adalah 7alima Pancer, pancer kelima itulah badan jasmani kamu. 'erekalah yang disebut sedulur papat kalimo pancer, mereka ada karena kamu ada. !ementara orang menyebut mereka keblat papat lima tengah, "empat jurusan yang kelima ada ditengah#. 'ereka berlima itu dilahirkan melalui ibu, mereka itu adalah 'ar dan 'arti, berbentuk udara. *ar adalah udara, yang dihasilkan karena perjuangan ibu saat melahirkan bayi, sedangkan *arti adalah udara yang merupakan rasa ibu sesudah selamat melahirkan si jabang bayi. !ecara mistis 'ar dan 'arti ini warnanya putih dan kuning, kamu bisa meminta bantuan 'ar dan 'arti hanya sesudah kamu melaksankan tapa brata " laku spiritul yang sungguhsungguh #. *2.Tingkatkan sembah, menyembah kepada Tuhan =ang 'aha 9sa yang berarti juga menghormati dan memuja-Nya, istilah lainnya ialah Pu#abrata. %da guru laku yang mengatakan bahwa seseorang itu tidak diperkenankan melakukan pujabrata, sebelum melewati tapabrata. a. Sembah raga ?ni adalah tapa dari badan jasmani, seperti diketahui badan hanyalah mengikuti perintah batin dan kehendak. 6adan itu maunya menyenang-nyenangkan diri, merasa gembira tanpa batas. 'ulai hari ini, usahakan supaya badan menuruti kehendak cipta yaitu dengan jalan> bangun pagi hari, mandi, jangan malas lalu sebagai manusia normal bekerjalah. 'akanlah makanan yang tidak berlebihan dan tidur secukupnya saja> makan pada waktu lapar, minum pada waktu haus, tidur pada waktu sudah mengantuk, pelajarilah ilmu luhur yang berguna untuk diri sendiri dan orang lain. b. Sembah cipta *. kamu harus melatih pikiranmu kepada kenyataan sejati kawula engenal usti.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

16

). 7amu harus selalu mengerjakan hal-hal yang baik dan benar, kontrollah na8sumu dan taklukan keserakahan. &engan begitu rasa kamu akan menjadi tajam dan kamu akan mulai melihat kenyataan. 6erlatih cipta sebagai berikut > *. ;akukan dengan teratur ditengah, ditempat yang sesuai. ). 7onsentrasikan rasa kamu ,. Jangan memaksa ragamu, laksanakan dengan santai saja 1. 7ehendahmu jernih, 8okuskan kepada itu D. 6iasakanlah melakukan hal ini, sampai kamu merasa bahwa apa yang kamu kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus kamu kerjakan, dan sama sekali tidak menjadi beban. 7ini kamu berada dijalan yang menuju ke kenyataan sejati, kamu merasa seolah-olah sepi tidak ingat apapun, seolah-olah badan astral dan mental tidak ber8ungsi, kamu lupa tetapi jiwa tetap eling " sadar # itulah situasi heneng dan hening dan sekaligus eling kesadaran dari rasa sejati. ?ni hanya bisa dilaksanakan dengan keteguhan hati sehingga hasilnya akan terlihat. c. Sembah jiwa !embah jiwa kepada Tuhan =ang 'aha 7uasa, dengan rasa yang mendalam menggunakan jiwa suksma yang telah kamu temui pada waktu pada heneng, hening dan eling, ini adalah sembah batin yang tidak melibatkan lahir. %pabila kamu melihat cahaya yang sangat tenang tetapi tidak menyilaukan itu pertanda kamu sudah mulai membuka dunia kenyataan. $ahaya itu adalah pramana kamu sendiri, kamu akan merasa yakin pada waktu bersamadi, kamu dan cahaya itu saling melindungi. d. Sembah rasa artinya sejati ( rasa sejati # *. 7ita bisa mengerti dengan sempurna untuk apa kita diciptakan dan selanjutnya apakah tujuan hidupmu. ). 7ita akan mengerti dengan sempurna atas kenyataan hidup dan keberadaan semua mahluk melalui olah samadi atau memahami Sangkan Paraning *umadi, hubungan harmonis antara kawula dan usti layaknya seperti manisnya madu dan madunya, tidak terpisahkan.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

17

(A(A+ LIMA (A, ER

?ng 7ekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut unungan, ana kono gambar 'acan, 6antheng, 7ethek lan 'anuk 'erak. 7ocape kuwi mujudake !edulur Papat mungguhing manungsa. 7ewan cacah papat mau nggambarake na8su patang warna yaiku > 'acan nggambarake na8su %marah, 6antheng nggambarake na8su !upiyah, 7ethek nggambarake na8su %luamah, lan 'anuk 'erak nggambarake na8su 'utmainah. !9&C;CE P%P%T ;?'% P%N$9E Njupuk sumber saka Kitab Kidungan )urwajati seratane , diwiwiti saka tembang &handanggula kang cakepane mangkene > %na kidung ing kadang 'armati %mung tuwuh ing kuwasanira Nganakaken saciptane 7akang 7awah puniku 7ang rumeksa ing awak mami %nekakake sedya ?ng kuwasanipun %dhi %ri-%ri ingkang 'emayungi laku kuwasanireki %ngenakken pangarah Ponang etih ing rahina wengi Ngrerewangi ulah kang kuwasa %ndadekaken karsane Puser kuwasanipun Nguyu-uyu sabawa mami Nuruti ing panedha 7uwasanireku Jangkep kadang ingsun papat 7alimane wus dadi pancer sawiji Tunggal sawujud ingwang ?ng tembang dhuwur iku disebutake yen F !edulur Papat F iku *armati, Kawah, Ari-Ari, lan Getih kang kaprahe diarani Eahsa. 7abeh kuwi mancer neng Puser "Cdel# yaiku mancer ing 6ayi. $ethane mancer marang uwonge kuwi. eneya kok disebut 'armati, kakang 7awah, %dhi %ri-%ri lan Eahsa kuwiJ. 'armati iku tegese !amar 'ati K lire yen wong wadon pas nggarbini " hamil # iku sadina-dina pikirane uwas !amar 'ati. Easa uwas kawatir pralaya anane dhisik dhewe sadurunge metune 7awah, %ri-%ri lan Eahsa kuwi mau, mulane &asa Samar *ati iku ban#ur dianggep minangka Sadulur +uwa% :ong nggarbini yen pas babaran kae, kang dhisik dhewe iku metune !anyu Kawah sak durunge laire bayi, mula Kawah ban#ur dianggep Sadulur +uwa kang lumrahe diarani Kakang Kawah. =en 7awah wis mancal medhal, banjur disusul laire bayi, sakwise kuwi banjur disusul wetune Ari-Ari. !arehne %ri-%ri iku metune sakwise bayi lair, mulane "ri!"ri iku diarani Sedulur ,nom lan kasebut "dhi "ri!"ri ;amun ana wong abaran tartamtu ngetokake &ah ( Getih # sapirang-pirang. :etune Eah "Eahsa# iki uga ing wektu akhir, mula %ahsa iku uga dianggep Sedulur ,nom. Puser "Tali Plasenta# iku umume PCP%7 yen bayi wis umur pitung dina. )user kang copot saka udel kuwi uga dianggep Sedulure bayi. &ki dianggep )ancer pusate Sedulur )apat. 'ula banjur tuwuh unen-unen F !9&C;CE P%P%T ;?'% P%N$9E F 4 7ekayon wayang purwa kang kaprahe kasebut unungan, ana kono gambar

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

18

'acan, 6antheng, 7ethek lan 'anuk 'erak. 7ocape kuwi mujudake !edulur Papat mungguhing manungsa. 7ewan cacah papat mau nggambarake na8su patang warna yaiku > 'acan nggambarake na8su %marah, 6antheng nggambarake na8su !upiyah, 7ethek nggambarake na8su %luamah, lan 'anuk 'erak nggambarake na8su 'utmainah kang kabeh mau bisa dibabarake kaya ukara ing ngisor iki> Amarah - =en manungsa ngetutake amarah iku tartamtu tansaya bengkerengan lan padudon wae, bisa-bisa manungsa koncatan kasabaran, kamangka sabar iku mujudake alat kanggo nyaketake dhiri marang %llah !:T. Supiyah . Kaendahan - 'anungsa kuwi umume seneng marang kang sarwa endah yaiku wanita "asmara#. 'ula manungsa kang kabulet na8su asmara digambarake bisa ngobong jagad. Aluamah . Srakah 'anungsa kuwi umume padha nduweni rasa srakah lan aluamah, mula kuwi yen ora dikendaleni, manungsa kepengine bisa urip nganti pitung turunan. *utmainah . Kautaman - !enajan kuwi kautaman utawa kabecikan, nanging yen ngluwihi wates ya tetep ora becik. $ontone@ menehi duwit marang wong kang kekurangan kuwi becik, nanging yen kabeh duwene duwit diwenehake satemah uripe dewe rusak, iku cetha yen ora apik. 'ula kuwi, sedulur papat iku kudu direksa lan diatur supaya aja nganti ngelantur. 'anungsa diuji aja nganti kalah karo sedulur papat kasebut, kapara kudu menang, lire kudu bisa ngatasi krodhane sedulur papat. /en manungsa dikalahake dening sedulur papat iki, ateges jagade bubrah% ?ng kene dununge pancer kudu bisa dadi paugeran lan dadi pathokan. 6ener orane, nyumanggakake

+IRAKA+

;iring sepuh sepi hawa %was roroning atunggal Tan samar pamoring sukma !inukmanya winahya ing ngasepi !inimpen telenging kalbu Pambukaning wanara Tarlen saking liyep layaping ngaluyup Pindha sesating supena !umusiping rasa jati !ajatine kang mangkana :us kakenan nugrahaning 3yang :idhi 6ali alaming asuwung Tan karem karameyan ?ngkang sipat wisesa-winisesa wus 'ilih mula-mulanira 'ulane wong anom sami. 'anusia jawa "tiyang Jawi# pada saat tertentu rela<mau dengan sengaja, menempuh kesukaran dan ketidaknyamanan untuk maksudmaksud ritual dalam budaya spiritualnya, yang berakar dari pikiran bahwa usaha-usaha seperti itu dapat membuat orang teguh imannya dan mampu

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

19

mengatasi kesukaran-kesukaran, kesedihan dan kekecewaan dalam hidupnya melalui latihan keprihatinannya pada jalan tirakatnya. 'ereka juga beranggapan bahwa orang bisa menjadi lebih tekun, dan terutama bahwa orang yang telah melakukan usaha semacam itu kelak akan mendapatkan pahala. Tirakat kadang-kadang dijalankan dengan berpantang makan kecuali nasi putih saja "'utih# pada hari senin dan kamis, dengan jalan berpuasa pada bulan puasa "!iyam# ada terkadang juga berpuasa selama beberapa hari "Nglowong# menjelang hari-hari besar ?slam, seperti pada !akda !esar "6ulan pertama menurut perhitungan orang Jawa#, yaitu bulan Sura. Orang Jawa juga mempunyai adat untuk hanya makan sedikit sekali "tidak lebih daripada yang dapat dikepal dengan satu tangan# ngepel, untuk jatah makannya selama satu atau dua hari, atau adat untuk berpuasa dan menyendiri dalam suatu ruangan (ngebleng#, bahkan ada juga yang melakukannya di dalam suatu ruangan yang gelap pekat, yang tidak dapat ditembus oleh sinar cahaya (patigeni#% Tirakat dapat juga dijalankan pada saat-saat khusus, misalnya pada waktu orang menghadapi suatu tugas berat, waktu mengalami krisis dalam keluarga, jabatan, atau dalam hubungan dengan orang lain, tetapi dapat juga pada waktu suatu masyarakat atau negara berada dalam suatu masa bahaya, pada waktu terkena bencana alam, epidemi dan sebagianya. &alam keadaan seperti itu melakukan tirakat dapat dianggap sebagai tanda rasa prihatin yang dianggap perlu oleh orang Jawa bila seseorang berada dalam keadaan bahaya. Ber"a!a ( +a!abra"a ) Tapabrata dianggap oleh para penganut agami Jawi sebagai suatu hal yang sangat penting, &alam kesusateraan kuno orang kuno, konsep tapa dan tapabrata diambil langsung dari konsep (indu tapas, yang berasal dari buku-buku 0eda% !elama berabad-abad para pertapa dianggap sebagai orang keramat, dan anggapan bahwa dengan menjalankan kehidupan yang ketat dengan disiplin tinggi, serta mampu menahan hawa na8su, orang dapat mencapai tujuan-tujuan yang sangat penting. &alam cerita-cerita wayang kita sering dapat menjumpai adanya tokoh pahlawan yang menjalankan tapa. Orang jawa mengenal berbagai cara bertapa, dan cara-cara itu telah disebutkan oleh J. 7nebel "*G+2 > **+-*)4 # dalam karangannya mengenai kisah &armakusuma, murid dari seorang wali di abad ke *5, berbagai cara menjalankan tapa adalah > *. +apa ngalong, dengan bergantung terbalik, dengan kedua kaki diikat pada dahan sebuah pohon. ). +apa nguwat, yaitu bersamadi disamping makam nenek moyang anggota keluarga, atau orang keramat, untuk suatu jangka waktu tertentu. ,. +apa bisu, dengan menahan diri untuk tidak berbicara, cara bertapa semacam ini biasanya didahului oleh suatu janji. 1. +apa bolot, yaitu tidak dan tidak membersihkan diri selama jangka waktu tertentu. D. +apa ngidang, dengan jalan menyingkir sendiri ke dalam hutan.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

20

5. +apa ngramban, dengan menyendiri di dalam hutan dan hanya makan tumbuh-tumbuhan 2. +apa ngambang, dengan jalan merendam diri di tengah sungai selama beberapa waktu yang sudah ditentukan. G. +apa ngeli, adalah cara bersamadi dengan membiarkan diri dihanyutkan arus air di atas sebuah rakit. +. +apa tilem, dengan cara tidur untuk suatu jangka waktu tertentu tanpa makan apa-apa. *4. +apa mutih, yaitu hanya makan nasi saja, tanpa lauk pauk. **. +apa mangan, dilakukan dengan jalan tidak tidur, tetapi boleh makan. 7etiga jenis tapa yang tersebut terakhir, sebenarnya juga dilakukan oleh orang-orang yang hanya menjalankan tirakat aja, oleh karena itu batas antara tirakat dan tapabrata itu tidak begitu jelas. :alaupun demikian bahwa kita harus memperhatikan bahwa ke ** jenis tapabrata itu jarang dilakukan secara terpisah, semua biasanya dijalankan dengan tata urut tersendiri, atau dilakukan dengan cara menggabung-gabungkan. Oleh karena itu tapa semacam itu mirip dengan tapa pada orang hindu dahulu, sehingga dengan demikian ada suatu perbedaan 8ungsional antara tirakat dan tapabrata. Namun sering terjadi bahwa orang melakukan tapabrata bersamaan dengan samadi, dengan maksud untuk memperoleh wahyu. Tentu saja tujuan dari tapa semacam ini adalah untuk mendapatkan kenikmatan duniawian, akhirnya perlu disebutkan bahwa pada orang Jawa tapa merupakan salah satu cara penting dan utama untuk bersatu dengan Tuhan. Medi"a#i a"au Semedi6ahwa meditasi dan tapa adalah sama, serta perbedaan antara keduanya hanya terletak pada intensitas menjalankannya saja. Teknikteknik serta latihan-latihan untuk melakukan meditasi ada bermacammacam, yaitu dari yang sangat sederhana, seperti memusatkan perhatian pada titik-titik hujan yang jatuh ditanah, hingga yang sukar dan berat dijalankan, seperti menatap cahaya yang terang benderang dari dalam sebuah gua yang gelap ditepi pantai, dengan gemuruh ombak sebagai latar belakangnya, sambil berdiri dengan posisi yang sukar selama *) jam berturut-turut. 'editasi atau semedi memang biasanya dilakukan bersama-sama dengan tapabrata, orang yang melakukan tapa ngeli misalnya, tidak hanya duduk diatas rakitnya saja sambil bengong, tidak berbuat apa-apa, ia biasanya juga bermeditasi. !ebaliknya meditasi seringkali juga dijalankan bersama dengan suatu tindakan keagamaan lain, misalnya dengan berpuasa atau tirakat. 'aksud yang ingin dicapai dengan bermeditasi itu ada bermacammacam, misalnya untuk memperoleh kekuatan iman dalam menghadapi krisis sosial ekonomi atau sosial politik, untuk memperoleh kemahiran berkreasi atau memperoleh kemahiran dalam kesenian, untuk mendapatkan wahyu, yang memungkinkannya melakukan suatu pekerjaan yang penuh tanggung jawab atau untuk menghadapi suatu tugas berat yang dihadapinya. Namun banyak orang melakukan meditasi untuk memperoleh

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

21

kesaktian " kasekten # disamping untuk menyatukan diri dengan sang Pencipta.

ME'I+ASI

&alam olah batin, meditasi menjadi salah satu topik pembicaraan yang tiada habis-habisnya. Tentu hal tersebut ada sebabnya, sebabnya tiada lain karena meditasi adalah salah satu usaha proses untuk meningkatkan pengembangan pribadi seseorang secara total. Tulisan ini didasari dari berbagai literatur mengenai meditasi. Tulisan ini merupakan usaha melengkapi tulisan J. !ujianto yang berjudul ( Pengembangan 7walitas Pribadi di 6idang 7ebatinan, suatu Proses 'eningkatkan 7reati8itas dan Pengetahuan &unia aib ( A!akah Medi"a#i . 'engusahakan rumus yang pasti mengenai arti meditasi tidaklah mudah, yang dapat dilakukan adalah memberi gambaran berbagi pengalaman dari mereka yang melakukan meditasi, berdasarkan pengalaman meditasi dapat berarti > *. 'elihat ke dalam diri sendiri ). 'engamati, re8leksi kesadaran diri sendiri ,. 'elepaskan diri dari pikiran atau perasaan yang berobah-obah, membebaskan keinginan duniawi sehingga menemui jati dirinya yang murni atau asli. Tiga hal tersebut diatas baru awal masuk ke alam meditasi, karena kelanjutan meditasi mengarah kepada sama sekali tidak lagi mempergunakan panca indera " termasuk pikiran dan perasaan # terutama ke arah murni mengalami kenyataan yang asli% Perlu segera dicatat, bahwa pengalaman meditasi akan berbeda dari orang ke orang yang lain, karena pengalaman dalam bermeditasi banyak dipengaruhi oleh latar belakang temperamen, watak dan tingkat perkembangan spiritualnya serta tujuan meditasinya dengan kulit atau baju kebudayaan orang yang sedang melaksanakan meditasi. !ecara gebyah uyah "pada umumnya# orang yang melakukan meditasi yakin adanya alam lain selain yang dapat dijangkau oleh panca indera biasa. Oleh karena itu mungkin sekali lebih tepat jika cara-cara meditasi kita masukkan ke golongan seni dari pada ilmu. $ara dan hasil meditasi dari banyak pelaku olah batin dari berbagai agama besar maupun perorangan dari berbagai bangsa, banyak menghasilkan kemiripankemiripan yang hampir-hampir sama, tetapi lebih banyak mengandung perbedaan dari pribadi ke pribadi orang lain. Oleh karena itu kita dapat menghakimi hasil temuan orang yang bermeditasi, justru keabsahan meditasinya tergantung kepada hasilnya, umpamanya orang yang bersangkutan menjadi lebih bijaksana, lebih merasa dekat dengan Tuhan, merasa kesabarannya bertambah, mengetahui kesatuan alam dengan dirinya dan lain-lainnya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

22

7eadaan hasil yang demikian, sering tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh orang-orang " masyarakat # di sekitar diri orang tersebut karena tingkah-lakunya maupun ucapan-ucapannya serta pengabdiannya kepada manusia lain yang membutuhkan bantuannya, mencerminkan hasil meditasinya. ara/0ara dan akiba" bermedi"a#i$ara bermeditasi banyak sekali. %da yang memulai dengan tubuh, arti meditasi dengan tubuh adalah mempergunakan menyerahkan tubuh ke dalam situasi hening. ;akunya adalah dengan mempergunakan perna8asan, untuk mencapai keheningan, kita menarik na1as dan mengeluarkan na1as dengan teratur% Posisi tubuh carilah yang paling anda rasakan cocok < rileks, bisa duduk tegak, bisa berbaring dengan lurus dan rata. 6antuan untuk lebih khusuk jika anda perlukan, pergunakan wangi-wangian dan atau mantra, musik yang cocok dengan selera anda, harus ada keyakinan dalam diri anda, bahwa alam semesta ini terdiri dari energi dan cahaya yang tiada habis-habisnya. 7eyakinan itu anda pergunakan ketika menarik dan mengeluarkan na8as secara teratur. 7etika menarik na8as sesungguhnya menarik energi dan cahaya alam semesta yang akan mengharmoni dalam diri anda, tarik na8as tersebut harus dengan konsentrasi yang kuat. 7etika mengelurkan na8as dengan teratur juga, tubuh anda sesungguhnya didiamkan untuk beberapa saat. Jika dilakukan dengan sabar dan tekun serta teratur, man8aatnya tidak hanya untuk kesehatan tubuh saja tetapi juga ikut menumbuhkan rasa tenang. !ermeditasi dengan usaha melihat cahaya alam semesta, yang dilakukan terus menerus secara teratur, akan dapat menumbuhkan ketenangan jiwa, karena perasaan-perasaan negati8 seperti rasa kuatir atau takut, keinginan yang keras duniawi, benci dan sejenisnya akan sangat berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali, yang hasil akhirnya tumbuh ketenangan. 'editasi ini harus juga dilakukan dengan perna8asan yang teratur. 7esulitan yang paling berat dalam bermeditasi adalah mengendalikan pikiran dengan pikiran artinya anda berusaha ( mengelola ( pikiran-pikiran anda, sampai mencapai keadaan ( Pikiran tidak ada ( dan anda tidak berpikir lagi, salah satu cara adalah ( mengosongkan pikiran ( dengan cara men8okuskan pikiran anda kepada suatu cita-cita, umpamanya cita-cita ingin menolong manusia manusia lain, cita-cita ingin manunggal dengan Tuhan. $ita-cita ingin berbakti kepada bangsa dan negara, cita-cita berdasarkan kasih sayang dan sejenis itu menjadi sumber 8okus ketika hendak memasuki meditasi. !ecara 8isik ada yang berusaha ( mengosongkan pikiran ( dengan mem8okuskan kepada ( bunyi na8as diri sendiri ( ketika awal meditasi, atau ada juga yang men8okuskan kepada nyala lilin atau ujung hidung sendiri. Jika proses meditasi yang dilukiskan tersebut diatas dapat anda lakukan dengan tepat, maka anda dapat menghasilkan sesuatu yang berman8aat dalam pengertian spiritual, yang akibatnya pasti baik untuk diri anda sendiri, mungkin juga berman8aat untuk manusia lain.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

23

!esuatu itu jangan dijadikan tujuan meditasi, karena hasil sesuatu itu adalah hasil proses meditasi, bukan tujuan meditasi. Jika dalam proses tersebut pikiran anda belum dapat anda ( kuasai atau hilangkan ( janganlah putus asa atau berhenti, tetapi juga memaksakan diri secara keterlaluan. Pengembangan selanjutnya dari proses meditasi tersebut, anda sendiri yang akan menemukan dan meneruskannya, karena berciri sangat pribadi. Cntuk dapat berhasil anda sangat perlu memiliki motivasi yang cukup pekat dan dalam, sehingga dengan tiada terasa anda akan bisa khusuk dalam keheningan bermeditasi. Jika menemui sesuatu, apakah itu cahaya atau suara atau gambaran-gambaran, jangan berhenti, teruskan meditasi anda. Pengalaman sesudah keadaan demikian, hanya andalah yang dapat mengetahui dan merasakannya, karena tiada kata kalimat dalam semua bahasa bumi yang dapat menerangkan secara gamblang. &alam keadaan demikian anda tidak lagi merasa lapar, mengantuk bahkan tidak mengetahui apa-apa lagi, kecuali anda tersadar kembali. 6iasanya intuisi anda akan lebih tajam sesudah mengalami proses meditasi yang demikian itu, dan mungkin pula memperoleh ( pengetahuan ( tentang alam semesta atau lainnya. &i dalam serat :ulang Eeh, karya FkasusastranF Jawa "dalam bentuk syair# yang ditulis oleh 7anjeng !unan Paku 6uwono ?B, terdapat juga ajaran untuk hidup secara asketik, dengan usaha menuju kasampurnaning urip. Pada gulangen ing kalbu ing sasmita amrih lantip a#a pi#er mangan nendra kaprawiran den kaesti pesunen sarira nira sudanen dhahar lan guling "?ntinya, orang harus melatih kepekaan hati agar tajam menangkap gejala dan tanda-tanda. termasuk ajaran tak boleh mengumbar na8su makan serta tidur#.

SAMA'I

!amadi berasal dari kata > !am artinya besar dan %di artinya bagus atau indah. !eseorang yang melakukan samadi adalah seseorang yang mengambil posisi-patrap untuk meraih budi yang besar, indah dan suci. 6udi suci adalah budi yang diam tanpa na8su, tanpa keinginan dan pamrih apapun. ?nilah kondisi suwung " kosong # tetapi sebenarnya ada akti8itas dari getaran hidup murni, murni sebagai si8at-si8at hidup dari Tuhan. 6udi suci terlihat seperti cahaya atau sinar yang disebut Nur, Nur itu adalah hati dari budi. 7esatuan dari budi dan nur secara mistis disebut curigo manjing warongko atau bersatunya kawula dan usti atau juga biasa digambarkan 6ima manunggal dengan &ewa Euci.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

24

?stilah lainnya ialah Pangrucatan atau 7amukswan, pangrucatan itu artinya dilepas, apa yang dilepas J pengaruh dari na8su . *ukswa artinya dihapus, apa yang dihapus J pengaruh dari na8su, oleh karena itu samadi adalah satu proses dari penyucian budi, budi menjadi nur. &i dalam nur ini, kawula bisa berkomunikasi dengan usti untuk menerima tuntunan sesuai dengan kedudukannya sebagai kawula. (rak"ek Samadi :aktu bersamadi orang bisa mengambil posisi duduk atau tidur telentang diatas tempat tidur. Pilihlah tempat yang bersih, tenang dan aman, berna8aslah dengan santai, pada posisi tidur kaki diluruskan, kedua tangan diletakkan didada. &engarkanlah dengan penuh perhatian suara na8as dengan tenang, menghirup dan mengeluarkan udara melalui hidung. ?ni akan membuat pikiran menjadi tidak akti8. Nikmatilah suara na8as dengan jalan menutup mata, ini sama seperti kalau memusatkan pandangan kepada pucuk hidung. &engan melakukan ini, pikiran dinetralisir demikian juga angan-angan dan pengaruh panca indera. !esudah itu na8su dinetralisir didalam indera ke enam. 6ila berhasil orang akan berada dalam suwung dan nur mendapatkan tuntunan mistis yang simbolis. Manu#ia'anusia diciptakan oleh Tuhan, manusia adalah makluk yangmempunyai > *. 6adan jasmani L badan kasar. ). 6adan jiwa L badan alus. ,. 6adan cahaya L nur atau suksma &engan susunan seperti tersebut diatas, diharapkan akan mampu mengetahui ( !angkan Paraning &umadi ( " makna perjalanan kehidupan #. Memahami Jagad Ra$a!ebelum adanya jagad raya, tidak ada apa-apa kecuali kekosongan dan suwung. &idalam suwung terdapat si8at-si8at hidup dari Tuhan, jagad raya adalah suatu $ausa prima. !i8at-si8at hidup Tuhan terasa seperti getaran dan getaran ini terus menerus. %da tiga elemen yang terdiri dari > *. 9lemen merah dengan sinar merah, ini panas ). 9lemen biru dengan sinar biru, ini dingin ,. 9lemen kuning dengan sinar kuning, ini menakjubkan. 9lemen-elemen ini selalu bergetar. !ebagai hasil dari perpaduan ketiga elemen tersebut, elemen ke empat lahir dengan warna putih atau putih keperak-perakan dan inilah yang disebut nur. Nur itu adalah sari dari jagad raya, ada yang menjadi calon planet, ada yang menjadi badan budi atau jiwa yaitu badan jiwa dari manusia, ketika nur menjadi sari dari badan jasmani manusia. ?tu artinya didalam jagad raya dan galaksi akan selalu dilahirkan planet-planet dan bintang-bintang baru. 7ondisi dari plenet-planet yang baru dilahirkan bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain, karena tergantung kepada pengaruh dari tiga elemen tersebut, ada planet yang bisa dihuni dan yang tidak bisa dihuni. 'iyos saking renteging hawa

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

25

ambedah anggit prayitnaing pikir sesumeh bayu ayuning asih njembari pajar latuning titah ilang lunganing ngawang nemoni asrep reseping wening Ono sanepa kagem pepiling +ong kang ambudi daya kalawan anglakoni tapa utawa semedi kudu kanthi kapracayan kang nyukupi apa dene serenging lan kamempengan anggone nindhakake. "tine kudu santosa temenan supaya wong kang nindhakake sedyane mau ora nganti kadadeyan entek pengarep!arepe yen kagawa saka kuciwa dening kahanane badane, wong mau kudu nindakake pambudi dayane luwih saka wewangening wektu saka katamtuwaning laku kang dikantekake marang sawi#i!wi#ining mantram lan a#aran ilmu gaib awit gede gedening kagelan iku ora kaya wong kang gagal enggone nindakake lakune rasa kuciwa kang mangkono iku nuwuhake prihatin lan getun, nganti andadekake ciliking ati lan enteking pangarep!arep. Sawise wong mau entek pangarep arepe lumrahe ban#ur trima bali bae marang panguripan adat sakene mung dadi wong lumrah maneh. Kawruhana wong kang lagi miwiti ngyakinake ilmu gaib sok sok dheweke iku mesthi nemoni kagagalan kagagalan kang nuwuhake rasa kuciwa. Sawi#ining wewarah kang luwih becik tumrap wong kang lagi nglakoni kasutapan iya iku ati kang teguh santosa a#a kesusu!susu lan a#a bosenan ngemungake wong kang anduweni katetepan ati lan santosaning sedya sumedya amban#urake ancase iya iku wong kang bakal kasembadan sedyane. +ong ngyakinake prabawa gaib iku anduweni kekarepan supaya dadi wong lanang temenan kang diendahake dening wong akeh, iya anaa ing ngendi wae enggone nyugulake dirine, "marehe diwedeni ing wong akeh panguwuhe gawe kekesing wong yen anyentak dadi panggugupake lan gawe gemeter dirine, ditrisnani ing wong akeh pitembungane digatekake lan pakartine diluhurake ing wong akeh, iya pancen nyata wong liyane mesthi tunduk marang sawi#ining wong kang ahli ilmu. +ong ahli kasutapan tansah yakin enggone ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem dhirine. "na paedahe kang migunani banget manawa wong nindakake pambudi daya kalawan misah dheweke ana ing papan kang sepi karana tinimune kekuwatan gaib iku sok!sok tinemu dhewekan ana ing sepen. +ong ahli kasutapan kudu budidaya bisane nglawan marang nepsune kekarepan umum ,kekarepan wong akeh kang campur bawur ngumandang ana ing swasana-, kalawan tumindak mangkono wong ahli kasutapan mau dadi nduweni pikiran!pikiran kang mardhika, iya pikiran! pikiran kang mangkono iku kang bisa nekakake kasekten gaib. Sangsaya akeh kehing kang kena tinides, uga sangsaya gedhe tumandhoning kekuwatan gaib kang kinumpulake. Kekuwatan gaib iku tansah makarti tanpa kendhat enggone mu#udake sedya lan nganakake kekarepan. +ong ahli kasutapan kudu anduweni ati kang tetep lan kekarepan kan dereng, kalawan ora maelu marang anane pakewuh pakewuhe lan kagagalan!kagagalaning. Kasekten iku kaperang ana rong warna, iya iku kasekten putih ,+itte magie/white magic- utawa kasekten ireng ,.warte magie//lack Magic-. "wit saka anane perangan mau ban#ur

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

26

dadi kanyatan yen perangan kang sawi#i iku becik, dene perangan liyane ala. Kasekten putih iku satemene ilmu "llah Kang Maha Luhur wis mesthi bae kapigunakake mligi kanggo kaslametane wong akeh. *ene kasekten ireng iku ilmu kapra#uritan kang kapigunakake luwih!luwih kanggo nelukake kalayan paripaksa, sarta bakal an#alari kacilakaning wong liya. "naning sakaro karone saka sumber ilmu "llah sarta sakaro karane iku padha dipigunakake kalawan atas asma "llah. 0inemune ilmu!ilmu kasekten iki saranane kalawan kekuwataning pikiran pikiran iku manawa kagolongake meleng sawi#i bisa nuwuhake kekuwatan kaya panggendeng kang rosa banget tumrap marang apa bae kang dipikir lan disedya. +ong kang nglakonitapa kalawan nindakake laku!laku kang tinemtokake wis mesthi bae gumolonging pikirane bebarengan padha kumpul dadi si#i sarta katu#okake marang apa kang disedya kalawan mangkono iku kekuwatan daya anarik migunakake sarosaning kekuwatane ban#ur anarik apa kang dikarepake. Swasana kang katone kaya dene kothong bae iku satemene ana drate rupa!rupa kayata 1 geni murub emas kayu lemah wa#a, electrieiteit 2unrsto3 kool2unr sarpaning .unr lan isih akeh liya!liyane maneh. Samengko umpamane ban ana sawi#ining wong kang lagi tapa kalawan duwe sedya supaya andarbeni daya prabawa kang luwih gedhe sarta anindakake sakehing kekuwatan pikiran kalawan ditu#okake marang sedyane mau nganti nuwuhake daya prabawa. Kekuwataning daya anarik saka pikiran iku ban#ur anarik d2at ing swasana kang pinu#u salaras karo daya prabawa mau kalawan saka sathithik sarta sareh d2at daya prabawa kang ing swasana iku katarik mlebu ing dalem badane wong kang lagi tapa mau. Kalawan mangkono d2at $prabawa$ iku dadi kumpul ing dalem badane wong narik d2at iku nganti tumeka wusanane badane wong ahli tapa, iku bisa metokake daya prabawa kang gedhe daya karosane. +ong kang andarbeni ilmu kang mangoko iku dadi sawi#ining wong kang sakti mandraguna. 0umrap wong!wong kang nglakoni tapa ditetepake pralambang telu 1 *iyan, 4ubah lan 0eken. *iyan minangka pralambanging pepadhang, tumrap kahanan kang umpetan utawa gaib. 4ubah minangka dadi pralambange katentremaning ati kang sampurna, dene teken minangka dadi pralambanging kekuwatan gaib. &ng dalem sasuwene wong nglakoni tapa iku prelu banget kudu migateake marang sirikane, kayata 1 wedi, nepsu, sengit, semang!semang lan drengki. %asa wedi iku sawi#ining pangrasa kang luwih saka angel penyegahe. Menawa isih kadunungan rasa wedi ing dalem atine wong ora bakal bisa kasambadan apa kang disedyaak. Kalawan $rasa wedi$ iku atining wong dadi ora bisa anduweni budi daya apa!apa. Sa#rone nglakoni tapa utawa salagine ngumpulake kekuwatan gaib, atining wong iku mesthi kudu tetep tentrem lan ayem sanadyan ana kadadeyan apa wae. Manawa atine wong iku nganti gugur, kasutapan iya uga dadi gugur lan kudu lekas wiwit maneh. Gegeman kalawan wadi sakehing ilmu gaib lkang lagi pinarsudi, luwih becik murih nyataning kasekten tinimbang karo susumbar kalawan kuwentos kayakenthos.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

27

$5epsu$ iku andadekake tanpa dayane kekuwataning batin. $Semang!semang$ iku andadekake ati kang peteng ora padhang terang. $Sengit utawa drengki$ iku uga dadi mungsuhing kekuwatan gaib. +ong kang lagi nindakake katamtuwan ing dalem kasutapan kudu kalawan ati kang sabar anteng lan tetep. Patrapebadan kang kaku lan kagugupan kudu didohake . "#a sok singsot "#a duwe lageyan sok nethek nethek kalawan dri#i tangan marang me#a kursi utawa papan liyane. "#a ngentrok!entrokake sikil munggah mudhun. "#a sok anggigit kukuning dari#i tangan. "#a mencap!mencepake lambe. "#a molahake lidhah lan andhilati lambe. "#a narithilake kedheping mata. 5gedohake sakehing saradan utawa bendana kang ora becik, kayata glegak!glegek molah!molahake sirah, kukur!kukur sirah, ngangkat pundhak lan liya!liyane sabangsane saradan kabeh. Satemene perlu banget nyirnakake kekarepan $drengki$ luk wit ngrasaning karep drengki iku banget nindhih marang diri pribadi. "na maneh $drengki$ iku kaya anggawa sawi#ining pikulan abot kang tansah nindhes marang dhiri lan sarupa ana barang atos medhokol kang anggan#el pulung ati. $*rengki lan meri$ iku mung anggawa karugiyan bae tumrap kita, ora ana gunane sathithik !thithika. Salawase wong isih anduweni pangrasan karep $drengki lan meri$ iku ora bakal bisa tumeka kama#uwane tumrap dunya prabawaning gaib. 6ra mung tumindak bae tumrap sawi#ining wong bae bisa maluyakake wong liya kalawan kekuwatan gaib nanging uga tumindak tumrap sawi#ining wong maluyakake dhiri pribadi kalawan kekuwatan iku. /isane maluyakake larane wong liya, mesthine kudu ngirima kekuwatan waluya marang sa#roning badane wong kang lara. Manawa wong gelem naliti yen wong iku bisa ngumpulake kekuwatan gaib ing dalem badane dhewe lan ngetokake sabageyan kekuwatan gaib kawenehake marang wong liyane mestheni uwong bisa ngreti yen arep migunakake kekuwatan iku nganggo paedahe dhiri dhewe uga luwih gampang. Supaya bisa nindhakake pamaluya marang dhirine dhewe kalawan sampurna wong ngesthi kudu mahamake cara!carane maluyakake panyakit. &ya iku cara!cara kang katindakake kanggo maluyakake wong liya lan wusanane ambudidaya supaya bisa migunakake obah!obahan iku marang awake dhewe. Kawitane wong kudu nindakake patrape mangreh napas, kanggo negahake asabat. *ene carane ngatur napas iku kaprathelakake kalayan ringkes kaya ing ngisor iki 1 Madika panggonan kang sepi. Lungguha ing sawi#ining palinggihan kang endhek lan kepenak, sikil karo pisan tumapak ing lemah. /adan ka#e#egake lan #anggute dia#okake.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

28

/enik!beniking klambi kang kemancing padha kauculan, sabuk uga diuculi supaya sandangan dadi longgar lan kepenak kanggo tumindhak ing napas. Pikiran katarik mlebu, supaya luwar saka sakehing geteran pikiran kaya saka ing #aba. Sakehing urat!urat kakendokake. /an#ur narika napas kalawan alon lan nganti #ero banget tahanen napas iku sawatara sekon/detik ,kira!kira 7 detik- lan wusanane wetokna napas iku kalawan sareh. "nu#okna gumolonging pikiran kalawan ngetut marang napas kang mlebu metu iku kalawan giliran. Cara nindakake napas kaya ing ngisor iki 1 5arik napas kalawan alon lan nganti #ero ing sabisane, nganti dhadha mekar lan weteng dadi nglempet. 5ahan napas iku kira!kira nem saat utawa luwih suwe ing dalem paru!paru dhadhane cikben lestari mekare, lan wetenge cikben lestaringlempetake kalawan mangkono iku gurung dalaning napas tansah tetep menga. "mbuangna napas kalawan alon nganti entek babar pisan nganti dhadha dadi kempes, lan weteng dadi mekar. /an#urna marambah!rambah matrapake mangkono iku suwene kira! kira saka lima tumeka limolas menit utawa luwih suwe nganti bisa nemoni pangrasa anteng lan tentrem ing sa#roning badan. Carane matrapake kasebut ing dhuwur iku sawi#ining cara kanggo napakake napas, iki kena lan kudu ditindakake saben dina telung rambahan, dening sapa bae kang nglakoni tapa supaya oleh ilmu gaib. *aya kang luwih bagus iya iku miwiti makarti miturut pituduhan. "#a weya nindakake patrap kanggo napakake napas iku. Cara matrapake tumindaking napas iku kena uga ditindakake kalayan leyeh!leyeh mlumah 1 ngendokake sakabehing urat!urat nyelehake tangan karo pisan sadhuwuring weteng lan nindakake lakuning napas miturut aturan. *aya ngisekake Prana 5gadeg kalawan #e#eg sikil karo pisan kapepetake dadi si#i lan dri#i !dri#ining tangan karo pisan dirangkep dadi si#i kalawan longgar. /an#ur matrapa lakuning napas sawatara rambahan miturut aturan. Gawe segering utek lungguha kalawan #e#eg lan nyelehna tangan karo pisan ing sandhuwuring pupu kiwa tengen1 mripat mandheng marang arah ing ngarep kalawan tetep1 sikil karo pisan tumadak ing lemah. Kalawan #empol tangan tengen anutup lenging grana sisih tengen lan anarika napas liwat lenging grana sisih kiwa, wusana nglepasake #empol iku ban#ur ambuwang napas lan nutupa lenging grana kiwa kalawan dri#i narika napas liwat lenging grana tengen, lepasna dri#i panutup iku lan ambuwanga napas. Mangkono saban#ure kalawan genti!genten kiwa lan tengen.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

29

SARASE%A, ILM& KESAM(&R,AA,

+erjemahan 1 !erat 7ekiyasanning Pangracutan salah satu buah karya sastra !ultan %gung raja atara " *5*, - *51D # ?ni adalah keterangan !erat !uatu pelajaran tentang Pangracutan yang telah disusun oleh 6aginda !ultan %gung Prabu %nyakrakusuma di 'ataram atas berkenan beliau untuk membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia, untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dapat dirembuk dengan para ahli ilmu kasampurnaan. %dapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu adalah > *. Panembahan Purbaya ) Panembahan Juminah ). Panembahan Eatu Pekik di !urabaya ,. Panembahan Juru 7ithing 1. Pangeran di 7adilangu D. Pangeran di 7udus 5. Pangeran di Tembayat 2. Pangeran 7ajuran G. Pangeran :angga +. 7yai Pengulu %hmad 7atengan 2- Berbagai Kejadian (ada Jena3ah %dapun yang menjadi pembicaraan, beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia, ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jena.ahnya dari berbagai cerita umum, juga menjadi suatu kenyataan bagi mereka yang sering menyaksikan keadaan jena.ah yang salah kejadian atau berbagai macam kejadian pada keadaan jena.ah adalah berbagai diketengahkan dibawah ini > *# %da yang langsung membusuk )# %da pula yang jena.ahnya utuh ,# %da yang tidak berbentuk lagi, hilang bentuk jena.ah 1# %da pula yang meleleh menjadi cair D# %da yang menjadi mustika "permata# 5# ?stimewanya ada yang menjadi hantu 2# 6ahkan ada yang menjelma menjadi hewan. 'asih banyak pula kejadianya, lalu bagaimana hal itu dapat terjadi apa yang menjadi penyebabnya. %dapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatui pendapat sebagai berikut >

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

30

!epakat dengan pendapat !ultan %gung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jena.ahnya berbeda-beda itu suatu tanda bahwa disebabkan karena ada kelainan atau salah kejadian "tidak wajar#, makanya demikian karena pada waktu masih hidup berbuat dosa setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk kedalam alam penasaran. 7arena pada waktu pada saat sedang memasuki proses sakaratul maut hatinya menjadi ragu, takut, kurang kuat tekadnya, tidak dapat memusatkan pikiran hanya untuk satu ialah menghadapi maut. 'aka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma0ri8at, seperti yang akan kami utarakan berikut ini > *. Pada waktu masih hidupnya, siapapun yang senang tenggelam dalam kekayaan dan kemewahan, tidak mengenal tapa brata, setelah mencapai akhir hayatnya, maka jena.ahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat sukmanya melayang gentayangan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya, bila pada saat hidupnya gemar menyucikan diri lahir maupun batin. 3al tersebut sudah termasuk lampah maka kejadiannya tidak akan demikian. ). Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka tetapi tidak mengenal batas waktunya bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akn terongok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi walaupun begitu bila masa hidupnya mempunyai si8at nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewah-mewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah seperti diatas kejadiannya pada akhir hidupnya. ,. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah tidak tidur tetapi tidak ada batas waktu tertentu pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenaahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. %dapun sukmanya menitis pada hewan. :alaupun begitu bila pada masa hidupnya disertai si8at rela bila meninggal tidak akan keliru jalannya. 1. !iapun yang melantur dalam mencegah syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu pada saat kematiannya kelak jena.ahnya akan lenyap melayang masuk kedalam alamnya jin, setan, dan roh halus lainnya sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondaruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita kalau berada pada pohon yang besar kalau pohon itu di potong maka benalu tadi akan ikut mati walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan si8at jujur tidak berbuat mesum, tidak ber.inah, bermain seks dengan wanita yang bukan haknya, semuanya itu jika tidak dilanggar tidak akan begitu kejadiannya kelak. D. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa na8su berani dalam lampah dan menjalani mati didalamnya hidup, misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah, rona muka manis, dengan tutur kata sopan, sabar dan sederhana semuanya itu janganlah sampai belebihan dan haruslah tahu tempatnya situasi dan

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

31

kondisi dan demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jena.ahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. 7embali menyatu dengan .at yang 'aha %gung, yang dapat mneghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya apalagi bila disertakan si8at welas asih, akan abadilah menyatunya 7awulo usti. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma0ari8at haruslah dapat menjalani > ?man, Tauhid dan 'a0ri8at. 4- Berbagai Jeni# Kema"ian Pada ketika itu 6aginda !ultan %gung Prabu 3anyangkra 7usuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. 7emudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian misalnya > *. 'ati 7isas ). 'ati kias ,. 'ati sahid 1. 'ati salih D. 'ati tewas 5. 'ati apes !emuanya itu beliau berharap agar dijelaskan apa maksudnya maka yang hadir memberikan jawaban sebagai berikut > *ati Kisas, adalah suatu jenis kematian karena hukuman mati. %kibat dari perbuatan orang itu karena membunuh, kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan pengadilan atas wewenang raja. *ati Kias, adalah suatu jenis kematian akibatkan oleh suatu perbuatan misalnya> na8as atau mati melahirkan. *ati Syahid, adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang, dibajak, dirampok, disamun. *ati Salih, adalah suatu jenis kematian karena kelaparan, bunuh diri karena mendapat aib atau sangat bersedih. *ati +iwas, adalah suatu jenis kematian karena tenggelam, disambar petir, tertimpa pohon , jatuh memanjat pohon, dan sebagainya. *ati Apes, suatu jenis kematian karena ambah-ambahan, epidemi karena santet atau tenung dari orang lain yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada kematian yang sempurna atau kesedanjati bahkan dekat sekali pada alam penasaran. 6erkatalah beliau > (!ebab-sebab kematian tadi yang mengakibatkan kejadiannya lalu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh J %ndaikan yang menerima akibat dari kematian seornag pakarnya ilmu mistik, mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga JH &ijawab oleh yang menghadap > (=ang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. 'aka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. %ndaikan dia mengingat keyakinan ilmunya mungkin akan kacau didalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

32

!etelah mendengar jawaban itu beliau merasa masih kurang puas menurut pendapat beliau bahwa sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu 8irasat dalam batin dan pikiran, kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal. 7yai %hmad 7atengan menghaturkan sembah> (!abda paduka adalah benar, karena sebenarnya semua itu masih belum tentu , hanyalah 7angjeng !usuhunan 7alijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika , tidak terduga siapa yang dapat menyamainya 5- Wedaran Angra0u" Ja#ad %dapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan oleh 7angjeng !usuhunan 7alijogo, penjelasannya yang telah diwasiatkan kepada anak cucu seperti ini caranya> (6adan jasmaniku telah suci, kubawa dalam keadaan nyata, tidak diakibatkan kematian, dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya, didunia aku hidup, sampai di alam nyata "akherat# aku juga hidup, dari kodrat iradatku, jadi apa yang kuciptakan, yang kuinginkan ada, dan datang yang kukehendakiH. 6- Wedaran Menghan0urkan Ja#ad %dapun pesan beliau 7angjeng !usuhunan di 7alijogo sebagai berikut > (!iapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukji.at seperti para Nabi, mendatangkan keramat seperti para :ali, mendatangkan ma0unah seperti para 'ukmin 7hos, dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari 7angjeng !usuhunan di %mpel &enta > *. 'enahan 3awa Na8su, selama seribu hari siang dan malamnya sekalian. ). 'enahan syahwat "seks#, selama seratus hari siang dan malam ,. Tidak berbicara, artinya membisu, dalam empat puluh hari siang dan malam 1. Puasa padam api, tujuh hari tujuh malam D. Jaga, lamanya tiga hari tiga malam 5. 'ati raga, tidak bergerak lamanya sehari semalam. %dapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam itu beginilah caranya > o 'anahan hawa na8su, bila telah mendapat +44 hari lalu teruskan dengan o 'enahan syahwat, bila telah mencapai 54 hari, lalu dirangkap juga dengan o 'embisu tanpa berpuasa selama 14 hari, lalu lanjutkan dengan o Puasa pati selama 2 hari tujuh malam, lalu dilanjutkan dengan o Jaga, selama tiga hari tiga malam, lanjutkan dengan o Pati raga selama sehari semalam. %dapun caranya Pati Eaga adalah > tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang ditubuh, tidak bergerak-gerak, menahan tidak berdehem, batuk, tidak meludah, tidak berak, tidak kencing selama

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

33

sehari semalam tersebut. =ang bergerak tinggallah kedipnya mata, tarikan na8as, anapas, tanapas nupus, artinya tinggal keluar masuknya na8as, yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur.

'&,IA MA%KL&K %AL&S

Pada kenyataannya banyak orang yang tertarik menelaah pada dunia mahkluk halus, barang kali mereka mendengar beberapa cerita atau membaca tulisan atau dari buku-buku. 6agi orang yang telah mencapai ilmu sejati dalam kejawen atau mungkin yang sudah menguasai meta8isika, dunia mahkluk halus itu biasa adanya, bukannya omong kosong. &ibawah ini digambarkan in8ormasi dari dunia-dunia mereka versi kejawen,dimana " lebih dari satu dunia # paling tidak yang terjadi ditanah Jawa. 6anyak ahli kejawen mempunyai pendapat yang sama bahwasanya di dalam dunia yang satu dan sama ini, sebenarnya dihuni oleh tujuh macam alam kehidupan, termasuk alam yang dihuni oleh manusia. &i dunia ini memiliki tujuh saluran kehidupan yang ditempati oleh bermacam-macam mahkluk. 'ahkluk-mahkluk dari tujuh alam tersebut, pada prinsipnya mereka mengurusi alamnya masing-masing, aktivitas mereka tidak bercampur setiap alam mempunyai urusannya masing-masing. &ari tujuh alam itu hanyalah alamnya manusia yang mempunyai matahari dan penduduknya yang terdiri dari manusia, binatang dan lain-lain mempunyai badan jasmani. Penduduk dari 5 alam yang lain mereka mempunyai badan dari cahaya " badan $ahya # atau yang secara populer dikenal sebagai mahkluk halus "wong alus# mahkluk yang tidak kelihatan. &i 5 alam itu tidak ada hari yang terang berderang karena tidak ada matahari. 7eadaannya seperti suasana malam yang cerah dibawah sinar bulan dan bintang-bintang yang terang, maka itu tidak ada sinar yang menyilaukan seperti sinar matahari atau bagaskoro " Jawa halus #. 7onon %da ) macam mahkluk halus > *. 'ahkluk halus asli yang memang dilahirkan M diciptakan sebagai mahkluk halus. ). 'ahkluk halus yang berasal dari manusia yang telah meninggal. !eperti juga manusia ada yang baik dan jahat, ada yang pintar dan bodoh.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

34

'ahkluk-mahkluk halus yang asli mereka tinggal di dunianya masingmasing, mereka mempunyai masyarakat maka itu ada mahkluk halus yang mempunyai kedudukan tinggi seperti Eaja-raja, Eatu-ratu, 'enteri-menteri dan lain-lain, sebaliknya ada yang berpangkat rendah seperti prajurit, pegawai, pekerja dan lain-lain. ?nilah kenyataannya yang bukan hanya merupakan ilusi atau bayangan semata, alam lain itu antara lain > 2- Merka$angan 7ehidupan di saluran ini hampir sama seperti kehidupan di dunia manusia, kecuali tidak adanya sinar terang seperti matahari. &alam dunia merkayangan mereka merokok, rokok yang sama seperti dunia manusia, membayar dengan uang yang sama, memakai macam pakaian yang sama, ada banyak mobil yang jenisnya sama di jalanjalan, ada banyak pabrik-pabrik persis seperti di dunia manusia. =ang mengherankan adalah, mereka itu memiliki tehnologi yang lebih canggih dari manusia, kota-kotanya lebih modern ada pencakar langot, pesawatpesawat terbang yang ultra modern dan lain-lain. %da juga hal-hal yang mistis di dunia 'erkayangan ini, kadangkadang bila perlu ada juga manusia yang diundang oleh mereka antara lain untuk > melaksanakan pertunjukkan wayang kulit, menghadiri upacara perkawinan, bekerja di batik, rokok dan manusia-manusia yang telah melakukan pekerjaan di dunia tersebut, mereka itu dibayar dengan uang yang syah dan berlaku seperti mata uang di dunia ini. 4- Jin / Siluman 'ahkluk halus ini konon suka tinggal didaerah yang ber air seperti di danau-danau, laut , samudera dan lain-lain, masyarakat siluman diatur seperti masyarakat jaman kuno. 'ereka mempunyai Eaja, Eatu, olongan %ristokrat, Pegawai-pegawai 7erajaan, pembantu-pembantu, budak-budak dll. 'ereka bisa tinggal di 7eraton-keraton, rumah-rumah bangsawan, rumah-rumah yang bergaya kuno dan lain-lain. 7alau orang pergi berkunjung ke !olo-=ogyakarta atau jawa Tengah, orang akan mendengar cerita tentang beberapa siluman antara lain > 7anjeng Eatu 7idul "Eatu ;aut !elatan#, Eatu legendaris, berkuasa dan amat cantik, yang tinggal di istananya di ;aut !elatan, dengan pintu gerbangnya Parangkusumo. Parangkusumo ini terkenal sebagai tempat pertemuan antara Panembahan !enopati dan 7anjeng Eatu 7idul, dalam pertemuan itu, 7anjeng Eatu 7idul berjanji untuk melindungi semua raja dan kerajaan 'ataram. 6eliau mempunyai seorang patih wanita yang setia dan sakti yaitu Nyai Eoro 7idul, kerajaan laut selatan ini terhampar di Pantai !elatan Pulau Jawa, di beberapa tempat kerajaan ini mempunyai %dipati. !eperti layaknya disebuah negeri kuno di kerajaan laut selatan ini juga ada berbagai upacara, ritual dan lain-lain dan mereka juga mempunyai angkatan perang yang kuat. Sarpo !ongso-)enguasa &awa )ening%

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

35

!ebuah danau besar yang terletak di dekat kota %mbarawa antara 'agelang dan !emarang. !arpo 6ongso ini siluman asli, yang telah tinggal di telaga itu untuk waktu yang lama bersama dengan penduduk golongan siluman. !edangkan kanjeng Eatu 7idul bukanlah asli siluman, beberapa abad yang lalu beliau adalah seorang usti dikerajaan di Jawa, tetapi patihnya Nyai Eoro 7idul adalah siluman asli sejak beberap ribu tahun yang lalu.

5- Kajiman 'ereka hidup dirumah-rumah kuno di dalam masyarakat yang bergaya aristokrat, hampir sama dengan bangsa siluman tetapi mereka itu tinggal di daerah-daerah pegunungan dan tempat-tempat yang berhawa panas. Orang biasanya menyebut merak Jim. 6- 'emi" 6angsa ini bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang hijau dan lebih sejuk hawanya, rumah-rumah mereka bentuknya sederhana terbuat dari kayu dan bambu, mereka itu seperti manusia hanya bentuk badannya lebih kecil. &isamping masyarakat yang sudah teratur seperti 'erkayangan, !iluman, 7ajiman, dan &emit masih ada lagi dua menjelaskannya lebih detail, secara singkat kedua masyarakat itu adalah untuk mereka yang jujur, suci dan bijak. Mahkluk halu# $ang "idak #em!urna&isamping tujuh macam alam permanen tersebut, ada sebuah saluran yang terjepit, dimana roh-roh dari manusia-manusia yang jahat menderita karena kesalahan yang telah mereka perbuat pada masa lalu, ketika mereka hidup sebagai manusia. 'anusia yang salah itu pasti menerima hukumaan untuk kesalahan yang dilakukannya, hukuman itu bisa dijalani pada waktu dia masih hidup di dunia atau lebih jelek pada waktu sesudah kehidupan " a8terli8e # diterima oleh orang-orang yang sudah melakukan > 8itnah, tidak jujur, prewangan " orang yang menyediakan raganya untuk dijadikan medium oleh mahkluk halus # blakmagic, guna-guna yang membuat orang lain menderita, sakit atau mati dll, pengasihan supaya dikasihi oleh orang lain dengan cara-cara yang tidak wajar, membunuh orang dll perbuatan yang nista. 'emuja berhala untuk menjadi kaya " pesugihan # yang dimaksud dengan berhala dalam kejawen bukanlah patung-patung batu, tetapi adalah sembilan macam mahkluk halus yang katanya, suka menolong ( manusia supaya menjadi kaya dengan kekayaan meterial yang berlimpah. Pemujaan terhadap kesembilan mahkluk jahat itu merupakan kesalahan 8atal, mereka itu bila dilihat dengan mata biasa kelihatan seperti > *. Jaran Penoreh - kuda yang kepalanya menoleh kebelakang ). !rengara Nyarap - anjing menggigit ,. 6ulus Jimbung - bulus yang besar 1. 7andang 6ubrah - kandang yang rusak

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

36

D. 5. 2. G. +.

Cmbel 'olor - ingus yang menetes 7utuk ;amur - senagsa ikan, penglihatannya tidak terang emak 'elung - gemak, semacam burung yang berkicau $odot Ngising - kelelawar berak 6ajul Putih - buaya putih. 6agi mereka yang telah melakukan kesalahan dengan jalan memuja atau menggunakan ( jasa-jasa 6aik ( berhala diatas, mereka tentu akan mendapat hukuman sesudah ( kematiannya ( badan dan jiwa mereka mendapat hukuman persyaratan sangkan paraning dumadi " datang dari suci, di dunia inii hidup suci dan kembali lagi ke suci #. Berbagai ma0am hukuman #e#udah kehidu!an 1 ?ni merupakan hukuman yang teramat berat, tidak ada penderitaan yang seberat ini, maka itu setiap orang harus berusaha untuk menghindarinya. 6agaimana caranya J mudah saja > bersyukur kepada Tuhan =ang 'aha 7uasa dengan melakukan perbuatan yang baik dan benar, berkelakuan baik, jujur, suka menolong, jangan menipu, jangan mencuri, jangan membunuh, jangan menyiksa, jangan melakukan hal-hal yang jelek dan nista. %da pepatah Jawa yang bunyinya rip iku mung mampir ngombe artinya hidup didunia ini hanyalah untuk mampir minum, itu artinya orang hidup didunia ini hanya dalam waktu singkat maka itu berbuatlah yang pantas< F pene rF.

WEWE'%ARA,I(&, +RI BAWA,A 7 Jabaran "iga dunia 8

Baha#a Jawa 1 *. %yat ingkang sapisan, dipun wastani pambukaning tata mahligai ing dalem 6aitalmakmur, kados makaten wewedharanipun > !ajatine ingsun nata malige ing dalem 6aitalmakmur iya iku enggon parameyaningsun jumeneng ana sirahing %dam, kang ana sajroning sirah iku dimak, iya iku utek kang ana antaraning &imak iku manik, sajroning pranawa iku sukna, sajroning sukma iku rahsa, sajroning rahsa iku ingsun ora ana pangeran, anging ingsun d.at kang anglimputi ing kahanan jati. ). %yat ingkang kaping kalih dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem 6aitalmukharam, kados makten wewedharanipun > !ajatine ingsun anata malige ing dalem baitalmukharam, iya iku enggon laranganingsun jumeneng ana jajaning %dam, kang ana sajroning dhada iku ati, kang ana antaraning ati iku jantung, sajroning jantung iku budi, sajroning budi iku jinem, sajroning jinem iku sukma, sajroning sukma iku rahsa, sajroning rahsa iku ingsun, ora ana Pangeran anging ingsun d.at kang anglimputi kahanan jati. ,. %yat ingkang kaping tiga dipun wastani pambukaning tata mahlige ing dalem 6aitalmukadas, mekaten wewejanganipun >

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

37

!ajatine ingsun anata 'alige ing dalem 6aitalmukadas, iya iku enggon pasucen ingsun jumeneng ana ing kontholing %dam, kang ana ing sajroning konthol iku pringsilan, kang ada antaraning iku mut8ah, iya iku mani sajroning mut8ah iku madi, sajroning madi iku wadi, sajroning wadi iku manikem, sajroning manikem iku rahso sajroning rahso iku ingsun, ora ana Pangeran anging ingsun d.at kang anglimputi ing kahanan jati. 'enggah ingkang sami kapareng amedharaken wedharan triloka wau para wali G > *. !usuhunan ing iri 7adhaton ). !usuhunan ing 7udus ,. !usuhunan ing Panggung 1. !usuhunan ing 'ajagung D. !usuhunan ing Pancuran 5. !usuhunan ing $irebon 2. !yeh 'aulana ?brahim Jatiswara G. !usuhunan ing 7ajenar &ene anggenipun sami karsa amedharaken Triloka punika saking anggenipun sami ambabar kaelokaning ?lmi kasampurnan, ingkang kaangge witting ?lmi bangsa !orogan, kadosta > *. 7awasa saget andhatengaken salwiring sedya. ). %nggenipun kawasa saget adamel lumpuhing para cidra, inggih punika bangsaning pangetisan. ,. !ami kawasa saget adamel sarana wewelikaning pandulu inggih punika kalebet %ji !esulapan. 1. !ami anggelaraken bangsaning gendam, urawi puter giling sapanunggalanipun, nanging sadya kal wau nalika pakumpulan kaliyan 7anjeng !usuhunan ing 7alijogo inggih sami ajrih anggelaraken. Purunipun adamel kaelokan sareng 7anjeng !usuhunan ?ng 7alijaga sampun kayun widaraini, tegesipun gesang toya kalih wonten ing donya gesang, ing kahanan akhir inggih gesang, sanyata langgeng boten ewah gingsir mila waget jumeneng osul %lam, tegesipun dados musthikaning !apta 6awana, inggih punika winenang mengku 6umi langit sap pitu, tetep gesang piyambak boten wonten ingkang anggesangi +erjemahan 1 *. %yat yang pertama dinamakan terbukanya tata mahligai 6aital 'akmur wedarnya<jabarannya sebagai berikut > !ebenarnya aku mengatur singgasana di dalam 6aital 'akmur, di situlah tempat kesenangan-7C, berada di kepala %dam, yang berada didalam kepala disebut dimak yaitu otak, yang berada diantara dimak itu manik, didalam manik itu pramana adalah pranawa, didalam pranawa itu adalah sukma itu adalah rahsa, didalam rahsa itu adalah aku, tidak ada Pangeran hanya d.at yang meliputi disemua keadaan. ). %yat yang kedua dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam 6aital 'ukharam sebagai berikut > !ebenarnya aku menata singgasana dalam 6aital 'ukharam itulah tempat larangan-larangan-7C, yang berada didada %dam, yang berada

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

38

di dalam dada itu hati, yang berada diantara hati itu jantung, di dalam jantung itu budi, di dalam budi itu jinem, di dalam jinem itu sukma, didalam sukma itu rahsa dan di dalam rahsa itu aku, tidak ada Tuhan kecuali aku, &.at yang emliputi semua keadaan . ,. %yat ketiga dinamakan terbukanya susunan singgasana dalam 6aital 'ukadas sebagai berikut > !ebenarnya aku menata singgasana dalam 6aital 'ukadas, rumah tempat yang aku sucikan berada didalam kelaminnya %dam, yang berada di dalam kelamin itu pelir, yang berada di dalam pelir itu mut8ah yakni mani, di dalam mut8ah adalah madi, di dalam madi itu manikem, di dalam manikem itu rahsa, di dalam rahsa itu adalah aku tidak ada Tuhan kecuali aku, d.at yang meliputi semua keadaan. %dapun yang ditunjuk mewedarkan wedaran Triloka ialah delapan wali, sebagai berikut > *. !esuhunan di iri 7edaton ). !esuhunan di 7udus ,. !esuhunan di Panggung 1. !esuhunan di Pajagung D. !esuhunan di Pancuran 5. !esuhunan di $irebon 2. !yeh 'aulana ?brahim Jatiswara G. !esuhunan di 7ajenar %dapun mereka mau mewedarkan Triloka itu, karena mereka telah menyaksikan kehebatan ilmu kasampurnan, yang dianggap menjadi kuncinya ilmu sorogan, misalnya > *. 'ampu mendatangkan semua yang dikehendaki ). 'ampu melumpuhkan orang yang berniat jahat, yaitu tergolong pangatisan. ,. 'ampu membuat penglihatan menjadi berubah ialah sebangsa sulapan. 4. 'ampu menggelarkan jenisnya dendam, atau puter giling dan sebagainya, tetapi semua itu ketika masih berkumpul dengan !unan 7alijogo, mereka takut mempergunakan ilmu-ilmu tersebut. 'ereka membuat keanehan setelah !unan 7alijogo sudah kayun widaraini artinya hidup di akherat pun hidup. Ternyata abadi tidak berubah oleh karenanya dapat menyandang sebagai osul %lam, artinya menjadi mustikanya tujuh lapis 6awana mempunyai wewenang menguasai 6umi dan langit lapis tujuh.

AL 9AA+I%A% ( BEB&KA )

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

39

Sura" ka!ing 2 1 : a$a" " Tumuruning wahyu ana ing 'ekkah, tumurun sawuse surat %l'uddatstsir # Baha#a Arab 1 *. 6ismillahir rahmaanir rahim ). %lhamdu lillaahi rabbil Naalamiin ,. %rrahmanir rahiim 1. 'aaliki yaumid diin D. ?yyaaka na0budu wa iyyaaka nasta0in 5. ?hdinash shiraathal musta/iim 2. !hiraathal lad.iina an0amta Nalaihim, ghairil maghdhuubi N alaihim waladl dlaal-liin Baha#a Jawa 1 *. 7alawan asma %llah kang 'aha 'urah ugi 'aha %sih. ). 7abeh pangalembana kagunganing %llah Pangeran, !esembahaning N alam jagad-rat pramudita. ,. 7ang 'aha 'urah 'aha %sih. 1. 7ang Ngratoni ing dina Piwelas. D. Namung dhumateng Paduka piyambak kita sami menembah N ibadah, saha namung dhumateng Paduka piyambak kita sami anyenyadhong pitulungan. 5. &huh usti %llah, mugi Paduka paring pitedah ing kita sadaya lumampah wonten ing margi ingkang leres. 2. ?nggih punika margi, %gaminipun para tetiyang ingkang sampun Paduka paringi kani0matan, sanes ingkang sami kabendon, tuwin sanes ingkang sami sasar. I#i mak#ud ingkang wiga";# ing Sura" Al/9aa"ihah 1 ?ntisari saking isinipun %l-Ouraan punika sampun kaweca pokokpokok ingkang 8undamentil wonten salebeting !urat %l Paatihah, kados kasebut ing ngandhap punika > 2- !ab 2a3aid utawi kaimanan 4 punika kuwajiban ingkang wiwitan kaampil, ingkang dipun da0wahaken dening junjungan kita Nabi 'uhammad s.a.w, makaten ugi dening para andika Easul saderengipun. ?ngkang baku inggih punika N a/idah-tauhid " memundhi saha mangeran namung dhumateng Panjenanganipun %llah piyambak # N %/idah-tauhid wau dados jejering piwucal %gami, sadaya para andika Nabi Ctusaning %llah kautus ngampil tugas-pokok mbangun Tauhid ing %llah, sarta ngrebahaken sadaya kamusyrikan, ugi ngajak Cmmatipun supados samia Nibadah " manembah # ing %llah piyambak, lan nilar sadaya brahalanipun. 4- 25badah 4 utawi ngumawula lan manembah ing %llah, ingkang kuwajiban sadaya titah, langkung-langkung manungsa " sabab manungsa punika makhluk ingkang saged damel kabudayan wonten ing N alam donya #. ?ngkang baku wonten sekawan, inggih punika > !halat, Qakat, !hiyam lan kesah 3aji. !aking ingkang baku kasebut, lajeng tuwuh Nibadah memuji, ndedonga, d.ikir lan ta8akkur utawi ?0tika8 ing masjid. !aking .akat lajeng

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

40

tuwuh N ibadah /urban sid/ah, weweweh lan tetulung ing sasaminipun, lan saking !hiyam tuwuh watak :ira0? + mboten ndremis lan mboten kathah sesambat # sumingkir saking ingkang nama lelangkungan " gesang prasaja #. ;ajeng saking 3aji tuwuh semangat ambelani sarta labuh ing agami. 5- Angger- angger (ukum lan )ernatan- pernatan - maksudipun !yari0at ?slam damel angger-angger hukum lan pranatan punika kangge karaharjaning ummat manungsa ing &onya dumugi ing %kheratipun. Pramila ing salebetingOuraan ngemot pinten-pinten norma lan katamtuwan, upami hukum, politik, tatanagari, sosial, ekonomi, perang, dahme, sesambetan internasional, kabudayan sarta kesenian, agami, sesambetaning manungsa kaliyan %llah, lan lingkungan sapiturutipun. 6- Janji #ar"a an0aman 1 artosipun supados ngadeg keadilan lan keleresan ingkang saestu, sanajan wonten &onya saged lolos saking hukuman, nanging wonten ngarsaning %llah ing dinten Oiyanat tantu nboten saged lolos malih. <- Sejarah - maksudipun ingkang saged dados tepa-palupi ing salebeting sesrawungan ummat manungsa, sampun ngantos damel sejarah awon, gesang sapisan wonten ing N alam &onya.

A*A+ K&RSI

"llahu laa ilaaha illaa huwal!hayyul 8ayyuumu laa ta(khud2uhuu sinatuw wa laa nauum, lahuu maa 3is!samaawaati wa maa 3il ardhi man d2al!lad2ii yasy3a(u 9indahuu illaa bi!id2nihii ya(lamu maa baina aidiihim wamaa khal3ahum, walaa yuhiithuuna bisyai!im min 9ilmihii illaa bimaa syaa!a wasi(a kursiyyu hus!samaawaati wal!ardha walaa ya!uuduhuu hi3 2huhumaa wa huwal 9aliyyul 9a2hiim. %llah ora ana Pangeran kang sinembah kajaba mung Panjenengane piyambak kang !ugeng sarta kang Jumeneng Pribadi,%llah iku ora kataman ngantuk lan ora kataman sare,7agungane %;;%3 samubarang kang ana ing langit lan samubarang kang ana ing bumi.Ora ana kang bisa aweh sya8a0at ana ing ngarsaning %llah, kajaba manawa oleh palilahe. %llah iku Ngawuningani samubarang kang ana ing ngarep lan saburine wong-wong mau, dheweke mau ora ana kang padha bisa nglimputi sathithik bahe saka ilmuN9 %;;%3, kajaba barang kang dadi kaparenging 7arsane. Jembare kursine %llah iku amot langit lan bumi, panjenengane ora rekaos anggone

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

41

rumeksa ing sakarone langit lan bumi, lan Panjenengane %llah iku 'aha ;uhur tur 'aha %gung. ,:S. "l /a8arah1;<<-

KA&+AMA,I,G LAK&

*. :ong eling ing ngelmu sarak dalil sinung kamurahaning Pangeran. ). :ong amrih rahayuning sesaminira, sinung ayating Pangeran. ,. %ngrawuhana ngelmu gaib, nanging aja tingal ngelmu sarak, iku paraboting urip kang utama. 1. %ja kurang pamariksanira lan den agung pangapunira. D. %gawe kabecikan marang sesaminira tumitah, agawea sukaning manahe sesamaning jalma. 5. %ja duwe rumangsa bener sarta becik, rumangsa ala sarta luput, den agung, panalangsanira ing Pangeran 7ang 'aha 'ulya, lamun sira ngrasa bener lawan becik, ginantungan bebenduning Pangeran. 2. %ngenakena sarira, angayem-ayema nalarira, aja anggrangsang samubarang kang sinedya, den prayitna barang karya. G. 9linga marang 7ang 'urbeng Jagad, aja pegat rina lan wengi. +. %tapaa geniara, tegese den teguh yen krungu ujar ala. *4. %tapaa banyuara, tegese ngeli, basa ngeli iku nurut saujaring liyan, datan nyulayani. **. Tapa ngluwat, tegese mendhem atine aja ngatonake kabecikane dhewe. *). %prang !abilillah, tegese prang sabil iku, sajroning jajanira priyangga ana prang 6ratayudha, prang ati ala lan ati becik sing sapa reka arsa anglakoni amutiha lawan amawasa patangpuluh dina wae lan tangi wektu subuh lan den sabar sukur ing ati

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

42

&sya "LL" tinekan sak karsaniku, nyawabi nakrakyatira. saking sawab ing ilmu pangiket mami, duk uneng Kali#aga

SERA+ SAB'= JA+I

Megatruh *. 3awya pegat ngudiya EON ing budyayu 'ar %ne suka basuki &imen lu:%E kang kinayun 7alising panggawe !?sip ?ngkang T%beri prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala citacita, terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin. ). Clatna kang nganti bisane kepangguh aledehan kang sayekti Talitinen awya kleru ;arasen sajroning ati

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

43

Tumanggap dimen tumanggon &alam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama, intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu. ,. Pamanggone aneng pangesthi rahayu %ngayomi ing tyas wening 9ninging ati kang suwung Nanging sejatining isi ?sine cipta sayektos &apatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan, mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. 1. ;akonana klawan sabaraning kalbu ;amun obah niniwasi 7asusupan setan gundhul %mbebidung nggawa kendhi ?sine rupiah kethon !egalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. !ebab jika bergeser "dari hidup yang penuh kebajikan# akan menderita kehancuran. 7emasukan setan gundul, yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. D. ;amun nganti korup mring panggawe dudu &adi panggonaning iblis 'lebu mring alam pakewuh 9wuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon 6ila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan, sudah jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan kesulitaskesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik, seolah-olah mabuk kepayang. 5. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu 3ayuning tyas sipat kuping 7inepung panggawe rusuh ;ali pasihaning usti inuntingan dening 3yang 'anon 6ila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. !egala yang baik-baik lari dari dirinya, sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. !udah melupakan Tuhannya. %jaran-Nya sudah musnah berkeping-keping.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

44

2. Parandene kabeh kang samya andulu Clap kalilipen wedhi %keh ingkang padha sujut 7inira yen Jabaranil 7autus dening 3yang 'anon Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. G. =eng kang uning marang sejatining dawuh 7ewuhan sajroning ati =en tiniru ora urus Cripe kaesi-esi =en niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. 6ila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. +. Nora ngandel marang gaibing 3yang %gung %nggelar sakalir-kalir 7alamun temen tinemu 7abegjane anekani 7amurahane 3yang 'anon ?tu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan langit, siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. 7arena Tuhan itu 'aha Pemurah adanya. *4. 3anuhoni kabeh kang duwe panuwun =en temen-temen sayekti &ewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti !aciptanira kelakon !egala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati. Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. **. 7i Pujangga nyambi paraweh pitutur !aka pengunahing :idi %mbuka warananipun %ling-aling kang ngalingi %ngilang satemah katon !ambil memberi petuah 7i Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

45

*). Para jalma sajroning jaman pakewuh !udranira andadi Eahurune saya ndarung 7eh tyas mirong murang margi 7asekten wus nora katon 'anusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan, cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela, makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak. *,. 7atuwane winawas dahat matrenyuh 7enyaming sasmita sayekti !anityasa tyas malatkunt 7ongas welase kepati !ulaking jaman prihatos ;ama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan tersebut, senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut. *1. :aluyane benjang lamun ana wiku 'emuji ngesthi sawiji !abuk tebu lir majenum alibedan tudang tuding %nacahken sakehing wong Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun *G22 ":ikuL2, 'emujiL2, NgesthiLG, !awijiL*. ?tu bertepatan dengan tahun 'asehi *+1D#. %da orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila, hilir mudik menunjuk kian kemari, menghitung banyaknya orang. *D. ?ku lagi sirap jaman 7ala 6endu 7ala !uba kang gumanti :ong cilik bisa gumuyu Nora kurang sandhang bukti !edyane kabeh kelakon &isitulah baru selesai Jaman 7ala 6endu. &iganti dengan jaman 7ala !uba. &imana diramalkan rakyat kecil bersuka ria, tidak kekurangan sandang dan makan seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai. *5. Pandulune 7i Pujangga durung kemput 'ulur lir benang tinarik Nanging kaseranging ngumur %ndungkap kasidan jati

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

46

'ulih mring jatining enggon !ayang sekali FpengelihatanF !ang Pujangga belum sampai selesai, bagaikan menarik benang dari ikatannya. Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir datang saatnya meninggalkan dunia yang 8ana ini. *2.%mung kurang wolung ari kang kadulu Tamating pati patitis :us katon neng lokil makpul %ngumpul ing madya ari %merengi !ri 6udha Pon =ang terlihat hanya kurang G hai lagi, sudah sampai waktunya, kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Eabu Pon. *G. Tanggal kaping lima antarane luhur !elaning tahun Jimakir Taluhu marjayeng janggur !engara winduning pati Netepi ngumpul sak enggon Tanggal D bulan !ela "&ulkangidah# tahun Jimakir :uku Tolu, :indu !engara "atau tanggal )1 &esember *G2,# kira-kira waktu ;ohor, itulah saat yang ditentukan sang Pujangga kembali menghadap Tuhan. *+. $initra ri budha kaping wolulikur !awal ing tahun Jimakir $andraning warsa pinetung !embah mekswa pejangga ji 7i Pujangga pamit layoti 7arya ini ditulis dihari Eabu tanggal )G !awal tahun Jimakir *G4). "!embahL), 'uswaL4, PujanggaLG, JiL*# bertepatan dengan tahun masehi *G2,#.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

47

SERA+ KALA+I'A

Sinom *. 'angkya darajating praja 7awuryan wus sunyaturi Eurah pangrehing ukara 7arana tanpa palupi %tilar silastuti !ujana sarjana kelu 7alulun kala tida Tidhem tandhaning dumadi %rdayengrat dene karoban rubeda 7eadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot. !ituasi "keadaan tata negara# telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi. !udah banyak yang meninggalkan petuah-petuah<aturan-aturan lama. Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala 0idha "jaman yang penuh keragu-raguan#. !uasananya mencekam. 7arena dunia penuh dengan kerepotan. ). Eatune ratu utama Patihe patih linuwih Pra nayaka tyas raharja Panekare becik-becik Paranedene tan dadi Paliyasing 7ala 6endu 'andar mangkin andadra Eubeda angrebedi 6eda-beda ardaning wong saknegara !ebenarnya rajanya termasuk raja yang baik, Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik, namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan. Oleh karena daya jaman 7ala 6endu. 6ahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi. ;ain orang lain pikiran dan maksudnya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

48

,. 7atetangi tangisira !ira sang paramengkawi 7awileting tyas duhkita 7atamen ing ren wirangi &ening upaya sandi !umaruna angrawung 'angimur manuhara 'et pamrih melik pakolih Temah suka ing karsa tanpa wiweka :aktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan, mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang. Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada. 1. &asar karoban pawarta 6ebaratun ujar lamis Pinudya dadya pangarsa :ekasan malah kawuri =an pinikir sayekti 'undhak apa aneng ngayun %ndhedher kaluputan !iniraman banyu lali ;amun tuwuh dadi kekembanging beka Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu. %kan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar, bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali. !ebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka<pemimpin J 3anya akan membuat kesalahan-kesalahan saja. ;ebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan. D. Cjaring panitisastra %wewarah asung peling ?ng jaman keneng musibat :ong ambeg jatmika kontit 'engkono yen niteni Pedah apa amituhu Pawarta lolawara 'undhuk angreranta ati %ngurbaya angiket cariteng kuna 'enurut buku Panitisastra "ahli sastra#, sebenarnya sudah ada peringatan. &idalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

49

&emikianlah jika kita meneliti. %pakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. ;ebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala. 5. 7eni kinarta darsana Panglimbang ala lan becik !ayekti akeh kewala ;elakon kang dadi tamsil 'asalahing ngaurip :ahaninira tinemu Temahan anarima 'upus pepesthening takdir Puluh-Puluh anglakoni kaelokan 'embuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala, guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul. !ebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama, mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya FnrimaF dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan. =ah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh. 2. %menangi jaman edan 9wuh aya ing pambudi 'ilu edan nora tahan =en tan milu anglakoni 6oya kaduman melik 7aliren wekasanipun Ndilalah karsa %llah 6egja-begjane kang lali ;uwih begja kang eling lawan waspada 3idup didalam jaman edan, memang repot. %kan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman tidak mendapat apapun juga. %khirnya dapat menderita kelaparan. Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. 6agaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada. G. !emono iku bebasan Padu-padune kepengin 9nggih mekoten man &oblang 6ener ingkang angarani Nanging sajroning batin !ejatine nyamut-nyamut :is tuwa arep apa 'uhung mahas ing asepi !upayantuk pangaksamaning 3yang !uksma

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

50

=ah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. 6etul bukan J 'emang benar kalau ada yang mengatakan demikian. Namun sebenarnya didalam hati repot juga. !ekarang sudah tua, apa pula yang dicari. ;ebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan. +. 6eda lan kang wus santosa 7inarilah ing 3yang :idhi !atiba malanganeya Tan susah ngupaya kasil !aking mangunah prapti Pangeran paring pitulung 'arga samaning titah Eupa sabarang pakolih Parandene maksih taberi ikhtiyar ;ain lagi bagi yang sudah kuat. 'endapat rakhmat Tuhan. 6agaimanapun nasibnya selalu baik. Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah. Namun demikian masih juga berikhtiar. *4. !akadare linakonan 'ung tumindak mara ati %ngger tan dadi prakara 7arana riwayat muni ?khtiyar iku yekti Pamilihing reh rahayu !inambi budidaya 7anthi awas lawan eling 7anti kaesthi antuka parmaning !uksma %papun dilaksanakan. 3anya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan. %gaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar, hanya harus memilih jalan yang baik. 6ersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan waspada agar mendapat rakhmat Tuhan. **. =a %llah ya Easulullah 7ang sipat murah lan asih 'ugi-mugi aparinga Pitulung ingkang martani ?ng alam awal akhir &umununging gesang ulun 'angkya sampun awredha ?ng wekasan kadi pundi 'ula mugi wontena pitulung Tuwan

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

51

=a %llah ya Easulullah, yang bersi8at murah dan asih, mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini. !ekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana. 3anya Tuhanlah yang mampu menolong kami. *). !ageda sabar santosa 'ati sajroning ngaurip 7alis ing reh aruraha 'urka angkara sumingkir Tarlen meleng malat sih !anityaseng tyas mematuh 6adharing sapudhendha %ntuk mayar sawetawis 6oEON ang % sa:%Ega me!? marT%ya 'udah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa, seolah-olah dapat mati didalam hidup. ;epas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan. 6iarkanlah kami hanya memohon karunia pada 'C agar mendapat ampunan sekedarnya. 7emudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.

SAB'A +AMA

Gambuh *. Easaning tyas kayungyun %ngayomi lukitaning kalbu ambir wanakalawan hening ing ati 7abekta kudu pitutur !umingkiring reh tyas mirong Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal yang salah.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

52

). &en samya amituhu ?ng sajroning Jaman 7ala 6endu =ogya samyanyenyuda hardaning ati 7ang anuntun mring pakewuh Cwohing panggawe awon &iharap semuanya maklum bahwa dijaman 7ala 6endu sebaiknya mengurangi na8su pribadi yang akan membenturkan kepada kerepotan. 3asilnya hanyalah perbuatan yang buruk. ,.Ngajapa tyas rahayu Nyayomana sasameng tumuwuh :ahanane ngendhakke angkara klindhih Ngendhangken pakarti dudu &inulu luwar tibeng doh !ebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik. &apat memberi perlindungan kepada siapapun juga. Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka, melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh. 1. 6eda kang ngaji mumpung Nir waspada rubedane tutut 7akinthilan manggon anggung atut wuri Tyas riwut ruwet dahuru 7orup sinerung agoroh 3al ini memang lain dengan yang ngaji pumpung. 3ilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai, selalu mengikuti hidupnya. 3ati senantiasa ruwet karena selalu berdusta. D. ?lang budayanipun Tanpa bayu weyane ngalumpuk !akciptane wardaya ambebayani Cbayane nora payu 7ari ketaman pakewoh ;enyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh. %pa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya. !umpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya. %khirnya hanyalah kerepotan saja. 5. Eong asta wus katekuk 7ari ura-ura kang pakantuk &andanggula lagu palaran sayekti Ngleluri para leluhur

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

53

%bot ing sih swami karo !udah tidak berdaya. 3anya tinggallah berdendang. 'endendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu kala, betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja. 2. alak gangsuling tembung 7i Pujangga panggupitanipun Eangu-rangu pamanguning reh harjanti Tinanggap prana tumambuh 7atenta nawung prihatos 7i Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan kekurangannya. Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir, barangkali terdapat kesalahan<kekeliruan ta8sir, sebab sedang prihatin. G. :artine para jamhur Pamawasing warsita datan wus :ahanane apan owah angowahi =eku sansaya pakewuh 9wuh aya kang linakon 'enurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubahubah. 'eningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan. +. !idining 7ala 6endu !aya ndadra hardaning tyas limut Nora kena sinirep limpating budi ;amun durung mangsanipun 'alah sumuke angradon %.abnya jaman 7ala 6endu, makin menjadi-jadi na8su angkara murka. Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik. 6ila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa. *4. ?ng antara sapangu Pangungaking kahanan wus mirud 'orat-marit panguripaning sesami !irna katentremanipun :ong udrasa sak anggon-anggon !ementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan, penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan disana-sini. **. 7emang isarat lebur 6ubar tanpa daya kabarubuh

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

54

Paribasan tidhem tandhaning dumadi 6egjane ula dahulu $angkem silite angaplok !egala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan. =ang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya dapat makan. *). Ndhungkari gunung-gunung 7ang geneng-geneng padha jinugrug Parandene tan ana kang nanggulangi :edi kalamun sinembur Cpase lir wedang umob unung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan meskipun demikian tidak ada yang berani melawan. !ebab mereka takut kalau disembur "disemprot ular# berbisa. 6isa racun ular itu bagaikan air panas. *,. 7alonganing kaluwung Prabanira kuning abang biru !umurupa iku mung soroting warih :ewarahe para Easul &udu jatining 3yang 'anon Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air. 'enurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. *1. !upaya pada emut %mawasa benjang jroning tahun :indu kuning kono ana wewe putih egamane tebu wulung %rsa angrebaseng wedhon %gar diingat-ingat. 7elak bila sudah menginjak tahun windu kuning "7encana# akan ada wewe putih "setan putih#, yang bersenjatakan tebu hitam akan menghancurkan wedhon "pocongan setan#. "!ebuah ramalan yang perlu dipecahkan#. *D. Easa wes karasuk 7esuk lawan kala mangsanipun 7awises kawasanira 3yang :idhi $ahyaning wahyu tumelung Tulus tan kena tinegor %gaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

55

*5, 7arkating tyas katuju Jibar-jibur adus banyu wayu =uwanane turun-temurun tan enting ;iyan praja samyu sayuk 7eringan saenggon-enggon 7ehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman sampai ke anak cucu. Negara-negara lain rukun sentosa dan dihormati dimanapun. *2. Tatune kabeh tuntun ;elarane waluya sadarum Tyas prihatin ginantun suka mrepeki :ong ngantuk anemu kethuk ?sine dinar sabokor !egala luka-luka "penderitaan# sudah hilang. Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria. Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk "gong kecil# yang berisi emas kencana sebesar bokor. *G. %mung padha tinumpuk Nora ana rusuh colong jupuk Eaja kaya cinancangan angeng nyawi Tan ana nganggo tinunggu Parandene tan cinolong !emua itu hanya ditumpuk saja, tidak ada yang berbuat curang maupun yang mengambil. 3ewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang dicuri. *+. &iraning durta katut %nglakoni ing panggawe runtut Tyase katrem kayoman hayuning budi 6udyarja marjayeng limut %mawas pangesthi awon =ang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik. Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. =ang baik dapat menghancurkan yang jelek. )4. Ninggal pakarti dudu Pradapaning parentah ginugu 'ring pakaryan saregep tetep nastiti Ngisor dhuwur tyase jumbuh Tan ana wahon winahon 6anyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. 'engikuti peraturan-peraturan pemerintah. !emuanya rajin mengerjakan

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

56

tugasnya masing-masing. =ang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Tidak ada yang saling mencela. )*.Ngratani sapraja agung 7eh sarjana sujana ing kewuh Nora kewran mring caraka agal alit Pulih duk jaman runuhun Tyase teteg teguh tanggon 7eadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. 6anyak sekali orang-orang ahli dalam bidang surat menyurat. 7embali seperti dijaman dahulu kala. !emuanya berhati baja.

SERA+ J=K= L='A,G


Gambuh *. Jaka ;odang gumandhul Praptaning ngethengkrang sru muwus 9ling-eling pasthi karsaning 3yang :idhi unung mendhak jurang mbrenjul ?ngusir praja prang kasor Joko ;odang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. ?ngat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan "akan terjadi wolak waliking #aman#, karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. ).Nanging awya kliru !umurupa kanda kang tinamtu Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti 'aksih katon tabetipun 6eda lawan jurang gesong Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini. !ebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung akan tetap masih terlihat bekasnya. ;ain sekali dengan jurang yang curam.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

57

,. Nadyan bisa mbarenjul Tanpa tawing enggal jugrugipun 7alakone karsaning 3yang wus pinasti =en ngidak sangkalanipun !irna tata estining wong Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung, namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor. "7et. 7arena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi. =ang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan#. !emuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan akan terjadi pada tahun Jawa *GD4. "!irnaL4, TataLD, 9sthiLG dan :ongL*#. Tahun 'asehi kurang lebih *+*+-*+)4. Sinom *. !asedyane tanpa dadya !acipta-cipta tan polih 7ang reraton-raton rantas 'rih luhur asor pinanggih 6ebendu gung nekani 7ongas ing kanistanipun :ong agung nis gungira !udireng wirang jrih lalis ?ngkang cilik tan tolih ring cilikira :aktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud, apa yang dicita-citakan buyar, apa yang dirancang berantakan, segalanya salah perhitungan, ingin menang malah kalah, karena datangnya hukuman "kutukan# yang berat dari Tuhan. =ang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela. Orang besar kehilangan kebesarannya, lebih baik tercemar nama daripada mati, sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya. ). :ong alim-alim pulasan Njaba putih njero kuning Ngulama mangsah maksiat 'adat madon minum main 7aji-kaji ambataning &ulban kethu putih mamprung :adon nir wadorina Prabaweng salaka rukmi 7abeh-kabeh mung marono tingalira 6anyak orang yang tampaknya alim, tetapi hanyalah semu belaka. &iluar tampak baik tetapi didalamnya tidak.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

58

6anyak ulama berbuat maksiat. 'engerjakan madat, madon minum dan berjudi. Para haji melemparkan ikat kepala hajinya. Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda. !emua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan. ,. Para sudagar ingargya Jroning jaman keneng sarik 'armane saisiningrat !angsarane saya mencit Nir sad estining urip ?ku ta sengkalanipun Pantoging nandang sudra =en wus tobat tanpa mosik !ru nalangsa narima ngandel ing suksma 3anya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut. Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin menjadi-jadi. Tahun Jawa menunjuk tahun *G54 "NirL4, !adL5, 9sthiningLG, CripL*#. Tahun 'asehi kurang lebih tahun *+,4. Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan diri kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam.

Megatruh
*. 'bok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu Jaka ;odang nabda malih Nanging ana marmanipun ?ng waca kang wus pinesthi 9stinen murih kelakon 'endengar segalanya itu 'bok Perawan merasa sedih. 7emudian Joko ;odang berkata lagi > FTetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab, didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya segera dan dapat ter#adi F. ). !angkalane maksih nunggal jamanipun Neng sajroning madya akir :iku !apta ngesthi Eatu %dil parimarmeng dasih ?ng kono kersaning 'anon Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman. Tahun Jawa *G22 ":ikuL2, !aptaL2, NgesthiLG, EatuL*#. 6ertepatan dengan tahun 'asehi *+1D.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

59

%kan ada keadilan antara sesama manusia. ?tu sudah menjadi kehendak Tuhan. ,. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk 'alenuk samargi-margi 'armane bungah kang nemu 'arga jroning kethuk isi 7encana sesotya abyor &iwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk "gong kecil# yang berada banyak dijalan. =ang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut isinya tidak lain emas dan kencana.

R&WA+A,
"dalah 0radisi ritual 4awa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. 7ebudayaan Jawa sebagai subkultur 7ebudayaan Nasional ?ndonesia, telah mengakar bertahun-tahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup umumnya orang Jawa. !ikap hidup masyarakat Jawa memiliki identitas dan karakter yang menonjol yang dilandasi dire8erensi nasehat-nasehat nenek moyang sampai turun temurun, hormat kepada sesama serta berbagai perlambang dalam ungkapan Jawa, menjadi isian jiwa seni dan budaya Jawa. &alam ungkapan F $rah %gawe 6ubrah - Eukun %gawe !antosa F menghendaki keserasian dan keselarasan dengan pola pikir hidup saling

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

60

menghormati. Perlambang dan ungkapan-ungkapan halus yang mengandung pendidikan moral, banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya > 6#o *umeh 1 Merasa dirinya lebih Mulat sarira, angrasa wani 1 Mawas diri, instropeksi diri Mikul *uwur, Mendem 4ero 1 Menghargai dan menghormati serta menyimpan ! rahasia orang lain. 4er /asuki Mawa /eya 1 Kesuksesan perlu atau butuh pengorbanan "#ining diri saka obahing lati 1 arga diri tergantung ucapannya Prinsip pengendalian diri dengan F 'ulat !arira F suatu sikap bijaksana untuk selalu berusaha tidak menyakiti perasaan orang lain, serta F %ja &umeh F adalah peringatan kepada kita bahwa jangan takabur dan jangan sombong, tidak mementingkan diri sendiri dan lain sebagainya yang masih mempunyai arti sangat luas. 7epercayaan terhadap keberadaan roh nenek moyang, menyatu dengan kepercayaan terhadap kekuatan alam yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia, menjadi ciri utama dan bahkan memberi warna khususu dalam kehidupan religiusitas serta adat istiadat masyarakat Jawa, yaiku > !inkretisme, Tantularisme dan 7ejawen yang bersi8at Toleran, %komodati8 serta Optimistik. 6erbagai ungkapan dan ungkapan Jawa, merupakan cara penyampaian terselubung yang bisa bermakna F Piwulang F atau pendidikan moral, karena adanya pertalian budi pekerti dengan kehidupan spiritual, menjadi petunjuk jalan dan arah terhadap kehidupan sejati. Terkemas hampir sempurna dalam seni budaya gamelan dan gending-gending serta kesenian wayang kulit purwa yang perkembanganya mempunyai warna yang unik, yaitu dari akar yang kuat, berpegang pada kepercayaan terhadap roh nenek moyang, kemudian bertambah maju setelah mengenal segala bentuk kesenian dari ?ndia dan menjadi sempurna begitu masuk agama ?slam di Pulau Jawa. Paham mistik Jawa yang berpokok F 'anunggaling 7awula usti F " persatuan manusia dengan Tuhan # dan F !angkan Paraning &umadi F " asal dan tujuan ciptaan # bersumber pada pengalaman religius, berawal dari sana manusia itu rindu untuk bersatu dengan yang ?llahi, ingin menelusuri arus kehidupan sampai ke sumber muaranya. Perumusan pengalaman religius Jawa dalam sejarahnya tidak lepas dari pengaruhpengaruh agama besar seperti 3indu, 6udha dan ?slam beserta dengan mistiknya yang khas, seperti terlihat dalam kitab-kitab Tutur, 7idung dan !uluk. :ayang sebagai pertunjukan, merupakan ungkapan-ungkapan dan pengalaman religius yang merangkum bermacam-macam unsur lambang, bahasa gerak,suara, warna dan rupa. &alam wayang terekam ungkapan pengalaman religius yang F kuno F seperti tampak bahwa pada tahap perkembangannya dewasa ini, masih berperan pula mitos dan ritus, misalkan pada lakon Euwat atau 'urwa 7ala.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

61

!ecara tradisional, wayang merupakan intisari kebudayaan masyarakat Jawa yang diwarisi secara turun temurun, tidak hanya sekedar tontonan dan tuntunan bagaimana manusia harus bertingkah laku dalam kehidupannya, namun juga merupakan tatanan yang harus dititeni kanti titis. " merupakan hukum alam yang maha teratur yang harus diketahui dan disikapi secara bijaksana # untuk menuju kasunyatan serta mencapai kehidupan sejati. 6agi manusia jawa " manusia yang mengerti sejati # wayang merupakan pedoman hidup, bagaimana mereka bertingkah laku dengan sesama dan bagaimana menyadari hakekatnya sebagai manusia serta bagaimana dapat berhubungan dengan sang penciptanya. Tradisi Fupacara <ritual ruwatanF hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya<kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. &alam cerita Fwayang$ dengan lakon *urwakala pada tradisi ruwatan di jawa " jawa tengah# awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah !en#u0ian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti> mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan<ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema<cerita 'urwakala. &alam tradisi jawa orang yang keberadaannya dianggap mengalami nandang sukerto.berada dalam dosa> maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. 'enurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya !atara Kala. Tokoh ini adalah anak Ba"ara Guru "dalam cerita wayang# yang lahir karena na8su yang tidak bisa dikendalikannya atas diri 'ewi&ma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut $Kama salah kendang gumulung $. 7etika raksasa ini menghadap ayahnya "6atara guru# untuk meminta makan, oleh 6atara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. %tas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi, agar tak termakan !ang 6atara 7ala ini diperlukan ritual ruwatan. 7ata 'urwakala<purwakala berasal dari kata purwa "asalmuasal manusia# ,dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran > atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden#. Cntuk pagelaran wayang kulit dengan lakon 'urwakala biasanya diperlukan perlengkapan sebagai berikut > 1. %lat musik jawa " amelan # 2. :ayang kulit satu kotak " komplit # ,. 7elir atau layar kain 1. 6lencong atau lampu dari minyak !elain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa> 1. +uwuhan, yang terdiri dari pisang raja setudun, yang sudah matang dan baik, yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading "kelapa muda#, pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

62

depan sekaligus juga ber8ungsi sebagai hiasan<pajangan dan permohonan. &ua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir "layar# kanan kiri, bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang, yang akan digunakan untuk memandikan 6atara 7ala, orang yang diruwat dan lain-lainya.

2. Api (batu arang# di dalam anglo, kipas beserta kemenyan


(ratus wangi# pertunjukan. yang akan dipergunakan 7yai &alang selama

3. Kain mori putih kurang lebih panjangnya , meter, direntangkan


dibawah debog "batang pisang# panggungan dari muka layar "kelir# sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk 7i &alang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih.

4. Gawangan kelir bagian atas "kayu bambu yang merentang diatas

layar# dihias dengan kain batik yang baru D "lima# buah, diantaranya kain sindur, kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng "1 ikat pada sebelah menyebelah#. 5. !ermacam-macam nasi antara lain > a. Nasi golong dengan perlengkapannya, goreng-gorengan, pindang kluwih, pecel ayam, sayur menir, dan sebagainya. b. Nasi wuduk dilengkapi dengan@ ikan lembaran, lalaban, mentimun, cabe besar merah dan hijau brambang, kedele hitam. c. Nasi kuning dengan perlengkapan@ telur ayam yang didadar tiga biji. !rundeng asmaradana.

6. !ermacam-macam jenang (bubur# yaitu> jenang merah, putih,


jenang kaleh, jenang baro-baro "aneka bubur#.

7. 6ajan pasar "buah-buahan yang bermacam-macam# seperti > pisang

raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air, empluk "periuk yang berisi kacang hijau, kedele, kluwak, kemiri, ikan asin, telur ayam dan uang satu sen#.

8. !enang lawe, minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu


blencong, sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong.

9. =ang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa
sepasang, bebek sepasang.

10. =ang berupa sajen antara lain > rujak ditempatkan pada bumbung,
rujak edan "rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam#, bambu gading linma ros. 7esemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai<laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka 7yai &alang.

11. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir
besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk, jajan

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

63

pasar "berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. #. !ajen itu dibuang di tempat angker disertai doa "puji<mantra# mohon keselematan. mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. !elesai upacara ngruwat, bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk "tempayan kecil# yang berisi kacang hijau , kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. *ang !erlu a"au haru# di Ruwa" 'enurut kepustakaan $ Pakem %uwatan Murwa Kala $ Javanologi gabungan dari beberapa sumber, antara lain dari !erat $enthini " !ri Paku 6uwana B #, bahwa orang yang harus diruwat disebut anak atau orang F !ukerta F ada 54 macam penyebab malapetaka, yaitu sebagai berikut > *. 7ntang-Anting, yaitu anak tunggal laki-laki atau perempuan. ). ger- ger 8awang, yaitu dua orang anak yang kedua-duanya lakilaki dengan catatan tidak anak yang meninggal ,. Sendhang Kapit )ancuran, yaitu , orang anak, yang sulung dan yang bungsu laki-laki sedang anak yang ke ) perempuan 1. )ancuran Kapit Sendhang, yaitu , orang anak, yang sulung dan yang bungsu perempuan sedang anak yang ke ) laki-laki D. Anak !ungkus, yaitu anak yang ketika lahirnya masih terbungkus oleh selaput pembungkus bayi " placenta # 5. Anak Kembar, yaitu dua orang kembar putra atau kembar putri atau kembar FdampitF yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan " yang lahir pada saat bersamaan # 2. Kembang Sepasang, yaitu sepasang bunga yaitu dua orang anak yang kedua-duanya perempuan G. Kendhana-Kendhini, yaitu dua orang anak sekandung terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan +. Saramba, yaitu 1 orang anak yang semuanya laki-laki *4. Srimpi, yaitu 1 orang anak yang semuanya perempuan **. *ancalaputra atau )andawa, yaitu D orang anakyang semuanya laki-laki *). *ancalaputri, yaitu D orang anak yang semuanya perempuan *,. )ipilan, yaitu D orang anak yang terdiri dari 1 orang anak perempuan dan * orang anak laki-laki *1. )adangan, yaitu D orang anak yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan * orang anak perempuan *D. 6ulung )ujud, yaitu anak yang lahir saat matahari terbenam *5. 6ulung $angi, yaitu anak yang lahir bersamaan dengan terbitnya matahari
+

12. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. 7amar

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

64

*2. *G. *+.

6ulung Sungsang, yaitu anak yang lahir tepat jam *) siang +iba ngker, yaitu anak yang lahir, kemudian meninggal 6empina, yaitu anak yang baru berumur 2 bulan dalam kandungan sudah lahir )4. +iba Sampir, yaitu anak yang lahir berkalung usus )*. *argana, yaitu anak yang lahir dalam perjalanan )). $ahana, yaitu anak yang lahir dihalaman atau pekarangan rumah ),. Siwah atau Salewah, yaitu anak yang dilahirkan dengan memiliki kulit dua macem warna, misalnya hitam dan putih )1. !ule, yaitu anak yang dilahirkan berkulit dan berambut putih F bule F )D. Kresna, yaitu anak yang dilahirkan memiliki kulit hitam )5. $alika, yaitu anak yang dilahirkan berwujud bajang atau kerdil )2. $ungkuk, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung bengkok )G. "engkak, yaitu anak yang dilahirkan dengan punggung menonjol, seperti punggung onta )+. $ujil, yaitu anak yang lahir dengan badan cebol atau pendek ,4. 8awang *enga, yaitu anak yang dilahirkan bersamaan keluarnya F $andikala F yaitu ketika warna langit merah kekuning-kuningan ,*. *ade, yaitu anak yang lahir tanpa alas " tikar # ,). Orang yang ketika menanak nasi, merobohkan 9 "andhang 9 " tempat menanak nasi # ,,. 'emecahkan F Pipisan F dan mematahkan 9 Gandik 9 " alat landasan dan batu penggiling untuk menghaluskan ramu-ramuan obat tradisional#. ,1. Orang yang bertempat tinggal di dalam rumah yang tak ada 9 tutup keyongnya 9 ,D. Orang tidur di atas kasur tanpa sprei ( penutup kasur #. ,5. Orang yang membuat pepajangan atau dekorasi tanpa samir atau daun pisang. ,2. Orang yang memiliki lumbung atau gudang tempat penyimpanan padi dan kopra tanpa diberi alas dan atap% ,G. Orang yang menempatkan barang di suatu tempat ( dandhang misalnya # tanpa ada tutupnya% ,+. Orang yang membuat kutu masih hidup% 14. Orang yang berdiri ditengah-tengah pintu% 1*. Orang yang duduk didepan ( ambang # pintu. 1). Orang yang selalu bertopang dagu. 1,. Orang yang gemar membakar kulit bawang. 11. Orang yang mengadu suatu wadah atau tempat " misalnya dandhang diadu dengan dandhang #

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

65

1D. 15. 12. 1G. 1+.

Orang yang senang membakar rambut% Orang yang senang membakar tikar dengan bambu ( galar #. Orang yang senang membakar kayu pohon 9 kelor 9. Orang yang senang membakar tulang% Orang yang senang menyapu sampah tanpa dibuang atau dibakar sekaligus. D4. Orang yang suka membuang garam% D*. Orang yang senang membuang sampah lewat jendela. D). Orang yang senang membuang sampah atau kotoran dibawah ( dikolong # tempat tidur. D,. Orang yang tidur pada waktu matahari terbit% D1. Orang yang tidur pada waktu matahari terbenam ( wayah surup #. DD. Orang yang memanjat pohon disiang hari bolong atau jam *) siang " wayah bedhug # D5. Orang yang tidur diwaktu siang hari bolong jam :; siang. D2. Orang yang menanak nasi, kemudian ditinggal pergi ketetangga DG. Orang yang suka mengaku hak orang lain. D+. Orang yang suka meninggalkan beras di dalam F lesung F " tempat penumbuk nasi # 54. Orang yang lengah, sehingga merobohkan jemuran F wijen F " bijibijian # &emikainlah 54 jenis F !ukerta F yaitu jenis-jenis manusia yang telah dijanjikan oleh !ang 3yang 6etara uru kepada 6atara 7ala untuk menjadi santapan atau makananya, bahkan menurut Pustaka Eaja Purwa " jilid ? halaman *+1 # karya pujangga E.Ng Eanggawarsito disebutkan ada *,5 macam !ukerta. 'enurut mereka yang percaya, orang-orang yang tergolong di dalam kriteria tersebut di atas dapat menghindarkan diri dari malapetaka " menjadi makanan 6etara 7ala # tersebut, jika ia mempergelarkan wayangan atau ruwatan dengan cerita 'urwakala. %da juga lakon ruwatan yang misalanya > 6aratayuda, !udamala, 7unjarakarna dan lain-lain. !elain !ukerta, terdapat juga 9 &uwat Sengkala atau Sang Kala 9 yang artinya menjadi mangsa !angkala yaitu jalan kehidupannya sudah terbelenggu serta penuh kesulitan, tidak bisa sejalan dengan alur hukum alam " ruang dan waktu # ini disebabkan oleh kesalahan-kesalahan perbuatan atau tingkah lakunya pada masa lalu.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

66

BIBI+ ? B=B=+ / BEBE+

Patwa leluhur tersebut bermaksud agar orangtua malaksanakan pemilihan yang seksama akan calon menantunya atau bagi yang berkepentingan memilih calon teman hidupnya. Pemilihan ini jangan dianggap sebagai budaya pilih-pilih kasih, tapi sebenarnya lebih kepada kecocokan multi dimensi antara sepasang anak manusia. 7riteria yang dimaksud yaitu > !ibit > yang berarti biji < benih !ebet > yang berarti jenis < tipe !obot > yang berarti nilai < kekuatan Cntuk memilih menantu pria atau wanita, memilih suami atau isteri oleh yang berkepentingan, sebaiknya memilih yang berasal dari benih "bibit# yang baik, dari jenis "bebet# yang unggul dan yang nilai "bobot# yang berat. Patwa itu mengandung anjuran pula, janganlah orang hanya sematamata memandang lahiriyah yang terlihat berupa kecantikan dan harta kekayaan. Pemilihan yang hanya berdasarkan wujud lahiriah dan harta benda dapat melupakan tujuan (ngudi tuwuhH mendapatkan keturunan yang baik, saleh, berbudi luhur, cerdas, sehat wal a8iat, dan sebagainya. in"a> Wa#!ada dan (er"unanganPeribahasa mengatakan> (cinta itu butaH. 6erpedoman, bahwa hidup suami isteri itu mengandung cita-cita luhur yaitu mendapatkan keturunan yang baik, maka janganlah menuruti kata peribahasa tersebut. Pada hakekatnya peribahasa itu sendiri pun mengandung (peringatanH. 'emperingatkan, agar supaya dalam bercinta tidak buta mata hati, mata kepala, dan pikiran. $inta kasih yang berhubungan erat dengan cita-cita justru harus diliputi oleh waspada dalam hati dan pikiran. :aspada akan tingkah kelakuan satu sama lain dan waspada akan penggoda di dalam hatinya sendiri. 7ewaspadaan itu menghendaki pengamatan dan penghayatan satu sama lain mengenai sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting yang sudah pasti dijumpai dalam hidup antara lain soal keluarga, agama, kemasyarakatan, dan sebagainya. Perbedaan sikap dan pendirian terhadap hal-hal yang penting "prinsip# seperti diatas, niscaya akan mengakibatkan kesukaran dikemudian hari. Persesuaian haruslah timbul dari keyakinan dan tidak dengan membohongi diri sendiri, misalnya dengan berjanji atau memberi berkesanggupan dengan sumpah lisan atau tulisan, pernikahan di muka

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

67

kantor pencatatan sipil, dan lain sebagainya tetapi di dalam hati masih ada keraguan. Pertunangan dengan atau tanpa tukar cincin adalah usaha untuk mendekatkan pria dan wanita yang menjalin kisah dan hendak hidup sebagai suami isteri. Pertunangan tidak boleh diartikan lalu boleh bergaul sebebas-bebasnya hingga perbuatan sebagai suami isteri. &alam hal itu calon isteri haruslah teguh hati, mencegah jangan sampai terjamah kehormatannya. ?ngatlah, bahwa calon suami atau istri itu bukan atau belum suami atau istrinya. !ekali terjadi peristiwa dan sang wanita hamil tidak mustahil menjadi persoalan sebagai pangkal persengketaan. 7alau sang pria ingkar, pertunangan putus, sang wanita menjadi korban.

(ERK&+&+

7egemaran memelihara burung perkutut <klangenan Perkutut merupakan warisan budaya jawa yang hingga kini masih dilestarikan, hal ini dimungkinkan di dalamnya mengandung nilai-nilai ajaran yang adiluhung si8atnya. Para leluhur kita, khususnya orang Jawa, telah menempatkan burung Perkutut begitu terhormat dibanding jenis burung yang lain. 6urung Perkutut dianggap punya tuah mistis yang bisa disejajarkan dengan tuah mistis pusaka "keris dan a.imat lainnya#. 6erkaitan dengan tuah mistis Perkutut tersebut leluhur Jawa mewariskan ilmu tentang $katuranggan )erkutut$ " ilmu hal ihwal perkutut #. 6erdasar ilmu katuranggan tersebut, bisa diketahui pengaruh burung Perkutut "yang mempunyai ciri-ciri tertentu# terhadap pemiliknya. %da burung yang setengah dianjurkan untuk dipelihara, ada juga jenis yang tidak boleh dipelihara oleh sembarang orang. 'emelihara Perkutut dulunya lebih cenderung kepada suatu klangenan. %rtinya barang "dalam hal ini, burung# yang dimiliki bisa memberikan rasa senang dalam batin atau bisa mempersembahkan keindahan kepada pemiliknya. &alam bahasa Jawa 7uno mempersembahkan keindahan istilahnya kalangon atau kalangwan. 6arangkali pula kata klangenan dalam bahasa Jawa kini berasal dari kata kalangon atau kalangwan tadi. !udah barang tentu yang bisa mempunyai klangenan pada waktu dulu adalah golongan masyarakat priyayi, berduit, atau punya kedudukan penting di tengah masyarakat. &engan demikian pengetahuan tentang Perkutut tidak bisa merambah ke rakyat biasa. %lasannya, rakyat kebanyakan belum pas mempunyai klangenan, dikarenakan kesibukannya dalam mencari na8kah.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

68

6agi rakyat biasa biasanya hanya sebagai penangkap burung "tukang pikat#. &ikarenakan Perkutut sebagai klangenan, maka para penangkap burung memburu burung yang bagus kualitas suaranya memenuhi pesanan para priyayi yang tinggal di kota. !ebaliknya para pemelihara yang menganggap burung yang dipelihara sebagai klangenan, maka tidak terpikirkan untuk membudidayakan atau mengembang biakkan dengan cara diternak. %kibatnya Perkutut di alam bebas semakin langka yang bagus, bahkan cenderung punah. Jaman sekarang kegemaran memelihara Perkutut sebagai klangenan khas Jawa ini, rupanya telah menular kepada etnis Tionghoa yang tinggal di bumi Jawa. 6arangkali oleh orang Tionghoa yang bernaluri bisnis tinggi, menganggap Perkutut bisa dijadikan sarana berhubungan dengan kekuasaan yang ada. &an kalau hubungan dengan kekuasaan terjadi, maka lancarlah bisnisnya. Orang-orang Tionghoa memang sangat jeli melihat peluang bisnis. 6egitu mengetahui burung Perkutut di alam bebas ?ndonesia mendekati kepunahan, mereka mendatangkan burung Perkutut dari Thailand. !emula Perkutut 6angkok kurang menarik bagi penggemar di ?ndonesia, karena suaranya kurang memenuhi selera. 7esannya hanya besar tapi tanpa lagu. Para pedagang burung Thailand "yang awalnya kebetulan juga etnis Tionghoa# sangat kreati8 untuk memenuhi selera pasar di ?ndonesia. &isamping mereka mengekspor burung ke ?ndonesia, juga membeli burung dari ?ndonesia. Perkutut ?ndonesia itu kemudian disilangkan dengan Perkutut 6angkok. 6ahkan persilangan begitu berkembang dengan berbagai jenis Perkutut yang ada di %sia Tenggara. &an hasilnya burung Perkutut 6angkok yang di ekspor ke ?ndonesia bisa memenuhi selera penggemar di ?ndonesia. !ampai saat ini hubungan silang menyilang Perkutut antara ?ndonesia dan Thailand terus berlanjut. 'aka semakin menarik dan menjadi tantangan bagi kita, 6angsa ?ndonesia, untuk menggeluti 6udidaya Perkutut agar warisan budaya ini bisa dilestarikan. Pada awal pertama seseorang berminat untuk memelihara burung Perkutut seyogyanya berusaha memahami lebih dahulu tentang dasar suara burung Perkutut. Pada masa sekarang, bunyi yang diminati para penggemar sudah mengalami perubahan. 'eskipun demikian tetap saja menggunakan D "lima# pokok dasar penilaian suara > *. Suara depan - hoor, kini telah berkembang dari nilai rendah ke atas > 3oor, 7laar, :ee, 7leo, dan 7lao. ). Suara tengah - kete, berkembang dalam beberapa jenis > - telon > te , sehingga bunyinya > hoor te kuung - engkel > tete, sehingga bunyinya > hoor tete kuung - satu setengah > tetete, sehingga bunyinya > hoor tetete kuung - double > tete tete, sehingga bunyinya > hoor tete tete kuung double setengah > tete tetete, sehingga bunyinya > hoor tete tetete kuung - triple > tete tete tete, sehingga bunyinya > hoor tete tete tete kuung

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

69

,. Suara belakang - kuung merupakan yang terbaik, dibawahnya kooo, kemudian kuuk yang terendah nilainya. 1. 5rama - merupakan perpaduan suara depan, tengah, dan belakang. =ang bagus lelah atau laras "Jawa#. 7etukan iramanya terdengar merdu menyentuh rasa keindahan, seolah-olah menjadi perantara antara yang ada dan suwung. ?barat suara gamelan dalam Pathet 'anyura atau Pathet + yang mempunyai pengaruh menenangkan. !edang irama yang kurang baik adalah yang groyok dan rentet, suaranya mempengaruhi perasaan menjadi gelisah. D. &asar suara atau latar. Jenisnya beberapa macam, diantaranya > $owong tembus > bening merdu dan mendengung, kira-kira seperti suaranya Pavaroti atau Nyi $ondro ;ukito. - $owong > merdu jangkauan suaranya sedang, 7ristal > melengking tinggi dan terdengar jelas bunyi "ng#. - %rum > suara sedang tanpa bunyi "ng# - %lus atau ulem "Jw.# - 7aku atau keras "atos, Jw.#, belakangnya terkunci bunyi "k# > hoor kete kuuk Tebal "7andel# > mantap terdengarnya. - Tipis "lemah# > lirih suaranya. Perpaduan lima dasar penilaian suara tersebut yang menentukan bagus tidaknya suara Perkutut. 3al ini sulit dijelaskan dengan tulisan, maka kami anjurkan untuk mendengar langsung secara praktek kalau ada lomba atau latihan lomba. Pada dasarnya suara burung Perkutut tidak ada yang sama persis meskipun berasal dari induk yang sama. 'aka memilih suara butung Perkutut untuk klangenan subyekti8 sekali si8atnya. 7ecocokan hati setiap orang terhadap suatu jenis suara burung perkutut tidak sama. 'aka suatu anjuran yang sederhana dan sekiranya bisa dijadikan pedoman adalah memilih suara burung yang cocok dengan hati dan perasaan kita masing-masing. &engan demikian semakin mengendap kemampuan spiritual seseorang akan semakin mudah menemukan suara burung Perkutut yang sesuai dengan citarasanya. 'aka bisa dipahami juga kalau pada para penghayat !piritualisme Jawa kebanyakan juga penggemar Perkutut. 'emang pada dasarnya untuk bisa memahami tentang suara Perkutut dituntut pula pemahaman tentang hidup yang selaras dan tenteram serta menjauhi semua kemungkinan persengketaan dengan siapapun termasuk dengan alam. =ang diinginkan adalah keindahan yang selaras sebagaimana kebanyakan orang Jawa berpandangan hidup. &alam bahasa Jawa 7uno dikenal kata 7alangwan atau 7alangon yang artinya mempersembahkan keindahan. &ari akar kata 7alangon itulah muncul kata 7langenan yang barangkali artinya menangkap atau bergumul dengan keindahan. (erku"u" (u"ih'enurut wacana kejawen, perkutut putih dipercaya membawa kekuatan magis. E' Ng Prodjosudardjo yang paranormal menyebutkan sebagi burung siluman, jelmaan roh. 7onon bisa membawa keberuntungan bagi yang memelihara, tak heran berung jenis ini tidak hanya diburu para hobi. tetapi juga mereka yang meyakini akan man8aat tuahnya !ayangnya perkutut putih amat sangat langka, jangankan yang sudah F kung F belum bisa apa pun asal seluruh bulunya warna putih orang

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

70

sudah berani menawar dengan harga tinggi. Terlepas dari kata tidaknya, unsur magis menurut ?r. !uharno 6udi !antosa, perkutut putih sebenarnya merupakan kasus penyimpangan gen. ?ni kasus langka dalam khasanah perkutut. Prosentasenya sangat kecil dan belum tentu satu kasus dari seribu perkutut. 6erdasarkan ciri 8isik, akibat penyimpangan gen, perawakan maupun suara perkutut putih lebih jelek ketimbang perkutut biasa. !erba lebih kecil. =ang kata, perkutut putih tidak bisa ditangkarkan , karena rata-rata perkutut putih itu mandul. 'engamati kebiasaan serta perilakunyajenis perkutut ini , sebenarnya tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang mencolok dibanding perkutut normal. !ehingga kadang mengherankan, kenapa perkutut macam begini harganya bisa setinggi langit, bisa puluhan juta rupiah. Perkutut putih tidak setiap saat bisa didapat, di pasar burung tradisional apalagi begitu sulitnya mencari perkutut putih, sementara kenyataan permintaan pasar cukup tinggi, sering membuat orang berbuat curang, sehingga bagi pemula sulit membedakan perkutut putih asli dengan yang 9 sudah dipermak 9 %dapun sebagai acuan ciri ciri yang asli > Paruhnya harus #uga putih,namun agak kemerahan,kaki merah muda,bulu ekor bagian bawah walaupun segaris/se titik biasanya ada unsur warna coklat,demikian #uga bulu sayap ada moti3 bintik bintik ,bliriktransparan coklat kemerahan.

G&,&,G LAW& &i atas ketinggian ,.)5D meter dari permukaan laut, puncak unung ;awu yang merupakan bentukkan dari sisa kawah tak akti8, menjadi daerah tujuan wisatawan menikmati lembah Tawangmangu yang menawan, !arangan dengan danau indahnya, birunya ;aut !elatan, hingga suguhan sunset dan sunrise. 6ahkan, desa dan kota-kota di sekitarnya, termasuk !olo, menyuguhkan pesona dan keindahan luar biasa jika dinikmati dari Puncak ;awu. 7eindahan kian mencekam saat awan datang menebarkan selimut mayanya. Perbukitan sontak disulap bak pulau kecil berbatas lautan awan. Tak ubahnya, pengunjung seolah berada di atas awan laiknya kahyangan. &i balik keindahan yang memukau, Puncak ;awu merupakan sosok angker yang menyimpan misteri. !etidaknya ada tiga tempat yang dikeramatkan, yaitu@ Puncak %rgo &alem, %rgo &umilah dan %rgo &umiling. &iyakini, %rgo &alem adalah tempat pamoksan Prabu 6hrawijaya, sedangkan %rga &umiling sebagai tempat pamoksan 7i !abdopalon. !ementara %rga &umilah masih tetap menjadi misteri yang sering dipakai sebagai arena olah batin dan meditasi.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

71

7eangkeran Puncak ;awu tak lepas dari cerita tentang Eaja 'ajapahit, Prabu 6rawijaya. 7onon, melihat salah seorang anaknya, Eaden Patah, masuk ?slam dan mendirikan kerajaan islam di &emak, !ang Prabu yang memeluk agama 6udha merasa gelisah. 'uncul kegamangan tentang kelangsungan 7erajaan 'ajapahit. Cntuk itu, dia bermeditasi, memohon petunjuk !ang 'aha 7uasa. :isik pun datang yang mewartakan adanya kerajaan dan agama baru. Eampung meditasi !ang Prabu berpesan kepada para abdinya mengenai saatnya ia turun dari kejayaan. !ang Prabu juga berbagi wilayah kepada para abdinya, siapa yang menguasai unung ;awu dan semua mahluk gaib hingga batas yang ia tentukan. =akni ke barat hingga 'erapi<'erbabu, ke Timur hingga gunung :ilis, ke selatan hingga Pantai selatan, dan ke utara sampai pantai utara dengan gelar !unan unung ;awu. &an Prabu 6arawijaya pun moksa di %rgo &alem, dan abdinya, !abdopalon moksa di %rga &umiling. Tinggalah dua abdinya yang lainnya, !unan ;awu !ang Penguasa gunung dan 7yai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Prabu 6rawijaya. !elain tiga puncak tadi, masih banyak tempat lain di unung lawu yang diyakini mempunyai nilai spiritual, diantaranya>

Sumur 6olotundo L ;okasi yang diyakini Prabu 6rawijaya menerima


wangsit dalam perjalanan naik ke Puncak ;awu. ua yang gelap dan curam sedalam kurang lebih D meter sering dipakai untuk bertapa.

8umbung Selayur L &i lokasi ini terdapat sumur yang digunakan


untuk menyimpan bahan makanan para pengikut Prabu 6rawijaya.

)awon Sewu L Terletak pada pertengahan perjalanan pendakian


menuju ke Puncak ;awu. &i tempat ini para pengikut Prabu 6rawijaya mendirikan dapur untuk memasak makanan.

Gua Selarong L

ua ini diman8aatkan para pengikut Prabu 6rawijaya untuk bermalam sekaligus sebagai tempat pemantauan.

Sendang 5ntan L 'enurut kepercayaan penduduk setempat, di


sendang ini para wisatawan dapat memohon berkah dengan cara minum air langsung ke mulut masing-masing dengan menengadahkan muka. !emakin banyak air yang didapat semakin banyak pula berkah yang diperoleh.

6urang )angari-Arip L 6ila para pendaki sudah mencapai tempat


ini, mereka mempunyai harapan untuk dapat mencapai Puncak ;awu. &ari tempat ini para pendaki dapat melihat 7awah $ondrodimuko.

Sendang "erajad L 'enurut kepercayaan masyarakat setempat,


apabila para wisatawan mempunyai cita-cita atau niat tertentu dapat terkabul apabila mandi di sendang ini.

Kepatihan-+engen L ;okasi ini merupakan tempat peristirahatan


pengikut Prabu 6rawijaya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

72

)asar "iyeng > &i sini para pengikut Prabu 6rawijaya mendirikan
pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

)andean Suroloyo > &i tempat ini para pengikut Prabu 6rawijaya
membuat pusaka dan persenjataan mereka.

+elaga Kuning > Telaga ini merupakan tempat mandi putra-putri


pengikut Prabu 6rawijaya.

Argo <ruso > &i tempat ini Eaja 6rawijaya menyimpan pusakapusakanya.

Kayangan > Tempat ini merupakan taman yang sangat indah tempat
istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah.

Selo )undutan > 'erupakan tempat untuk latihan olah kanuragan


pengkiut Prabu 6rawijaya dan masih dipergunakan sampai sekarang oleh para pendaki puncak ;awu. (a"uhi a"uran 7arena keangkerannya, siapa pun yang hendak pergi ke puncaknya diharap mematuhi RaturanR. =akni larangan-larangan untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersi8at perbuatan maupun perkataan. 6ila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas. 'enurut penduduk setempat, beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar, diantaranya jangan mendaki jika jumlahnya ganjil, karena RpenguasaR gunung akan menggenapkannya dengan mengambil salah satu dari mereka. Pantangan lain, jangan pernah sekali-kali menyombongkan diri, misalkan dengan angkuh mengatakan bahwa mendaki unung ;awu tidak sulit dan sebagainya, karena akan mengalami celaka.

G&,&,G MERA(I

7epercayaan serta kosmologi manusia unung 'erapi didasarkan dalam ;egenda 7yai !apujagad. $erita legenda itu terjadi pada waktu 7erajaan 'ataram kedua muncul dan mengambarkan hubungan pendiri kerajannya yaitu NPanembahan !enopati0 dengan dunia gaib. 7osmologi manusia &aerah unung 'erapi terdiri dari lima bagian yaitu 7raton 'ataram =ogyakarta di tengah yang berada di dunia manusia dan 7raton 'ahluk 3alus unung 'erapi ke utara, 7raton ;aut !elatan ke selatan, unung ;awu ke timur dan 7hayangan, &lephih ke barat yang berada dalam dunia gaib. %kibatnya dari ;egenda 7yai !apujagad adalah perjanjian bahwa 7raton 'ataram =ogyakarta bertanggungjawab untuk memberi sesajian kepada para mahluk halus di empat tempat yang lain dalam kosmologi manusia. &alam kembalinya rakyatnya akan dilindungi oleh para mahluk halus tersebut. Perjanjian itu berbentuk Cpacara ;abuhan yang dilakukan setiap tahun sekali dan mulai pada tanggal )D bulan 6akdamulud di ;aut !elatan.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

73

7raton 'ahluk 3alus 'erapi di dalam kosmologi 7raton =ogyakarta dipercayai oleh penduduk dipimpin oleh mahluk halus bernama N9mpu Eama0 dan NPermadi0 dan menurut orang yang lain oleh N7yai 'erlapa. !elain pemimpin di dalam kratonnya penduduk juga percaya dalam macammacam tokoh lain yang mendiami kraton itu. 7epercayaan manusia tentang 7raton 'ahluk 3alus 'erapi tidak hanya dipercayai oleh 7raton =ogyakarta tetapi juga memperluas sampai rakyat desa-desa di lereng gunungnya. Eakyat tersebut punya kepercayaan tentang dunia akhirat. 'enurut mereka waktu manusia meninggal rohnya akan mendiami tempat-tempat yang tergantung pada perlakuan hidupnya. 7alau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang baik, rohnya akan tinggal di dalam 7raton 'ahluk 3alus 'erapi atau 7raton laut !elatan. !ebaliknya kalau orang waktu manusia melakukan hidupnya yang tidak baik, rohnya akan dibuang dari kratonnya dan mendiami batu, pohon, tempat sepi dan sebagainya. !elain kepercayaan dunia akhirat itu manusia unung 'erapi juga punya kepercayaan mengenai tempat-tempat angker serta binatangbinatang sakral di daerahnya. 'enurut kepercayaan penduduk daerah unung 'erapi kalau gunungnya akan meletus mahluk halus 7raton 'erapi akan memberikan tanda kepada manusia. 6iasanya tanda itu dalam bentuk mimpi yang termia oleh para dukun atau Njuru kunci0 unung 'erapi. &ari dua daerah penelitian ditemukan beberapa persamaan dan hanya sedikit saja perbedaan. :alaupun kepercayaan manusia di dalam kedua daerah penelitian memang adalah kepercayaan berbeda, kepercayaannya didasarkan dalam asal usul yang sama. &alam pemeriksaan ke dalam asal usulnya ditemukan tiga unsur yang bersama. !emua legenda dan upacara didasarkan dan disah dalam sejarah, yaitu &aerah Tengger bersejarah kerajaan 'ajapahit dan &aerah unung 'erapi bersejarah kerajaan 'ataram kedua. ;agi pula kebanyakan kepercayaan manusia terhadap gunung berunsur agama 3indu-6udha dari .aman kerajaan 3indu-6udha atau kepercayaan animisme dari .aman prasejarah. 7alau orang Jawa beragama ?slam, 7risten atau agama yang lain biasanya mereka juga punya kepercayan yang berasal Jawa. &alam kepercayaan manusia berasal Jawa tersebut gunung-gunung memang berperan yang sangat penting.

%A ,A

A RA KA

%&R& BA 9 A

MAK,A %&R&9

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

74

%a ,a a Ra Ka 'a +a Sa Wa La (a 'ha Ja *a ,$a Ma

%ana huri! wening #u0i - adanya hidup adalah kehendak dari yang 'aha !uci ,ur 0andra>gaib 0andra>war#i"aning 0andarapengharapan manusia hanya selalu ke sinar ?llahi i!"a wening> 0i!"a mandulu> 0i!"a dadi-satu arah dan tujuan pada =ang 'aha Tunggal Ra#aing#un handulu#ih - rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani Kar#aning#un mema$uha$uning bawana - hasrat diarahkan untuk kesajetraan alam 'umadining d3a" kang "an!a winangenan - menerima hidup apa adanya +a"a#> "u"u#> "i"i#> "i"i lan wibawa - mendasar ,totalitas,satu visi, ketelitian dalam memandang hidup Si)a" ing#un handulu #i)a"ullah- membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan Wujud hana "an kena kinira - ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas Lir handa$a !a#eban ja"i - mengalirkan hidup semata pada tuntunan ?llahi (a!an kang "an!a kibla" - 3akekat %llah yang ada disegala arah 'huwur weka#ane endek wiwi"ane - Cntuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar Jumbuhing kawula lan Gu#"i -selalu berusaha menyatu -memahami kehendak Nya *akin marang #amubarang "umindak kang dumadi yakin atas titah <kodrat ?llahi ,$a"a "an!a ma"a> nger"i "an!a diuruki - memahami kodrat kehidupan Made! man"e! manembah mring Ilahi - yakin - mantap dalam menyembah ?lahi

Ga Guru #eja"i #ing muruki - belajar pada guru nurani Ba Ba$u #eja"i kang andalani - menyelaraskan diri pada gerak alam

+ha +ukul #aka nia" - sesuatu harus dimulai - tumbuh dari niatan

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

75

,ga

,gra0u" bu#ananing manung#; - melepaskan egoisme pribadi -manusia

9il#a)a" %a/,a/ a/Ra/Ka

Pilsa8at ha-na-ca-ka-ra yang diungkapan Paku 6uwana ?S dikutip oleh =asadipura sebagai bahan sarasehan yang diselenggarakan 6alai 7ajian !ejarah dan Nilai Tradisional =ogyakarta pada tanggal, *, Juli *++). Judul makalah yang dibawakan =asadipura adalah F 6asa Jawi 3ing Tembe :ingking !arta 3aksara Jawi kang 'awa Tuntunan Panggalih &alem 3ingkang !inuhun Paku 6uwana ?S 3ing 7araton !urakarta 3adiningrat F. &alam makalah itu dikemukakan oleh =asadipura " *++) > + - *4 # bahwa Paku 6uwana ?S memberikan ajaran " 8ilsa8at hidup # berdasarkan aksara ha-na-ca-ra-ka dan seterusnya, yang dimulai dengan tembang kinanthi, sebagai berikut. Nora kurang wulang wuruk tak kurang piwulang dan ajaran Tumrape wong tanah Jawi bagi orang tanah Jawa ;aku-lakune ngagesang perilaku dalam kehidupan ;amun gelem anglakoni jika mau menjalaninya Tegese aksara Jawa maknanya aksara Jawa ?ku guru kang sejati itu guru yang sejati "#aran 3ilsa3at hidup berdasarkan aksara 4awa itu sebagai berikut 1 (a-'a-=a-&a-Ka berarti ada F utusan F yakni utusan hidup, berupa na8as yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. 'aksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. 7etiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia " sebagai ciptaan # "a-+a-Sa-$a-8a berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data F saatnya " dipanggil # F tidak boleh sawala F mengelak F manusia " dengan segala atributnya # harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan )a-"ha-6a-/a-'ya berarti menyatunya .at pemberi hidup " 7halik # dengan yang diberi hidup " makhluk #. 'aksdunya padha F sama F atau sesuai, jumbuh, cocok F tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu F menang, unggul F sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan F sekedar menang F atau menang tidak sporti8. *a-Ga-!a-+ha-'ga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan =ang 'aha 7uasa. 'aksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

76

Sera" Wulang Sunu


7arya > Paku6uwono ?B

La"ar belakang dan "ujuan di"uli#n$a Sera" Wulang Sunu Pada abad *G-*+ ', kondisi politik kerajaan !urakarta dalam penjajahan bangsa 9ropa, Paku 6uwana ?B telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. %kibat dari penjajahan bangsa 9ropa telah membuat rakyat !urakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. !uasana kehidupan semakin berat dan sulit, tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat !urakarta, sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah, untuk itulah Paku 6uwana ?B dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. 3al tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat !urakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. Cntuk mengembalikan atau membuat suasana tentram, damai dan makmur rakyat !urakarta, maka Paku 6uwana ?B mencoba menulis nasehatnasehat dalam bentuk karya sastra, diantaranya adalah !erat :ulang !unu. &engan karya sastra tersebut Paku 6uwana ?B berharap kepada rakyat !urakarta mempunyai pegangan hidup di dunia ini untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam kaitannya mencari ilmu, etika, terhadap guru, terhadap orang tua dan sesama manusia. &alam hal menyembah kepada %llah juga sangat ditekankan oleh Paku 6uwana ?B, beberapa hal tersebut merupakan ajaran pokok Paku 6uwana ?B dalam rangka menciptakan perikehidupan masyarakat Jawa yang damai dan tentram tidak melanggar aturan dan larangan sehingga nantinya akan selamat baik di dunia maupun di akherat yang menjadi tujuan bagi seluruh umat manusia. (u!uh I a# :ulang sunu kang kinarya gendhing, kang pinurwa tataning ngawula, suwita ing wong tuwane, poma padha mituhu, ing pitutur kang muni tulis, sapa kang tan nuruta saujareng tutur, tan urung kasurang-surang, donya ngakir tan urung manggih billahi, tembe matine nraka. b# 'apan sira mangke anglampahi, ing pitutur kang muni ing layang, pasti becik setemahe, bekti mring rama ibu duk purwa sira udani, karya

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

77

becik lan ala, saking rama ibu, duk siro tasih jajabang, ibu iro kalangkung lara prihatin, rumeksa maring siro. c# Nora eco dahar lawan ghuling, ibu niro rumekso ing siro, dahar sekul uyah bae, tan ketang wejah luntur, nyakot bathok dipunlampahi, saben ri mring bengawan, pilis singgul kalampahan, ibu niri rumekso duk siro alit, mulane den rumongso.

d) &haharira mangke pahit getir, ibu niro rumekso ing sira, nora ketang
turu samben, tan ketang komah uyuh gupak tinjo dipun lampahi, lamun sira wawratana, tinatur pinangku, cinowekan ibu nira, dipun dusi esok sore nganti resik, lamun luwe dinulang.

e) &uk sira ngumur sangang waresi, pasti siro yen bisa rumangkang,
ibumu momong karsane, tan ketang gombal tepung, rumeksane duk sira alit, yen sira kirang pangan nora ketang nubruk, mengko sira wus diwasa, nora ana pamalesira, ngabekti tuhu sira niaya. 8# ;amun sira mangke anglampahi, nganiaya ing wong tuwanira, ingukum dening 3yang 'anon, tembe yen lamun lampus, datan wurung pulang lan geni, yen wong durakeng rena, sanget siksanipun, mulane wewekas ingwang, aja wani dhateng ibu rama kaki, prentahe lakonano. g# Parandene mangke sira iki, yen den wulang dhateng ibu rama, sok balawanan ucape, sumahir bali mungkur, iya iku cegahen kaki, tan becik temahira, donya keratipun, tan wurung kasurang-kasurang, tembe mati sinatru dening 3yang widhi, siniksa ing 'alekat. h# =en wong anom ingkang anastiti, tan mangkana ing pamang gihira, den wulang ibu ramane, asilo anem ayun, wong tuwane kinaryo usti, lungo teko anembah iku budi luhung, serta bekti ing sukma, hiyo iku kang karyo pati lan urip, miwah sandhang lan pangan. i# 7ang wus kaprah nonoman samangke, anggulang polah, malang sumirang, ngisisaken ing wisese, andadar polah dlurung, mutingkrang polah mutingkring, matengkus polah tingkrak, kantara raganipun, lampahe same lelewa, yen gununggungsarirane anjenthit, ngorekken wong kathah. j# Poma aja na nglakoni, ing sabarang polah ingkang salah tan wurung weleh polahe, kasuluh solahipun, tan kuwama solah kang silip, semune ingeseman ing sasaminipun, mulaneta awakingwang, poma aja na polah kang silip, samya brongta ing lampah. k# ;awan malih wekas ingsun kaki, kalamun sira andarbe karsa, aja sira tinggal bote, murwaten lan ragamu, lamun derajatiro alit, aja ambek kuwawa, lamun siro luhur, den prawira anggepiro, dipun sabar jatmiko alus ing budi, iku lampah utama. l# Pramilane nonoman puniki, dan teberi jagong lan wong tuwa, ingkang becik pituture, tan sira temahipun, apan bathin kalawan lahir, lahire tatakromo, bathine bekti mring tuhu, mula eta wekasing wong, sakathahe anak putu buyut mami, den samya brongta lampah. +erjemahan (u!uh I 1

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

78

a# :ulang sunu yang dibuat lagu, yang dimulai dengan tata cara berbakti, bergaul bersama orang tuanya, agar semuanya memperhatikan, petunjuk yang tertulis, siapa yang tidak mau menurut, pada petunjuk yang tertulis, niscaya akan tersia-sia, niscaya dunia akherat akan mendapat malapetaka, sesudah mati di neraka. b# 6ila nanti kamu melaksanakan petunjuk yang tertuang dalam serat pasti baik pada akhirnya berbakti kepada ibu bapak, ketika pertama kali diperlihatkan akan perbuatan baik dan buruk dari ibu bapak ketika kamu masih bayi, ibumu lebih sakit dan menderita memelihara kamu. c# Tidak enak makan dan tidur, ibumu memelihara kamu walau hanya makan nasi garam walaupun hanya untuk membasahi kerongkongan , makan kelapa pun dilakukannya setiap hari mandi dan mencuci di sungai dengan langkah terseok-seok ibumu memelihara kamu ketika kecil untuk itu rasakanlah hal itu. d# 7eadaan pahit getir ibumu memelihara kamu dia tidur hanya sambilan meskipun penuh dengan air seni terkena tinja dilakukannya bila kamu buang air besar ditatur dan dipangku, dibersihkan oleh ibumu dimandikan setiap pagi dan sore sampai bersih, bila kamu lapar disuapi. e# 7etika kamu berumur sembilan bulan, pada saat kamu bisa merangkak pekerjaan ibumu hanya menjagamu walau hanya memakai kain sambungan, memeliharamu ketika kamu masih kecil, bila kamu kurang makan, dicarikan sampai dapat, nanti kalau kamu sudah dewasa, tidak bisa pembalasanmu kecuali berbuat baik dan berbakti kepadanya. 8# 6ila kamu nanti berbuat aniyaya terhadap orang tuamu, dihukum oleh Tuhan =ang 'aha 'engetahui, besok kalau mati niscaya akan kembali bersama api, kalau orang senang durhaka, siksanya sangat berat, maka aku berpesan jangan berani ibu bapak anakku, lakukan perintah keduanya. g# %dapun kamu nanti, bila dididik ibu bapak ucapanmu sering berlawanan menyahut lalu berpaling, cegahlah itu anakku, tidak baik pada akhirnya, dunia akherat akan sia-sia, besok kalau mati dimusuhi Tuhan, disiksa oleh 'alaikat. h# !edangkan anak muda yang baik, pendapatnya tidak begitu dididik ibi bapaknya, duduk bersila dihadapannya, orang tuanya bagaikan Tuhan, pergi pulang bersujud, itu adalah budi yang luhur serta berbakti kepada Tuhan =ang 'aha 3idup yaitu yang menciptakan mati dan hidup serta pemberi sandang dan pangan. i# =ang sudah kaprah bagi anak muda, bertingkah malang melintang memanjakan diri, bertingkah yang keterlaluan duduk seenaknya dan tak tahu kesopanan, berlaku congkak, senang memperlihatkan badannya, kelakuannya tidak terarah, bila badannya tersentuh menjingkat dan selalu membuat onar orang banyak. j# ?ngat-ingat jangan ada yang melakukan, segala tingkah yang salah, tingkahnya pasti akan terkuak "diketahui orang banyak#, ia akan tersuluh dan tidak kuat menyandangnya, seolah-olah semua orang hanya

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

79

melempar senyum, untuk itu anakku, ingatlah jangan ada yang berbuat salah agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. k# %da lagi nasehatku anakku, bila kamu mempunyai kehendak jangan sampai memberatkan diri, jagalah badanmu, bila derajatmu kecil, jangan merasa pesimis, bila kamu menjadi orang luhur, tegakkanlah pendapatmu, bersabar dengan kehalusan, budi, itulah perbuatan yang utama. l# 'aka dari itu kaum muda sekarang bersabarlah, bergaul dengan orang tua, perhatikanlah petunjuknya yang baik, dari lahir sampai batin, lahir dengan tatakrama, batinnya dengan berbakti kepadanya, itulah nasehatku semua anak cucu cicitku, agar hidupmu tidak mengalami kesusahan. ( & ( & % II *# Pupuh ?? ini terdiri dari )) bait, selengkapnya penulis sampaikan sebagai berikut > )# ;awan malih wekas mami, anak putu butut ingwang, miwah canggih wareng ingwang, poma padha estokna, ing pitutur kang arja, aja ana wong tukar padu, amungsuh lawan sudara.

3) 4) 5) 6) 7) 8) 9)

&hahat ingsun tan nglilami, sujatma ahli dursila, cewengan lan sudarane, temahan tan manggeh arja lan tipis kang sarira, wong liyan kathah kan purun, mejanani mring sira. 'okal sira tan miyarsa, kang kocap sujana kathah, gecul mgrumpul bandhol ngrompol, nanging aja kalirua, babasan kaya ika, den waskitheng surupipun, babasan kaya mangkana. &ipun kumpul sira sami, aja gecul tekadira, dipun ngrompol ala bandhol, poma iku estokna, yen sira nedya arja, aja ma kawongan pocung, anom kumpul tuwo pisah. =en kayaa pocung ugi, salawsiro neng donya, dadi wong pidhangan bae, dudu watek wong sujana, salawasira neng donya, lamun sujalma kang surup, nom kumpul tuwa tan pisah. Poma den astiti, pitutur ing layang iki, poma aja na maido, lamun sira maidoa, lan mara ayonana, dumeh tutur tanpa dhapur, tinarik tan manggih arja. =en sira karsa ngayeni, pitutur ing layang iki, anuli solahe age, mungsuhe lawan sudara, nuli pisaha wisma, samangsane sira luput, kalawan sujalma liyan. Pasti sira den ayoni, den ira sujalma liyan, sadulur wis tega kabeh, sanajan silih kataha, kadhang mangsa belas, sajege sira tan atut, lawan sanak kadhangira.

10)

Pan ana saloka maning, poma padha estokna, surasane, ujaring ngong, rusak sana den karesa, mangkana tuturing wang, wonten sima tukar padu, amungsuh kalawan wana.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

80

11) 12)

'angkana sang sima angling, heh wana sira kapurba, denira kuwasaning ngong, yen aja na kuwating wang, pasti sira binabat, denira sujalma agung, temah sira lebur sirna. 7ang wana nyahuri bengis, apa ta samono ugo, yen aja na kuwating ngong, amasti sira meneka, den risak jalma kathah, kiniter winaos lampuh, samana diya-diniya. *,# !ang sima lawan manadri, anulya talak tinalak, samya arengat manhe, samana sang sima kesah medal sing wana wasa, anjog wiring dhusun, anglela ing ara-ara

14)

=ata ganti kang winarni, wonten laren ngon maesa, saksana anulya anon, yen wonten sima punika, anglela ngara-ara, cangkelak anuli wangsul, apa jarwang tuwanira. *D# 7aget ingkang awawarti, anulya samya wawarta, ing prapat monca limane, pan samya nabuh gendhala, rame poman dedesan, suwanten lumyang gumuruh, pan samya sikep gegaman.

16)

:usraket sikeping jurit, tumulyan sigra amedal wus prapteng jawi desane, wus prapto ing ingara-ara, sima sigra kinepung, kecandhak winaos sampun, yata ganti kawarnaha. *2# 7ocapa ingkang wanadri, tet kala wahu tinilar, dhumateng sima lampahe, yata wonten kawarnaha, jalma samya kawawanan, arsa badhe karsanipun, ngupados babahing tegal.

18)

:us prapta dhateng wanadri, kang wana nuli sinuksma, suwung tan ana simane, tumulya sigra binabat, dhening sujalma kathah, wus garing nulya tinunu, wana lebur sirna ilang. *+# Nuli tinanduran sami, pari kapas miwah jarak, kacang dhele lombok terong, wus ilang labething wana, genggeng ponang tanduran, lama-lama dadi dhukuh, wus ilang labething wana. )4# Pan iku saloma mami, anak putu buyut ingwang, miwah canggah warenging ngong, puniku apan upama, tapa badan prayoga, lamun sira karem padu, amungsuh lawan sudara )*# 6enal ngammi wal ngamati, wa bena jho jhi wa jho jhit puniku nenggih tegese, kawasa tan kawasaa, wajib sira asiha, dhumateng sudara kakung, muwah sadulur wanodya ))# Poma-poma wekas mami, anak putu buyut ingwang, aja katungkul uripe, aja lawas saya lawas, lawan den saya lawas, siyang dalu dipun imut, wong anom sedya utama. +erjemahan (&(&% II 1 *# %da lagi nasehatku anak cucu cicitku, serta canggah "anak cicit# dan wareng "cucunya cicit# ku, supaya memperhatikan petunjuk menuju selamat. Jangan ada yang bertengkar, bermusuhan dengan saudara )# %ku juga tidak merestui, manusia yang melanggar kesusilaan, bertengkar dengan saudaranya, akhirnya tidak akan menemui

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

81

keselamatan, tetapi apabila kamu suka membantu banyak orang yang senang menjalin hubungan denganmu. ,# 'ustahil kalau kamu tidak mendengar yang diucapkan oleh orang banyak, penjahat berkumpul dengan penjahat, agar dirimu tidak keliru, seperti peribahasa tadi, perhatikanlah bagaimana akhirnya, demikian itu peribahasanya. 1# 6ila kamu berkumpul, janganlah berniat jahat, berkumpul janganlah berbuat jahat, perhatikanlah itu bila ingin selamat, jangan ada orang seperti pocung, waktu mudanya berkumpul setelah tua berpisah. D# 6ila seperti pocung juga, selamanya kamu didunia hanya menjadi hinaan orang, itu bukan watak orang yang baik selama hidup di dunia, sedang orang yang baik adalah waktu muda berkumpul sampai tua tidak berpisah. 5# %gar diperhatikan petunjuk dalam serat ini jangan ada yang membantah, bila kamu membantah cepat datang dan lakukan, jangan dikira petunjuk tanpa dasar, digunakan tidak berman8aat. 2# 6ila kamu membentah petunjuk dalam serat ini, cepatlah berbuat, bermusuhlah dengan saudara, lalau berpisahlah dengan rumahnya, sewaktu-waktu kamu berbuat salah, terhadap orang lain. G# 6ila kamu lakukan juga saudaramu kau anggap orang lain, saudaramu juga ikhlas semua, meski telah banyak berkorban, saudaramu tidak akan membela, selama kamu tidak pantas, tinggal bersama sanak saudaramu. +# &an ada seloka lagi, agar diperhatikan, isi dari perkataanku, rusaknya karena kehendaknya, begini petunjukku, ada harimau bertengkar bermusuhan dengan hutan. *4# 3arimau berkata begini, hai hutan, dari dulu kamu ada dalam kekuasaanku, kalau tidak ada kekuatanku, kamu pasti sudah terbabat oleh kekuatan manusia, akhirnya kamu hilang lebur. **# 3utan menyahut dengan kasar, begitu juga kamu, kalau tidak ada kekuatanku, meskipun kamu memanjat, akan diburu oleh orang banyak dan ditangkap sampai mati, begitulah mereka saling menghina. *)# 3arimau dan hutan kemudian saling bertengkar, hatinya samasama terbakar, seketika harimau pergi keluar dari hutan belantara sesampainya dibatas perkampungan tiduran di tanah lapang. *,# 7emudian berganti yang dibicarakan, ada seseorang anak menggembala kerbau, tiba-tiba ia melihat ada seekor harimau sedang tiduran di tanah lapang, kemudian anak tersebut pulang secepatnya, menceritakan kepada orang tuanya. *1# !emua orang yang diberitahu terkejut, semua orang kemudian diberitahu, disetiap perempatan orang menabuh kentongan, keadaan desa menjadi ramai, terdengarlah suara gemuruh, semua orang telah siap menjadi senjata. *D# !etelah diatur seperti prajurit, mereka segera keluar mereka sudah sampai diluar desanya, sesampainya di tanah lapang, harimau

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

82

segera dikepung, tertangkap sudah sekarang, kemudian berganti keadaannya. *5# !ementara itu hutan yang tadi ditinggalkan oleh harimau sudah berganti, banyak manusia mencari ladang yang luas. *2# !esampainya di hutan, hutan tersebut diperhatikan kosong tidak ada harimaunya, kemudian segera ditebang oleh orang banyak, setelah kering tanahnya dioleh hutan telah kehilangan dirinya. *G# 7emudian secara bersama-sama mereka tanami, padi kapas dan jarak, kacang kedele dan terong, lama-lama menjadi kampung, hutan telah kehilangan dirinya. *+# &emikian selokaku, anak cucu cicitku, serta canggah dan warengku, itu tadi adalah sebuah perumpamaan, menyepikan diri itu lebih baik, bila kamu senang bertengkar, bermusuhan dengan saudara. )4# &an telah terungkap dalam dalil, perintah dari Tuhan =ang 'aha 3idup, yang diturunkan kepada Easul, yang terucap dalam khutbah, beginilah perintahnya, la budda an tuhibbahu bainal ikhwat wal akhwat. )*# 6ainal Nammi wal Nammati wabaina. .auji wa. .aujati, maksudnya adalah mau tidak mau kamu wajib mengasihi terhadap saudara laki-laki serta saudara perempuan. ))# Jangan lupa nasehatku, anak cucu cicitku hidupmu jangan sampai terbius, jangan semakin lama semakin terlena, sertailah dengan kewaspadaan, siang malam harus diingat, anak muda hendaknya mempunyai niat yang utama.

(A,GK&R
Jangka Kagem +anah Jawi

!ekar Pangkur inupita :onten Eesi !aking Ngatas %ngin Ngejawa Njujug ?ng unung

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

83

?ng 7endheng Tanah Ngayogja %sung :eca =en 3ardi 'erapi Njebluk 'benjang Pecah 3ardi !igar &adi 7ali Tanggung Nami Ngayogja ;awan !ala 'benjang Pecah &atan %nunggil !iti !inelanan 7ali Tanggung ?;?N9 PON%N T?ET% ;angkung 6anter %njoging !eganten 7idul Para &hemit 7agegeran :adyana !ang Eatu &ewi Njeng Eatu 7idul Punika Para &hemit 'benjang Ndarat :or Jalmi !arengan ;indhu Ping Pitu Obahing 6umi Pra Tinepa ara M ara onjang M anjing umuruh unung 7endheng ;arag empal Cdan %wu 'iwah 7rikil $leret Tahun Nggegranjang 7ilat Thathit 7ekuwung ;an Obar M %bir !urakarta Pindhahipun Tan 7enging =en &inuwa Papan ?ku :us 7ersaning 3yang %gung =eku Nagri !urakarta 7eratonipun 'benjanng Ngalih 7acarita :etan 6engnawan ?ng :ana 7etangga 'anggih 'ukti 'angsuli Eiwayat :au ;ongsor Pecahing %rga ?ngkang Tirta %malih :or ;an 9ndhut ;an Eawa Pening 'barawa 'ubal eni 7eh Jalma 'ati !inareng ?ng Tanah Jawa Nuli :onten Pernyakit Ndatengi ;amine 3ari :ulan Puniku !atanah Jawa :arata Para 7awula !ami Nggiris 'anahipun 7etaman 6enduning 3yang Nyarengi 'angsa Paceklik Jumenengira Narendra 7alamercu $andrane !ri Nara Pati 7ala !esa Patihipun Nglamat Praja Eengka Nagri Pindah 7athah 6ot Eepotipun 7awula !aya Ndadra

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

84

?ng Pakarti 7ang Tanjuti 7awastanan Jaman 9dan 7athah Jalma Nglampahi !ungsang 6alik 7ataman ?ng 7ala 6endu Para 3ambek !arjana 7atur 7asingkur 3ardaning %ngkara 'urka 'ustaka $andhaning %ti :ong %gung Eemen 'bebahak 'arang Eaja 3artane :ong $ilik ?lang Tabeting 6udi %yu 7esruh 3andeling Praja Para 7awula !ami Nandhang Pakewuh :uwuh M :uwuh Tanpa 'endha Pinuju Pajeg 'as Picis Kathah Salahing Kawula Kekumpul Lan "rsa 5gupaya /udi 5anging 0a Ketawar = 0awur 0inalen &ng Pepacak *ening Pra#a &ngkang 5gasta ukum Kang 0an +elas Mring Kawula %atu 5angkoda Mbek#uti PCN?7% P?N%N 7%N?E% Nanging :urti 6adhe Timbul 'alih %ngsal Pitulunganing 3ayang %gung :angsul :ahyu Nurbuat Tanah Jawi Pulih 7adi &uk Eumuhun 'ajapahit &ukung 7una Nagri 'andhiri Pribadi emah Eipah 7erta Eaharja Tata Tentrem ?ng !alami M ;ami ?lang 7ang !amya ;aku &ur 'urah !andhang ;an 6oga 7ang %mengku %sih 'ring 7awulanipun ;umintu !alire &ana !ahasta Pajek !aripis !iti !ajung 'ung !areyal Tanpa Cba Eampe !anese 'alih %ntinen :ae 'eh Eawuh 'ulyaning Tanah Jawa %wit !aking Tan 7eregon ;iyanipun Nakoda :us &atan 7uwasa Pulih %sal 'ung egrami

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

85

KAWR&% BASA
I#"ila/i#"ilah dalam Sa#"ra Jawa

Babad 1 !astra sejarah dalam tradisi sastra Jawa, digunakaan untuk pengertian yang sama dalam tradisi sastra 'adura dan 6ali@ istilah ini berpadanan dengan carita, sajarah TJawa<!undaU, hikayat, silsilah, sejarah !umatera, 7alimantan, dan 'alaysia Beba#an 1 Cngkapan yang memiliki makna kias dan mengandung perumpamaan pada keadaan yang dikiaskan, misalnya nabok nyilih tangan. Gan0aran 1 :acana berbentuk prosa. Ga"ra 1 !atuan baris, terutama untuk puisi tradisional. Ga"ra !urwaka 1 6agian puisi tradisional Tparikan dan wangsalanU yang merupakan isi atau inti. Guru ga"ra 1 %turan jumlah baris tiap bait dalam puisi tradisional Jawa Ttembang macapatU. Guru lagu 1 Tdisebut juga dhong-dhingU aturan rima akhir pada puisi tradisional Jawa. Guru wilangan 1 %turan jumlah suku kata tiap bait dalam puisi tradisional Jawa. Jan"uran 1 7isahan yang disampaikan dalang dalam pergelaran wayang untuk memaparkan tokoh atau situasi adegan. Ja!a man"ra 1 'antra, kata yang mempunyai kekuatan gaib berupa pengharapan. Kagunan ba#a 1

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

86

Penggunaan kata atau unsur bahasa yang menimbulkan makna konotati8@ ada berbagai macam kagunan basa, antara lain tembung entar, paribasan, bebasan, saloka, isbat, dan panyandra. Kakawin1 Puisi berbahasa Jawa kuno yang merupakan adaptasi kawyra dari ?ndia@ salah satu unsur pentingnya adalah suku kata panjang dan suku kata pendek Tguru dan laghuU. Kidung 1 Puisi berbahasa Jawa tengahan yang memiliki aturan jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan pola rima akhir sesuai dengan jenis metrum yang membingkainya@ satu pupuh kidung berkemungkinan terdapat lebih dari satu pola metrum. Ma0a!a" 1 Puisi berbahasa Jawa baru yang memperhitungkan jumlah baris untuk tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan vokal akhir baris@ baik jumlah suku kata maupun vokal akhir tergantung atas kedudukan baris bersangkutan pada pola metrum yang digunakan@ di samping itu pembacaannya pun menggunakan pola susunan nada yang didasarkan pada nada gamelan@ secara tradisional terdapat *D pola metrum macapat, yakni dhandhang gula, sinom, asmaradana, durma, pangkur, mijil, kinanthi, maskumambang, pucung, jurudemung, wirangrong, balabak, gambuh, megatruh, dan girisa. Manggala 1 F 7ata pengantar F yang terdapat di bagian awal keseluruhan teks@ dalam tradisi sastra Jawa kuno biasanya berisi penyebutan dewa yang menjadi pujaan penyair "isthadewata#, raja yang berkuasa atau yang memerintahkan penulisan, serta-meskipun tak selalu ada--penanggalan saat penulisan dan nama penyair@ istilah manggala kemudian dipergunakan pula dalam penelitian teks-teks sastra Jawa baru. !ada1 bai" (arikan 1 Puisi tradisional Jawa yang memiliki gatra purwaka "sampiran# dan gatra tebusan "isi#@ pantun T'elayuU. (arikan lamba 1 Parikan yang hanya mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. (arikan rangke!1 Parikan yang mempunyai masing-masing dua baris gatra purwaka dan gatra tebusan. (e!ali 1 7ata atau suara yang merupakan larangan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu, misalnya aja turu wanci surup. (u!uh 1 6agian dari wacana puisi dan dapat disamakan dengan bab dalam wacana berbentuk prosa.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

87

!anambang1 #u)ik#@akhiran (anwa0ara 1 !atuan waktu yang memiliki daur lima hari> Jenar "Pahing#, Palguna "Pon#, $emengan ":age#, 7asih "7liwon#, dan 'anis ";egi#. (ariba#an 1 Cngkapan yang memiliki makna kias namun tidak mengandung perumpamaan, misalnya dudu sanak dudu kadang, yen mati melu kelangan. (eg;n 1 %ksara %rab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa. (ujangga 1 Orang yang ahli dalam menciptakan teks sastra@ dalam tradisi sastra Jawa@ mereka yang berhak memperoleh gelar pujangga adalah sastrawan yang menguasai paramasastra "ahli dalam sastra dan tata bahasa#, parama kawi "mahir dalam menggunakan bahasa kawi#, mardi basa "ahli memainkan kata-kata#, mardawa lagu "mahir dalam seni suara dan tembang#, awicara "pandai berbicara, bercerita, dan mengarang#, mandraguna "memiliki pengetahuan mengenai hal yang RkasarR dan RhalusR#, nawung kridha "memiliki pengetahuan lahir batin, ari8 bijaksana, dan waskitha#, juga sambegana "memiliki daya ingatan yang kuat dan tajam#. Sal;ka 1 Cngkapan yang memiliki makna kiasan dan mengandung perumpamaan pada subyek yang dikiaskan, misalnya kebo nusu gudel. Sa!"awara 1 !atuan waktu yang memiliki daur tujuh hari> Eadite "Ngahad#, !oma "!enen#, 6uda "Eebo#, Eespati "7emis#, !ukra "Jumuwah#, dan Tumpak "!etu#. Sa#mi"aning "embang 1 ?syarat mengenai pola metrum atau tembang@ dapat muncul pada awal pupuh "isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh bersangkutan# tetapi dapatpula muncul di akhir pupuh "isyarat pola metrum yang digunakan pada pupuh berikutnya. Sa#"ra gagrak an$ar 1 !astra Jawa modern, ditandai dengan tiadanya aturan-aturan mengenai metrum dan perangkat-perangkat kesastraan tradisional lainnya. Sa#"ra gagrak lawa# 1 !astra Jawa modern, ditandai dengan aturan-aturan ketat seperti-terutama--pembaitan secara ketat. Sa#"ra wulang 1 Jenis sastra yang berisi ajaran, terutama moral. Sengkalan 1 7ronogram atau wacana yang menunjukkan lambang angka tahun, baik dalam wujud kata maupun gambar atau seni rupa lainnya yang memiliki ekuivalen dengan angka secara konvensional. Singir 1

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

88

!yair dalam tradisi sastra Jawa. S;" 1 7ata atau suara yang mempunyai kekuatan mendatangkan bencana bagi yang memperolehnya. Suluk 1 T*U jenis wacana "sastra# pesantren dan pesisiran yang berisi ajaran-ajaran gaib yang bersumberpada ajaran ?slam@ T)U wacana yang RdinyanyikanR oleh dalang dalam pergelaran wayang untuk menciptakan RsuasanaR tertentu sesuai dengan situasi adegan. Su!a"a 1 7ata atau suara yang Rmenetapkan kebenaranR dengan bersumpah. +embung en"ar 1 7ata kiasan, misalnya kuping wajan. Wang#i" 1 &isebut juga wisik, kata atau suara yang diberikan oleh makhluk gaib, biasanya berupa petunjuk atau nasihat. Wa$ang !urwa 1 $erita wayang atau pergelaran wayang yang menggunakan lakon bersumber pada cerita 'ahabharata dan Eamayana. We0a 1 7ata atau suara yang mempunyai kekuatan untuk melihat kejadian di masa mendatang. Wirid 1 Jenis wacana "sastra# pesantren yang berkaitan dengan tasawu8.

(&,AKAWA,

Punakawan adalah karakter yang khas dalam wayang ?ndonesia. 'ereka melambangkan orang kebanyakan. 7arakternya mengindikasikan bermacam-macam peran, seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritisi sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. &alam wayang Jawa karakter punakawan terdiri atas !emar, areng, 6agong, dan Petruk. &alam wayang 6ali karakter punakawan terdiri atas 'alen dan 'erdah "abdi dari Pandawa# dan &elem dan !angut "abdi dari 7urawa#

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

89

Semar adalah pengasuh dari Pendawa. %lkisah, ia juga bernama 3yang ?smaya. 'eskipun ia berwujud manusia jelek, ia memiliki kesaktian yang sangat tinggi bahkan melebihi para dewa. Gareng adalah anak !emar yang berarti pujaan atau didapatkan dengan memuja. Nalagareng adalah seorang yang tak pandai bicara, apa yang dikatakannya kadang- kadang serba salah. Tetapi ia sangat lucu dan menggelikan. ?a pernah menjadi raja di Paranggumiwang dan bernama Pandubergola. ?a diangkat sebagi raja atas nama &ewi !umbadra. ?a sangat sakti dan hanya bisa dikalahkan oleh Petruk. !agong berarti bayangan !emar. %lkisah ketika diturunkan ke dunia, &ewa bersabda pada !emar bahwa bayangannyalah yang akan menjadi temannya. !eketika itu juga bayangannya berubah wujud menjadi 6agong. 6agong itu memiliki si8at lancang dan suka berlagak bodoh. ?a juga sangat lucu. )etruk anak !emar yang bermuka manis dengan senyuman yang menarik hati, panda berbicara, dan juga sangat lucu. ?a suka menyindir ketidakbenaran dengan lawakan-lawakannya. Petruk pernah menjadi raja di negeri Ngrancang 7encana dan bernama 3elgeduelbek. &ikisahkan ia melarikan ajimat 7alimasada. Tak ada yang dapat mengalahkannya selain areng

SEMAR

!emar dalam bahasa Jawa "8iloso8i Jawa# disebut /adranaya 6ebadra L 'embangun sarana dari dasar Naya L Nayaka L Ctusan mangrasul "rtinya > 'engembani si8at membangun dan melaksanakan perintah %llah demi kesejahteraan manusia 9il;#;)i> Bi;l;gi# Semar Javanologi > !emar L 3aseming samar-samar "Penomena hara8iah makna kehidupan !ang Penuntun#. !emar tidak lelaki dan bukan perempuan, tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebelakang. 'aknanya > F!ebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbul Sang *aha +umggal9% !edang tangan kirinya bermakna Fberserah total dan mutlak serta selakigus simbul keilmuaan yang netral namun simpatik$. &omisili semar adalah sebagai lurah karangdem!el < "karang L gersang# dem!el L keteguhan jiwa. Eambut semar Fkuncung9 "jarwadasa<pribahasa jawa kuno# maknanya hendak mengatakan > akuning sang kuncung > sebagai kepribadian pelayan%

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

90

!emar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi. !emar barjalan menghadap keatas maknanya > Fdalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas "sang 7hali/ # yang maha pengasih serta penyayang umatF. 7ain semar Parangkusumorojo> perwujudan 'ew;ngg;wan"ah "untuk menuntun manusia# agar memayuhayuning bawono > mengadakan keadilan dan kebenaran di bumi. $iri sosok semar adalah > Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun #uga berwa#ah sangat tua Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan Semar berwa#ah mata menangis namun mulutnya tertawa Semar berpro3il berdiri sekaligus #ongkok Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya 7ebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang 'aha 9sa, yaitu adanya wujud tokoh wayang !emar, jauh sebelum masuknya kebudayaan 3indu, 6udha dan ?salam di tanah Jawa. &ikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang !emar ternyata dipandang bukan sebagai 8akta historis, tetapi lebih bersi8at mitologi dan symbolis tentang 7e9sa-an, yaitu> !uatu lambang dari pengejawantahan eApresi, persepsi dan pengertian tentang ?llahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual . Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Eelegius dan ber keTuhan-an yang 'aha 9sa. &ari tokoh !emar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa . ambar tokoh !emar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek si8at ?lahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya ber bunyi > Semar ,pralambang ngelmu gaib- ! kasampurnaning pati% /o#o sira arsa mardi kamardikan, a#wa samar sumingkiring dur!kamurkan Mardika artinya Fmerdekanya #iwa dan sukmaF, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa na8su dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. 'anusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa "ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu# artinya > Fdalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa na8su menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup$.

9il#a)a" %a/,a/ a/Ra/Ka dalam lak;n Semar Mbabar Ja"i 'iri

&alam 9tika Jawa " !esuno, *+GG > *GG # disebutkan bahwa !emar dalam pewayangan adalah punakawan F %bdi F Pamomong F yang paling dicintai. %pabila muncul di depan layar, ia disambut oleh gelombang simpati para penonton. !eakan-akan para penonton merasa berada dibawah pengayomannya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

91

!impati para penonton itu ada hubungannya dengan mitologi Jawa atau Nusantara yang menganggap bahwa !emar merupakan tokoh yang berasal dari Jawa atau Nusantara " 3a.eu dalam 'ulyono *+2G > )D #. ?a merupakan dewa asli Jawa yang paling berkuasa " 6randon dalam !useno, *+GG > *GG #. 'eskipun berpenampilan sederhana, sebagai rakyat biasa, bahkan sebagai abdi, !emar adalah seorang dewa yang mengatasi semua dewa. ?a adalah dewa yang ngejawantah F menjelma F " menjadi manusia # yang kemudian menjadi pamong para Pandawa dan ksatria utama lainnya yang tidak terkalahkan. Oleh karena para Pandawa merupakan nenek moyang raja-raja Jawa " Poedjowijatno, *+2D > 1+ # !emar diyakini sebagai pamong dan danyang pulau Jawa dan seluruh dunia " eert. *+5+ > )51 #. ?a merupakan pribadi yang bernilai paling bijaksana berkat sikap bathinnya dan bukan karena sikap lahir dan keterdidikannya " !useno *+GG > *+4 #. ?a merupakan pamong yang sepi ing pamrih, rame ing ngawe F sepi akan maksud, rajin dalam bekerja dan memayu hayuning bawana F menjaga kedamaian dunia " 'ulyono, *+2G > **+ dan !useno *+GG > *+, # &ari segi etimologi, joinboll " dalam 'ulyono *+2G > )G # berpendapat bahwa !emar berasal dari sar yang berarti sinar F cahaya F. jadi !emar berarti suatu yang memancarkan cahaya atau dewa cahaya, sehingga ia disebut juga Nurcahya atau Nurrasa " 'ulyono *+2G > *G # yang didalam dirinya terdapat atau bersemayam Nur 'uhammad, Nur ?llahi atau si8at ?lahiah. !emar yang memiliki rupa dan bentuk yang samar, tetapi mempunyai segala kelebihan yang telah disebutkan itu, merupakan simbol yang bersi8at ?lahiah pula " 'ulyono *+2G > **G - !useno *+GG > *+* #. !ehubungan dengan itu, Prodjosoebroto " *+5+ > ,* # berpendapat dan menggambarkan " dalam bentuk kaligra8i # bahwa jasat !emar penuh dengan kalimat %llah. !i8at ilahiah itu ditunjukkan pula dengan sebutan badranaya yang berarti F pimpinan rahmani F yakni pimpinan yang penuh dengan belas kasih " timoer, tt > *, #. !emar juga dapat dijadikan simbol rasa eling F rasa ingat F " timoer *++1 > 1 #, yakni ingat kepada =ang 'aha Pencipta dan segala ciptaanN=% yang berupa alam semesta. Oleh karena itu si8at ilahiah itu pula, !emar dijadikan simbol aliran kebatinan !apta &arma " 'ulyono *+2G > ,D # 6erkenaan dengan mitologi yang merek8leksikan segala kelebihan dan si8at ilahiah pada pribadi !emar, maka timbul gagasan agar dalam pementasan wayang disuguhkan lakon F !emar 'babar Jati &iri F. gagasan itu muncul dari presiden !uharto dihadapan para dalang yang sedang mengikuti Eapat Paripurna Pepadi di Jakarta pada tanggal, )4-), Januari *++D. Tujuanya agar para dalang ikut berperan serta menyukseskan program pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk pembudayaan P1 " $ermomanggolo *++D > D #. agasan itu disambut para dalang dengan menggelar lakon tersebut. Para dalang yang pernah mementaskan lakon itu antara lain > itopurbacarita, Panut &armaka, %nom !uroto, !ubana, $ermomanggolo dan manteb !oedarsono " $ermomanggolo *++D > D - %rum *++D > *4 #. &ikemukan oleh %rum " *++D>*4 # bahwa dalam pementasan wayang kulit dengan lakon F !emar 'babar Jadi &iri F

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

92

diharapkan agar khalayak mampu memahami dan menghayati kawruh sangkan paraning dumadi F ilmu asal dan tujuan hidup, yang digali dari 8alsa8at aksara Jawa 3a-Na-$a-Ea-7a. Pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi yang bersumber 8ilsa8at aksara Jawa itu sejalan dengan pemikiran !oenarto Timoer " *++1>1 # bahwa 8ilsa8at 3a-Na-$a-Ea7a mengandung makna sebagai sumber daya yang dapat memberikan tuntunan dan menjadi panutan ke arah keselamatan hidup. !umber daya itu dapat disimbolkan dengan !emar yang berpengawak sastra dentawyanjana. 6ahkan jika mengacu pendapat :arsito " dalam $iptoprawiro *++*>15 # bahwa aksara Jawa itu diciptakan !emar, maka tepatlah apabila pemahaman dan penghayatan kawruh sangkan paraning dumadi tersebut bersumberkan 8ilsa8at 3a-Na-$a-Ea-7a

KAKA'G S,*A& 8A' A'+AGA KAK5 $,=A' + '6 'G S,+A + *,KA KAK5 S,*A& ?NC6%3 &9N?N > P%N9'6%3%N PE%'%N% !9T% ?N

dandang gul;

?E?'%=%

2. ?N !CN '9;?N 'E?N !?E% 7%;?3N=% 7%N &%&=% !9!9N 9'%N9 N ?E?&% CN ;9;9'6CT 6%;% !?;C'%N NC!% J%:? 7%6=%NTO7N% !%N N%T% 39EC$%7E%PE%6C N%T% T9&3%7?N 6%E%T% :?J?;?E% ?N 79T%N % !ON=%ECE? !%JEON?N %;%! PC&3%7 4. &C7 T?'CEN=% 6%6%E%N !CE%N&3?; ?N 7%N ?6C T9&3%7?N '%T%E%' 7%N E%'% TE%3?N E%!C;9 ?N%?P '?=O!?PCN !%N TCNJCN !9T% J9JC;C7 N97? &C7 !?3 7?N979E '%E%N 3=%N 79!%'P%E 79!%N&CN J%;'% !%'=% 7%T%'6C3%N T%N :?7%N 'E?N PC&3%7 !?NC'P9T !?N%N&? &9:% '%N 9J%:%NT%3

(arad;k# Semar
P%E% pencinta wayang kulit Jawa tentu tak asing lagi dengan tokoh !emar. !etiap pertunjukan tokoh ini selalu hadir. !emar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik, umumnya %rjuna atau anak %rjuna, penengah Pandawa. !emar adalah sebuah 8ilsa8at, baik etik maupun politik. &i balik tokoh hamba para kesatria ini, terdapat pola pikir yang mendasarinya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

93

Tokoh !emar juga disebut 5smaya, yang berasal dari 'anik dan 'aya. 'anik itu 6atara uru, 'aya itu !emar. 6atara uru menguasai kahiyangan para dewa dan manusia, sedangkan !emar menguasai bumi dan manusia. 'anik dan 'aya lahir dari sebuah wujud sejenis telur yang muncul bersama suara genta di tengah-tengah kekosongan mutlak "suwung-awang-uwung#. Telur itu pecah menjadi kenyataan 8enomena, yakni langit dan bumi "ruang, kulit telur#, gelap dan terang "waktu, putih telur#, dan pelaku di dalam ruang dan waktu "kuning telur menjadi &ewa 'anik dan &ewa 'aya#. 6egitulah kisah 7itab 7ejadian masyarakat Jawa. 7enyataannya, ruang-waktu-pelaku itu selalu bersi8at dua dan kembar. ;angit di atas, bumi di bawah. 'alam yang gelap, dan siang yang terang. 'anik yang tampan dan kuning kulitnya, !emar "?smaya# yang jelek rupanya dan hitam kulitnya. Paradoks pelaku semesta itu dapat dikembangkan lebih jauh dalam rangkaian paradoks-paradoks yang rumit. 6atara uru itu mahadewa di dunia atas, !emar mahadewa di dunia bawah. 6atara uru penguasa kosmos "keteraturan# 6atara !emar penguasa keos. 6atara uru penuh etiket sopan santun tingkat tinggi, 6atara !emar sepenuhnya urakan. 6atara uru simbol dari para penguasa dan raja-raja, !emar adalah simbol rakyat paling jelata. 6atara uru biasanya digambarkan sering tidak dapat mengendalikan na8su-na8sunya, !emar justru sering mengendaikan na8su-na8su majikannya dengan kebijaksanaan - kebijaksanaan. 6atara uru berbicara dalam bahasa prosa, !emar sering menggunakan bahasa wangsalan "sastra#. 6atara uru lebih banyak marah dan mengambil keputusan tergesagesa, sebaliknya !emar sering menangis menyaksikan penderitaan majikannya dan sesamanya serta penuh kesabaran. 6atara uru ditakuti dan disegani para dewa dan raja-raja, !emar hanyalah pembantu rumah tangga para kesatria. 6atara uru selalu hidup di lingkungan yang FwangiF, sedang !emar suka kentut sembarangan. 6atara uru itu pemimpin, !emar itu rakyat jelata yang paling rendah. !eabrek paradoks masih dapat ditemukan dalam kisah-kisah wayang kulit. Pelaku kembar semesta di awal penciptaan ini, 6atara uru dan 6atara !emar, siapakah yang lebih utama atau lebih FtuaFJ Jawabannya terdapat dalam kitab 'anik-'aya "abad ke-*+#. 7etika 6atara !emar protes kepada !ang 3yang :isesa, mengapa ia diciptakan dalam wujud jelek, dan berkulit hitam legam bagai kain wedelan "biru-hitam#, maka !ang 3yang :isesa "!ang 3yang TunggalJ# menjawab, bahwa warna hitam itu bermakna tidak berubah dan abadi@ hitam itu untuk menyamarkan yang sejatinya FadaF itu Ftidak adaF, sedangkan yang Ftidak adaF diterka FbukanF, yang FbukanF diterka FyaF. &engan demikian 6atara !emar lebih FtuaF dari adiknya 6atara uru. !emar itu FkakakF dan 6atara uru itu FadikF, suatu pasangan kembar yang paradoks pula. !emar itu lambang gelap gulita, lambang misteri, ketidaktahuan mutlak, yang dalam beberapa ajaran mistik sering disebut-sebut sebagai ketidaktahuan kita mengenai Tuhan.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

94

'engingat genealogi !emar yang semacam itu dalam budaya Jawa, maka tidak mengherankan bahwa tokoh !emar selalu hadir dalam setiap lakon wayang, dan merupakan tokoh wayang yang amat dicintai para penggemarnya. 'eskipun dia hamba, rakyat jelata, buruk rupa, miskin, hitam legam, namun di balik wujud lahir tersebut tersimpan si8at-si8at mulia, yakni mengayomi, memecahkan masalah-masalah rumit, sabar, bijaksana, penuh humor. 7ulitnya, luarnya, kasar, sedang dalamnya halus. VV &%;%' ilmu politik, !emar adalah pengejawantahan dari ungkapan Jawa tentang kekuasaan, yakni Fmanunggaling kawula- ustiF "kesatuan hamba-Eaja#. !eorang pemimpin seharusnya menganut 8ilsa8at !emar ini. !eorang pemimpin sebesar bangsa ?ndonesia ini harus memadukan antara atas dan bawah, pemimpin dan yang dipimpin, yang diberi kekuasaan dan yang menjadi sasaran kekuasaan, kepentingan hukum negara dan kepentingan objek hukum. 3ukum-hukum negara yang baik dari atas, belum tentu berakibat baik, kalau yang dari atas itu tidak disinkronkan dengan kepentingan dan kondisi rakyat. 'anunggaling kawula- usti. Pemimpin sejati bagi rakyat itu bukan 6atara uru, tetapi !emar. Pemimpin sejati itu sebuah paradoks. !emar adalah kakak lebih tua dari 6atara uru yang terhormat dan penuh etiket kenegaraan-kahiyangan, tetapi ia menyatu dengan rakyat yang paling papa. &engan para dewa, !emar tidak pernah berbahasa halus, tetapi kepada majikan yang diabdinya "rakyat# ia berbahasa halus. !emar menghormati rakyat jelata lebih dari menghormati para dewadewa pemimpin itu. !emar tidak pernah mengentuti rakyat, tetapi kerjanya membuang kentut ke arah para dewa yang telah salah bekerja menjalankan kewajibannya. !emar itu hakikatnya di atas, tetapi eksistensinya di bawah. 6adan halusnya, karakternya, kualitasnya adalah tingkat tinggi, tetapi perwujudannya sangat merakyat. !emar gampang menangis melihat penderitaan manusia yang diabdinya, itulah sebabnya wayang !emar matanya selalu berair. !emar lebih mampu menangisi orang lain daripada menangisi dirinya sendiri. Pemimpin !emar sudah tidak peduli dan tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi hanya memikirkan penderitaan orang lain. 9go !emar itu telah lenyap, digantikan oleh Fyang lainF. !emar itu seharusnya penguasa dunia atas yang paling tinggi dalam 8enomena, tetapi ia memilih berada di dunia bawah yang paling bawah. 7arena penguasa tertinggi, ia menguasai segalanya. Namun, ia memilih tidak kaya. !emar dan anak-anaknya itu ikut menumpang makan dalang, sehingga kalau suguhan tuan rumah kurang enak karena ada yang basi, maka !emar mencegah anak-anaknya, yang melalui dalang, mencela suguhan tuan rumah. 'akanan apa pun yang datang padanya harus disyukuri sebagai anugerah. 6atara !emar, di tanah !unda, dikenal dalam wujud 6atara ;engser. ;engser, longsor, lingsir, selalu berkonotasi FturunF. !emar itu adalah pemimpin tertinggi yang turun ke lapis paling bawah. !eorang pemimpin tidak melihat yang dipimpinnya dari atas singgasananya yang terisolasi, tetapi melihat dari arah rakyat yang dipimpinnya. !eorang pemimin tidak menangisi dirinya yang dihujat rakyat, tetapi menangisi rakyat yang dihujat

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

95

bawahanbawahannya. !eorang pemimpin tidak marah dimarahi rakyatnya, tetapi memarahi dirinya akibat dimarahi rakyat. Pemimpin sejati itu, menurut 8ilsa8at !emar, adalah sebuah paradoks. !eorang pemimpin itu majikan sekaligus pelayan, kaya tetapi tidak terikat kekayaannya, tegas dalam keadilan untuk memutuskan mana yang benar dan mana yang salah namun tetap berkasih sayang. Pilsa8at paradoks kepemimpinan ini sebenarnya bersumber dari kitab 3astabrata atau &elapan %jaran &ewa. &ewa 7ekayaan berseberangan dengan &esa 7edermawanan, yang bermakna seorang pemimpin harus mengusahakan dirinya "dulu, sebagai raja# agar kaya raya, tetapi kekayaan itu bukan buat dirinya, tetapi buat rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin ?ndonesia sekarang ini selayaknya seorang enterpreneur juga, yang lihai menggali kekayaan buat negara. &ewa 7eadilan berseberangan dengan watak &ewa 7asih !ayang. !eorang pemimpin harus membela kebenaran, keadilan, tetapi juga mempertimbangkan rasa keadilannya dengan kasih sayang untuk memelihara kehidupan. &ewa %pi "keberanian# itu berseberangan dengan &ewa ;aut "air#, yakni keberaniannya bertindak melindungi rakyatnya didasari oleh pertimbangan perhitungan dan kebijaksanaan yang dingin-rasional. &ewa 'aut berseberangan dengan watak &ewa %ngin. 'enumpas kejahatan dalam negara itu harus dipadukan dengan ketelitiannya dalam mengumpulkan detail-detail data, bagai angin yang mampu memasuki ruang mana pun. %jaran tua tentang kekuasaan politik bersumber dari 3astabrata tersebut, dan dimitoskan dalam diri !emar yang paradoks itu. 9tika kekuasaan itu ada dalam diri tokoh !emar. ?a &ewa Tua tetapi menjadi hamba. ?a berkuasa tetapi melayani. ?a kasar di kalangan atas, tetapi ia halus di kalangan bawah. ?a kaya raya penguasa semesta, tetapi memilih memakan nasi sisa. ?a marah kalau kalangan atas bertindak tidak adil, ia menyindir dalam bahasa meta8ora apabila yang dilayaninya berbuat salah. 6entuk badan !emar juga paradoks, seperti perempuan tetapi juga mirip lelaki, kombinasi ketegasan dan kelembutan 5. :C! P?N%!T? 7%N 'CE69N &C'%&? !%N TCNJCN !9T% 7?N%E=% &3CT% JC'9N9N P%E%NP%E%N9 N %&?;? NC!%N?PCN N %!T3% &%E'%N?N C'C'0 7%;?! ?N '%=%N9 N&O=% :C! :?N9;9 'C7T? :?6%:%N?N &?E? ?N 79T%N % !?;C'%N 6. !%TEC 'CN !C3 !%'=% 3%N 9'%!? TC'P9! T%P?! 7%T%'%N PE%6%:% 7%!97T9N !%6&% $?PT%N9 N 9 ?E?!? 6%;%N?PCN :CJC& 7%;%6%N 7%;%J9N 7?N !?EC;;%3 %J?N?PCN

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

96

PE%JCE?T ;9;9'6CT ?7C 7%N :97%! ?N :%N !?E% N&9E97 %N 9'ON ?N T9'69 :CE? !%N N%T% 6?N%T3%E% <. :ON $?;?7 !%'=% !C7% ?N %T? C'C=C 'CE%3 !%N&3%N ;%N T9&3% C=C6 EC7CN !9!%'%N9 !%'=% '%&39P !C'CJC& N %E!9N 3=%N :?&3? ;%N NJ9N 3C!T? :9&? :9:%;%T?E% :?N ?T?N !%N E%TC '%N%N 7% J%'%N 79N$%N% 7%7%N !9'%E =% T?N&%7N% :9;?N '%'? N ?E?&T% CN ;9;9'6CT A. '%N%N 7% :9;?N 9 !%N %J? !E? J%=%6%=% N%T% 6?N%T3%E% 'E?N !%N P%'ON 7%;?39 7%7%N !9'%E C'%TCE PC7C;CN J%=%6%=% %J? PCN 7%7%N :C! %N%'P% 7%693 !%6&%N?PCN &%&=% P%!97!9N?N J%N 7% '%N 9J% :%NT%3?E% P%&C7% %J? !%N N%T% 6?N%T3%E :. JC'9N9N ?E% C!T3? PE?6%&? ;%'CN J%N 7%N?N NC!% TC'97% NOE% 9N&3%! ;%N 6CNTCT9 PCN 7%7%N :C! !C'% C3 N 9'ON !%N TCNJCN !9T% %J? ;%N N ?E?& 6=%NTO7N% !% CN ?N ;9;9'6CT !?N9 9 :%:%N !%6&%N=% !E? J%=%6%=% ;%N P%'ON N=% 797%;?3 '9$% J%N 7%N?N NC!%

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

97

&9:% EC$?

$erita %jaran &ewa Euci tentang Arya $rekudara . Arya sena.!ima ketika masuk ke dasar samudera guna memenuhi tugas gurunya mencari air penghidupan ,0irtamerta-, yang disadur dari bentuk kakawin "tembang# oleh Pujangga !urakarta, =osodipuro berjudul> $Serat "ewaruci Kidung$ yang disampaikan dalam bentuk macapat, berbahasa halus dan sesuai rumus-rumus tembang, dengan bahasa 7awi, !anskerta dan Jawa 7una. ?ntisari kisahnya yaitu bahwa pihak kaum 7urawa dengan dinegeri %marta, ingin menjerumuskan pihak Pandawa dinegeri %stina,"yang sebenarnya adalah>bersaudara# ke dalam kesengsaraan, melalui perantaraan guru &urna. !ena yang juga adalah murid guru &urno diberikan ajaran> bahwa dalam mencapai kesempurnaan demi kesucian badan ,!ena diharuskan mengikuti perintah sang uru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tibrasara. !ena mengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin teritipu dan terbunuh oleh anjuran urunya, dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang uru,walaupun sebenarnya ada niat sang uru &urno untuk mencelakaannya. 7emudian &urna memberi petunjuk kepada !ena, bahwa jika ia telah menemukan air suci itu ,maka akan berarti dirinya mencapai kesempurnaan, menonjol diantara sesama makhluk,dilindungi ayah-ibu, mulia, berada dalam triloka,akan hidup kekal adanya. !elanjutnya dikatakan, bahwa letak air suci ada di hutan Tibrasara, dibawah andawedana, di gunung $andramuka, di dalam gua. 7emudian setelah ia mohon pamit kepada &runa dan prabu !uyudana, lalu keluar dari istana, untuk mohon pamit, mereka semua tersenyum, membayangkan !ena berhasil ditipu dan akan hancur lebur melawan dua raksasa yang tinggal di gua itu, sebagai rasa optimisnya ,untuk sementara merekamerayakan dengan bersuka-ria, pesta makan minum sepuas-puasnya. !etelah sampai di gua gunung $andramuka, air yang dicari ternyata tidak ada, lalu gua disekitarnya diobrak-abrik. Eaksasa Eukmuka dan Eukmakala yang berada di gua terkejut, marah dan mendatangi !ena. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya, kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah !ena, tetap saja mengamuk. Terjadi perkelahian .......Namun dalam perkelahian dua Eaksaksa tersebut kalah, ditendang, dibanting ke atas batu dan meledak hancur lebur. 7emudian !ena mengamuk dan mengobrak-abrik lagi sampai lelah,dalam hatinya ia bersedih hati dan ber8ikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut.7arena kelelahan,kemudian ia berdiri dibawah pohon beringin. Tak lama kemudian, !ena mendengar suara tak berwujud > F:ahai cucuku yang sedang bersedih,enkau mencari tidak menjumpai, engkau tidak mendapat bimbingan yang nyata, tentang tempat benda yang kau cari itu, sungguh menderita dirimuF. &iceritakan saat !ena sudah pasrah..... suara itu yang ternyata adalah dua dewa, !ang 3yang 9ndra dan 6atara 6ayu, yang memberitahu bahwa dua raksasa yang dibunuh !ena,ternyata

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

98

memang sedang dihukum 3yang uru. ;alu dikatakan juga agar untuk mencari air kehidupan, !ena di perintahkan agar kembali ke %stina.Perintah inipun dituruti lagi......... !etibanya di serambi %stina, saat lengkap dihadiri Eesi &runa, 6isma, !uyudana, Patih !angkuni, !indukala, !urangkala, 7uwirya Eikadurjaya, Jayasusena, lengkap bala 7urawa, dan lain-lainnya, terkejut....K atas kedatangan !ena. ?a memberi laporan tentang perjalannya dan dijawab oleh !ang &runa >bahwa ia sebenarnya hanya diuji, sebab tempat air yang dicari, sebenarnya ada di tengah samudera. !uyudana juga membantu bicara untuk meyakinkan !ena. 7arena tekad yang kuat maka !enapun nekat untuk pergi lagi....., yang sebelumnya ia sempat mampir dahulu ke Ngamarta."tempat para kerabatnya berada# !ementara itu di %stina keluarga !ena yang mengetahui tipudaya pihak 7urawa mengirim surat kepada prabu 3arimurti<7resna di &warawati, yang dengan tergesa-gesa bersama bala pasukan datang ke Ngamarta. !etelah menerima penjelasan dari &armaputra, 7resna mengatakan bahwa janganlah Pandawa bersedih, sebab tipu daya para 7urawa akan mendapat balasan dengan jatuhnya bencana dari dewata yang agung. 7etika sedang asyik berbincang-bincang, datanglah !ena, yang membuat para Pandawa termasuk Pancawala, !umbadra, Eetna &rupadi dan !rikandi, dan lain-lainnya, senang dan akan mengadakan pesta. Namun tidak disangka, karena !ena ternyata melaporkan bahwa ia akan meneruskan pencarian air suci itu, yaitu ke tengah samudera. Nasehat dan tangisan, termasuk tangisan semua sentana laki-laki dan perempuan, tidak membuatnya mundur. !ena berangkat pergi, tanpa rasa takut keluar masuk hutan, naik turun gunung, yang akhirnya tiba di tepi laut. !ang ombak bergulunggulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang, bahwa ia di tipu agar masuk ke dalam samudera, topan datang juga riuh menggelegar, seakan mengatakan bahwa &runa memberi petunjuk sesat dan tidak benar. 6agi !ena, lebih baik mati dari pada pulang menentang sang 'aharesi, walaupun ia tidak mampu masuk ke dalam air, ke dasar samudera. 'aka akhirnya ia berpasrah diri, tidak merasa takut, sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung, karena sudah menyatakan kesanggupan kepada &runa dan prabu 7urupati, dalam mencari 0irta Kamandanu, masuk ke dalam samudera. &engan suka cita ia lama memandang laut dan keindahan isi laut, kesedihan sudah terkikis, menerawang tanpa batas, lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan marabahaya, dengan semangat yang menyalanyala mencebur ke laut, tampak kegembiraannya, dan tak lupa digunakannya ilmu 6alasengara, agar air menyibak. %lkisah ada naga sebesar segara anakan, pemangsa ikan di laut, wajah liar dan ganas, berbisa sangat mematikan, mulut bagai gua, taring tajam bercahaya, melilit !ena sampai hanya tertinggal lehernya, menyemburkan bisa bagai air hujan. !ena bingung dan mengira cepat mati, tapi saat lelah tak kuasa meronta, ia teringat segera menikamkan kukunya,

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

99

kuku Pancanaka, menancap di badan naga, darah memancar deras, naga besar itu mati, seisi laut bergembira. !ementara itu Pandawa bersedih hati dan menangis memohon penuh iba, kepada prabu 7resna. ;alu dikatakan oleh 7resna, bahwa !ena tidak akan meninggal dunia, bahkan mendapatkan pahala dari dewata yang nanti akan datang dengan kesucian, memperoleh cinta kemuliaan dari 3yang !uksma 7awekas, diijinkan berganti diri menjadi batara yang berhasil menatap dengan hening. Para saudaranya tidak perlu sedih dan cemas 7embali dikisahkan !ang :rekudara yang masih di samudera, ia bertemu dengan dewa berambut panjang, seperti anak kecil bermain-main di atas laut, bernama "ewa &uci. ;alu ia berbicara >F!ena apa kerjamu, apa tujuanmu, tinggal di laut, semua serba tidak ada tak ada yang dapat di makan, tidak ada makanan, dan tidak ada pakaian. 3anya ada daun kering yang tertiup angin, jatuh didepanku, itu yang saya makanF. &ikatakan pula >F:ahai :rekudara, segera datang ke sini, banyak rintangannya, jika tidak mati-matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini, segalanya serba sepi. Tidak terang dan pikiranmu memaksa, dirimu tidak sayang untuk mati, memang benar, disini tidak mungkin ditemukanF. F7au pun keturunan !ang 3yang Pramesthi, 3yang irinata, kau keturunan dari !ang 3yang 6rama asal dari para raja, ayahmu pun keturunan dari 6rama, menyebarkan para raja, ibumu &ewi 7unthi, yang memiliki keturunan, yaitu sang 3yang :isnu 'urti. 3anya berputra tiga dengan ayahmu, =udistira sebagai anak sulung, yang kedua dirimu, sebagai penengah adalah &ananjaya, yang dua anak lain dari keturunan dengan 'adrim, genaplah Pandawa, kedatanganmu disini pun juga atas petunjuk &hang 3yang &runa untuk mencari air Penghidupan berupa air jernih, karena gurumu yang memberi petunjuk, itulah yang kau laksanakan, maka orang yang bertapa sulit menikmati hidupnyaF, lanjut &ewa Euci. 7emudian dikatakan > 96angan pergi bila belum jelas maksudnya, jangan makan bila belum tahu rasa yang dimakan, janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu?% 7au bisa tahu dari bertanya, dan dengan meniru juga, jadi dengan dilaksanakan, demikian dalam hidup, ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas, oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia. &emikian pula orang berguru, bila belum paham, akan tempat yang harus disembahF.

Wrekudara ma#uk "ubuh 'ewa Ru0i menerima ajaran "en"ang Ken$a"aanF !egeralah kemari :rekudara, masuklah ke dalam tubuhku F, kata &ewa Euci. !ambil tertawa sena bertanya >FTuan ini bertubuh kecil, saya bertubuh besar, dari mana jalanku masuk, kelingking pun tidak mungkin masukF.&ewa Euci tersenyum dan berkata lirih>Fbesar mana dirimu dengan dunia ini, semua isi dunia, hutan dengan gunung, samudera dengan semua isinya, tak sarat masuk ke dalam tubuhkuF. %tas petunjuk &ewa Euci, !ena masuk ke dalam tubuhnya melalui telinga kiri. &an tampaklah laut luas tanpa tepi, langit luas, tak tahu mana utara dan selatan, tidak tahu timur dan barat, bawah dan atas, depan dan belakang. 7emudian, terang, tampaklah &ewa Euci, memancarkan sinar, dan diketahui lah arah, lalu matahari, nyaman rasa hati%

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

100

%da empat macam benda yang tampak oleh !ena, yaitu hitam, merah kuning dan putih- ;alu berkatalah &ewa Euci> =ang pertama kau lihat cahaya, menyala tidak tahu namanya, Pancamaya itu, sesungguhnya ada di dalam hatimu, yang memimpin dirimu, maksudnya hati, disebut muka si8at, yang menuntun kepada si8at lebih, merupakan hakikat si3at itu sendiri. ;ekas pulang jangan berjalan, selidikilah rupa itu jangan ragu, untuk hati tinggal, mata hati itulah, menandai pada hakikatmu, sedangkan yang berwarna merah, hitam, kuning dan putih, itu adalah penghalang hati. =ang hitam kerjanya marah terhadap segala hal, murka, yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik. =ang merah menunjukkan na8su yang baik, segala keinginan keluar dari situ, panas hati, menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. =ang kuning hanya suka merusak. !edangkan yang putih berarti nyata, hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan itu, perwira dalam kedamaian. !ehingga hitam, merah dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi, persatuan Suksma *ulia% ;alu :rekudara melihat, cahaya memancar berkilat, berpelangi melengkung, bentuk .at yang dicari, apakah gerangan itu JK 'enurut &ewa Euci, itu bukan yang dicari "air suci#, yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya, memancar bernyala-nyala, yang menguasai segala hal, tanpa bentuk dan tanpa warna, tidak berwujud dan tidak tampak, tanpa tempat tinggal, hanya terdapat pada orang-orang yang awas, hanya berupa 8irasat di dunia ini, dipegang tidak dapat, adalah Pramana, yang menyatu dengan diri tetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin, bertempat tinggal di tubuh, tidak ikut makan dan minum, tidak ikut merasakan sakit dan menderita, jika berpisah dari tempatnya, raga yang tinggal, badan tanpa daya. ?tulah yang mampu merasakan penderitaannya, dihidupi oleh suksma, ialah yang berhak menikmati hidup, mengakui rahasia .at. 7ehidupan Pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya, Pramana bila mati ikut lesu, namun bila hilang, kehidupan suksma ada. !irna itulah yang ditemui, kehidupan suksma yang sesungguhnya, Pramana %nresandani. Jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan, jangan punya kegemaran, bersungguh-sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku, jangan bicara gaduh, jangan bicarakan hal ini secara sembunyi-sembunyi, tapi lekaslah mengalah jika berselisih, jangan memanjakan diri, jangan lekat dengan na8su kehidupan tapi kuasailah. Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar, tidak mengalami hambatan dan kesulitan, tidak sakit, hanya enak dan berman8aat, peganglah dalam pemusatan pikiran, disimpan dalam buana, keberadaannya melekat pada diri, menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab. !edangkan !uksma !ejati, ada pada diri manusia, tak dapat dipisahkan, tak berbeda dengan kedatangannya waktu dahulu, menyatu dengan kesejahteraan dunia, mendapat anugerah yang benar, persatuan manusia<kawula dan pencipta< usti. 'anusia bagaikan wayang, &alang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak, dunia merupakan panggungnya, layar yang digunakan untuk memainkan panggungnya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

101

Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombongkan diri, hayati dengan sungguh-sungguh, karena nasehat merupakan benih. Namun jika ditemui ajaran misalnya kacang kedelai disebar di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh, maka jika manusia bijaksana, tinggalkan dan hilangkan, agar menjadi jelas penglihatan sukma, rupa dan suara. 3yang ;uhur menjadi badan !ukma Jernih, segala tingkah laku akan menjadi satu, sudah menjadi diri sendiri, dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia, terkabul itu namanya, akan segala keinginan, semua sudah ada pada manusia, semua jagad ini karena diri manusia, dalam segala janji janganlah ingkar. Jika sudah paham akan segala tanggung jawab, rahasiakan dan tutupilah. =ang terbaik, untuk disini dan untuk disana juga, bagaikan mati di dalam hidup, bagaikan hidup dalam mati, hidup abadi selamanya, yang mati itu juga. 6adan hanya sekedar melaksanakan secara lahir, yaitu yang menuju pada na8su. :rekudara setelah mendengar perkataan &ewa Euci, hatinya terang benderang, menerima dengan suka hati, dalam hati mengharap mendapatkan anugerah wahyu sesungguhnya. &an kemudian dikatakan oleh &ewa Euci >F!ena ketahuilah olehmu, yang kau kerjakan, tidak ada ilmu yang didatangkan, semua sudah kau kuasai, tak ada lagi yang dicari, kesaktian, kepandaian dan keperkasaan, karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan. &ewa Euci selesai menyampaikan ajarannya, :rekudara tidak bingung dan semua sudah dipahami, lalu kembali ke alam kemanusiaan, gembira hatinya, hilanglah kekalutan hatinya, dan &ewa Euci telah sirna dari mata, :rekudara lalu mengingat, banyak yang didengarnya tentang tingkah para Pertapa yang berpikiran salah, mengira sudah benar, akhirnya tak berdaya, dililit oleh penerapannya, seperti mengharapkan kemuliaan, namun akhirnya tersesat dan terjerumus. 6ertapa tanpa ilmu, tentu tidak akan berhasil, kematian seolah dipaksakan, melalui kepertapaannya, mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk, tanpa pedoman berguru, mengosongkanan pikiran, belum tentu akan mendapatkan petunjuk yang nyata. Tingkah seenaknya, bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kamuksan, bahkan gagallah bertapanya itu. uru yang benar, mengangkat murid<cantrik, jika memberi ajaran tidak jauh tempat duduknya, cantrik sebagai sahabatnya, lepas dari pemikiran batinnya, mengajarkan wahyu yang diperoleh. ?nilah keutamaan bagi keduanya. Tingkah manusia hidup usahakan dapat seperti wayang yang dimainkan di atas panggung, di balik layar ia digerak-gerakkan, banyak hiasan yang dipasang, berlampu panggung matahari dan rembulan, dengan layarnya alam yang sepi, yang melihat adalah pikiran, bumi sebagai tempat berpijak, wayang tegak ditopang orang yang menyaksikan, gerak dan diamnya dimainkan oleh &alang, disuarakan bila harus berkata-kata, bahwa itu dari &alang yang berada dibalik layar, bagaikan api dalam kayu, berderit

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

102

oleh tiupan angin, kayu hangus mengeluarkan asap, sebentar kemudian mengeluarkan api yang berasal dari kayu, ketahuilah asal mulanya, semuanya yang tergetar, oleh perlindungan jati manusia, yang yang kemudian sebagai rahasia.

Kembali ke ,egeri ,gamar"a


Tekad yang sudah sempurna, dengan penuh semangat, Eaden %rya :rekudara kemudian pulang dan tiba ke negerinya, Ngamarta, tak berpaling hatinya, tidak asing bagi dirinya, sewujud dan sejiwa, dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan, dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya. Permulaan jagad raya, kelahiran batin ini, memang tidak kelihatan, yang bagaikan sudah menyatu, seumpama suatu bentukan, itulah perjalanannya. 6ersamaan dengan kedatangan !ena, di Ngamarta sedang berkumpul para saudaranya bersama !ang Prabu 7resna, yang sedang membicarakan kepergian !ena, cara masuk dasar samudera. 'aka disambutlah ia, dan saat ditanya oleh Prabu =udistira mengenai perjalanan tugasnya, ia menjawab bahwa perjalanannya itu dicurangi, ada dewa yang memberi tahu kepadanya, bahwa di lautan itu sepi,tidak ada air penghidupan. embira mendengar itu, lalu 7resna berkata >F%dikku ketahuilah nanti, jangan lupa segala sesuatu yang sudah terjadi iniF. MAK,A AJARA, 'EWA R& I Orang Jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin dari pada kehidupannya. &ewa Euci yang merupakan cerita asli wayang Jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara 7awula dan usti, yang diperagakan oleh 6ima atau %ria :erkudara dan &ewa Euci. )encarian air suci )rawitasari uru &urna memberitahukan 6ima untuk menemukan air suci Prawitasari. Prawita dari asal kata Pawita artinya bersih, suci@ sari artinya inti. Jadi Prawitasari pengertiannya adalah inti atau sari dari pada ilmu suci. (utan +ikbrasara dan Gunung &eksamuka %ir suci itu dikatakan berada dihutan Tikbrasara, dilereng unung Eeksamuka. Tikbra artinya rasa prihatin@ sara berarti tajamnya pisau, ini melambangkan pelajaran untuk mencapai lendeping cipta "tajamnya cipta#. Eeksa berarti mamalihara atau mengurusi@ muka adalah wajah, jadi yang dimaksud dengan Eeksamuka dapat diartikan> mencapai sari ilmu sejati melalui samadi. *. !ebelum melakukan samadi orang harus membersihkan atau menyucikan badan dan jiwanya dengan air. ). Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan 8okus pandangan kepada pucuk hidung. Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina, Tur berarti gunung, sina berarti tempat artinya tempat yang tinggi. Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi. !eseorang yang mendapatkan restu d.at yang suci, dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadi.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

103

&alam cerita wayang digambarkan bahwasanya Eesi 'anukmanasa dan 6engawan !akutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci. &aksasa &ukmuka dan &ukmakala &i hutan, 6ima diserang oleh dua raksasa yaitu Eukmuka dan Eukmala. &alam pertempuran yang hebat 6ima berhasil membunuh keduanya, ini berarti 6ima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai tujuan supaya samadinya berhasil. Eukmuka > Euk berarti rusak, ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak "kemukten#. Eukmakala > Eukma berarti emas, kala adalha bahaya, menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain> pakaian, perhiasan seperti emas permata dan lain-lain "kamulyan# 6ima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikirannya masih dipenuhi oleh kamukten dan kamulyan dalam kehidupan, karena kamukten dan kamulyan akan menutupi ciptanya yang jernih, terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa 6ima bisa menghapus halangan-halangan tersebut. Samudra dan lar 6ima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan , tetapi sebenarnya berada didasar samudra. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju ke samudra. ?ngatlah kepada perkataan !amudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra, yang dengan mudah akan memaa8kan kesalahan orang lain. Clar adalah simbol dari kejahatan. 6ima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. &isini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati, tidaklah cukup bagi 6ima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan, dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya. Cntuk itu dia harus mempunyai si8at-si8at sebagai berikut> *. Eila> dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain. ). ;egawa > harus selalu bersikap baik dan benar. ,. Nrima > bersyukur menerima jalan hidup dengan sadar. 1. %noraga > rendah hati, dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya, dia tidak akan membalas, tetap sabar. D. 9ling > tahu mana yang benar dan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran. 5. !antosa > selalu beraa dijalan yang benar, tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar antara lain > melakukan samadi. !elalu waspada untuk menghindari perbuatan jahat. 2. embira > bukan berarti senang karena bisa melaksanakan kehendak atau napsunya, tetapi merasa tentram melupakan kekecewaan dari pada kesalahan-kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

104

G. +. *4. **. *).

Eahayu > kehendak untuk selalu berbuat baik demi kepentingan semua pihak.

:ilujengan > menjaga kesehatan, kalau sakit diobati. 'arsudi kawruh > selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar. !amadi. Ngurang-ngurangi> dengan antara lain makan pada waktu sudah lapar, makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak-enak> minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak perlu harus memilih minuman yang le.at@ tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perlu harus tidur dikasur yang tebal dan nyaman@ tidak boleh terlalu sering bercinta dan itu pun hanya boleh dilakukan dengan pasangannya yang sah. (er"emuan dengan 'ewa Suk#ma Ru0i !esudah 6ima mebunuh ular dengan menggunakan kuku Pancanaka, 6ima bertemu dengan &ewa kecil yaitu &ewa !uksma Euci yang rupanya persis seperti dia. 6ima memasuki raga &ewa !uksma Euci melalui telinganya yang sebelah kiri. &idalam, 6ima bisa melihat dengan jelas seluruh jagad dan juga melihat dewa kecil tersebut. (elajaran #!iri"ual dari !er"emuan ini adalah 1 6ima bermeditasi dengan benar, menutup kedua matanya, mengatur pernapasannya, memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasa hening. Keda"angan dari dewa Suk#ma Ru0i adalah !er"anda #u0i> di"eriman$a #amadi Bima $ai"u ber#a"un$a kawula dan Gu#"i&idalam paningal "pandangan didalam# 6ima bisa melihat segalanya segalanya terbuka untuknya "Tinarbuka# jelas dan tidak ada rahasia lagi. 6ima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu bahwa dalam dirinya yang terdalam, dia adalah satu dengan yang suci, tak terpisahkan. &ia telah mencapai kasunyatan sejati. Pengalaman ini dalam istilah spiritual disebut (mati dalam hidupH dan juga disebut (hidup dalam matiH. 6ima tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. 'ula-mula di tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan pekerjaan dan kewajibannya, ketemu keluarganya dan lain-lain. Ar"i #imb;li# !akaian dan !erhia#an Bima 6ima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakai oleh orang yang telah mencapai kasunytan-kenyataan sejati. elang $andrakirana dikenakan pada lengan kiri dan kanannya. $andra artinya bulan, kirana artinya sinar. 6ima yang sudah tinarbuka, sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal. Ba"ik !;leng > 7ain batik yang mempunyai 1 warna yaitu@ merah, hitam, kuning dan putih. =ang merupakan simbol na8su, amarah, alumah, supiah dan mutmainah. &isini menggambarkan bahwa 6ima sudah mampu untuk mengendalikan na8sunya.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

105

+u#uk k;nde be#ar dari ka$u a#em 7ata asem menunjukkan sengsem artinya tertarik, 6ima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup, dia tidak tertarik kepada kekeyaan duniawi. +anda ema# dian"ara ma"a%rtiya 6ima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap. Kuku (an0anaka 6ima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya. 'elambangkan > *. &ia telah memegang dengan kuat ilmu sejati. ). Persatuan orang-orang yang bermoral baik adalah lebih kuat, dari persatuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, meskipun jumlah orang yang bermoral baik itu kalah banyak. $ontohnya lima pandawa bisa mengalahkan seratus korawa. 7uku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorang yang telah mencapai ilmu sejati.

(RA,A+A MA,GSA
( aturan waktu musim kuno #

Pranata 'angsa atau aturan waktu musim biasanya digunakan oleh para petani pedesaan, yang didasarkan pada gejala naluriah alam dan mencoba memahami asal-usul dan bagaimana uraian satu-satu kejadian cuaca di dalam setahun. Petani di Jawa dahulu masih memakai patokan untuk mengolah pertanian dengan prantan ini. Craian mengenai Pranata 'angsa ini diambil dari buku sejarah para raja di !urakarta, yang tersimpan di musium Eadya-Pustaka. =ang menurut riwayatnya, sebetulnya baru mulai dikenalkan pada tahun *GD5, saat kerajaan !urakarta diperintah oleh Pakoeboewono B??, yang memberi patokan bagi para petani agar mempunyai hasil panen yang baik dalam bertani, tepatnya dimulai tanggal )) Juni *GD5, dengan uruturutan >

1. Ka#a, mulai )) Juni, berusia 1* hari. Para petani membakar dami


yang tertinggal di sawah dan di masa ini dimulai menanam palawija, sejenis belalang masuk ke tanah, daun-daunan berjatuhan. Penampakannya<ibaratnya > lir sotya "dedaunan# murca saka ngembanan "kayu-kayuan#.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

106

2. Kar;, mulai ) %gustus, berusia ), hari. Palawija mulai tumbuh, pohon


randu dan mangga, tanah mulai retak<berlubang. Penampakannya<ibaratnya > bantala "tanah# rengka "retak#.

3. Ka"iga, mulai )D %gustus, berusia )1 hari. 'usimnya<waktunya lahan


tidak ditanami, sebab panas sekali, yang mana Palawija mulai di panen, berbagai jenis bambu tumbuh. Penampakannya<ibaratnya > suta "anak# manut ing 6apa "lanjaran#.

4. Ka!a", mulai *+ !eptember, berusia )D hari. !awah tidak ada


"jarang# tanaman, sebab musim kemarau, para petani mulai menggarap sawah untuk ditanami padi gaga, pohon kapuk mulai berbuah, burungburung kecil mulai bertelur. Penampakannya<ibaratnya > waspa kumembeng jroning kalbu "sumber#.

5. Kalima, mulai *1 Oktober, berusia )2 hari. 'ulai ada hujan, selokan


sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah, mulai menyebar padi gaga, pohon asem mulai tumbuh daun muda, ulatulat mulai keluar. Penampakannya<ibaratnya > pancuran "hujan# emas sumawur "hujannya# ing jagad.

6. Kanem, mulai *4 Nopember, berusia 1, hari. Para petani mulai


menyebar bibit tanaman padi di pembenihan, banyak buah-buahan "durian, rambutan, manggis dan lain-lainnya#, burung blibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair. Penampakannya<ibaratnya > rasa mulya kasucian "sedang banyak-banyaknya buah-buahan#.

7. Ka!i"u, mulai ), &esmber, usianya 1, hari. 6enih padi mulai


ditanam di sawah, banyak hujan, banyak sungai yang banjir. Penampakannya<ibaratnya > wisa kentar ing ing maruta "bisa larut dengan angin, itu masanya banyak penyakit#.

8. Kaw;lu, mulai 1 Pebruari, usianya )5 hari, atau 1 tahun sekali )2

hari. Padi mulai hijau, uret mulai banyak. Penampakannya<ibaratnya > anjrah jroning kayun "merata dalam keinginan, musimnya kucing kawin#.

9. Ka#anga, mulai * 'aret, usianya )D hari. Padi mulai berkembang

dan sebagian sudah berbuah, jangkrik mulai muncul, kucing mulai kawin, cenggeret mulai bersuara. Penampakannya<ibaratnya > wedaring wacara mulya " binatang tanah dan pohon mulai bersuara#.

10. Ka#e!uluh, mulai )5 'aret, usianya )1 hari. Padi mulai menguning,


mulai panen, banyak hewan hamil, burung-burung kecil mulai menetas telurnya. Penampakannya<ibaratnya > gedong minep jroning kalbu "masa hewan sedang hamil#.

11. 'e#"a, mulai *+ %pril, berusia ), hari. !eluruhnya memane n padi.


Penampakannya<ibaratnya> sotya "anak burung# sinara wedi "disuapi makanan#.

12. Sa$a> mulai *) 'ei, berusia 1* hari. Para petani mulai menjemur
padi dan memasukkan ke lumbung- &i sawah hanya tersisa dami% Penampakannya<ibaratnya > tirta "keringat# sah saking sasana "badan#

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

107

"air pergi dari sumbernya, masa ini musim dingin, jarang orang berkeringat, sebab sangat dingin#. &emikian uraian singkat tentang Pranata 'angsa, yang jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, hal tersebut diatas tentunya harus diselaraskan secara ilmiah, kondisi alam, kemajuan teknologi pengindraan satelit cuaca, dan sebagainya.

W&K& dan KELA%IRA,

Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. :atak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir > 2- Sin"a-.dewanya sangyang =amadipati L wataknya seperti raja dan pendita, banyak kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda. 'emanggul tunggul L mudah mendapatkan kesenangan hidup. 7aki belakang direndam dalam air L perintahnya panas didepan dingin belakang. Pohonnya > 7endayakan L jadi pelindung orang susah, dan orang minggat. 6urungnya > agak L mengerti petunjuk gaib. edungnya didepan L memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah hanya lahir. 6ahayanya > 6erada di pertengahan umur. Tangkalnya > selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau seharga )* keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. !elawatnya 1 keteng. &oanya > Tolak bilahi. $andranya > 9ndra L gemar bertapa brata, angkuh, suka kepada kepanditan. 7etika kala wuku berada ditimu laut, selama 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 4- Lande!.dewanya sangyang 'ahadewa L bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi. 7akinya direndam dalam air L perintahnya keras didepan dingin dibelakang, kasih sayang. Pohonnya > 7endajakan L jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. 6urungnya > %tatkembang L jadi kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan. edungnya didepan L memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 6ahayannya > korobohan pohon. Tangkalnya > !elamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. ;auknya daging rusa dicacah lalu dibakar. !elawatnya 1 keteng. &oanya > 7abul. $andranya > !urating raditya L tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

108

5- Wukir.dewanya sangyang 'ahayekti L besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama. Tunggalnya > didepan L akhirnya hidup senang. 'enghadapi air di jembung besar L baik budi pekertinya. Pohonnya > Nagasari L bagus rupaya, sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. 6urungnya > 'anyar L tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan. edungnya didepan L memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 6ahayanya > dianiaya. Penangkalnya > selamatan nasi uli, beras sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan sayur lima macam. !elawatnya 1 keteng. &oanya rajukna. $andranya > unung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh menyedapkan pemandangan. 7etika kolo wuku berada ditenggara, dalam 2 hari tidak boleh mendatangi tempat kolo. 6- Kuran"il-dewanya sangyang ;angsur L pemarah. 'emanggul tunggal L akhirnya mendapat kesenangan hidup. %ir dalam jimbung besar disebelah kiri L serong hatinya. Pohonnya > ?ngas L tak dapat untuk berlindung, karena panas. 6urungnya > !alinditan L tangkas. edungnya terbalik didepan L murah hati. 6ahayanya > jatuh memanjat. Penangkalnya > selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. !elawatnya 2 keteng. &oanya > rajukna dan pina. $andranya > :oh-wohan L tak tentu rejekinya.7etika kolo wuku berada dibawah, dalam 2 hari tak boleh turun dari gunung dan tak boleh menggali tanah. <- +;lu.dapat menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah, Tunggulnya > dibelakang L kebahagiannya terdapat dibelakang hari. Pohonnya > :ijayamulya L sangat indah rupanya, tajam roman mukanya, tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya. 6urungnya > 6ranjangan L riang tangan, cepat bekerjanya. edungnya didepan L suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 6ahayanya L ditanduk atau disiung. Penangkalnya > selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan. !elawatnya , keteng. &oanya > 7abul. $andranya > :angkawa L angkuh, tidak tetap, suka bohong.7etika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. A- Gumbreg.dewanya sangyang cakra L keras budinya, segala yang dikehendakinya segera tercapai, tak mau dicegah, pengasih. 7akai sebelah yang didepan direndam dalam air L perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. Pohonnya > beringin L jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi. 6urungnya > ayam hutan L liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi. edungnya dikirikan L penyayang, jika marah taka sayang kepada harta bendanya. 6ahayanya > tenggelam atau kejatuhan dalam. Tangkalnya > selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun + macam. !elawatnya 1 keteng. &oanya > Eajukna. $andranya > eter nekger ing wijati L hening

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

109

pikirannya, perkataannya nyata redhoan.7etika (kala wukuH berada di !elatan menghadap utara, dalam 2 hari tidak boleh memandang wajah kala. :- Warigali", dewanya sangyang asmara L bagus rupanya,senang asmara, cemburuan, hatinya mudah tersentuh, Pohonnya > sulastri L bagus rupanya, banyak yang cinta. 6urungnya > kepodong M cemburuan, tak suka berkumpul dengan orang banyak. 6ahayanya > tersangkut suatu perkara. Tangkalnya > selametan nasi urap beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan "pembelian bersama-sama#, dimasak getjok. !elawatnya G keteng. &oanya > tolak bilahi. $andranya > kaju kemladean ngajak sempal L dimana-mana dapat tumbuh. 7etika (kala wukuH berada diatas, dalam 2 hari tidak boleh mendatangani tempat kala B- Warigagung, dewanya sanghyang mahajekti L berat tanggungannya, berkeinginan. Tunggulnya > dibelakang M rejekinya dibelakang hari. Pohonnya > cemara L rame bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. 6urungnya > betet L keras kemauannya, pandai mencari kehidupan. edungnya dua buah dibelakang dan didepan L ichlasnya hanya setengah. 6ahayanya > dimarahi temannya. Penangkalnya > selamatan nasi uduk bers sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan D macam. !elawatnya D keteng. &oanya > rasul. $andranya > 7etug lindu L menepati perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima takdir. 7etika (kala wukuH berada di utara menghadap ke selatan, dalam 2 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. C- Julungwangi> dewanya sanghyang sambu L tinggi perasaannya, tidak boleh disamai. 'engahadap air dijembung L pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum L dicintai oleh orang banyak. 6urungnya kutilang L banyak bicara dan perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar. 6ahayanya > diterkam harimau. Tangkalnya > selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam brumbun dan uang suwang "W<- G* X sen#. !elawatnya > kucing. &oanya Tolak bilahi. $andranya > kasturi arum angambar L segala kehendaknya belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta. 2D Sung#ang, dewanya sanghyang gana L pemaranh, gelap hati. %ir dijebung didepannya W<pradah, ikhlasan, harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya. Pohonnya > tanganan L tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada kepunyaan orang lain. 6urungnya > nori L pemboros, jauh kebahagiaannya, murka. edungnya terbalik dibelakang L ikhlasan dengan tidak pakai perhitungan. 6ahayanya > kena besi. Tangkalnya > selamatan nasi megana dan tumpeng betas ) pitrah, daun-daunan + macam dicampur dalam tumpeng. !elawatnya *4 keteng. &oanya > 7abul. $andranya > sekar wora-wari bang L besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. 7etika (kala wukuH berada di timur dalam 2 hari tidak boleh mendatangani tempat kala. 22- Galungan, dewanya sangyang 7omajaya L teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah, cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. 'emangku air dalam bokor Lsuka bersedekah, pengasih,

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

110

namun sedikit rejekinya. Pohonnya > Tanganan L ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada kepunyaan orang lain. 6urungnya > 6ido L besar na8sunya, murka. 6ahayanya > berselisih.Penangkalnya > selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. &oanya > !elamat pina. $andranya > peksi wonten ing luhur L jika mencari hasil dengan menundukkan kepala, sebab gora-goda. 7etika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 24-Kuningan> dewanya sangyang ?ndra L melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya > :ijayakusuma L rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya. 6urungnya > Crang-urangan L cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu. edungnya dibelakang, jendelanya tertutup L hemat. 6ahayanya L diamuk..Penangkalnya > selamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya beramai-ramai, digoreng. !elawatnya ** keteng. &oanya > 7abul. $andranya > arojogan L rame bicaranya, banyak bohong.7etika kolo wuku berada di 6arat, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala 25- Langkir, dewanya sangyang 7ala menggigit bahunya sendiri L besar na8sunya, tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya > ?ngas dan cemara tumbang L panas hati, tak boleh didekati orang, Penangkalnya > selamatan nasi uduk beras sepitrah dikukus, lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan, sayuran secukupnya. !elawatnya D keteng. &oanya > !lametpina. $andranya > Eedi gumaludug L bicaranya menakutkan, tetapi tidak mengapa.7etika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 26- Manda#ia,dewanya sangyang 6rama, kuat budinya, pemaran, tak mau memberi ampun, jika marah tak dapat dicegah, tegaan. Pohonnya > %sam L kuat dan dicintai orang banyak, jadi pelindung sengsara. 6urungnya > Platukbawang L kuat budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. edungnya terguling didepan L hemat dan banyak rejekinya. 6ahayanya > 7ena api dan dijahili orang. Penangkalnya > selamatan nasi merah beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang dan bunga setaman yang merah. !elawatnya uang baru 14 keteng. &oanya > !lamat. $andranya > :atu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet tancepnya L sabar, tetapi jika marah kejam.7etika kolo wuku berada diatas, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 2<- 'julung!uju"> dewanya sangyang guretno, L suka kepada keramaian, tersiar baik, mempunyai kedudukan yang lumayan. 'enghendaki bukit L besar kemaunnya, tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya > Eembuknya L indah warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang. 6urung > Prijohan L besar kemauannya, halus budinya. 6ahayanya > diteluhPenangkalnya > selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus, daging

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

111

ayam merah dipanggang, daun- daunan + macam. !elawatnya ,4 keteng. &oanya > 6alasrewu dan 7unut. $andranya > Palwa ing samodra L kesanakemari mencari na8kah, rejekinya tidak kurang.7etika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 2A- (ahang, dewanya sangyang tantra L perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya L suka jalan serong. 'emanggul senjata tajam L waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka bertikai. Pohonya > 7endayaan L jadi pelindung orang sakit, orang sengsara dan orang minggat. 6urung > $ocak L gelatak bicaranya. edung telentang L boros. 6ahayanya > dianiaya.Penangkalnya > selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan, daun-daunan ** macem. !elawatnya + keteng. &oanya > Easul.$andranya > Pulo katinggal saking tebih L tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.7etika kolo wuku berada di 6arat-;aut dalam 2 hari tak boleh mengunjungi tempat kala. 2:- Kuruwelu", dewanya sanhyang wisnu > tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi sesama dewa. 'emanggul > cakra L tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya > parijata L jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. 6urungnya > puter L jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong, tidak suka terhadap perkataan yang remeh. edungnya didepan L memperlihatkan kekayaannya, puaka tak dapat dipermudah. 6ahayanya > kena racun daun. Tangkalnya > selamatan bermacammacam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya uang lama sebaran&oanya > tawil. $andranya > tirta wening L sedikit bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, jadi tempat pengungsian. 7etika (kala wukuH berada diatas, dalam 2 hari tidak boleh mendatangitempat kala. 2B- Mrakeh, dewanya sangsyang surenggana L tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan, berani kepada kesulitan. Tunggulnya membalik L lekas hidup senang. Pohonnya > Trengguli L buahnya tidak berguna. Tak mempunyai burung L tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. edungnya dipanggul L memperlihatkan pemberian. 6ahayanya > tenggelam. Tangkalnya > selamatan nasi uduk, daging ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. !elawatnya *44 keteng.&oanya > tolak bilahi. $andranya > pandam ageng amerapit L tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. 7etika (kala wukuH berada di utara, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 2C. +ambir, dewanya sanghyang siwa L lahir dan batinnya terkadang berlainan. Pohonnya > Cpas L bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya. 6urungnya > prenjak L tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang mengherankan, . edongnya ditengah L tinggi percaya dirinya 6ahayanya > terkena pasangan. Tangkalnya > selamatan nasi pulen beras sepitrah diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih dan ketimun )D buah.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

112

!elawatnya > pisau baja dan jarum satu. &oanya > slamet dina. $andranya > idune lir upas ratjun L dihargai semua perkataannya. 7etika (kala wukuH berada di barat daya, dalam 2 hari tidak boleh mengunjungi tempat kala. 4D. Madangkungan, dewanya sanghyang basuki > ahli bicara, tawakal, tetap hatinya. Pohonnya > plasa L hanya jadi perhiasan hutan, tidak ada gunanya. 6urungnya > pelug L suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi. edungnya di atas L mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat. 6ahayanya > dibunuh pada waktu malam. Tangkalnya !elamatan nasi punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam kuning "wiring kuning# dan berumbun, digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. !elawatnya > D keteng. &oanya > ngumur. $andranya > umajang kang tetabuhan L menepati perkataan, dan dapat menyenangkan hati orang lain. 7etika (kaa wukuH berada di timur, dalam 2 hari tak boleh mendatangi kala 42. Mak"al> dewanya sanghyang sakri L lurus hatinya, baik pekerjaannya. Pohonnya > nagasari L bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh pembesar. 6urungnya > ayam hutan L liar dan tinggi budinya, banyak tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi. edungnya ditumpangi tunggal L kaya benda dan dihormati. 6ahayanya L bertikai. Tangkalnya > selamatan nasi uduk, daging ayam dan bebek dimasak ) macam, dipindang dan dimasak dengan santan, niatnya > ngrasul. !elawatnya 1 keteng. &oanya > rasul. $andranya > lesus awor lan pancawara L lebar pemandangannya, dalam pikirannya. 7etika (kala wukuH berada di timur laut, dalam 2 hari tak boleh mendatangi kala 44. Wuje, dewanya betara kuwera L menggirangkan hati orang lain, perkataannya lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. 'emasang keris terhunus disebelah kaki L waspada dan tajam hatinya. Pohonnya > Tal L panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap hatinya. 6urungnya > gogik L cemburuan, tak suka kepada keramaian. edungnya terlentang didepan L pengasih. 6ahayanya > diteluh. Tangkalnya > selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga sataksawe "W<- *4 sen#. =ang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum arum L peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar kehendaknya. 7etika (kala wuku ( berada di barat, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 45- Manahil, dewanya sangyang $itragatra L menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela diri. %ir dijembung dibelakangnya L %rum perintahnya, akan tetapi tak mempunyai pangkat. 'emangku tombak terhunus L waspada dan tajam hatinya. Pohonnya > Tageron L sedikit 8aedahnya, liat hatinya. 6urungnya > !epahan L liar budinya, tajam pikirannya. 6ahayannya > terkena senjata tajam.Penangkalnya > selamatan nasi liwet beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya, sambal gepeng. !elawatnya G keteng. &oanya > !elamat tolak bilahi. $andranya > Trenggana abra ing wijit L sabar

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

113

segala kemauannya, tak suka menganggur, banyak kemauannya.7etika kala wuku berapa di Tenggara, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 46- (rangbaka", dewanya sangyang 6isma L pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala yang dikehendaki tak ada sukarnya. 7akinya kanan direndam dalam air jembung L perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonnya > Tirisan L panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya. 6urungnya > urang-urangan L cepat kerjanya. 6ahayanya > memanjat atu karena tingkahnya sendiri. Tangkalnya > selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. !elawatnya > pacul. &oanya > aelamat pina. $andranya > wesi trate pulasani L keras hatinya, cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. 7etika (kala wukuH berada dibawah, dalam 2 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali tanah. 4<- Bala, dewanya batari &urga L suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali bertindak jahat. Pohonnya > cemara L ramai bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. 6urungnya > %yam hutan L liar budinya, dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. edungnya didepan L memperlihatkan kekayaannya, pradah dilahir. 6ahayanya > diteluh dan kena upas.Penangkalnya > selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, sayur 2 macam, panggang ayam hitam. !elawatnya 14 keteng. &oanya > Eajukna > Cdan salah mangsa L rejekinya dari jual beli.7etika kala wuku berada di 6arat-;aut, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 4A- Wugu, dewanya sangyang !ingajala L banyak akal, lekas mengerti, baik budinya. Pohonya > :uni sedang berbuah L siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan tetapi jika telah makan, sering mencela, banyak rejekinya. 6urungnya > Podang L cemburuan, tidak suka berkumpul. edungnya tertutup dibelakang L hemat dan pendia. 6ahayanya > digigit ular dan disia-sia. Penangkalnya > selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. !elawatnya *4 keteng. &oanya> !elamat. $andranya > awang-uwung L baik budinya.7etika kala wuku berada di sebelah !elatan, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 4:- Wa$ang, dewanya batari !ri L banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan duduk disitu L sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus L perintahnya mudah didepan, sukar dibelakang. Pohonnya L $empaka L dicintai oleh orang banyak 6urungnya L %yam hutan L dicintai oleh pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang sunyi. 6ahayanya > kenah

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

114

tulah dan di8itnah.Penangkalnya > selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya. !elawatnya 14 keteng. &oanya > selamat. $andranya > damar murub, bumi langit L selamat, banyak ilmunya.7etika kolo wuku berada diatas, dalam 2 hari tak boleh naik. 4B- Kulawu, dewanya sangyang !adana L kuat budinya, besar harapannya. &uduk dijembung berisi air ditepi kolam L sejuk hatinya, dingin perintahnya. 'embelakangi senjata tajam L pikirannya terdapat dibelakang, kurang pandai. Pohonnya > Tal L panjang umurnya, besar harapannya, kuat budinya. 6urungnya > Nori, boros, murka. edungnya didepan L memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. 6ahayanya > terkena bisa. Penangkalnya > selamatannasi golong beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah, ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. !elawatnya D keteng. &oanya > 7abula. $andranya > 6un tumetes ing sendang L ketika kecil miskin, akhirnya besar kebahagiannya, banyak rejekinya.7etika kala wuku berada di Ctara, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 4C- 'uku", dewanya sangyang !akri L keras hatinya. 'enghadapi keris terhunus L waspada, tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya. Pohonnya > Pandan wangi L kiri tempatnya, dengki, tak boleh didekati. 6urungnya > %yam hutan L dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi. 'embelakangi gedungnya L hemat dan pendiam. 6ahayanya > dimedan perang.Penangkalnya > selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan ayam brumbun. !elawatnya satakswawe. &oanya > !lamet. $andranya > tunggul asri sesengkeraning nata L bagus rupanya, penakut.7etika kala wuku berada di 6arat, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala. 5D- Wa"ugunung, dewanya sangyang %ntaboga dan batari Nagagini. %ntaboga L senang tinggal alam untuk bertapa. Nagagini L gemar kepada asamara. 'enghendaki janji L suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita, mendapat kehormatan, gemar bersemedi, sering bersedih hati. Pohonnya > :ijayakusuma L rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian, terlihat angkuh, teliti. 6urungnya > ogik L cemburuan. 6ilahinya > teraniaya. Penangkalnya > selamatan beras sepitrah dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang, burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan 2 macam. !elawatnya + keteng. &oanya > 'ubarak. $andranya > ;intang wulan keraianan L terang hatinya, tetapi tidak bercahaya.7etika kala wuku berapa di timur, dalam 2 hari tak boleh mendatangi tempat kala.

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

115

Memayu hayuning buwana Amung sami adremi nengga Sabda Gusti hing wasana Nemahi jaman buwana yudha Ilanging bumi sakabehe Nuli ganti alam lestari Ojo nganti padha rugi "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat !

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

116

dan bumi telah mengeluarkan beban"beban berat (yang dikandung nya! dan manusia bertanya# "Mengapa bumi (jadi begini $"! pada hari itu bumi menceritakan beritanya! karena sesungguhnya %abbmu telah memerintahkan (yang demikian itu kepadanya &ada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam"macam! supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan pekerjaan mereka' (arangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat d)arrahpun! niscaya dia akan melihat (balasan nya' *an barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat d)arrahpun! niscaya dia akan melihat (balasan nya pula' ( QS. Al Zalzalah

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (

117

( !elasa Pon, )* &ulkangidah *+,+ - )* &.ul/a0dah *1)2 3 - !elasa malam, *) &esember )445 ' (