Anda di halaman 1dari 8

1

KTSP, Keterampilan Hidup, Tujuan Pendidikan Menurut Taksonomi Bloom

1) KOMPETENSI DASAR Mahasiswa memahami Konsep Dasar Kurikulum berbasis kompetensi Fisika sekolah menengah

2) INDIKATOR Mahasiswa diharapkan mampu: 1. Menjelaskan keterkaitan komponen-komponen yang ada di dalam kurikulum. 2. Mengidentifikasi pengertian KTSP. 3. Mengidentifikasi ciri ciri KTSP. 4. Memahami tujuan KTSP. 5. Memahami pengertian keterampilan hidup. 6. Memahami tujuan keterampilan hidup. 7. Menjelaskan tujuan pendidikan menurut Bloom! 8. Menuliskan kata-kata kerja setiap jenjang tujuan pendidikan pada taksonomi Bloom. 9. Mengidentifikasi kata kerja yang ada pada silabus fisika. 10.Mengelompokkan kata kerja pada silabus fisika ke jenjang tujuan pendidikan menurut Bloom. 11.Memaparkankecocokan pengaplikasian Taksonomi Blom untuk pengajaran fisika. 12.Mengidentifikasi taksonomi lain selain Taksonomi Bloom yang sesuai dengan pengajaran pendidikan fisika.

3). PERTEMUAN KE : 2 MATERI Kurikulum Tingkat SatuanPendidikan (KTSP) 1. Pengertian KTSP KTSP adalahkurikulumoperasional yang disusun, dikembangkan,

dandilaksanakanolehsetiapsatuanpendidikandenganmemperhatikanstandarkompet ensidankompetensidasar yang dikembangkanBadanStandarNasionalPendidikan( BSNP). Otonomi diberikan agar Setiap satuan pendidikan dan sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola sumber daya, umberdana, sumber belajar dan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat (Mulyasa, 2006: 19-21). KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. 2. Komponen-Komponen KTSP KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum Tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Untuk pendidikan dasar, tujuannya adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian,akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikutipendidikan lebih lanjut.Berbeda dengan tujuan pendidikan

menengah yaitu meningkatkan kecerdasan,pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sedangkan tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan

kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/ataukegiatanpembelajaran. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk kedalam isi kurikulum. Untuk pengaturan waktu pembelajaran satuan pendidikan dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, dengan memperhatikan kalender pendidikans ebagaimana yang dimuat dalam Standar Isi. Bagian akhir dari KTSP adalah silabusi dimana silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/ataukelompok matapelajaran/ tematertentu yang mencakup standa rkompetensi, kompetensi dasar,

materipokok/pembelajaran,

kegiatanpembelajaran,indikator,

penilaian,

alokasiwaktu, dansumber/bahan/alatbelajar.

3.Ciri-ciri KTSP Ciri-ciri KTSPadalahsebagaiberikut: KTSP memberi kebebasan kepada tiap-tiap sekolah untuk

menyelenggarakan program pendidikan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah, kemampuan peserta didik, sumber daya yang tersedia dan kekhasan daerah. Orang tua dan masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru harus mandiri dan kreatif. Guru diberi kebebasan untuk memanfaatkan berbagai metode

pembelajaran.

4. Tujuan KTSP Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki tujuan masingmasingdanlatarbelakangdibentuknyakurikulumtersebutsesuaidengan situasi dan kondisi saat di mana kurikulum tersebut diberlakukan. Tujuan KTSP

Secaraumumtujuanditerapkannya

KTSP

adalah

unutk

memandirikan

dan

memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan

kurikulum.Secarakhusustujuanditerapkan 1.Meningkatkanmutupendidikanmelaluikemnadiriandaninisiatifsekolahdal ammengembangkankurikulum, yang tersedia. 2.Meningkatkankepedulianwargasekolahdanmasyarakatdalammengemban gankankurikulummelaluipengembaliankeputusanbersama. 3. Meningkatkankompetesi yang sehatantarsatuanpendidikan di atas, yang KTSP mengeloladanmemberdayakansumberdaya

akandicapai.

Memahamitujuan

dapatdipandangsebagaisuatupolapendekatanbarudalampengembangankurikulu mdalamkonteksotonomidaerah yang sedangdigulirkansewasaini. Keterampilan Hidup Keterampilan hidup adalah kemampuan dan keberanian untuk menghadapi dan mengatasi masalah dan kesulitan dalam hidup kita sehari-hari. Tujuan dari keterampilan hidup ini adalah agar kita bisa melindungi diri dari berbagai resiko dan ancaman sehingga kita bisa hidup dengan baik untuk mencapai cita-cita. Keterampilan hidup berasal dari beberapa sikap dan Kemampuan untuk : 1. Mengambil keputusan, yaitu mengetahui dan memilih perilaku-perilaku dan cara-cara tertentu untuk menghindari risiko atau bahaya yang mempengarui hidup & kesehatan kita. 2. Memecahkan masalah, adalah mencari tahu apasaja yang menyebabkan terjadinya suatu masalah dan bila sudah tahu biasa menghindarinya. 3. Berpikir kritis, yaitu berpikir mengenal hal-hal apa saja yang mempengarui atau mendorong perilaku dan tindakan kita, dan juga berfikir mengenai untungrugi dari tindakan atau perbuatan yang kita pilih.

4. Berpikir kreatif, yaitu kemampuan untuk memilih cara-cara yang paling berguna atau menguntungkan untuk menjaga atau melindungi diri. 5. Berkomunikasi dengan efektif,yaitu kemampuan dan keberanian untuk mengatakan apa yang kita pikirkan,rasakan dan inginkan dengan cara yang tepat dan terus terang kepada orang lain. 6. Membina hubungan, yaitu menjaga dan mengusahakan agar hubungan dengan keluarga, teman dan orang-orang selalu selalu positif dan menyenangkan. 7. Menyadari diri, yaitu kemampuan untuk mengenali kelebihan dan kekurangan, kebutuhan dan keinginan serta sifat-sifat diri sendiri. 8. Berempati, yaitu berusaha mengerti perasaan dan pikiran orang lain. Empati bisa membantu remaja mengerti dan menerima orang lain yang berbeda dengan dirinya. Dengan begitu maka hubungan kita dengan orang lain menjadi lebih baik dan menyenangkan. 9. Mengendalikan emosi, adalah mengendalikan perasaan-perasaan yang ada di dalam diri kita seperti rasa marah,sedih, benci dan lain-lain. Yang mempengaruhi perilaku kita. karena kenal maka kita bisa mengendalikan perasaan tersebut. Kalau perasaan-perasaan itu dibiarkan terus menerus maka kesehatan kita terganggu. 10. Mengatasi stres,adalah tahu dan sadar bahwa kita sedang merasa tertekan/stress, mencari penyebabnya, lalu mengurangi stres itu dengan cara yang tepat. stres yang berlebihan kita tidak bisa berbuat apa-apa yangseharusnya kita lakukan. Selain itu stres berlebihan bisa membuat kita sakit. Keterampilan hidup ini terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu: 1. Self-Improvement Skills: Keterampilan yang membangun diri anak (selfesteem, managing feeling/emotions, coping skills, decision making skills) 2. Relational Skills : Keterampilan yang membangun hubungan antara anak dengan lingkungannya (assertion, handling conflict, building positive relationships). 3. Lifelong Skills : Keterampilan yang membangun hidup dan masa depan anak yang bertujuan dan bermakna (goal setting, identifying talents/intelligence, the art to live meaningfully).

Taksonomi Bloom Taksonomi Bloom merujukpadataksonomi yang dibuatuntuktujuanpendidikan. Taksonomiinipertama (Arikunto, kali disusunolehBenjamin Namunbegitu, S. Bloompadatahun1956. yang 2006:117)

sebenarnyaapa

dikenalsebagaitaksonomi Bloom iniadalahmerupakanhasilkelompokpenilai di Universitas yang terdiridari Benjamin S. Bloom, M.D. Engelhart, E. Furst, W.H. Hill, dan D.R. Krathwohl, yang kemudiandidukung pula oleh Ralph W. Tyler. Menuruttaksonomi (ranah, kawasan), Bloom initujuanpendidikandibagimenjadibeberapadomain

dansetiapdomaintersebutdibagikembalikedalampembagian

yang lebihrinciberdasarkanhirarkhinya. Domain-domain tersebutantara lain:

1. Cognitive

Domain

(RanahKognitif),berisiperilaku-perilaku sepertipengetahuan,

yang

menekankanaspekintelektual, danketerampilanberpikir.

pengertian,

Dalamranahinihirarkinyaadalahpengetahuan(knowledge), pemahaman(comprehension), aplikasi(application), analisis(analysis), sintesis(synthesis), danevaluasi(evaluation). 2. Affective Domain (RanahAfektif)berisiperilaku-perilaku sepertiminat, sikap, yang apresiasi,

menekankanaspekperasaandanemosi, dancarapenyesuaiandiri.

Dalamranahinihirarkinyaadalahpenerimaan(receiving/attending), tanggapan(responding), (organization), penghargaan(valuing), pengorganisasian

dankarakterisasiberdasarkannilai-nilai(Characterization

by a Value or Value Complex). 3. Psychomotor Domain (RanahPsikomotor)berisiperilaku-perilaku yang menekankanaspekketerampilanmotoriksepertitulisantangan, berenang, dan mengoperasikan mesin. mengetik, Ranahini

tersusunataspersepsi(perception), kesiapan(set), responterpimpin(guided response), mekanisme(mechanism), overt response), respontampak yang

kompleks(complex

penyesuaian(adaptation),

danpenciptaan(origination).

Dari sini dapat dipahami bahwa komponen kognitif, afektif, dan psikomotor merupakan suatu kesatuan sistem, sehingga tidak dapat dilepas satu dengan lainnya. Ketiga komponen tersebut secara bersama-sama membentuk tingkah laku, baik tingkah laku dalam berpikir, bersikap, dan berbuat,(W. Gulo, 2002:23). Dan inilah makna dari kata belajar, yakni sebuah proses yang

dilakukan oleh individu untuk memperoleh sebuah perubahan tingkah laku yang menetap, baik yang dapat diamati maupun yang tidak dapat diamati secara langsung, yang terjadi sebagai suatu hasil latihan atau pengalaman dalam interaksinya dengan lingkungan.

Taksonomi Bloom sudah sangat cocok untuk pengajaran fisika, karena seperti yang telah dipaparkan diatas, diawali dengan pengenalan materi, lalu ada pemahaman, dimana siswa harus benar benar memahami konsep fisika agar tidak sulit kedepannya. Kemudian banyak fenomena alam dan juga soal soal fisika yang perlu dianalisis, tidak cukup dengan diaamati saja. Dan tidak hanya itu, taksonomi Bloom ini sudah merupakan penggabungan ketiga aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Berbeda dengan taksonomi Harrow yang hanya

menekankan aspek psikomotor dan taksonomi Kratwohl, dkk yang hanya terfokus pada sisi afektif siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT. Rosda Karya Remaja. Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, (Edisi

RevisiCetakan ke-4). Jakarta: Bumi Aksara. Muhibbin Syah. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo. W. Gul. 2002. Strategi Belajar-Mengajar. Jakarta: Grasindo. http://id.wikipedia.org /wiki/Taksonomi_Bloom http://mathedu-unila.blogspot.com http://www.scribd.com/Teori-taksonomi-bloom