Anda di halaman 1dari 43

KULIAH

HUKUM KONSTITUSI
Oleh :
Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, SH, M.Hum
1

KONSTITUSI DAN LEMBAGA NEGARA


PENGERTIAN KONSTITUSI

NEGARA
Organisasi Kekuasaan

Power
Tends to corrupt
2

1. Kesepakatan tentang tujuan atau cita-cita bersama (the general goals of society or general acceptance of the same philosophy of government) 2. Kesepakatan tentang the rule of law sebagai landasan pemerintahan atau penyelenggaraan negara (the basis of government) 3. Kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi ketetanegaraan (the form of institutions and procedures) 4. Hasil perjuangan politik bangsa di waktu yang lampau 5. Tingkat-tingkat tertinggi perkembangan ketatanegaraan bangsa 6. Pandangan tokoh-tokoh bangsa yang hendak diwujudkan, baik untuk waktu sekarang maupun untuk waktu yang akan datang 7. Suatu keinginan, dengan mana perkembangan kahidupan ketatanegaraan bangsa hendak dipimpin.

Check and Balance


SUPRA STRUKTUR The Government Political Sphere

UUD 1945 Ketetapan MPR No. II/MPR 1978 KOnstitusi RIS 1949 UUDS 1950
Parpol/Partai Politik Infra Struktur The Socio Political Sphere Political Education Political Articulation Political Agregation Political Selection Political Communication

FUNGSI KONSTITUSI
1. 2. 3. 4. 5.

6. 7.
8. 9.

10.

Fungsi penentu dan pembatas kekuasaan organ negara Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara dengan warga negara Fungsi pemberi atau sumber legitimasi terhadap kekuasaan negara ataupun kegiatan penyelenggaraan negara Fungsi penyalur atau pengalih kewenangan dari sumber kekuasaan yang asli (yang dalam sistem demokrasi adalah rakyat) kepada organ negara Fungsi simbolik sebagai pemersatu (symbol of unity) Fungsi sebagai rujukan identitas dan keagungan kebangsaan (identity of nation) Fungsi simbolik sebagai pusat upacara (center of ceremony) Fungsi simbolik sebagai sarana pengendalian masyarakat (social control), baik dalam arti sempit hanya dibidang politik, maupun dalam arti luas menyangkut bidang sosial dan ekonomi Fungsi sebagai sarana perekayasa dan pembaruan masyarakat (social engineering atau social reform) baik dalam arti sempit maupun dalam arti luas

MATERI MUATAN KONSTITUSI


Secara Umum Terbagi Menjadi Tiga
Jaminan Terhadap Hak Asasi

Manusia
Ditetapkannya Susunan

How the various agencies are organized

Ketatanegaraan yang Bersifat Fundamental


Adanya Pembagian dan

What power is entrusted to those agencies

Pembatasan Tugas Ketatanegaraan yang Juga Bersifat Fundamental

in what manner such power is to be exercised

Muatan lain
5

Hal-hal yang Menyangkut Identitas Negara, seperti Bendera dan Bahasa Nasional

PRINSIP-PRINSIP KONSTITUSI
Anatomi kekuasaan tunduk pada hukum Jaminan dan perlindungan hak asasi manusia Peradilan yang bebas dan mandiri Akuntabilitas public

NILAI-NILAI KONSTITUSI
NILAI NORMATIF; bahwa konstitusi berlaku bukan

hanya dalam arti hukum (legal), melakinkan juga dalam kenyataan (realitas).
NILAI NOMINAL; menurut hukum masih berlaku,

namun dalam kenyataanya tidak sempurna karena ada pasal-pasal yang tidak dilakssanakan.
NILAI SEMANTIK; bahwa konstitusi secara hukum

memang berlaku tetapi hanya sekedar untuk memberi bentuk atau melaksanakan kekuasaan politik, konstitusi hanya dilaksanakan untuk kepentingan pemegang kekuasaan.

SCOPE DARI HUKUM KONSTITUSI


1.
2. 3.

4.
5. 6.

7.
8. 9.
8

Cara memilih Kepala Negara Kekuasaannya dan preoregatif Status menteri-menteri Hubungan pusat dan daerah Treaty making proses Kewarganegaraan Civil liberties Hal-hal menyangkut parlemen Cara-cara amandemen konstitusi

KLASIFIKASI KONSTITUSI
1.
2. 3.

4. 5.
9

Writen Constitution dan Unwritten Constitution (konstitusi tertulis dan tidak tertulis) Flexible Constitution dan Rigd Constitution (Konstitusi Fleksibel dan Konstitusi Kaku) Supreme Constitution dan not Supreme Constitution (Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi bukan derajat tinggi) Unitary Constitution dan federal Constitution (Konstitusi Kesatuan dan Konstitusi Serikat) Presidential Executive Constitution dan Parliamentary Executive Constitution (Konstitusi sistem Presidensil dan Konstitusi sistem

PERUBAHAN KONSTITUSI
1. By the legislature under special restrictions

(perubahan konstitusi melalui legislatif dengan persyaratan khusus) 2. By the people through a referendum (perubahan konstitusi oleh rakyat melalui referendum) 3. That methods peculiar to federal state where all, or a proportion of the federating units must agree too the change (perubahan konstitusi di negara serikat dan perubahan itu harus disetujui secara proporsional oleh negara bagian) 10 4. By a special convention for the pupose (perubahan konstitusi melalui konvensi khusus

PERUBAHAN KONSTITUSI INDONESIA

Terjadi 4 kali
Dari UUD 1945 (ditetapkan dan disahkan oleh PPKI) Konstitusi RIS 1949

UUDS 1950

Kembali ke UUD 1945 (melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959)


Amandemen UUD 1945 (1999, 2000, 2001, 2002)

11

AMENDEMEN UUD 1945


1. Amandemen Pertama (1999), arahnya

membatasi kekuasaan Presiden dan memperkuat Kedudukan DPR. 2. Amandemen kedua (2000), meliputi masalah wilayah negara dan Pemerintah Daerah 3. Amandemen ketiga (2001), meliputi asasasas Landasan Bernegara, Kelembagaan negara dan hubungan antar lembaga negara, serta tentang Pemilihan Umum 4. Amandemen keempat (2002), Ketentuan tentang Lembaga Negara, penghapusan 12 DPA, Pendidikan dan Kebudayaan,

- Perkembangan ilmu dan teknologi dan PREDIKAMENTA INDONESIANA


akseleratif - Proses-proses globalisasi - Perkembangan cepat ekonomi dan pasar bebas - Interaksi kultural dan pergeseran nilai - Perubahan sikap dan perilaku Social Issues

Hak Asasi Manusia. Kemiskinan, Kesenjangan, sosial dan keadilan sosial. Kejahatan,narkotika, minuman keras, terorisme, premanisme. Protes masyarakat dan urban riots (hooliganism / bonek). Mutu SDM, Pendidikan,perlindungan anak dan wanita. Transformasi demografik. Penyalahgunaan kewenangan/kekuasaan. Kerusakan ekologis. KEMUNGKINAN RESPONS: - Puritan/Konservatif/isolasi - Permisif/Indifferent - Komitmen

KRISIS MORAL (Carfe Diem)


1.Dekadensi Moral 2.Kerakusan,Materialis,Hedonis 3.Kemiskinan Spiritual Krisis Hukum

Krisis Identitas (Krisis Harga diri)

KRISIS NILAI: - Pengutamaan Rasionalitas - Otonomi Subjek berlebihan

Krisis Kepercayaan
Krisis Legitimasi Krisis Ekonomi Tantangan Survival Tawaran Comfort
13

- Otoritas tradisi dan agama memudar


- Kebaikan dan kebenaran hanya sededar option saja, keputusan dilandaskan pertimbangan cost of

benefit
- hati nurani menumpul

KONSTITUSIONALISME

14

2. Konstitusionalisme dalam Konstitusi RIS 1949


Aspek Prosedural / Formal
a. b. c.

Merupakan konstirusi tertulis Pembentukan konstitusi oleh konstituante (Badan Pembuat Konstitusi) Perubahan konstitusi dengan UU Federal

Aspek Materil / Substansial


a. b. c. d. e. f. g.

Bentuk Negara adalh serikat Bentuk pemerintahan adalah republik Sistem pemerintahan adalh parlementer Sistem Negara hukum yang demokratis Pengaturan HAM yang lengkap Kedaulatan rakyat yang dilaksanakn oleh pemerintah bersama-sama dengan DPR dan senat Independensi kekuasaan kehakiman

3. Konstitusionalisme dalam UUDS 1950 Aspek Prosedural / Formal


Merupakan konstitusi tertulis (UUD) b. Merupakan rigd constitution c. Merupakan supreme / superior cinstitution
a.

Aspek Materil / Substansial


a.
b. c. d.

e.
f. g. h. i.

j.
k.

Negara berdasarkan Pancasila (bukan negara agama atau sekuler) Bentuk negara kesatuan Bentuk pemerintahan republik Sistem pemerintahan presidensil, kuasi presidensil atau parlementer (beberapa opsi) Tipe negara hukum Kedaulatan rakyat Independensikekuasaan kehakiman HAM Otonomi daerah yang seluas-luasnya Pembagian kekuasaan negara dengan sistem Check & Balance Pemilihan umum yang berkala

Ruang Perdebatan dalam Membangun Konstitusionalisme


1. Masalah hubungan antara negara dan agama dalam

negara pancasila 2. Model negara hukum yang akan kita kembangkan 3. Model demokrasi yang akan kita kembangkan 4. Sistem pemerintahan negara 5. Sistem perwakilan (unikameral atau bikameral) 6. Sistem perekonomian yang menjamin demokrasi ekonomi 7. Sistem kekuasaan kehakiman (relevan tidaknya keberadaan MKRI) 8. Sistem pembagian kekuasaan negara 9. Model otonomi daerah (sisitem pemerintahan lokal) 10.Sistem pemilihan umum

LATAR BELAKANG PERUBAHAN UUD 1945


1. Sistem ketatanegaraan yang terlalu

bertumpu pada MPR, berakibat pada tidak adanya check and balance pada institusi ketatanegaraan 2. Kekuasaan presiden yang terlalu dominan (executive heavy) 3. Terdapat pasal-pasal dalam UUD 1945 yang menimbulkan multi tefsir 4. Benyaknya kewenangan presiden untuk mengatur hal penting dengan UU (kewenangan legislasi), sehingga inisiatif

TUJUAN PERUBAHAN UUD 1945


1. Menyempurnaan aturan dasar tatanan

2.

3.
4.

5.

negara agar mempu mencapai tujuan nasional Menyempurnakan aturan dasar mengenai pelaksanaan kedaulatan rakyat Menyempurnakan aturan dasar mengenai perlindungan HAM Menyempurnakan aturan dasar mengenai penyelenggaraan negara yang demokratis dan modern Menyempurnakan aturan dasar mengenai mewujudkan kesejahteraan

PRINSIP DASAR KESEPAKATAN MPR DALAM PERUBAHAN UUD 1945


1. Tidak mengubah pembukaan UUD 1945 2. Tetap mempertahankan bentuk negara

kesatuan RI 3. Tetap mempertegas sistem pemerintahan presidensil 4. Meniaddakan penjelasan UUD 1945 dan memasukan hal-hal normatif dalam pembukaan kedalam pasal-pasal UUD 1945

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

PEMBENTUKAN MAHKAMAH KONSTITUSI


Rechtsidee pembentukan Mahkamah Konstitusi : 1. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan negara 2. Ruang lingkup dari kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka 3. Ruang lingkup dari kehakiman adalah menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan 4. Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman

LANDASAN PEMBENTUKAN MK
1. Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya dalam lingkungan Peradilan Umum, lingkungan Peradilan Agama, lingkungan Peradilan Militer, lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara, dan oleh sebuah MAHKAMAH KONSTITUSI. 2. Undang-undang Nomor 24 tahun 2003

tentang Mahkamah Konstitusi, yang

KEWENANGAN MK
Berdasarkan Pasal 24C ayat (1) dan (2) UUD 1945, wewenang Mahkamah Konstitusi adalah sebagai berikut: 1. Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undangundang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilu 2. Mahkamah Konstitusi wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran Presiden

1. Pasal 10 Undang-Undang No. 24 Tahun 2003

tentang Mahkamah Konstitusi dengan merinci wewenang Mahkamah Konstitusi : 1. Menguji undang-undang terhadap UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945; 2. Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945; 3. Memutus pembubaran partai politik 4. Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum 5. Wajib memberi putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau

FUNGSI MAHKAMAH KONSTITUSI


1. Untuk melaksanakan kekuasaan peradilan

dalam sistem konstitusi. Mahkamah Konstitusi merupakan peradilan yang khusus dalam sistem konstitusi. 2. Sebagai penjaga konstitusi (the guardian of constitution). Untuk melakukan kontrol yudisial maka lembaga peradilan adalah pilihan yang tepat. 3. Sebagai penafsir konstitusi. Dalam hal ini jika hakim akan memutuskan apakah hukum itu, mereka mesti menentukan bukan hanya

PERAN MAHKAMAH KONSTITUSI


1. Salah satu pelaku kekuasaan kehakiman

dalam mendorong mekanisme check and balances dalam penyelenggaraan negara, tidak dapat dijalankan secara maksimal. 2. Menjaga konstitusionalitas pelaksanaan kekuasaan negara tidak dapat dijalankan secara maksimal 3. Mewujudkan negara hukum

ASAS-ASAS HUKUM ACARA MK


1. ASAS PUTUSAN FINAL; Mahkamah

Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final (Pasal 10). 2. ASAS PRADUGA RECHTMATING. Sebelum ada putusan Mahkamah Konstitusi, objek yang menjadi perkara harus sesuai dengan keputusan hakim. 3. ASAS PEMBUKTIAN BEBAS (VRIJ BEWIJ). Hakim Konstitusi bebas menentukan apa yang harus dibuktikan. 4. ASAS DOMINUS LITIS (keaktifan hakim

5. ASAS PUTUSAN MEMILIKI KEKUATAN

6.

7.

8. 9.

HUKUM YANG MENGIKAT ASAS NONINTERFENTIF. Bahwa kekuasaan hakim merdeka dan bebas dari segala campur tangan kekuasaan yang lain. ASAS PERADILAN DILAKUKAN DENGAN SEDERHANA, CEPAT, DAN BIAYA RINGAN ASAS SIDANG TERBUKA UNTUK UMUM ASAS OBJEKTIVITAS. Dilakukan untuk mencari keputusan yang adil atau tidak terikat

GAGASAN PEMERINTAHAN MODERN DALAM KONSTITUSI MADINAH

GAGASAN PEMERINTAHAN DALAM KONSTITUSI MADINAH DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP NEGARA HUKUM
Menyatukan Eksistensi perbedaan 1. Agama 2. Suku 3. Kultur 4. Stratifikasi Sosial

KONSTITUSI MADINAH

MAMPU MANGAKOMODASIKAN
1. Rule of Law 1.1. Supremasi Of Law 1.2. Equality before the law 1.3. Konstitusi didasarkan atas hak perseorangan 2. Rechtsstaat 2.1. Kepastian Hukum 2.2. Persamaan 2.3. Demokrasi

Relevansi/implementasi hakikat konstitusi madinah dengan konstitusi pemerintahan Indonesia


1. Pada saat pembentukan kedua konstitusi ada suasana kebatinan yang sama yaitu dibangun oleh berbagai kelompok agama dan suku yang berbeda. Ada kemiripan yang bersifat prinsip pada UUD 1945 dan konstitusi madinah : - Pada pembukaan UUD 1945 kata Allah disebut 2 kali - Pada Konstitusi Madinah kata Allah disebut 14 kali, kata Muhammad 5 kali, kata Nabi 1 kali. 3. Adanya kalimat tauhid pada kedua konstitusi itu. Pada Muqoddimah UUD1945 kalimat atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa pada konstitusi madinah kalimat dengan nama Allah yang maha rahman dan rahim Prinsip Monoteisme Prinsip Persatuan dan Kesatuan Prinsip Persamaan dan Keadilan Prinsip Kebebasan Beragama Prinsip Bela Negara

2.

2.4. Pemerintahan yang melayani


kepentingan umum Perbedaan pada konsep Rule of Law dan rechsstaat dengan konstitusi madinah, manusia kedudukannya dalam kedua konsep ini diletakkan dalam titik sentral pada konstitusi madinah manusia diletakkan dalam sebuah tujuan membangun sebuah masyarakat berdasarkan ridho Allah.

4. 5. 6. 7. 8.

9.

Prinsip Pelestarian Adat yang Baik

10. Prinsip Supremasi Syariat

Nilai-nilai Filosofis Konstitusi


Sarana pengendali (tool of social and political control) Sarana pembaharuan masyarakat (tool of social and political reform)

Sarana perekayasaan (tool of social and political engeenering)

PREDIKAMENTA INDONESIANA
Perkembangan ilmu dan teknologi dan akseleratif Proses-proses globalisasi Perkembangan cepat ekonomi dan pasar bebas Interaksi kultural dan pergeseran nilai Perubahan sikap dan perilaku Social Issues

Hak Asasi Manusia. Kemiskinan, Kesenjangan, sosial dan keadilan sosial. Kejahatan,narkotika, minuman keras, terorisme, premanisme. Protes masyarakat dan urban riots (hooliganism / bonek). Mutu SDM, Pendidikan,perlindungan anak dan wanita. Transformasi demografik. Penyalahgunaan kewenangan/kekuasaan. Kerusakan ekologis. KEMUNGKINAN RESPONS: - Puritan/Konservatif/isolasi - Permisif/Indifferent - Komitmen

KRISIS MORAL (Carfe Diem)


1.Dekadensi Moral 2.Kerakusan,Materialis,Hedonis 3.Kemiskinan Spiritual Krisis Hukum

Krisis Identitas (Krisis Harga diri)

KRISIS NILAI: - Pengutamaan Rasionalitas - Otonomi Subjek berlebihan

Krisis Kepercayaan
Krisis Legitimasi Krisis Ekonomi

- Otoritas tradisi dan agama memudar


- Kebaikan dan kebenaran hanya sededar option saja, keputusan dilandaskan pertimbangan cost of

Tantangan Survival Tawaran Comfort

benefit
- hati nurani menumpul

KARAKTERISTIK KONSTITUSI MADINAH


SUMBER DARI IJTIHAD NABI DIMENSI DUNIA & UKHRAWI BERISI NILAI-NILAI ILAHIYAH-

INSANIYAH BERSIFAT UNIVERSAL

Prinsip-prinsip Pemerintahan Madinah Dalam Perspektif Negara Hukum


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

11.
12. 13. 14.

Prinsip Umat Prinsip Persatuan dan Persaudaraan Prinsip Persamaan Prinsip Kebebasan Prinsip Hubungan Antar Pemeluk Agama Prinsip Pertahanan Prinsip Hidup Bertetangga Prinsip Tolong-menolong, Membela yang Lemah dan Teraniaya Prinsip Perdamaian Prinsip Musyawarah Prinsip Keadilan Prinsip Pelaksanaan Hukum Prinsip Kepemimpinan Prinsip Ketakwaan, Amar Amakruf Dan Nahi Munkar.

SALINAN (terjemah) BUTIR-BUTIR KONSTITUSI MADINAH


Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah
1.

Tulisan ini dari muhammad, Nabi dan Rasul Allah, yang diperutukkan bagi orang Mukmin-Muslim Quraisy dan penduduk Madinah.masyarakat yang berada disekitarnya mengikuti kelompok masyarakat yang disebutkan dan ikut berjihad bersama yang lain. Seluruh orang yang ada di Madinah adalah umat yang satu, tanpa kecuali. Orang-orang Muhajirin Quraisy tetap berada dalam hukum semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mengambil bayaran diat. Mereka berkewajiban menebus tawanannya dengan baik-baik dan adil di antara orang-orang Mukmin.

2. 3.

4.

Bani Auf tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baik dan adil di antara orang-orang Mukmin.
Bani Harits bin Al-Khazraj tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mengambil bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baikbaik dan adil di antara orang-orang Mukmin.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Bani Saidah tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Mereka berkewajiban menebus tawanannya secara baik dan adil di antara orang-orang Mukmin. Bani Hatsm tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak menagmbil bayaran diat. Setiap kelompok berkewajiban menebus tawanannya secara baik-baik dan adil di antara orang-orang Mukmin. Bani Najar tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baik dan adil di antara orang-orang Mukmin. Bani Amar bin Auf tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baik dan adil di antara orang-orang Mukmin. Bani Nabit tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baik dan adil

11.

12.

13.

14.

15.

Bani Aos tetap berada dalam hukum mereka yang semula. Mereka berkewajiban membayar diat dan berhak mendapat bayaran diat. Setiap kelompok harus menebus tawanannya secara baik dan adil di antara orang-orang Mukmin. a) Sesungguhnya orang-orang Mukmin tidak boleh meninggalkan hutang sedikitpun diantara mereka, mereka berkewajiban membayarkannya secara baik-baik dalam melunasi tebusan dan diat; b) dan orang Mukmin tidak boleh membuat perjanjian dengan seorang budak belian tanpa persetuuan tuannya; Orang-orang Mukmin yang bertakwa memiliki kekuasaan untuk menumpas orang-orang yang memberontak di antara mereka, menganiaya orang lain tanpa hak, menyatakan permusuhan dan membuat kekacauan di antara orang0orang Mukmin. Semua orang Mukmin berhak menumpasnya, sekalipun pelakunya adalah anak mereka sendiri. Seorang Mukmin tidak boleh di qisas gara-gara membunuh orang kafir dan tidak boleh membela orang kafir yang menganiaya orang Mukmin. Jaminan Allah adalah berlaku secara umum. Orang yang paling hina sekalipun wajib dilindungidan orang-orang Mukmin saling melindungi di antara mereka, tanpa kecuali.

17.

18. 19. 20.

21.

22.

Perdamaian kaum Mukmin adalah satu. Seorang Mukminin tidak boleh melakukan perdamaian dalam peperangan dijalan Allah tanpa melibatkan Mukmin yang lainnya secara adil. Setiap pasukan yang bergabung bersama pasukan perang kami hendaklah mengikuti sebagian yang lainnya. Orang-orang Mukmin harus berbagi adil dengan sesamanya untuk saling menjaga darah mereka dijalan Allah. a) Sesungguhnya hanya orang-orang Mukmin bertakwa yang berada dalam petunjuk yang paling baik dan peling lurus; b) tidak boleh ada seseorang yang melindungi harta kafir Quraisy dan jiwanya yang menghalang-halanginya dari orang Mukmin. Barangsiapa yang jelas-jelas membunuh orang Mukmin tanpa alasan, dia harus dibunuh lagi kecuali pihak keluarga terbunuh rela menerima uang tebus. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh kaum Mukmin. Tidak boleh salah seorang diantara mereka menyalahi ketentuan ini. Tidak halal bagi orang Mukmin yang telah menerima isi ketentuan lembaran ini untuk menolong atau melindungi pelaku bidah (yang menolak isi perjanjian dan lembaran konstitusi ini). Barangsiapa yang menolong orang yang bersangkutan, laknat dan murka Allah di

23. 24. 25.

26. 27. 28. 29. 30.

31. 32. 33. 34. 35.

Jika kalian berselisih terhadap isi lembaran ini, hendaklah (keputusannya) dikembalikan kepada Allah dan Muhammad. Orang-orang Yahudi dan orang Mukmin harus sama-sama berinfak selam mereka berperang (melawan musuh). Yahudi Bani Auf adalah umat yang bergabung dengan orang Mukmin. Orang Yahudi berhak memegang agama mereka dan orang Mukmin berhak penuh pada budak-budak dan jiwa mereka, kecuali yang berlaku dzalim dan membangkang, dia menghancurkan jiwa dan keluarganya. Hak bagi Yahudi Bani Najar sama dengan hak Yahudi Bani Auf. Hak bagi Bani Harits sama dengan hak Yahudi Bani Auf. Hak bagi Bani Saidah sama dengan hak Bani Auf. Hak bagi Yahudi Bani Jusyam sama dengan hak Yahudi Bani Auf. Hak bagi Yahudi Tsalabah sama dengan hak Bani Auf. Kecuali yang berbuat lalim dan membangkang, maka senyatanya dia menghancurkan diri dan keluarganya. Hak bagi Yahudi Bani Aos sama dengan hak Bani Auf. Sumur di lembah Tsalabah adalah milik mereka, seperti jiwa mereka. Hak untuk Bani Syathibiyah sama dengan hak Bani Auf dan orang baik berbeda dengan pembangkang. Budak-budak Tsalabah (memiliki hak sama) untuk dilindungi jiwanya. Keluarga Yahudi mempunyai hak untuk dilindungi jiwanya.

36.

37.

38. 39. 40. 41.

a) Tidak boleh seorangpun keluar dari mereka, kecuali atas izin Muhammad; b) Tidak boleh seorangpun dilarang untuk menuntut balas luka fisik. Dan barangsiapa yang dianiaya, ia berhak menuntut dengan dirinya sendiri dan keluarganya, kecuali orang yang berbuat dzalim. Dan Allah sangat ridho kepada orang yang berbuat baik. a) Orang Yahudi wajib berinfak dan orang Muslim wajib berinfak. Kedua belah pihak ini harus sama-sama memerangi orang yang menyerang orang-orang yang telah sepakat dengan isi lembaran; b) Seorang tidak boleh membangkang pemimpinnya dan orang yang didzalimi harus ditolong. Orang-orang Yahudi harus mengeluarkan infak bersama dengan orang-orang Mukmin selama melakukan peperangan. Kota Yatsrib (Madinah) adalah tanah suci bagi orang yang menyetujui isi lembaran ini. Seorang tetangga satu jiwa (dengan tetangga lainnya), kecuali yang berbuat mudarat dan berlaku jahat. Seorang tetangga tidak boleh melindungi orang yang meminta perlindungan, kecuali atas izin pihak yang sedang melindunginya (tidak boleh mengambil alih hak proteksi tanpa seizin dari protector

42.

43. 44. 45.

46.

47.

Jika terjadi perselisihan diantara orang-orang yang menyepakati isi lembaran ini hingga dikhawatirkan bisa menimbulkan kerusakan dan konflik. Harus dikembalikan kepada Allah dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Allah berpihak kepada orang yang paling takwa dan paling baik. Orang kafir Quraisy tidak ada perlindungan hak baginya dan juga bagi orang yang mendukungnya. Semua orang yang telah sepakat dengan isi lembaran ini berkewajiban melawan orang yang menyerang yatsrib (Madinah). a) Jika diajak untuk berdamai, semua orang yang sudah menyepakati isi lembaran ini harus menerimanya dan melaksanakan isi perjanjian damai tersebut. Orang-orang Mukmin harus menerima ajakan damai. Kecuali dengan orang-orang yang memerangi islam; b) Setiap orang tetap berhak atas bagian (kekayaannya) yang telah didapat sejak dulu. Yahudi bani Aos, baik budak-budaknya atau dori mereka, punya hak sama dengan orang-orang yang telah menyepakati isi lembaran ini dan mendapat perlakuan baik secara murni dari orang-orang yang telah menyepakati isi lembaran ini. Kebaikan berbada dengan kedurhakaan. Tidaklah seseorang berbuat sesuatu, melainkan kembali kepada dirinya. Allah berpihak kepada orang-orang yang paling jujur.dan baik dalam menepati isi lembaran ini. Tidak ada seorang pun yang mengubah isi lembaran ini, melainkan orang dzalim dan durhaka. Barangsiapa yang keluar dari Madinah,

SEKIAN

TERIMA KASIH
SEMOGA BERMANFAAT