Anda di halaman 1dari 2

Di Indonesia, terdapat banyak faktor inti yang mempengaruhi rendahnya kualitas a tau hasil pendidikan dari suatu daerah

tertentu. Faktor yang dimaksud antara lai n adalah kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), sarana dan prasarana pendidikan, ku rikulum pendidikan, serta kualitas tenaga pengajar (Guru atau Dosen). Faktor kua litas SDM adalah faktor bawaan dan memerlukan waktu yang lama untuk memperbaikin ya. Berbeda dengan SDM, faktor yang bersifat dinamis dan dapat untuk dilakukan p erbaikan dengan cepat adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum p endidikan, serta kualitas tenaga pengajar. Berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif oleh Organization for E conomic Cooperation and Development (OECD), Negara Finlandia menduduki peringaka t pertama sebagai negara dengan kualitas pendidikan terbaik. Tes tersebut dikena l dengan nama PISA, mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belaj ar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau menuntut siswa untuk mengerjakan berbagai jenis tes. Kunci kualitas pendidikan Finlandia adalah tenaga pengajarnya. Tenaga pengajar di Finlandia adalah tenaga pengajar dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. (Biologi Media Centre, 2013). De ngan demikian diperoleh kesimpulan bahwa, dari berbagai jenis faktor yang ada, f aktor tenaga pengajar adalah faktor yang paling krusial dan yang paling besar me mpengaruhi tingkat atau kualitas pendidikan sebuah Negara. Akhir-akhir ini pemerintah sangat serius dalam membenahi kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini terlihat dari telah banyaknya program-program yang dicanangka n oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di dalam memperbaiki kuali tas pendidikan. Salah satunya adalah program yang diterapkan pemerintah untuk me ndorong peningkatan kualitas atau profesionalisme Guru. Program tersebut dikenal dengan nama program Sertifikasi Guru. Terdapat beberapa jalur yang digunakan pe merintah untuk menuntaskan Sertifikasi Guru ini, yaitu PF (Portofolio), PLPG (Pe ndidikan latihan Profesi Guru), dan PPG (Pendidikan Profesi Guru). (Keswara, 201 3). Pada tahun ini, PPG dilaksanakan pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidika n Tinggi dengan program utama yang memilki slogan maju bersama mencerdaskan Indon esia . Terdapat 3 sub program yang terdapat di dalam program utama tersebut, yaitu SM3T, PPCPAK, dan PPGT SMK Produktif. Ketiga sub program ini adalah dalam bentu k beasiswa pendidikan. PPGT SMK Produktif digagas untuk mempersiapkan pendidik bidang kejuruan yang sel ama ini belum dipenuhi LPTK. Sesuai Permendiknas Nomor 8 Tahun 2009 Pasal 3 ayat (3), LPTK berhak menyelenggarakan pendidikan seperti ini bekerja sama dengan pe rguruan tinggi lain atau dengan industri yang memiliki sumber daya yang relevan. (Panitia PPGT SMK Produktif - Prodi Manajemen Informatika, 2013). Program ini m emiliki 2 tujuan utama yaitu menciptakan Guru SMK yang professional, serta memba ntu proses pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia. Program ini diharapkan me nghasilkan keluaran berupa tenaga pengajar yang professional. Kemudian tenaga pe ngajar professional yang dihasilkan tersebut akan melakukan proses pengabdian se lama 2 tahun ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal), guna mewujudkan pemer ataan pendidikan di Indonesia. (Majalah Selangkah, 2012). Di provinsi Bali, LPTK yang di ditunjuk sebagai penyelenggara program PPGT Kolab oratif adalah Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) - Singaraja. Pelaksanaan PPGT SMK Produktif di UNDIKSHA termasuk dalam kategori pelaksanaan PPGT Rintisa n. Program ini dilaksanakan tidak sama seperti pada pelaksanaan program PPGT reg ular, dimana pelaksanaannya melalui 2 tahap yaitu pendidikan di kampus (1 Semest er), dan PPL ke sekolah praktek (1 Semester). Program PPGT SMK Produktif Rintisa n pelaksanaannya boleh disesuaikan dengan sarana dan prasarana, SDM, serta lingk ungan dari pihak penyelenggara. PPGT SMK Produktif Rintisan di UNDIKSHA dilaksanakan dengan menggunakan 3 fase y aitu Praktek Kerja Lapangan (4 bulan), Workshop (2 bulan) dan Praktek Pengajaran Lapangan (6 bulan). Sebelum terjun untuk melaksanakan kegiatan PKL, Workshop, d an PPL, mahasiswa diberikan pemaparan dan dokumen yang menjelaskan tentang garis -garis besar materi yang wajib untuk dikuasai sebagai seorang calon tenaga penga jar professional. Dengan demikian mahasiswa peserta PPGT SMK Produktif memiliki pengetahuan dan persiapan yang jelas tentang materi-materi yang harus dan akan m

ereka gali dan kuasai. PKL merupakan kegiatan menerjunkan peserta PPGT SMK Produktif ke perusahaan-per usahaan terkait untuk mendapatkan pengalaman di dunia industri. Melalui PKL, mah asiswa peserta PPGT SMK Produktif diharapkan mendapatkan pengetahuan secara prak tik dan ilmu ter-update terkait dengan program keahlian yang peserta pilih. Peng alaman yang diperoleh pada kegiatan PKL akan dipersiapkan sebagai modal ilmu dan materi untuk melakukan kegiatan pada fase yaitu Workshop dan PPL. Pada PPGT SMK Produktif yang diselenggarakan oleh UNDIKSHA, terdapat 4 jenis Pro gram Keahlian yang menjadi lingkupnya sesuai dengan pilihan peserta PPGT SMK Pro duktif. Program keahlian yang dimaksud adalah Perhotelan, Tata Boga, Multimedia, dan Teknik Komputer Jaringan. Khusus mahasiswa PPGT SMK Produktif program keahl ian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), kegiatan PKL dilaksanakan di Perusahaan Jaringan skala menengah keatas. PKL dilaksanakan selama 4 bulan. PKL dimulai bul an Oktober 2013 dan berakhir bulan Januari 2014. Setiap mahasiswa PKL mendapatka n pembimbing baik dari pihak panitia kampus maupun pihak perusahaan (industri). Mahasiswa PKL diharapkan mendapatkan pengalaman dan wawasan yang cukup selama me laksanakan PKL, sehingga dapat berbagi kepada para siswa setelah terjun ke sekol ah PPL nanti. Penulis merupakan mahasiswa peserta PPGT SMK Produktif tahun 2013 dengan Program Keahlian yang dipilih yaitu Teknik Komputer Jaringan. Oleh pihak penyelenggara, pelaksanaan kegiatan PKL peserta dari program keahlian Teknik Komputer Jaringan dilaksanakan di PT. Aplikanusa Lintasarta, Denpasar. Perusahaan tersebut dipand ang sebagai perusahaan yang paling memenuhi kriteria-kriteria industri tujuan pe laksanaan PKL mahasiswa program keahlian Teknik Komputer Jaringan. Penyusunan laporan PKL merupakan hal yang wajib dibuat dan dilengkapi oleh para peserta PKL PPGT SMK Produktif 2013. Hal ini sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa bersangkutan memang benar-benar telah melaksanakan kegiatan PKL, dan telah mend apatkan aspek-aspek yang menjadi tujuan dari pelaksanaan kegiatan PKL tersebut. Maka dari itu, berikut adalah Laporan PKL yang penulis susun berdasarkan hasil t emuan selama proses kegiatan PKL berlangsung di PT. Aplikanusa Lintasarta, Denpa sar.