Anda di halaman 1dari 10

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS PERUMAHAN

DAN PERMUKIMAN DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mernberikan jaminan ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman, perlu dilakukan pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas; b. bahwa dalam rangka keberlanjutan pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman perlu dilakukan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas dari pengembang kepada pemerintah daerah; c. bahwa Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 1 !" tentang Penyerahan Prasarana #ingkungan, $tilitas $mum dan %asilitas &osial Perumahan kepada Pemerintah Daerah sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan, sehingga per'u diganti; d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huru( a, huru( b, dan huru( ), perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, &arana, dan $tilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah; Mengingat : 1. $ndang*$ndang Nomor 1+ Tahun 1 !, tentang -umah &usun .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 1 !, Nomor ",, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor //1!0; 2. $ndang*$ndang Nomor 1 Tahun 1 2 tentang Perumahan dan Permukiman .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 1 2 Nomor 2/, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor /1+ 0; 3. $ndang*$ndang Nomor 2! Tahun 2332 tentang 4angunan 5edung .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 2332 Nomor 1/1, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 121"0; 4. $ndang*$ndang Nomor /2 Tahun 2331 tentang Pemerintahan Daerah .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 2331 Nomor 12,, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 11/"0 sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan $ndang* $ndang Nomor 12 Tahun 233! tentang Perubahan 6edua atas $ndang*$ndang Nomor /2 Tahun 2331 tentang Pemerintahan Daerah .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233! Nomor , , Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1!110; 5. $ndang*$ndang Nomor 2+ Tahun 233" tentang Penataan -uang .#embaran Negara -epublik lndonesla Tahun 233" Nomor +!, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1"2,0;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1 !! tentang -umah &usun .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 1 !! Nomor ", Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor //"20; 7. Peraturan Pemerintah Nomor /+ Tahun 233, tentang Petunjuk Pelaksanaan $ndang*$ndang Nomor 2! Tahun 2332 tentang 4angunan 5edung .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233, Nomor !/, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1,/20; 8. Peraturan Pemerintah Nomor + Tahun 233+ tentang Pengelolaan 4arang Milik Negara7Daerah .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233+ Nomor 23, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1+3 0 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor /! Tahun 233! tentang Perubahan 8tas Peraturan Pemerintah Nomor + Tahun 233+ tentang Pengelolaan 4arang Milik Negara7Daerah .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233! Nomor "!, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1!,,0; 9. Peraturan Pemerintah Nomor /! Tahun 233" tentang Pembagian $rusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Pro9insi, dan Pemerintahan Daerah 6abupaten76ota .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233" Nomor !2, Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1"/"0; 10. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 233" tentang :rganisasl Perangkat Daerah .#embaran Negara -epublik lndonesia Tahun 233" Nomor ! , Tambahan #embaran Negara -epublik lndonesia Nomor 1"110; MEMUTUSKAN: Menetapkan: P;-8T$-8N M;NT;-< D8#8M N;=;-< T;NT8N5 P;D:M8N P;N>;-8?8N P-8&8-8N8, &8-8N8, D8N $T<#<T8& P;-$M8?8N D8N P;-M$6<M8N D< D8;-8?. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Prasarana adalah kelengkapan dasar (isik lingkungan yang memungkinkan lingkungan perumahan dan permukiman dapat ber(ungsi sebagaimana mestinya. 2. &arana adalah (asilitas penunjang yang ber(ungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya. 3. $tilitas adalah sarana penunjang untuk pelayanan lingkungan. 4. Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas adalah penyerahan berupa tanah dengan bangunan dan7atau tanah tanpa bangunan dalam bentuk asset dan tanggung jawab pengelolaan dari pengembang kepada pemerintah daerah. 5. Perumahan adalah kelompok rumah yang ber(ungsi sebagai lingkungan tempat

tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas. 6. Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang ber(ungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. 7. Pengembang adalah institusi atau lembaga penyelenggara pembangunan perumahan dan permukiman. 8. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah 6abupaten dan 6ota, serta Pemerintah Daerah 6husus <bukota @akarta untuk pro9insi D6< @akarta. 9. &atuan 6erja Perangkat Daerah, yang selanjutnya dlsingkat &6PD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran7pengguna barang. 10. Masyarakat adalah -ukun Tetangga .-T0 dan -ukun Aarga .-A0 penghuni perumahan dan permukiman, atau asosiasi penghuni untuk rumah susun. 11. 4arang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban 8P4D atau berasal dari perolehan lain yang sah. 12. Pengelola 4arang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah. 13. Pengguna 4arang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan barang milik daerah. BAB II TUJUAN DAN PRINSIP Pasal 2 Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman dari pengembang kepada pemerintah daerah bertujuan untuk menjamin keberlanjutan pemeliharaan dan pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas di lingkungan perumahan dan permukiman. Pasal 3 Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman berdasarkan prinsip: a. keterbukaan, yaitu masyarakat mengetahui prasarana, sarana, dan utilitas yang telah diserahkan dan atau kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses in(ormasi terkait dengan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas; b. akuntabilitas, yaitu proses penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan perundang*undangan; c. kepastian hukum, yaitu menjamin kepastian ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas di lingkungan perumahan dan permukiman sesuai dengan standar, ren)ana tapak yang disetujui oleh pemerintah daerah, serta kondisi dan kebutuhan masyarakat; d. keberpihakan, yaitu pemerintah daerah menjamin ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas bagi kepentingan masyarakat di lingkungan perumahan dan permukiman; dan e. keberlanjutan, yaitu pemerintah daerah menjamin keberadaan prasarana,

sarana, dan utilitas sesuai dengan (ungsi dan peruntukannya, BAB III PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Pasal 4 Perumahan dan permukiman terdiri atas: a. perumahan tidak bersusun: dan b. rumah susun. Pasal (1) Perumahan tidak bersusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huru( a, berupa kelompok rumah yang ber(ungsi sebagai tempat tinggal atau lingkungan hunian. (2) 6elompok rumah sebagaimana dimaksud pada ayat .10 berlantai satu atau dua. Pasal ! (1) -umah susun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huru( b, berupa bangunan gedung bertingkat dalam suatu lingkungan. (2) 4angunan gedung bertinigkat sebagaimana dimaksud pada ayat .10 terbagi dalam bagian*bagian yang distrukturkan se)ara (ungsional dalam arah horiBontal maupun 9ertikal dan merupakan satuan*satuan yang masing*masing dapat dimiliki dan digunakan se)ara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian*bersama, benda*bersama, dan tanah*bersama. Pasal " Perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas. BAB I# PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS Pasal $ Prasarana perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal ", antara lain: a. jaringan jalan; b. jaringan saluran pembuangan air limbah; c. jaringan saluran pembuangan air hujan (drainase); dan d. tempat pembuangan sampah. Pasal 9 &arana perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal ", antara lain: a. sarana perniagaan7perbelanjaan; b. sarana pelayanan umum dan pemerintahan; c. sarana pendidikan; d. sarana kesehatan;

e. f. g. h. i.

sarana sarana sarana sarana sarana

peribadatan; rekreasi dan olah raga; pemakaman; pertamanan dan ruang terbuka hijau; dan parkir. Pasal 10

$tilitas perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal ", antara lain: a. jaringan air bersih; b. jaringan listrik; c. jaringan telepon; d. jaringan gas; e. jaringan transportasi; f. pemadam kebakaran; dan g. sarana penerangan jasa umum. BAB # PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS Pasal 11 (1) Pemerintah daerah meminta pengembang untuk menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal !, Pasal , dan Pasal 13 yang dibangun oleh pengembang. (2) Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat .10 dilakukan: a. paling lambat 1 .satu0 tahun setelah masa pemeliharaan; dan b. sesuai dengan ren)ana tapak yang telah disetujui oleh pemerintah daerah. (3) Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman sesuai ren)ana tapak sebagaimana dimaksud pada ayat .20 hurut b dilakukan: a. se)ara bertahap, apabila ren)ana pembangunan dilakukan bertahap; atau b. sekaligus, apabila ren)ana pembangunan dilakukan tidak bertahap. Pasal 12 (1) Penyerahan prasarana dan utilitas sebagalrnana dimaksud dalam Pasal ! dan Pasal 13 pada perumahan tidak bersusun berupa tanah dan bangunan. (2) Penyerahan sarana pada perumahan tidak bersusun sebagaimana dimaksud dalam Pasal berupa tanah siap bangun. Pasal 13 (1) Penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas rumah susun berupa tanah siap bangun. (2) Tanah siap bangun sebagaimana dimaksud pada ayat .10 berada di satu lokasi dan di luar hak milik atas satuan rumah susun. BAB #I

PERSYARATAN PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS Pasal 14 Pemerintah daerah menerima penyerahan prasarana, sarana, perumahan dan permukiman yang telah memenuhi persyaratan: a. umum; b. teknis; dan c. administrasi Pasal 1 (1) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huru( a, meliputi: a. lokasi prasarana, sarana, dan utilitas sesuai dengan ren)ana tapak yang sudah disetujui oleh pemerintah daerah; dan b. sesuai dengan dokumen perijinan dan spesi(ikasi teknis bangunan. (2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huru( b, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang*undangan yang terkait dengan pembangunan perumahan dan permukiman. (3) Persyaratan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huru( e, harus memiliki: a. dokumen ren)ana tapak yang telah disetujui oleh pemerintah daerah; b. <jin Mendirikan 4angunan .<M40 bagi bangunan yang dipersyaratkan; c. <jin Penggunaan 4angunan .<P40 bagi bangunan yang dipersyaratkan; dan d. surat pelepasan hak atas tanah dari pengembang kepada pemerintah daerah. BAB #II PEMBENTUKAN TIM #ERI%IKASI Pasal 1! (1) 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk Pro9insi D6< @akarta membentuk Tim Ceri(ikasi untuk memproses penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman. (2) Tim Ceri(ikasi sebagaimana dimaksud pada ayat .10 terdiri atas unsur: a. &ekretariat Daerah; b. 4adan Peren)anaan Pembangunan Daerah .48PP;D80; c. 4adan Pertanahan Nasional .4PN0; d. &atuan 6erja Perangkat Daerah .&6PD0 teknis terkait; e. =amat; dan f. #urah76epala Desa. (3) Tim 9eri(ikasi diketuai oleh &ekretaris Daerah. Pasal 1" (1) Tugas tim 9eri(ikasi adalah: a. melakukan in9entarisasi prasarana, sarana, dan utilitas yang dibangun oleh pengembang di wilayah kerjanya se)ara berkala; b. melakukan in9entarisasi prasarana, sarana, dan utilitas sesuai permohonan dan utilitas

penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas oleh pengembang; c. menyusun jadwal kerja; d. melakukan 9eri(ikasi permohonan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas oleh pengembang; e. menyusun berita a)ara pemeriksaan; f. menyusun berita a)ara serah terima; g. merumuskan bahan untuk kebijakan pengelolaan peman(aatan prasarana, sarana, dan utilitas; dan h. menyusun dan menyampaikan laporan lengkap hasil in9entarisasi dan penilaian prasarana, sarana, dan utilitas se)ara berkala kepada 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta. (2) Tim 9eri(ikasi melakukan penilaian terhadap: a. kebenaran atau penyimpangan antara prasarana, sarana, dan utilitas yang telah ditetapkan dalam ren)ana tapak dengan kenyataan di lapangan. b. kesesuaian persyaratan teknis prasarana, sarana, dan utilitas yang akan diserahkan dengan persyaratan yang ditetapkan. Pasal 1$ (1) Tim 9eri(ikasi dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1" dibantu oleh sekretariat tim 9eri(ikasi. (2) &ekretariat tim 9eri(ikasi sebagaimana dimaksud pada ayat .10 berada pada &6PD yang membidangi penataan ruang atau perumahan dan permukiman. (3) &ekretariat tim 9eri(ikasi sebagaimana dimaksud pada ayat .10 ditetapkan oleh kepala daerah. BAB #III TATA &ARA PENYERAHAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS Pasal 19 Tata )ara penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman dilakukan melalui: a. persiapan; b. pelaksanaan penyerahan; dan c. pas)a penyerahan. Pasal 20 (1) Tata )ara persiapan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasa< 1 huru( a, meliputi: a. 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta menerima permohonan penyerahan prasarana, sarana dan utilitas perumahan dan permukiman dari pengembang; b. 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta menugaskan tim 9eri(ikasi untuk memproses penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas; c. tim 9eri(ikasi mengundang pengembang untuk melakukan pemaparan prasarana, sarana, dan utilitas yang akan diserahkan; d. tim 9eri(ikasi melakukan in9entarisasi terhadap prasarana, sarana, dan utilitas yang akan diserahkan, meliputi: ren)ana tapak yang disetujui oleh

pemerintah daerah, tata letak bangunan dan lahan, serta besaran prasarana, sarana, dan utilitas; dan e. tim 9eri(ikasi menyusun jadwal kerja tim dan instrumen penilaian. (2) Tata )ara pelaksanaan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huru( b, meliputi: a. tim 9eri(ikasi melakukan penelitian atas persyaratan umum, teknis dan administrasi; b. tim 9eri(ikasi melakukan pemeriksaan lapangan dan penilaian (isik prasarana, sarana, dan utilitas; c. tim 9eri(ikasi menyusun laporan hasil pemeriksaan dan penilaian (isik prasarana, sarana, dan utilitas, serta merumuskan prasarana, sarana, dan utilitas yang layak atau tidak layak diterima; d. prasarana, sarana; dan utilitas yang tidak layak diterima diberikan kesempatan kepada pengembang untuk melakukan perbaikan paling lambat 1 .satu0 bulan setelah dilakukan pemeriksaan; e. hasil perbaikan prasarana, sarana, dan utilitas sebagaimana dimaksud pada huru( e, dilakukan pemeriksaan dan penilaian kembali; f. prasarana, sarana, dan utilitas yang layak diterima dituangkan dalam 4erita 8)ara Pemeriksaan untuk disampaikan kepada 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta; g. 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta menetapkan prasarana, sarana, dan utilitas yang diterima; h. tim 9eri(ikasi mempersiapkan berita a)ara serah terima, penetapan jadwal penyerahan dan &6PD yang berwenang mengelola; dan i. penandatanganan berita a)ara serah terima prasarana, sarana, dan utilitas dilakukan oleh pengembang dan 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta dengan melampirkan da(tar prasarana. sarana, dan utilitas, dokumen teknis dan administrasi. (3) Tata )ara pas)a penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huru( ), meliputi: a. 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk Pro9insi D6< @akarta menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas kepada &6PD yang berwenang mengelola dan memelihara paling lambat / .tiga0 bulan setelah penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas dilaksanakan. b. Pengelola barang milik daerah melakukan pen)atatan asset atas prasarana, sarana, dan utilitas ke dalam Da(tar 4arang Milik Daerah .D4MD0; c. &6PD yang menerima asset prasarana, sarana, dan utilitas melakukan pen)atatan ke dalam Da(tar 4arang Milik Pengguna .D4MP0; dan d. &6PD yang menerima asset prasarana, sarana, dan utilitas mengin(ormasikan kepada masyarakat mengenai prasarana, sarana, dan utilitas yang sudah diserahkan oleh pengembang. Pasal 21 (1) Dalam hal prasarana, sarana, dan utilitas ditelantarkan dan belum diserahkan, pemerintah daerah membuat berita a)ara perolehan prasarana, sarana, dan utilitas perumahan dan permukiman. (2) Pemerintah daerah membuat pernyataan asset atas tanah prasarana, sarana, dan utilitas tersebut sebagai dasar permohonan penda(taran hak atas tanah di

kantor 4adan Pertanahan Nasional setempat. (3) 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk Pro9insi D6< @akarta menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas kepada &6PD yang berwenang mengelola dan memelihara paling lambat / .tiga0 bulan setelah kantor 4adan Pertanahan Nasional menerbitkan hak atas tanah. (4) Pengelola barang milik daerah melakukan pen)atatan asset atas prasarana, sarana, dan utilitas ke dalam Da(tar 4arang Milik Daerah .D4MD0. (5) &6PD yang menerima asset prasarana, sarana, dan utilitas melakukan pen)atatan ke dalam Da(tar 4arang Milik Pengguna .D4MP0. BAB I' PENGELOLAAN PRASARANA, SARANA, DAN UTILITAS Pasal 22 (1) Pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah yang bersangkutan. (2) Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan pengembang, badan usaha swasta dan atau masyarakat dalam pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang*undangan. (3) Dalam hal Pemerintah daerah melakukan kerja sama pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas dengan pengembang, badan usaha swasta, dan masyarakat, pemeliharaan (isik dan pendanaan prasarana, sarana, dan utilitas menjadi tanggung jawab pengelola. (4) Pengelola prasarana, sarana, dan utilitas tidak dapat merubah peruntukan prasarana, sarana, dan utilitas. BAB ' PELAPORAN Pasal 23 (1) 4upati7Aalikota menyampaikan laporan perkembangan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas di daerahnya kepada 5ubernur se)ara berkala setiap + .enam0 bulan. (2) 5ubernur menyampaikan laporan perkembangan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas di wilayahnya kepada Menteri se)ara berkala setiap tahun. BAB 'I PEMBINAAN DAN PENGA(ASAN Pasal 24 (1) 4upati7Aalikota, atau 5ubernur D6< @akarta, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap penyerahan, pengelolaan dan peman(aatan prasarana, sarana, dan utilitas. (2) 5ubernur mengkoordinasikan kabupaten7kota dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyerahan, pengelolaan dan peman(aatan prasarana,

sarana, dan utilitas. (3) Menteri melakukan pembinaan umum penyelenggaraan penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas. BAB 'II PEMBIAYAAN Pasal 2 (1) Pembiayaan pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas sebelum penyerahan menjadi tanggung jawab pengembang. (2) Pembiayaan pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas setelah penyerahan menjadi tanggung @awab pemerintah daerah, yang bersumber dari 8nggaran Pendapatan dan 4elanja Daerah .8P4D0 6abupaten76ota. (3) 6husus untuk D6< @akarta, pembiayaan pemeliharaan prasarana, sarana, dan utilitas setelah penyerahan bersumber dari 8nggaran Pendapatan dan 4elanja Daerah .8P4D0 Pro9insi. BAB 'III KETENTUAN PENUTUP Pasal 2! 4upati7Aalikota, atau 5ubernur untuk pro9insi D6< @akarta menetapkan Peraturan Daerah tentang penyerahan prasarana, sarana, dan utllitas perumahan dan permukiman dengan berpedoman pada Peraturan Menteri ini paling lambat 1 .satu0 tahun sejak ditetapkan. Pasal 2" Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 1 !" tentang Penyerahan. Prasarana #ingkungan, $tilitas $mum dan %asilitas &osial Perumahan kepada Pemerintah Daerah di)abut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 2$ Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di @akarta pada tanggal 2 @anuari 233 MENTERI DALAM NEGERI, ))* H+ MARDIYANTO