Anda di halaman 1dari 4

Tujuan utama pada pengobatan glaukoma adalah untuk melindungi fungsi penglihatan dengan cara mencegah kerusakan dari

saraf optik lebih lanjut dan menurunkan tekanan intraokuli, dengan cara memperbaiki outflow facility atau dengan menekan produksi cairan aquous humor.3 Pengobatan glaukoma biasanya dimulai dengan pemberian obat tunggal yang tergantung pada tekanan intraokuli awal. Bila pemberian obat tunggal tidak berhasil maka digunakan kombinasi beberapa obat. Bila dengan kombinasi obat juga tidak berhasil dilakukan bedah laser dan terapi pembedahan ataupun gabungannya. Mengingat setiap obat memunyai efek samping lokal maupun sistemik dan kemampuan penderita yang berbeda-beda maka diperlukan acuan yang rasional agar tercapai kepuasan dalam kualitas hidup. Acuan yang rasional adalah suatu target pressure dimana diharapkan penurunan tekanan intraokuli > 20% dari garis batas tekanan intra okuli yang dianggap normal. Obat-obatan ini dalam menurunkan tekanan intraokuli harus memunyai aksi pada dinamika aquous humor. Pengobatan non bedah menggunakan obat-obatan yang berfungsi menurunkan produksi maupun ekskresi dari aqueous humor. A. Supresi pembentukan aquous humor2,3 1. Penghambat adrenergik beta adalah obat yang paling luas digunakan untuk terapi glaukoma. Obat ini dapat digunakan tersendiri atau dikombinasikan dengan obat lain. Preparat yang tersedia sekarang yaitu timolol maleat 0,25% dan 0,5%, betaksolol 0,25% dan 0,5%, levobunolol 0,25% dan 0,5%, dan metipranolol 0,3%. 2. Apraklonidin adalah suatu agonis adrenergik 2 baru yang menurunkan pembentukan humor akuos tanpa efek pada aliran keluar. 3. Inhibitor karbonat anhidrase sistemik- asetazolamid adalah yang paling banyak digunakan, tetapi terdapat alternatif lain yaitu diklorfenamid dan metazolamid. Digunakan untuk glaukoma kronik apabila terapi topikal tidak memberi hasil memuaskan dan glaukoma akut dimana tekanan intraokuler yang sangat tinggi yang perlu segera di kontrol. Obat ini mampu menekan pembentukan humor akuos sebesar 40-60%. 4. Brimonidine adalah agonis alpha adrenergik yang terutama menurunkan produksi humor akuos dan yang kedua untuk meningkatkan aliran keluar aquous humor. B. Memperbaiki outflow facility2,3

1. Obat parasimpatomimetik meningkatkan aliran keluar humor aquos dengan bekerja pada jalinan trabekular meshwork melalui kontraksi otot siliaris. Obat pilihan adalah pilokaprin, larutan0,5-6% yang diteteskan beberapa kali sehari, atau gel 4% yang diteteskan sebelum tidur. 2. Analog prostaglandin meningkatkan sekresi uveoskleral. C. Penurunan volume korpus vitreum2 Obat-obat hiperosmotik menyebabkan darah menjadi hipertonik sehingga air tertarik keluar dari korpus vitreum. Selain itu terjaid penurunan produksi humor akuos. Obat yang paling sering digunakan adalah Gliserin (gliserol) oral. Bila pengobatan non-bedah tidak berhasil maka dilakukan trabekulektomi dan trabekuloplasti laser. Operasi dilakukan bila tekanan intraokuler tetap diatas 30 mmHg, kerusakan papil saraf optik yang progresif, dan kerusakan lapang pandangan yang progresif.

A. Trabekuloplasti laser3 Penggunaan laser untuk menimbulkan lika bakar melalui suatu goniolensa kejalinan trabekular dapat mempermudah aliran keluar humor akuos karena efek luka bakar tersebut pada jalinan trabekular dan kanalis Schlemm serta terjadinya prosese-proses selular yang meningkatkan fungsi jalinan trabekular. Teknik ini dapat diterapkan untuk bermacam-macam bentuk glaukoma sudut terbuka, dan hasilnya bervariasi bergantung pada penyebab yang mendasari. Penurunan tekanan biasanya memungkinkan pengurangan terapi medis dan penundaan tindakan bedah glaukoma.

B. Trabekulektomi 3

Operasi insisional dipertimbangkan ketika pendekatan non-invasif gagal untuk mengontrol tekanan intraokuler. Salah satu teknik yang dikenal sebagai trabekulektomi, yang melibatkan pembuatan fistula antara ruang anterior dan ruang subkonjunctival mata. Implan drainase merupakan alternatif insisi untuk trabeculektomi. Operasi implan drainase melibatkan menanamkan perangkat drainase ke mata yang mengalirkan aqueous humor ke subconjunctival space. Trabekulotomi adalah prosedur yang paling sering digunakan untuk memintas saluran-saluran humor dari drainase bilik normal depan sehingga ke terbentuk jaringan akses langsung dan aquous orbita.

mata

subkonjungtiva

KOMPLIKASI 3

1. Penurunan penglihatan 2. Terbentuknya lingkaran halo 3. Nyeri pada mata dan kepala 4. Ulkus kornea 5. Kebutaan

PROGNOSIS Prognosis sangat tergantung pada penemuan dan pengobatan dini. Pembedahan tidak seluruhnya menjamin kesembuhan mata. Tindakan pembedahan merupakan tindakan untuk membuat filtrasi cairan mata (aquous humor) keluar bilik mata dengan operasi trabekulektomi dan trabekuloplasti laser. Bila gagal maka mata akan buta total.1 Pada glaucoma primer sudut terbuka ditemukan perjalanan penyakit yang lama akan tetapi berjalan terus sampai berakhir dengan kebutaan yang disebut glaucoma absolute. Karena perjalanan penyakit demikian maka glaucoma primer sudut terbuka disebut sebagai maling penglihatan.1

1.

Sidarta I. Glaukoma. Ilmu Penyakit Mata Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI;

2010.hal 213-216

2.

Dunitz, M. Anatomy, Physiology, and Patophysiology : Handbook of Glaucoma. Second

Edition. Taylor and Francis: London; 2003.p.3-10

3. Ribhi Hazin, MD; Andrew M. Hendrick MD; Malik Y. Kahook, MD, 2009. Primary OpenAngle Glaucoma:Diagnostic Approaches and Management. Journal of the National Medical Association. Vol, 101 No. 1. Januari 2009.