Anda di halaman 1dari 8

Dari berbagai kepustakaan dapat diungkapkan bahwa kebijakan publik dalam kepustakaan Internasional disebut sebagai public policy,

yaitu suatu aturan yang mengatur kehidupan bersama yang harus ditaati dan berlaku mengikat seluruh warganya. Setiap pelanggaran akan diberi sanksi sesuai dengan bobot pelanggarannya yang dilakukan dan sanksi dijatuhkan didepan masyarakat oleh lembaga yang mempunyai tugas menjatuhkan sanksi (Nugroho R., 2 !" #$%&.

'turan atau peraturan tersebut secara sederhana kita pahami sebagai kebijakan publik, jadi kebijakan publik ini dapat kita artikan suatu hukum. 'kan tetapi tidak hanya sekedar hukum namun kita harus memahaminya secara utuh dan benar. (etika suatu isu yang menyangkut kepentingan bersama dipandang perlu untuk diatur maka )ormulasi isu tersebut menjadi kebijakan publik yang harus dilakukan dan disusun serta disepakati oleh para pejabat yang berwenang. (etika kebijakan publik tersebut ditetapkan menjadi suatu kebijakan publik" apakah menjadi *ndang$*ndang, apakah menjadi +eraturan +emerintah atau +eraturan +residen termasuk +eraturan Daerah maka kebijakan publik tersebut berubah menjadi hukum yang harus ditaati. Sementara itu pakar kebijakan publik mende)inisikan bahwa kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan atau tidak dikerjakan oleh pemerintah, mengapa suatu kebijakan harus dilakukan dan apakah man)aat bagi kehidupan bersama harus menjadi pertimbangan yang holistik agar kebijakan tersebut mengandung man)aat yang besar bagi warganya dan berdampak kecil dan sebaiknya tidak menimbulkan persoalan yang merugikan, walaupun demikian pasti ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan, disinilah letaknya pemerintah harus bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan (,homas Dye, #--2" 2$!&. *ntuk memahami kedudukan dan peran yang strategis dari pemerintah sebagai public actor, terkait dengan kebijakan publik maka diperlukan pemahaman bahwa untuk mengaktualisasinya diperlukan suatu kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Seorang pakar mengatakan. ('minullah dalam /uhammadi, 2 #. 0%# 1 0%2&. bahwa kebijakan adalah suatu upaya atau tindakan untuk mempengaruhi sistem pencapaian tujuan yang diinginkan, upaya dan tindakan dimaksud bersi)at strategis yaitu berjangka panjang dan menyeluruh. Demikian pula berkaitan dengan kata kebijakan ada yang mengatakan. (Ndraha 2 0. !-2$!--&

bahwa kata kebijakan berasal dari terjemahan kata policy, yang mempunyai arti sebagai pilihan terbaik dalam batas$batas kompetensi actor dan lembaga yang bersangkutan dan secara )ormal mengikat.

/eski demikian kata kebijakan yang berasal dari policy dianggap merupakan konsep yang relati) (/ichael 2ill, #--0. 3&. ,he concept o) policy has a particular status in the rational model as the relati4ely durable element against which other premises and actions are supposed to be tested )or consistency. Dengan demikian yang dimaksud kebijakan dalam (ybernology dan adalah sistem nilai kebijakan dan kebijaksanaan yang lahir dari keari)an aktor atau lembaga yang bersangkutan. Selanjutnya kebijakan setelah melalui analisis yang mendalam dirumuskan dengan tepat menjadi suatu produk kebijakan. Dalam merumuskan kebijakan ,homas R. Dye merumuskan model kebijakan antara lain menjadi. model kelembagaan, model elit, model kelompok, model rasional, model inkremental, model teori permainan, dan model pilihan publik, dan model sistem. Selanjutnya tercatat tiga model yang diusulkan ,homas R. Dye, yaitu. model pengamatan terpadu, model demokratis, dan model strategis. ,erkait dengan organisasi, kebijakan menurut 5eorge R. ,erry dalam bukunya +rinciples o) /anagement adalah suatu pedoman yang menyeluruh, baik tulisan maupun lisan yang memberikan suatu batas umum dan arah sasaran tindakan yang akan dilakukan pemimpin (,erry, #-6!.2%3&. (ebijakan secara umum menurut Said 7ainal 'bidin (Said 7ainal 'bidin,2 dibedakan dalam tiga tingkatan. #. Kebijakan umum, yaitu kebijakan yang menjadi pedoman atau petunjuk pelaksanaan baik yang bersi)at positi) ataupun yang bersi)at negati) yang meliputi keseluruhan wilayah atau instansi yang bersangkutan. 2. Kebijakan pelaksanaan adalah kebijakan yang menjabarkan kebijakan umum. *ntuk tingkat pusat, peraturan pemerintah tentang pelaksanaan suatu undang$undang. 0. Kebijakan teknis, kebijakan operasional yang berada di bawah kebijakan pelaksanaan. !.0#$00& dapat

Namun demikian berdasarkan perspekti) sejarah, maka akti4itas kebijakan dalam tataran ilmiah yang disebut analisis kebijakan, memang berupaya mensinkronkan antara pengetahuan dan tindakan. Dikatakan oleh 8illiam N. Dunn (8illiam N. Dunn, 2 0. 3-& 'nalisis (ebijakan (+olicy 'nalysis& dalam arti historis yang paling luas merupakan suatu pendekatan terhadap pemecahan masalah sosial dimulai pada satu tonggak sejarah ketika pengetahuan secara sadar digali untuk dimungkinkan dilakukannya pengujian secara eksplisit dan re)lekti) kemungkinan menghubungkan pengetahuan dan tindakan.

Setelah memaparkan makna kebijakan, maka secara sederhana kebijakan publik digambarkan oleh 9ill :enkins didalam buku ,he +olicy +rocess sebagai (ebijakan publik adalah suatu keputusan berdasarkan hubungan kegiatan yang dilakukan oleh aktor politik guna menentukan tujuan dan mendapat hasil berdasarkan pertimbangan situasi tertentu. Selanjutnya 9ill :enkins mende)inisikan kebijakan publik sebagai. (/ichael 2ill, #--0. 0!& ' set o) interrelated decisions taken by a political actor or group o) actors concerning the selection o) goals and the means o) achie4ing them within a speci)ied situation where these decisions should, in principle, be within the power o) these actors to achie4e. Dengan demikian kebijakan publik sangat berkait dengan administasi negara ketika public actor mengkoordinasi seluruh kegiatan berkaitan dengan tugas dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat melalui berbagai kebijakan publik;umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan negara. *ntuk itu diperlukan suatu administrasi yang dikenal dengan <administrasi negara.= /enurut Nigro dan Nigro dalam buku /. Ir)an Islamy <+rinsip$prinsip (ebijakan Negara (Islamy, 2 #.#&, administrasi negara mempunyai peranan penting dalam merumuskan kebijakan negara dan ini merupakan bagian dari proses politik. 'dministrasi negara dalam mencapai tujuan dengan membuat program dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan dalam bentuk kebijakan. >leh karena itu kebijakan dalam pandangan ?asswell dan (aplan yang dikutip oleh Said 7ainal 'bidin ('bidin, 2 praktik. ,erkait dengan kebijakan publik, menurut ,homas R. Dye penulis buku <*nderstanding +ublic +olicy, yang dikutip oleh Riant Nugroho D (Riant, 2 !.0& (ebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan pemerintah, mengapa mereka melakukan, dan hasil yang membuat sebuah kehidupan bersama tampil. Sedangkan menurut Said 7ainal 'bidin, alumni *ni4ersity o) +ittsburgh, +ennsyl4ania, *S, (Said 7ainal 'bidin,2 !. 20& kebijakan publik biasanya tidak bersi)at spesi)ik dan sempit, tetapi luas dan berada pada strata strategis. Sebab itu kebijakan publik ber)ungsi sebagai pedoman umum untuk kebijakan dan keputusan$keputusan khusus di bawahnya. Dalam (ybernology dan dalam konsep kebijakan pemerintahan kebijakan publik merupakan suatu sistem nilai yang lahir dari keari)an aktor atau lembaga yang bersangkutan dapat !. 2#& adalah sarana untuk mencapai tujuan atau sebagai program yang diproyeksikan berkenaan dengan tujuan, nilai, dan

digambarkan sebagai berikut.

Sistem Nilai Kearifan

Selanjutnya kebijakan publik tersebut setelah melalui analisa yang mendalam dan dirumuskan dengan tepat menjadi suatu produk kebijakan publik. Dalam merumuskan kebijakan publik ,homas R. Dye merumuskan model kebijakan yaitu. #. /odel (elembagaan" 2. /odel @lit" 0. /odel (elompok" !. /odel Rasional" A. /odel Inkremental" 6. /odel ,eori +ermainan" %. /odel +ilihan +ublik" 3. /odel Sistem

Selain itu ada tiga model yang diusulkan ,homas R. Dye, yaitu. #. /odel +engamatan ,erpadu" 2. /odel Demokratis" 0. /odel Strategis

Di sisi lain kebijakan publik sangat berkait dengan administasi negara ketika public actor mengkoordinasi seluruh kegiatan berkaitan dengan tugas dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat melalui berbagai kebijakan publik;umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan negara. *ntuk itu diperlukan suatu administrasi yang dikenal dengan <administrasi negara.= (ebutuhan masyarakat tidak seluruhnya dapat dipenuhi oleh indi4idu atau kelompoknya melainkan diperlukan keterlibatan pihak lain yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. +ihak lain inilah yang kemudian disebut dengan administrasi negara. +roses dilakukan organisasi atau perorangan yang bertindak dalam kedudukannya sebagai pejabat yang berkaitan dengan penerapan atau pelaksanaan hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh legislati), eksekuti), dan yudikati). 'dministrasi negara dalam mencapai tujuan dengan membuat program dan melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan dalam bentuk kebijakan. (ebijakan menurut ?asswell dan (aplan yang dikutip oleh Said 7ainal 'bidin ('bidin, 2 !. 2#& adalah sarana untuk mencapai tujuan, menyebutkan kebijakan sebagai program yang diproyeksikan berkenaan dengan tujuan, nilai, dan praktik. +endapat lain tentang kebijakan menurut 2einB @ulau dan (enneth +rewit adalah suatu keputusan yang menuntut adanya perilaku yang konsisten dan pengulangan bagi pembuat dan pelaksana kebijakan. ,erkait dengan kebijakan publik, menurut ,homas R. Dye penulis buku <*nderstanding +ublic +olicy, yang dikutip oleh Riant Nugroho D (Riant, 2 sebuah kehidupan bersama tampil. Sedangkan menurut Said 7ainal 'bidin, alumni *ni4ersity o) +ittsburgh, +ennsyl4ania, *S, (Said 7ainal 'bidin,2 !. 20& kebijakan publik adalah biasanya tidak bersi)at spesi)ik dan sempit, tetapi luas dan berada pada strata strategis. Sebab itu kebijakan publik ber)ungsi sebagai pedoman umum untuk kebijakan dan keputusan$keputusan khusus di bawahnya. (ebijakan publik yang dibuat oleh pemerintah bertujuan untuk mengatur kehidupan bersama untuk mencapai 4isi dan misi yang telah disepakati. 2al ini seperti tergambar dalam gambar berikut. Kebijakan Publik !.0& (ebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan pemerintah, mengapa mereka melakukan, dan hasil yang membuat

Dari gambar di atas dapat simpulkan bahwa kebijakan publik sebagai manajemen pencapaian tujuan yang dapat diukur. Namun menurut Riant Nugroho D., bukan berarti kebijakan publik mudah dibuat, mudah dilaksanakan, dan mudah dikendalikan, karena kebijakan publik menyangkut politik (Nugroho, 2 !.A2&.

(ebijakan publik dalam praktik ketatanegaraan dan kepemerintahan pada dasarnya terbagi dalam tiga prinsip yaitu.pertama, dalam konteks bagaimana merumuskan kebijakan publik (Cormulasi kebijakan&" kedua, bagaimana kebijakan publik tersebut diimplementasikan dan ketiga, bagaimana kebijakan publik tersebut die4aluasi (Nugroho 2 !,# $# A&

Dalam konteks )ormulasi, maka berbagai isu yang banyak beredar didalam masyarakat tidak semua dapat masuk agenda pemerintah untuk diproses menjadi kebijakan. Isu yang masuk dalam agenda kebijakan biasanya memiliki latar belakang yang kuat berhubungan dengan analisis kebijakan dan terkait dengan enam pertimbangan sebagai berikut. #. 'pakah Isu tersebut dianggap telah mencapai tingkat kritis sehingga tidak bisa diabaikanD. 2. 'pakah Isu tersebut sensiti), yang cepat menarik perhatian masyarakatD 0. 'pakah Isu tersebut menyangkut aspek tertentu dalam masyarakatD !. 'pakah Isu tersebut menyangkut banyak pihak sehingga mempunyai dampak yang luas dalam masyarakat kalau diabaikanD A. 'pakah Isu tersebut berkenaan dengan kekuasaan dan legitimasiD 6. 'pakah Isu tersebut berkenaan dengan kecenderungan yang sedang berkembang dalam masyarakatD

Namun dari semua isu tersebut di atas menurut Said 7ainal 'bidin (Said 7ainal 'bidin, 2

!.

A6$A-& tidak semua mempunyai prioritas yang sama untuk diproses. Ini ditentukan oleh suatu

proses penyaringan melalui serangkaian kriteria. 9erikut ini kriteria yang dapat digunakan dalam menentukan salah satu di antara berbagai kebijakan. #. @)ekti)itas 1 mengukur suatu alternati) sasaran yang dicapai dengan suatu alternati) kebijakan dapat menghasilkan tujuan akhir yang diinginkan. 2. @)isien 1 dana yang digunakan harus sesuai dengan tujuan yang dicapai. 0. Eukup 1 suatu kebijakan dapat mencapai hasil yang diharapkan dengan sumberdaya yang ada. !. 'dil A. ,erjawab 1 kebijakan dibuat agar dapat memenuhi kebutuhan sesuatu golongan atau suatu masalah tertentu dalam masyarakat.

'kti4itas analisis didalam kebijakan publik pada dasarnya terbuka terhadap peran serta disiplin ilmu lain. >leh karena itu didalam kebijakan publik akan terlihat suatu gambaran bersintesanya berbagai disiplin ilmu dalam satu paket kebersamaan. 9erdasarkan pendekatan kebijakan publik, maka akan terintegrasi antara kenyataan praktis dan pandangan teoritis secara bersama$sama. Dalam kesempatan ini Ripley menyatakan (Randal 9. Ripley, #-3A. 0#& Didalam proses kebijakan telah termasuk didalamnya berbagai akti4itas praktis dan intelektual yang berjalan secara bersama$sama. +ada praktik kebijakan publik antara lain mengembangkan mekanisme jaringan aktor (actor networks&. /elalui mekanisme jaringan aktor telah tercipta jalur$jalur yang bersi)at in)ormal (second track&, yang ternyata cukup bermakna dalam mengatasi persoalan$persoalan yang sukar untuk dipecahkan. /ark Eonsidine memberi batasan jaringan aktor sebagai. (/ark Eonsidine, #--!. # 0& (eterhubungan secara tidak resmi dan semi resmi antara indi4idu$indi4idu dan kelompok$ kelompok di dalam suatu sistem kebijakan. ,erdapat 0 (tiga& rangkaian kesatuan penting didalam analisis kebijakan publik yang perlu dipahami, yaitu )ormulasi kebijakan (policy formulation&, implementasi kebijakan (policy implementation& dan e4aluasi kebijakan (policy evaluation&. Didalam kesempatan ini dibahas lebih lanjut mengenai implementasi kebijakan, karena memiliki rele4ansi dengan tema kajian.
DIPOSKAN OLEH PUTRA GOES DI 22:34

PENGERTIAN DAN BENTUK ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK William N. Dunn (2000) mengemukakan a!"a anali#i# ke i$akan a%ala! #ua&u %i#i'lin ilmu #(#ial &e)a'an *ang menggunakan e) agai ma+am me&(%e 'eneli&ian %an a)gumen un&uk meng!a#ilkan %an memin%a!kan in,()ma#i *ang )ele-an %engan ke i$akan. #e!ingga %a'a& %iman,aa&kan %i &ingka& '(li&ik %alam )angka meme+a!kan ma#ala!/ma#ala! ke i$akan. Weime) an% 0ining. (122341)4 T!e ')(%u+& (, '(li+* anal*#i# i# a%-i+e. S'e+i,i+all*. i& i# a%-i+e &!a& in,()m #(me 'u li+ '(li+* %e+i#i(n. Ja%i anali#i# ke i$akan 'u lik le i! me)u'akan na#e!a& a&au a!an 'e)&im angan 'em ua& ke i$akan 'u lik *ang e)i#i &en&ang ma#ala! *ang %i!a%a'i. &uga# *ang me#&i %ilakukan (le! ()gani#a#i 'u lik e)kai&an %engan ma#ala! &e)#e u&. %an $uga e) agai al&e)na&i, ke i$akan *ang mungkin i#a %iam il %engan e) agai 'enilaiann*a e)%a#a)kan &u$uan ke i$akan. Anali#i# ke i$akan 'u lik e)&u$uan mem e)ikan )ek(men%a#i un&uk mem an&u 'a)a 'em ua& ke i$akan %alam u'a*a meme+a!kan ma#ala!/ma#ala! 'u lik. Di %alam anali#i# ke i$akan 'u lik &e)%a'a& in,()ma#i/ in,()ma#i e)kai&an %engan ma#ala!/ma#ala! 'u lik #e)&a a)gumen/a)gumen &en&ang e) agai al&e)na&i, ke i$akan. #e agai a!an 'e)&im angan a&au ma#ukan ke'a%a 'i!ak 'em ua& ke i$akan. Anali#i# ke i$akan 'u lik e)%a#a)kan ka$ian ke i$akann*a %a'a& %i e%akan an&a)a anali#i# ke i$akan #e elum a%an*a ke i$akan 'u lik &e)&en&u %an #e#u%a! a%an*a ke i$akan 'u lik &e)&en&u. Anali#i# ke i$akan #e elum a%an*a ke i$akan 'u lik e)'i$ak 'a%a 'e)ma#ala!an 'u lik #ema&a #e!ingga !a#iln*a ena)/ ena) #e ua! )ek(men%a#i ke i$akan 'u lik *ang a)u. Ke%uan*a aik anali#i# ke i$akan #e elum mau'un #e#u%a! a%an*a ke i$akan mem'un*ai &u$uan *ang #ama *akni mem e)ikan )ek(men%a#i ke i$akan ke'a%a 'enen&u ke i$akan aga) %i%a'a& ke i$akan *ang le i! e)kuali&a#. Dunn (20004 115) mem e%akan &iga en&uk u&ama anali#i# ke i$akan 'u lik. *ai&u4 1.Anali#i# ke i$akan ')(#'ek&i, Anali#i# Ke i$akan P)(#'ek&i, *ang e)u'a ')(%uk#i %an &)an#,()ma#i in,()ma#i #e elum ak#i ke i$akan %imulai %an %iim'lemen&a#ikan. Anali#i# ke i$akan %i#ini me)u'akan #ua&u ala& un&uk men#in&e#akan in,()ma#i un&uk %i'akai %alam me)umu#kan al&e)na&i, %an ')e,e)en#i ke i$akan *ang %in*a&akan #e+a)a k(m'a)a&i,. %i)amalkan %alam a!a#a kuan&i&a&i, %an kuali&a&i, #e agai lan%a#an a&au 'enun&un %alam 'engam ilan ke'u&u#an ke i$akan. 2.Anali#i# ke i$akan )e&)(#'ek&i, Anali#i# Ke i$akan Re&)(#'ek&i, a%ala! #e agai 'en+i'&aan %an &)an#,()ma#i in,()ma#i #e#u%a! ak#i ke i$akan %ilakukan. Te)%a'a& 6 &i'e anali# e)%a#a)kan kegia&an *ang %ikem angkan (le! kel(m'(k anali# ini *akni anali# *ang e)()ien&a#i 'a%a %i#i'lin. anali# *ang e)()ien&a#i 'a%a ma#ala! %an anali# *ang e)()ien&a#i 'a%a a'lika#i. Ten&u #a$a ke&iga &i'e anali#i# )e&)(#'ek&i, ini &e)%a'a& kele i!an %an kelema!an. 6.Anali#i# ke i$akan *ang &e)in&eg)a#i Anali#i# Ke i$akan *ang &e)in&eg)a#i me)u'akan en&uk anali#i# *ang mengk(m ina#ikan ga*a ('e)a#i 'a)a ')ak&i#i *ang mena)u! 'e)!a&ian 'a%a 'en+i'&aan %an &)an#,()ma#i in,()ma#i #e elum %an #e#u%a! &in%akan ke i$akan %iam il. Anali#i# ke i$akan *ang &e)in&eg)a#i &i%ak !an*a meng!a)u#kan 'a)a anali# un&uk mengkai&kan &a!a' 'en*eli%ikan )e&)(#'ek&i, %an 'e)#'ek&i,. &e&a'i $uga menun&u& 'a)a anali# un&uk &e)u# mene)u# meng!a#ilkan %an men&)an#,()ma#ikan in,()ma#i #e&ia' #aa&. Sum e) uku Anali#i# Ke i$akan Pu lik ka)*a Lie#&*(%(n(