Anda di halaman 1dari 18

Program Kreativitas Mahasiswa

PENGGUNAAN CAT WARNA HIJAU PADA TEMBOK RUMAH SAKIT UNTUK TERAPI PENYEMBUHAN PASIEN DEPRESI

Bidang Kegiatan: PKM-GT

Diusulkan Oleh: Jauhar Arty Asriani Novita Rachmawati Agus Tina Diana Sari J 500070005 J 500070037 J 500090086

Universitas Muhammadiyah Surakarta Surakarta 2010

HALAMAN PENGESAHAN

1.

Judul Kegiatan

: Penggunaan Cat Warna Hijau pada Tembok Rumah Sakit untuk Terapi Penyembuhan Pasien Depresi : ( ) PKM-AI (x) PKM-GT

2. 3.

Bidang Kegiatan

Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas e. Alamat dan No Telp./HP f. Alamat email

: : : : :

Jauhar Arty Asriani J500070005 Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Wates Kulon, RT 02/03, Bangsri, Purwantoro, Wonogiri. 081328592144 : jauhar.art@gmail.com

4. 5.

Anggota Pelaksana Kegiatan : dua orang Dosen Pendamping a. Nama b. NIP c. Alamat dan No. Telp.

: dr. Yusuf Alam Romadhon : 1003 : Jl. Rajawali 7/3, Candi Baru, Gonilan, Kartasura, 57102. 08122593562

Surakarta, 24 Februari 2010 Menyetujui Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa

Ketua Pelaksana Kegiatan

dr. M. Shoim Dasuki, M. Kes NIK. 676

Jauhar Arty Asriani NIM. J500070005

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan

Dosen Pendamping

Prof. Dr. H. Absori, S.H, M. Hum NIK. 535

dr. Yusuf Alam Romadlon NIK. 1003

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami mempunyai kekuatan dan kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai Penggunaan Cat Warna Hijau pada Tembok Rumah Sakit untuk Terapi Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi. Dalam penyusunan gagasan ini banyak mendapat arahan, bimbingan, bantuan, serta dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. dr. H. Bambang Subagyo, Sp.A (K)., selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2. dr. Yusuf Alam Romadhon, sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk membimbing dan memberi dukungan dalam menyelesaikan penyusunan gagasan ini. Kami menyadari dalam penyusunan gagasan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun peneliti harapkan dari pembaca. Akhir kata kami mengucapkan banyak terima kasih dan semoga gagasan ini nantinya bermanfaat bagi semua pihak. Surakarta, 24 Februari 2010

Penulis

iii

DAFTAR ISI

Halaman judul ...................................................................................................... i Halaman pengesahan .......................................................................................... ii Kata Pengantar..................................................................................................... iii Daftar isi ............................................................................................................. iv Daftar Lampiran .................................................................................................. v Ringkasan ........................................................................................................... vi Pendahuluan ........................................................................................................ 1 Gagasan ............................................................................................................... 3 Kesimpulan ......................................................................................................... 10 Daftar Pustaka ..................................................................................................... 13 Daftar Riwayat Hidup ....................................................................................... 14 Lampiran ........................................................................................................... 16

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 ........................................................................................................... 16 Lampiran 2 .......................................................................................................... 16 Lampiran 3............................................................................................................ 17 Lampran 4 ............................................................................................................17 Lampiran 5 .......................................................................................................... 18

RINGKASAN

Depresi merupakan kasus yang cukup sering ditemukan di masyarakat, khususnya di Indonesia ini. Hanya saja masyarakat kebanyakan sering tidak menyadarinya. Kalau pun mereka menyadarinya, depresi tersebut sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi. Sehingga gangguan tersebut sering diabaikan. Hal yang menjadi alasan tersering ketidakpedulian mereka terhadap gangguan ini adalah karena biaya pengobatan yang tidak bisa dibilang murah. Untuk itu kami menyampaikan sebuah gagasan tentang terapi warna hijau untuk penyembuhan pasien depresi. Hijau mempunyai daya tarik yang kuat dengan lingkungan, membantu kita berempati dengan sesama dan dengan alam. Secara naluri kita mencarinya ketika mengalami stres atau mengalami trauma emosional. Hijau merupakan warna yang alami dan menunjukan kemurnian dan harmoni. Warna hijau menggambarkan suasana alam, menyejukkan saraf, menyegarkan mata dan memberikan efek ketenangan dan kesembuhan. Warna ini dapat dikatakan sebagai penyembuh yang luar biasa. Hijau digunakan untuk menyeimbangkan dan menstabilisasi energi tubuh. Warna ini menimbulkan rasa nyaman, rileks, kalem, mengurangi stres, menyeimbangkan, dan menenangkan emosi. Penggunaan cat warna hijau pada tembok Rumah Sakit merupakan salah satu aplikasi terapi warna. Terapi warna juga sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu seperti bangsa Mesir dan Arab untuk pengobatan penyakit. Adapun mekanisme penurunan tekanan darah dengan menggunakan warna hijau melalui beberapa alur, yaitu adanya impuls warna hijau akan ditangkap oleh kornea diteruskan ke lensa mata kemudian diolah di retina setelah itu dilanjutkan nervus opticus menuju ke chiasma opticum lalu ke tractus opticum, nucleus geniculatum lateral dorsalis, tractus geniculocalcarina dan sampailah di korteks penglihatan primer yaitu di calcarina lobus oksipitalis. Pengolahan impuls warna di retina bergantung pada reseptor retina. Reseptor retina adalah sel batang dan tiga jenis sel kerucut yang berbeda. Sel kerucut memperantarai sensasi warna (merah, hijau, biru) dan terutama banyak ditemukan di daerah penglihatan yang tertajam (fovea centralis). Setiap jenis sel kerucut (merah, hijau, biru) diaktifkan paling efektif oleh panjang gelombang cahaya tertentu. Warna hijau menempati urutan tengah untuk panjang gelombang yaitu diantara warna merah dan biru. Sehingga impuls warna yang akan diolah oleh retina juga seimbang. Sel kerucut menjadi lebih rileks dalam pengolahan impuls dan tidak memerlukan kemampuan lebih keras untuk mengolah warna. Imbasnya, nervus opticus menjadi lebih lancar dalam mengirimkan persepsi sinyal warna ke lobus oksipital yang merupakan tempat pengolahan disosiasi penglihatan. Hal ini yang menimbulkan rasa tenang dan nyaman. Rasa nyaman dan tenang akan memberikan respon kepada hormone katekolamin yang berisi epinefrin dan norepinerin untuk meningkatkan kadarnya. Peningkatan hormone ini akan menurunkan tingkat depresi.

vi

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kondisi sosial dan psikologis dapat menyebabkan stres berkepanjangan. Kecemasan yang berkelanjutan, perasaan tidak aman, perasaan rendah diri, isolasi sosial, ketidakmampuan mengendalikan pekerjaan dan kehidupan keluarga, memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan. Risiko psikososial tersebut terakumulasi sepanjang hayat dan meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan jiwa dan kematian dini (Wilkinson dan Marmot, 2003). Kecemasan dan perasaan tidak aman yang berlangsung lama, dan ketiadaan teman, bersifat merusak kesehatan pada setiap fase hidup. Makin rendah letak orang di dalam hirarki sosial, makin sering orang mengalami masalahmasalah tersebut. Brunner et al. (2002) melakukan studi kasus kontrol "nested" untuk menguji hipotesis bahwa gangguan neuroendokrin dan kegiatan autonomik jantung (cardiac autonomic activity=CAA) berhubungan dengan terjadinya sindroma metabolime (metabolic syndrome=MS). Studi itu menemukan bahwa indikator-indikator hormon metabolisme, seperti metabolit kortisol dan normetanefrin lebih tinggi pada kasus (MS) daripada kontrol. Demikian juga indikator-indikator imunologis seperti interleukin-6 serum, C-reactive protein plasma, dan viskositas lebih tinggi pada kasus daripada kontrol. Studi itu menyimpulkan, gangguan neuroendokrin dan kegiatan autonomik jantung (CAA) berhubungan dengan terjadinya MS. Baik sistem kardiovaskuler dan imunitas terpengaruhi oleh stresor psikososial. Dalam jangka pendek, perubahan neuroendokrin tersebut reversibel dan tidak menyebabkan masalah. Tetapi jika ketegangan terlalu sering terjadi atau terlalu lama, maka orang akan menjadi rentan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk di antaranya infeksi, diabetes, tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, depresi, dan agresi. Umumnya perubahan biologis akibat stres dikendalikan di tingkat hilir (oleh dokter dan psikiater) dengan memberikan obat. Strategi itu bersifat sementara dan tidak memadai. Strategi yang lebih permanen perlu difokuskan kepada akar penyebab stres kronis di tingkat hulu. Di sekolah-sekolah, tempat kerja, dan institusi lainnya, kualitas lingkungan sosial dan keamanan sering kali sama pentingnya untuk kesehatan dibandingkan dengan lingkungan fisik. Institusi yang bisa memberikan orang perasaan memiliki, memberikan kesempatan partisipasi, dan memberikan penghargaan, memberikan rasa aman, merupakan tempat yang lebih sehat daripada institusi di mana orang merasa terasingkan, tidak aman, tidak dihiraukan, atau dianggap tidak berguna. Implikasinya, pemerintah hendaknya menyadari bahwa dibutuhkan program kesejahteraan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan material tetapi juga psikologis, karena keduanya merupakan sumber kecemasan dan rasa tidak aman. Selain itu, pemerintah hendaknya memberikan dukungan kepada kegiatan komunitas, menghilangkan isolasi sosial, mengurangi ketidakamanan material dan finansial.

vii

Di sini kami menawarkan terapi warna hijau sebagai cara penyembuhan pasien yang menderita depresi. Warna hijau memberikan efek keseimbangan sehingga gelombang yang diterima mata seimbang. Keseimbangan ini menyebabkan perasaan menjadi tenang sehingga aliran darah seimbang dan produksi epinefrin dan norepinefrin pun juga seimbang. Karena keseimbangan inilah, emosi jadi terjaga dan tidak akan menyebabkan depresi. Untuk lebih jelasnya, kami akan mencoba menjelaskan alur terjadinya ketenangan pada efek yang diberikan oleh warna hijau sehingga dapat mengurangi tingkat depresi pada pasien.

Tujuan Gagasan yang kami sampaikan ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi kejadian depresi di Indonesia.

Manfaat Bagi penderita Gagasan yang kami sampaikan diharapkan bisa menjadi salah satu solusi pengobatan penderita depresi sehingga dapat mengurangi tingkat penderita depresi terutama di Indonesia. Bagi penulis Gagasan yang kami sampaikan diharapkan bisa menambah wawasan kami mengenai depresi. Bagi pemerintah Gagasan yang kami sampaikan dapat mengurangi tingkat depresi pada para pekerja, sehingga akan meningkatkan etos kerja masyarakat yang akan berdampak pada kemajuan perekonomian Indonesia.

GAGASAN

Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan

Depresi merupakan salah satu jenis gangguan jiwa yang paling sering ditemukan. Gangguan depresi ini dapat ditemukan di berbagai populasi usia. Dari masa kecil sampai usia lanjut. Badan kesehatan dunia WHO memprediksikan bahwa gangguan depresi akan menjadi beban masyarakat kedua terbesar di bidang kesehatan. Hal ini disebabkan oleh banyak pasien depresi tidak mampu melakukan kegiatan yang produktif sehingga menurun kualitas hidupnya. (Andri,2009)
viii

Depresi tidak mengenal batas usia, jenis kelamin, kedudukan, suku, maupun ras. Sementara faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab depresi adalah genetik (keturunan), biologis, kepribadian, dan psikosial. Sebuah studi menunjukkan, anak kandung dari orangtua yang menderita depresi berisiko lebih tinggi mengalami depresi walaupun diasuh oleh orangtua angkat yang tidak depresi. Depresi merupakan gangguan mental yang paling banyak menimbulkan beban distabilitas. Depresi dapat meningkatkan morbiditas (kesakitan), mortalitas (kematian), risiko bunuh diri, serta berdampak pada penurunan kualitas hidup pasien dan seluruh keluarga. Sayangnya, sampai saat ini depresi masih belum dapat dipahami secara baik oleh masyarakat. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan, pasien dengan gangguan depresi merasakan adanya keluhan fisik dan gangguan mental. Mengutip hasil studi mengenai hubungan depresi dan gejala somatik yang dilakukan Simon GE pada 1999, dikatakan, sebanyak 69 persen pasien dengan gangguan depresi mengemukakan keluhan fisik. (Anonim, 2007) Gejala depresi berbeda-beda tergantung pada yang bersangkutan. Kebanyakan dokter mencurigai depresi bila pasien melaporkan bahwa dia merasa sedih atau kehilangan gairah untuk kegiatan sehari-hari. Kemungkinan pasien mengalami depresi bila perasaan tersebut tetap berlanjut selama dua minggu atau lebih, dan pasien juga mempunyai beberapa di antara gejala, antara lain kelelahan atau merasa lamban dan lesu, kesulitan konsentrasi, masalah tidur, merasa bersalah, tidak berharga, atau putus asa, nafsu makan berkurang atau kehilangan berat badan, wajah yang menampakkan kesedihan, aktivitas motorik yang berkurang, kehilangan minat terhadap hampir semua segi kehidupan, rasa lelah dan malas yang berlebihan, kehilangan minat terhadap hobi yang biasanya dinikmati, keluhan fisik seperti pegal-pegal, sakit maag dan sakit kepala, rasa sedih berlebihan, harapan yang kosong tentang masa depan, perasaan tidak berguna serta adanya ide untuk bunuh diri (pada keadaan yang berat). (Anonim,2009)

Solusi yang pernah ditawarkan sebelumnya

Penanganan depresi yang pernah dilakukan adalah dengan perubahan pola hidup, terapi tradisional, dan/atau dengan pengobatan. Perubahan pola hidup dapat memperbaiki depresi pada sebagian orang, antara lain dengan olahraga teratur, berjemur pada sinar matahari, penanganan stress, konseling, tidur teratur, relaksasi, meditasi. (Anonim, 2009). Menurut Anonim (2009), terapi tradisional dilakukan dengan menggunakan St. Johns Wort. St. Johns Wort dipakai secara luas untuk mengobati depresi. Valerian atau melatonin dapat membantu tidur. Bila ada kekurangan vitamin B6 atau B12, suplemen vitamin ini dapat membantu. Terapi pengobatan yang pernah dilakukan untuk pasien depresi adalah dengan menggunakan obat antidepresan. Obat antidepresan mempunyai beberapa sinonim, antara lain timoleptik atau psychic energizers. (Anonim,2000) Anonim (2009) menyatakan bahwa antidepresan yang paling sering dipakai adalah obat dalam golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor

ix

(SSRI). Obat dalam golongan ini dapat menyebabkan kehilangan gairah dan fungsi seks, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, insomnia (sulit tidur), kelelahan, mual, diare, dan kegelisahan. Obat dari golongan trisiklik menyebabkan lebih banyak efek samping daripada SSRI. Obat dari golongan ini dapat menyebabkan sedasi (tenang berlebihan seperti dibius), sembelit, dan denyut jantung yang tidak teratur. Beberapa dokter meresepkan perangsang jiwa (psychostimulant), obat yang dipakai untuk mengobati gangguan defisit perhatian (attention deficit disorder). Pengobatan depresi baru yang dikenal sebagai perangsang saraf vagus (vagus nerve stimulation/VNS) sudah disetujui di AS. Sebuah pembangkit listrik berukuran kurang lebih sama dengan jam tangan ditanam di bawah kulit dada. Alat ini mengirim sinyal pada bagian otak yang terkait dengan suasana hati dan kegelisahan.

Seberapa jauh kondisi kekinian pencetus gagasan dapat diperbaiki melalui gagasan yang diajukan

Warna hijau menggambarkan suasana alam, menyejukkan saraf, menyegarkan mata dan memberikan efek ketenangan dan kesembuhan. Warna ini dapat dikatakan sebagai penyembuh yang luar biasa . Hijau digunakan untuk menyeimbangkan dan menstabilisasi energi tubuh.Warna ini menimbulkan rasa nyaman, rileks, kalem, mengurangi stres, menyeimbangkan, dan menenangkan emosi. (Lestari, 2008) Tubuh mempunyai respons otomatis terhadap warna dan cahaya dan telah terprogram secara genetik. Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya warna adalah unsur cahaya, dan cahaya adalah salah satu bentuk energi. Pemberian energi pada tubuh akan menimbulkan efek yang positif. Dalam proses penyampaian gelombang warna agar sinar yang dipantulkan objek dapat dilihat sebagai warna, sinar itu harus mencapai mata. Keberadaan mata saja tidak cukup. Setelah mencapai mata, sinar itu harus diubah menjadi sinyal-sinyal saraf yang mencapai otak yang bekerja selaras dengan mata. Mata manusia adalah sebuah struktur sangat kompleks yang terdiri atas banyak organel dan bagian yang berbeda. Kerja serempak dan selaras semua bagian ini membuat kita dapat melihat dan menangkap warna. Mata, dengan jaringan-jaringan dan organel-organelnya seperti kelenjar air mata, kornea, konjungtiva, selaput pelangi, dan pupil, lensa, retina, choroid, otot-otot dan kelopak mata, merupakan system yang kompleks (Lampiran 1). Selain itu, dengan jaringan saraf luar biasa yang menyambungkan mata dengan otak, dan daerah penglihatan yang sangat kompleks, mata secara keseluruhan, mempunyai struktur yang sangat istimewa, yang keberadaannya tidak dapat dianggap kebetulan. Adapun proses melihat terjadi yaitu ketika sinar yang datang ke mata mula-mula melewati kornea, lalu pupil dan lensa-lensa, dan akhirnya mencapai retina. (Anonim,2005). Pengindraan warna dimulai pada sel kerucut dalam retina. Ada tiga kelompok utama sel kerucut yang bereaksi sangat kuat terhadap warna tertentu dari cahaya. Sel-sel ini dikelompokkan sebagai sel-sel kerucut biru, hijau dan

merah. Warna merah, biru dan hijau, yang membuat sel kerucut itu bereaksi, adalah tiga warna primer yang ada di alam. Dengan rangsangan sel kerucut yang sensitif terhadap ketiga warna ini, pada derajat yang berbeda, muncullah jutaan warna yang berbeda (Lampiran 2). Sel kerucut mengubah informasi yang berhubungan dengan warna ini menjadi impuls saraf melalui pigmen-pigmen yang terkandung di dalamnya. Selanjutnya, sel saraf yang terhubung dengan sel kerucut ini mengirimkan impuls saraf ke suatu daerah tertentu dalam otak. Dalam daerah seluas beberapa sentimeter persegi di dalam otak inilah tempat dibentuknya dunia penuh warna yang kita lihat sepanjang hidup. Setiap jenis sel kerucut (merah, hijau, biru) diaktifkan paling efektif oleh panjang gelombang cahaya tertentu. Namun demikian, sel sel kerucut juga berespon terhadap panjang gelombang lain dalam derajat yang berbeda beda. Persepsi kita mengenai berbagai warna dunia bergantung pada berbagai rasio stimulasi ketiga jenis sel kerucut sebagai respon terhadap berbagai panjang gelombang. Suatu panjang gelombang yang tampak sebagai warna biru tidak merangsang sel kerucut merah atau hijau sama sekali tetapi merangsang sel kerucut biru secara maksimal (persentasi stimulasi maksimum untuk merah, hijau, dan biru masing masing adalah 0:0:100). Sensasi warna kuning sebaliknya, berasal dari rasio stimulasi 83:83:0, dengan sel kerucut merah dan hijau masing masing dirangsang sebesar 83% dari maksimum, sedangkan sel kerucut biru tidak dirangsang sama sekali. Sedangkan rasio untuk warna hijau adalah 31:67:36, hal ini menyatakan bahwa warna hijau bisa merangsang sel kerucut merah, hijau, ataupun biru, tidak seperti warna yang lainnya yang hanya merangsang sebagian sel kerucut. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, didapatkan pula hasil bahwa panjang gelombang warna hijau adalah 535 nm, sedangkan panjang gelombang warna biru 445 nm dan warna merah 570 nm (Lampiran 3). Dari hasil ini mulai nampak keistimewaan warna hijau. Warna hijau menempati urutan tengah untuk panjang gelombang yaitu diantara warna merah dan biru. Sehingga impuls warna yang akan diolah oleh retina juga seimbang. Sel kerucut menjadi lebih rileks dalam pengolahan impuls dan tidak memerlukan kemampuan lebih keras untuk mengolah warna. Imbasnya, nervus opticus menjadi lebih lancar dalam mengirimkan persepsi sinyal warna ke lobus oksipital yang merupakan tempat pengolahan disosiasi penglihatan. Di samping itu daya akomodasi untuk mata juga dalam batas normal, sehingga tidak membutuhkan kontraksi otot-otot yang terlalu besar, pasokan darah juga dalam batas normal karena kontraksi ototnya juga normal Hal ini yang menimbulkan rasa tenang dan nyaman. Hal ini yang menimbulkan rasa tenang dan nyaman. Rasa nyaman dan tenang akan memberikan respon kepada hormone katekolamin yang berisi epinefrin dan norepinerin untuk meningkatkan kadarnya. Hormon ini mempengaruhi otak akan membuat indra perasa merasa kebal terhadap sakit, kemampuan berpikir dan ingatan meningkat, paru-paru menyerap oksigen lebih banyak, glukogen diubah menjadi glukosa yang bersama-sama dengan oksigen merupakan sumber energi. Detak jantung dan tekanan darah juga meningkat sehingga metabolisme meningkat. Adanya beberapa proses metabolisme tubuh yang meningkat ini akan menurunkan tingkat depresi.

xi

Pihak-pihak yang dipertimbangkan dapat membantu mengimplementasi kan gagasan dan uraian peran atau kontribusi masing-masingnya

Dalam prakteknya, gagasan ini melibatkan yayasan rumah sakit, bagian tata ruang atau proyek rumah sakit, serta dokter dan perawat. Yayasan rumah sakit memberikan dana tambahan untuk merubah warna dinding dengan warna hijau. Bagian tata ruang/proyek rumah sakit menghimbau kepada para pekerja untuk memberikan cat pada tembok warna hijau karena warna hijau sering kali diartikan dengan kehidupan, kesuburan, alamiah, dan perlindungan. Warna hijau diasosiasikan dengan obyek-obyek natural seperti tumbuhan. Hijau sendiri mampu memberikan efek sejuk pada mata. Dan warna hijau ini memiliki arti kesehatan, keseimbangan, rileks, dan kemudaan, yang bertujuan untuk memberikan rasa nyaman bagi pasien. Dokter dan perawat juga diharapkan untuk bekerja sama dalam memberikan rasa nyaman kepada pasien, karena biar bagaimanapun dokter dan perawat sangat berperan dalam kesembuhan jiwa pasien.

Langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan gagasan sehingga tujuan atau perbaikan yang diharapkan dapat tercapai.

Langkah-langkah untuk menerapkan gagasan ini adalah dengan menggalakkan beberapa rumah sakit untuk mengecat tembok rumah sakitnya dengan warna hijau, karena kebanyakan pasien yang rawat inap lebih dari tiga hari baik secara langsung maupun tidak langsung akan mengalami depresi. Maka menurut kami, tata ruang maupun warna dari tembok sangat mempengaruhi kondisi psikis pasien sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat depresi pada pasien. Selain itu bisa juga dilakukan dengan cara menganjurkan pada masyarakat luas untuk mengecat tembok rumahnya dengan warna hijau, diperbanyak tanaman berwarna hijau sehingga menjadikan fikiran terasa damai. Menurut kami, tidak ada salahnya pada kantor, perusahaan, atau sekolah, bahkan perguruan tinggi mengecat temboknya dengan warna hijau karena tingkat depresi pada tempat-tempat tersebut lebih tinggi. Sehingga, apabila langkahlangkah yang kami sebutkan di atas terlaksanakan dengan baik, maka kami yakin tujuan dari gagasan ini akan tercapai.

xii

KESIMPULAN

Gagasan yang diajukan

Gagasan yang kami ajukan yaitu Penggunaan Cat Warna Hijau pada Tembok Rumah Sakit untuk Terapi Penyembuhan Pasien Depresi. Di sini titik poin gagasan kami adalah menurunkan tingkat depresi dengan memanfaatkan gelombang warna hijau yang akan berpengaruh terhadap peningkatan kadar epinefrin norepinefrin. Peningkatan kadar hormon ini akan turut meningkatkan sistem metabolisme tubuh sehingga tingkat depresi akan menurun.

Teknik implementasi yang akan dilakukan

Langkah-langkah untuk menerapkan gagasan ini adalah dengan menggalakkan beberapa rumah sakit untuk mengecat tembok rumah sakitnya dengan warna hijau. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara menganjurkan pada masyarakat luas untuk mengecat tembok rumahnya dengan warna hijau dan juga perlu diperbanyak tanaman berwarna hijau sehingga menjadikan fikiran terasa damai.

Prediksi hasil yang akan diperoleh (manfaat dan dampak gagasan)

Hasil yang kami harapkan dari gagasan ini adalah bisa mengurangi tingkat penderita depresi terutama di Indonesia. Selain itu, dapat mengurangi tingkat depresi pada para pekerja, sehingga akan meningkatkan etos kerja masyarakat yang akan berdampak pada kemajuan perekonomian Indonesia.

xiii

DAFTAR PUSTAKA

Andri.2009. Perkembangan Terbaru Pengobatan Gangguan Depresi. http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=Perkembangan+Terbaru+Pe ngobatan+Gangguan+Depresi&dn=20100211203917. (diakses 22 Februari 2010) Anonim.2000.Kapita Selekta Kedokteran,jilid 1.Jakarta:Media Aesculapius FK UI Anonim.2005.Kesempurnaan Seni Warna Ilahi.http://www.harunyahya.com/indo/ buku/citarasa002.htm. (diakses 23 Januari 2010) Anonim. 2007. Tanggulangi Depresi secara Tepat. http://id.shvoong.com/tags/tan ggulangi+depresi+secara+tepat/.(diakses 22 Februari 2010) Arief,Andiq.Arti Warna Hijau.http://tokobiofir.com/category/beritadaninformasi/ hipertensi.(diakses 10 Februari 2010) Brunner, E.J. et al. (2002) Adrenocortical, autonomic, and inflammatory causes of the metabolic syndrome - nested case-control study. Circulation, 106 (21). pp. 2659-2665. Guyton Arthur C, Hall John E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, edisi 11. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Lestari,Cindy.2008.Colour Everywhere, Healthy Everytime.http://www.tanyadokt eranda/anggota/cindilestari. (diakses 10 Februari 2010) Nur kholis. 2008. Arti Warna Hijau. http://nurkholis.wordpress.com/2008/01/27/s ayyidi/. (diakses23 Februari 2009) Sherwood, Lauralee.2001.Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Silbernagl,Stefan .Florian Lang.2007. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedoteran EGC. Wilkinson R, Marmot M. 2003. Social determinants of health, the solid facts. Copenhagen, Denmark: WHO

xiv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. KetuaPelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Jauhar Arty Asriani b. Tempat, tanggal lahir: Wonogiri, 1 November 1990 c. Alamat Rumah : Wates Kulon, RT 02/03, Bangsri, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. d. Alamat Kost : Kos Az zahra, Pabelan, Sukoharjo e. No. Telephon : 1). Rumah : (0273) 415044 2). HP : 081328592144 f. Jenis Kelamin : Perempuan g. Riwayat Pendidikan : - TK Pertiwi Purwantoro Tahun 1995-1996 - SD Negeri I Bangsri Tahun 1996 - 2002 - SMP Negeri I Purwantoro Tahun 2002 - 2005 - SMA Negeri 3 Surakarta Tahun 2005 - 2007 - S1 Fakultas Kedokteran UMS Tahun 2007 - Sekarang h. Riwayat Organisasi No Pengalaman Organisasi Jabatan Periode 1 Majalah Sekolah Wartawan 2003-2004 2 KIR Anggota 2005-2006 3 Rohis Ka Dept. Pengawasan 2006-2007 4 HMP FK UMS Anggota 2007-2008 5 Mentoring Al-Islam & Ka Kaderisasi 2008-2009 Kemuhammadiyahan 6. BEM FK UMS Anggota 2009-sekarang i. Motto Hidup : Berbuat itu penyulut cita cita dan musuh dari kegagalan j. Pertemuan Ilmiah 1) Seminar Antibiotic tahun 2007 di UNAIR, Surabaya 2) Latihan Kepemimpinan Managerial Mahasiswa BEM Fakultas Kedokteran UMS Tahun 2009 3) Seminar Ilmiah Sol et Luna tahun 2009 di Bandung 4) Pelatihan Program Kreatifitas Mahasiswa 2. Anggota Pelaksana Kegiatan Anggota I a. Nama Lengkap : Novita Rachmawati b. Tempat, tanggal lahir : Sragen, 10 November 1988 c. Alamat Rumah : Taraman RT.12/IV, Taraman, Sidoharjo, Sragen. d. Alamat Kost : Penumping e. No. Telephon : a. Rumah :b. HP : 08562845628

xv

3. Jenis Kelamin : Perempuan 4. Riwayat Pendidikan - TK Pertiwi I Tahun 1993-1994 - SD Negeri III Sragen Tahun 1994 - 2000 - SMP Negeri V Sragen Tahun 2000 - 2003 - SMA Negeri I Sragen Tahun 2003 - 2006 - S1 Fakultas Kedokteran UMS Tahun 2007 - Sekarang 5. Motto Hidup : Hidup hanya sekali, isilah dengan hal-hal yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. 6. Pertemuan Ilmiah - Seminar Ilmiah Kenakalan Remaja Tahun 2008 Anggota II Nama Lengkap : Agus Tina Diana Sari Tempat, tanggal lahir : Sragen, 15 Agustus 1991 Alamat Rumah : Taraman RT.12/IV, Taraman, Sidoharjo, Sragen. Alamat Kost : Penumping No. Telephon : a. Rumah :b. HP : 085725472047 Jenis Kelamin : Perempuan Riwayat Pendidikan - TK Pertiwi I Tahun 1996 - 1997 - SD Negeri III Sragen Tahun 1997 - 2003 - SMP Negeri I Sragen Tahun 2003 - 2006 - SMA Negeri I Sragen Tahun 2006 - 2009 - S1 Fakultas Kedokteran UMS Tahun 2009 - Sekarang Motto Hidup : Gapailah cita-citamu setinggi langit Pertemuan Ilmiah - Seminar Ilmiah Kenakalan Remaja Tahun 2008 - Pelatihan Program Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2008 - Seminar Anti Narkoba Tahun 2009

a. b. c. d. e.

f. g.

h. i.

1. Nama dan Biodata Dosen Pendamping a. Nama : dr. Yusuf Alam Romadhon b. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli c. Jabatan Struktural : Kepala Program Studi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta d. Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Surakarta e. Fakultas / program studi : Kedokteran f. Bidang keahlian : Kesehatan Masyarakat

xvi

LAMPIRAN

Lampiran 1. Jaras Penglihatan

Lampiran 2. Sel Kerucut dan Sel Batang

xvii

Lampiran 3. Gelombang Warna

xviii