Anda di halaman 1dari 2

ALAT BERMAIN DAKON Bahan Pembuatan Ukuran : Kayu Mahoni : Tahun 1990 : 70 cm X 18 cm Tebal : 5 cm

Alat bermain dakon terdiri dari 16 lubang termasuk lumbung kiri dan lumbung kanan. Lubang dakon bias ditutup dengan penutup yang ada, apabila terlalu banyak (disesuaikan dengan kebutuhan). Biji yang dipakai bermain berupa kecik (biji sawo) atau biji yang lain. Cara bermain dakon: 1. Dakon dimainkan oleh dua orang pemain. 2. Sebelum permainan dimulai, lubang diisi dengan kecik masing -masing 5 biji (lumbung dipakai untuk menyimpan). 3. Kedua pemain mengadakan suit yang menang main terlebih dahulu. 4. Pemain mengambil kecik yang ada di daerahnya dan membagi ke tiap lubang menuju ke arah kanan (berlawanan dengan arah jarum jam), termasuk menyimpan satu biji di lumbungnya sebagai simpanan. 5. Pemain dikatakan pus apabila biji yang sedang dibagi tinggal satu jatuh di lubang kosong dan dikatakan mbedhil / dhor apabila biji yang sedang dibagi jatuh di bawah lubang lawan yang ada isinya, isinya bisa diambil / dibedhil dan disimpan di lumbung. 6. Pemain ganti apabila pus / salah satu pemain habis bijinya. 7. Permainan akan berulang setelah salah satu pemain habis bijinya dan tidak ada lagi yang dijalankan. 8. Babak kedua dan selanjutnya bisa berlangsung dengan menggunakan jumlah biji yang diperoleh tidak mencukupi, maka lubang yang dikosongkan adalah sebelah kanan (disebut ngacang) lubang kacang tidak boleh diisi selama main. Pemain yang bijinya lengkap bermain dulu. Apabila waktu bermain, pihak lawan lupa memasukkan biji di lubang ngacang maka lawan akan menyatakan nas dan tidak boleh diambil kembali. Demikian permainan ini bisa dilakukan berulang-ulang sampai salah satu pihak kalah atau bijinya habis (tidak lengkap untuk mengisi satu lubang / tidak genap 5 biji).

Mengetahui, Kepala SDN I Moyoketen

Pendamping

SUPRIJANTO, S.Pd. NIP. 19521206 197703 1 005

SRIATIN, S.Pd. NIP. 19660323 199403 2 005