Anda di halaman 1dari 26

Skoliosis

"em#im#in! : $r% anto &d' Heru (u!roho) S*%+ Mahasiswa : Kelvin Cristian Halim 406118020 Fakultas Kedokteran Universitas arumana!ara

pendahuluan

Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang menggambarkan deviasi vertebra kearah lateral dan rotasional.

Skoliosis dapat dibagi menjadi dua :

Skoliosis struktural yang tidak dapat diperbaiki pada segmen tulang belakang yang terkena. Deformitas itu adalah rotasi vertebra Non struktural (postural) bersifat sekunder atau sebagai kompensasi terhadap beberapa keadaan diluar tulang belakang, misalnya kaki yang pendek, kemiringan pelvis akibat kontraktur pinggul.

Deformitas

Deformitas

Sekitar 8 ! skoliosis adalah idiopatik. Skoliosis idiopatik dengan kurva lebih dari " derajat dilaporkan dengan prevalensi #$ per " anak dan remaja. %revalensi dilaporkan pada kurva lebih dari $ derajat yaitu "#$ per " penduduk

&natomi 'ulang belakang

'ulang belakang manusia adalah pilar atau tiang yang berfungsi sebagai penyangga tubuh dan melindungi sumsum tulang belakang. 'erdiri atas $$ ruas tulang belakang : ( ruas vertebra servikalis ") ruas vertebra torakalis * ruas vertebra lumbalis

* ruas vertebra sakral + ruas vertebra koksigea

,ertebra servikal
Se-ara

umum memiliki bentuk tulang yang ke-il dengan pro-esus spinosus yang pendek. gerak sendi pada vertebra servikal adalah yang terbesar.

.ingkup

,ertebra torakal
%ro-esus

spinosusnya berhubungan dengan tulang

rusuk.
.ingkup

gerak sedikit karena adanya tulang rusuk yang membentuk toraks

,ertebra lumbal

/erupakan bagian paling tegap konstruksinya menanggung beban terberat dari yang lainnya.

dan

.ingkup gerak lebih besar dari torakal tetapi makin ke ba0ah lingkup geraknya makin ke-il. 1agian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh, dan beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang ke-il.

,ertebra sakral
'ulang#tulang

bergabung dan tidak memiliki -elah.

,ertebra koksigea
'ulang#tulang

bergabung dan tidak memiliki -elah.

definisi

1iasanya pembengkokan dan rotasi dikompensasi di atas dan di ba0ahnya oleh vertebra yang normal Skoliosis idiopatik digolongkan berdasarkan umur pasien pada saat diagnosis ditegakkan:
Skoliosis

2diopatik 2nfantil vertebra berkembang saat lahir sampai

3elengkungan

usia $ tahun.
Skoliosis 'erjadi

2diopatik 4uvenil 2diopatik &doles-ent

pada umur +#" tahun.

Skoliosis 'erjadi

pada umur " tahun atau lebih, skoliosis jenis ini paling sering terjadi pada remaja putri

Skoliosis pada orang de0asa mungkin menunjukkan perkembangan kondisi dimana sebenarnya telah bermula pada masa kanak#kanak, dan tidak didiagnosa atau dira0at ketika masa pertumbuhan

epidemiologi

%revalensi skoliosis tertinggi (".)!) ditemukan pada umur ")#"+ tahun. Data ini menunjukkan bah0a seleksi skoliosis sebaiknya difokuskan pada usia ini. 5mur pun-ak pertumbuhan biasanya "6 tahun, diperkirakan terdapat skolisosis )#$! dari populasi dengan Cobbs angle 7" 8

etiologi

9alaupun penyebab skoliosis idiopatik tidak diketahui, namun ada beberapa teori yang menunjukkan penyebabnya seperti :
:aktor 'erjadi

genetik

peningkatan insiden pada keluarga pasien dengan s-oliosis idiopatik dibandingkan dengan pasien yang tidak mempunyai ri0ayat penyakit s-oliosis melatonin diajukan sebagai penyebab s-oliosis. Sekresi melatonin pada malam hari menyebabkan penurunan progresivitas s-oliosis Spinal dan 'eori 1iomekanik dari mekanisme pertumbuhan spinal juga menunjukkan penyebab dari perkembangan dan progresivitas skoliosis,

;ormonal Defisiensi

%erkembangan &bnormalitas

klasifikasi

3lasifikasi dari Derajat 3urva Skoliosis


Skoliosis ringan : kurva kurang dari ) 8 Skoliosis sedang : kurva ) 8#+ 8<* 8. /ulai terjadi perubahan struktural vertebra dan -osta.

Skoliosis berat : lebih dari + 8<* 8. 1erkaitan dengan rotasi vertebra yang lebih besar, sering disertai nyeri, penyakit sendi degeneratif, dan pada sudut lebih dari 6 8#( 8 terjadi gangguan fungsi kardiopulmonal bahkan menurunnya harapan hidup.

diagnosis

&namnesis

/eliputi umur dan jenis kelamin. %erlu ditanyakan adanya ri0ayat skoliosis dalam keluarga penderita karena tendensi untuk menderita adalah ) kali lebih besar. 3eluhan nyeri biasanya jarang ditemukan, tetapi jika diperhatikan, biasanya penderita dengan skoliosis akan lebih -epat lelah<pegal bila terlalu lama duduk atau berdiri.

=ambaran 3linis

%asien dilihat dari belakang dalam posisi berdiri tegak, dilakukan tes fleksi ke depan yang disebut Forward Bend Test. %ada posisi fleksi kedepan, deformitas rotasi dapat diamati paling mudah, dan penonjolan iga atau penonjolan paralumbal dapat dideteksi.

Skoliometer

Skoliometer adalah sebuah alat untuk mengukur sudut kurvatura. >ara pengukuran pada pasien dengan posisi membungkuk, kemudian atur posisi pasien karena posisi ini akan berubah#ubah tergantung pada lokasi kurvatura -ontoh kurva diba0ah vertebra lumbal akan membutuhkan posisi membungkuk lebih jauh dibanding kurva pada torakal

Dilakukan

Sebagai

%ada

s-reening, pengukuran ini signifikan apabila hasil yang diperoleh 7*8, hal ini biasanya menunjukkan derajat kurvatura 7) 8 pada pengukuran Cobbs angle pada radiologi sehingga memerlukan evaluasi yang lanjut

:oto %olos ?#@ay


Derajat

kelengkungan diukur dengan menarik garis pada A#ray di batas atas dari vertebrae teratas dan batas ba0ah dari vertebrae paling ba0ah, sudut yang dibentuk dari garis itu disebut sudut >obb (Cobbs angle). apeA dari kelengkungan harus diperhatikan. 3elengkungan torakal kanan adalah yang tersering terutama pada skoliosis idiopatik, kelengkungan torakal kiri jarang

1agian

@adiografi khas yang diperoleh untuk menentukan skoliosis =ambaran foto %& (lihat =ambar "&), serta lateral (lihat =ambar "1). /enentukan besarnya kurva dilakukan dengan metode >obb (lihat =ambar ">).

/@2 %otongan >oronal %asien Skoliosis

penatalaksanaan

1agian terpenting pada skoliosis adalah deteksi dini kelainan yang terjadi Salah satu -ara untuk melakukan deteksi dini adalah dengan s-reening skoliosis pada sekolah#sekolah 'ujuan pengobatan yaitu men-egah progresivitas skoliosis ringan sampai sedang dan melakukan koreksi dan stabilisasi pada skoliosis yang lebih berat

%engobatan konservatif terdiri atas :

Bbservasi diperlukan sebelum memutuskan apakah akan diterapi konservatif atau operatif. empat bulan, enam bulan atau " tahun pasien diperiksa dan di foto A#ray agar dapat diukur dan dilihat progresifitasnya karena setiap *o peningkatan ukuran kurva dapat mengubah pengobatan Bracing bertujuan untuk menghentikan progresifitas dari kurva, tetapi tidak mengurangi besarnya kurva yang telah terjadi, progresifitas kurva terjadi selama fase perturnbuhan. ketika anak telah berhenti tumbuh, jarang kurva tetap progresif sehingga pemakai Brace dapat dihentikan

Bbservasi Setiap

Bracing

3ebanyakan Sehingga

1iasanya dipakai pada anak perempuan sekitar """$ tahun dan anak lakilaki sekitar ")"+ tahun. %ada, urnumnya bra-ing diindikasikan pada anak dengan kurva antara )*+*C 'ujuan akhir pemasangan bracing adalah penderita men-apai usia skeletal matur dengan kurva D* C. Brace Milwauke pada prinsipnya menopang daerah thora-al, tujuannya untuk mengurangi lordosis lumbal dan menguatkan otot#otot di vertebrae thora-al. Boston Brace berguna untuk menopang lumbal atau daerah diba0ah thora-olumbal. Brace yang baik dapat digunakan selama )+ jam dan tidak mengganggu aktifitas sehari#hari, termasuk olahraga dan latihan fisik

/il0auke 1ra-e

1oston 1ra-e

%emakaian 1ra-e

%engobatan Bperatif
'ujuan

dari

operasi

adalah

untuk

menegakkan

kelengkungan termasuk komponen yang berotasi dengan berbagai alat dan untuk menguatkan sendi pada semua kelengkungan primer. 2ndikasi operasi
Bperasi

dilakukan apabila sudut 7+ atau terjadi progresivitas dari sudut sebelum usia penderita men-apai de0asa. untuk melakukan operasi ini adalah dengan melakukan follow up se-ara teratur. terdapat deformitas yang memberikan gangguan konservatif yang tidak berhasil

%atokan &pabila

%engobatan

Bperasi yang dapat dilakukan:


Sistem Harrington Suatu alat berbentuk kotak diletakkan posterior sepanjang bagian -ekung dari kelengkungan, terdapat sambungan di alat tersebut yang disambung dibagian paling atas dan paling ba0ah vertebrae untuk memperbaiki kelengkungan 4ika kelengkungan fleksibel maka akan dapat dikoreksi se-ara pasif dan bone graft dapat dipakai fusi dari panjang kelengkungan. 3ekurangannya tidak dapat mengoreksi kelainan rotasi dari kelengkungan di apeA dan penonjolan tulang iga tetap tidak berubah.

Harrington Distraction Instrumentation

Rod and sublaminar wiring (lu ue! modifikasi dari sistem Harrington.

/erupakan &lat

dipasang diba0ah lamina vertebrae dan difiksasi di bagian -ekung dari kelengkungan, hal itu dapat mengontrol dan mengamankan fiksasi. ini dapat mengurangi kelainan rotasi pada vertebrae, tetapi sangat berbahaya karena dapat men-ederai duramater dan resiko kerusakan neurologis.

'eknik

Rod and sublaminar wiring (lu ue!

Sistem Cotrel"Dubousset 1erguna untuk mengurangi kompresi dan derajat kelengkungan. 'eknik ini diklaim dapat mengatasi kelainan rotasi dan tidak perlu memakai bra-ing setelahnya 2nstrumen &nterior (#ielke! 3elengkungan yang kaku dan kelengkungan thora-olumbal dengan lordosis lumbal dapat dikoreksi dengan mendekatkan vertebrae ke depan, menghilangkan diskus dari kelengkungan dan memasang alat kompresi sepanjang sisi -embung dari kelengkungan

Sistem Cotrel-Dubousset

Zielke Method

3omplikasi operasi

3elainan neurologis.

Dengan tehnik modern insiden dari paralisis yang permanen dapat berkurang menjadi "!.

Dekompensasi spinal

Bverkoreksi dapat membuat vertebrae tidak seimbang. ;al itu dapat dihindari dengan hati#hati saat peren-anaan preoperasi dan seleksi pada level fusi yang tepat.

%seudoarthritis

:usi yang tidak komplet yang terjadi pada )! kasus dapat memerlukan operasi lebih lanjut dan graft.

3egagalan implant

%engikat dapat lepas dan alat dapat patah. 4ika hal itu terjadi bersama pseudoarthtritis simptomatik, terapi operatif diperlukan

%rognosis

%rognosis tergantung atas besarnya derajat kurva, deformitas dan maturitas skeletal. %ada derajat kurva yang ringan dengan skeletal yang sudah matur umumnya tidak mengalami progresifitas

kesimpulan

Skoliosis adalah kondisi abnormal lekukan pada tulang belakang. Skoliosis diturunkan serta umumnya sudah terjadi sejak masa kanak#kanak. %enyebabnya tidak diketahui dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan postur tubuh, diet, olahraga, dan pemakaian ba-kpa-k.

5mumnya skoliosis tidak akan memburuk setelah pertumbuhan, dan yang terpenting adalah perlunya melakukan -he-k#up se-ara teratur (setiap $ sampai 6 bulan) %ada kondisi yang berat, bisa terjadi nyeri punggung, kesulitan bernapas, atau kelainan bentuk tubuh. 1isa jadi, anak perlu Ebra-eF (alat khusus) atau harus dioperasi.

erima kasih