Anda di halaman 1dari 49

Skenario 2 PEGAWAI KAMAR MESIN KAPAL Seorang anak 3 tahunpilek batuj dan demam sudah 3 hari yang lalu.

Keluhan telinga kanannya sakit,mengeluarkan sedikit cairan seperti susu dan bercampur sedikit warna merah seperti darah. Lalu dibawa ibunya ke UG. Setelah liang telinga dibersihka,diperiksa gendang telinga tampakmerah dan mengeluarkan caira. bu pasien bertanya pada dokter,apakah penyakit anaknya bias sembuh.

1|SKENARIO 2 (B16)

STEP 1 Pertanyaan 1. Apa hubungannya pilek batuk dan de a pa!ien" #. Mengapa $airannya keluar !eperti !u!u" %. Mengapa $airannya ber&arna erah !eperti darah" dengan keluhan telinga yang diderita

'. Kenapa yang terkena hanya bagian telinga kanan" (. Apa diagn)!i! penyakit yang diala i )leh pa!ien ini" *. Kenapa pada ka!u! ini bi!a terkena pada anak anak" +. Apa pr)gn)!i! penyakit ini" ,a&ab !. Karena ada saluran yang bernama "#uba $uditi%a& yang dimana saluran ini letaknya dari dinding anterior ca%um tympani ke bawah,depan dan medial sampai nasopharing dan posisi dari "#uba $uditi%a& lebih datar.'ika seseorang (anak) terkena S*$ maka nanti "#uba $uditi%a& akan mengalami dis+ungsi lalu terjadi dis+ungsi di silia pada "#uba $uditi%a& menyebabkan pencegahan in%asi kuman ke telinga tengah terganggu ,sehingga kuman masuk ke telinga tengah. 2. ,is+ungsi #uba -ustachis ,is+ungsi silia pada #uba -ustachia *encegahan in%asi kuman ke telinga tengah terganggu Kuman masuk ke telingah n+lamasi #ersumbatnya saluran eustachia .uncul sel darah putih membunuh bakteri /akteri mati Sel darah putih ikut mati #erbentuk secret 3. Karena terjadinya luka didaerah liang telinga menyebabkan adanya sedikit cairan berawarna merah. 0. tu tergantung gerak gra%itasi. 'ika anak lenih sering miring kekanan saat tidur maka terkena bagian telinga kanan,sebaliknya juga untuk telinga kiri.

1. 2titis .edia $kut 3. Karena saluran #uba $uditi%a pada anak lebih mendatar,lalu anak lebih sering menghirup udara dengan gerakan cepat sehingga menyebabkan secret yang ada di hidung naik ke #uba $uditi%a. 4. /aik jika pengobatan adekuat dan mengindari +actor resiko

2|SKENARIO 2 (B16)

STEP 1 Learning -b.ekti/e

LI.1 Me aha i dan Men.ela!kan Makr)!k)pik dan Mikr)!k)pik Telinga L2.!.! .akroskopik #elinga L2.!.2 .ikroskopik #elinga LI.# Me aha i dan Men.ela!kan 0i!i)l)gi Pendengaran dan Ke!ei bangan LI.% Me aha i dan Men.ela!kan -titi! Media Akut L2.3.! ,e+inisi 2titis .edia $kut L2.3.2 -tiologi 2titis .edia $kut L2.3.3 -pidemiologi 2titis .edia $kut L2.3.0 Klasi+ikasi 2titis .edia $kut L2.3.1 *ato+isiologi 2titis .edia $kut L2.3.3 .ani+estasi Klinis 2titis .edia $kut L2.3.4 ,iagnosis dan ,iagnosis /anding 2titis .edia $kut L2.3.5 *enatalaksanaan 2titis .edia $kut L2.3.6 Komplikasi 2titis .edia $kut L2.3.!7 *encegahan 2titis .edia $kut
3|SKENARIO 2 (B16)

L2.3.!! *rognosis 2titis .edia $kut LI.' Me aha i dan Men.ela!kan ke!ehatan indera pendengaran pandangan Aga a I!la enurut

LI.1 Me aha i dan Men.ela!kan Makr)!k)pik dan Mikr)!k)pik Telinga


4|SKENARIO 2 (B16)

L-.1.1 Makr)!k)pik Telinga

$. #elinga Luar #elinga luar terdiri atas auricular dan meatus acusticus e8ternus.$uricula ber+ungsi mengumpulkan getaran udara.#erdiri atas lempeng tulang rawan elastic yang tipis ditutupi kulit.$uricula memilki otot intrinsik dan ektrinsik, yang disara+i n.+acialis. Meatus acusticus externus adalah tabung berkelok yang terbenang antara auricular dan membrane tympani, ber+ungsi menghantar gelombang suara dari auricular ke membrane tympani. *ada orang dewasa panjangnya lebih kurang 2,1 cm. ,aerah meatus yang paling sempit lebih kurang 1 mm dari membrane tympani dan bagian ini disebut isthmus.

5|SKENARIO 2 (B16)

Gambar 2. #elinga luar

.eatus dilapisi kulit dan sepertiga bagian luarnya memiliki rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar serumen.9ang terakhir ini adalah modi+ikasi kelenjar keringat, yang mengahasilkan lilin coklat kekuning:kuningan.;ambut dan lilin ini merupakan sawar lengket yang mencegah masuknya benda:benda asing.

/. #elinga #engah (<a%um #ympani) $dalah ruang berisi udara dalam pars petrosa ossis temporalis yang dilapisi membrane mukosa. ,idalamnya didapatkan tulang:tulang pendengaran yang ber+ungsi meneruskan getaran membrane tympani ke perilim+ telinga dalam. $tas ca%um tumpani dibentuk oleh lempeng lempeng tulang tipis, tegmen tympani yang merupakn bagian dari pars petropsa ossis temporalis. .emisahan ca%um tympani dari meningens dan lobus temporalis.

Gambar 3 . #ulang telinga

6|SKENARIO 2 (B16)

,asar ca%um tympani memisahkan ca%um dari bulbus superior %.jugularis interna./agian bawah dinding anterior memisahkan ca%um dari a.carotis interna dan ple8us sympathicus.*ada bagian atas terdapat dua saluran, menuju ke tuba auditi%a dan saluran untuk m.tensor tympani./agian atas dinding posterior terdapat adtus ad antrum, dan dibawahnya terdapat pyramis, dan dipuncaknya keluar tendo m.stapedius.

Gambar 0. #elinga tengah

,inding lateral dibentuk oleh membran tympani. .embran tympani permukaannya konka+ ke lateral dan pada dasar sekungan terdapat lekukan kecil, yaitu umbo, yang ditimbulkan oleh ujung manubrium mallei. #erdapat daerah segitiga kecil pada membrana tympani yaitu pars +lacida dan bagian lainnya tegang disebut pars tensa. .embran tympani sangat peka terhadap nyeri dan permukaan luarnya dipersyara+i oleh n.auriculotemporalis dan cabang auricular n.=. #uba $uditi%a .eluas dari dinding anterior ca%um tympani ke bawah, depan, dan medial sampai ke nasopharyn8. Sepertiga posteriornya adalah tulang, dan dua pertiga anteriornya tulang rawan./er+ungsi membuat seimbang tekanan udara dalam ca%um tympani dengan nasopharyn8.
7|SKENARIO 2 (B16)

<. #elinga ,alam (Labyrinthus) Labyrinthus osseus * >estibulum .erupakan bagian pusat, terletak posterior terhadap cochlea dan anterior terhadap canalis semicircularis. *ada dinding lateral %estibulum didapatkan +enestra %estibule yang ditutupi oleh basis stapes dan lig.anularenya serta +enestra cochlea yang ditutupi oleh membran tympani secundaria. ,i dalam %estibulum terdapat sacculus dan utriculus.

Gambar 1. Labirin 2sseum ? <analis semicircularis ,ibagi menjadi 3 kanalis@ Superior, posterior, dan leteralis. #iap canalis melebar pada salah satu ujungnya yang disebut ampulla. Ketiganya bermuara ke dalam %estibulum melalui lima lubang, salah satunya dipakai bersama oleh dua canalis. ,idalam canalis terdapat ductus semicircularis. <analis semicircularis superior terletak %ertical dan tegak lurus terhadap sumbu panjang os petrosus.<analis posterior juga %ertical, namun sejajar dengan sumbu panjang os petrosus.<analis lateralis terletak horiAontal, pada dinding medial aditus ada antrum. ? <ochlea /ermuara pada bagian anterior %estibulum.Umumnya terdiri atas satu tiang di pusat, yaitu modiolus, yang dikelilingi tabung tulang sebanyak dua setengah putaran.Setiap putaran berikutnya, memiliki radius yang makin kecil, sehingga bangunannya keseluruhannya berbentuk kerucut.*uncaknya menghadap ke anterolateral dan basisnya ke posteromedial.*utaran basal pertama dari cochlea inilah yang tampak sebagai promontorium pada dinding medial ca%um tympani.
8|SKENARIO 2 (B16)

Labyrinthus membranaceus ? Utriculus $dalah yang terbesar sari dua buah sakus yang ada..empunyai hubungan tidak langsung dengan sacculus dan duktus endoliymphatikus melalui duktus utrikulosakularis. ? Sacculus /erbentuk bulat dan berhubungan dengan utriculus.,uctus endolymphaticus setelah bergabung dengan ductus utriculosaccularis terus berlanjut dan berakhir dalam kantung buntu kecil, yaitu saccus endolymphaticus. Utriculus dan sacculus terdapat reseptor sensoris khusus, yang peka terhadap orientasi kepala akibat gaya berat atau tenaga percepatan lain.

Gambar 3. Labirin membranasea

Perdarahan #elinga dalam memperoleh perdarahan dari a.auditori interna (a.labirintin) yang bersal dari a.serebelli in+erior anterior atau langsung dari a.basillaris. Setelah masuk meatus akustikus internus dibagi menjadi 3 @ !. a. %estibularis anterior memperdarahi @ .akula utrikuli, macula sakuli, Krista ampularis, dan canalis semicircularis superior dan lateralis.
9|SKENARIO 2 (B16)

2. a. %estibulokoklearis memperdarahi @ .akula sakuli, canalis semicircularis posterior, dan in+erior dari utrikulus. 3. a. koklearis memperdarahi @ modiolus (organ corti, skala %estibuli, dan skala tympani) $liran %ena pada telinga melalui 3 jalur @ !. >ena auditori interna 2. >ena akuaduktus koklearis 3. >ena akuaduktus %estibularis Per!ara1an B. %estibularis mengembang membentuk ganglion %estibulare. <abang:cabang sara+ kemudian menembus ujung lateral meatus acusticus internus dan masuk ke dalam labyrinthus membranaceus, untuk memasok utriculus, sacculus, dan ampullae ductus semicircularis. B. cochlearis bercabang:cabang, masuk ke +oramina pada basis modiolus.Ganglion sensoris sara+ ini berbentuk ganglion spiral memanjang, terletak dalam canalis yang mengelilingi modiolus, pada basis lamina spiralis.<abang:cabang peri+er sara+ ini berjalan dari ganglion ke organ corti. .. #ensor tympani depersara+i oleh n.trigeminus ber+ungsi secara re+le8 meredam getaran malleus lebih menegangkan membrana tympani. .. Stapedius dipersyara+i dari n.+acialis, yang terletak di belakang pyramis. Cungsi adalah re+le8 meredam getaran stapes dengan menarik collumnya Tuba Eustachius Cungsi abnormal tuba Eustachius merupakan +aktor yang penting pada otitis media.#uba Eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan naso+aring, yang terdiri atas tulang rawan pada dua pertiga ke arah naso+aring dan sepertiganya terdiri atas tulang (,jaa+ar, 2774). #uba Eustachius biasanya dalam keadaan steril serta tertutup dan baru terbuka apabila udara diperlukan masuk ke telinga tengah atau pada saat mengunyah, menelan dan menguap.*embukaan tuba dibantu oleh kontraksi muskulus tensor %eli palatini apabila terjadi perbedaan tekanan telinga tengah dan tekanan udara luar antara 27 sampai dengan 07 mmDg.#uba Eustachius mempunyai tiga +ungsi penting, yaitu %entilasi, proteksi, dan drainase sekret. >entilasi berguna untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar. *roteksi, yaitu melindung telinga tengah dari tekanan suara, dan menghalangi masuknya sekret atau cairan dari naso+aring ke telinga tengah.,rainase bertujuan untuk mengalirkan hasil sekret cairan telinga tengah ke naso+aring (,jaa+ar, 2774E Kerschner, 2774).
10 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

L-.1.# Mikr)!k)pik Telinga $. #elinga Luar $uricula Suatu lempeng tulang rawan elastic yang kuning dengan ketebalan 7,1:! mm, diliputi suatu perikondrium yang banyak mengandung serat:serat elastic. Seluruh permukaannya diliputi kulit tipis dengan lapisan subkutis yang sangat tipis.,itemukan rambut, kelenjar sebasea, dan kelenjar keringat. .eatus akustikus eksternus *ada potongan melintang saluran ini bentuknya o%al dan liangnya tetap terbuka karena dindingnya kaku.Sepertiga bagian luar mempunyai dinding tulang rawan elastic yang meneruskan diri menjadi tulang rawan aurikula, dan dua pertiga bagian dalam berdinding tulang.Saluran ini dilapisi oleh kulit tipis tanpa jaringan subkutis. ,alam liang telinga luar ditemukan serumen, suatu materi berwarna coklat, seperti lilin. Serumen merupakan bagian gabungan sekret kelenjar sebasea dan kelenjar serumen, yang merupakan modi+ikasi dari kelenjar keringat yang besar, berjalan spiral dan salurannya bermuara langsung ke permukaan kulit bersama kelenjar sebasea ke leher +olikel rambut. .embran timpani .embran timpani mempunyai sumbu tengah dua lapisan jaringan ikat, lapisan luar mempunyai serat yang berjalan radial dan lapisan dalam seratnya berjalan sirkular.*ermukan luarnya dilapisi kulit yang sangat tipis dan permukaan dalamnya dilapisi epitel yang kuboid./agian atas membran tak mengandung serat:serat kolagen dan disebut bagian +lasida.

/. #elinga #engah ;ongga #impani -pitel yang melapisi rongga timpani adalah epitel selapis gepeng atau kubis rendah, akan tetapi di bagian anterior pada celah tuba auditi%a, epitelnya selapis silindris bersilia. Lamina propia tipis dan menyatu dengan periosteum. Ketiga tulang pendengaran terdiri dari tulang kompakta tanpa rongga sumsum.$ntara ketiga tulang pendengaran (maleus, inkus, dan stapes) terdapat dua sendi syno%ial.*eriosteum yang tipis menyatu dengan lamina propia tipis dibawah lapisan epitel selapis gepeng.
11 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

#uba -ustachius .enghubungkan timpani dengan naso+aarings, sepertiga posterior mempunyai dinding tulang dan bagian dua pertiga anterior mempunyai dinding tulang rawan.Lumennya gepeng, lapisan epitel ber%ariasi dari epitel bertingkat, selapis silindris bersilia dengan sel goblet dekat +arings.Lamina propia dengan +arings mengadung kelenjar seromukosa.

<. #elinga ,alam Labyrinth 2ssea ? >estibulum .erupakan ruangan yang berbentuk o%al, letaknya sebelah medial dari ca%um timpani. ,i sebelah posterior terdapat tiga buah cabalis semicicularis yang ujung:ujungnya berhubungan dengan %estibulum.,i sebelah anteromedial berhubungan dengan cochlea. ? <analis Semicircularis #erdiri dari lateral, anterior, dan posterior.Setiap saluran mempunyai pelebaran yang disebut ampulla. Sebuah krista ditemukan dalam setiap ampulla. #iap krista terletak menyilang sumbu panjang saluran dan dibentuk oleh sel:sel penyokong dan sel rambut. ? <ochlea ,isebut demikian karena bentunya seperti rumah siput atau keong.*oros yang dikitari terdiri dari tulang yang berbentuk kerucut yang disebut modiolus.,i dalam modiolus terdapat ganglion spiralis yang berjalan seperti spiral mengikuti canal cochlea.,endrit sel:sel bipolar ganglion spiralis membentuk sinaps dengan sel:sel rambut organ corti dan neurit:neuritnya membentuk n.cochlearis. <ochlea dibagi menjadi tiga buah saluran oleh lamina spiralis dan membrana %estibularis (membrana reiisner) yaitu scala %estibuli, scala media, dan scala timpani.

12 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

Gambar 4. Labirin

Labyrinth .embranosa ,idalam labirin tulang terdapat labirin membranosa, suatu system yang terdiri dari bagian:bagian yang saling berhubungan dilapisi epitel dan mengadung endolim+./entuk labirin membranosa serupa dengan labirin tulang, hanya saja %estibulum tidak hanya satu sisi melainkan dua buah ruangan dan saluran: saluran penghubung.

Labyrinth /e!tibulari! ? Utrikulus dan Sakulus .empunyai dinding dengan lapisan jaringan ikat halus yang mengandung sejumlah +ibroblast dan melanosit. *ada dinding lateral utriculus terdapat penebalan horiAontal berbentuk o%al yang disebut macula. *ada dinding medial sakulus terdapat penebalan %ertikal yang disebut macula sakuli. ? ,uctus semicircularis membranosa ketiga ujung pangkalnya melebar dan bergabung disebut ampulla membranosa. ,asar ampulla membranosa datar dan atapnya hemis+eris.*ada dasar masing:masing ampulla membranosa terdapat crista ampullaris. .akula dan crista ampullaris merupakan daerah khusus yang mengandung sel: sel reseptor sensoris untuk keseimbangan.,i atas crista ampullaris terdapat bangunan berbentuk kubah, dengan konsistensi seperti agar yang terdiri dari glycosaminoglycan disebut cupula.Sel:sel rambut crista ampullasris terbenam di dalam cupula. ,i atas macula terdapat pula bangunan berbentuk membran yang tebalnya kurang lebih 22 mikron berupa massa seperti gelatin yang kaya akan senyawa glycosaminoglycans. ,i dalam membran terdapat benda:benda kristal terdiri dari campuran protein dan kalsium karbonat disebut otolith dan membrana ini disebut sebagai membrana otoith.

13 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

Gambar 5. <rista ampularis (kiri), .akula (kanan)

Labyrinth 2)$hleari! ,ibentuk oleh ductus cochlearis membranosa (scala media) yang berbentuk spiral, terdapat di sepanjang dinding lateral rumah siput di dalam cochlea. *otongan melintang ductus cochlearis membranosa menyerupai segitiga dan dapat disebut menyerupai atap, dinding luar (lateral), dan lantai.$tap memisahkan ductus cochlearis membranosa dari scala %estibuli, berbentuk suatu membrana tipis disebut membrana %estibularis (membrana ;eissner). Suatu lembaran jaringtan ikat tipis, diliputi pada permukaan atas atau permukaan %estibularnya oleh pelapis perilim+ yaitu epitel selapis gepeng yang terdiri dari sel:sel mesenkim. ,inding luar dibentuk oleh stria %askularis dan prominentia spiralis.Keduanya melekat pada ligamentum spiralis.Lantai ductus membatasi ruangan scala media dengan scala timpani, dibentuk oleh ujung peri+er lamina spiralis ossea dan membrana basilaris.*ermukaaan bawah yang menghadap skala timpani diliputi oleh jaringan ikat +ibrosa mengandung pembuluh darah dan sel mesotel.*ada permukaannya terdapat struktur khusus sensoris pendengaran yaitu organ corti.,uctus cochlearis membranosa ini berisi cairan endolim+.

14 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

Gambar 6. Koklea (potongan %ertikal) :2rgan <orti #erdiri dari sel penyokong dan sel rambut.Sel penyokong merupakan sel silindris tinggi. ,alam organ corti terdapat suatu terowongan yang berjalan sepanjang koklea, penampangnya segitiga dan dibatasi pada bagian basalnya yang membran basilaris dan medial dan lateral oleh sel tiang dalam dan luar. Sel tiang dalam adalah sel berbentuk kerucut yang ramping dan bagian basal yang lebar mengandung inti.Sel tiang luar lebih panjang dibandingkan sel tiang dalam.'umlah sel tiang dalam lebih banyak daripada yang sel tiang luar. Sel +alangs luar dan sel +alangs dalam, terletak pada membrana basal berdampingan dengan sel:sel tiang.Sel:sel ini lebih kecil.Sel batas dalam dan sel batas luar (sel hensen).,isebelah leteral sel hensen di atas membrana basilaris terdapat kelompok sel:sel terdiri dari satu sampai dua lapis yaitu sel <laudius berupa sel silindri, dan sel /oettcher berupa sel polyhedral.Kedua sel ini adalah sel penyokong juga namun tidak termasuk organ corti. Sel rambut bentuknya piri+ormis, dengan inti terletak dalam bagian basis yang lebar dengan suatu "leher& apical yang ramping, mengandung 17:37 rambut stereosilia.*ermukaan organ corti diliputi oleh suatu membran pita materi gelatinosa yang disebut membran tektoria.

Gambar !7. 2rgan <orti

15 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

LI.# Me aha i dan Men.ela!kan 0i!i)l)gi Pendengaran dan Ke!ei bangan Pr)!e! pendengaran

*endengaran adalah persepsi sara+ mengenai energi suara. Gelombang suara adalah getaran udara yang merambat dan terdiri dari daerah:daerah nertekanan tinggi karena komporesi (pemampatan) molekul:molukel udara yang berselang:seling dengan daerah: daerah bertekanan rendah karena penjarangan molekul tersebut. Setiap alat yang ammapu menghasilkan pola gangguan molekul udara seperti itu adalah sumber suara.

Gelombang suara juga dapat berjalan melalui medium selain udara, misalnya air. Bamun, perjalan gelombang suara dalam media tersebut kurang e+isien, diperlukan tekanan yang lebih besar untuk menimbulkan pergerakan cairan udara karena resistensi terhadap perubahan cairan yang lebih besar.

Suara ditandai oleh nada (tone, tinggi rendahnya suara), intensitas (kekuatan, kepekakan, loudness, dan timbre (kualitas, warna nada). o Nada suatu suara ditentukan oleh +rekuensi getaran. Semakin tinggi +rekuensi getaran , semakin tinggi nada. #elinga manusia dapat mendeteksi gelombang suara dengan +rekuensi dari 27:27.777 siklus per detik, tetapi paling peka terhadap +rekuensi antara !777 dan 0777 siklus per detik. o Inten!ita! atau kepekakan (kekuatan) suatu suara bergantung pada amplitudo gelombang suara, atau perbedaan tekanan anatar daerha pemampatan yang bertekanan tinggi dan daerah penjarangan yang bertekanan tinggi. ,alam rentang pendengaran, semakin besar amplitudo, semakin keras (pekak) suara. Kepekakan dinyatan dalam de!ibel 3d456 yaitu ukuran logaritmik intensitas dibandungkan dengan suara teredam
16 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

(terhalus) yang dapat terdengar Fambang pendengaran:. Karena hubungan yang bersi+at logaritmik, setiap !7 d/ menandakan peningkatan kepekakan !7 kali lipat. o Kualita! atau &arna nada (timbre) bergantung pada nada tambahan, yaitu +rekuensi tambahan yang menimpa nada dasar.

Telinga luar dan tengah engubah gel) bang !uara dari hantaran udara getaran $airan di telinga dala .

en.adi

;eseptor:reseptor khusus untuk suara terletak di telinga dalam yang berisi cairan. ,engan demikian, gelombang suara hantaran udara yang harus disalurkan ke arah dan dipindahkan ke telinga dalam, dan dalam prosesnya melakuakan kompensai terhadap berkurangnya energi suara terjadi secara alamiah sewaktu gelombang suara berpindah dari udara ke air. Cungsi ini dilakukan oleh telinga liar dan telinga tengah.

Telinga luar terdiri dari pinna (bagian daun telinga, auricula), meatus auditorius eksternus (saluran telinga), dan memebran timpani (gendnag telinga). Pinna6 suatu lempeng tulang rawan terbungkus kulit, mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke slauran telinga luar. Karena bentuknya, daun telinga secra parsial menahan gelombang suara yang mendekati telinga dari arah belakang, dan dengan demikian, membantu seseorang membedakan apakah suara datang dari arah depan atau belakang.

Lokalisasi suara untuk menentukan apakah suara datang sari kanan atau kiri ditentukan berdasarkan dua petunjuk. *ertama, gelombang suara mencapai telinga yang terletak lebih dekat ke sumber suara sedikit lebih cepat daripada gelombang tersebut mencapai telinga satunya. Kedua, sura terdengar kurang kuat sewaktu mencapai telinga yang terletak lebih jauh, krena kepala ber+ungsi sebagai sawar suara yang secara parsial mengganggu perambatan gelombang suara.

*intu masuk ke kanali! telinga 3!aluran telinga5 dijaga oleh rambut:rambut halus. Kulit yang melapisi saluran telinga mengandung kelenjar:kelenjar keringat termodi+ikasi yang menghasilkan serumen (kotoran telinga), suatu sekersi lengket yang menangkap partikel: partikel asing yang halus. ;ambut halus dan serumen tersebut membantu mencegah partikel:partikel dari udara masuk ke bagian dalam saluran telinga, tempat mereka dapat menumpuk atau mencederai membrana timpani dan menggangu pendengaran.

17 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

Me brani ti pani6 yang teregang menutupi pintu masuk ke telinga tengah6 bergetar sewaktu terkena gelombang suara. ,aerah:daerah gelombang suara yang bertekanan tinggi dan rendah berselang:seling menyebabkan gendang telinga yang sangat peka tersebut menekuk keluar masuk seirama dengan +rekuensi gelombang suara.

#ekanan udara istirahat di kedua sisi membran timpani harus setara agar membrana dapat bergerak bebas sewaktu gelombang suara mengenainya. /agian luar gendang telinga terpajan ke tekanna atmos+er yang mencapainya melalui saluran telinga. /agian dalam gendang telinga yang berhadapan dengan rongga telinga tengah juga terpajan ke tekanan atmos+er melalui tuba eu!ta$hiu! 3audit)ria5 yang menghubungkan telinga tengah ke 1aring. #uba eustakius dalam keadaan normal tertutup, tetapi dapat dibuat terbuka dengan gerakan menguap, mengunyah, atau menelan. *embukaan tersebut memeungkinkan tekanan udara di dalam telinga tengah menyamakan diri dengan tekanan atmos+er, sehingga tekanan di kedua sisi membran setara.

Selama perubahan tekanan eksternal yang berlangsung cepat (contohnya sewaktu pesawat lepas landas), kedua gendang telinga menonjol ke luar dan menimbulkan nyeri karena tekanan di luar telinga berubah sedangkan tekanan di telinga tengah tidak berubah. .embuka tuba eustakius dengan menguap memungkinkan tekanan di kedua sisi membrana timpani seimbang, sehingga menghilangkan distorsi tekanan dan gendang telinga kembali ke posisinya semula. n+eksi yang berasal dari tenggorokan kadang: kadang menyebar melalui tuba eustakius ke telinga tenagah. *enimbunan cairan yang terjadi di telinga tengah tidak saja menimbulkan nyeri tetapi juga menganggu hantaran suara melintasi telinga tengah.

#elinga tengah memindahkan gerakan bergetar memebrana timpani ke cairan di telinga dalam. *emindahan ini dipermudah oleh adanya rantai yang terdiri dari tiga tulang yang dapat beregrak atau )!ikula 3 aleu!6 inku!6 dan !tape!5 yang berjalan melintasi telinga tengah. #ulang pertama maleus melekat ke membrana timpani, dan tulang terakhir stapes melekat ke .endela )/al, pintu masuk ke koklea yang berisi cairan. Ketika membrana timpani bergetar sebagai respons terhadap gelombang suara, rantai tulang:tulang tersebut juga bergerak dengan +rekuensi yang sama, memindahkan +rekuensi gerakan tersebut dari membrana timpani ke jendela o%al. #ekanan di jendela o%al akibat setiap getaran yang dihasilkan menimbulkan gerakan seperti gelombang pada cairan telinga dalam dengan +rekuensi yang sama dengan +rekuensi gelombang suara semula.

Bamun, seperti dinyatakan sebelumnya, diperlukan tekanan yang lebih besar untuk menggerakan cairan. #erdapat dua mekanisme yang berkaiatan dengan sistem osikuler
18 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

yang memperkuat tekanan gelombang suara daru udara untuk menggetarkan cairan di koklea. *ertama, karena luas permukaan membran timpani jauh lebih besar daripada luas permukaan jendela o%al, terjadi peningktan tekanan ketika gaya yang bekerja di membrana timpani disalurkan ke jendela o%al (tekananG gayaHsatuan luas). Kedua, e+ek pengungkit tulang:tulang pendnegaran menghasilkan keuntungan mekanis tambahan. Kedua mekanisme ini bersama:sama meningkatkan gaya yang timbul pada jendela o%al sebesar 27 kali lipat dari gelombang suara yang langsung mengenai jendela o%al. #ekanan tambahan ini cukup untuk menyebabkan peregrakan cairan koklea.

/eberapa otot halus di telinga tengah berkontraksi secara re+leks sebgai respons terhadap suara keras (I 47 d/), menyebabkan membrana timpani menegang dan pergerakan tulang:tulang di telinga tengah dibatasi. *engurangan pergerakan struktur:struktur telinga tengah ini menghilangkan transmisi gelombang suara keras ke telinga dalam untuk melindungi perangkat sensorik yang sangat peka dari kerusakan. Bamun, respons re+leks ini relati+ lambat, timbul plaing sedikit 07 mdet setelah pajanan suatu sura keras. ,engan demekian, re+leks ini hanya memberikan perlindungan terhadap suara keras yang berkepankangan, bukan terhadap suara keras yang timbul mendadak, misalnya suara ledakan.

Sel ra but di )rgan $)rti

engubah gerakan $airan

en.adi !inyal !ara1.

Gerakan stapes yang menyerupai piston terhadap jendela o%al menyebabkan timbulnya gelombang tekanan di kompartemen atas. Karena cairan tidak dapat ditekan, tekanan dihamburkan melalui dua cara sewaktu stapes menyebabkan jendela o%al menonjol ke dalam@ !. *erubahan posisi jendela bundar 2. ,e+leksi membran basilaris.

*ada jalur pertama, gelombang tekanan mendorong perilim+e ke depan di kompartemen atas, kemudian mengelilingi helikotrema, dan ke kompartemen bawah, tempat gelombang tersebut menyebabkan jendela bundar menonjol ke luar ke dalam rongga telinga tengah untuk mengkompensasi peningkatan tekanan. Ketika stapes beregerak mundur dan menarik jendela o%al ke luar ke arah telinga tengah, perilim+e mengalir dalam arah berlawanan, mengubah posisi jendela bundar ke arah dalam. 'alur ini tidak menyebabkan timbulnya persepsi suara, tetapi hanay menghamburkan tekanan.

Gelombang tekanan +rekuensi yang berkaitan dengan penerimaan suara mengambil "jalan pintas&. Gelombang tekanan di kompartemen atas dipindahkan melalui membrana
19 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

%estibular yang tipis, ke dalam duktus koklearis, dan kemudian melalui membrana basilaris ke kompartemen bawah, tempat gelombang tersebut menyebabkan jendela bundar menonjol ke luar masuk bergantian. *erbedaan utama pada jalur ini adalah bahwa transmisi gelombang tekanan melalui membrana basilaris menyebabkan membran ini bergerak ke atas dan ke bawah, atau bergetar secara sinkron dengan gelombang tekanan. Karena organ corti menumpang pada membrana basilaris, sel:sel rambut juga bergerak naik turun sewaktu membrana basilaris bergetar. Karena rambut:rambut dari sel reseptor terbeanam di dalam membrana tektorial yang kaku dan stasioner, rambut:rambut tersebut akan membengkok ke depan dan belakang sewaktu membrana basilaris menggeser posisinya terhadap membrana tektorial.

*erubahan bentuk mekanis rambut yang maju mundur ini menyebabkan sluran:saluran ion gerbang mekanis di sel:sel rambut terbuka dan tertutup secara bergantian. Dal ini menyebabkan perubahan potensial depolarisasi dan hiperpolarisasi yang bergantian. Sel:sel rambut adalah sel reseptor khusus yang berkomunikasi melalui sinaps kimiawi dengan ujung:ujung serat sara+ a+eren yang membentuk !ara1 audit)riu!3k)kleari!5. ,epolarisasi sel:sel rambut (sewaktu membrana basilaris bergerak ke atas) meningkatkan kecepatan pengeluaran Aat perantara mereka, yang menaikkan kecepatan potensial aksi di serat:serta a+eren. Sebaliknya, kecepatan pembentukan potensial aksi berkurang ketika sel:sel rambut mengeluarkan sedikit Aat perantara karena mengalami hiperpolarisasi (sewaktu membrana basilaris bergerak ke bawah).

Gambar !!. #ransmisi gelombang suara

20 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

,engan demikian, telinga mengubha gelombang suara di udara menjadi gerakan:gerakan berosilasi membrana basilaris yang membengkokkan pergerakan maju mundur rambut: rambut di sel reseptor. *erubahan bentuk mekanis rambut:rambut tersebut menyebabkan pembukaan dan penutupan (secara bergantian) saluran di sel reseptor, yang menimbulkan perubahan potensial berjenjang di reseptor, sehingga mengakibatkan perubahan kecepatan pembentykan potensial aksi yang merambat ke otak. ,engan cara ini, gelombang suara diterjemahkan menjadi sinyal sara+ yang dapat dipersepsikan oleh otak sebagai sensasi suara. !st order dari 2 telinga Beuron sensory di cabang <ochlear B. > nuclei <ochlearis (di .edulla 2blongata) @ pada sisi yang sama susunan sinyal auditory dikirim kemudian ditangkap oleh a8on dan dialirkan menuju nuclei oli%ary superior (pada kedua sisi *ons) Lemniscus Lateralis impuls tiba (perbedaan tipis tergantung letak sumber suara jauh atau dekat) di nuclei oli%ary dan nuclei cochlea dialirkan oleh a8on ke <oliculus in+erior (di .id /rain) <orpus Genikulatum (di #alamus) susunan auditory sinyal sampai ke area auditory primer pada gyrus superior temporal (di <orte8 <erebral) masuk ke area broadman 0! dan 02 sehingga terjadi *emahaman Suara

7i!kri ina!i nada bergantung pada daerah e brana ba!ilari! yang bergetar6 dik!ri ina!i kepekakan !uara bergantung pada a plitud) getaran. 7i!kri ina!i nada (yaitu, kemampuan membedakan berbagai +rekuensi gelombang suara yang datang) bergantung pada bentuk dan si+at membrana basilaris, yang menyempit dan kaku di ujung helikotremanya.

21 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

/erbagai daerah di membrana basilaris secra alamiah bergetar secara maksimum pada +rekuensi yang berbeda, yaitu setiap +rekuensi memperlihatkan getaran puncak di titik: titik tertentu sepanjang membrana. Ujung sempit paling dekat jendela o%al bergetar maksimum pada nada:nada tinggi, sedangkan ujung lebar paling dekat dengan helikotrema bergetar maksimum pada nada:nada rendah. Bada:nada antara berada di sepanjang membrana basilaris dari +rekuensi tinggi ke rendah.

K)rtek! pendengaran dipetakan berda!arkan nada Beuron:neuron a+eren yang menangkap sinyal auditorius dari sel:sel rambut keluar dari koklea melalui sara+ auditorius. 'alur sara+ antara organ corti dan korteks pendengaran melibatkan beberapa sinaps di batang otak dan nukleus genikulatus medialis talamus. /atang otak menggunakan masukan pendangaran untuk kewaspadaan. #alamus menyortir dan memancarkan sinyal ke atas. #idak seperti jalur penglihatan, sinyal pendengaran dari kedua telinga dislaurkan ke kedua lobus temporalis karena serat: sertanya bersilangan secara parsial di batang otak. Karena itu, gangguan di jalur pendengaran tidak mengganggu pendengaran di kedua telinga. SISTEM KESEIM4ANGAN Aparatu! /e!tibulari! mendeteksi perubahan posisi dan gerakan kepala. Semua komponen apparatus %estibularis mengandung endolim+e dan dikelilingi oleh perilim+e. #erdiri dari dua set struktur di dalam bagian terowongan tulang temporal dekat koklea @ kanali! !e i!irkulari! dan )rgan )t)lit 3utrikulu! dan !akulu!5 Kanali! !e i!irkulari! .endeteksi akselerasi atau deselerasi kepala r)ta!i)nal atau angular, misalnya ketika kita mulai atau berhenti berputar, jungkir balik, atau menengok. Sel:sel rambut resepti+ masing:masing semisirkularis terletak pada a pula. ;ambut:rambut terbenam di dalam lapisan gelatinosa di atasnya yaitu kupula. Jaktu anda mulai menggerakkan kepala anda, pada a&alnya $airan dala kanali!, karena tidak melekat ke tengkorak anda, tidak bergerak searah dengan rotasi tetapi tertinggal di belakang akibat inersia (benda yang diam tetap diam, dan benda yang sedang bergerak akan terus bergerak kea rah yang sama). *ada awalnya endolim+e tertinggal dibelakang sewaktu mulai memutar kepala, menyebabkan kupula miring ke arah berlawanan dengan gerakan kepala anda. 'ika gerakan kepala terus berlanjut dengan kecepatan dan arah yang sama, maka endolim+e akan menyusul dan kupula kembali ke posisi yang sesuai. Ketika kepala melambat dan berhenti, endolim+e sesaat melanjutkan gerakan kea rah rotasi akibatnya kupula dan rambut:rambutnya secara transien melengkung ke arah putaran sebelumnya. ;ambut:rambut di sel rambut %estibularis terdiri dari satu silium (kin)!iliu ) bersama dengan 27 sampai 17 mikrosilium ( !tere)!ilia) yang tersusun dalam barikan yang semakin tinggi. Stereosilia berhubungan di ujung:ujungnya oleh tautan u.ung 3tip link5
22 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

yang dapat menyebabkan depolarisasi dan hiperpolarisasi. Sel:sel rambut membentuk sinaps dengan ujung terminal neuron a+eren yang aksonnya menyatu dengan akson struktur %estibularis lain untuk membentuk ner%us %estibularis. Kemudian menyatu dengan sa+ar kokhlearis membentuk ner%us /e!tibul)k)khleari!. Kanalis semisirkularis mendeteksi perubahan ke$epatan gerakan r)ta!i)nal (akselerasi atau deselerasi) kepala anda. -gan )t)lit .emberi in+ormasi tentang posisi kepala relati%e terhadap gra%itasi dan juga mendeteksi perubahan kecepatan gerakan lurus. 8trikulu! dan !akulu! berbentuk kantung yang berada di dalam ruang bertulang di antara kanalis semisirkularis dan koklea. ;ambut (kinosilium dan stereosilia) sel:sel rambut resepti+ di organ indera ini juga menonjol ke dalam suatu lembaran gelatinosa di atasnya, yang gerakannya menggeser rambut dan menyebabkan perubahan potensial sel rambut. Lapi!an gelatin)!a ini lebih berat dan inersianya lebih besar dibanding cairan sekitarnya karena banyak kristal kecil kalsium karbonat ( )t)lit). Ketika dalam posisi tegak, rambut:rambut di dalam utrikulus berorientasi /erti$al dan rambut sakulus berjajar h)ri9)ntal. Utrikulus, massa gelatinosa berubah posisi dan menekuk rambut melalui dua cara @ !. Ketika kepala miring ke suatu arah selain %ertical (lurus naik turun), rambut:rambut akan menekuk sesuai arah kemiringan karena gaya gra%itasi yang mengenai lapisan gelatinosa. *enekukan ini menimbulkan potensial aksi, karena itu SS* menerima berbagai pola akti%itas sara+ bergantung pada posisi kepala dalam kaitannya dengan gra%itasi. 2. ;ambut utrikulus juga bergerak oleh setiap perubahan pada gerakan linier horiAontal. .endeteksi akselerasi dan deselerasi linier arah horiAontal, teapi tidak memberi in+ormasi mengenai gerakan dalam arah lurus dengan kecepatan tetap. Saculus ber+ungsi sama dengan utrikulus, tapi bagian ini berespon secara selekti+ terhadap gerakan miring kepala menjauhi posisi horiAontal dan akselerasi dan deselerasi linier %ertical. LI.% Me aha i dan Men.ela!kan -titi! Media Akut L-.%.1 7e1ini!i -titi! Media Akut 2titis .edia adalah peradangan pada sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah,#uba -ustachius, antrum mastoid, dan sel:sel mastoid. 2titis media berdasarkan gejalanya dibagi atas otitis media supurati+ dan otitis media non supurati+, di mana masing: masing memiliki bentuk yang akut dan kronis. Selain itu, juga terdapat jenis otitis media spesi+ik, seperti otitis media tuberkulosa, otitis media si+ilitika. 2titis media yang lain adalah otitis media adhesi%a (,jaa+ar, 2774). L-.%.# Eti)l)gi -titi! Media Akut !. /akteri
23 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

/akteri piogenik merupakan penyebab 2.$ yang tersering. .enurut penelitian, 31:41K kasus 2.$ dapat ditentukan jenis bakteri piogeniknya melalui isolasi bakteri terhadap kultur cairan atau e+usi telinga tengah. Kasus lain tergolong sebagai non:patogenik karena tidak ditemukan mikroorganisme penyebabnya. #iga jenis bakteri penyebab otitis media tersering adalah Streptococcus pneumoniae (07K), diikuti oleh Daemophilus in+luenAae (21:37K) dan .ora8ella catarhalis (!7:!1K). Kira:kira 1K kasus dijumpai patogen:patogen yang lain seperti Streptococcus pyogenes (group $ beta:hemolytic), Staphylococcus aureus, dan organisme gram negati+. Staphylococcus aureus dan organisme gram negati+ banyak ditemukan pada anak dan neonatus yang menjalani rawat inap di rumah sakit. Daemophilus in+luenAae sering dijumpai pada anak balita. 'enis mikroorganisme yang dijumpai pada orang dewasa juga sama dengan yang dijumpai pada anak:anak (Kerschner, 2774). 2. >irus

>irus juga merupakan penyebab 2.$. >irus dapat dijumpai tersendiri atau bersamaan dengan bakteri patogenik yang lain. >irus yang paling sering dijumpai pada anak:anak, yaitu respiratory syncytial %irus (;S>), in+luenAa %irus, atau adeno%irus (sebanyak 37:07K). Kira: kira !7:!1K dijumpai parain+luenAa %irus, rhino%irus atau entero%irus. >irus akan membawa dampak buruk terhadap +ungsi tuba -ustachius, menganggu +ungsi imun lokal, meningkatkan adhesi bakteri, menurunkan e+isiensi obat antimikroba dengan menganggu mekanisme +armakokinetiknya (Kerschner, 2774). ,engan menggunakan teknik polymerase chain reaction (*<;) dan %irus speci+ic enAyme:linked immunoabsorbent assay (-L S$), %irus: %irus dapat diisolasi dari cairan telinga tengah pada anak yang menderita 2.$ pada 41K kasus (/uchman, 2773). .enurut /luestone (277!) dalam Klein (2776), distribusi mikroorganisme yang diisolasi dari cairan telinga tengah, dari 2574 orang pasien 2.$ di *ittsburgh 2titis .edia ;esearch <enter, pada tahun !657 sampai dengan !656 adalah seperti berikut@ Gambar 2.3. ,istribusi mikroorganisme yang diisolasi dari cairan telinga tengah pasien 2.$.

24 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

L-.%.% Epide i)l)gi -titi! Media Akut Caktor risiko terjadinya otitis media adalah umur, jenis kelamin, ras, +aktor genetik, status sosioekonomi serta lingkungan, asupan air susu ibu ($S ) atau susu +ormula, lingkungan merokok, kontak dengan anak lain, abnormalitas kranio+asialis kongenital, status imunologi, in+eksi bakteri atau %irus di saluran pernapasan atas, dis+ungsi tuba -ustachius, inmatur tuba -ustachius dan lain:lain (Kerschner, 2774). Caktor umur juga berperan dalam terjadinya 2.$. *eningkatan insidens 2.$ pada bayi dan anak:anak kemungkinan disebabkan oleh struktur dan +ungsi tidak matang atau imatur tuba -ustachius. Selain itu, sistem pertahanan tubuh atau status imunologi anak juga masih rendah. nsidens terjadinya otitis media pada anak laki:laki lebih tinggi dibanding dengan anak perempuan. $nak:anak pada ras Bati%e $merican, nuit, dan ndigenous $ustralian menunjukkan pre%alensi yang lebih tinggi dibanding dengan ras lain. Caktor genetik juga berpengaruh. Status sosioekonomi juga berpengaruh, seperti kemiskinan, kepadatan penduduk, +asilitas higiene yang terbatas, status nutrisi rendah, dan pelayanan pengobatan terbatas, sehingga mendorong terjadinya 2.$ pada anak:anak. $S dapat membantu dalam pertahanan tubuh. 2leh karena itu, anak:anak yang kurangnya asupan $S banyak menderita 2.$. Lingkungan merokok menyebabkan anak:anak mengalami 2.$ yang lebih signi+ikan dibanding dengan anak:anak lain. ,engan adanya riwayat kontak yang sering dengan anak: anak lain seperti di pusat penitipan anak:anak, insidens 2.$ juga meningkat. $nak dengan adanya abnormalitas kranio+asialis kongenital mudah terkena 2.$ karena +ungsi tuba -ustachius turut terganggu, anak mudah menderita penyakit telinga tengah. 2titis media merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat in+eksi saluran napas atas, baik bakteri atau %irus (Kerschner, 2774) L-.%.' Kla!i1ika!i -titi! Media Akut

!. 2titis media supurati+, terdiri dari @ 2titis .edia Supurati+ akut G otitis media akut (2.$)
25 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

*enyakit yang disebabkan oleh serangan mendadak dari in+eksi bakteri dalam telinga bagian tengah. *enyebab utama 2titis .edia $kut (2.$) a. .asuknya bakteri patogenik (Streptococcus *nemoniae,Demophillus n+luenAa, .ora8ella <atarrhalis) ke dalam telinga tengah. b. ,is+ungsi tuba euatakhius, seperti obstruksi yang diakibatkan in+eksi saluran pernapasan atas, in+lamasi jaringan disekitar (snusitis, hipertroi adenoid) atau reaksi alergi (rrhinitis alergika)

2titis .edia Supurati+ Kronis (2.SKH2.*) 2.SK adalah per+orasi membran timpani secara permanen, dengan atau tanpa pengeluaran pus dan kadang:kadang disertai oleh perubahan dalam mukosadan struktur tulang dari telinga tengah. (*ricilla Lemone. 277! @ !063). -tiologi 2.SK biasanya disebabkan karena pengulangan dari penyakit otitis media akut dan dis+ungsi tuba akustikus serta #rauma atau penyakit lain. Secret yang keluar dari telinga tengah terus menerus atau hilang timbul, sekret mungkin encer, kental, bening atau berupa nanah. *ato+isiologi 2titis media akut dengan per+orasi membrane timpani menjadi otitis media per+orati+ apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan. /ila pross in+eksi kurang dari 2 bulan disebut otitis media supurati+ subakut.

2. 2titis .edia Bon Supurati+HSerosa, terdiri dari @


26 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

2titis .edia Serosa *eradangan non bakteri mukosa ka%um timpani yang ditandai terkumpulnya cairan yang non purulen (serousHmukoid). -tiologi @ #ransudasi plsama dari pembulah darah ke dalam rongga telinga tengah terutama disebabkan tekanan hidrostatik. ,is+ungsi tuba eutakius (penyebab utama) Caktor penyebab lain, hipertropi adenoid, adenoiditis kronis, palatoskisis tomor naso+aring barotrauma, radang seperti rinitis, sinusitis.

.asalah ini dapat sering menimbulkan tuli kondukti+. *ada otitis media serosa, membran timpani tampak berwarna kekuningan. Kadang tinggi cairan atau gelembung ($ir +luid le%elHair bubbles) tampak lewat di membran timpani yang semitransparan. .embran timpani dapat berwarna biru atau keunguan bila ada ada darah dalam telinga tengah.

L-.%.( Pat)1i!i)l)gi -titi! Media Akut *athogenesis 2.$ pada sebagian besar anak:anak dimulai oleh in+eksi saluran pernapasan atas ( S*$) atau alergi, sehingga terjadi kongesti dan edema pada mukosa saluran napas atas, termasuk naso+aring dan tuba -ustachius. #uba -ustachius menjadi sempit, sehingga terjadi sumbatan tekanan negati+ pada telinga tengah. /ila keadaan demikian berlangsung lama akan menyebabkan re+luks dan aspirasi %irus atau bakteri dari naso+aring ke dalam telinga tengah melalui tuba -ustachius. .ukosa telinga tengah bergantung pada tuba -ustachius untuk mengatur proses %entilasi yang berkelanjutan dari naso+aring. 'ika terjadi gangguan akibat obstruksi tuba, akan mengakti%asi proses in+lamasi kompleks dan terjadi e+usi cairan ke dalam telinga tengah. ni merupakan +aktor pencetus terjadinya 2.$ dan otitis media dengan e+usi. /ila tuba -ustachius tersumbat, drainase telinga tengah terganggu, mengalami in+eksi serta terjadi akumulasi sekret di telinga tengah, kemudian terjadi proli+erasi mikroba patogen pada sekret. $kibat dari in+eksi %irus saluran pernapasan
27 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

atas, sitokin dan mediator:mediator in+lamasi yang dilepaskan akan menyebabkan dis+ungsi tuba -ustachius. >irus respiratori juga dapat meningkatkan kolonisasi dan adhesi bakteri, sehingga menganggu pertahanan imum pasien terhadap in+eksi bakteri. 'ika sekret dan pus bertambah banyak dari proses in+lamasi lokal, perndengaran dapat terganggu karena membran timpani dan tulang:tulang pendengaran tidak dapat bergerak bebas terhadap getaran. $kumulasi cairan yang terlalu banyak akhirnya dapat merobek membran timpani akibat tekanannya yang meninggi (Kerschner, 2774). 2bstruksi tuba -ustachius dapat terjadi secara intraluminal dan ekstraluminal. Caktor intraluminal adalah seperti akibat S*$, dimana proses in+lamasi terjadi, lalu timbul edema pada mukosa tuba serta akumulasi sekret di telinga tengah. Selain itu, sebagian besar pasien dengan otitis media dihubungkan dengan riwayat +ungsi abnormal dari tuba -ustachius, sehingga mekanisme pembukaan tuba terganggu. Caktor ekstraluminal seperti tumor, dan hipertro+i adenoid (Kerschner, 2774). L-.%.* Mani1e!ta!i Klini! -titi! Media Akut Gejala klinis 2.$ bergantung pada stadium penyakit serta umur pasien. *ada anak yang sudah dapat berbicara keluhan utama adalah rasa nyeri di dalam telinga, di samping suhu tubuh yang tinggi. /iasanya terdapat riwayat batuk pilek sebelumnya. *ada anak yang lebih besar atau pada orang dewasa, selain rasa nyeri, terdapat gangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga atau rasa kurang mendengar. *ada bayi dan anak kecil, gejala khas 2.$ adalah suhu tubuh tinggi dapat mencapai 36,1L< (pada stadium supurasi), anak gelisah dan sukar tidur, tiba:tiba anak menjerit waktu tidur, diare, kejang:kejang dan kadang:kadang anak memegang telinga yang sakit. /ila terjadi ruptur membran timpani, maka sekret mengalir ke liang telinga, suhu tubuh turun dan anak tidur tenang (,jaa+ar, 2774). *enilaian klinik 2.$ digunakan untuk menentukan berat atau ringannya suatu penyakit. *enilaian berdasarkan pada pengukuran temperatur, keluhan orang tua pasien tentang anak yang gelisah dan menarik telinga atau tugging, serta membran timpani yang kemerahan dan membengkak atau bulging. .enurut ,agan (2773) dalam #itisari (2771), skor 2.$ adalah seperti berikut@

28 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

*enilaian derajat 2.$ dibuat berdasarkan skor. /ila didapatkan angka 7 hingga 3, berarti 2.$ ringan dan bila melebihi 3, berarti 2.$ berat. *embagian 2.$ lainnya yaitu 2.$ berat apabila terdapat otalgia berat atau sedang, suhu lebih atau sama dengan 36L< oral atau 36,1L< rektal. 2.$ ringan bila nyeri telinga tidak hebat dan demam kurang dari 36L< oral atau 36,1L< rektal (#itisari, 2771). !. Stadium 2klusi #uba -ustachius *ada stadium ini, terdapat sumbatan tuba -ustachius yang ditandai oleh retraksi membran timpani akibat terjadinya tekanan intratimpani negati+ di dalam telinga tengah, dengan adanya absorpsi udara. ;etraksi membran timpani terjadi dan posisi malleus menjadi lebih horiAontal, re+leks cahaya juga berkurang. -dema yang terjadi pada tuba -ustachius juga menyebabkannya tersumbat. Selain retraksi, membran timpani kadang:kadang tetap normal dan tidak ada kelainan, atau hanya berwarna keruh pucat. -+usi mungkin telah terjadi tetapi tidak dapat dideteksi. Stadium ini sulit dibedakan dengan tanda dari otitis media serosa yang disebabkan oleh %irus dan alergi. #idak terjadi demam pada stadium ini (,jaa+ar, 2774E ,hingra, 2774). 2. Stadium Diperemis atau Stadium *re:supurasi *ada stadium ini, terjadi pelebaran pembuluh darah di membran timpani, yang ditandai oleh membran timpani mengalami hiperemis, edema mukosa dan adanya sekret eksudat serosa yang sulit terlihat. Diperemis disebabkan oleh oklusi tuba yang berpanjangan sehingga terjadinya in%asi oleh mikroorganisme piogenik. *roses in+lamasi berlaku di telinga tengah dan membran timpani menjadi kongesti. Stadium ini merupakan tanda in+eksi bakteri yang menyebabkan pasien mengeluhkan otalgia, telinga rasa penuh dan demam. *endengaran mungkin masih normal atau terjadi gangguan ringan, tergantung dari cepatnya proses hiperemis. Dal ini terjadi karena terdapat tekanan udara yang meningkat di ka%um timpani. Gejala:gejala berkisar antara dua belas jam sampai dengan satu hari (,jaa+ar, 2774E ,hingra, 2774).
29 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

3. Stadium Supurasi Stadium supurasi ditandai oleh terbentuknya sekret eksudat purulen atau bernanah di telinga tengah dan juga di sel:sel mastoid. Selain itu edema pada mukosa telinga tengah menjadi makin hebat dan sel epitel super+isial terhancur. #erbentuknya eksudat yang purulen di ka%um timpani menyebabkan membran timpani menonjol atau bulging ke arah liang telinga luar. *ada keadaan ini, pasien akan tampak sangat sakit, nadi dan suhu meningkat serta rasa nyeri di telinga bertambah hebat. *asien selalu gelisah dan tidak dapat tidur nyenyak. ,apat disertai dengan gangguan pendengaran kondukti+. *ada bayi demam tinggi dapat disertai muntah dan kejang. Stadium supurasi yang berlanjut dan tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan iskemia membran timpani, akibat timbulnya nekrosis mukosa dan submukosa membran timpani. #erjadi penumpukan nanah yang terus berlangsung di ka%um timpani dan akibat trombo+lebitis %ena:%ena kecil, sehingga tekanan kapiler membran timpani meningkat, lalu menimbulkan nekrosis. ,aerah nekrosis terasa lebih lembek dan berwarna kekuningan atau yellow spot. Keadaan stadium supurasi dapat ditangani dengan melakukan miringotomi. /edah kecil ini kita lakukan dengan menjalankan insisi pada membran timpani sehingga nanah akan keluar dari telinga tengah menuju liang telinga luar. Luka insisi pada membran timpani akan menutup kembali, sedangkan apabila terjadi ruptur, lubang tempat per+orasi lebih sulit menutup kembali. .embran timpani mungkin tidak menutup kembali jikanya tidak utuh lagi (,jaa+ar, 2774E ,hingra, 2774). 0. Stadium *er+orasi Stadium per+orasi ditandai oleh ruptur membran timpani sehingga sekret berupa nanah yang jumlahnya banyak akan mengalir dari telinga tengah ke liang telinga luar. Kadang:kadang pengeluaran sekret bersi+at pulsasi (berdenyut). Stadium ini sering disebabkan oleh terlambatnya pemberian antibiotik dan tingginya %irulensi kuman. Setelah nanah keluar, anak berubah menjadi lebih tenang, suhu tubuh menurun dan dapat tertidur nyenyak. 'ika mebran timpani tetap per+orasi dan pengeluaran sekret atau nanah tetap berlangsung melebihi tiga minggu, maka keadaan ini disebut otitis media supurati+ subakut. 'ika kedua keadaan tersebut tetap berlangsung selama lebih satu setengah sampai dengan dua bulan, maka keadaan itu disebut otitis media supurati+ kronik (,jaa+ar, 2774E ,hingra, 2774). 1. Stadium ;esolusi Keadaan ini merupakan stadium akhir 2.$ yang diawali dengan berkurangnya dan berhentinya otore. Stadium resolusi ditandai oleh membran timpani berangsur normal hingga per+orasi membran timpani menutup kembali dan sekret purulen akan berkurang dan akhirnya kering. *endengaran kembali normal. Stadium ini berlangsung walaupun tanpa
30 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

pengobatan, jika membran timpani masih utuh, daya tahan tubuh baik, dan %irulensi kuman rendah. $pabila stadium resolusi gagal terjadi, maka akan berlanjut menjadi otitis media supurati+ kronik. Kegagalan stadium ini berupa per+orasi membran timpani menetap, dengan sekret yang keluar secara terus:menerus atau hilang timbul. 2titis media supurati+ akut dapat menimbulkan gejala sisa berupa otitis media serosa. 2titis media serosa terjadi jika sekret menetap di ka%um timpani tanpa mengalami per+orasi membran timpani (,jaa+ar, 2774E ,hingra, 2774).

L-.%.+ 7iagn)!i! dan 7iagn)!i! 4anding -titi! Media Akut ,iagnosis .enurut Kerschner (2774), kriteria diagnosis 2.$ harus memenuhi tiga hal berikut, yaitu@ !. *enyakitnya muncul secara mendadak dan bersi+at akut. 2. ,itemukan adanya tanda e+usi. -+usi merupakan pengumpulan cairan di telinga tengah. -+usi dibuktikan dengan adanya salah satu di antara tanda berikut, seperti menggembungnya membran timpani atau bulging, terbatas atau tidak ada gerakan pada membran timpani, terdapat bayangan cairan di belakang membran timpani, dan terdapat cairan yang keluar dari telinga. 3. #erdapat tanda atau gejala peradangan telinga tengah, yang dibuktikan dengan adanya salah satu di antara tanda berikut, seperti kemerahan atau erythema pada membran timpani, nyeri telinga atau otalgia yang mengganggu tidur dan akti%itas normal. .enurut ;ubin et al. (2775), keparahan 2.$ dibagi kepada dua kategori, yaitu ringan: sedang, dan berat. Kriteria diagnosis ringan:sedang adalah terdapat cairan di telinga tengah, mobilitas membran timpani yang menurun, terdapat bayangan cairan di belakang membran timpani, membengkak pada membran timpani, dan otore yang purulen. Selain itu, juga terdapat tanda dan gejala in+lamasi pada telinga tengah, seperti demam, otalgia, gangguan pendengaran, tinitus, %ertigo dan kemerahan pada membran timpani. #ahap berat meliputi semua kriteria tersebut, dengan tambahan ditandai dengan demam melebihi 36,7L<, dan disertai dengan otalgia yang bersi+at sedang sampai berat. ,eni!:.eni! Te! Pendengaran Te! berbi!ik Syarat@ - #empat @ ruangan sunyi dan tidak ada echo (dinding dibuat rata atau dilapisi &so+t board& H gorden) serta ada ajarak sepanjang 3 meter - *enderita (yang diperiksa) @
31 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

.ata ditutup atau dihalangi agar tidak membaca gerak bibir. #elinga yang diperiksa dihadapkan ke arah pemeriksa. #elinga yang tidak diperiksa ditutup (bisa ditutupi kapas yang dibasahi gliserin). .engulang dengan keras dan jelas kata:kata yang dibisikkan - *emeriksa Kata:kata dibisikkan dengan udara cadangan paru:paru, sesudah ekspirasi biasa. Kata:kata yang dibisikkan terdiri dari ! atau 2 suku kata yang dikenal penderita, biasanya kata:kata benda yang ada di sekeliling kita. *emeriksaan @ .ula:mula penderita pada jarak 3 m dibisiki beberapa kata. /ila tidak menyahut pemeriksa maju ! m (1 m dari penderita) dan tes ini dimulai lagi. /ila masih belum menyahut pemeriksa maju ! m, demikian seterusnya sampai penderita dapat mengulangi 5 kata:kata dari !7 kata:kata yang dibisikkan. 'arak dimana penderita dapat menyahut 5 dari !7 kata disebut sebagai jarak pendengaran. <ara pemeriksaan yang sama dilakukan untuk telinga yang lain sampai ditemukan satu jarak pendengaran. Dasil tes @ *endengaran dapat dinilai secara kuantitati+ (tajam pendengaran) dan secara kualitati+ (jenis ketulian) KU$B# #$# C CUBGS SU$;$ *-B,-BG$;$B / S K Bormal ,alam normal #uli ringan #uli sedang #uli berat 3m batas 1 m 0m 3:2m M !m #UL S-BS2; B-U;$L Sukar mendengar huru+ desis (+rekuensi tinggi), seperti huru+ s F sy Fc #UL K2B,UK# C Sukar mendengar huru+ lunak (+rekuensi rendah), seperti huru+ m F nFw KU$L #$# C

pe erik!aan alat pendengaran Audi)l)gi 7a!ar ;


32 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

*emeriksaan dilakukan dengan tes audiometri nada murni, tes penala dan tes berbisik !.*emeriksaan audiometri@ $udiometri adalah subuah alat yang digunakan untuk mengtahui le%el pendengaran seseorang. ,engan bantuan sebuah alat yang disebut dengan audiometri, maka derajat ketajaman pendengaran seseorang dapat dinilai. *emeriksaan audiometri memerlukan audiometri ruang kedap suara, audiologis dan pasien yang kooperati+. *emeriksaan standar yang dilakukan adalah @ a. $udiometri nada murni

Suatu sisitem uji pendengaran dengan menggunakan alat listrik yang dapat menghasilkan bunyi nada:nada murni dari berbagai +rekuensi 217:177, !777:2777, 0777:5777 dan dapat diatur intensitasnya dalam satuan (d/). /unyi yang dihasilkan disalurkan melalui telepon kepala dan %ibrator tulang ketelinga orang yang diperiksa pendengarannya. .asing:masing untuk menukur ketajaman pendengaran melalui hantaran udara dan hantran tulang pada tingkat intensitas nilai ambang, sehingga akan didapatkankur%a hantaran tulang dan hantaran udara. ,engan membaca audiogram ini kita dapat mengtahui jenis dan derajat kurang pendengaran seseorang. Gambaran audiogram rata:rata sejumlah orang yang berpendengaran normal dan berusia sekitar 27:26 tahun merupakan nilai ambang baku pendengaran untuk nada muri. #elinga manusia normal mampu mendengar suara dengan kisaran +rekwuensi 27:27.777 DA. Crekwensi dari 177:2777 DA yang paling penting untuk memahami percakapan. pemeriksaan ini menghasilkan gra+ik nilai ambang pendengaran psien pada stimulus nada murni. Bilai ambang diukur dengan +rekuensi yang berbeda:beda. Secara kasar bahwa pendengaran yang normal gra+ik berada diatas. Gra+iknya terdiri dari skala decibel, suara dipresentasikan dengan aerphon (air kondution) dan skala skull %ibrator (bone conduction). /ila terjadi air bone gap maka mengindikasikan adanya <DL. #urunnya nilai ambang pendengaran oleh bone conduction menggambarkan SBDL.

33 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

,erajat Ketulian menurut S2 @ 9ang dihitung hanya ambang dengar hantaran udaranya saja

b.#est *enala <ara pemeriksaan pendengaran @ Untuk memeriksa pendengaran diperlukan pemeriksaan hantaran melalui udara dan melalui tulang dengan memakai garpu tala atau audiometer nada murni.Kelainan hantaran melalui udara menyebabkan tuli kondukti+, berarti ada kelainan di telinga luar atau telinga tengah.Kelainan di telinga menyebabkan tuli sensorineural koklea dan retrokoklea. Secara +isiologik telinga dapat mendengar 27 sampai !5777 DA, untuk pendengaran sehari hari yang paling e+ekti+ antara 1777:2777 DA, oleh karena itu pemeriksa menggunakan garputala 1!2,!720DA,2705 DA. /ila tidak memungkinkan ketiga garputala dipakai maka diambil 1!2 DA karena penggunaan garpu tala ini tidak terlalu dipengaruhi suara bising di sekitarnya. !.#est ;inne

34 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

#ujuan melakukan tes ;inne adalah untuk membandingkan atara hantaran tulang dengan hantaran udara pada satu telinga pasien. $da 2 macam tes rinne , yaitu @ :Garputal 1!2 DA kita bunyikan secara lunak lalu menempatkan tangkainya tegak lurus pada planum mastoid pasien (belakang meatus akustikus eksternus). Setelah pasien tidak mendengar bunyinya, segera garpu tala kita pindahkan didepan meatus akustikus eksternus pasien. #es ;inne positi+ jika pasien masih dapat mendengarnya. Sebaliknya tes rinne negati+ jika pasien tidak dapat mendengarnya :Garpu tala 1!2 DA kita bunyikan secara lunak lalu menempatkan tangkainya secara tegak lurus pada planum mastoid pasien. Segera pindahkan garputala didepan meatus akustikus eksternus. Kita menanyakan kepada pasien apakah bunyi garputala didepan meatus akustikus eksternus lebih keras dari pada dibelakang meatus skustikus eksternus (planum mastoid). #es rinne positi+ jika pasien mendengar didepan maetus akustikus eksternus lebih keras. Sebaliknya tes rinne negati+ jika pasien mendengar didepan meatus akustikus eksternus lebih lemah atau lebih keras dibelakang. $da 3 interpretasi dari hasil tes rinne @ Bormal @ tes rinne positi+ #uli konduksi@ tes rine negati+ (getaran dapat didengar melalui tulang lebih lama) #uli persepsi, terdapat 3 kemungkinan @ /ila pada posisi penderita masih mendengar bunyi getaran garpu tala. 'ika posisi penderita ragu:ragu mendengar atau tidak (tes rinne@ NH:)

35 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

*seudo negati+@ terjadi pada penderita telinga kanan tuli persepsi pada posisi yang mendengar justru telinga kiri yang normal sehingga mula:mula timbul.

2.#est Jeber #ujuan kita melakukan tes weber adalah untuk membandingkan hantaran tulang antara kedua telinga pasien. <ara kita melakukan tes weber yaitu@ membunyikan garputala 1!2 DA lalu tangkainya kita letakkan tegak lurus pada garis horiAontal. .enurut pasien, telinga mana yang mendengar atau mendengar lebih keras. 'ika telinga pasien mendengar atau mendengar lebih keras ! telinga maka terjadi lateralisasi ke sisi telinga tersebut. 'ika kedua pasien sama: sama tidak mendengar atau sam:sama mendengaar maka berarti tidak ada lateralisasi. Getaran melalui tulang akan dialirkan ke segala arah oleh tengkorak, sehingga akan terdengar diseluruh bagian kepala. *ada keadaan ptologis pada .$- atau ca%um timpani missal@otitis media purulenta pada telinga kanan. 'uga adanya cairan atau pus di dalam ca%um timpani ini akan bergetar, biala ada bunyi segala getaran akan didengarkan di sebelah kanan. nterpretasi@/ila pendengar mendengar lebih keras pada sisi di sebelah kanan disebut lateralisai ke kanan, disebut normal bila antara sisi kanan dan kiri sama kerasnya. *ada lateralisai ke kanan terdapat kemungkinannya@ #uli konduksi sebelah kanan, missal adanya ototis media disebelah kanan. #uli konduksi pada kedua telinga, tetapi gangguannya pada telinga kanan ebih hebat.
36 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

#uli persepsi sebelah kiri sebab hantaran ke sebelah kiri terganggu, maka di dengar sebelah kanan. #uli persepsi pada kedua teling, tetapi sebelah kiri lebih hebaaaat dari pada sebelah kanan. #uli persepsi telinga dan tuli konduksi sebelah kana jarang terdapat.

3.#est Swabach #ujuan @.embandingkan daya transport melalui tulang mastoid antara pemeriksa (normal) dengan probandus. ,asar @ Gelombang:gelombang dalam endolymphe dapat ditimbulkan oleh @ Getaran yang datang melalui udara. Getaran yang datang melalui tengkorak, khususnya osteo temporale <ara Kerja @ *enguji meletakkan pangkal garputala yang sudah digetarkan pada puncak kepala probandus. *robandus akan mendengar suara garputala itu makin lama makin melemah dan akhirnya tidak mendengar suara garputala lagi. *ada saat garputala tidak mendengar suara garputala, maka penguji akan segera memindahkan garputala itu, ke puncak kepala orang yang diketahui normal ketajaman pendengarannya (pembanding). /agi pembanding dua kemungkinan dapat terjadi @ akan mendengar suara, atau tidak mendengar suara. 0. #es /ingHtes oklusi <ara pemeriksaan @ tragus telinga yang diperiksa ditekan sampai menutup liang telinga,sehingga terdapat tuli kondukti+ kira kira 37 d/. *enala digetarkan dan diletakkan pada pertengahan kepala ( seperti pada tes weber) *enilaian @ bila terdapat lateralisasi ke telinga yang ditutup, berarti telinga tersebut normal. /ila bunyi pada telinga yang ditutup tidak bertambah keras, berarti telinga tersebut tuli kondukti+. 1. #es stenger ,igunakan pada pemeriksaan tuli anorganik (simulasi atau pura pura tuli)
37 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

<ara pemeriksaan @ masking .isalnya @ pada seseorang yang pura pura tuli pada telinga kiri. ,ua buah penala yang identik digetarkan dan masing masing diletakkan pada telinga kanan dan kiri. *enala pertama digetarkan dan diletakkan di telinga kanan sedangkan penala kedua digetarkan lebih keras dan di letakkan pada depan telinga kiri ( yang pura pura tuli) Dasil pemeriksaan @ $pabila normal karena e+ek masking, hanya telinga kiri yang mendengar bunyi. $pabila telinga kiri tuli maka hanya telinga kanan yang mendengar c.#es berbisik menetukan derajat ketulian secara kasar, ruangan cukup tenang minimal panjang 3 meter. Bilai normal 1H3 atau 3H3 #es ;inne N O N #es Jeber #idak ada lateralisasi #es Schwabach Sama pemeriksa dengan ,iagnosis normal #uli kondukti+ #uli sensorineural

Lateralisasi ke memanjang telinga yang sakit Lateralisasi ke memendek telinga yang sehat

<atatan @ pada tuli kondukti+ kurang dari 37 d/, rinne bisa masih positi+ Audi) etri khu!u! ; Untuk membedakan tuli koklea dan tuli retrokoklea !.#est S S Untuk mengetahui adanya kelainan cochlea. <aranya@ dengan menentukan ambang dengar pasien terlebih dahulu missal 37 d/. Lalu diberikan rangsangan 27 d/ diatas ambang rangsang menjadi 17 d/. Setelah itu diberikan tambahan rangsangan 1 d/ lalu diturunkan 0 d/, 3 d/, 2 d/ dan ! d/. /ila pasien dapat membedakannya berarti #est S S (N). 2.#est $/L/ <aranya@ diberikan intensitas bunyi tertentu pada +rekuensi yangsama pada kedua telinga, sampai kedua telinga mencapai persepsi yang sama yang disebut /alans (:). /ila balans tercapai terdapat rekrutmen (N).

38 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

3. #est Kelelahan $kibat perangsangan terus menerus. 0. ##* <aranya@ dengan melakukan rangsangan terus:menerus pada telinga yang diperiksa dengan intensitas yang sesuai dengan ambang dengar missal 07 d/. /ila setelah 37 detik masih terdengar berarti tidak ada kelelahan. /ila tidak berarti #estnya (N). 1.S#$# <aranya@ pemeriksaan pada 3 +rekuensi@ 177 DA, !777 DA dan 2777 hA pada !!7 db S*L diberikan selama 37 detik dan bila dapat mendengar berarti tidak ada kelelahan. /ila tidak berarti ada kelelahan.

3.$udiometri #utur <aranya@ pasien diminta untuk mengulangi kata:kata yang didengar melalui kaset tape recorder. *ada tuli cochlea, pasien sulit untuk membedakan bunyi S, ;, B, <, D, <D. *ada tuli retrocochlea lebih sulit. 4.$udiometri /ekessy <aranya@ dengan nada yang terputus:putus. /ila ada suara masuk, maka pasien memencet tombol. $kan didapatkan gra+ik seperti gigi gergaji.

Audi) etri -b.ekti1 !. $udiometri mpedans 9ang diperiksa adalah kelenturan membrane tympani dengan +rekuensi tertentu pada meatus acusticus eksterna. *ada lesi di cochlea, ambang rangsang stapedius menurun sedangkan pada lesi di retrocochlea, ambangnya naik. 2. -lektrokokleagra+i ,igunakan untuk merekam gelombang:gelombang yang khas dari -%oke electropotential cochlea. <aranya@ dengan elektroda jarum, membran tympani ditusuk sampai promontorium, lalu dilihat gra+iknya. 3. -%oked ;esponse $udiometry Untuk menilai +ungsi pendengaran dan +ungsi ner%us %estibulocochlearis.
39 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

<aranya@ menggunakan 3 buah elektroda yang diletakkan di %erte8H dahi dan dibelakang kedua telinga atau pada kedua lobulus auricular yang dihubungkan dengan preampli+ier. 0. 2toaccustic -mission $dalah respons cochlea yang dihasilkan oleh sel:sel rambut luar yang dipancarkan dalam bentuk energy akustik sel:sel rambut luar dipersara+i oleh serabut e+eren dan mempunyai elektromotilitas sehingga pergerakan sel:sel rambut akan menginduksi depolarisasi sel. <aranya@ memasukkan sumbat telinga kedalam liang telinga luar. Sumbat telinga dihubungkan dengan computer untuk mencatat respon yang timbul dari cochlea. Pemeriksaan Penunjang !. 2. 2toscope untuk melakukan auskultasi pada bagian telinga luar. #impanogram untuk mengukur keseuaian dan kekakuan membrane timpani.

3. Kultur dan uji sensiti+itas E dilakukan bila dilakukan timpanosentesis ($spirasi jarum dari telinga tengah melalui membrane timpani). 0. 2toskopi pneumatik (pemeriksaan telinga dengan otoskop untuk melihat gendang telinga yang dilengkapi dengan udara kecil). Untuk menilai respon endang telinga terhadap perubahan tekanan udara. 7iagn)!i! 4anding 2.$ dapat dibedakan dari otitis media dengan e+usi yang dapat menyerupai 2.$. -+usi telinga tengah (middle ear e++usion) merupakan tanda yang ada pada 2.$ danotitis media dengan e+usi. -+usi telinga tengah dapat menimbulkan gangguan pendengaran dengan 7:17 decibels hearing loss.

40 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

,iagnosis /anding !. 2titis -ksterna 2. 2titis .edia -+usi 3. -ksaserbasi akut otitis media kronik 0. n+eksi Saluran Ba+as $tas

L-.%.< Penatalak!anaan -titi! Media Akut *enatalaksanaan 2.$ tergantung pada stadium penyakitnya. *engobatan pada stadium awal ditujukan untuk mengobati in+eksi saluran napas, dengan pemberian antibiotik, dekongestan lokal atau sistemik, dan antipiretik. #ujuan pengobatan pada otitis media adalah untuk menghindari komplikasi intrakrania dan ekstrakrania yang mungkin terjadi, mengobati gejala, memperbaiki +ungsi tuba -ustachius, menghindari per+orasi membran timpani, dan memperbaiki sistem imum lokal dan sistemik (#itisari, 2771). *ada stadium oklusi tuba, pengobatan bertujuan untuk membuka kembali tuba -ustachius sehingga tekanan negati+ di telinga tengah hilang. ,iberikan obat tetes hidung D<l e+edrin 7,1 K dalam larutan +isiologik untuk anak kurang dari !2 tahun atau D<le+edrin ! K dalam larutan +isiologis untuk anak yang berumur atas !2 tahun pada orang dewasa. Sumber in+eksi harus diobati dengan pemberian antibiotik (,jaa+ar, 2774). *ada stadium hiperemis dapat diberikan antibiotik, obat tetes hidung dan analgesik. ,ianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. 'ika terjadi resistensi, dapat diberikan kombinasi dengan asam kla%ulanat atau se+alosporin. Untuk terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak terjadi mastoiditis terselubung, gangguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambuhan. $ntibiotik diberikan minimal selama 4 hari. /ila pasien alergi tehadap penisilin, diberikan eritromisin. *ada anak, diberikan ampisilin 17:!77 mgHkg//Hhari yang terbagi dalam empat dosis, amoksisilin atau eritromisin masing:masing 17 mgHkg//Hhari yang terbagi dalam 3 dosis (,jaa+ar, 2774). *ada stadium supurasi, selain diberikan antibiotik, pasien harus dirujuk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur (,jaa+ar, 2774). *ada stadium per+orasi, sering terlihat sekret banyak keluar, kadang secara berdenyut atau pulsasi. ,iberikan obat cuci telinga (ear toilet) D222 3K selama 3 sampai dengan 1 hari serta antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu. /iasanya sekret akan hilang dan per+orasi akan menutup kembali dalam 4 sampai dengan !7 hari (,jaa+ar, 2774). *ada stadium resolusi, membran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi, dan per+orasi menutup. /ila tidak terjadi resolusi biasanya sekret mengalir di liang telinga luar melalui per+orasi di membran timpani. $ntibiotik dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. /ila keadaan ini berterusan, mungkin telah terjadi mastoiditis (,jaa+ar, 2774).
41 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

Sekitar 57K kasus 2.$ sembuh dalam 3 hari tanpa pemberian antibiotik. 2bser%asi dapat dilakukan. $ntibiotik dianjurkan jika gejala tidak membaik dalam dua sampai tiga hari, atau ada perburukan gejala. #ernyata pemberian antibiotik yang segera dan dosis sesuai dapat terhindar dari tejadinya komplikasi supurati+ seterusnya. .asalah yang muncul adalah risiko terbentuknya bakteri yang resisten terhadap antibiotik meningkat. .enurut $merican $cademy o+ *ediatrics (2770) dalam Kerschner (2774), mengkategorikan 2.$ yang dapat diobser%asi dan yang harus segera diterapi dengan antibiotik sebagai berikut.

,iagnosis pasti 2.$ harus memiliki tiga kriteria, yaitu bersi+at akut, terdapat e+usi telinga tengah, dan terdapat tanda serta gejala in+lamasi telinga tengah. Gejala ringan adalah nyeri telinga ringan dan demam kurang dari 36L< dalam 20 jam terakhir. Sedangkan gejala berat adalah nyeri telinga sedang:berat atau demam 36L<. *ilihan obser%asi selama 05:42 jam hanya dapat dilakukan pada anak usia enam bulan sampai dengan dua tahun, dengan gejala ringan saat pemeriksaan, atau diagnosis meragukan pada anak di atas dua tahun. Collow:up dilaksanakan dan pemberian analgesia seperti asetamino+en dan ibupro+en tetap diberikan pada masa obser%asi (Kerschner, 2774). .enurut $merican $cademic o+ *ediatric (2770), amoksisilin merupakan +irst:line terapi dengan pemberian 57mgHkg//Hhari sebagai terapi antibiotik awal selama lima hari. $moksisilin e+ekti+ terhadap Streptococcus penumoniae. 'ika pasien alergi ringan terhadap amoksisilin, dapat diberikan se+alosporin seperti ce+dinir. Second:line terapi seperti amoksisilin:kla%ulanat e+ekti+ terhadap Daemophilus in+luenAae dan .ora8ella catarrhalis, termasuk Streptococcus penumoniae (Kerschner, 2774). *neumococcal 4:%alent conjugate %accine dapat dianjurkan untuk menurunkan pre%alensi otitis media ($merican $cademic o+ *ediatric, 2770).

*embedahan #erdapat beberapa tindakan pembedahan yang dapat menangani 2.$ rekuren, seperti miringotomi dengan insersi tuba timpanosintesis, dan adenoidektomi (/uchman, 2773).
42 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

!. .iringotomi .iringotomi ialah tindakan insisi pada pars tensa membran timpani, supaya terjadi drainase sekret dari telinga tengah ke liang telinga luar. Syaratnya adalah harus dilakukan secara dapat dilihat langsung, anak harus tenang sehingga membran timpani dapat dilihat dengan baik. Lokasi miringotomi ialah di kuadran posterior:in+erior. /ila terapi yang diberikan sudah adekuat, miringotomi tidak perlu dilakukan, kecuali jika terdapat pus di telinga tengah (,jaa+ar, 2774). ndikasi miringostomi pada anak dengan 2.$ adalah nyeri berat, demam, komplikasi 2.$ seperti paresis ner%us +asialis, mastoiditis, labirinitis, dan in+eksi sistem sara+ pusat. .iringotomi merupakan terapi third:line pada pasien yang mengalami kegagalan terhadap dua kali terapi antibiotik pada satu episode 2.$. Salah satu tindakan miringotomi atau timpanosintesis dijalankan terhadap anak 2.$ yang respon kurang memuaskan terhadap terapi second:line, untuk menidenti+ikasi mikroorganisme melalui kultur (Kerschner, 2774). 2. #impanosintesis .enurut /luestone (!663) dalam #itisari (2771), timpanosintesis merupakan pungsi pada membran timpani, dengan analgesia lokal supaya mendapatkan sekret untuk tujuan pemeriksaan. ndikasi timpanosintesis adalah terapi antibiotik tidak memuaskan, terdapat komplikasi supurati+, pada bayi baru lahir atau pasien yang sistem imun tubuh rendah. .enurut /uchman (2773), pipa timpanostomi dapat menurun morbiditas 2.$ seperti otalgia, e+usi telinga tengah, gangguan pendengaran secara signi+ikan dibanding dengan plasebo dalam tiga penelitian prosperti+, randomiAed trial yang telah dijalankan. 3. $denoidektomi $denoidektomi e+ekti+ dalam menurunkan risiko terjadi otitis media dengan e+usi dan 2.$ rekuren, pada anak yang pernah menjalankan miringotomi dan insersi tuba timpanosintesis, tetapi hasil masih tidak memuaskan. *ada anak kecil dengan 2.$ rekuren yang tidak pernah didahului dengan insersi tuba, tidak dianjurkan adenoidektomi, kecuali jika terjadi obstruksi jalan napas dan rinosinusitis rekuren (Kerschner, 2774).#erdapat beberapa tindakan pembedahan yang dapat menangani 2.$ rekuren, seperti miringotomi dengan insersi tuba timpanosintesis, dan adenoidektomi (/uchman, 2773). !. .iringotomi .iringotomi ialah tindakan insisi pada pars tensa membran timpani, supaya terjadi drainase sekret dari telinga tengah ke liang telinga luar. Syaratnya adalah harus dilakukan secara dapat dilihat langsung, anak harus tenang sehingga membran timpani dapat dilihat dengan baik. Lokasi miringotomi ialah di kuadran posterior:in+erior. /ila terapi yang diberikan sudah adekuat, miringotomi tidak perlu dilakukan, kecuali jika terdapat pus di telinga tengah (,jaa+ar, 2774). ndikasi miringostomi pada anak dengan 2.$ adalah nyeri berat, demam, komplikasi 2.$ seperti paresis ner%us +asialis, mastoiditis, labirinitis, dan in+eksi sistem sara+ pusat. .iringotomi merupakan terapi third:line pada pasien yang mengalami kegagalan terhadap dua kali terapi antibiotik pada satu episode 2.$. Salah satu tindakan miringotomi
43 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

atau timpanosintesis dijalankan terhadap anak 2.$ yang respon kurang memuaskan terhadap terapi second:line, untuk menidenti+ikasi mikroorganisme melalui kultur (Kerschner, 2774). 2. #impanosintesis .enurut /luestone (!663) dalam #itisari (2771), timpanosintesis merupakan pungsi pada membran timpani, dengan analgesia lokal supaya mendapatkan sekret untuk tujuan pemeriksaan. ndikasi timpanosintesis adalah terapi antibiotik tidak memuaskan, terdapat komplikasi supurati+, pada bayi baru lahir atau pasien yang sistem imun tubuh rendah. .enurut /uchman (2773), pipa timpanostomi dapat menurun morbiditas 2.$ seperti otalgia, e+usi telinga tengah, gangguan pendengaran secara signi+ikan dibanding dengan plasebo dalam tiga penelitian prosperti+, randomiAed trial yang telah dijalankan. 3. $denoidektomi $denoidektomi e+ekti+ dalam menurunkan risiko terjadi otitis media dengan e+usi dan 2.$ rekuren, pada anak yang pernah menjalankan miringotomi dan insersi tuba timpanosintesis, tetapi hasil masih tidak memuaskan. *ada anak kecil dengan 2.$ rekuren yang tidak pernah didahului dengan insersi tuba, tidak dianjurkan adenoidektomi, kecuali jika terjadi obstruksi jalan napas dan rinosinusitis rekuren (Kerschner, 2774).

L-.%.= K) plika!i -titi! Media Akut !. 2titis media kronik ditandai dengan riwayat keluarnya cairan secara kronik dari satu atau dua telinga. 2. 'ika gendang telinga telah pecah lebih dari 2 minggu, risiko in+eksi menjadi sangat umum.
44 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

3. Umumnya penanganan yang dilakukan adalah mencuci telinga dan mengeringkannya selama beberapa minggu hingga cairan tidak lagi keluar. 0. 2titis media yang tidak diobati dapat menyebar ke jaringan sekitar telinga tengah, termasuk otak. Bamun komplikasi ini umumnya jarang terjadi. 1. Salah satunya adalah mastoiditis pada ! dari !777 anak dengan 2.$ yang tidak diobati. 3. 2titis media yang tidak diatasi juga dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. 4. <airan di telinga tengah dan otitis media kronik dapat mengurangi pendengaran anak serta menyebabkan masalah dalam kemampuan bicara dan bahasa. 5. 2titis media dengan e+usi didiagnosa jika cairan bertahan dalam telinga tengah selama 3 bulan atau lebih (;iece D, 2777). L-.%.1> Pen$egahan -titi! Media Akut /eberapa hal yang tampaknya dapat mengurangi risiko 2.$ adalah@ !. *encegahan S*$ pada bayi dan anak:anak, 2. *emberian $S minimal selama 3 bulan, 3. *enghindaran pemberian susu di botol saat anak berbaring, 0. *enghindaran pajanan terhadap asap rokok. 1. /erenang kemungkinan besar tidak meningkatkan risiko 2.$ (/ambang, !66!) L-.%.11 Pr)gn)!i! -titi! Media Akut *ada komplikasi otitis media bisa menyebabkan kematian ketika tidak ditangani dengan maksimal. Gejala sisa seringkali muncul pada pasien yang pernah mengalami komplikasi intrakranial. *enanganan yang adekuat terhadap penyakit primer juga sangat mempengaruhi prognosis pengobatan LI.' Me aha i dan Men.ela!kan ke!ehatan indera pendengaran pandangan Aga a I!la *endengaran adalah benteng pertahanan kedua dari segi bahayanya setelah lisan. 9aitu,yang kedua dalam mempengaruhi hati dan menguasainya. 2leh karena itu,$l:Daris $l:.uhasibi berkata,Ptidak ada luka yang lebih berbahaya bagi seorang hamba setelah lisannya selain pendengarannya,karena pendengaran itu utusan yang lebih cepat pada hati dan lebih mudah jatuh kedalam +itnah. *endengan hati terhadap kebenaran itu ada 3 macam, ketiganya ada dalam $l:Quran @ .-B,-BG$;K$B UB#UK .-BG-#$DU .
45 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

enurut

,erajat ini muncul ketika seseorang hanya menggunakan indera pendengaran. Sebagaimana yang diberitakan oleh $l:QurRan ketika menceritakan tentang jin:jin yang beriman, mereka berkata,PSesungguhnya kami telah mendengarkan $l:QurRan yang menakjubkanP. (QS.$l:'in S42T@!)

.-.*-;,-BG$;K$B UB#UK .-.$D$. .

$dapun memperdengarkan untuk memahami dalam mena+ikan orang yang suka berpaling dan lalai, sebagaimana +irman $llah, P.aka sungguh,engkau tidak akan sanggup menjadikan orang:orang yang mati itu dapat mendengar dan menjadikan orang: orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling kebelakang&. ($r: ;um S27T@12).

,emikian juga +irman $llah,PSungguh $llah memberi pendengaran kepada siapa yang dia kehendaki dan engkau (.uhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengarP. ($l:Cathir S31T@22) Kekhususan ini adalah untuk memperdengarkan pemahaman dan pengetahuan. ,emikian juga +irman $llah,P,an sekiranya $llah mengetahui ada kebaikan pada mereka,tentu dia jadikan mereka dapat mendengar. ,an jika $llah menjadikan mereka dapat mendengar,niscaya mereka berpaling,sedang mereka memalingkan diriP.($l:$n+al S5T@23)

,engan kata lain,jika seandainya $llah mengetahui orang:orang ka+ir itu terdapat penerimaan dan ketundukan,tentu $llah akan menjadikan mereka dapat memahami. 'ika tidak,berarti mereka telah mendengar dengan pendengaran pengetahuan. Seandainya $llah menjadikan mereka dapat memahami,niscaya mereka tidak akan tunduk dan tidak mengambil man+aat dari apa yang dipahaminya. Karena didalam hati mereka terdapat +aktor yang menolak dan menghalang:halangi mereka untuk mengambil man+aat dari apa yang mereka dengar

.-B,-BG$;K$B UB#UK .-B-; .$ ,$B .-.-BUD *$BGG L$B.

46 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

$dapun mendengarkan untuk menerima dan memenuhi panggilan,dalam +irman $llah yang menceritakan tentang hamba:hamba:Bya yang beriman,mereka berkata, Pkami mendengar, dan kami taatP. (QS.$n:Bur S20T@1!)

nilah bentuk mendengarkan untuk menerima dan memenuhi panggilan yang berbuah ketaatan. .endengarkan untuk menerima dan memenuhi panggilan ini mencakup 2 macam sebelumnya,yaitu mendengarkan untuk mengetahui dan memperdengarkan untuk memahami. .endengarkan untuk mengetahui sedikitpun tidak berguna,karena binatang juga mendengar sebagaimana orang ka+ir dapat mendengar. .endengarkan untuk memahami juga,sedikitpun tidak berguna,karena orang:orang yang hatinya membatu juga dapat memahami,tapi mereka tidak mengamalkan.

$dapun mendengarkan untuk menerima dan memenuhi panggilan saja yang dapat memberatkan timbangan amal kebaikan anda dan menunjukkan pada kehidupan hati anda serta beredarnya denyutan didalamnya.

Mendengar an !n"! #ener$#a dan #e#en!%$ &angg$'an $n$ a an %ad$r e"$ a &er a"aan (ang d$dengar $"! )er"e#! dengan *e e+a& e %!*(! an,a"a! e"$ a da'a# -nd$*$ )er"a!)a", a"a! e"$ a #era*a "er&! !' dengan d-*an(a,a"a! %an(a dengan &er"-'-ngan A''a% (ang "er*e#)!n($, a"a! +!ga dengan e'e#)!"an (ang +e'a*,dengan *e)a) a"a!&!n "an&a *e)a).

Ketika itulah,anda akan dapati pori:pori hati terbuka,sehingga terjadilah pengaruh yang luar biasa dan kondisi hati menjadi berubah seluruhnya,dari hati yang mati menuju hati yang hidup, dari hati yang rapuh menuju hati yang kuat. ,ari Ba+iU maula bnu Umar radliyallahuUanhuma@ "/ahwasanya bnu Umar radliyallahuUanhuma pernah mendengar suara seruling seorang penggembala. .aka beliau ( bnu Umar) meletakkan kedua jarinya di telinganya lalu mencari jalan lain. bnu Umar berkata@ VJahai Ba+iU W $pakah kamu mendengarkan suara iniXU .aka aku menjawab@ V9aWU ,an beliau selalu mengatakan demikian, sampai aku mengatakan@ VSaya tidak mendengar lagiWU Lalu bnu Umar@ VSaya pernah melihat ;asululloh shallallahuUalaihi wa sallam mendengar seruling penggembala lalu beliau melakukan seperti iniU& ($tsar Shohih, ,ikeluarkan mam $hmad 0131:0631, dan lain:lain dishohihkan Syaikh $hmad Syakir dan Syaikh $l:$lbani dalam #ahrimu $latu #horbi hlm. !!3) $tsar ini menunjukkan betapa besarnya semangat para sahabat radliyallahuUanhum dalam menjaga pendengaran, diantaranya tidak mendengarkan alunan musik, serta selalu
47 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

beruswah kepada Babi shallallahuUalaihi wa sallam. $nehnya atsar ini kadang malah dijadikan dalil tentang bolehnya mendengarkan nyanyian.

48 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )

7A0TAR P8STAKA Guyton $.<. *hysiology o+ #he Duman /ody. !!th ed. *hiladelphia@ J./. Saunders <ompany. 2773. ndrana ilma. *endengaran menurut slam. www.wordpress.com 'unYueira, LuiA <arlos dan 'ose <arneiro. Distologi ,asar #eks dan $tlas. 'akarta@ -G< Lauralee, Sherwood. 277!. Cisiologi .anusia dari Sel ke Sistem. 'akarta@ -G< *rihardini ,, dkk. Sensori dan *ersepsi $uditi+. /andung@ Cakultas lmu *endidikan Uni%ersitas *endidikan ndonesia. 27!7 (Sherwood, L. 2774E Guyton $.<. 2773. *rihardini ,, dkk. 27!7) Snell, ;ichard S. $natomi Klinik untuk .ahasiswa Kedokteran -disi 3. 'akarta -G< Soepardi, -+iaty $rsyad dkk. 2774. /uku $jar #enggorok Kepala dan Leher. 'akarta@ CKU lmu Kesehatan #elinga Didung

49 | S K E N A R I O 2 ( B 1 6 )