Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TANAMAN PANGAN UTAMA

PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR TERHADAP ZPT (Rootone F) PADA LAHAN TAILING PASCA TAMBANG TIMAH DI BANGKA

Oleh

Ahmad suryadi 2011111036

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN, PERIKANAN, DAN BIOLOGI UNIVERSITAS BANGKA BELIITUNG BALUNIJUK 2013

1.1.Latar Belakang Pulau Bangka merupakan salah satu penghasil timah di Indonesia yang memulai penambangan timah sekitar abad ke-18 menurut Sujitno, 2007 Penambangan timah berlanjut sampai sekarang baik yang dilakukan oleh PT Timah, PT Coba Tin 182 maupun oleh masyarakat berupa tambang

inkonvensional.Dampak kegiatan penambangan timah pada lingkungan hidup adalah perubahan drastis atas sifat fisika tanah dan sifat kimia tanah khususnya di sekitar lokasi tambang bersangkutan. Pengaruh pada sifat fisik tanah tampak pada perubahan tekstur dan morfologi tanah akibat penggalian tanah bagian atas (top soil) untuk mencapai lapisan bertimah yang lebih dalam.Lahan bekas penambangan timah dapat berupa hamparan pasir tailing Tailing merupakan lahan yang mengandung fraksi pasir lebih dari 94%, fraksi liat kurang dari 3%, kandungan bahan organik kurang dari 2%, C- organik dan daya permiabilitas air sangat rendah. Overburden mempunyai sifat heterogen yang tidak kompak, merupakan material yang dipindahkan pada waktu pengupasan yang terdiri dari campuran tanah, bahan induk tanah, pasir kerikil dan lain-lain. Kondisi lahan bekas tambang seperti ini akan sangat berpengaruh terhadap struktur dan

komposisi vegetasi serta keragaman mikroba tanah termasuk fungi mikoriza yang ada di lingkungan itu. Adanya kegiatan prapenambangan saat penambangan dan setelah penambangan menyebabkan hilangnya sejumlah besar vegetasi di areal penambangan.(novera 2008) keras Latief, 2008)

menurut keras Latief, 2008 .Timah merupakan logam alotropi, yaitu memiliki perubahan struktur kristal pada keadaan padat. Pada kondisi normal, suhu 13 o 161 oC berada pada fase beta (timah beta) berwarna perak dan dapat ditempa. Diatas suhu 161 oC berubah menjadi timah gama, pada fase ini sangat rapuh, mudah dihancurkan menjadi serbuk halus. Dibawah 13 oC berubah menjadi fase alpha, pada fase ini struktur kristalnya diamond yang sangat Menurut Sujitno, 2007 Dampak kegiatan penambangan timah pada lingkungan hidup adalah perubahan drastis atas sifat fisika tanah dan sifat kimia tanah

khususnya di sekitar lokasi tambang bersangkutan. Pengaruh pada sifat fisik tanah tampak pada perubahan tekstur dan morfologi tanah akibat penggalian tanah bagian atas (top soil) untuk mencapai lapisan bertimah yang lebih dalam .Untuk mengembalikan fungsi lahan bekas penambangan timah diusahakan berbagai cara seperti penggunaan tanah bagian atas (top soil) pada media tanam, bahan organik berupa kompos dan pupuk kandang. (Sukmarayu ,2011) Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu tanaman karbohidrat non biji yang penting. Di Indonesia pada umumnya ubi jalar digunakan untuk makanan sampingan atau untuk mengurangi kekurangan pangan, namun di Papua dan Maluku ubi jalar digunakan sebagai makanan pokok sepanjang tahun. Selain dimanfaatkan dalam bentuk umbi segar, ubi jalar juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri saus, pati, kue dan etanol. Ubi jalar merupakan kelompok pangan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan yang menunjang program diversifikasi pangan non beras menuju ketahanan pangan. Masalah utama yang dihadapi dalam kegiatan usaha tani ubi jalar adalah rendahnya produksi rata-rata per hektar lahan. Produktivitas ubi jalar pada tahun 2007- 2011 masih berkisar antara 10-12 ton/ha, masih jauh dari potensi hasil yang bisa mencapai 20-30 ton/ha tergantung dari varietas, asal bibit, sifat tanah dan pemeliharaannya (serly,at ol 2009).Ubi jalar merupakan salah satu komoditas utama tanaman pangan yang mempunyai daya adaptasi luas, sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di seluruh nusantara. Di Indonesia, nama lokal tanaman ini sangat bervariasi, di Jawa Barat bernama Boled, di Jawa Tengah dan Jawa Timur bernama Tela Rambat. Di Jepang ubi jalar dikenal dengan nama Shoyu dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Sweet Potatoes.(Nurmala , 2011) Menurut Hartmann dan Kester, (1983) Keuntungan cara perbanyakan menggunakan stek ini adalah menghasilkan tanaman sempurna dengan akar, batang, dan daun dalam waktu yang relatif singkat, serupa dengan induknya dan sederhana, tidak membutuhkan teknik khusus seperti halnya grafting ataupun

budding, tidak dijumpai masalah ketidakcocokan antara akar dengan batang dan tidak terjadi perubahan genetik pada tanaman induk . Untuk merangsang pertumbuhan awal stek dapat digunakan zat pengatur tumbuh dari kelompok auksin untuk merangsang pertumbuhan akar. Zat pengatur tumbuh adalah senyawa organik selain hara yang dalam jumlah kecil dapat mendukung, menghambat, maupun mengubah proses fisiologis tumbuhan.Pembiakan vegetative dapat dilakukan pada bagian batng daun dan struktur struktur yang lain yang mengandung tunas yang dapat berkembang menjadi individu baru.metode pembiakan vegetative secara umum dapat dilakukan dengan cara stek penyambungan pencangkokan penempelan dan kultur jaringan.stek adalah satu pembiakan vegetative dengan cara memisahkan bagian batang daun atau dan akar dari pohon induknya dan ditanam pada kondisi yang menguntungkan dan akar akan muncul maka akan membentuk suatu individu baru yang sama dengan induknya menurut hatment dan kester 1993 menyatakan bahwa perbanyakan vegetative banyakmemiliki keuntungan .diantaranya 1 dapat menghasilkan tanaman yang baik dan sempurna dari akar batang daun dalam waktu yang relative singkat serupa dengan induknya 2 menghasilkan tanaman dengan akar lateral yang banyak sehingga perkembangannya lebih cepat 3 mempercepat masa produksi 4 bahan stek yang ddiambil berasal dari pangkasan.pertumbuahan bahan stek dapat dipengaruhi oleh factor luar dan factor dalam .faktor dalam meliputi jenis bahan stek adanya tunas dan daun bahan stek umur bahan stek dan kandungan bahan bahan makanan,factor luar adalah factor lingkungan ,factor lingkungan meliputi media suhu waktu pengambilan bahan stek kelembapan suhu dan perlakuan zat pengatur tumbuh (Napitupulu, 2006) Untuk menstimulir pertumbuhan akar stek maka digunakan ZPT (Rootone-F) dengan beberapa dosis. Penambahan zat pengatur tumbuh pada stek diharapkan meningkatkan kemampuan berakar dan persentase hidup stek. (Supriyanto dan kaka 2011 ) Kelebihan lain dari perbanyakan tanaman menggunakan teknik stek yaitu dapat dikombinasikan dengan penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT)

terutama yang berbahan aktif auksin seperti IAA, NAA dan IBA. Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan zat pengatur pertumbuhan yang biasa digunakan untuk memacu pertumbuhan seperti mempercepat pembungaan dan mempertinggi kemampuan berakar pada proses penyetekan ataupun dapat digunakan sebagai penghambat pertumbuhan (febriana ,2009). Menurut Audus (1953), metode

perendaman adalah metode aplikasi yang paling awal ditemukan dan sampai saat ini masih dipandang paling efektif. Pada stek yang berkayu lunak jumlah larutan yang diarbsorbsi akan tergantung jumlah air yang diarbsorbsi. Karena itu metode perendaman sangat sesuai digunakan untuk tanaman Herbaceus guna mencegah terjadinya keracunan pada tanaman. (Goenawan , 2006) Zat pengatur tumbuh sering digunakan sebagai macu pembentukan akar stek stek ini adalah rootone F dan NAA.selain itu pembentukan akar dipengaruhi oleh kondisi fisiologis bahan stek.sehingga dapat dikatakan bahwa zpt berpengaruh dalam keberhasilan stek (kusuma ,2003) 1.2.Rumusan Masalah Bagaimanakah pengaruh pertumbuhan tunas stek ubi jalar terhadap pemberian zpt rootone f pada lahan tailing. Apakah ada respon pertumbuhan ubi jalar dengan pemberian pupuk organic pada lahan pasca penambangan timah 1.3.Tujuan Untuk mengetahui pengaruh pemberian zpt rootone F pada tanaman ubi jalar di tailing pasca penambang timah

1.4.Hipotesis Ada pengaruh pemberian zpt rootone f terhadap pertumbuhan ubi jalar di lahan pasca tambang timah Ada perbedaan pengaruh tertentu zpt rootone F pada pertumbuhan ubi jalar di lahan pasca tambang timah Semakin tinggi dosis zpt yang diberikan maka pertumbuhan ubi jalar akan semakin baik.

II METODE PENELITIAN 2.1.Tempat dan Waktu Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan di lahan penambangan timah desa kundi tailing pasca

kecamatan simpang teritip kabupaten

Bangka barat Provinsi Kep. Bangka Belitung. Waktu pelaksanaan penelitian ini di mulai pada bulan November 2013 februari 2014 2.2.Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul merek ayam jago Sedangkan bahan yang digunakan adalah bibit stek ubi jalar, Zat pengatur tumbuh yang digunakan adalah ROOTONE-F .Tanah tailing yang diambil di desa pudding kecamatan sungailiat kabupaten bangka prov.bangka Belitung 2.3.Metode Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data secara langsung. Pengumpulan data yang digunakan adalah melalaui observasi atau pengamatan langsung di lapangan.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap kelompok tunggal dengan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 10 unit ulangan.satuan pengamatan 12 Dalam percobaan ini terdapat 240 satuan percobaan dan setiap satuan percobaan terdiri atas 60 stek. Perlakuan yang digunakan (b0) : Konsentrasi ZPT 0 ppm( b1) : Konsentrasi ZPT 500 ppm (b2) :Konsentrasi ZPT 1000 ppm( b3) : Konsentrasi ZPT 1500 ppm.

2.4.cara kerja A.Persiapan lahan Persiapan lahan .ialah dengan membersihkan lahan lahan yang akan di buat sebagai tempat penelitian. B.Penyiapan media tanam ialah dengan menggunakan tanah tailing yaitu mengolahan tanah dengan menggemburkan tanah dan membuat bedengan dengan lebar 1m dan panjang 20 m C.Penyiapan zpt rooton f Timbang dengan menggunakan timbangan analitik dengan masing masing bobot 0,5 gr ,1gr dan 1,5 gr.kemudian dilarutkan dalam air aquadest 100 ml sehingga diperoleh konsentrasi zpt 500 ppm 1000 ppm dan 1500 ppm. D.Penyiapan bahan stek Bahan stek dibuat dari bibit Duabanga yang telah berumur sekitar 3 bulan .Bahan dipilih yang telah berkayu dan berdiameter sekitar 0.5 cm. Kemudian dipotong bagian pucuk sepanjang 5 - 10 dan mencapai 240 stek menggunakan gunting stek yang memiliki daun 3 - 4 helai yang kemudian dipotong dan disisakan sepertiga panjang daun Bahan stek Bahan stek kemudian dilakukan perendaman pada larutan Rootone-F sesuai dengan perlakuan yang telah ditentukan. Bahan stek kemudian direndam masing masing pada larutan ZPT konsentrasi 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm selama 15 menit, kecuali pada kontrol (0 ppm) langsung ditanam. Kegiatan penyiapan bahan stek dilakukan pada pukul 08.00 09.00 untuk mengindari suhu yang berlebihan.

E.Penanaman stek pada media yang telah disiapkan dilakukan sekitar pukul 10.00 11.00, dengan terlebih dahulu dibuat lubang tanam agar bahan tidak mengalami kerusakan akibat gesekan vertikal dengan media. F.Pemeliharaan stek berupa Penyiraman yang dilakukan setiap 3 hari sekali dengan menyemprotkan air G.Penggolahan data . ialah pengambilan data dilakukan ketika tstek sudah mulai tumbuh tunas baru batas pengambilan data setelah mencapai mssa batas waktu yaitu kurang lebih 2 bulan 2.5.Peubah yang di amati Parameter yang diukur a) Persentase berakar Presentase berakar = Jumlah stek yang berakar Jumlah stek yang ditanam b) Persentase hidup Presentase Hidup = Jumlah stek yang bertahan Jumlah stek yang ditanam C).umlah akar D).panjang akar E).panjang turus F),bobot kering akar G) bobot kering pucuk. H). nisbah pucuk akar. X 100 X 100

2.6.Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam ( Anova), dengan menggu nakan uji F taraf 5%, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan Uji Rancan gan Acak Lengkap kelompok tunggal pada taraf 5%.

DAFTAR PUSTAKA Febriana , S ,2009. Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Dan Panjang Stek Terhadap Pembentukan Akar Dan Tunas Pada Stek Apokad. Bogor

Agricultural University : Halaman 13. Goenawan ,R, C , C.2006. Pengaruh Induksi Suhu Dan Metode Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Rootonf Terhadap Induksi Akar Dan Tunas Stek Dadap Merah .Jurnal pertanian :halaman 25 sampai 26 Kusuma ,S ,G ,2003 Pengaruh zat pengatur tumbuh rootone f dan NAA terhadap keberhasilan tumbuh stek maglid (magnolia blumei plant) Jurnal penelitian :Halaman 16 Latief , S , Dampak Limbah Dan Bekas Tambang Timah Lingkungan.Jurnal penelitian:Halaman 1 Napitupulu , R , M , 2006, Pengaruh Bahan Stek Dan Dosis Zat Pengatur Tumbuh Rooton -f Terhadap Keberhasilan Stek Eupllorbia milii. Bogor Agricultural University : Halaman 12 Sukmarayu P. Gedoan, Alex, H ,H. Utut ,W . Napiah ,S.2011. Pertumbuhan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Pada Lahan Pasca Tambang Timah,Di Bangka Yang Diberi Pupuk Organik. Jurnal Ilmiah Sains Vol. 11. No. 2.Halamn 3 Novera , Y, 2008 . Analisis Vegetasi, Karakter Tanah Dan Kolonisasi Fungsi Terhadap

Mikoriza Arburskula (fma) Pada Lahan Bekas Tambang Timah Di Pulau Bangka.Jurnal Penellitian : Halaman 16 Nurmala , D, S . 2011. Faktor -Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Ubi Jalar. Bogor Agricultural University : Halaman 20

Serly, Enny L, S, Muhamad. Riadi , 2009 . Respon Pertumbuhan Dan Pro,duksi Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Yang Diduplikasikan Paclobutrazol Dan

Growmore 6-30-30. Jurnal pertanian :Halaman 3 Supriyanto dan Kaka E , P ,2011 . Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F Terhadap Pertumbuhan Stek Duabanga mollucana. Blume. Jurnal Silvikultur Tropika:Halaman 1

2.7.Lay out 5m

B0 B1 B2 B3

B3 B2 B1 B0

7.m

B1 B0 B3 B2