Anda di halaman 1dari 17

TINJAUAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BANDUNG

Review Of Internal Control System Of Cash In Flow On PDAM Kota Bandung TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Ahli Madya Pada Program Studi Diploma III Akuntansi Oleh ARIP SISTANA !"#$%$##

PROGRAM STUDI AKUNTANSI &AKULTAS EKONOMI UNI'ERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG !$"$

BAB I

PENDAHULUAN "(" Lata) Bela*ang Penel+t+an Suatu kegiatan yang bergerak di bidang usaha mempunyai tujuan yang harus dicapai. Tujuan utama dari perusahaan adalah memperoleh laba seoptimal mungkin serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan serta memperoleh laba tersebut perusahaan harus mengatur modalnya dengan baik. Salah satu penanaman modal yang harus diatur adalah pada sektor modal kerja. Modal kerja tersebut harus dikelola dengan baik untuk mencapai hasil yang optimal dalam memperoleh laba serta mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Perbandingan antara jumlah modal yang tertanam pada komponen!komponen akti"a lancar disatu pihak dengan ke#ajiban perusahaan dipihak lain dikenal dengan istilah likuiditas. $ikuiditas ini meliputi ke#ajiban perusahaan untuk membayar utang serta ke#ajiban lainnya yang berhubungan dengan kegiatan. Semakin berkembangnya perusahaan baik kegiatan maupun jumlah karya#an. Pimpinan perusahaan tidak dapat lagi melaksanakan sendiri semua %ungsinya kondisi semacam ini menuntut pimpinan perusahaan untuk mendelegasikan sebagian tugas #e#enang serta tanggung ja#ab kepada beberapa ba#ahan yang dipimpinnya guna membantu pengelolaan perusahaan. Selain itu pimpinan perusahaan juga membutuhkan suatu alat untuk menga#asi jalannya tugas yang dipercayakan kepada ba#ahan serta untuk mengetahui kemajuan yang akan dicapai perusahaan. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang lebih dikenal dengan sistem pengendalian intern. Sistem pengendalian intern yang dirancang dengan baik terhadap struktur organisasi yang didalamnya terdapat pembagian tanggung ja#ab %ungsional kepada unit!unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan!kegiatan pokok perusahaan seperti pemisahan %ungsi operasional %ungsi penyimpanan dan %ungsi pencatatan. Salah satu akti"a yang dimiliki perusahaan adalah kas. &as perlu mendapat perhatian tersendiri karena si%atnya yang sangat mudah dipindahtangankan dan tidak dapat dibuktikan kepemilikannya. Dengan keadaan ini tentunya akan mendorong perusahaan untuk melakukan pengendalian intern terhadap penerimaan kas. Suatu perusahaan menerapkan sistem pengendalian intern sebagai penunjang dalam menjalankan usahanya. Sistem tersebut disesuaikan dengan keadaan dan kondisi masing! masing perusahaan karena jenis dan bentuk perusahaan yang berbeda!beda. Sistem pengendalian intern yaitu suatu sistem yang meliputi struktur organisasi metode dan ukuran! ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi mendorong e%isiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. (Mul,ad+- !$$" ".#). Sistem pengendalian intern terhadap penerimaan kas yang meliputi strukturorganisasi metode dan ukuran!ukuran yang dikoordinasikan perusahaan. (Mul,ad+- !$$" "./) selain itu unsur!unsur pokok sistem pengendalian intern meliputi' organisasi yang memisahkan tanggung ja#ab dan #e#enang secara tegas sistem otorisasi dan prosedur pencatatan praktik yang sehat dan karya#an yang mutunya sesuai dengan tanggung ja#ab. Menurut tujuannya sistem pengendalian intern tersebut dapat dibagi menjadi dua macam' pengendalian intern akuntansi (internal accounting control) dan pengendalian intern administrati% (internal administrati"e control). Pengendalian intern akuntansi yang merupakan bagian dari sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi metode dan ukuran!ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Pengendalian intern administrati% meliputi struktur organisasi metode dan ukuran!ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong e%isiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen. (Mul,ad+- !$$" ".0). Sistem pengendalian intern pada PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dilaksanakan untuk menghindari terjadinya kebocoran pada penerimaan kas dan juga untuk mengetahui apakah

sistem manajemen yang dilaksanakan dengan baik atau tidak. Pada dasarnya PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) &ota *andung telah memiliki uraian tugas yang baik namun menurut satuan penga#asan intern pada #aktu pelaksanaannya pemisahan tugas dan #e#enang masih tidak sesuai dengan apa yang telah diterapkan. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) merupakan *adan Usaha Milik Daerah (*UMD) yang berbentuk Perum dan bergerak dalam bidang pengelolaan air minum dan air kotor. Akti"itas yang dilakukan oleh PDAM salah satunya adalah menyediakan dan menyalurkan air yang cukup kepada konsumen langganan PDAM &ota *andung. Dimana kas merupakan unsur yang penting yaitu sebagai modal kerja dalam rangka melaksanakan kegiatan usahanya. Sehingga pengendalian intern penerimaan kas harus dilakukan seteliti mungkin karena modal yang jumlahnya terbatas harus digunakan sesuai dengan tujuan usahanya. Munculnya piutang tak tertagih yang begitu besar dan minimnya nasabah dapat diakibatkan dari sistem perngendalian intern yang tak memadai atau sebenarnya perusahaan telah memiliki sistem pengendalian intern yang memadai tetapi tidak dipatuhi oleh karya#an. *erdasarkan uraian tersebut penulis melakukan suatu penelitian tentang system penerimaan kas pada Perusahaan Daerah Air Minum di &ota *andung dan hasilnya akan dituangkan dalam laporan Tugas Akhir dengan judul 1TINJAUAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA BANDUNG2( "(! Ru3u4an Ma4alah Perumusan masalah adalah untuk mengidenti%ikasi persoalan yang diteliti secara jelas dan untuk mencari ja#aban dari persoalan yang ingin dipecahkan. Arti penting dari perumusan masalah adalah sebagai pedoman bagi tujuan dan man%aat penelitian dalam rangka mencapai hasil laporan yang sesuai dengan ketentuan. *edasarkan hal tersebut maka rumusan masalah yang akan diteliti adalah ' +. *agaimana prosedur pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan tunai yang dilakukan oleh PDAM &ota *andung. ,. *agaimana prosedur pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan kredit yang dilakukan oleh PDAM &ota *andung. "(# Ma*4ud dan Tu5uan Penul+4an Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan system penendalian intern penerimaan &as Pada PDAM &ota *andung yang hasilnya akan digunakan penulis untuk menyusun $aporan Tugas Akhir. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut' +. Untuk mengetahui sistem pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan tunai pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota *andung. ,. Untuk mengetahui sistem pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan kredit pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota *andung. "(/ Kegunaan Penel+t+an Adapun kegunaan dari pnelitian ini diharapkan dapat memberikan man%aat dan pengetahuan bagi pihak!pihak yang membutuhkan atau yang berkepentingan. Adapun kegunaan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah ' "(/(" Kegunaan A*ade3+4 Dengan adanya penulisan laporan Tugas Akhir ini diharapkan memba#a man%aat baik bagi pihak ' a. *agi Penulis Untuk mengembangkan dan membandingkan ilmu pengetahuan yang diperoleh penulis selama dibangku kuliah dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi di tempat kerja. Terutama tentang system penendalian intern penerimaan &as Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) &ota *andung. Untuk melatih keterampilan penulis sebagai bekal menghadapi dunia kerja secara nyata.

b. *agi Perusahaan Memberikan sumbangan pemikiran yang berman%aat serta memberikan masukan yang positi% dan in%ormasi sebagai bahan e"aluasi untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan khususnya dalam system pengendalian intern penerimaan kas pada *idang &euangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) &ota *andung. "(/(! Kegunaan P)a*t+4 Dengan adanya penulisan laporan Tugas Akhir ini diharapkan memba#a man%aat sebagai berikut ' +. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah #a#asan mengenai pengendalian intern penerimaan kas pada PDAM &ota *andung. ,. Sebagai bahan e"aluasi atau perbandingan antara teori yang didapat di perkuliahan dengan praktik di lapangan. Ta6el "(" T+3e S7hedule Tuga4 A*h+) Bulan April Mei

o 1

Keterangan Persiapan a. Membuat outline dan proposal Tugas Akhir b. Mengambil formulir penyusunan Tugas Akhir c. Menentukan tempat penelitian a. Menga!ukan outline dan proposal Tugas Akhir b. Meminta surat pengantar ke perusahaan c. Penelitian di perusahaan d. a. b. c. Penyusunan Tugas Akhir Menyiapkan draft Tugas Akhir "idang akhir Tugas Akhir Penyempurnaan laporan Tugas Akhir Penggandaan Tugas Akhir

Februari

Maret

Juni

Juli

d.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA !(" !("(" S+4te3 Pengendal+an Inte)n Pene)+3aan Ka4 Penge)t+an S+4te3 Pengendal+an Inte)n Sistem pengendalian inter adalah sesuatu yang memiliki bagian!bagian yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan!tujuan yang diharapkan untuk memisahkan %ungsi antara pencatatan dan pengurusan kas yang jelas dan bertujuan untuk menghindari kecurangan!kecurangan atau penyele#engan!penyele#engan yang kemungkinan terjadi dalam perusahaan. Dengan adanya sistem pengendalian inter ini maka penerimaan kas dalam perusahaan tidak dapat digelapkan. Sistem menurut Mulyadi (,--+'.,) sebagai berikut ' /Sistem adalah gabungan suatu sistem yang meliputi struktur organisasi metode dan ukuran0ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi mendorong e%isiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen1. Menurut Mulyadi (,--+'+2.) tujuan sistem pengendalian intern dilihat dari de%inisi sistem pengendalian intern adalah' +. Menjaga kekayaan organisasi ,. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi .. Mendorong 3%isiensi 4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Dari de%inisi diatas maka dapat disimpulkan bah#a system pengendalian intern adalah ukuran!ukuran atau prosedur!prosedur yang sling berhubungan dengan skema yang menyeluruh untuk melaksanakan %ungsi utama perusahaan agar mencapai tujuan!tujuan yang berkaitan dengan keandalan data akuntansi menjaga kekayaan organisasi mendorong e%ekti"itas dan e%isiensi mendorong dipatuhinya hukum dan peraturan. !("(! Penge)t+an Ka4 &as Menurut Mulyadi (,--+'+2.) adalah ' /&as diartikan sebagai alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. *erdasarkan keterangan diatas maka dapat disimpulkan kas merupakan alat pertukaran atau pembayaran %inansial yang mempunyai si%at paling tinggi tingkat likuiditasnya1( Dari de%inisi diatas maka dapat disimpulkan kas adalah uang atau alat pertukaran yang digunakan sebagai alat pembayaran %inancial. *erdasarkan pengertian!pengertian diatas maka dapat disimpulkan sistem pengendalian intern penerimaan kas adalah suatu susunan yang didalamnya meliputi struktur organisasi metode dan ukuran!ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga penerimaan saldo dalam kas. !("(# Pengendal+an Inte)n Ka4 5ara!cara yang digunakan untuk menga#asi penerimaan kas dalam perusahaan seringkali berbeda!beda antara perusahaan yang satu dengan yang lain begitu pula dengan PDAM (perusahaan daerah air minum). 6amun demikian ada beberapa prinsip penga#asan intern terhadap penerimaan kas yang dapat dijadikan pedoman ' 5ara!cara Pengendalian Intern &as Menurut 7usup (,--+'48) adalah ' +. Petugas yang menangani urusan penerimaan kas tidak boleh merangkap sebagai pelaksana pembukuan9pencatatan atas penerimaan kas tersebut sebaliknya petugas yang mengurusi pembukuan tidak boleh mengurusi kas. ,. Setiap kali penerimaan kas harus segera dicatat. Perusahaan harus mencatat %ormulir!%ormulir secara cermat sesuai dengan kebutuhan dan menggunakannya dengan benar. .. Penerimaan kas setiap hari harus disetorkan seluruhnya ke bank. :al ini dilakukan agar petugas yang menangani kas tidak mempunyai kesempatan untuk menggunakan kas perusahaan untuk kepentingan pribadi. 4. Apabila memungkinkan sebaiknya diadakan pemisahan antara %ungsi penerimaan kas dan %ungsi pengeluaran kas.

Sumber utama penerimaan kas pada perusahaan jasa biasanya berasal dari ' +. Penerimaan &as dari Penjualan tunai Menurut Mulyadi (,--+'4;-) Unsur pengendalian intern yang seharusnya ada dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah sebagai berikut ' a. Struktur <rganisasi +. =ungsi penjualan harus terpisah dari %ungsi kas. ,. =ungsi kas harus terpisah dari %ungsi akuntansi. .. Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh %ungsi penjualan %ungsi kas %ungsi pengiriman dan %ungsi akuntansi. b. Sistem <torisasi dan Prosedur Pencatatan +. Penerimaan order dari pembelian diotorisasi oleh %ungsi!%ungsi penjualan dengan menggunakan %ormulir %aktur penjulan tunai. ,. Penerimaan kas diotorisasika oleh %ungsi kas dengan cara membubuhkan cap /lunas1 pada %aktur penjualan tunai dan menempelkan pita register kas pada %aktur tersebut. .. Penjualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit. 4. Penyerahan barang diotorisasi oleh %ungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap /Sudah diserahkan1 pada %aktur penjualan tunai. >. Pencatatan ke dalam buku jurnal diotorisasi oleh %ungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada %aktur penjualan tunai. c. Praktik ?ang Sehat +. =aktur penjualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakainnya dipertanggung ja#abkan oleh %ungsi penjualan ,. 7umlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi penjualan tunai atau hari kerja berikutnya. .. Penghitungan saldo kas yang ada di tangan %ungsi kas secara periodik dan secara in"estigasi oleh %ungsi pemeriksaan intern. d. &arya#an yang Mutunya Sesuai Dengan Tanggung 7a#ab. ,. Penerimaan &as dari Piutang *erdasarkan sistem pengendalian intern yang baik sistem penerimaan kas dari piutang harus menjamin diterimanya kas dari debitur oleh perusahaan bukan oleh karya#an yang tidak berhak menerimanya. Untuk menjamin diterimanya kas oleh perusahaan sistem penerimaan kas dari piutang mengharuskan' +. Debitur melakukan pembayaran dengan cek atau dengan cara memindah bukukan melalui rekening bank (giro bilyet). 7ika perusahaan hanya menerima kas dalam bentuk cek dan debitur yang ceknya atas nama perusahaan akan menjamin kas yang diterima perusahaan masuk kedalam rekening perusahaan. ,. &as yang diterima dalam bentuk cek dari debitur harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh. =ungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas dari piutang adalah' +. =ungsi secretariat ,. =ungsi penagihan .. =ungsi kas 4. =ungsi akuntansi >. =ungsi pemeriksaan intern Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas dari piutang adalah' +. Surat pemberitahuan ,. Da%tar surat pemberitahuan .. *ukti setor bank 4. &#itansi Menurut Mulyadi (,--+'4@-!4@+)Unsur pengendalian intern dalam penerimaan kas dari piutang adalah '

a. Struktur <rganisasi +. =ungsi akuntansi harus terpisah dari %ungsi penagihan dan %ungsi penerimaan kas. ,. =ungsi penerimaan kas harus terpisah dari %ungsi akuntansi. b. Sistem <torisasi dan Prosedur Pencatatan +. Debitur diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk cek atas nama atau dengan cara pemindah bukuan (giro bilyet) . ,. =ungsi penagihan melakukan penagihan hanya atas dasar da%tar piutang yang harus ditagih yang dibuat oleh %ungsi akuntansi. .. Pengkreditan rekening pembantu piutang oleh %ungsi akuntansi (bagian piutang) harus didasarkan atas surat pemberitahuan yang berasal dari debitur. c. Praktik ?ang Sehat +. :asil penghitungan kas harus direkam dalam berita acara penghitungan kas dan disetor penuh ke bank dengan segera. ,. Para penagih dan kasir harus diasuransikan. .. &as dalam perjalanan (baik yang ditangan bagian kasa maupun di tangan perusahaan) harus diasuransikan. d. &arya#an yang mutunya sesuai dengan tanggung ja#ab. !("(/ P)o4e4 Pengendal+an Inte)n Proses pengendalian intern sangat diperlukan dalam sebuah perusahaan untuk menghindari terjadinya kecurangan!kecurangan yang terjadi dalam perusahaan. Pengertian Proses pengendalian intern menurut Siti kurnia rahayu dan 3ly suhayati (,--@ ' +-;) terdapat beberapa tahapan yaitu ' +. Merencanakan dan merancang pendekatan audit. ,. Melakukan pengujian pengendalian dan transaksi. .. Melaksanakan prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. 4. Menyelesaikan audit dan menerbitkan laporan audit. !("(0 Tu5uan Pengendal+an Inte)n dan Penggolongann,a Dilihat dari tujuan sistem pengendalian intern maka kita dapat menggolongkan sistem pengendalian intern tersebut menjadi dua macam yaitu ' +. Pengendalian intern akuntansi Pengendalian Intern akuntansi menurut Siti &urnia Aahayu dan 3ly suhayati (,--@ ' ,,,) adalah ' /Pengendalian intern akuntansi meliputi rencana organisasi serta prosedur dan catatan yang rele"an dengan pengamana akti"a yang disusun untuk meyakinkan bah#a ' a. Transaksi dilaksanakan sesuai dengan persetujuan pimpinan . b. Transaksi dicatat sehingga dapat dibuat ikhtisar keuangan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku serta menekankan pertanggung ja#aban atas harta perusahaan. c. Penguasaan atas akti"a diberikan hanya dengan persetujuan dan otorisasi pimpinan. d. 7umlah akti"a dalam catatan dicocokan dengan akti"a yang ada pada #aktu tepat dan tindakan yang se#ajarnya jika terjadi perbedaan1. ,. Pengendalian intern administrati% Pengertian Pengendalian intern administrati% Menurut Mulyadi (,--+'+-,) adalah ' /Pengendalian intern administrati% meliputi struktur organisasi metode dan ukuran! ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong e%isiensi dan dipatuhinnya kebijakan manajemen1. b. Prosedur Pengendalian Intern Penerimaan kas dalam suatu perusahaan bisa berasal dari beberapa sumber antara lain dari penjualan tunai pelunasan piutang atau pinjaman. Menurut Baki *arid#an (,--8'+2,) Prosedur!prosedur penga#asan yang dapat digunakan antara lain ' +.:arus ditunjukkan dengan jelas %ungsi!%ungsi dalam penerimaan kas dan setiap penerimaan kas harus segera dicatat dan disetor ke bank. ,.Diadakan pemisahan %ungsi antara pengurusan kas dan pencatatan kas. ..Diadakan penga#asan yang ketat terhadap %ungsi penerimaan dan pencatatan kas selain itu setiap hari harus dibuat laporan kas.

c. Unsur!unsur Pengendalian Intern Menurut Mulyadi (,--+'4;-) unsur pokok sistem Pengendalian Intern adalah' +. Struktur organisasi yang memisahkan tanggungja#ab %ungsional secara tegas ,. Sistem #e#enang dan prosedur pencatatn yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan piutang pendapatan dan biaya. .. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan %ungsi setiap unit organisasi. 4. &arya#an yang mutunya sesuai dengan tanggungja#abnya.

d. Prinsip!prinsip Pengendalian Intern Prinsip!prinsip pengendalian intern yang pokok menurut :aryono 7usup (,--+'4+) yaitu ' +. Penetapan tanggung ja#ab secara jelas. ,. Penyelenggaraan pencatatan yang memadai. .. Pengasuransian kekayaan dan karya#an perusahaan. 4. Pemisahan pencatatan dan penyimpanan akti"a. >. Pemisahan tangungja#ab atas transaksi yang berkaitan. 2. Pemakaian peralatan mekanis (bila memungkinkan). ;. Pelaksanaan pemeriksanaan secara independent. Ta6el !(" Ha4+l Penel+t+an Te)dahulu Na3a Tahun Judul Ke4+38ulan Pe)6edaan Pe)4a3a Aahadian 6ur Patria ,--; SIST3M P36G36DA$IA6 I6T3A6 P363AIMAA6 &AS PADA PD *PA *&& U6GAAA6 5A*A6G *AC36. Dihasilkannya dokumen pembukuan yang dapat dipercaya dan prosedur pencatatan yang baik kemudian prosedur pencatatan yang baik itu akan menghasilkan in%ormasi yang di teliti dan dapat di percaya mengenai kekayaan utang pendapatan dan biaya sistem #e#enang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan pendapatan dan biaya.. Pada penelitian sebelumnya peneliti meneliti menegenai Menganalisis sistem pengendalian intern penerimaan kas pada PD *PA *&& Ungaran 5abang *a#en yang selama ini berjalan

Sama!sama meneliti Siste pengendalian intern peneim kas

2.2

Kerangka Pemikiran "istem pengendalian intern penerimaan kas adalah suatu susunan yang didalamnya meliputi struktur organisasi# metode dan ukuran$ukuran yang dikoordinasikan untuk men!aga penerimaan saldo dalam kas. Menurut Mulyadi % &&1'1()*# unsur pokok sistem Pengendalian +ntern adalah' 1. "truktur organisasi yang memisahkan tanggung!a,ab fungsional secara tegas. a. -nsur yang terdapat dalam struktur organisasi pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan tunai.

b.

. a.

b.

Fungsi pen!ualan harus terpisah dari fungsi kas. Fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi. Transaksi pen!ualan tunai harus dilaksanakan oleh fungsi pen!ualan# fungsi kas# fungsi pengiriman# dan fungsi akuntansi. -nsur yang terdapat dalam struktur organisasi pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan kredit. Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penagihan dan fungsi penerimaan kas. Fungsi penerimaan kas harus terpisah dari fungsi akuntansi. "istem otorisasi dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan# piutang# pendapatan dan biaya. -nsur yang terdapat dalam sistem otorisasi dan prosedur pencatatn pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan tunai. Penerimaan order dari pembelian diotorisasi oleh fungsi$fungsi pen!ualan dengan menggunakan formulir faktur pen!ulan tunai. Penerimaan kas diotorisasika oleh fungsi kas dengan cara membubuhkan cap .lunas/ pada faktur pen!ualan tunai dan menempelkan pita register kas pada faktur tersebut. Pen!ualan dengan kartu kredit bank didahului dengan permintaan otorisasi dari bank penerbit kartu kredit. Penyerahan barang diotorisasi oleh fungsi pengiriman dengan cara membubuhkan cap ."udah diserahkan/ pada faktur pen!ualan tunai. Pencatatan ke dalam buku !urnal diotorisasi oleh fungsi akuntansi dengan cara memberikan tanda pada faktur pen!ualan tunai. -nsur yang terdapat dalam sistem otorisasi dan prosedur pencatatan pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan kredit. 0ebitur diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk cek atas nama atau dengan cara pemindah bukuan %giro bilyet* . Fungsi penagihan melakukan penagihan hanya atas dasar daftar piutang yang harus ditagih yang dibuat oleh fungsi akuntansi. Pengkreditan rekening pembantu piutang oleh fungsi akuntansi %bagian piutang* harus didasarkan atas surat pemberitahuan yang berasal dari debitur.

1. Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi. a. -nsur yang terdapat dalam Praktik yang sehat pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan tunai. Faktur pen!ualan tunai bernomor urut tercetak dan pemakainnya dipertanggung !a,abkan oleh fungsi pen!ualan. Jumlah kas yang diterima dari pen!ualan tunai disetor seluruhnya ke bank pada hari yang sama dengan transaksi pen!ualan tunai atau hari ker!a berikutnya. Penghitungan saldo kas yang ada di tangan fungsi kas secara periodik dan secara in2estigasi oleh fungsi pemeriksaan intern. b. -nsur yang terdapat dalam sistem otorisasi dan prosedur pencatatan pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan kredit. 3asil penghitungan kas harus direkam dalam berita acara penghitungan kas dan disetor penuh ke bank dengan segera. Para penagih dan kasir harus diasuransikan. Kas dalam per!alanan %baik yang ditangan bagian kasa maupun di tangan perusahaan* harus diasuransikan. ). Karya,an yang mutunya sesuai dengan tanggung!a,abnya. Karya,an yang beker!a haruslah yang sesuai dengan tanggung !a,ab yang diberikan agar tidak ter!adi kesalahan pada saat beker!a.

BAB III METODE DAN OBJEK PENELITIAN #(" O65e* Penel+t+an <bjek dari peneltian ini adalah system pengendalian intern penerimaan kas pada PDAM (perusahaan daerah air minum) kota *andung dipilihnya PDAM (perusahaan daerah air minum) kota *andung ini karena memiliki data yang saya perlukan untuk menyusun laporan tugas akhir ini.

Menurut "ugiyono % &&('1 * pengertian ob!ek penelitian adalah sebagai berikut ' .4b!ek penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari orang# ob!ek atau kegiatan yang mempunyai 2ariabel tertentu yang diterapkan untuk dipela!ari dan ditarik kesimpulan./ 0alam penelitian ini# yang men!adi ob!ek penelitian adalah system pengendalian intern penerimaan kas# karena sifat kas yang dapat dipindah tangankan dan tidak dapat di buktikan kepemilikannya# dengan keadaan ini tentunya diperlukan pengendalian intern penerimaan kas untuk menghindari ter!adinya kebocoran pada penerimaan kas dan !uga untuk mengetahui apakah sistem mena!emen yang dilaksanakan efektif atau tidak. 3.2 Metode Penelitian Menurut "ugiyono % &&5')* mendefinisikan Metode Penelitian sebagai berikut ' .Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang 2alid dengan tu!uan dapat ditemukan# dibuktikan# dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami# memecahkan# dan mengantisipasi masalah./ Metode yang digunakan penulis dalam menyusun laporan tugas akhir ini adalah metode deskriptif dan metode ,a,an cara yang dapat mengungkapkan dangambaran masalah yang ter!adi pada saat penelitian dilakukan. Menurut "ugiyono % &&6' 1* dapat didefinisikan bah,a ' .Metode 0eskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambar atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas./ Berdasarkan definisi diatas dapat diketahui bah,a metode penelitian yang digunakan untuk dapat menggambarkan serta menganalisis hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. Metode penelitian digunakan peneliti untuk dapat menggambarkan system pengendalian intern penerimaan kas padaP0AM%perusahaan daerah air minum* kota Bandung. Metode ini !uga dapat dikatakan sebagai salah satu penulisan yang dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang ob!ek yang diteliti menurut keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian dilakukan. Metode penelitian yang yang digunakan yang digunakan dalam menyusun tugas akhir ini adalah menggunakan metode deskriptif# metode deskriptif merupakan penilaian terhadap indi2idu# organisasi atau keadaan tertentu. 3.2.1 Desain Penelitian 0alam melakukan suatu penelitian diperlukan perencanaan penelitian agar penelitian tersebut ber!alan dengan baik. 0esain penelitian menurut Moh. 7a8ir % &&6'9)* dalam bukunya Metode Penelitian menerangkan bah,a '

.0esain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian./ Menurut Jonathan "ar,ono % &&('5:* dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif# desain penelitian di!elaskan sebagai berikut ' .0esain penelitian bagaikan sebuah peta !alan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan teapat sesuai dengan tu!uan yang telah ditetapkan./ 0ari uraian diatas dapat disimpulkan bah,a# desain penelitian adlah suatu proses penelitian yang dimana dalam melaksanakan penelitian yang dilakukan oleh penulis# dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan penelitian yang dilakukan pada ,aktu tertentu. 0alam penelitian ini penulis menerapkan desain penelitian# sebagau berikut ' 1. Mengindentifikasi masalah penelitian termasuk membuat spesifikasi dari tu!uan luas !angkauan %scope*. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah sistem pengendalian inter penerimaan kas %2ariabel ;* sebagai 2ariabel bebas pada P0AM %perusahaan daerah air minum* kota Bandung . . Menentukan indentifikasi masalah yaitu ' a. Bagai mana system pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan tunai pada P0AM %perusahaan daerah air minum* kota Bandung. b. Bagai mana system pengendalian intern penerimaan kas dari pen!ualan kredit pada P0AM %perusahaan daerah air minum* kota Bandung. 1. Menentukan !udul penelitian yang akan di!adikan ob!ek penelitian. ). 3anya terdapat satu 2ariabel independen atau 2ariabel ;. 6. Memilih prosedur dan teknik yang digunakan. (. Menyusun alat serta teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan cara# yaitu pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan atau data yang di peroleh dari sumber lain# seperti buku# literatur# ataupun catatan$catatan perkuliahan. 5. Melaporankan hasil penelitian termasuk proses yang di!adikan ob!ek penelitian. 3.2.2 Variabel Penelitian Dan Operasionalisasi Variabel 3.2.2.1 Variabel Penelitian Menurut Masyhuri dan <ainuddin % &&9'1 * menyatakan 2ariabel dan operasional adalah ' .=ariabel adalah sesuatu yang berubah$ubah atau tidak tetap. =ariabel dapat !uga diartikan sebagai konsep dalm bentuk kongkrit atau bentuk operasional./ "esuai dengan !udul tugas akhir yang penulis buat yaitu .tin!auan atas sistem pengendalian inten penerimaan kas pada P0AM %perusahaan daerah air minum* kota bandung.# hanya ada 1 2ariabel yaitu =ariabel +ndependen %=ariabel ;*. Variable Independent atau 2ariabel bebas adalah 2ariabel yang mempengaruhi 2ariabel lainnya yang men!adi penyebab perubahan pada 2ariabel dependen atau 2ariabel tak bebas %terikat*. 0ata yang men!adi 2ariabel bebas %=ariabel ;* adalah system pengendalian intern penerimaan kas. 3.2.2.2 Operasionalisasi Variabel Menurut 7ur +ndriantoro dan Bambang "upomo % && '(:* pengertian operasional 2ariable adalah '

. 4perasional adalah penentuan contruct sehingga men!adi 2ariable yang dapat diukur. "edangkan 2ariabel adalah contruct yang di ukur dengan berbagai macam nilai untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena$fenomena./ 0alam penelitian yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan paradigma sederhana# dimana hanya terdapat satu 2ariable# yaitu 2ariable independent. >ang men!adi 2ariable independent %2ariable ; * adalah sistem pengendalian intern penerimaan kas pada Perusahaan 0aerah Air Minum %P0AM* Kota Bandung . 4perasional 2ariabel diperlukan untuk menentukan !enis# indikator# serta skala dari 2ariable$2ariabel terkait penelitian sehingga penelitian yang dilakukan secara benar sesuai dengan !udul penelitian mengenai tata cara sistem pengendalian intern penerimaan kas pada Perusahaan 0aerah Air Minum %P0AM* Kota Bandung.
Ta6el #(" O8e)a4+onal+4a4+ 'a)+a6el

Variabel
D System pengendalian intern penerimaan kas (Independen)

Konsep Variabel
Sistem pengendalian intern yaitu suatu sistem yang meliputi ' +.Struktur organisasi. ,.Metode dan ukuran!ukuran yang yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi. ..Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. 4.Mendorong e%isiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen (Mulyadi'+2.)

Indikator
Unsur pokok pengendalian intern adalah ' +.Struktur organisasi yang memisakan tanggung ja#ab %ungsional secara tegas. ,.Sistem otorisasi dan prosedur pencataan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap kekayaan piutang pendapatan dan biaya. ..Praktik yang sehat. 4.&arya#an yang mutunya sesuai dengan tanggung ja#ab. (Mulyadi'+24)

Su36e) dan Te*n+* Pengu38ulan Data Su36e) Data +. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden yang menjadi sampel untuk mengetahui tanggapannya mengenai sistem pengendalian intern penerimaan kas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) &ota *andung. Selain itu data primer juga meliputi dokumen!dokumen perusahaan berupa sejarah perkembangan perusahaan struktur organisasi dan lain!lain yang berhubungan dengan penelitian. ,. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperlukan untuk mendukung hasil penelitian berasal dari literatur artikel dan berbagai sumber lain yang berhubungan dengan masalah penelitian. Data yang didapat dari buku!buku PDAM kota *andung. #(!(#(! Te*n+* Pengu38ulan Data Penelitian yang akan dilaksanakan terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam pengumpulan data. Metode yang digunakan diba#ah ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam melakukan penelitian pada saat pengumpulan data diantaranya ' +. Studi $apangan (field research) Studi lapangan adalah melakukan peninjauan secara langsung untuk memperoleh data!data yang diperlukan daalm penyusunan tugas akhir. Penelitian ini dilakukan terhadap kegiatan dari seluruh objek penelitian yang meliputi ' a. Metode <bser"asi (pengamatan)

#(!(# #(!(#("

Tinjauan atas sistem penendalian intern penerimaan kas yang telah ada dari segi pengumpulan data dan sistem in%ormasi akuntansi yang digunakan. b. Metode Inter"ie# Ca#ancara dilakukan untuk mendapatkan in%ormasi yang terkait dalam system penendalian intern penerimaan kas pada PDAM (perusahaan daerah air minum) kota *andung dan #a#ancara dilakukan kepada beberapa karya#an yang bertanggung ja#ab pada bagian tertentu yang menjadi sumber in%ormasi. c. Dokumentasi Dokumentasi yaitu mengumpulkan bahan!bahan yang tertulis berupa data yang diperoleh dari PDAM (perusahaan daerah air minum) kota *andung . ,. Studi &epustakaan (library research) Penelitian pustaka adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mempelajari serta mengumpulkan teori!teori yang rele"an dengan materi pembahasan guna dijadikan dasar dalam melakukan penilaian dan perbandingan dari penelitian yang telah dilakukan pada perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan penelaahan terhadap buku!buku literatur buku teks dan catatan kuliah dengan metode ini akan diperoleh gambaran mengenai system penendalian intern penerimaan kas pada PDAM (perusahaan daerah air minum) kota *andung. #(!(/ Metode Anal+4+4 Analisis data merupakan cara yang digunakan penulis untuk mempermudah identi%ikasi masalah penelitian. Dalam melakukan analisis data yang diperoleh berdasarkan ja#aban atas kuesioner penulis melakukan analisis kualitati% yaitu mencari kebenaran "ariabel yang diteliti dengan kenyataan yang ada dilapangan. BAB I' HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN /(" Ha4+l Penel+t+an /("(" S+4te3 Pengendal+an Inte)n Pene)+3aan Ka4 ( Pen5ualan Tuna+ ) 8ada PDAM Kota Bandung Dalam sebuah sistem untuk menghasilkan sebuah laporan pertanggungja#aban kepada pimpinan PDAM &ota *andung melibatkan beberapa unsur pokok dalam penyajian $aporan Pertanggungja#aban yang terdiri dari ' a. Dalam struktur organisasi %ungsi yang terkait untuk memisahkan tanggung ja#ab %ungsional secara tegas dibagi menjadi beberapa %ungsi yaitu ' +) =ungsi Penjualan =ungsi ini bertugas menerima order dari pembeli mengisi %aktur penjualan tunai dan menyerahkan k#itansi kepada pembeli. ,) =ungsi &as =ungsi &as bertugas untuk menerima penerimaan kas dari berbagai %ungsi yang telah dicatat. =ungsi kas juga bertugas untuk membuat bukti penerimaan kas sebagai dasar pembuatan laporan keuangan Pada PDAM &ota *andung %ungsi ini dilakukan oleh bagian keuangan. 1* =ungsi Akuntansi =ungsi Akuntansi bertugas untuk mencatat semua penerimaan kas perusahaan berdasarkan bukti penerimaan kas dari %ungsi kas ke jurnal penerimaan kas untuk melaporkan laporan keuangan perusahaan. Pada PDAM &ota *andung %ungsi ini dilakukan oleh bagian accounting. Pada PDAM &ota *andung masih terjadi peran perangkapan tugas dimana bagian pelaksana yang berjumlah dua orang bertugas sebagai %ungsi penjualan %ungsi kas dan %ungsi akuntansi. b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas dari penjualan tunai adalah ' +) =aktur Penjualan Tunai

=aktur ini dibuat oleh %ungsi penjualan yang digunakan untuk mencatat adanya transaksi penjualan. ,) Pita Aegister &as (Cash Register Tape) Dokumen ini dihasilkan oleh %ungsi kas dengan cara mengoperasikan mesin register kas. .) Da%tar :arian &as Dokumen ini digunakan untuk mencatat keluar masuknya uang kas harian secara keseluruhan. 5atatan akuntansi digunakan dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai adalah ' 1* Da%tar Penerimaan &as Da%tar penerimaan kas yaitu catatan yang di dalamnya terdapat unsur!unsur yang didalamnya seperti kolom tanggal kolom keterangan kolom nomor bukti kolom penerimaan tunai kolom jumlah kas. ,) &artu Persediaan &artu persediaan dibuat untuk melihat jumlah persediaan barang dagangan yang ada di toko tersebut. c. Praktik yang sehat dapat di lakukan dengan cara prosedur dalam penerimaan kas dari penjualan tunai Sistem yang dilakukan PDAM &ota *andung dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya yaitu dengan cara pelanggan tinggan menikmati pasilitas yang telah di berikan oleh perusahaan. Apabila belum menjadi pelanggan bisa melakukan penda%taran sambungan baru ke kantor PDAM &ota *andung. Adapun prosedur perimaan kas yang dilaksanakan sebagai betikut ' ! Pelanggan bisa langsung menikmati air bersih. ! Petugas pelaksana yaitu %ungsi kas menerima pembayaran dari pembeli yang berupa tunai. ! Petugas pelaksana yaitu %ungsi penjuaalan menyerahkan barang kepada pembeli. ! Petugas pelaksana yaitu %ungsi penjualan membuat k#itansi penjualan rangkap dua yang ditujukan kepada pembeli dan sebagai arsip PDAM &ota *andung. ! =ungsi kas mengakti%kan register kas. ! *agian akuntansi mencatat pendapatan penjualan dalam buku harian kas. d. &arya#an yang mutuya tidak sesuai dengan tanggung ja#abnya Setiap penerimaan karya#an baru pada bagian penjualan tunai masih terdapat karya#an yang tidak sesuai dengan kriteria Semua akti"itas yang berjalan dalam organisasi suatu perusahaan diarahkan untuk menjamin kelangsungan dan adanya koordinasi %ungsi yang baik dari masing!masing %ungsi. Dengan adanya pengendalian intern yang memadai dapat mencegah dan menghindari terjadinya penyimpangan dalam penerimaan kas. Sistem pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan tunai pada PDAM &ota *andung' +) Struktur organisasi %ungsi yang terkait ' Dalam transaksi penjualan tunai dalam perusahaan dilakukan oleh satu %ungsi yaitu %ungsi kas. ,) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan a* Transaksi penjualan tunai dicatat dalam %aktur penjualan tunai yang diotorisasi oleh %ungsi penjualan. b) Pencatatan kedalam buku kas harian diotorisasi oleh %ungsi akuntansi. .) Praktek yang sehat Setiap hari dilakukan pemeriksaan catatan akuntansi oleh %ungsi akuntansi dan %ungsi kas untuk membandingkan saldo kas menurut catatan dengan saldo kas %isiknya agar terjadi kesamaan antara keduanya. &egiatan pemeriksaan oleh %ungsi akuntansi dilakukan pada saat akhir jam kerja. /("(! S+4te3 8engendal+an Inte)n Pene)+3aan Ka4 (P+utang) 8ada PDAM Kota Bandung Dalam merancang sistem pengendalian intern penerimaan kas untuk menangani transaksi penerimaan kas yang berasal dari piutang berikut data!data mengenai %ungsi yang

terkait catatan akuntansi dan dokumen yang digunakan serta prosedur dan unsur pengendalian intern. a. Dalam struktur organisasi %ungsi yang terkait untuk memisahkan tanggung ja#ab %ungsional secara tegas dibagi menjadi beberapa %ungsi yaitu ' +) =ungsi &as =ungsi kas bertanggungja#ab atas penerimaan aplikasi trans%er dari debitur. =ungsi ini dilakukan oleh manajer perusahaan. ) =ungsi Akuntansi piutang =ungsi ini mempunyai tugas untuk mencatat piutang kepada pelanggan kedalam kartu piutang dan mencatat kas yang masuk dalam jurnal penerimaan kas %ungsi ini di lakukan oleh manajer akuntansi. .) =ungsi Pemeriksaan Intern *ertanggung ja#ab dalam melaksanakan perhitungan kas yang ada di bank secara periodik dan bertanggung ja#ab dalam melakukan rekonsiliasi untuk mengecek ketelitian catatan kas yang diselenggarakan oleh %ungsi akuntansi. =ungsi ini dijalankan oleh penga#as perusahaan yang dilakukan setiap bulan sekali. b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dokumen yang digunakan dalam penerimaan kas dari piutang adalah ' +) Slip Tagihan Dokumen ini berisi jumlah saldo piutang dan jumlah bunga yang harus dibayar. D < cc kumen ini digunakan untuk memberitahukan kepada pelanggan berapa jumlah saldo piutang mereka dan jumlah bunga yang harus dibayar pada bulan tersebut. * *ukti Penerimaan &as Dokumen ini dibuat rangkap tiga. Satu untuk bagian kasir dan piutang satu untuk pelanggaE /F

En dan satu lagi untuk bagian akuntansi. Dokumen ini dibuat oleh kasir dan digunakan sebagai bukti penerimaan kas. 1* &#intansi Dokumen ini dibuat oleh kasir sebagian bukti penerimaan kas untuk para debitur yang telah membayar utang pada perusahaan. 5atatan yang digunakan dalam penerimaan kas yang berasal dari piutang adalah' 1* 7urnal Penerimaan &as 7urnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat berkurangnya piutang dari transaksi penerimaan kas dari debitur. ,) &artu piutang &artu piutang digunakan oleh %ungsi akuntansi untuk mencatat jumlah piutang yang dimiliki oleh koperasi. &artu piutang ini juga yang digunakan oleh %ungsi akuntansi sebagai dasar dalam pembuatan jurnal penerimaan kas. c. Praktik yang sehat dapat di lakukan dengan cara Prosedur Peneriman &as *erasal dari Piutang Sumber penerimaan kas PDAM &ota *andung berasal dari pelunasan piutang karena sebagian besar pelanggan masih banyak yang menunggak pembayaran. Penerimaan &as Dari Peniualan &redit jika pelanggan melakukan pembayaran atau pelunasan pembayaran beserta dengan bunganya . Dalam hal ini berarti kasir perusahaan menerima bukti pembayaran bukan uang. *ukti yang diterima kasir perusahaan beserta pita register diberikan kepada *agian Penjualan untuk dicatat dan direkap. Semua akti"itas yang berjalan dalam organisasi suatu perusahaan diarahkan agar dapat mencegah dan menghindari terjadinya penyimpangan dalam penerimaan kas. Sistem pengendalian intern penerimaan kas dari penjualan kredit pada PDAM &ota *andung'

+) <rganisasi %ungsi yang terkait ' Dalam transaksi penjulan kredit yang merupakan piutang bagi perusahaan tidak dilakukan oleh satu %ungsi tetapi melibatkan oleh %ungsi yang lain yaitu %ungsi kas %ungsi penjualan dan %ungsi akuntansi. Dan terdapat %ungsi pemeriksaan intern yang dapat mengontrol kebenaran catatan akuntansi dan kas yang ada. ,) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan Pencatatan ke dalam kartu piutang dan ke dalam jurnal penerimaan kas diotorisasi oleh %ungsi akuntansi piutang dengan memberikan tanda tangan ke dalam kartu piutang tersebut. 1* Praktek yang Sehat Untuk menghindari hal!hal yang tidak diinginkan agar tidak terjadi penunggakkan setoran dan juga penyele#engan jumlah kas yang diterima dari penjualan kredit langsung disetorkan ke bank oleh bagian personalia PDAM &ota *andung. 4.2 PEMBAHASAN *erdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bagimana sistem pengendalian intern penerimaan kas yang terjadi di PDAM &ota *andung untuk semua elemen sistem pengendalian intern yang meliputi' /(!(" Anal+4+4 S+4te3 8engendal+an +nte)n 8ene)+3aan *a4 (Pen5ualan Tuna+) 8ada PDAM Kota Bandung +. Strukur organisasi Pada PDAM &ota *andung setiap kali ada penerimaan kas langsung dicatat kedalam bukti penerimaan sesuai dengan tanggal tanpa ada penga#asan yang memadai. Tanpa adanya pemisahan tanggung ja#ab yang jelas karena hanya ditangani oleh satu %ungsi yaitu %ungsi kas saja. Transaksi penjualan tunai harus dilaksanakan oleh %ungsi penjualan %ungsi kas dan %ungsi akuntansi tidak ada transaksi penjualan tunai yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu %ungsi tersebut. Dengan dilaksanakanya setiap transaksi penjualan tunai oleh berbagai fungsi tersebut akan tercipta adanya pengecekan intern pekerjaan setiap %ungsi tersebut oleh %ungsi lainnya. Mengingat PDAM &ota *andung ini semakin maju sebaiknya diadakan penetapan tanggung ja#ab %ungsi yang jelas dan pemisahan pencatatan dan penyimpanan akti"a untuk pengendalian intern penerimaan kas yang sudah ada. ,. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan Penerimaan kas dari penjualan tunai diotorisasi oleh bagian yang ber#enang yaitu manager perusahaan dan setiap transaksi dicatat oleh petugas pelaksana didalam bukti penerimaan kas (%aktur penjualan tunai) mesin register kas da%tar harian kas. Dengan demikian otorisasi yang terjadi di perusahaan ini sudah bagus. .. Praktek yang sehat 7urnal yang digunakan dalam penerimaan kas dari penjualan tunai meliputi ' jurnal penjualan untuk mencatat dan meringkas data penjualan jurnal penerimaan kas digunakan untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber jurnal umum digunakan oleh %ungsi akuntansi untuk mencatat berkurangnya harga pokok produk yang dijual kartu gudang untuk mencatat mutasi dan persediaan barang yang disimpan dalam gudang. 6amun catatan akuntansi yang digunakan oleh PDAM &ota *andung belum memenui teori karna hanya da%tar penerimaan kas harian kartu jurnal penjualan dan jurnal umum persediaan saja yang digunakan. Dengan demikian PDAM &ota *andung perlu adanya dan kartu gudang. &arena prosedur pencatatan yang baik akan menghasilkan in%ormasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan pendapatan dan biaya suatu organisasi. PDAM &ota *andung dalam penjualan tunai sudah terdapat nomor urut tercetak ini sesuai dengan teori. &arena %ormulir merupakan alat untuk memberikan otorisasi untuk terlaksananya transaksi maka pengendalian pemakainnya dengan nomor urut tercetak akan dapat menetapkan pertanggung ja#aban terlaksanannya transaksi. Dalam perusahaan terjadi perputaran jabatan antara pega#ai tetapi untuk petugas pelaksana harian tidak terjadi perputaran jabatan karena petugas pelaksana harian hanya terdiri dari dua bagian yaitu manajer dan pelaksana dari kedua bagian tidak mungkin dilakukan perputaran jabatan. 4. &arya#an yang mutunya sesuai dengan tanggung ja#ab

Menyeleksi tenaga kerja perusahaan menerima tenaga kerja ada yang sesuai dengan pendidikan dan ada yang tidak sesuai. Tetapi hal ini dapat disingkapi dengan adanya pelatihan pendidikan yang sering diikuti oleh pega#ai agar keterampilan yang dimiliki oleh setiap karya#an dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaan yang semakin luas. Unsur!unsur yang terdapat dari semua unsur pengendalian intern unsur karya#an yang berkelakuan baiklah yang paling penting karna apabila dalam suatu perusahaan karya#annya kompeten jujur maka unsur yang lainnyapun dapat dilaksanakan dengan baik. /(!(! Anal+4+4 S+4te3 8engendal+an Inte)n Pene)+3aan Ka4 (P+utang) Pada PDAM Kota Bandung +. Strukur organisasi Didalam penerimaan kas yang berasal dari piutang tedapat perangkapan tugas antara %ungsi kas dan %ungsi akuntansi hal ini bertentangan dengan teori yang dikemukakan oleh Mulyadi bah,a %ungsi penerimaan kas harus terpisah dari %ungsi akuntansi untuk menghindari kemungkinan penggunaan catatan akuntansi untuk menutupi kecurangan yang dilakukan oleh karya#an. Tetapi didalam perusahaan ini %ungsi kas tidak memegang langsung keuangan karena setoran piutang langsung disetorkan oleh debitur ke bank. =ungsi kas disini hanya bertugas menerima aplikasi trans%er dari bank jadi jika terdapat perangkapan %ungsi tidaklah menjadi masalah. =ungsi penerimaan kas harus terpisah dari %ungsi akuntansi. =ungsi akuntansi tidak boleh digabungkan dengan %ungsi penyimpanan untuk menghindari kemungkinan catatan akuntansi digabungkan dengan %ungsi penerimaan kas. +. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan Transaksi penerimaan kas dari piutang diotorisasi oleh bagian yang ber#enang yaitu bendahara perusahaan. :al ini sudah mencerminkan adanya pengendalian intern yang cukup baik. 5atatan akuntansi yang digunakan yaitu jurnal penerimaan kas dan kartu piutang. Pada 5atatan akuntansi untuk penerimaan kas dari piutang seharusnya diadakan buku kas9bank untuk mencatat setiap transaksi kas dan bank. Dan buku ini berguna pada saat dilakukan rekonsiliasi bank ,. Praktek yang sehat Praktek yang sehat tidak ada pemeriksaan secara in"estigasi pada bagian!bagian tertentu hanya rekonsiliasi antara catatan dan kas dilakukan setiap bulan sekali oleh penga#as. :al ini tidak sesuai dengan teori sebaiknya dilakukan pemeriksaan secara in"estigasi pada setiap bagian untuk meningkatkan kualitas kinerja karya#an. .. &arya#an yang mutunya sesuai dengan tanggung ja#ab Menyeleksi tenaga kerja perusahaan menerima tenaga kerja ada yang sesuai dengan pendidikan dan ada yang tidak sesuai. Tetapi hal ini dapat disingkapi dengan adanya pelatihan pendidikan yang sering diikuti oleh pega#ai agar keterampilan yang dimiliki oleh setiap karya#an dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaan yang semakin luas. Unsur!unsur yang terdapat dari semua unsur pengendalian intern unsur karya#an yang berkelakuan baiklah yang paling penting karna apabila dalam suatu perusahaan karya#annya kompeten jujur maka unsur yang lainnyapun dapat dilaksanakan dengan baik.