Anda di halaman 1dari 2

Etiologi kanker payudara Sampai saatini penyebab pasti kenker payudara belum diketahui secara pasti,sebaliknya terdapat serangkaian

bourgeois genetic,hormonal,dan kemudian kejadian lingkungan dapat menunjang terjadinya kanker payudara Pemeriksaan diagnostic 1.laboratorium,meliputi: morfologi sel darah laju eendap darah tes faal hati tes tumor marker(carsino embryonic antigen/CEA) dalam serum atau plasma pemeriksaan sitologik,pemeriksaan ini memegang peranan penting pada penilaian cairan yang keluar spontan dari putting payudara,cairan kista atau cairan yang keluar dari ekskoriasis. non invasif tes diagnosis mamografi yaitu shadowgraph jaringan lunak sebagai pemeriksaan tambahan yang penting mammograph dapat mendeteksi massa yang terlalu kecil untuk bisa diraba.dalam beberapa keadaan dapat memberikan dugaan ada tidaknya sifat keganasan dari mas yang teraba radiol;ogy(foto rontgen thorax) usg untuk membedakan antara masa yang solid dengan masa yang kistik, disamping itu dapat menginterpretasikan hasil mamografi terhadap lokasi masa pada jaringan payudara yang tebal atau padat. magnetic resonance imaging(MRI) Menggunakan bahan kontras atau radipaque melalui intavena. Bahan ini diabsorbsi oleh masa kanker dari masa tumor. positif emission tomografi(pet) Untuk mendeteksi c.a. mammae terutama untuk metastase ke sisi lain. invasive biopsy Mengangkat jaringan dari masa payudara untuk pemeriksaan histology untuk memastikan keganasannya

Dx

: nyeri akut

Tujuan: Mengontrol nyeri KH:

1. penurunan intensitas nyeri 2. pasien tidak menunjukkan ekspresi nyeri 3. penurunan level nyeri

1. kaji lokasi,karakteristik,durasi,frekuens i,kualitas dan intensitas nyeri. 2. Ajarkan klien prinsip2 tentang management nyeri 3. Gunakan analgesic jika diperlukan 4. Evaluasi tingkat perubahan nyeri dan kepuasan klien 5. Menanyakan faktor2 yang dapat memicu / meningkatkan nyeri

1. Agar klien mampu menunjukkan nyeri yang dialami 2. Agar klien mampu mendeskripsikan frekuensi nyeri 3. Untuk meredakan rasa nyeri dengan intensitas tinggi 4. Agar klien mampu mengurangi intensitas rasa nyeri secara mandiri dan beristirahat 5. Agar klien mampu berpositif agar kesehatannya tidak buruk