Anda di halaman 1dari 3

Andini Ayu Lestari 1306375443

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi

Proses komunikasi adalah suatu kegiatan penyampaian informasi yang dilakukan oleh komunikator terhadap komunikan sehingga terbentuk suatu persamaan makna. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi proses komunikasi, yaitu suasana, waktu, dan kejelasan pesan. Situasi atau suasana yang hiruk pikuk akan mempengaruhi baik / tidaknya pesan yang diterima oleh komunikan. Suara yang bising akan membuat pesan yang diterima komunikan menjadi tidak jelas, kabur, dan bahkan sulit diterima. Menurut Potter dan Perry, komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain perkembangan, persepsi, nilai, latar belakang sosial budaya, emosi, jenis kelamin, pengetahuan, peran dan hubungan, lingkungan, dan jarak. Faktor pertama adalah perkembangan. Dalam berkomunikasi kita perlu memperhatikan perkembangan usia seseorang baik dari segi bahasa maupun pola pikir orang tersebut supaya komunikasi yang kita lakukan berjalan dengan baik. Misalnya, ketika kita berbicara dengan anak-anak, tentu kita tidak bisa berbicara dengan bahasa yang teoritis karena anakanak akan sulit menangkap maksud yang kita ucapkan. Kita bisa menyesuaikannya dengan bahasa yang komunikatif dan persuasif sehingga mudah dimengerti anak-anak. Faktor kedua adalah persepsi. Persepsi merupakan pandangan pribadi seseorang terhadap suatu peristiwa. Persepsi dapat terbentuk dari pengalaman, harapan, dan pengetahuan lebih yang dimiliki seseorang terhadap suatu peristiwa. Oleh karena itu, jika terjadi perbedaan dalam persepsi, komunikasi yang kita lakukan akan terhambat. Faktor ketiga adalah nilai. Kita harus mengetahui nilai-nilai apa yang diyakini oleh komunikan. Nilai yang diyakini seseorang nantinya akan berkaitan dengan persepsi orang tersebut. Dengan kita mengetahui dan mengklarifikasi nilai-nilai tersebut, kita dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan lawan bicara. Faktor keempat adalah latar belakang sosial budaya. Bahasa dan komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Kita berada dalam suatu sistem masyarakat tertentu. Tingkah laku, adab, dan pandangan hidup seseorang yang diwarisi dapat mempengaruhi proses komunikasi. Faktor kelima adalah emosi. Emosi adalah perasaan subyektif terhadap suatu kejadian, seperti marah, sedih, dan gembira. Kita perlu mengetahui emosi seseorang dalam

berkomunikasi. Kita juga harus mengevaluasi emosi diri dalam berkomunikasi. Misalnya, ketika kita berkomunikasi dengan seseorang yang sedang gembira tetapi kita sedang dalam keadaan marah. Sebaiknya, kita meredam amarah kita sehingga dapat menciptakan suasana yang baik ketika berkomunikasi. Faktor keenam adalah jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan memiliki gaya komunikasi yang berbeda. Menurut Tanned, sejak usia 3 tahun perempuan ketika bermain dengan kelompoknya, ia akan menggunakan bahasa yang mencari kejelasan, meminimalkan perbedaan, serta membangun dan mendukung keakraban. Berbeda dengan perempuan, laki-laki menggunakan bahasa untuk kemandirian diri aktivitas bermainnya. Misalnya, ketika mereka ingin berteman dengan kawan baru, mereka akan melakukannya dengan bermain. Tidak heran jika kita melihat laki-laki cenderung lebih cepat akrab dengan teman barunya. Faktor ketujuh adalah pengetahuan. Tingkat pengetahuan setiap orang berbeda dan dapat mempengaruhi proses komunikasi. Seseorang dengan pengetahuan yang lebih rendah akan sulit diajak berkomunikasi dengan bahasa verbal dibanding dengan orang yang memiliki pengetahuan tinggi. Kita perlu mengetahui tingkat pengetahuan seseorang agar informasi yang diberikan bisa dimengerti oleh lawan bicara kita. Tidak hanya itu, kita juga perlu memperluas pengetahuan umum supaya kita pun memahami informasi yang diberikan lawan bicara saat komunikasi berlangsung. Faktor kedelapan adalah peran dan hubungan. Gaya komunikasi sesuai dengan peran dan hubungan antar orang yang berkomunikasi. Cara komunikasi kita dengan orang tua akan berbeda ketika kita berkomunikasi dengan teman sepermainan. Peran kita sebagai anak ketika berkomunikasi dengan orang tua, tentu akan menggunakan cara komunikasi dengan bahasa yang lebih halus, dan sopan. Faktor kesembilan adalah lingkungan. Lingkungan interaksi akan mempengaruhi proses komunikasi. Misalnya, ketika kita berada dalam situasi yang ramai, dan banyak orang. Situasi tersebut sangat tidak nyaman bagi kita ketika proses komunikasi berlangsung. Tidak hanya itu, suasana yang bising juga dapat mengganggu kita dalam berkomunikasi karena kita harus berbicara dengan nada yang lebih tinggi agar lawan bicara kita dapat mendengar. Faktor kesepuluh adalah jarak. Jarak tertentu dapat menyediakan rasa aman dan kontrol. Misalnya, kita akan merasa takut dan terancam ketika orang yang tidak dikenal tiba-tiba berada pada jarak yang sangat dekat dan memulai komunikasi dengan kita. Kita akan merasa bingung dan ragu untuk merespon orang tersebut. Oleh karena itu, jika kita ingin berkomunikasi dengan seseorang sebaiknya memperhitungkan jarak dengan orang tersebut agar proses komunikasi tidak terganggu. Dari kesepuluh faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa kita perlu lebih peka dan memahami lawan bicara kita dalam berkomunikasi. Agar komunikasi yang kita lakukan

dapat berjalan dengan baik dan efektif sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pemberian atau penerimaan informasi ketika proses komunikasi berlangsung.