Anda di halaman 1dari 13

HEAT TREATMEN I.

PENGERASAN KULIT (Case Hardening) Pengerasan kulit atau case hardening merupakan proses laku panas yang bertujuan untuk memperoleh pengerasan hanya pada kedalaman tertentu atau kulitnya saja. Dengan demikian lapisan kulit mempunyai kekerasan yang tinggi sedang bagian dalam terjaga dengan kekerasan lebih rendah tetapi keuletannya tinggi. Dalam dunia industri seringkali diperlukan bahan yang keras dan tahan aus. Tetapi kekerasan yang diperoleh dengan proses pengerasan tembus ( through hardening) akan mengakibatkan turunnya keuletan atau ketangguhannya. Sehingga untuk mendapatkan material dengan kekerasan yang tinggi tetapi masih tetap ulet atau tangguh perlu dilakukan case hardening. Macam-macam proses pengerasan kulit antara lain : 1. Nitriding Nitriding merupakan proses laku panas pada logam secara thermochemical dimana atom nitrogen aktif akan berdifusi kedalam baja membentuk nitrida. itrida yang terbentuk ini sangat keras dan stabil. itrogen aktif ini bisa diperoleh dari gas ammonia dan bila dipanaskan pada temperatur nitriding antara (!""-#"" $%& akan berdisosiasi menjadi nitrogen aktif dan gas hidrogen : '. (as nitriding Menggunakan gas nitrogen (Moraes) *""'$

'
aktif

aktif

akan mengikat unsur paduan membentuk nitride: +l , aktif +l (Aluminium nitrides$ '. (as nitriding menggunakan gas ammonia (-akharo.) '/#*$ : * 01 * , 10* Pada dasarnya semua baja dapat di nitriding tetapi hasil yang optimal dapat diperoleh bila baja membentuk unsur paduan yang membentuk nitrida ( Nitride Forming Element ) seperti aluminium) titanium) nikel) chrom dan molybdenum. Pengaruh unsur paduan setelah nitriding dapat dilihat pada gambar '.

(ambar '. Pengaruh 2nsur Paduan Proses Nitriding Sumber : 3ainer 4eppanen 5 0akan 6onsson) '///:!

Macam-macam proses nitriding, yaitu: a. Gas Nitriding (as nitriding dilakukan dengan pemanasan antara temperatur ( !""-#"" $%& dalam dapur pemanas dengan atmosfer yang banyak mengandung atom nitrogen . +tom tersebut dapat diperoleh dari gas 01 ( ammonia $ yang mudah berdekomposisi pada temperatur nitriding sehingga atom nitrogen aktif akan berdifusi kedalam benda kerja. b. Pack nitriding Pack nitriding atau serbuk (solid$ mempunyai kesamaan pada proses pack carburising. Pack nitriding dilakukan dengan memanaskan benda kerja didalam kotak tertutup rapat yang berisi nitriding compound. Nitriding compound ini biasanya sebagai sumber nitrogen aktif. Pemanasan proses nitriding dilakukan pada temperatur antara (!*"-!7"$%& dengan 8aktu pemanasan kurang dari '* jam. c. Plasma Nitriding Plasma nitriding biasanya juga dikenal sebagai ion nitriding atau glow-discharge nitriding. Plasma nitriding merupakan pengembangan dari kon.ensional gas nitriding dimana sumber gas bisa diperoleh dari ammonia atau campuran antara nitrogen dan hidrogen. Proses tersebut berlangsung pada tekanan gas ('"-9""$ Pa dengan menggunakan tegangan listrik antara (1""-9"" $ :. Sehingga gas terionisasi dan akan melakukan bombardment pada benda kerja. Plasma nitriding dilakukan pada temperatur ;""-9""%& (3ainer 4eppanen 5 0akan 6onsson) '///: /$. 2. Carburising arburising merupakan proses laku panas logam secara thermochemical dimana benda kerja dipanaskan pada temperatur yang cukup tinggi dalam lingkungan yang mengandung atom karbon aktif) sehingga atom karbon akan berdifusi kedalam baja dan mencapai kadar tertentu dan kedalaman tertentu. Tebal lapisan tergantung pada suhu dan 8aktu perlakuan panas. arburising terdiri dari tiga macam yaitu: a. Pack arburising Proses laku panas logam dengan pack carburising dilakukan dengan memasukkan benda kerja ke dalam suatu kotak dan ditimbun dengan carburising compound, kotak ditutup rapat (kedap udara$) kemudian dipanaskan pada suhu /""o-/!"o& selama beberapa jam. Selanjutnya benda kerja dikeluarkan dan didingingkan dengan media pendingin. arburising compound berupa serbuk terdiri dari arang kayu 7"<-9"<) barium atau natrium karbonat *!<-*"< dan kalsium karbonat *)!<-1)!<. Selama pemanasan udara yang terperangkap dalam kotak akan bereaksi dengan arang menjadi &=) dengan reaksi: *& , =* * &= selanjutnya &= ini dapat berdisosiasi menjadi &at * &= &=* , &at &at merupakan atom karbon aktif yang dapat berdifusi kedalam benda kerja. b. Gas arburising Proses laku panas logam dengan Gas arburising dilakukan dengan memanaskan baja dalam dapur dengan atmosfer yang banyak mengandung gas &= atau gas hydrokarbon yang mudah berdekomposisi pada temperatur carburising. (as-gas tersebut pada temperatur carburising akan berdekomposisi menghasilkan atom karbon aktif (&at$ yang nantinya berdifusi kedalam benda kerja. * &= &=* , &at &0; &at , 10* Pada proses gas carburising) benda kerja lebih bersih dibandingkan pada proses pack carburising. c. !i"uid arburising Pada li"uid carburising) benda kerja dipanaskan dalam salt bath yang terdiri dari campuran sodium cyanide ( a& $ atau potassium cyanid (>& $) yang berfungsi sebagai carburising agent

yang aktif dengan sodium carbonate ( a*&=1$ yang berfungsi sebagai energi#er. Pada temperatur carburising cyanide akan bereaksi: * a& , =* * a& = ; a& = * a& , a*&=1 , &= , * at * &= &=* , &at Dari reaksi diatas tampak bah8a di samping atom karbon) atom nitrogen juga ikut berdifusi masuk kedalam benda kerja. itrogen ini dalam benda kerja akan bereaksi membentuk nitrida yang juga keras. ?anyaknya karbon dan nitrogen yang berdifusi tergantung pada temperatur pemanasan dan kandungan a& dalam salth bath. 3. Cyaniding dan Carbonitriding $aniding merupakan modifikasi dari proses li"uid carburising. Dilakukan dengan menggunakan salth bath seperti pada li"uid carburising, tetapi dengan konsentrasi garam cyanide yang lebih rendah dan temperatur pemanasan yang lebih rendah. 3eaksi yang terjadi pada salth bath sama dengan reaksi yang terjadi pada li"uid carburising, hanya saja karena temperatur pemanasan yang dipakai lebih rendah) maka difusi nitrogen cukup banyak. $aniding yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan salth bath dengan kandungan cyanide sekitar 1"< pada temperatur 9""o @ 9!"o&) 8aktu difusi bisa sampai ')! jam. Pada kulit akan diperoleh kandungan nitrogen sampai ")!<) dengan kadar karbon ")! @ ")9<. Aalaupun kadar karbonnya lebih rendah) tetapi kekerasan yang tinggi dapat tercapai setelah di"uencing. Dengan salth bath mengandung *! @ ;!< a& pada pemanasan !""-#""o& dan 8aktu difusi selama ! @ 1" menit akan diperoleh kulit yang sangat tipis ")"* @ ")"; mm. >ulit ini memiliki kekerasan tinggi dan tahan aus. Pada c$aniding komposisi salth bath dan temperatur pemanasan sangat berpengaruh terhadap tebal dan komposisi kimia dari kulit. Dengan temperatur pemanasan makin tinggi dan kandungan a& dalam salth bath yang makin rendah akan menghasilkan tebal kulit yang makin besar dan kadar karbon pada kulit akan semakin tinggi (kadar nitrogen makin rendah$. 2ntuk proses yang menghasilkan kadar karbon yang cukup tinggi (B"); <$ perlu dilakukan "uenching dan tempering. arbonitriding merupakan modifikasi dari gas carburising. arbonitriding Menggunakan gas seperti pada gas carburising (terdiri dari karbon monoksida dan gas hidrokarbon$ yang diperkaya dengan gas ammonia. Dengan demikian) yang berdifusi kedalam benda kerja adalah karbon dan nitrogen. Proses berlangsung pada temperatur yang lebih rendah. II. FLUIDIZED BAD HA DENIN! Fluidi#ed bed adalah salah satu metode perlakuan panas dengan menggunakan media fluida dalam hal ini berupa pasir alumina. Pasir alumina yang digunakan memiliki dua macam ukuran butiran. 2ntuk pasir alumina yang lebih besar ukuran butirannya diletakkan di bagian ba8ah) sedangkan yang berukuran lebih kecil di bagian atas. Pasir alumina sebagai pendistribusi panas pada logam ketika dapur dipanaskan) sehingga panas akan secara merata mengenai seluruh permukaan logam. Teknologinya pertama kali dikembangkan oleh %nstitute o& Precision mechanics di Polandia. Di dalam dapur terdapat ruang yang yang disebut bed) sebagai 8adah bahan refraktori. (as nitrogen akan mele8ati serbuk partikel yang sudah panas sehingga partikel-partikel tersebut akan kehilangan kontak satu sama lainnya. Dapur pemanas &luidi#ed bed bekerja pada temperatur yang rendah) hal ini sangat cocok jika digunakan pada proses sur&ace treatment seperti carburising) nitriding dan c$aniding. Selain itu efisiensi perpindahan panas sangat baik bila dibandingkan dengan dapur pemanas kon.ensional. 0al tersebut dipengaruhi oleh kecepatan alir gas) jika kecepatan alir gas semakin tinggi maka koefisien perpindahan panas akan mengalami peningkatan sehingga laju perpindahan panas semakin cepat. Perbandingan antara heat trans&er yang menggunakan con'ensional &urnace dengan &luidi#ed bed &urnace dapat dilihat pada gambar berikut.

(ambar *. Perbandingan (eat )rans&er pada Fluidi#ed *ed Furnace dengan on'ensional Furnace Sumber : 888.getottenassociates.com Pada gambar *. dapat dilihat bah8a 8aktu perlakuan dapat dikurangi pada pembentukan lapisan senya8a yang sama misalnya dengan penghematan 8aktu 11 < untuk pembentukan lapisan ;" m pada #1" & dan dengan penghematan 8aktu 1! < untuk menghasilkan lapisan *" m pada !9" &.

(ambar 1. Pembentukan Senya8a dalam Fluidi#ed bed dan Dapur >on.ensional Sumber : 3eynoldson) '/9/ : ;" Fluidi#ed *ed terdiri atas dapur serta sistem kontrolnya. Dapur dipanaskan oleh elemen pemanas dan gas nitrogen dialirkan ke dapur untuk melindungi terjadinya oksidasi di dalam &luidi#ed bed. >onstruksi dapur &luidi#ed bed dapat ditunjukan pada gambar ;. (eater element + utl et )hermocouple
,pecimen

)emperature control )emperature indikator (as Pressure -egulator

Diffuser %nlet

(ambar ;. >onstruksi Dapur Fluidi#ed *ed. Selama proses nitriding berlangsung) didalam dapur &luidi#ed bed terjadi proses difusi atom nitrogen kedalam benda kerja. +tom nitrogen ini akan membentuk nitrida yang sifatnya keras dan stabil sehingga mempengaruhi ketahanan aus pada permukaan benda kerja. III. DIFUSI ATOM Difusi merupakan proses berpindahnya suatu atom baik berupa gas) cair maupun padat dari kosentrasi tinggi ke kosentrasi yang lebih rendah pada periode 8aktu tertentu. >onsep dasar dari difusi dapat dijelaskan sebagai berikut: C +danya migrasi atom-atom dalam material pada kondisi gas) cair dan padat. C +danya gradient konsentrasi C Terjadi secara subtitusi atau interstisi Sesuai dengan hukum difusi DickEs pada kondisi stead$-state dimana tidak adanya perubahan konsentrasi selama periode 8aktu tertentu maka fluks atau aliran atom merupakan perkalian antara koofisien difusi dengan konsentrasi gradient) sesuai dengan persamaan : 6 F D d& G dH ('$ Dimana : 6 F Dluks atau aliran atom ( atom G m* . s $ D F Difusitas atau koofisien difusi (m*Gs $ d&GdH F gradient konsentrasi ( atoms G m1 . 'Gm $ 6umlah atom yang berdifusi dalam satuan 8aktu melalui satu satuan luas penampang sepanjang satu satuan gradient kosentrasi disebut difusitas atau koofisien difusi. Sedangkan koofisien difusi bisa dihitung menggunakan persamaan Arrhenius :
/ = /o. eHp
. -)

(*$

Dimana : D

F koefisien difusi (m*Gs$

Do F >oefisien difusi pada keadaan standar (m*Gs$ I F Jnergi akti.asi: energi yang digunakan untuk memindahkan atom keposisi yang baru dalam kisi kristal (6Gmol$ 3 F >onstanta gas (9)1'; 6G(mol.o>$ atau ')/97 kalG(mol>$$ T F Temperatur absolut (>$

Persamaan ini tidak dapat menjelaskan perubahan konsentrasi yang terjadi akibat pengaruh difusi) sehingga penggunaan hukum Fick0s K hanya terbatas pada konsentrasi yang dianggap sama pada setiap posisi (stead$ state$. Sehingga untuk menjelaskan perbedaan konsentrasi yang terjadi terhadap 8aktu (non stead$ state), Fick0s mensubstitusikan hukum Fick0s K yang dikenal dengan hukum Fick0s KK sebagai berikut:

* * * (1$ = /* t 1 * Persamaan ini merupakan profil konsentrasi antara jumlah perubahan komposisi terhadap 8aktu) * * dimana diinterpretasikan dalam bentuk grafik sederhana berupa kur.a konsentrasi dengan 1 * jarak tertentu) dapat dilihat pada gambar !.

(ambar !. Profil konsentrasi difusi non stead$ state Sumber : &allister) '//7 : 119. +plikasi dari batas kondisi persamaan (1$ dapat dilihat pada persamaan berikut:
1 s

" "

1 = ' er& * /t

(;$

Dimana : &H F konsentrasi pada jarak H &s F konsentrasi permukaan yang diperoleh pada 8aktu tertentu &o F konsentrasi pada t F " (kondisi a8al$
1 er& F Gaussian error &unction yang disimbolkan dengan L dapat dilihat pada * /t

lampiran 6arak rata-rata difusi merupakan fungsi akar kuadratis terhadap 8aktu dengan persamaan HF Dimana: H : jarak difusi (mm$ D : koefisien difusi (m*Gs$ t : 8aktu proses difusi (s$ >oefisien difusi (Do$ dan energi akti.asi (I$ dapat dilihat pada tabel '. Tabel '. >onstanta dan Jnergi akti.asi unsur nitrogen dan karbon
/t

(!$

Jlemen yang berdifusi &arbon in D&& De itrogen in De Sumber : 6.&. +nderson) '//" : '1'

Do ( cm*Gs$ *.'"-' 1 H '"-1

I (>jGmol$ ';* 7#

+da * macam mekanisme difusi atom kedalam kisi-kisi kristal) yaitu : 1. Mekanisme larutan su titusi ?erpindahnya atom pada kisi kristal dari posisi atom yang satu ke posisi atom yang lainnya dan kondisi tersebut dipengaruhi oleh peluang kosongnya kedudukan tersebut ( yang pada gilirannya sebanding dengan fraksi kekosongan dalam kristal $ dan besarnya energi aktifasi yang dibutuhkan untuk pindah posisi atom. Mekanisme difusi subtitusi dapat dilihat pada gambar #.

2acanc$ motion Atom motion

(ambar #. Difusi Substitusional Sumber : 6ames P Schaffer) '/// : '*/ !. Di"usi Interstisial Pengangkutan atom melalui kisi berlangsung dengan berbagai cara) istilah M difusi interstisial M menggambarkan keadaan ketika atom tidak lagi bergerak disekitar kisi kristal namun menempati posisi intersisi . Pada mekanisme intertisial ukuran atom yang akan bersifusi harus lebih kecil daripada matrik atomnya) seperti difusi atom hidrogen) oksigen) karbon dan nitrogen kedalam besi . Mekanisme difusi Knterstisial dapat dilihat pada gambar 7.

Knterstitial atom diffusing into Knterstitial .acancy

(ambar 7. Difusi Kntertisial Sumber : Ailliam D Smith) '/7/ : '!7

Daktor-faktor yang mempengaruhi difusi.itas antara lain : '. Tipe dari mekanisme difusi. Proses difusi secara intersisi atau subtitusi memberikan efek terhadap koofisien difusi. 2ntuk difusi interstisi atom yang kecil dapat bergabung ke dalam kisi kristal pada atom pelarut yang lebih besar) seperti nitrogen berdifusi intersisi pada struktur kristal ?&& atau D&&. Sedangkan contoh proses difusi subtitusi adalah atom tembaga berdifusi ke dalam aluminium sebagai atom pelarut dimana dimensi dari kedua atom tersebut sama besar. *. Tipe struktur kristal dari kisi pelarut. Struktur kristal ?&& mempunyai faktor tumpukan ")#9 yang lebih rendah dibandingkan D&& yaitu ")7;. Sehingga ruang antar atom pada ?&& lebih lebar daripada D&& sehingga atom karbon mudah berdifusi pada struktur ?&& daripada D&&. 1. +danya cacat kristal Difusi berjalan lebih cepat melalui batas butir karena merupakan merupakan daerah dengan cacat kristal) dapat dilihat pada gambar 9.

(ambar 9. Difusi atom pada batas butir Sumber : &allister) '//7 : '7*. ;. Temperatur difusi. Suhu yang lebih tinggi menghasilkan difusi.itas yang tinggi) atom@atom memiliki energi termal yang tinggi. =leh karena itu besar kemungkinan untuk melampaui hambatan antara atomatom. 2kuran atom relatif lebih kecil dari pada ukuran atom +l) sehingga mudah masuk ke kisi kristal +l dan bertindak sebagai atom interstisi. Tabel * memperlihatkan ukuran atom dibandingkan dengan ukuran atom +l.

Tabel *. 2kuran atom +l dan Jlemen 3adius atom(nm$ +l ")';1' ")"7* Sumber : 6.&. +nderson) '//" : !"". Selama proses difusi berlangsung ) terjadi dua proses yang berlangsung serentak yaitu peningkatan kadar nitrogen permukaan dan penetrasi nitrogen ke dalam material. Dengan mengatur pemasukan gas) temperatur dan 8aktu proses) maka dapat diperoleh kadar nitrogen permukaan dan kedalaman lapisan yang diinginkan. Pengaruh penambahan nitrogen pada permukaan adalah untuk menaikkan kekerasan dan ketahanan aus. I#. KEAUSAN MATERIAL

>eausan merupakan proses hilangnya bagian dari material satu atau dua permukaan material padat yang mengalami kontak akibat gesekan relatif yang berupa gesekan ( sliding$ ataupun gelinding (rolling$. 0ilangnya bagian material tersebut biasanya berlangsung sangat lambat tetapi bekerja secara terus menerus dan stead$ (?hushan) *.*$. =leh karena itu keausan merupakan faktor penting yang dapat memperburuk proses permesinan pada bagian yang bergerak. 6ika hal tersebut dibiarkan maka akan berpengaruh terhadap umur (li&e time$ dan kinerja suatu komponen. $enis keausan 6enis-jenis keausan dibedakan menjadi: 1. Keausan Ad"esi#e >eausan adhesi'e sering juga disebut sebagai galling atau scu&&ing) terjadi jika kontak antar kedua permukaan (sur&ace$ diberi gaya bersama dan bergerak relatif satu dengan yang lainnya. 4aju keausan tersebut dipengaruhi oleh beban yang bekerja dan tingkat kekerasan material (+rchad)'/9"$. Semakin besar beban yang diberikan dan gesekan ( &riction$ antar permukaan berlangsung terus menerus maka akan menurunkan ketahanan aus. Mekanisme >eausan adhesi'e dapat dilihat pada gambar /.

(ambar /. >eausan Adhesi'e Sumber : ?hushan) '//' : *.'7 !. Keausan Abrasi#e >eausan abrasi'e disebabkan oleh partikel yang terjebak antara dua permukaan yang bergerak. +danya partikel tersebut bisa bersendiri-sendiri atau bersamaan dengan gas) cairan atau pelumas. >eausan yang disebabkan oleh abrasi'e adalah yang paling berbahaya diantara mekanisme keausan yang ada. Pada keausan abrasi'e partikel bisa dianggap sebagai alat potong dimana kekerasan) ukuran dan bentuk partikel akan mempengaruhi laju keausan. Mekanisme >eausan abrasi'e dapat dilihat pada gambar '".

(ambar '". >eausan Abrasi'e Sumber : 888. (ordonengland. &o.uk. %. Keausan Fati$ue >eausan terjadi karena pembebanan yang berulang-ulang pada permukaan logam sehingga menimbulkan microcrack pada permukaan material yang lebih lunak. 2ntuk mengatasi hal tersebut biasanya dipilih material yang lebih keras dengan keuletan yang tinggi. Mekanisme >eausan &ati"ue dapat dilihat pada gambar ''. compression

3icrocrack

(ambar ''. >eausan Fati"ue Sumber : ?hushan) '//' : *.'/ &. Keausan Fretting >eausan ini terjadi karena pasangan material yang disebabkan karena adanya getaran dan bukan karena gerakan relatif dari material. >eausan fretting biasanya terjadi pada dua sambungan material yang mengalami .ibrasi) seperti pada sambungan keling. Mekanisme >eausan &retting dapat dilihat pada gambar '*.

,olid sur&ace A

-emo'al o& material

,olid sur&ace *

(ambar '*. >eausan Dreetting Sumber : ?hushan) '//' : *.*' '. Keausan Corrosi#e

>eausan corrosi'e ini disebabkan karena adanya pengaruh lingkungan dengan pasangan permukaan material. +da dua tahap terjadinya keausan jenis ini) yaitu: Tahap pertama) yaitu kontak permukaan material dengan lingkungannya akan menghasilkan pembentukan keausan pada permukaan. Tahap kedua) yaitu terjadinya keausan akibat dari reaksi akan menghasilkan retak (crack$ pada permukaan material Mekanisme >eausan corrosi'e dapat dilihat pada gambar '1.

(ambar ';. >eausan orrosi'e Sumber : ?hushan) '//' : *.*" (. Keausan Erosi#e Pengikisan permukaan material atau komponen yang disebabkan oleh partikel padat yang terba8a oleh media cairan atau gas yang dile8atinya. ?esarnya laju keausan erosi'e tergantung dari dimensi partikel) besarnya energi tumbukan dan sudut tumbukan. Mekanisme >eausan erosi'e dapat dilihat pada gambar ';.

(ambar ';. >eausan Erosi'e Sumber : www. Gordonengland. o.uk.

#. METODE PENGU$IAN KEAUSAN Pengujian keausan yang dilakukan menggunakan metode +G+,(% dengan prinsip piringan putar (re'ol'ing disk) sebagai media penggesek pada alat uji keausan akan menggesek permukaan sampel uji) gesekan tersebut akan menghasilkan jejak keausan pada bagian yang lebih lunak. Skema uji ketahanan aus ditunjukkan seperti gambar '!. Disk Pengaus
? :

r Spesimen 2ji

(ambar '!. Skema uji ketahanan aus 4aju keausan dapat dihitung sesuai dengan rumus berikut (?husan) '//':*.'#$:
!a4u keausan = 2olume 4arak luncur

(#$ (7$

Perhitungan .olume berdasarkan pengukuran kehilangan berat:


2olume = 5

Dimana:

5 F Selisih berat (gram$


6arak luncur = '.t

N F berat jenis aluminium (gramGmm1$ 6arak luncur dapat dihitung sesuai dengan rumus berikut: (9$ Dimana: . t F kecepatan piringan pengaus (mGmenit$ F 8aktu (menit$

6adi laju keausan dapat dihitung sesuai dengan rumus berikut:


!a4u keausan = 2olume 5 = 4arak luncur .'.t

(mm1Gm$

(/$

KEPUSTAKAAN +nderson) 6.&. '//". 3aterial ,cience. Dourth Jdition. 4ondon : &hapman and 0all. ?harat) ?hushan 5 (upta) ?.>. '//'. (andbook o& )ribolog$ 3aterials, coatings, and ,ur&ace )reatments. e8 Oork: Mc. (ra8 0ill.

&allister. 6r) Ailliam.D. '/9!. 3aterial ,cience and Engineering. Dourt Jdition. Singapore : 6ohn Ailey and Sons Knc. 4eppanen) 3ainer 5 6onsson) 0akan. '///. Properties o& Nitrided ompenents. =.ako Steel. S8eden. Moraes) Mello. *""'. Predicting 3icrostructure /e'elopment /uring (igh )emperature Nitriding o& 3artensitic ,tainless ,teels 7sing )hermodinamics 3odeling . ?raLil : 2ni.ersity of Sao Paolo. Priest) 6.M. *""". ,tudies in low pressure plasma nitriding. Knggris : 2ni.ersity of e8 Jngland. 3eynoldson. 3.A.'/9/. (eat )reatment in Fluidi#ed Furnace. Melbourne: &ammoran Publishing. Smith) Ailliam.D.'//1". Foundation +& 3aterial ,cience and Engineering. Difth Jdition. Singapore : Mc.(ra80ill Knc. 888.getottenassociates.com. 888. Gordonengland. &o.uk. -akharo.) ?. '/#*. (eat )reatment o& 3etals. Mosco8 : Peace Publisers.