Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Persalinan dan kelahiran adalah kejadian fisiologi yang normal yang mana kelahiran seorang bayi merupakan peristiwa sosial yang dinantikan ibu dan keluarga selama 9 bulan. Ketika persalinan dimulai, peranan ibu adalah untuk melahirkan bayinya, sedangkan peran petugas kesehatan adalah memantau persalinan dan mendeteksi dini adanya komplikasi selama persalinan, disamping juga bersama keluarga memberikan bantuan dan dukunganpadaibubersalin. Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks , dan janin turun ke dalam jalan lahir. Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (3 !"# minggu$, lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam %&!#" jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. 'alah satu hal penting yang terjadi pada proses persalinan adalah nyeri persalinan. (alam proses persalinan hal inilah yang paling dirasakan tidak menyenangkan bahkan menakutkan bagi ibu. 'aat ini proses persalinan pervaginam telah berkembang yang bertujuan memberi rasa nyaman aman dan menyenangkan serta dapat mengurangi bahkan meniadakan perasaan cemas dan menegangkan. 'alah satu metode alternative yang saat ini populer adalah persalinan dengan berendam air hangat atau dikenal sebagai water birth. )agi kebanyakan melahirkan di air atau waterbirth masih belum populer, berbeda dengan di beberapa *egara +sia lain, metode ini justru menjadi pilihan utama ibu untuk melahirkan. (i ,ndonesia, tidak semua rumah sakit dilengkapi fasilitas untuk persalinan dengan metode water birth. 'elain dibutuhkan tenaga medis yang terlatih khusus, pihak rumah sakit harus memiliki kolam bersalin berdesain khusus (birth pool $.'trelisasi air perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan infeksi pada ibu dan bayi yang dilahirkan. -ater )irth telah diterima dan dipraktekkan di banyak *egara seperti +merika 'erikat, Kanada, +ustralia, dan *ew .ealand. (i *egara!negara /ropa
1

termasuk ,nggris dan 0erman terdapat banyak 1aternity 2linics yang menggunakan birthing tubs. Pada tahun #334 -ater )irth ,nternasional mencatat lebih dari 333 rumah sakit di +merika 'erikat menawarkan fasilitas tersebut. 5he 6oyal 2ollege of 7bstetricans and 8ynecologist dan 5he 6oyal 2ollege of 1idwife mendukung persalinan dalam air bagi wanita yang sehat tanpa komplikasi pada kehamilannya. 0ika petunjuk praktis dijalankan dengan baik dalam hal mengontrol infeksi, manajemen rupture tali pusat dan dengan kepatuhan pada persyaratan yang ada, komplikasi akan dapat dikurangi. (i ,ndonesia -ater )irth masih baru dan mulai populer ketika 9i: +dianti ;arli:on melahirkan dengan metode ini, selasa " 7ktober #334 pukul 34.3< -,) di 'an 1arie =amily ;ealthcare, 0akarta ditangani oleh dr.5.7tamar 'amsudin 'p78 dan dr.Keumala Pringgadini,'p+.

1.2 Rumusan Masalah a. +pa pengertian dari waterbirth> b. +pa saja metode dari waterbirth> c. +pa keuntungan dari waterbirth> d. +pa indikasi dan kontraindikasi bagi ibu maupun bayi> e. )agaimana prosedur persalinannya>

1.3 Tujuan a. 1engetahui pengertian dari waterbirth b. 1engetahui metode dari waterbirth c. 1engetahui keuntungan dari waterbirth bagi ibu maupun bayi d. 1engetahui indikasi dan kontra indikasi bagi ibu maupun bayi e. 1engetahui prosedur persalinan yang dilakukan pada waterbirth

BAB II PEMBAHA AN

!ATER BIRTH

2.1 Pengert"an !ater B"rth -ater )irth merupakan salah satu metode alternative persalinan pervaginam, dimana ibu hamil aterm tanpa komplikasi bersalin dengan jalan berendam di air hangat ( yang dilakukan pada bathtub atau kolam $ dengan tujuan mengurangi rasa nyeri kontraksi dan member rasa nyaman.

2.2 Met#$e !ater B"rth +da # metode water birth? %. -ater birth murni, ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 4 sampai proses melahirkan terjadi. #. -ater birth emulsion, ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.
3

2.3 %euntungan !ater B"rth 1etode -ater )irth memiliki banyak keuntungan bagi ibu dan bayi dibandingkan dengan metode persalinan tradisional. ,ni dihubungkan secara signifikan dengan adanya pengurangan penggunaan analgesic pemendekan persalinan kala , dan pengurangan angka episiotomi jika dibandingkan dengan persalinan lainnya.

A. %euntungan Bag" I&u a$ 1engurangi *yeri Persalinan dan 1emberi 6asa *yaman *yeri persalinan berkurang disebabkan ibu berendam dalam air hangat yang membuat rileks dan nyaman sehingga rasa sakit dan stress akan berkurang. 1engurangi rasa sakit adalah tujuan utamanya, sedangkan secara teknis melahirkan dalam air pada dasarnya sama seperti melahirkan normal, proses dan prosedurnya sama hanya tempatnya yang berbeda. Pada -ater )irth ibu melahirkan bayinya dalam kolam dengan posisi bebas dan yang paling dirasakan nyaman oleh ibu. Kolam dapat terbuat dari fiber glass atau bahan lain. +danya mitos yang menyebutkan pemanjangan fase!fase persalinan. Pada kenyataannya -ater )irth merupakan persalinan alamiah, dan tidak sepenuhnya mengurangi nyeri kontraksi. 1eskipun demikian banyak wanita merasakan adanya pengurangan nyeri sewaktu ada dalam air, berendam dalam air hangat dan mengapung. Penelitian juga menunjukkan persalinan dalam air sesungguhnya dapat memperpendek persalinan kala , dan tekanan darah menjadi lebih rendah di banding persalinan konvensional. ,bu hamil yang berendam di dalam air hangat pada persalinan dengan penyulit (distosia$ dibandingkan dengan augmentasi standar menunjukkan bahwa angka penggunaan epidural analgesia dan intervensi obstetri lebih rendah. )erendam dalam air akan dapat mengurangi <@ nyeri persalinan, kemampuan mengapung ibu akan menolong untuk relaksasi, pergerakan selama persalinan water birth yang lebih leluasa menyebabkan ibu nyaman dan rileks, sedangkan air hangat akan membantu mengurangi nyeri. b$ 1engurangi 5indakan /pisiotomi (alam hal trauma perineum, dukungan air pada waktu kepala bayi crowning lambat akan menurunkan risiko robekan dan dapat mengurangi keperluan akan tindakan episiotomi. 'elain itu, trauma perineum yang terjadi tidak berat dengan dijumpai lebih banyak kejadian intak perineum. 1asih terdapat mitos bahwa ibu yang melahirkan dalam air lebih mungkin untuk mengalami robekan karena yang membantu persalinan kesulitan untuk melakukan episiotomi jika diperlukan. *amun sesungguhnya ibu yang melahirkan dalam air hangat kurang mengalami robekan karena air hangat dapat meningkatkan aliran darah dan mampu melunakkan jaringan di sekitar perineum ibu. Ketika memerlukan episiotomy, penolong justru lebih mudah
4

menjangkau bagian perineum ibu untuk melakukan message atau tindakan lain. Kebanyakan episiotomi tidak diperlukan dan jika penolong menganggap selama proses persalinan terdapat keadaan emergensi penolong akan membatalkan pelaksana metode ini. c$ Pemendekan Persalinan Kala , Persalinan dan kelahiran di dalam air juga dapat mempercepat proses persalinan yang dihubungkan secara signifikan dengan persalinan kala , yang akan menjadi lebih pendek. (alam hal ini ibu dapat lebih mengontrol perasaannya, menurunkan tekanan darah, lebih rileks, nyaman, menghemat tenaga ibu, mengurangi keperluan obat!obatan dan intervensi lainnya, member perlindungan secara pribadi, mengurangi trauma perineum, meminimalkan penggunaan episiotomy, mengurangi kejadian seksio sesaria, memudahkan persalinan. d$ 1enurunkan 5ekanan (arah (alam hal menurunkan tekanan darah, menurut Pre A Perinatal Psycology +ssociation of *orth +merica 2onference, wanita dengan hipertensi akan mengalami penurunan tekanan darah setelah berendam dalam air hangat selama %3!%< menit. Kecemasan yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah akan dapat dikurangi dengan berendam dalam air hangat. B. %euntungan Bag" Ba'" Persalinan sendiri dapat mejadi masalah, mungkin juga mengganggu dan merupakan pengalaman bagi bayi. -ater )irth memberikan keuntungan terutama saat kepala bayi masuk ke jalan lahir, dimana persalinan akan menjadi lebih mudah. +ir hangat dengan suhu yang tepat suasananya menyerupai lingkungan intrauterine sehingga memudahkan transisi dari jalan lahir ke dunia luar. +ir hangat juga dapat mengurangi ketegangan perineum dan member rasa nyaman bagi ibu dan bayi, sehingga bayi lahir kurang mendapatkan trauma (oleh karena adanya efek dapat melenturkan dan meregangkan jaringan perineum dan vulva$ dibandingkan pada persalinan air dingin dan tempat bersalin umumnya. )ayi yang lahir di dalam air tidak segera menangis, bayi tampak menajdi tenang. )ayi tidak tenggelam jika dilahirkan di air, karena selama kehamilan bayi hidup dalam lingkungan air (amnion$ sampai terjadi transisi persalinan dari uterus ke permukaan air. (emikian pula masalah lilitan tali pusat di leher, tidak menjadi masalah, sepanjang tidak ada deselerasi denyut jantung bayi (yang menunjukkan fetal distress$ sebagai akibatnya ketatnya lilitan tali pusat di leher. Pemendekan persalinan kala , selain memudahkan persalinan bagi ibu juga baik untuk bayi yaitu mencegah trauma atau resiko cedera kepala bayi, kulit menjadi lebih bersih, menurunkan risiko bayi keracunan air ketuban.

2.( %erug"an !ater B"rth +dapun risiko!risiko yang dapat timbul antara lain? %. 6isiko 1aternal a. ,nfeksi 1enurut /uropean 0ournal of 7bstetrics and 6eproductive )iology #33 , -ater )irth merupakan avaluable alternative persalinan normal. Penelitian yang dipimpin oleh 6osanna .anetti!(aellenbach menemukan tidak ada perbedaan angka kejadian infeksi maternal maupun neonatal atau parameter laboratorium termasuk luaran fetus dalam hal +P8+6 'core, p; darah dan keperluan perawatan intensif. +da pendapat yang menyatakan bahwa -ater )irth menyebabkan risiko infeksi oleh karena berendam dalam air yang tidak steril dan ibu dapat mengeluarkan kotoran saat mengedan dalam kolam air. *amun penelitian menunjukkan bahwa traktus intestinal bayi mendapatkan keuntungan dari paparan ini. Kelahiran tersebut dan diri kita sendiri tidak steril. 'ekresi vagina blood slim, cairan amnion, dan feses ibu ketika bayi masuk ke dalam rongga panggul, keseluruhannya tidak steril. 0ika ibu dalam keadaan persalinan kala aktif, air tidak akan masuk ke jalan lahir sewaktu ibu ada dalam kolam. +ir dapat masuk ke vagina, namun tidak dapat masuk ke vagina bagian dalam, ke serviks maupaun uterus. Penyakit infeksi tertentu, akan mati segera ketika kontak dengan air. 'alah satu cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi adalah menggunakan pompa pengatur agar air tetap bersikulasi dengan filterBpenyaring air sehingga jika air terminum tidak beresiko infeksi. Kolam yang sudah disterilkan kemudian akan diisi air yang suhunya sekitar 3#!3 3 disesuaikan dengan suhu tubuh. b. Perdarahan Postpartum 6isiko perdarahan pada ibu dan bayi juga harus dipertimbangkan. -alaupun comparative study di 'wiss menunjukkan suatu hal yang positif, namun penelitian lain di ,nggris tidak menemukan adanya perbedaan yang bermakna antara metode -ater )irth dengan metode persalinan lainnya. Penyedia layanan -ater )irth yang tidak berpengalaman akan sukar menilai jumlah perdarahan post partum, sementara metode penanganannya telah berkembang dengan baik. ;al ini menyebabkan sejumlah penyedia layanan lebih memilih melahirkan plasenta di luar kolam seperti di 5he Cniversity of 1ichigan ;ospital. c. 5rauma Perineum
6

Penggunaan episiotomy pada -ater )irth &,3@ tidak menunjukkan laserasi perineum derajat tingkat ,,, dan ,D dan #<, @, pada land birth menunjukkan kejadian laserasi perineum derajat tingkat ,,, dan ,D dengan angka penggunaan episiotomi lebih tinggi. + 2ochrane review oleh 2luett et all, membuktikan bahwa ada resiko terjadi trauma perineum pada persalinan dengan -ater )irth, namun tidak terdapat perbedaan yang bermkana pada luaran klinik dalam hal trauma perineum. Pada penelitian tahun %99%!%99 7bstetrics and 8ynecology of 2antonal ;ospital of =rauenfeld, 'wit:erland membandingkan 3 group persalinan pervaginam? water birth, 1aia!birthing stool, dan bedbirth mendapatkan angka kejadian episiotomy %#,&@ pada water birth # , @ pada 1aia!birthing stool, dan 3",<@ pada bedbirth. ,ni secara statistic sangat bermakna. (isamping angka episiotomy bedbirth terjadi paling tinggu juga menunjukkan derajat laserasi perineum ,,, dan ,D (",%@$. #. 6isiko *eonatal 5erdapat risiko penting secara klinik pada bayi, termasuk masalah pernapasan rupture tali pusat disertai perdarahan, dan penularan infeksi melalui air.

a. 5erputusnya 5ali Pusat 1ekanisme terputusnya tali pusat ini terjadi ketika bayi lahir sesegera mungkin dibawa ke permukaan air tidak sedara EgentleF, jika tali pusat pendek akan dapat mengakibatkan tegangan yang berlebihan pada tali pusat. 'uatu review yang mengidentifikasi %4 artikel, melaporkan adanya 43 komplikasi neonatal diakibatkan oleh water birth, salah satu diantaranya adalah masalah putusnya tali pusat. Kasus terputusnya tali pusat kemungkinan disebabkan oleh terlalu cepat mengangkat bayi kepermukaan sehingga menyebabkan tarikan cepat dari tali pusat yang melampaui panjang tali dibandingkan biasanya. b. 5akikardi c. ,nfeksi 6isiko infeksi terjadi pada water birth. ,nfeksi saluran pernapasan pada bayi yang dilahirkan secara water birth jarang terjadi namun resiko ini tetap harus diperhitungkan. 'ejumlah kasus yang mungkin membahayakan bayi antara lain infeksi herpes, perdarahan luas, dan berbagai infeksi lainnya. 1etode water birth tidak direkomendasikan pada bayi preterm. )erdasarkan laporan kasus yang dipublikasikan, infeksi P.aeruginosa didapatkan pada bayi preterm. )erdasarkan laporan kasus yang dipublikasikan infeksi P.aeruginosa didapatkan pada swab telinga dan umbilicus bayi yang lahir dengan water birth. d. ;ipoksia 5ali pusat secara terus menerus akan menyediakan darah beroksigen, sambil bayi merespon stimulasi baru yaitu pertama kali mengisi paru!parunya dengan
7

udara. Penundaan pengkleman dan pemotongan tali pusat sangat bermanfaat dalam proses transisi bayi untuk hidup di luar uterus. ,ni akan memaksimalkan fungsi perfusi jaringan paru. 8arland (#333$ tidak merekomendasikan pemotongan dan pengkleman tali pusat sampai bayi mencapai permukaan air disebabkan oleh meningkatnya risiko hipoksia. ;ipoksia bayi akan mengganggu babyGs dive refleH, yang mengakibatkan penekanan respon menelan sehingga akan menimbulkan bayi menghirup air selama proses water birth. 7dent (%99&$ merekomendasikan pengkleman tali pusat "!< menit setelah persalinan. *amun menurut +ustin, )ridges, 1arkiewic: and +brahamson (%99 $ penundaan pengkleman tali pusat dapat mengakibatkan polistemia. )erdasarkan hipotesa bahwa air hangat mencegah vasokonstriksi tali pusat sehingga banyak darah ibu tertransfer ke bayi (vasokontriksi terjadi ketika kontak dengan udara$ e. +spirasi +ir dan 5enggelam 'ecara teoritis risiko terjadinya aspirasi air pada water birth sekitar 9<@. 6isiko masuknya air ke dalam paru!paru bati dapat dihindari dengan mengangkat bayi yang lahir sesegera mungkin ke permukaan air. Pemanjangan fase berendam mengakibatkan kekurangan oksigen emboli air dan perdarahan. +ir hangat mencegah pembekuan darah setelah persalinan dan juga risiko infeksi. 2.) Pat#*"s"#l#g" a. Pengurangan 6asa *yeri Keuntungan yang diperoleh dengan motede persalinan ini adalah berkurangnya rasa nyeri ketika persalinan berlangsung. ;al ini disebabkan oleh keadaan sirkulasi darah uterus yang menjadi lebih baik, berkurangnya tekanan abdomen, serta meningkatnya produksi endorphin (stress related hormone$. )erendam dalam air selama persalinan akan mengurangi tekanan pada abdomen ibu, dan mengapung mengakibatkan kontraksi uterus lebih efisien dan sirkulasi darah lebih baik. ,ni menyebabkan sirkulasi dan oksigenasi darah otot uterus menjadi lebih baik. Persalinan dalam air memberi keleluasaan ibu untuk bergerak bebas, dapat member rasa lebih rileks dan nyaman sehingga ibu hamil mampu berkonsentrasi pada persalinannya dan oleh karena itu kondisi ibu nyaman, maka sirkulasi darah dan oksigen dari plasenta ke janin berlangsung lebih baik, suhu tubuh bayi menjadi hangat sesuai suhu tubuh ibu. 'uhu tubuh yang baik ini akan mempengaruhi oksigenasi bayi, sehingga bayi mampu beradaptasi terhadap lingkunagn di luar rahim dengan baik. +ir hangat dan tekanan dari pusaran air kolam tersebut merupakan salah satu sumber penghilang rasa sakit selama persalinan dengan jalan mengurangi beban gravitasi secara alami, sehingga ibu hamil dapat berubah posisi tanpa beban saat berendam di air. )erendam dalam air hangat dapat merangsang respon fisiologi pada ibu hamil, sehingga dapat mengurangi nyeri termasuk redistribusi volume darah, yang mana akan merangsang pelepasan oksitosin dan vasopressin, sehingga akan
8

meningkatkan level oksitosin dalam darah. 'elain itu ada hipotesa yang menyatakan bahwa air hangat akan dapat merelaksasi otot!otot dan mental selanjutnya menyebabkan peningkatan pelepasan katekolamin, yang memungkinkan peningkatan perfusi, relaksasi dan kontraksi uterus, sehingga dapat mengurangi nyeri kontraksi dan pemendekan fase persalinan. b. Pengurangan 6isiko +spirasi +da beberapa faktor yang mencegah bayi menghirup air sewaktu bersalin. Pertama, terdapat faktor penghambat yang secara normal ada pada setiap bayi. )ayi dalam kandungan mendapatkan oksigen dari plasenta melalui tali pusat dan bernapas dengan menggerakkan otot!otot intercostal dan diaphragma dengan pola teratur sejak usia kehamilan %3 minggu. 0anin menerima oksigen selama kehamilan melalui tali pusat sampai waktu ketika tali pusat dipotong atau plasenta terlepas dari dinding rahim, rata!rata #!%3 menit setelah lahir hingga 33 menit. Kerja otot diaphragma dan intercostals menyebabkan lebih banyak darah mengalir ke organ vital termasuk otak sehingga dapat dilihat penurunan =etal )eat 1ovement (=)1$ pada profil biofisik. Pada #"!"& jam sebelum onset persalinan spontan, bayi mengalami peningkatan level prostaglandin /# dari plasenta yang menyebabkan perlambatan dan penghentian gerakan napas. 'ecara normal terlihat pergerakan otot kira!kira "3@. Ketika bayi lahir dan level prostaglandin masih tinggi, otot bayi untuk pernapasan sederhana belum bekerja, hal tersebut merupakan respon penghambatan pertama. 6espon penghambat kedua adalah fakta bahwa bayi!bayi yang lahir mengalami hipoksia akut atau kekurangan oksigen, ini merupakan respon proses kelahiran.;ipoksia menyebabkan apnea dan menelan bukan bernapas ataupun mengap!mengap. 0ika janin mengalami kekurangan oksigen berat dan lama, maka mengap!mengap dapat terjadi setelah lahir, mungkin air akan terhirup ke dalam paru!paru. 0ika bayi bermasalah selama persalinan, variabilitasnya akan melebar yang tercatat pada =etal ;eart 6ate, hal ini mengakibatkan prolonged bradicardia, sehingga penolong akan meminta ibu untuk meninggalkan kolam sebelum bayi lahir. =aktor ketiga yang menghambat bayi dalam pernapasan ketika berada di dalam air adalah perbedaan temperatur. 5emperatur air dibuat sesuai temperatur badan ibu. 5emperatur air kolam serupa dengan cairan amnion yang dapat menjadi faktor penghambatan. Penelitian terbaru dan observasi di 0erman, 0epang, dan 6usia member kesan bahwa temperatur rendah pada waktu lahir berkontribusi pada vigorous baby. 2airan paru diproduksi dalam paru!paru dan secara kimia menyerupai cairan lambung. 2airan ini akan keluar melalui mulut dan ditelan oleh janin. )ayi baru lahir sangat cerdas dan dapat mendeteksi substansi apa yang mengenainya, dapat membedakan antara cairan amnion, air, susu, dan +', yang diakibatkan oleh adanya (ive 6efleH. Pada kondisi bayi normal (dilihat dari monitoring =etal ;eart 6ate selama persalinan$, kombinasi faktor!faktor tersebut mencegah bayi bernapas di dalam air sampai bayi berada di atas permukaan air,
9

dimana akan merangsang mammalian diving refleH yang berhubungan dengan tekanan udara daerah nervus trigeminus wajah. Pada pernapasan bayi pertama kali terjadi adalah dengan merubah sirkulasi bayi, penutupan shunt pada jantung, membuat sirkulasi pulmonal, merubah tekanan pada paru!paru, mendorong cairan keluar yang akan mempersiapkan ruangan paru!paru dan mengijinkan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Proses ini memerlukan beberapa menit untuk memulai secara lengkap. 'elama waktu tertentu bayi masih menerima oksigen dari tali pusat. 5idak ada ancaman bahwa bayi akan menghirup air selama proses kelahiran karena factor pencetus untuk menghirup oksigen tidak aka nada sampai kepala bayi kontak dengan udara.

c. Pemendekan =ase Persalinan Persalinan dalam air kadangkala dihubungkan dengan penurunan intensitas kontraksi, sehingga menyebabkan perlambatan persalinan. 5idak ada bukti kuat kriteria kapan saat yang tepat untuk berendam pada persalinan kala ,, sehingga persalinan awal akan lebih baik jika ditangani dengan mobilisasi daripada berendam. +da juga laporan bahwa air kadang!kadang memberi efek melambatkan bahkan menghentikan persalinan jika digunakan terlalu dini dan banyak dilaporkan bahwa kontraksi kurang efektif jika ibu berendam terlalu awal. d. Pengurangan Perdarahan Postpartum ;ilangnya darah ibu selama water birth sangat sedikit. 6ata!rata darah yang hilang paa water birth <,#4 gBl secara bermakna lebih rendah daripada land birth &,3& gBl. Kehilangan darah pada persalinan ini sukar dinilai terutama jika diakibatkan oleh penolong yang kurang berpengalaman pada persalinan dalam air. 2.+ In$"kas" $an %#ntra"n$"kas". a. 'yarat!syarat? ,bu hamil risiko rendah ,bu hamil tidak mengalami infeksi vagina saluran kencing dan kulit 5anda vital ibu dalam batas normal dan 258 bayi normal (baseline, variabilitas dan ada akselerasi$ ,dealnya, air hangat digunakan untuk relaksasi dan penanganan nyeri setelah dilatasi serviks mencapai "!< cm Pasien setuju mengikuti instruksi penolong, termasuk keluar dari kolam tempat berendam jika diperlukan. b. Kriteria B ,ndikasi ?
10

1erupakan pilihan ibu Kehamilan normal I 3 minggu =etus tunggal presentasi kepala 5idak menggunakan obat!obat penenang Ketuban pecah spontan J #" jam Kriteria non klinik seperti staf atau peralatan 5idak ada komplikasi kehamilan (preeklampsia, gula darah tak terkontrol,dll$ (enyut jantung normal 2airan amnion jernih Persalinan spontan atau setelah menggunakan misoprostol atau pitocin

c. Kontra ,ndikasi ? ,nfeksi yang dapat ditularkan melalui kulit dan darah ,nfeksi dan demam pada ibu ;erpes genitalis ;,D, ;epatitis (enyut jantung abnormal Perdarahan pervaginam berlebihan 2., Pr#se$ur Persal"nan a. )eberapa instrument essential yang harus dipersiapkan pada persalinan dengan metode water birth antara lain? %. 5ermometer air #. 5ermometer ibu 3. (oppler anti air ". 'arung tangan <. +pron
11

4. 0aring untuk mengangkat kotoran . +las lutut kaki, bantal, instrument partus set &. 'hower air hangat, portableBpermanent pool 9. ;anduk, selimut %3. -armer dan peralatan resusitasi bayi

b. 'elama )erlangsungnya Persalinan o ,bu masuk berendam ke dalam air direkomendasikan saat pembukaan "!< cm dengan kontraksi uterus baik, ibu dapat mengambil posisi persalinan yang disukainya. o Dolume air di dalam kolam berada di bawah pusar ibu, di isi air dengan suhu tubuh sekitar 3 K 2 (sesuai dengan suhu air ketuban dalam rahim$ o 7bservasi dan monitoring antara lain? =etal ;eart 6ate (=;6$ dengan doopler atau fetoskop setiap 33 menit selama persalinan kala , aktif, kemudian setiap %< menit selama persalinan kala ,,. +uskultasi dilakuakn sebelum, selama, setelah kontraksi. Penipisan dan pembukaan serviks dan posisi janin. Pemeriksaan vagina (D5$ dapat dilakukan di dalam air atau pasien di minta sementara keluar dari air untuk diperiksa. 'tatus ketuban, jika terjadi rupture ketuban, periksa =;6 dan periksa adanya prolaps tali pusat. 0ika cairan ketuban mekonium pasien harus meninggalkan kolam. 5anda vital ibu diperiksa setiap 3 jam, dengan suhu setiap # jam (atau jika diperlukan$. 0ika ibu mengalami pusing, periksa vital sign, ajarkan ibu mengatur napas selama kontraksi . (ehidrasi ibu. (ehidrasi dibuktikan dengan adanya takikardi ibu dan janin dan peningkatan suhu badan ibu. 0ika tanda dan gejala dehidrasi terjadi, ibu diberikan cairan. 0ika tidak berhasil pasang infus ringer laktat (69$

"$ 1anajemen Kala ,,G 1engedan seharusnya secara fisiologis. ,bu diperkenankan mengedan spontan, risiko ketidakseimbangan oksigen dan karbondioksida dalam
12

sirkulasi maternal!fetal berkurang, dan juga akan dapat melelahkan ibu dan bayi. Persalinan, bila mungkin metode Ehand offF. ,ni akan meminimalkan stimulasi. 5idak diperlukan palpasi tali pusat ketika kepala bayi lahir, karena tali pusat dapat lepas dan melonggar ketika bayi lahir. Cntuk meminimalkan risiko tali pusat terputus dengan tidak semestinya hindari tarikan ketika kepala bayi ke permukaan air. 5ali pusat jangan diklem dan dipotong ketika bayi masih ada di dalam air. )ayi seharusnya lahir lengkap dalam air. Kemudian sesegera mingkin dibawa kepermukaan. Pada saat bayi telah lahir kepala bayi berada diatas permukaan air dan badannyamasih di dalam air untuk menghindari hipotermia. 'ewaktu kepala bayi telah berada di atas air, jangan merendamnya kembali.

<$ 1anajemen Kala ,,, 1anajemen aktif dan psikologi tetap diberikan sampai ibu keluar kolam 'aat manajemen aktif kala ,,,, syntometrine dapat diberikan /stimasikan perdarahan Penjahitan perineum dapat di tunda sekurang!kurangnya % jam untuk menghilangkan retensi air dalam jaringan (jika perdarahan tidak berlebihan$

13

BAB III PENUTUP

3.1 %es"m-ulan )agi kebanyakan melahirkan di air atau water birth merupakan masih belum populer. )erbeda dengan di beberapa *egara +sia lain, metode ini justru menjadi pilihan utama ibu untuk melahirkan. 1etode water birth merupakan metode alternative bagi ibu hamil yang akan melahirkan dan merupakan suatu metode melahirkan dengan keuntungan lebih rileks dan dapat mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar &3@. +ir hangat pada kolam juga akan memberikan rasa nyaman, tenang dan rileks, pada keadaan rileks ini tubuh akan melepaskan endorphin ( semacam morfin yang dibentuk oleh tubuh sendiri $ untuk mngurangi rasa sakit. +ir hangat juga mampu untuk menghambat impuls!impuls saraf yang menghantarkan rasa sakit, sehingga membuat persalinan tidak begitu terasa berat.

14

DA.TAR PU TA%A
Melahirkan dalam air melahirkan bebas rasa sakit. Kompas cyber media. http?BBwww.kompas.co.idBv er%B KesehatanB3 34B #3B%43%#93. 2ook, /. Alternative birthing methods.http?BBwww.americanpregnancy.org. )uckley, '. -ater )irth ? 5he power of -ater (+ustraliaGs parents pregnancy$. http?BBwww.onyH!ii.comBbirthsongBpage.cfm>waterbirth. -ater birth L wikipedia, the free encyclopedia (wikipedia foundation, ,nc.$. http?BBwww.en.wikipedia.orgBwikiBwaterMbirth Melahirkan dalam air (water birth). httpBBwww. melahirkan dalam air(water birth$.htm bidansmart.files.wordpress.com/ http?BBmedicastore.comB

15