Anda di halaman 1dari 1

TELUR AYAM GAUL

Komponen pada bahan telur ayam yang berpengaruh pada pertumbuhan mikroba adalah kuning telur dan putih telur. Pada kuning telur, Proteus melanogenesis dapat tumbuh dan menyebabkan kehitaman, dan pada putih telur dengan bakteri yang sama menyebabkan kegelapan pada telur. Pada kulit telur, salmonella dapat tumbuh diakibatkan oleh kontaminasi dari kandang ayam, kotoran ayam, tempat penyimpanan maupun retaknya kulit telur. Pertumbuhan salmonella pada kulit telur dapat juga diakibatkan oleh penyimpanan telur yang sesuai pada kondisi pertumbuhan optimal salmonella atau penyimpanan yang terlalu lama. Mikroba yang mudah tumbuh pada bahan ini yaitu, Pseudomonas fluorescent yang menyebabkan green rots, Pseudomonas actinobacter, Actinobacter, Alkaligenes, Koliform menyebabkan colorness pada telur, Salmonella paratyphi menyebabkan parathypus, Salmonella typhi menyebabkan thypus, Salmonella typhimorium DT104 yang resisten terhadap lima antibiotic (ampicillin, chloramphenicol, streptomycin sulfonamides dan tetracycline), Proteus melanouo genesis, yang menyebabkan hitam pada kuning telur. Berikut adalah pengukuran rerata pada kadar air telur dengan variable: Langsung diukur, telah disimpan selama 1 minggu, disimpan selama 2 minggu, disimpan selama 3 minggu. Kadar air putih telur ayam ras tanpa pasteurisasi rerata adalah 86.07, dengan pasteurisasi water bath 86.71, dengan pasteurisasi menggunakan oven 86.73. Sedangkan kadar air kuning telur ayam ras tanpa pasteurisasi rerata adalah 58.60, dengan pasteurisasi water bath 59.4, dengan pasteurisasi menggunakan oven 58.66.

Daftar pustaka Resti, Soraya. 2014. Ngarang Bebas. Fateta: ITP. elfirasyamsir.staff.ipb.ac.id/keamanan-mikrobiologi-telur Rizal B. Hintono A, dan Nurwantoro. 2012. Pertumbuhan Mikroba pada Telur Pasca Pasteurisasi. Animal Agriculture Jurnal. Vol 1. No. 2 page 208-218.

Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Andro Frando Situmorang Ari Fauzi Bunga Rana Fahrani Nisrina Habibati Laksmita Praphesti Soraya Resti Pangestika