Anda di halaman 1dari 75

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan yang dihadapi dunia dewasa ini adalah masalah pencemaran udara karena penggunaan bahan bakar serta krisis bahan bakar mineral (minyak bumi). Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan negara-negara di dunia untuk menyediakan bahan bakar semakin lama semakin berkurang dan pada suatu saat akan mencapai puncaknya, karena hampir semua daerah yang mengandung minyak telah ditemukan dan dieksplorasi. Sedangkan permintaan akan bahan bakar terus meningkat dengan tajam, sehingga cadangan minyak dunia semakin menipis. Agar dapat keluar dari permasalahan tersebut dibutuhkan suatu ino asi tertentu, diantaranya mencari bahan bakar alternati! sebagai substitusi bahan bakar mineral tersebut. Salah satu bahan bakar alternati! yang berpotensi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah biodiesel. Sudarmanta, "ambang., #achimoellah, $. % &inardi, S. ('(()*)() menarik kesimpulan sebagai berikut. +agasan pemakaian bahan bakar berbasiskan biomassa khususnya yang berasal dari minyak nabati sebagai bahan bakar alternati! motor diesel pertama kali disampaikan oleh Rudolf Diesel, yaitu saat menjalankan motor dieselnya dengan bahan bakar minyak nabati dari kacang tanah pada tahun 1,-). Sejak itu, berbagai macam minyak nabati diuji coba sebagai bahan bakar alternati! motor diesel. .etapi dengan ketersediaan bahan bakar !osil saat itu, maka penelitian-penelitian kearah penggunaan minyak nabati kurang diminati. "aru setelah terjadi krisis bahan bakar !osil pada tahun 1-)(-an, minat dalam pemakaian minyak nabati sebagai bahan bakar alternati! mulai muncul lagi dipermukaan. Sasaran

' awal, terutama pada keamanan suplai bahan bakar, tetapi akhirnya lebih di!okuskan pada penggunaan bahan bakar renewable dalam rangka mereduksi produksi netto /0' dari sumber-sumber pembakaran. /adangan energi !osil kita semakin hari semakin berkurang, sedangkan kebutuhannya semakin meningkat. Padahal, dengan semakin banyaknya penggunaan bahan bakar !osil tersebut, maka cadangan minyak bumi yang ada di dunia, tidak terkecuali di 1ndonesia ini semakin hari akan semakin menipis dan tidak lama lagi akan habis. 2iperkirakan pada tahun '(() atau sebelum tahun '(13 1ndonesia akan menjadi negara Net-Importir bahan baku minyak mentah. 4al ini secara tidak langsung memunculkan kekuatiran berbagai pihak, khususnya negara-negara maju mengenai apa yang akan terjadi apabila deposit bahan bakar yang ada sekarang habis. 0leh sebab itu banyak para ahli dari negara-negara maju berlomba-lomba untuk menemukan jenis bahan bakar alternati!. "iodiesel merupakan bahan bakar alternati! dari bahan mentah terbaharukan (renewable) selain bahan bakar diesel dari minyak bumi. "iodiesel tersusun dari berbagai macam ester asam lemak yang dapat diproduksi dari minyak-minyak tumbuhan seperti minyak sawit (palm oil), minyak kelapa, minyak jarak pagar, minyak biji kapok randu, dan masih ada lebih dari 5( macam tumbuhan 1ndonesia yang potensial untuk dijadikan sumber energi bentuk cair ini. "iodiesel bisa digunakan dengan mudah karena dapat bercampur dengan segala komposisi dengan minyak solar, mempunyai si!at-si!at !isik yang mirip dengan solar biasa sehingga dapat diaplikasikan langsung untuk mesin-mesin diesel yang ada hampir tanpa modi!ikasi, dapat terdegradasi dengan mudah (biodegradable), 1( kali tidak beracun dibanding minyak solar biasa, memiliki angka setana yang lebih baik dari minyak solar biasa, asap buangan biodiesel

5 tidak hitam, tidak mengandung sul!ur serta senyawa aromatik sehingga emisi pembakaran yang dihasilkan ramah lingkungan serta tidak menambah akumulasi gas karbondioksida di atmos!er sehingga lebih jauh lagi mengurangi e!ek pemanasan global atau banyak disebut dengan zero CO2 emission. "iodiesel mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar diesel dari minyak bumi, sebab bahan bakar biodiesel dapat diperbaharui. "iodiesel merupakan bahan bakar ideal untuk industri transportasi karena dapat digunakan pada berbagai mesin diesel, termasuk mesin-mesin pertanian. "iodiesel mempunyai keunggulan antara lain* tidak beracun, terurai oleh mikroorganisme, tidak mengandung 6at karsinogenik, diperoleh dari sumber yang dapat diperbaharui, tidak menimbulkan e!ek rumah kaca. "iodiesel merupakan bahan bakar alternati! untuk kendaraan bermotor yang berbahan bakar minyak solar. "iodiesel dapat diproduksi dari kelapa sawit, kedelai, dan jarak pagar. $engingat kelapa sawit, kedelai, dan jarak pagar merupakan tanaman yang biasa ditanam dan cukup berpotensi untuk dikembangkan di 1ndonesia, sehingga dengan adanya peningkatan kebutuhan minyak solar di sektor transportasi mengakibatkan alternati! pencampuran bahan bakar biodiesel dan minyak solar di 1ndonesia dapat diupayakan. Pencampuran biodiesel dengan minyak solar biasanya diberikan sistem penamaan tersendiri, seperti "', "5 atau "3 yang berarti campuran biodiesel dan minyak solar yang masing-masing mengandung '7, 57, dan 37 biodiesel. Sedangkan "'( atau "1(( merupakan campuran biodiesel dan minyak solar yang masing-masing mengandung '(7 dan 1((7 biodiesel. Pada umumnya konsentrasi tertinggi yang sudah dioperasikan secara komersial

8 adalah "'(. &alaupun biodiesel dapat dicampur dengan minyak solar pada berbagai konsentrasi tanpa merusak atau memodi!ikasi mesin. "iodiesel merupakan bahan bakar yang berwarna kekuningan yang iskositasnya tidak jauh berbeda dengan minyak solar, oleh karena itu campuran biodiesel dengan minyak solar dapat diman!aatkan sebagai bahan bakar kendaraan berbahan bakar minyak solar tanpa merusak atau memodi!ikasi mesin. Selain itu tenaga dan unjuk kerja mesin diesel dengan bahan bakar minyak solar juga tidak berubah. $eskipun demikian spesi!ikasi biodiesel yang akan dicampur atau diman!aatkan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, karena standar tersebut dapat memastikan bahwa biodiesel yang dihasilkan dari reaksi pemrosesan bahan baku minyak nabati sempurna, artinya bebas gliserol, katalis, alkohol dan asam lemak bebas. .irtoatmojo, #. % &illiyanto ('(((*1')) menyimpulkan 9kendaraan dengan tenaga penggerak motor diesel menjadi salah satu pilihan yang banyak disukai di 1ndonesia mengingat kemampuan yang dimilikinya dan terutama karena harga bahan bakarnya yang lebih murah dibanding dengan bahan bakar motor bensin9. Pembakaran pada motor diesel prinsipnya merupakan pembakaran diffusi turbulen unsteady, dimana pembakaran yang terjadi ditentukan oleh proses pencampuran antara bahan bakar dan udara di ruang bakar. 0leh karena itu, karakteristik semprotan dan aliran udara mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses pencampuran bahan bakar dan udara di ruang bakar, disamping geometri ruang bakar proses atomisasi dan penetrasi semprotan suatu bahan bakar juga berpengaruh pada proses pembentukan emisi. Sedangkan karakteristik semprotan bahan bakar dipengaruhi oleh properti !isik bahan bakar berupa

3 densitas, iskositas dan tegangan permukaan. :ntuk semprotan pada ruang terbuka, semakin tinggi properti !isik bahan bakar (berupa iskositas, densitas dan tegangan permukaan) akan menghasilkan penetrasi semprotan yang panjang. 2alam kenyataannya pembakaran dalam motor diesel tersebut sering tidak dapat berlangsung dengan sempurna. ;umlah bahan bakar dalam ruang bakar yang tidak sesuai dengan kebutuhan, proses penginjeksian bahan bakar yang kurang baik atau kurang baiknya proses pencampuran bahan bakar dengan udara dalam ruang bakar seringkali menjadi penyebab ketidaksempurnaan proses pembakaran. :ntuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pemanasan terhadap bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) sebelum dinjeksikan ke dalam ruang bakar dengan tujuan untuk menurunkan iskositasnya agar nantinya setelah diinjeksikan ke dalam ruang bakar dapat membentuk butiran-butiran yang lebih halus dan menghasilkan campuran bahan bakar dan udara yang lebih homogen. Selain itu juga dilakukan pengujian pada motor diesel untuk melihat bagaimana perubahan yang terjadi pada kandungan gas buang mesin diesel jika dilakukan pemanasan terhadap bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) untuk menurunkan emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan, maka dalam penelitian ini diambil judul <Pengaruh Pemanasan "ahan "akar "iodiesel ($inyak ;arakSolar) terhadap =andungan +as "uang $esin 2iesel.

> B. Rumusan Masalah "erdasarkan dari latar belakang masalah, maka dalam penelitian ini peneliti mengajukan permasalahan yang secara operasional dirumuskan sebagai berikut* 1. Apakah ada pengaruh yang signi!ikan pemanasan bahan bakar biodiesel dengan gas buang terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel ? '. Apakah ada pengaruh yang signi!ikan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel ? 5. Apakah ada pengaruh interaksi yang signi!ikan antara pemanasan bahan bakar dengan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel ? C. Tujuan Penelitian "erdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan, maka penelitian ini bertujuan* 1. :ntuk mengetahui pengaruh yang signi!ikan pemanasan bahan bakar biodiesel dengan gas buang terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel. 2. :ntuk mengetahui pengaruh yang signi!ikan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel. 3. :ntuk mengetahui pengaruh interaksi yang signi!ikan antara pemanasan bahan bakar dengan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel.

) D. Hip tesis Penelitian 4ipotesis adalah praduga atas suatu pernyataan yang mungkin benar atau tidak mengenai suatu populasi atau lebih yang perlu dibuktikan kebenarannya. 2alam pengujian ini mempunyai hipotesa sebagai berikut* 1. Ada perbedaan yang signi!ikan pemanasan bahan bakar biodiesel dengan gas buang terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel. 2. Ada pengaruh yang signi!ikan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel. 3. Ada pengaruh interaksi yang signi!ikan antara pemanasan bahan bakar dengan ariasi putaran mesin terhadap kandungan gas /0, 0' dan /0' mesin diesel. /atatan* a. Persentase kandungan minyak jarak yang digunakan pada uji eksperimen ini adalah '(7. b. Putaran mesin pada uji eksperimen yaitu* 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm dan '3(( rpm. E. !egunaan Penelitian "erdasarkan dari permasalahan yang diajukan, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut* 1. "agi Perkembangan 2unia 0tomoti! Penelitian ini merupakan sumbangan wawasan untuk memberikan solusi alternati! untuk mengurangi kandungan emisi gas buang pada motor diesel. Selain itu juga memberikan solusi bagi pemilik kendaraan untuk memperhatikan dampak lingkungan akibat dari pencemaran gas buang.

, '. "agi @embaga 4asil penelitian dapat digunakan sebagai re!erensi mahasiswa yang akan meneliti lebih dalam mengenai bahan bakar khususnya mengenai bahan bakar campuran biodiesel dan minyak solar. 5. "agi Peneliti 2apat memberikan pengalaman dan menambah wawasan tentang pengaruh pemanasan pada bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) khususnya terhadap produk emisi gas buang yang dihasilkan. ". Asumsi Penelitian 2alam Pedoman Penulisan =arya 1lmiah :ni ersitas Aegeri $alang ('((5*15) disebutkan bahwa <Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang akan dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian9. Selanjutnya menurut Arikunto ('(('*13) mengemukakan bahwa <Anggapan dasar ini merupakan landasan teori di dalam pelaporan hasil penelitian nanti9. :ntuk itu sebagai landasan dalam pengujian hipotesis maka diajukan beberapa ansumsi sebagai berikut* 1. Pemanasan terhadap bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) sebelum dinjeksikan ke dalam ruang bakar dengan tujuan untuk menurunkan iskositasnya agar nantinya setelah diinjeksikan ke dalam ruang bakar dapat membentuk butiran-butiran yang lebih halus dan menghasilkan campuran bahan bakar dan udara yang lebih homogen. 2. Pemanasan terhadap bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) untuk menurunkan emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan terutama kandungan emisi gas /0.

#. Ruang Lingkup $an !eter%atasan Penelitian &. Ruang Lingkup Penelitian #uang lingkup penelitian adalah ariabel- ariabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. 2alam penelitian ini terdapat 5 ariabel, antara lain* ariabel terikat yaitu kandungan gas buang mesin diesel, ariabel bebas yaitu persentase kandungan minyak jarak pada solar sebesar '(7 dan ariasi putaran mesin diesel 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm dan ariabel kontrol yaitu suhu mesin diesel (tidak mengukur diluar

temperatur kerja mesin), dan mesin dalam keadaan standar. 2. !eter%atasan Penelitian :ntuk mempertegas ruang lingkup masalah yang diteliti, diadakan pembatasan masalah sebagai berikut* 1. Penelitian ini menggunakan minyak jarak pagar yang telah ditransesteri!ikasi sebagai bahan campuran solar dengan komposisi campuran '(7 melalui proses pemanasan. 2. Penelitian ini menggunakan mesin diesel empat langkah jenis Aissan dengan spesi!ikasi standar tanpa ada perubahan pada sisi mesinnya dan mesin diesel dalam keadaan diam. 3. $esin diesel diatur dengan ariasi putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. 4. .idak membahas mengenai reaksi kimia dalam pembuatan biodiesel. H. De'inisi (perasi nal 2alam Pedoman Penulisan =arya 1lmiah :ni ersitas Aegeri $alang (:$, '((5*18) disebutkan bahwa <2e!inisi operasional adalah de!inisi yang didasarkan

1( pada si!at-si!at hal yang dide!inisikan yang dapat diamati9. 2ari pemaparan tersebut maka de!inisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut* 1. "iodiesel merupakan bahan bakar yang berwarna kekuningan yang iskositasnya tidak jauh berbeda dengan minyak solar, dalam penelitian ini biodiesel yang digunakan adalah campuran antara minyak jarak pagar dengan persentase '(7 dan minyak solar dengan persentase ,(7. 2. +as buang merupakan gas hasil pembakaran, antara lain adalah* asap hitam (jelaga), hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida (/0), karbon dioksida (/0'). 3. Pemanasan bahan bakar adalah proses menaikkan temperatur bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) sebelum ke sistem pompa dan injektor bahan bakar yang bertujuan untuk menurunkan harga iskositas. Biskositas atau kekentalan bahan bakar yang sangat tinggi akan menyulitkan pompa bahan bakar dalam mengalirkan bahan bakar ke ruang bakar. Aliran bahan bakar yang rendah akan menyulitkan terjadinya atomisasi bahan bakar yang baik. "uruknya atomisasi berkorelasi langsung dengan kualitas pembakaran, daya mesin, dan emisi gas buang. 4. $esin diesel merupakan jenis mesin penggerak mula yang termasuk Internal Combustion Engine, dimana penyalaan bahan bakarnya dikarenakan penyemprotan bahan bakar kedalam silinder yang berisi udara terkompresi.

11

BAB II !A)IAN PU*TA!A

A. Penelitian *e%elumn+a $uhammad Ai6am .ristino ('((>), menarik kesimpulan sebagai berikut. Semakin besar persentase campuran biodiesel dalam solar, maka makin besar harga densitas suatu bahan bakar, iskositas bahan bakar mempengaruhi mutu dari semprotan bahan bakar yang diinjeksikan ke ruang bakar, seiring kenaikan komposisi biodiesel dalam solar maka flas point akan semakin naik. Cal!ulated Cetane Inde" #CCI$ berpengaruh terhadap proses pembakaran bahan bakar. //1 dipengaruhi panjang rantai struktur kimia biodiesel. Semakin panjang rantainya, maka makin berkurang double bondnya. Double bond pada rantai struktur kimia akan menyebabkan sulit terbakar, kadar sul!ur (S0)C dalam bahan bakar dapat menyebabkan terjadinya korosi pada knalpot mesin serta menyebabkan timbulnya gas buang sulfat dio"ide yang mencemari lingkungan. Aanang =osim ('((-), menyimpulkan <persentase kandungan minyak jarak '(7 dan solar ,(7 mengahasilkan emisi gas /0 dan gas 0' rata-rata paling tinggi sedangkan persentase minyak jarak 8(7 dan solar >(7 mengahasilkan /0' paling tinggi. Semakin tinggi persentase kandungan minyak jarak, semakin tinggi pula /0' yang dihasilkan9. B. Bi $iesel "iodiesel mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bahan bakar diesel dari minyak bumi. "ahan bakar biodiesel dapat diperbarui. Selain itu, juga dapat memperkuat perekonomian negara dan menciptakan lapangan kerja.

1' "iodiesel merupakan bahan bakar ideal untuk industri transportasi karena dapat digunakan pada berbagai mesin diesel, termasuk mesin-mesin pertanian. "iodiesel dapat dicampur dengan bahan bakar diesel dengan berbagai rasio. /ampuran '(7 biodiesel dan ,(7 bahan bakar diesel minyak bumi disebut dengan "'(. /ampuran "'( merupakan bahan bakar alternati! yang terkenal di Amerika Serikat, terutama untuk bus dan truk "'( dapat mengurangi emisi, harganya relati! murah, dan tidak memerlukan modi!ikasi mesin. "iodiesel tidak secara spontan meletup atau menyala dalam keadaan normal karena mempunyai titik bakar yang tinggi, yaitu 13(( /. 4al ini berbeda dengan bahan bakar diesel minyak bumi yang titik bakarnya hanya 3'( /. Dnergi yang ada dalam biodiesel 1'7 lebih rendah dari pada bahan bakar diesel minyak bumi. "iodiesel mengandung energi sekitar 5) $;E =g, sedangkan diesel mengandung energi sekitar 8' $;E =g. Pengurangan energi tersebut diimbangi oleh peningkatan e!isiensi pembakaran biodiesel sebesar )7. #ata-rata, penggunaan biodiesel menghasilkan 37 penurunan torsi, tenaga, dan e!isiensi bahan bakar. Aamun kinerja sebagian besar kendaraan yang menggunakan biodiesel tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Aur Alam Syah, Andi ('((>*3() menyimpulkan 9Dmisi biodiesel jauh lebih rendah daripada emisi diesel minyak bumi. "iodiesel mempunyai karakteristik emisi seperti, emisi karbon dioksida netto (/0') berkurang 1((7, emisi sul!ur dioksida berkurang 1((7, emisi debu berkurang 8(->(7, emisi karbon monoksida (/0) berkurang 1(-3(7, emisi hidrokarbon berkurang 1(3(7, 4idrokarbon Aromatik Polisiklik (PA4) berkurang terutama PA4 yang beracun, seperti p enant ren berkurang -)7, benzofloroant en berkurang 3>7,

15 benzapyren berkurang )17, serta alde ida dan senyawa aromati! berkurang 157, dan meningkatkan emisi nitro oksida (A0C) sebesar 3-1(7, tergantung umur kendaraan dan modi!ikasi mesin9. +as /0' di atmos!er terjadi antara lain karena pembakaran ""$. ;umlah /0' yang berlebihan bersi!at merusak lingkungan karena e!ek rumah kaca yang ditimbulkannya. 2engan maman!aatkan minyak nabati sebagai bahan bakar, maka pembentukan /0' di atmos!er diperkirakan hampir tidak ada. 4al ini disebabkan /0' hasil pembakaran dari biodiesel akan dikomsumsi lagi oleh tanaman untuk proses !otosistetisnya (siklus karbon). Selain mereduksi e!ek rumah kaca, penggunaan biodiesel juga akan meningkatkan kualitas udara lokal dengan mereduksi emisi gas berbahaya, seperti karbon monoksida (/0), o6on (05), nitrogen oksida (A0C), sul!ur dioksida (S0'), hidrokarbon reakti! lainnya, serta asap dan partikel yang dapat terhirup. 4asil pengamatan menunjukkan kadar emisi gas buang seperti /0, /0', A0C, S0', dan hidrokarbon dari bahan bakar campuran biodiesel dan solar lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar petrosolar.
Ta%le ,.& Per%an$ingan Emisi Bi $iesel $an Petr s lar !riteria S0' (ppm) /0 (ppm) A0 (ppm) A0' (ppm) 0-' (7-b) .otal partikulat (mgEAm5) "en6en (mgEAm5) .oluen (mgEAm5) Fylene (mgEAm5) Dtilben6en (mgEAm5) Bi $iesel -%. ( 1( 5) 1 > (.'3 (.5 (.3) (.)5 (.5 * lar -s. ), 8( >8 1 >.> 3.> 3.(1 '.51 1.3) (.)5 -%/s. 0 &112 -1(( -)3 -8' ( ---> ---.---.---.-3-

*um%er3 Rama Prihan$ana3 ,114

18 2ari tabel diatas terlihat pada semua kriteria kandungan emisi biodiesel lebih rendah dibandingkan dengan kandungan emisi minyak solar. Penurunan terbesar terjadi pada kadar S0'. =adar emisi S0' yang dihasilkan biodiesel adalah nol, sedangkan petrosolar menghasilkan emisi S0' sebesar ), ppm. +as S0' merupakan pemicu total partikulat dan asap hitam pada petrosolar. Semakin tinggi total partikulat, semakin tidak aman karena bersi!at karsinogenik (pemicu tumbuhnya sel kanker). =andungan sul!ur yang tinggi berdampak juga pada keausan mesin karena akan terbentuk pertikel padat ketika terjadi pembakaran. 2ampak lain S0' adalah menyebabkan hujan asam yang berpengaruh negati! terhadap lingkungan dan korosi! terhadap peralatan. C. Min+ak )arak Pagar -Jatropha Curcas Linn. "ahan bakar minyak jarak adalah bahan bakar yang diperoleh dari proses ekstraksi biji tanaman jarak pagar (%atrop a Cur!as &inn$. $inyak jarak yang digunakan didalam penelitian ini adalah minyak jarak yang diperas dan melalui proses penyaringan tanpa adanya proses trasesteri!ikasi. $inyak jarak merupakan minyak yang jika dilihat dari struktur molekulnya mengandung unsur oksigen sehingga proses pembakaran yang terjadi diharapkan akan menjadi lebih sempurna. Sehingga akibatnya gas-gas hasil pembakaran akan lebih ramah terhadap lingkungan. Akan tetapi, nilai kalor yang dimiliki minyak jarak lebih rendah jika dibandingkan dengan minyak diesel. Si!at dan karakteristik minyak jarak dapat dilihat pada tabel '.', tabel '.5 dan tabel '.8 menunjukkan standar mutu bahan bakar biodiesel.

13
Ta%el ,., Per%an$ingan Pr perties $ari Min+ak )arak -jatropha curcas l.. Tanpa Transesteri'ikasi $engan *pesi'ikasi *tan$ar Min+ak Diesel -diesel oil. 'pe!ifi!ation 'pe!ifi! gra(ity )las point Carbon residue Cetane (alue Distillation point *inemati!s +is!osity 'ulp er , Calorifi! (alue -our point Colour 'tandard spe!ifi!ation of %atrop a !ur!as oil (,-1,> '8(G/ (,>8 31,( '-3G/ 3(,)5 mm'Es (,15 7 -,8)( kcalEkg ,G/ 8,( 'tandard spe!ifi!ation of Diesel (,,'E(,,8 >(G/ (,13 or less 8, 53(G/ ',( H 3,( mm'Es 1,' , or less 1(,1)( kcalEkg 1(G/ 5 or less

Adapun si!at kimia minyak jarak (%atrop a Cur!as &), dapat dilihat pada tabel '.5 di bawah ini.
Ta%el ,.5 Analisa !imia $ari Min+ak Jatropha Curcas L I.E/ 0!id (alue 'aponifi!ation (alue Iodine (alue +is!osity #23oC$ !p )atty a!ids !omposition +0&1E 5,,' 1-3,( 1(1,) 8(,8 -

-almiti! a!id , 8,' 'teari! a!id , >,Olei! a!id , 85,1 &inolei! a!id , 58,5 Ot er a!ids , 1,8 *um%er3 666.*7lele.8 m9jatr phaplant.htm Ta%el ,.: *tan$ar Mutu Bahan Bakar Bi $iesel $engan Bahan Bakar * lar $etode uji AS.$ 2 ( 5 1. $assa jenis pada 8( / kgEm ,13 H ,)( ,3( H ,-( 1'-, AS.$ 2 ( ' '. Biskositas kinematik pada 8( / mm Es ',( H 3,( ',5 H >,( 883 AS.$ 2 5. Angka setana $in 8, $in 31 >15 AS.$ 2 ( 8. .itik nyala ()las -oint) / $in >( $in 1(( -5 AS.$ 2 ( 3. .itik kabut (Cloud -oint) / $aks 1, $aks 1, '3(( Lanjutan Ta%el ,.: *tan$ar Mutu Bahan Bakar Bi $iesel $engan Bahan Bakar * lar Ao. =arakteristik Satuan Ailai solar Ailai biodiesel

1>
Ao. >. ). ,. -. 1(. 11. 1'. 15. 18. 13. 1>. 1). 1,.
1)

=arakteristik =orosi lempeng tembaga (5jam pada 3(( /) #esidu karbon dalam contoh asli, atau dalam 1(7 ampas destilasi Air dan sedimen .emperatur destilasi -(7 Abu tersul!atkan "elerang Ios!or Angka asam +liserol bebas +riserol total =adar ester alkali Asam iodium :ji 4alphen

Satuan 7 massa 7 ol
(

Ailai solar $aks no. 1 $aks (,1 $aks (,(3 $aks 5)( $aks (,(1 $aks 53 1) $aks 1( $aks ( .dk terdeteksi -

Ailai biodiesel $aks no. 5 $aks (,(3 $aks (,5( $aks (,(3 $aks 5>( $aks (,(' $aks 1(( $aks 1( $aks (,, $aks (,(' $aks (,'8 $in ->,3 $aks 113 negati!

$etode uji AS.$ 2 15( AS.$ 2 835( AS.$ 2 ')(AS.$ 2 11>( AS.$ 2 ,)8 AS.$ 2 3835 AJ/S /a1'-33 AJ/S /a15-3( AS.$ 2 >3,8 AS.$ 2 >3,8 2ihitung K) AJ/S /d 1-'3 AJ/S /d 1-'3

7massa mgEkg mgEkg mg =04Eg 7 massa 7 massa 7 massa 7 massa

=husus minyak solar yang mengandung biodiesel jenis dan spesi!ikasi biodiesel mengacu ketetapan pemerintah.
*um%er 3 *pesi'ikasi BBM * lar $an %i $iesel3*! Dirjen Migas N . 54;< !9,:9D)M9,114= Tanggal &; Maret ,114.

Secara kimia minyak jarak pagar ini terdiri dari molekul trigliserida dengan rantai asam lemak linear tidak bercabang dengan atau tanpa ikatan rangkap.

#am%ar ,.& *truktur !imia Min+ak )arak Pagar *um%er3 Bi /te8hn l g+ Resear8h Center ITB= ,11<.

1) 2ari struktur kimia minyak jarak pada gambar '.1 dapat dilihat bahwa, minyak jarak memiliki rantai kimia yang panjang. 4al ini menyebabkan energi disosiasi yang dimilikinya besar, yang artinya dibutuhkan energi yang tinggi untuk memutuskan rantai-rantai tersebut untuk menghasilkan molekul yang lain atau lebih sulit untuk terbakar. 2alam struktur kimia tersebut juga terdapat ikatan ganda yang mempunyai energi disosiasi lebih besar untuk memutuskannya. Dnergi disosiasi ikatan dide!inisikan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan satu mol ikatan kimia suatu 6at dalam !ase gas. Satuan S1 (Standar 1nternasional) untuk energi ikatan adalah kilojoule per mol ikatan (=jEmol). 2engan demikian kekuatan suatu ikatan kimia ditentukan oleh energi ikatan yang besarnya tergantung pada si!at ikatan antara atom-atom, yaitu ikatan ganda dua lebih kuat dibandingkan ikatan tunggal atau ikatan ganda tiga lebih kuat dibandingkan ikatan ganda dua. 2isamping itu, terdapat hubungan antara energi disosiasi ikatan dan jarak ikatan, yaitu jarak antara inti dari atom-atom yang berikatan, dimana semakin kuat suatu ikatan maka semakin pendek jarak ikatannya. Pada tabel '.3. ditunjukkan data energi ikatan dan jarak ikatan untuk sejumlah ikatan kimia.
Ta%el ,.< Energi Ikatan $an )arak Ikatan Be%erapa Unsur $an *en+a6a.

*um%er3 Petru88i= Kimia Dasar= &>>43,>5.

1, 2engan adanya rantai yang panjang dan adanya ikatan rangkap pada struktur kimia minyak jarak diperlukan sejumlah energi dari luar yang dapat membantu untuk memutuskan ikatan-ikatan kimia tersebut, sehingga mempercepat proses pembakaran. $. Mesin Diesel $otor diesel adalah motor pembakaran dalam (internal !ombustion engine) yang beroperasi dengan menggunakan minyak gas atau minyak berat sebagai bahan bakar dengan suatu prinsip bahan bakar tersebut disemprotkan (diinjeksikan) ke dalam silinder yang di dalamnya sudah terdapat udara dengan tekanan dan suhu yang tinggi sehingga bahan bakar tersebut secara spontan terbakar ($. Soenarta, 1-,3*11)). $otor diesel biasa disebut juga sebagai motor penyalaan kompresi L!ompression ignition engineL. $otor diesel mempunyai langkah yang lebih panjang dari motor bensin, dalam hal ini besar silinder dan pistonnya lebih besar daripada motor bensin, sehingga tenaga yang dihasilkan lebih besar dan mampu bertahan lama. 0leh karena itu mesin diesel harus dibuat lebih kuat dan kokoh, sehingga lebih berat dan tahan lama. Prinsip kerja mesin diesel hampir sama dengan mesin bensin empat langkah yaitu terdiri dari langkah hisap, langkah kompresi, langkah pembakaran dan langkah buang. &alaupun secara prinsip kerja sama tetapi ada beberapa perbedaan yang terdapat di dalamnya. Adapun prinsip kerja dari motor diesel adalah* a. @angkah 4isap Piston membentuk ke akuman di dalam silinder seperti pada mesin bensin,

1piston bergerak ke bawah dari titik mati atas ketitik mati bawah. Posisi katup masuk terbuka selama langkah hisap, karena terjadinya ke akuman di dalam silinder menyebabkan udara segar masuk ke dalam silinder. Posisi katup buang tertutup selama langkah hisap. Pada mesin diesel hanya udara yang dihisap masuk pada langkah hisap. b. @angkah =ompresi Piston bergerak dari titik mati bawah ketitik mati atas. Pada saat ini kedua katup dalam posisi tertutup. :dara yang dihisap selama langkah hisap ditekan sampai tekanannya naik sekitar 5( kgEcm' (8') psi, '.-8' kPa) dengan temperatur sekitar 3((-,(( /(. c. @angkah Pembakaran :dara yang terdapat di dalam silinder didorong ke ruang bakar. Pada akhir langkah kompresi, nozle menyemprotkan bahan bakar yang berupa kabut ke dalam ruang bakar dan campuran udara bahan bakar selanjutnya terbakar oleh panas yang dibangkitkan oleh perubahan tekanan dan temperatur di dalam ruang bakar yang naik secara drastis. Dnergi pembakaran mengekspansikan gas dengan sangat cepat dan piston terdorong ke bawah. +aya yang mendorong piston ke bawah diteruskan ke batang torak dan poros engkol dan diubah menjadi gerak putar untuk memberi tenaga pada mesin. d. @angkah "uang Saat piston menuju titik mati bawah, katup buang terbuka dan gas pembakaran dikeluarkan melalui katup buang pada saat piston bergerak naik lagi. +as akan terbuang habis ketika piston mencapai titik mati atas, dan setelah itu proses dimulai lagi dengan langkah hisap. Selama mesin menyelesaikan empat langkah

'( (hisap, kompresi, pembakaran dan buang), poros engkol berputar dua kali dan menghasikan satu tenaga. 1ni disebut dengan siklus diesel. ;ika dibandingkan dengan mesin bensin pada mesin diesel memiliki keuntungan dan kerugian sebagai berikut* =euntungan yang dimiliki mesin diesel adalah* a. $esin diesel mempunyai e!isiensi panas yang lebih besar. 4al ini berarti bahwa penggunaan bahan bakarnya lebih ekonomis jika dibandingkan dengan mesin bensin. b. $esin diesel lebih tahan lama dan tidak memerlukan ele!tri! igniter. c. $omen pada mesin diesel tidak berubah pada jenjang tingkat kecepatan yang luas. =erugian yang dimiliki mesin diesel adalah* a. +etaran pada mesin diesel lebih besar jika dibandingkan dengan mesin bensin. b. Pada daya kuda yang sama konstruksi mesin diesel jauh lebih berat daripada mesin bensin. c. ;ika terjadi kerusakan komponen, mesin diesel memerlukan biaya yang lebih besar. d. $esin diesel mempunyai perbandingan kompresi yang lebih tinggi dan membutuhkan gaya lebih besar untuk melakukan start awal. e. Bahan Bakar Diesel "ahan bakar diesel adalah !raksi minyak bumi yang dihasilkan dari penyulingan bertingkat pada titik didih '>((-55((/ dan digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Adapun jenis-jenis bahan bakar diesel yang diproduksi Pertamina dan diperdagangkan di 1ndonesia yaitu*

'1 a) $inyak Solar $inyak solar adalah bahan bakar jenis distilat yang digunakan untuk mesin M!ompression ignitionN (pada mesin diesel udara yang dikompresi pada langkah induksi sehingga menimbulkan tekanan dan panas yang tinggi sehingga dapat membakar solar yang disemprotkan oleh injektor). Penggunaan minyak solar pada umumnya untuk bahan bakar pada semua jenis mesin diesel putaran tinggi (O1((( rpm), yang juga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada pembakaran langsung dalam dapur-dapur kecil, dimana diinginkan pembakaran yang bersih. $inyak solar disebut juga 4as Oil, 0utomoti(e Diesel Oil (A20) atau 5ig 'peed Diesel (4S2). b) $inyak 2iesel $inyak diesel adalah bahan bakar jenis distilat yang mengandung !raksi!raksi berat atau merupakan campuran dari distilat !raksi ringan dan !raksi berat #Residual )uel Oil$ yang biasa disebut juga Industrial Diesel Oil (120) atau /arine Diesel )uel ($2I). c) $inyak "akar $inyak bakar adalah bahan bakar dari jenis minyak distilat tetapi dari jenis residu dan berwarna hitam gelap yang biasa disebut juga /arine )uel Oil ($I0). $inyak bakar lebih kental dari pada minyak diesel dan mempunyai titik tuang #pour point$ yang lebih tinggi dari pada minyak diesel. :mumnya digunakan untuk bahan bakar mesin diesel dengan putaran rendah (P5(( rpm). $isalnya untuk bahan bakar pada pembakaran langsung dalam dapur-dapur industri besar, pembangkit listrik tenaga uap. Sedangkan karakteristik bahan bakar diesel yang sangat mempengaruhi mesin meliputi*

'' 5. 2ensitas 2ensitas dari minyak adalah perbandingan berat minyak per unit olume (kgEm5 atau lbE!t5). $inyak dengan densitas tinggi tergolong dalam minyak berat, sedangkan minyak dengan densitas rendah tergolong minyak ringan. 4al ini karena minyak sebagian besar tersusun atas karbon dan hidrogen. 2engan demikian perbandingan karbon dan hidrogen mempengaruhi densitas. Pengukuran densitas juga berhubungan erat dengan kalori atau panas yang dihasilkan suatu bahan bakar. Semakin tinggi densitas minyak, maka nilai kalorinya semakin rendah. 8. Biskositas Biskositas adalah suatu angka yang menyatakan besarnya perlawanan atau hambatan dari suatu bahan cair untuk mengalir atau ukuran besarnya tahanan geser dari bahan cair. Semakin tinggi iskositas minyak akan semakin kental dan lebih sulit mengalir, demikian sebaliknya semakin rendah iskositas minyak akan semakin encer dan lebih mudah minyak itu mengalir. /ara mengukur besarnya iskositas tergantung pada alat iskometer yang digunakan, dan hasilnya (besarnya iskositas) yang didapat harus dibubuhkan nama iskometer yang digunakan serta temperatur minyak pada saat pengukuran. Biskositas bahan bakar minyak sangat penting artinya, terutama bagi mesin-mesin diesel maupun ketelketel uap. =arena iskositas minyak sangat berkaitan dengan suplai konsumsi bahan bakar kedalam ruang bakar dan juga sangat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses pengkabutan #atomizing$ bahan bakar melalui injektor. 3. )las -oint (.itik Ayala) .itik nyala adalah suatu angka yang menyatakan suhu terendah dari bahan bakar minyak dimana akan timbul penyalaan api sesaat, apabila pada permukaan

'5 minyak tersebut didekatkan pada nyala api. .itik nyala ini diperlukan sehubungan dengan adanya pertimbangan-pertimbangan mengenai keamanan #safety$ dari penimbunan minyak dan pengangkutan bahan bakar minyak terhadap bahaya kebakaran. .itik nyala ini tidak mempunyai pengaruh besar dalam persyaratan pemakaian bahan bakar minyak untuk mesin diesel atau ketel uap. "ahan bakar minyak yang mempunyai titik nyala rendah, berbahaya dalam penyimpanan dan penanganan. .itik nyala minimum untuk minyak solar adalah >((/. >. -our -oint (.itik .uang) .itik tuang adalah suatu angka yang menyatakan suhu terendah dari bahan bakar minyak sehingga minyak tersebut masih dapat mengalir apabila didinginkan pada kondisi tertentu karena gaya gra itasi. .itik tuang ini diperlukan sehubungan dengan adanya persyaratan praktis dari prosedur penimbunan dan pemakaian dari bahan bakar minyak. 4al ini dikarenakan bahan bakar minyak sering sulit untuk dipompa, apabila suhunya telah dibawah titik tuangnya. .itik tuang juga penting untuk menstart dingin mesin dan untuk menangani minyak dalam mesin maupun saat penyimpanan. .itik tuang maksimum minyak solar adalah Q1,(/. ). Angka /etana (Cetane Inde") Angka cetana menunjukkan kualitas pembakaran dari bahan bakar mesin diesel, yang diperlukan untuk mencegah terjadinya 6diesel 7no!78 atau suara pukulan didalam ruang bakar mesin diesel. Angka cetana juga menunjukkan persentase cetana didalam bahan bakar yang berupa campuran n-!etana (n-/1> 458) dan 9-met yl-napt alene. A-cetana adalah hidrokarbon rantai lurus yang sangat mudah terbakar secara sendiri dan karenanya diberi angka cetana 1((, sedangkan 9-met yl-napt alene adalah suatu hidrokarbon aromatik bercincin ganda yang sukar terbakar dan karenanya diberi angka nol. Angka cetana juga dapat

'8 ditentukan oleh cetane indeC yang dilakukan dengan cara perhitungan berdasarkan temperatur distilasi pada re!o(ery 3(7 olume dan densiti dari minyak solar pada 13(/. 2ari distilasi tersebut juga dapat diketahui si!at kemudahan menguap suatu ""$ yang disebut 1"P #Initial :oiling -oint$ yaitu pembacaan termometer pada waktu tetesan kondesat pertama menetes. :ntuk mesin diesel yang bekerja dengan putaran tinggi diperlukan bahan bakar minyak dengan angka cetana yang tinggi, sebaliknya untuk mesin diesel putaran rendah cukup diperlukan bahan bakar dengan angka cetana yang rendah. ,. Ailai =alori #Calorifi! +alue$ Ailai kalori adalah suatu angka yang menyatakan jumlah panas atau kalori yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah tertentu bahan bakar dengan udaraE oksigen. Ailai kalori bahan bakar minyak umumnya antara 1,.5((-1-.,(( ".:Elb atau 1(.1>(-11.((( kcalEkg. nilai kalori berbanding terbalik terhadap densitas. Pada olume yang sama, semakin besar densitas suatu minyak akan semakin rendah nilai kalorinya, sebagai contoh densitas minyak solar lebih besar dari pada premium akan tetapi kalori minyak solar lebih rendah dari premium. Ailai kalori diperlukan karena dapat digunakan untuk menghitung konsumsi bahan bakar minyak yang dibutuhkan untuk suatu mesin dalam suatu periode. Ailai kalori umumnya dinyatakan dalam satuan kcalEkg atau ".:Elb (satuan "ritish). -. =andungan Sul!ur ('ulp ur Content) Semua bahan bakar minyak mengandung belerangEsul!ur dalam jumlah yang sangat kecil. &alaupun demikian, berhubung keberadaan belerang ini tidak diharapkan karena si!atnya merusak, maka pembatasan dari jumlah kandungan belerang dalam bahan bakar minyak adalah sangat penting didalam spesi!ikasi

'3 bahan bakar minyak. 4al ini disebabkan karena proses pembakaran belerang ini teroksidasi oleh oksigen menjadi belerang dioksida (S0') dan belerang trioksida (S05). 0ksida belerang ini apabila kontak dengan air merupakan bahan-bahan yang merusakE korosi! terhadap logam-logam didalam ruang bakar dan sistem gas buang.
Ta%el ,.4 *pesi'ikasi Bahan Bakar Diesel )enis Min+ak * lar Ao. 1 ' 5 8 3 > ) , S1IA. 2ensitas pada suhu 13(/ &arna Biskositas kinematik (5),,(/) Pour point (titik tuang) Ilash point (titik nyala) Angka cetana atau 1ndeC cetana terhitung Perolehan distilat pada 5(((/ =andungan belerang SA.:AA =gEm5 Ao. AS.$ cSt ( / ( / 7 ol 7 massa "A.ASAA $1A $A= ,13 1,> >( 83 8, 8( ,)( 5,( 3,, Q1, (,3

*um%er3 Peraturan Dirjen Migas N . &&59!9;,9D)M9&>>>

'.

Pemanasan Bahan Bakar =arakter utama yang dikembangkan dalam spesi!ikasi solar yang ramah

lingkungan antara lain adalah menurunkan kandungan sul!ur, menurunkan batas maksimum nilai iskositas, dan meningkatkan angka setana (www.lemigas.esdm.go.id). Pemanasan bahan bakar adalah proses menaikkan temperatur bahan bakar yang menyebabkan cairan bahan bakar berubah manjadi uap. /airan bahan bakar yang mudah menguap memperhalus butiran bahan bakar dan memudahkan proses pembakaran sehingga bahan bakar terbakar seluruhnya (www.energi@1P1.go.id). "ahan bakar yang dipanaskan akan diurai molekulnya agar mudah mengikat oksigen dan bahan bakar menjadi semi gas sehingga manghasilkan daya ledak yang baik saat pembakaran (www.plasaotomoti!.com).

'> $enurut =epala Pusat Penelitian 2epartemen .eknik =imia 1.", pemanasan bahan bakar menurunkan kekentalan agar lancar saat dipompa dengan injektor. Pemanasan bahan bakar solar berarti proses untuk meningkatkan suhu yang menyebabkan turunnya iskositas dan naiknya olume bahan bakar yang menyebabkan bertambahnya energi. Dnergi diserap oleh molekul-molekul dan menyebabkan reaksi jarak antar molekul-molekul tersebut menjadi lebih renggang sehingga lebih mudah mengikat oksigen. .urunnya iskositas dan terjadinya pemuaian olume menyebabkan butir-butir bahan bakar akan lebih mudah menguap yang dapat mempengaruhi proses pengkabutan saat penyemprotan sehingga mempercepat dan memperbaiki proses pencampuran bahan bakar dengan udara. Biskositas yang terlalu tinggi menyebabkan solar mengalir terlalu lambat dan beban dari pompa injeksi menjadi lebih berat yang dapat mengakibatkan butir-butir bahan bakar yang terjadi saat penyemprotan terlalu besar atau beberapa butir terkumpul menjadi satu (dekomposisi) sehingga bahan bakar lebih sukar terbakar (&iranto Arismunandar, '(('*1'). Aliran bahan bakar yang rendah karena tingginya iskositas menyebabkan sulit terjadinya atomisasi bahan bakar yang baik. "uruknya proses atomisasiE proses pengabutan berkorelasi langsung dengan kualitas pembakaran, daya mesin, dan emisi gas buang (www.beritaiptek.com). Akibatnya dengan iskositas yang terlalu tinggi menyebabkan bahan bakar tidak terbakar seluruhnya dan proses pembakaran tidak terjadi dengan sempurna sehingga mempengaruhi besar konsumsi bahan bakar. Selain itu banyaknya bahan bakar yang disemprotkan tidak terbakar karena terjadinya dekomposisi menyebabkan terbentuknya karbonkarbon padat (angus) yang menyebabkan gas buang yang keluar dari mesin

') berwarna hitam. Pemanasan dengan temperatur yang terlalu tinggi yaitu melebihi batas temperatur titik didih menyebabkan bahan bakar akan menjadi campuran uap dari cairan sebelum bercampur dengan udara. 2isamping itu iskositas bahan bakar menjadi terlalu rendah yang menyebabkan si!at lumasnya semakin buruk dan bila disemprotkan ke dalam silinder butiran uapnya akan menjadi terlalu kecil sehingga jarak terbang udara yang ditekan menjadi lebih pendek dan pencampuran dengan udara di dalam silinder tidak berlangsung sempurna. g. Emisi #as Buang Dmisi adalah 6at, energi dan komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk atau dimasukkannya ke dalam udara ambient yang mempunyai atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Sedangkan yang dimaksud dengan mutu emisi adalah emisi yang boleh dibuang oleh suatu kegiatan ke udara ambient. $enurut 1ndeks Standar Pencemaran :dara (1SPA) terdapat lima parameter pencemaran udara antara lain* a. Partikulat b. =arbon monoksida (/0) c. Sul!ur oksida (S0C) d. Aitrogen dioksida (A0') e. 06on (05) Dmisi dari kendaraan bermotor terutama bagian sistem pembakaran bahan bakarE knalpot mengandung campuran kimia yang komplek dalam bentuk gas dan aerosol. =omposisinya ditentukan oleh jenis bahan bakar, kondisi pengoperasian mesin serta e!ek dari alat pengendali emisi pada mesin.

', =onstituen yang diemisikan yang sangat mempengaruhi keberadaan mesin diesel adalah* "au asap, karbon monoksida, 4/, A0C, kebisingan. 2alam gas buang terdapat sul!ur oksidan, karsinogenik. Rat pencemar yang diemisikan oleh kendaraan bermotor diklasi!ikasikan sebagai berikut* 1. Semua unsur atau senyawa yang semestinya bukan terjadi akibat pembakaran pada mesin, contohnya adalah timbal dan sul!ur yang dapat dihilangkan langsung dari bahan bakar. 2. Produk-produk dari segala proses pembakaran seperti karbon monoksida, hidrokarbon, A0C, S0C, dan partikulat sebagai senyawa utama. Pada dasarnya pembakaran merupakan proses oksidasi dari materi yang dapat terbakar, dimana materi ini menghasilkan panas dan menyisakan gas buang. Pembakaran dikatakan sempurna, jika semua materi dalam bahan bakar dapat teroksidasi dengan sempurna. $esin yang baik diharapkan dapat menghasilkan emisi dalam jumlah yang kecil. Aamun pada kenyataanya belum ada mesin yang sempurna dengan hasil pembakaran sempurna yang hanya menghasilkan /0' dan 4'0 sebagai buangan hasil pembakaran. Dmisi gas buang beracun yang paling utama dihasilkan oleh mesin diesel antara lain*

' /0 =endaraan pada saat beroperasi akan mengalami proses pembakaran. Pembakaran sering terjadi tidak sempurna, sehingga akan menghasilkan polutan. Semakin besar persentase ketidaksempurnaan pembakaran, akan semakin besar polutan yang dihasilkan. =arbon monoksida dan asap kendaraan bermotor terjadi karena pembakarannya tidak sempurna yang disebabkan kurangnya jumlah udara dalam campuran yang masuk ke ruang bakar atau bisa juga karena kurangnya waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pembakaran. =eberadaan /0 dalam emisi gas buang dipengaruhi oleh* 1. 0ir )uel Ratio (AI#). =urangnya udara akan menghasilkan konsentrasi /0 yang tinggi karena tidak cukupnya 0' untuk mengoksidasi seluruh molekul karbon menjadi /0'. '. 2issosiasi $erupakan disintregasi gas-gas hasil pembakaran menjadi elemen-elemen pembentuknya yang yang terjadi pada temperatur tinggi. 5. =ondisi operasi mesin /0 mudah terjadi pada kondisi idle, sedangkan kandungan konsentrasi /0 tertinggi dicapai ketika deakselerasi dari kecepatan tinggi ketika t rottle yang tertutup mereduksi suplai oksigen. 4/ Pembentukan unburned ydro!arbon dalam gas buang dipengaruhi oleh* a. 2esain mesin 4al ini penting karena sejumlah campuran bahan bakar udara yang masuk mengalami kontak langsung dengan ruang bakar. b. Pembakaran tidak sempurna

5( Pembakaran tidak sempurna #in!omplete !ombustion$ dalam !raksi siklus operasi mesin, baik pembakaran partilkel atau !omple" misfire berpengaruh terhadap kadar emisi 4/ yang dihasilkan. c. 0ir )uel Ratio (AI#) Pada air fuel ratio yang mendekati ideal, kadar emisi 4/ akan tinggi dan akan semakin turun pada campuran miskin (lihat lampiran 3 hal. -8). d. &aktu pengapian 2engan memajukan waktu pengapian akan menurunkan temperatur gas buang. 4al ini akan mengurangi kecenderungan terjadinya post rea!tion pada e" aust sistem akibatnya konsentrasi 4/ akan tinggi. =omposisi gas buang dapat dihitung dengan persamaan berikut ini * /0 ' = B/0 ' .1((7 Beg /0 = B/0 .1((7 Beg

0' =

B0 ' .1((7 Beg

Sumber* "uku Panduan @engkap $otor "ensin dan 2iesel, .eknik $esin "rawijaya, '((,*1)

h. !erangka Ber'ikir ! nseptual =etepatan saat terjadinya pembakaran pada motor diesel merupakan !aktor yang sangat menentukan baik buruknya per!orma mesin yang dihasilkan. 1ndikasinya adalah berpengaruh terhadap daya dan kemampuan torsi serta besarnya konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Pembakaran yang sempurna akan menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang ekonomis dan berkuranganya kandungan karbon monoksida pada gas buang, karena pada pembakaran sempurna campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar seluruhnya dalam waktu dan kondisi yang tepat. Agar terjadi pembakaran

51 yang sempurna maka perlu diperhatikan kualitas bahan bakar sesuai dengan karakteristiknya sehingga homogenitas campuran bahan bakar dengan udara dapat terjadi secara sempurna. Biskositas bahan bakar adalah salah satu karakteristik bahan bakar yang sangat menentukan kesempurnaan proses pembakaran. Biskositas yang tinggi menyebabkan aliran solar terlalu lambat. .ingginya iskositas menyebabkan beban pada pompa injeksi menjadi lebih besar dan pengkabutan saat injeksi kurang sempurna sehingga bahan bakar sulit terbakar. Pemanasan untuk menaikkan suhu bahan bakar adalah salah satu cara untuk mengubah karakteristik suatu bahan bakar. Pemanasan pada biodiesel (minyak jarak-solar) mengakibatkan turunnya iskositas dan bertambahnya olume yang menyebabkan butir-butir bahan bakar akan lebih mudah menguap dan mempengaruhi proses pengkabutan saat penyemprotan. "utiran bahan bakar yang disemprotkan sangat berpengaruh terhadap proses pembakaran sehingga pemanasan bahan bakar biodiesel (minyak jarak-solar) untuk mempercepat dan memperbaiki proses pencampuran bahan bakar dengan udara. @angkah ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat diperoleh homogenitas campuran yang lebih sempurna sehingga pembakaran yang sempurna dapat tercapai. 2engan langkah ini diharapkan kandungan gas buang dapat dikurangi.

5'

BAB III MET(DE PENELITIAN

A. Ran8angan Penelitian 2itinjau dari analisis dan pengumpulan data, maka jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimental dengan desain !aktorial 3 C '. Pengumpulan data di laboratorium dilakukan untuk mengungkapkan data dari ariabel emisi gas buang mesin diesel pada penggunaan persentase kandungan minyak jarak pada solar sebesar '(7 pada putaran mesin yang berbeda yaitu 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm dan '3(( rpm. :ntuk mengetahui perbedaan emisi gas buang hasil dari campuran minyak jarak dan solar dengan putaran mesin yang berbeda dalam waktu tertentu perlu dihitung reratanya, yaitu dengan menggunakan statistik deskripti! sebagai berikut $ean (y) S 2i mana

y n

y S jumlah data dari hasil perlakuan S jumlah perlakuan

Sedangkan untuk memenuhi penelitian ini maka bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah menggunakan metode ana a dua jalur. :ntuk lebih jelasnya rancangan penelitian ini ditunjukkan pada tabel dibawah ini*

55
Ta%el 5.& Ran8angan Penelitian Pengaruh Pemanasan Bahan Bakar Bi $iesel -,12 Min+ak )arak/?12 * lar. terha$ap !an$ungan #as Buang Mesin Diesel Putaran Mesin &511 &411 &>11 ,,11 ,<11 C( @& @: @; @&1 @&5 Dengan Pemanas (, @, @< @? @&& @&: Tanpa Pemanas (, @A, @A< @A? @A&& @A&:

C(, @5 @4 @> @&, @&<

C( @A& @A: @A; @A&1 @A&5

C(, @A5 @A4 @B> @A&, @A&<

=eterangan sampel untuk desain eksperimen !aktorial dalam penelitian ini adalah sebagai berikut* F1, F8, F), F1(, F15 S Dmisi gas buang /0 mesin diesel yang dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. F', F3, F,, F11, F18 S Dmisi gas buang 0' mesin diesel yang dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. F5, F>, F-, F1', F13 S Dmisi gas buang /0' mesin diesel yang dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. FN1, FN8, FN), FN1(, FN15 S Dmisi gas buang /0 mesin diesel yang tidak dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. FN', FN3, FN,, FN11, FN18 S Dmisi gas buang 0' mesin diesel yang tidak

58 dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. FN5, FN>, FN-, FN1', FN13 S Dmisi gas buang /0' mesin diesel yang tidak dipanaskan pada persentase kandungan minyak jarak '(7 dengan putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. B. Cari%el Penelitian Arikunto ('((>*1'>) menyebutkan bahwa <Bariabel adalah gejala yang ber ariasi, yang mejadi objek penelitian9. 2alam penelitian ini terdapat 5 ariabel yaitu* 1. Bariabel bebas Bariabel bebas dalam penelitian ini yaitu* a. "ahan bakar biodiesel ('(7 minyak jarak-,(7 solar) yang dipanaskan dan tidak dipanaskan. b. Bariasi putaran mesin yaitu* 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. '. Bariabel terikat Bariabel terikat dalam penelitian ini yaitu* a. Dmisi gas buang mesin diesel (/0, 0', dan /0'). 5. Bariabel kontrol Bariabel kontrol dalam penelitian ini adalah* a. .emperatur kerja mesin diesel dan mesin dalam keadaan normal. b. Persentase kandungan minyak jarak pada solar sebesar '(7.

53 /. P pulasi $an *ampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh putaran mesin normal (standar). Pada penelitian ini diambil sampel pada putaran 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. Sedangkan sampel pada perbandingan campuran minyak jarak dengan solar yaitu '(7. Populasi dari gas buang diklasi!ikasikan menjadi ' yaitu* 1. +as beracun (/0, A0C, S0C, 4/, Partikulat) '. .idak "eracun ( A', 0', 4', /0') 2ari beberapa senyawa yang termasuk emisi gas buang diambil sampel gas /0 mewakili gas beracun dan sampel gas 0' dan /0' mewakili gas tidak beracun. D. (%jek Penelitian 2alam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah* 1. Engine stand mesin diesel jenis Aissan di laboratorium .eknik $esin :niersitas "rawijaya $alang. '. Persentase kandungan minyak jarak pada solar yaitu '(7. 5. Bariasi putaran mesin yaitu 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm dan '3(( rpm. E. Met $e Penelitian $etode yang digunakan penulis untuk memperoleh data-data selama melaksanakan penelitian adalah*

5> 1. 0bser asi "erupa pengamatan langsung ke lapangan, yaitu eri!ikasi ketersedian material dan peralatan sebelum melaksanakan penelitian. '. Studi literatur $empelajari minyak jarak dan konsumsi bahan bakar mesin diesel dari beberapa sumber, di antaranya* buku, internet, penelitian terdahulu, dan jurnal penelitian teknologi. 5. Studi laboratoris Studi laboratoris yang akan dilakukan meliputi pengambilan data-data dari hasil pengujian campuran bahan bakar. ". Instrumen Penelitian 2alam penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yang terdiri dari alat dan bahan yang digambarkan pada skema penelitian berikut ini*

#am%ar 5.& La+ ut Penelitian

5) 1. Alat Pada penelitian ini peralatan yang digunakan adalah* a. b. c. d. e. !. .angki pemanas bahan bakar. @embar obser asi untuk mencatat hasil pengukuran. 'oftware SPSS 18 untuk mengolah data hasil penelitian. .ool set, yaitu peralatan yang digunakan untuk tune up. .a! ometer, untuk mengukur putaran poros atau putaran mesin (rpm). Orsat apparatus, digunakan untuk mengukur emisi gas buang (/0, 0', /0').

'. "ahan Pada penelitian ini bahan yang digunakan adalah minyak jarak yang dicampur dengan solar dengan persentase '(7 serta solar murni. 5. $esin =endaraan a. $esin yang digunakan dalam penelitian ini adalah engine stand mesin diesel dire!t injeksi 8 langkah jenis Aissan. Spesi!ikasi mesin* Siklus ;umlah silinder Bolume langkah torak total 2iameter silinder Panjang langkah torak Perbandingan kompresi "ahan bakar Pendingin 2aya poros * 8 langkah *8 * '1>8 cm5 * ,5 mm * 1(( mm * '' * 1 * Solar * Air * 8) "4P E 5'(( #P$

5, $erk $odel * Aissan, .okyo /o @td * 2&D H 8) H 3( H 4S H AB

b. =ondisi mesin dalam keadaan standart (o(ersize (). c. Sebelum pengambilan data, mesin diesel yang akan digunakan obyek penelitian sebaiknya di tune-up terlebih dahulu. .une- up tersebut meliputi pembersihan !ilter udara, !ilter bahan bakar (solar), injektor, kerenggangan katup sehingga dapat ber!ungsi dengan baik sesuai dengan yang ada dalam buku manual. #. Pengam%ilan Data .empat dan waktu pelaksanaan penelitian yaitu di @aboratorium $otor "akar, :ni ersitas "rawijaya pada hari ;umNat > Pebruari '((- jam 18.(( &1" sampai selesai. Setelah alat-alat dan mesin diesel disiapkan seperti pada kondisi di atas, maka langkah selanjutnya adalah langkah pengambilan data, yaitu* 1) Pengisian bahan bakar solar yang telah dicampur dengan minyak jarak dengan kadar '(7 ') $enghidupkan mesin dengan pemanasan awal, untuk meyakinkan kondisi kerja mesin dan melakukan pemasangan perlengkapan penelitian. 5) $emasang saluran aliran gas buang dari knalpot kendaraan untuk disalurkan ke dalam tangki pamanas 8) $emasang saluran aliran gas buang dari knalpot kendaraan untuk disalurkan ke dalam orsat apparatus seperti gambar dibawah ini.

5-

#am%ar 5., (rsa$ Apparatus

Pada gambar di atas masing-masing tabung berisi* 1. .abung pengukur pertama berisi larutan /u/l2, untuk mengikat gas /0. 11. .abung pengukur kedua berisi larutan asam kalium pirogalik, untuk mengikat gas 0'. 111. .abung ketiga berisi larutan =04, untuk mengikat gas /0'. Adapun cara penggunaan orsat apparatus dapat dijelaskan pada keterangan di bawah ini* a) Set ketiga tabung 1, 11, 111 pada ketinggian tertentu dengan membuka kran A, ", / dan mengatur tinggi larutan pada tabung 1, 11, 111 dengan menaikturunkan gelas ", kemudian tutup kran A, ", / setelah didapatkan tinggi yang diinginkan. Posisi ini ditetapkan sebagai titik acuan. b) Aaikan air yang ada pada tabung ukur c sampai ketinggian air mencapai 3( ml dengan cara membuka kran 4 dengan menaikan gelas " setelah didapatkan tinggi yang diinginkan tutup kembali kran 4. c) Ambil gas buang dari saluran gas buang untuk diukur, salurkan melalui selang yang dimasukan ke dalam pipa 4. d) "uka kran 4 sehingga gas buang akan masuk dan mengakibatkan tinggi air yang ada ditabung ukur c akan berkurang.

8( e) Setelah tinggi air pada tabung ukur turun sebanyak 3( ml (sampai permukaan air mencapai angka () tutup kran 4 dan kita sudah memasukan Bolume gas buang sebanyak 3( ml. !) :ntuk mengukur kandungan /0' buka kran / supaya gas buang akan bereaksi dengan larutan yang ada pada tabung 111 dengan mengangkat dan menurunkan gelas " sebanyak 3-) kali. g) Setelah 3-) kali kembalikan posisi larutan 111 keposisi acuan pada saat set awal dan tutup kran / setelah didapatkan posisi yang diinginkan. h) "aca kenaikan permukaan air yang ada pada tabung ukur c. =enaikan permukaan air merupakan olume /0' yang ada pada 3( ml gas buang yang kita ukur. i) :ntuk mengukur kandungan /0 dan 0' ulangi langkah ! dan g, untuk kran A dan " pada tabung 1 dan 11. j) "aca kenaikan permukaan air pada tabung ukur c dengan acuan dari tinggi permukaan air sebelumnya. 3) $elakukan pengujian sesuai dengan rancangan penelitian. >) 2ata emisi gas /0 diperoleh dari , kali pengujian melalui pemanasan dan tanpa pemanasan bahan bakar pada putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. )) 2ata emisi gas 0' diperoleh dari , kali pengujian melalui pemanasan dan tanpa pemanasan bahan bakar pada putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm.

81 ,) 2ata emisi gas /0' diperoleh dari , kali pengujian melalui pemanasan dan tanpa pemanasan bahan bakar pada putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm. -) :ntuk langkah penelitian lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram aliran (flow ! art$ berikut ini*
Start

#am%ar 5.5 Pr se$ur Pengam%ilan Data

4. Teknik Pengumpulan Data .eknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data yang telah didapat dari hasil percobaan dan diisikan pada lembar obser asi pada tabel di atas. Pengumpulan data dilakukan dengan obser asi pada masing-masing bahan bakar, baik yang dipanaskan maupun tidak

=andungan minyak jarak pada solar '(7 pada putaran mesin 15(( rpm, 1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, dan '3(( rpm

Pengujian pemanasan bahan

Pengolahan 2ata

Analisis data

=esimpulan

Selesai

8' dipanaskan dan kemudian diukur emisi gas buang mesin diesel yang dihasilkan sesuai dengan kondisi putaran mesin diesel yang berbeda, sehingga diperoleh* 1) 2ata skor emisi gas buang mesin diesel yang dihasilkan melalui pemanasan pada putaran mesin yang berbeda, yaitu pada putaran 15(( rpm,1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, '3(( rpm. ') 2ata skor emisi gas buang mesin diesel yang dihasilkan tanpa melalui pemanasan pada putaran mesin yang berbeda, yaitu pada putaran 15(( rpm,1>(( rpm, 1-(( rpm, ''(( rpm, '3(( rpm. 1. Analisis Data Tang dimaksud dengan analisis data adalah proses mencari dan menghitung, mengolah seluruh data yang telah diperoleh dari hasil penelitian dan dilakukan secara sistematis melalui prosedur dan sesuai rencana yang telah dipilih. .eknik analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh dari ariabel bebas terhadap ariabel terikat baik secara terpisah (mandiri) maupun gabungan (interaksi) adalah teknik analisis komparati! yaitu analisis ano a dua jalan (&inarsunu, '(('*11'). Penggunaannya yaitu dengan menguji perbedaan antara kelompok-kelompok data yang berasal dari dua ariabel bebas atau lebih (&inarsunu, '(('*115). Analisis ini digunakan untuk menguji kebenaran dari hipotesis yang dirumuskan. 4ipotesis yang diuji signi!ikansinya ditulis sebagai berikut*

85 4o (4ipotesis nihil)* .idak ada perbedaan emisi gas buang mesin diesel terhadap proses pemanasan campuran '(7 minyak jarak pada solar dengan ariasi putaran mesin. 4i (4ipotesis alternati!)* Ada perbedaan emisi gas buang mesin diesel terhadap proses pamanasan campuran '(7 minyak jarak pada solar dengan ariasi putaran mesin. ;ika pengujian berpatokan pada tabel nilai I, maka hasil perhitungan untuk uji signi!ikansinya memiliki kriteria sebagai berikut* I hitung U I tabel S 4( ditolak 4i diterima
(&inarsunu, '(('*1)

I hitung P I tabel

S 4( diterima 4i tidak diterima

$enguji hipotesis yang diajukan untuk mengetahui perbedaan yang signi!ikan terhadap emisi gas buang yang dihasilkan dengan persentase '(7 kadar minyak jarak pada solar pada berbagai putaran mesin dengan menggunakan metode ano a dua jalur dengan tara! signi!ikan (,(1 dengan menggunakan program '-'' 3;.< )or =indows.

88

BAB IC HA*IL PENELITIAN

A. Deskripsi Data Setelah mengadakan penelitian, data yang diperoleh perlu dideskripsikanE dipaparkan terlebih dahulu kemudian setelah dianalisis hasilnya ditabelkan, tujannya adalah untuk menjelaskan data yang diperoleh agar tidak terjadi perbedaaan dalam mempersepsikan data. Persentase kandungan minyak jarak '(7 pada solar dengan berbagai ariasi putaran mesin baik yang dipanaskan maupun tidak dipanaskan merupakan data hasil penelitian yang akan diolah untuk membuktikan hipotesis, memiliki kecenderungan akan mengalami perubahan seiring putaran mesin yang diberikan. &. a. Hasil Pengujian Bahan Bakar * lar $an !an$ungan Min+ak )arak Min+ak )arak * (,,-> grEml * ),1, C 1(-8 m'Es * 1'1 V/ * ->55,185 calEgram

$assa jenis Biskositas .itik nyala Ailai kalor %. * lar $assa jenis Biskositas .itik nyala

* (,,8) grEml * 8,'5 C 1(-8 m'Es * )1 V/

83 Ailai kalor =elembaban relati! .ekanan * 1('55,)1' calEgram * )) 7 * )1> mm4g

Ta%el :.& Data Hasil Pengukuran !an$ungan Emisi #as C(= (,= C(, pa$a Bahan Bakar Min+ak )arak ,12 $an * lar ?12 2engan Pemanas /0 0' /0' ( ml ) ( ml ) ( ml ) 1.)3 >.83 3 (.-)3 3.1)3 '.-3 1.> 3.>)3 8.1)3 1.8)3 -.))3 8.'3 5.,'3 5.,'3 3.-3 .anpa Pemanas /0 0' /0' ( ml ) ( ml ) ( ml ) ' > ' 1., ,.' 8 1.8 ,.> 8 1.8 1(.> ' 5.8 8 >.>

Putaran $esin (rpm) 15(( 1>(( 1-(( ''(( '3((

B. Analisis Emisi #as Buang =omposisi gas buang dapat dihitung dengan persamaan berikut ini* B/0 .1((7 Beg =eterangan* /0 = B/0 S olume gas /0 B/0' S olume gas /0'
(Sumber* .eknik $esin, "rawijaya '((,)

0' =

B0 ' .1((7 Beg

/0 ' =

B/0 ' .1((7 Beg

B0' S olume gas 0' Beg S 3( ml.

Sebelum pengujian statistik dilakukan, populasi diuji dengan uji normalitas (normality test). .ujuannya adalah untuk melihat apakah populasi yang digunakan termasuk berdistribusi normal atau tidak. ;ika ternyata populasi yang dihasilkan berdistribusi normal, maka pengujian statistik dapat dilanjutkan dengan uji statistik parametrik, tetapi jika tidak terjadi distribusi normal maka uji statistik dilanjutkan dengan uji statistik non parametrik. Selain dilakukan normality test, populasi diuji juga dengan uji homogenitas ( omogenity test). .ujuannya adalah

8> untuk menguji apakah populasi yang digunakan berasal dari arian yang sama atau tidak. 2alam melakukan pengujian hipotesis dengan normality test dan omogenity test, peneliti menggunakan !asilitas software pengolah data '-'' 3;.< for windows. Sebagai hasil pengolahan data adalah sebagai berikut* Uji N rmalitas 4ipotesis* 4( S data berasal dari populasi yang terdistribusi normal 41 S data tidak berasal dari populasi yang terdistribusi normal :ji normalitas digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan sebagai berikut* ;ika 0symptoti! 'ignifi!an!e ('-tailed) O W ((,(1), maka 4o diterima ;ika 0symptoti! 'ignifi!an!e ('-tailed) P W ((,(1), maka 4o ditolak
Ta%el :., Uji N rmalitas *emua Caria%el Ao 1 ' 5 ;enis +as "uang /0 0' /0' Asymp.Sig (.,)' (.1-5 (.)1) =esimpulan "erdistribusi Aormal

=arena pada semua data gas buang nilai asymp.sig O (.(1 maka dapat disimpulkan bahwa data dari semua gas buang sudah berdistribusi normal Uji H m genitas 4ipotesis* 4o S data memiliki keragaman yang sama 41 S data memiliki keragaman yang tidak sama =riteria pengujian berdasarkan .est of 5omogeneity of +arian!es* ;ika Sig.I O (,(1, maka 4o diterima

8) ;ika Sig.I P (,(1, maka 4o ditolak


Ta%le :.5 Uji H m genitas *emua Caria%el Ao 1 ' 5 ;enis +as "uang /0 0' /0' Sig.I (.1)' (.81' (.>>1 =esimpulan #agam 4omogen

=arena pada semua data gas buang nilai sig.I O (.(1 maka dapat disimpulkam bahwa data dari semua gas buang sudah berdistribusi normal. Perhitungan data pada penelitian ini menggunakan pengujian ano a dua !aktor tanpa interaksi dan analisis ragam dua arah dengan interaksi. Alasan penggunaan analisis ini adalah untuk mencari apakah terdapat perbedaan hasil kadar /0, 0' dan /0' pada berbagai ariasi putaran mesin, pada kondisi pemanas dan pada interaksi antara keduanya.

C. Analisis Emisi #as C( &. Analisis Carian untuk Emisi #as C( Setelah diperoleh data perhitungan untuk emisi gas /0 dilakukan proses perhitungan statistik sehingga didapatkan tabel ano a untuk gas /0 sebagai berikut*
Ta%el :.: Data Hasil Pengukuran Emisi C( pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan Dengan Pemanas C( - ml . ' 1.> ' 1., 1.> Tanpa Pemanas C( - ml . ' ' ' ' '

Putaran Mesin -rpm. &511

Lanjutan Ta%el :.: Data Hasil Pengukuran Emisi C( pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui

8,
Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan Dengan Pemanas C( - ml . 1.> 1.> 1., 1.' 1 (., 1 1.' (., (., 1 1.8 1., 1.> 1.> 1., 1.> 1.> 1.8 1.> 1.8 1.> 1.' 1.> 1.> 1.8 1.8 8 8 5.> 5., 8 5., 5.> 5.> Tanpa Pemanas C( - ml . ' ' ' 1., 1., 1., 1., 1., 1., 1., 1., 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 1.8 5.8 5.8 5.8 5.8 5.8 5.8 5.8 5.8

Putaran Mesin -rpm. &511

&411

&>11

,,11

,<11

"erdasarkan data di atas, pengujian yang dilakukan adalah pengujian ano a dua !aktor tanpa interaksi. Sebelum melakukan pengujian ano a, maka ditetapkan dulu hipotesis yang melandasi pengujian ano a. 4ipotesis yang melandasi pengujian ano a untuk emisi /0 adalah*

8Untuk 'akt r k n$isi pemanas 4(* =ondisi pemanas tidak berpengaruh terhadap emisi /0 41* =ondisi pemanas berpengaruh terhadap emisi /0 Untuk 'akt r putaran mesin 4(* Putaran mesin tidak berpengaruh terhadap emisi /0 41* Putaran mesin berpengaruh terhadap emisi /0
Ta%el :.< Analisis Carian untuk Emisi C( Sumber =eragaman Putaran $esin =ondisi Pemanas Putaran $esin K =ondisi Pemanas Drror .otal ;= 3>.>'' (.(-, 5.,'' (.->( >1.3(' db 8 1 8 )( )=. 18.13> (.(-, (.-3> (.(18 Ihitung 1(5'.1)' ).18> >-.>)' Itabel 5.3-).(11 5.3-Sig. (.((( (.(((.(((

=esimpulan yang diperoleh* a) Ihitung Putaran $esin O Itabel Putaran $esin dan sig.IPutaran $esin P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya putaran mesin berpengaruh terhadap kadar /0 pada gas buang. b) Ihitung =ondisi Pemanas O Itabel =ondisi Pemanas dan sig.I =ondisi Pemanas P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar /0 pada gas buang. c) Ihitung Putaran $esin K =ondisi Pemanas O Itabel Putaran $esin K =ondisi Pemanas dan sig.I Putaran $esin K =ondisi
Pemanas

P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya interaksi antara

putaran mesin dengan kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar /0 pada gas buang.

3( ,. Pengujian Bergan$a untuk Emisi #as C( Pengujian berganda digunakan untuk melihat le el dari masing-masing !aktor yang mempengaruhi hasil analisis. Pengujian berganda dilakukan dengan menggunakan "A. ("eda Ayata .erkecil) apabila !aktor mempunyai lebih dari ' le el, sedangkan jika mempunyai ' !aktor, maka cukup menggunakan gra!ik saja. Prinsip perhitungan pengujian berganda dengan menggunakan uji "A. adalah dengan mencari nilai "A. kemudian mencari selisih pada setiap le el. ;ika selisihnya kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang sama, tetapi jika tidak kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang berbeda. Pengujian berganda untuk emisi gas /0 dilakukan berdasarkan pada putaran mesin, kondisi pemanas, dan interaksi antara keduanya, yaitu* a. Putaran Mesin BNTD t dbgalat
( E ' )

'( *.4 E n) = ','-1 '((,(18 E 1>) = (,(-3,

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie, 1--1*'1()


Ta%el :.4 Analisis BNT untuk Emisi C( Ber$asarkan Putaran Mesin P:.A#AAX$DS1A 2uncan(a,b ) A Subset ' 1,85)3 1,31'3 1,,)3( (,'51 (,()8 1,((( 5,>1'3 1,((( 5 8

1 1>(( #P$ 1> 1,5,)3 ''(( #P$ 1> 1,85)3 1-(( #P$ 1> 15(( #P$ 1> '3(( #P$ 1> Sig.

"erdasarkan hasil pengujian "A. di atas didapatkan bahwa kadar emisi /0 pada semua ariasi putaran mesin tidak memiliki kesamaan. Setiap putaran mesin menghasilkan kadar /0 yang berbeda.

31

#am%ar :.& #ra'ik !a$ar Emisi C( pa$a Cariasi Putaran Mesin

"erdasarkan gra!ik di atas, kadar emisi /0 mengalami kenaikan dan penurunan seiring dengan bertambahnya putaran mesin. Pada saat putaran mesin 15(( rpm sampai putaran mesin 1>(( rpm kadar emisi /0 terjadi penurunan yang signi!ikan. =emudian pada putaran mesin 1-(( rpm kadar emisi /0 mengalami kenaikan cukup signi!ikan. Pada saat putaran mesin ''(( rpm kadar emisi /0 mengalami penurunan tidak signi!ikan. Pada putaran mesin '3(( rpm kadar emisi /0 mengalami kenaikan yang cukup signi!ikan dan kadar emisi /0 mencapai titik tertinggi pada putaran tersebut. %. ! n$isi Pemanas Pada !aktor kondisi pemanas, le el yang dimiliki hanya ada dua, sehingga pengujian beda tidak dapat dilakukan dengan "A.. .etapi hanya dilakukan dengan gra!ik.

3'

#am%ar :., #ra'ik !a$ar Emisi C( Ber$asarkan ! n$isi Pemanas

"erdasarkan gra!ik di atas dapat dilihat bahwa kadar emisi /0 tertinggi terletak pada mesin yang tidak diberi pemanas. 8. Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas BNTD
( E ' ) t dbgalat '( *.4 E n) = ',-1 '((,(18 E ,) = (,1533

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie,1--1*'1() Ta%el :.; Analisis BNT untuk Emisi C( Ber$asarkan Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas P:.A#AAXPD$AAAS 2uncan(a )
1>(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 1-(( #P$ .AAPA PD$AAAS ''(( #P$ .AAPA PD$AAAS ''(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 1-(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 15(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 1>(( #P$ .AAPA PD$AAAS

A , , , , , , ,

1 (,-)3(

'

Subset !or alpha S (,(3 5 8 3

>

1,8((( 1,8((( 1,8)3( 1,>'3( 1,)3(( 1,,(((

35
Lanjutan Ta%el :.; Analisis BNT untuk Emisi C( Ber$asarkan Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas Subset !or alpha S (,(3 5 8 3 ',(((( 5,8((( 5,,'3( 1,((( (,'5' 1,((( (,5-> 1,((( 1,((( 1,(((

P:.A#AAXPD$AAAS
15(( #P$ .AAPA PD$AAAS '3(( #P$ .AAPA PD$AAAS '3(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS

A , , ,

'

>

Sig.

#am%ar :.5 #ra'ik !a$ar Emisi C( pa$a Cariasi Putaran Mesin $an ! n$isi Pemanas

"erdasarkan gra!ik di atas, kadar emisi /0 mengalami kenaikan dan penurunan baik pada saat mesin diberi pemanas maupun tidak diberi pemanas seiring dengan bertambahnya putaran mesin. Pada saat mesin diberi pemanas terjadi kenaikan dan penurunan kadar emisi /0. Pada saat putaran mesin 15(( rpm sampai putaran mesin 1>(( rpm kadar emisi /0 terjadi penurunan yang signi!ikan. =emudian pada saat putaran mesin 1-(( rpm kadar emisi /0 mengalami kenaikan cukup signi!ikan. Pada saat

38 putaran mesin ''(( rpm kadar emisi /0 mengalami penurunan tidak signi!ikan. Pada putaran mesin '3(( rpm kadar emisi /0 mengalami kenaikan yang cukup signi!ikan dan kadar emisi /0 mencapai titik tertinggi pada putaran tersebut. =adar emisi /0 mencapai titik paling rendah terjadi pada saat putaran mesin 1>(( rpm. Sedangkan kadar emisi /0 mencapai titik tertinggi pada putaran mesin '3(( rpm. Pada saat mesin tanpa pemanas terjadi kenaikan dan penurunan kadar emisi /0. Pada saat kenaikan putaran mesin mulai 15(( rpm sampai putaran mesin 1-(( rpm kadar emisi /0 terjadi penurunan. .erdapat kesamaan kadar emisi /0 pada saat putaran mesin 1-(( rpm dan ''(( rpm. Pada saat putaran mesin '3(( rpm kadar emisi /0 naik drastis dan mencapai titik tertinggi. =enaikan dan penurunan pada saat mesin tidak diberi pemanas dapat dikatakan cukup signi!ikan. D. Analisis Emisi #as (, 1. Analisis Carian untuk Emisi #as (, Setelah diperoleh data perhitungan untuk emisi gas 0' dilakukan proses perhitungan statistik sehingga didapatkan tabel ano a untuk emisi gas 0' sebagai berikut*
Ta%el :.? Data Hasil Pengukuran Emisi (, pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan Dengan Pemanas Tanpa Pemanas (, (, - ml . - ml . >., > &511 >.8 > > > Lanjutan Ta%el :.? Data Hasil Pengukuran Emisi (, pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan Putaran Mesin -rpm.

33
Putaran Mesin -rpm. Dengan Pemanas (, - ml . >.' >.8 >.> >., >.8 3.> 3.' 3 8.> 8., 3.> 3.' 3.8 > 3.8 3., > 3.> 3.' 3., 3.> 1( -.> 1( -.8 -., 1( -.> -., 8 8 5.> 5., 5., 8 5.> 5., Tanpa Pemanas (, - ml . > > > > > ,.' ,.' ,.' ,.' ,.' ,.' ,.' ,.' ,.> ,.> ,.> ,.> ,.> ,.> ,.> ,.> 1(.> 1(.> 1(.> 1(.> 1(.> 1(.> 1(.> 1(.> 8 8 8 8 8 8 8 8

&511

&411

&>11

,,11

,<11

"erdasarkan data di atas pengujian yang dilakukan adalah pengujian ano a dua !aktor tanpa interaksi. Sebelum melakukan pengujian ano a, maka ditetapkan dulu hipotesis yang melandasi pengujian ano a. 4ipotesis yang melandasi pengujian ano a untuk emisi 0' adalah*

3> Untuk 'akt r k n$isi pemanas 4(* =ondisi pemanas tidak berpengaruh terhadap emisi 0' 41* =ondisi pemanas berpengaruh terhadap emisi 0' Untuk 'akt r putaran mesin 4(* Putaran mesin tidak berpengaruh terhadap emisi 0' 41* Putaran mesin berpengaruh terhadap emisi 0'
Ta%el :.> Analisis Carian untuk Emisi (, Sumber =eragaman Putaran $esin =ondisi Pemanas Putaran $esin K =ondisi Pemanas Drror .otal ;= 5'8.'8, 55.,(( 8(.>,( '.3>( 8(1.',, db 8 1 8 )( )=. ,1.(>' 55.,(( 1(.1)( (.(5) Ihitung ''1>.35-'8.'1'),.(,> Itabel 5,3-),(11 5,3-Sig. (,((( (,((( (,(((

=esimpulan yang diperoleh* a) Ihitung Putaran $esin O Itabel Putaran $esin dan sig.IPutaran $esin P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya putaran mesin berpengaruh terhadap kadar 0' pada gas buang. b) Ihitung =ondisi Pemanas O Itabel =ondisi Pemanas dan sig.I =ondisi Pemanas P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar 0' pada gas buang. c) Ihitung Putaran $esin K =ondisi Pemanas O Itabel Putaran $esin K =ondisi Pemanas dan sig.I Putaran $esin K =ondisi
Pemanas

P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya interaksi antara

putaran mesin dengan kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar 0' pada gas buang.

3) ,. Pengujian Bergan$a untuk Emisi #as (, Pengujian berganda digunakan untuk melihat le el dari masing-masing !aktor yang mempengaruhi hasil analisis. Pengujian berganda dilakukan dengan menggunakan "A. ("eda Ayata .erkecil) apabila !aktor mempunyai lebih dari ' le el, sedangkan jika mempunyai ' !aktor maka cukup menggunakan gra!ik saja. Prinsip perhitungan pengujian berganda dengan menggunakan uji "A. adalah dengan mencari nilai "A. kemudian mencari selisih pada setiap le el. ;ika selisihnya kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang sama, tetapi jika tidak kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang berbeda. Pengujian berganda untuk emisi gas 0' dilakukan berdasarkan pada putaran mesin, kondisi pemanas, dan interaksi antara keduanya, yaitu* a. Putaran Mesin BNTD t dbgalat
( E ' )

'( *.4 E n) = ','-1 '((,(5) E 1>) = (,133),

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie, 1--1*'1() Ta%el :.&1 Analisis BNT untuk Emisi (, Ber$asarkan Putaran Mesin P:.A#AAX$DS1A 2uncan (a,b) '3(( #P$ 15(( #P$ 1>(( #P$ 1-(( #P$ ''(( #P$ Sig. Subset 1 ' 5 8 3 1> 5,-1'3 1> >,''3( 1> >,>,)3 1> ),15)3 1> 1(,1,)3 1,((( 1,((( 1,((( 1,((( 1,((( A

"erdasarkan pengujian "A. di atas didapatkan hasil bahwa kadar 0' pada semua ariasi putaran mesin tidak memiliki kesamaan. Setiap putaran mesin menghasilkan kadar 0' yang berbeda.

3,

#am%ar :.: #ra'ik C lume Emisi (, pa$a Cariasi Putaran Mesin

"erdasarkan dari gra!ik di atas dapat terlihat bahwa semakin besar putaran mesin maka kadar emisi 0' semakin tinggi. Aamun kejadian tersebut hanya berlaku hingga putaran mesin ''(( rpm, setelah itu kadar emisi 0' menurun. =adar emisi 0' tertinggi terjadi pada putaran mesin ''(( rpm dan kadar emisi 0' terendah terjadi pada putaran mesin '3(( rpm. %. ! n$isi Pemanas Pada !aktor kondisi pemanas, le el yang dimiliki hanya ada dua, sehingga pengujian beda tidak dapat dilakukan dengan "A.. .etapi hanya dilakukan dengan gra!ik.

#am%ar :.< #ra'ik !a$ar Emisi (, Ber$asarkan ! n$isi Pemanas

3"erdasarkan gra!ik di atas, dapat dilihat bahwa kadar emisi 0' tertinggi terletak pada mesin yang tidak diberi pemanas. 8. Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas BNTD t dbgalat
( E ' )

'( *.4 E n) = ','-1 '((,(5) E ,) = (,''(5()

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie, 1--1*'1() Ta%el :.&& Analisis BNT untuk Emisi (, Ber$asarkan Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas
P:.A#AAXPD$AAAS 2uncan(a) '3(( #P$ 2DA+AA D$AAAS '3(( #P$ .AAPA PD$AAAS 1>(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 1-(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 15(( #P$ .AAPA PD$AAAS 15(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 1>(( #P$ .AAPA PD$AAAS 1-(( #P$ .AAPA PD$AAAS ''(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS ''(( #P$ .AAPA PD$AAAS Sig. A , , , , , , , , , , (.()1 1.((( 1.((( 1.((( 1.((( 1.((( 1.((( 1.((( Subset !or alpha S (.(3 1 5.,'3( 8.(((( 3.1)3( 3.>)3( >.(((( >.83(( ,.'((( ,.>((( -.))3( 1(.>( (( 1.((( ' 5 8 3 > ) , -

>(

#am%ar :.4 #ra'ik !a$ar Emisi (, pa$a Cariasi Putaran Mesin $an ! n$isi Pemanas

"erdasarkan gra!ik di atas, kadar emisi 0' mengalami kenaikan dan penurunan baik pada saat mesin diberi pemanas maupun tidak diberi pemanas seiring dengan bertambahnya putaran mesin. Pada saat mesin diberi pemanas, kadar emisi 0' mengalami peningkatan dan penurunan yang signi!ikan. Pada saat putaran mesin 15(( rpm sampai putaran mesin 1>(( rpm kadar emisi 0' terjadi penurunan yang signi!ikan. =emudian kadar emisi 0' meningkat sampai putaran mesin ''(( rpm. Setelah itu kadar emisi 0' menurun drastis pada saat putaran mesin '3(( rpm dan mencapai titik terendah. Pada saat mesin tanpa diberi pemanas kadar emisi 0' meningkat seiring dengan bertambahnya putaran mesin. Peningkatan ini dapat dikatakan cukup signi!ikan sampai putaran mesin ''(( rpm. .etapi pada saat putaran mesin '3(( rpm kadar emisi 0' menurun sangat drastis dan mencapai titik terendah. Pada saat mesin dengan pemanas atau tanpa pemanas, putaran mesin pada saat mencapai titik terendah terjadi pada saat mesin berputar '3(( rpm.

>1 E. Analisis Emisi #as C(, &. Analisis Carian untuk Emisi #as C(, Setelah diperoleh data perhitungan untuk emisi gas /0' dilakukan proses perhitungan statistik sehingga didapatkan tabel ano a untuk emisi gas /0' sebagai berikut*
Ta%el :.&, Data Hasil Pengukuran Emisi C(, pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan Putaran Mesin -rpm. Dengan Pemanas C(, - ml . 3.' 8., 3.' 3 8., 8., 3.' 3 5.' '., 5.' 5 5 '., '.> 5 8.8 8.' 8.' 8.8 8 8 8.' 8 8.8 8.' 8.8 8 8.' 8.8 8.' 8.' > >.' 3., Tanpa Pemanas C(, - ml . ' ' ' ' ' ' ' ' 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 ' ' ' ' ' ' ' ' >.> >.> >.>

&511

&411

&>11

,,11

,<11

>'
Lanjutan Ta%el :.&, Data Hasil Pengukuran Emisi C(, pa$a Cariasi Putaran Mesin Melalui Pr ses Dipanaskan $an Ti$ak Dipanaskan

Putaran Mesin -rpm.

,<11

Dengan Pemanas C(, - ml . > 3.> >.' 3., >

Tanpa Pemanas C(, - ml . >.> >.> >.> >.> >.>

"erdasarkan data di atas, pengujian yang dilakukan adalah pengujian ano a dua !aktor tanpa interaksi. Sebelum melakukan pengujian ano a, maka ditetapkan dulu hipotesis yang melandasi pengujian ano a. 4ipotesis yang melandasi pengujian ano a untuk emisi /0' adalah* Untuk 'akt r k n$isi pemanas 4(* =ondisi pemanas tidak berpengaruh terhadap emisi /0' 41* =ondisi pemanas berpengaruh terhadap emisi /0' Untuk 'akt r putaran mesin 4(* Putaran mesin tidak berpengaruh terhadap emisi /0' 41* Putaran mesin berpengaruh terhadap emisi /0'
Ta%el :.&5 Analisis Carian untuk Emisi C(' Sumber =eragaman Putaran $esin =ondisi Pemanas Putaran $esin K =ondisi Pemanas Drror .otal ;= 1('.-(, 11.1(1 31.5)' 1.1)3 1>>.33> db 8 1 8 )( )=. '3.)') 11.1(1 1'.,85 (.(1) Ihitung 135'.>)' >>1.5(> )>3.113 Itabel 5,3-),(11 5,3-Sig. (,((( (,((( (,(((

>5 =esimpulan yang diperoleh* a) Ihitung Putaran $esin O Itabel Putaran $esin dan sig.IPutaran $esin P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya putaran mesin berpengaruh terhadap kadar /0' pada gas buang. b) Ihitung =ondisi Pemanas O Itabel =ondisi Pemanas dan sig.I =ondisi Pemanas P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar /0' pada gas buang. c) Ihitung Putaran $esin K =ondisi Pemanas O Itabel Putaran $esin K =ondisi Pemanas dan sig.I Putaran $esin K =ondisi
Pemanas

P (,(1, maka dapat diambil keputusan tolak 4(. Artinya interaksi antara

putaran mesin dengan kondisi pemanas berpengaruh terhadap kadar /0' pada gas buang. ,. Pengujian Bergan$a untuk Emisi #as C(, Pengujian berganda digunakan untuk melihat le el dari masing-masing !aktor yang mempengaruhi hasil analisis. Pengujian berganda dilakukan dengan menggunakan "A. ("eda Ayata .erkecil) apabila !aktor mempunyai lebih dari ' le el, sedangkan jika mempunyai ' !aktor, maka cukup menggunakan gra!ik saja. Prinsip perhitungan pengujian berganda dengan menggunakan uji "A. adalah dengan mencari nilai "A. kemudian mencari selisih pada setiap le el. ;ika selisihnya kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang sama, tetapi jika tidak kurang dari nilai "A. maka kedua le el tersebut diberi notasi huru! yang berbeda. Pengujian berganda untuk emisi gas /0' dilakukan berdasarkan pada putaran mesin, kondisi pemanas, dan interaksi antara keduanya, yaitu*

>8 a. Putaran Mesin BNTD


( E ' ) t dbgalat

'( *.4 E n) = ','-1 '((,(1) E 1>) = (,1(33-5''

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie, 1--1*'1() Ta%el :.&: Analisis BNT untuk Emisi C(, Ber$asarkan Putaran Mesin P:.A#AAX$DS1A 2uncan(a,b ) ''(( #P$ 1>(( #P$ 15(( #P$ 1-(( #P$ '3(( #P$ Sig. A 1> 1> 1> 1> 1> Subset 1 5,1'3( ' 5,8)3( 5,3((( 8,(,)3 1,((( (,3,) 1,((( >,')3( 1,((( 5 8

"erdasarkan pengujian "A. diatas didapatkan hasil bahwa kadar emisi /0' pada semua ariasi putaran mesin tidak memiliki kesamaan. Setiap putaran mesin menghasilkan kadar emisi /0' yang berbeda.

#am%ar :.; #ra'ik C lume Emisi C(, pa$a Cariasi Putaran Mesin

2ari gra!ik di atas dapat terlihat bahwa kadar emisi /0' mengalami kenaikan dan penurunan. Pada saat putaran mesin 15(( rpm sampai putaran mesin 1>(( rpm, kadar emisi /0' terjadi penurunan tidak signi!ikan. Setelah itu pada saat mesin berputar 1-(( rpm, kadar emisi /0' mengalami peningkatan cukup signi!ikan, kemudian pada saat putaran ''(( rpm kadar emisi /0' menurun cukup signi!ikan. Setelah itu kadar emisi /0' mencapai titik puncak pada saat putaran mesin '3(( rpm.

>3 %. ! n$isi Pemanas Pada !aktor kondisi pemanas, le el yang dimiliki hanya ada dua, sehingga pengujian beda tidak dapat dilakukan dengan "A.. 4anya dilakukan dengan gra!ik.

#am%ar :.? #ra'ik !a$ar Emisi C(, Ber$asarkan ! n$isi Pemanas

"erdasarkan gra!ik di atas dapat dilihat bahwa kadar emisi /0' tertinggi terletak pada mesin yang diberi pemanas. 8. Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas
( E ' )

BNTD t dbgalat

'( *.4 E n) = ','-1 '((,(1) E 1>) = (,18-55

(#obert +.2 dan ;ames 4. .orrie, 1--1*'1() Ta%el :.&< Analisis BNT untuk Emisi C(, Ber$asarkan Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas
P:.A#AAXPD$AAAS 2uncan(a) 15(( #P$ .AAPA PD$AAAS ''(( #P$ .AAPA PD$AAAS 1>(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS A , , , Subset !or alpha S (.(3 5 8 3

1 '.(((( '.((((

'

>

'.-3((

>>
Lanjutan Ta%el :.&< Analisis BNT untuk Emisi C(, Ber$asarkan Interaksi antara Putaran Mesin $engan ! n$isi Pemanas
Subset !or alpha S (.(3 5 8 3 8.(((( 8.(((( 8.1)3( 8.'3(( 3.(((( 3.-3(( >.>((( 1.((( 1.((( 1.((( .'31 1.((( 1.((( 1.(((

P:.A#AAXPD$AAAS 1>(( #P$ .AAPA PD$AAAS 1-(( #P$ .AAPA PD$AAAS 1-(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS ''(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS 15(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS '3(( #P$ 2DA+AA PD$AAAS '3(( #P$ .AAPA PD$AAAS Sig.

A , , , , , , ,

'

>

#am%ar :.> #ra'ik !a$ar Emisi C(, pa$a Cariasi Putaran Mesin $an ! n$isi Pemanas

Pada saat menggunakan pemanas, kadar emisi /0' mengalami kenaikan dan penurunan. Pada saat putaran 1>(( rpm, kadar emisi /0' mengalami penurunan yang signi!ikan. =emudian pada saat 1-(( rpm, kadar emisi /0' mengalami kenaikan hingga titik '3(( rpm dimana di titik tersebut, kadar emisi /0' berada di titik tertinggi.

>) Pada saat mesin tanpa diberi pemanas, kadar emisi /0' meningkat seiring bertambahnya putaran mesin. Aamun pada saat putaran mesin ''(( rpm kadar emisi /0' menurun drastis dan mencapai titik terendah kemudian meningkat dan mencapai titik tertinggi pada saat putaran mesin '3(( rpm. 2ari keduanya, dapat dilihat bahwa kadar emisi /0' tertinggi terjadi ketika mesin berputar '3(( rpm. Sedangkan titik terendah pada mesin dengan pemanas terjadi pada saat mesin berputar 1>(( rpm sedangkan pada mesin tanpa pemanas titik terendah terjadi pada saat mesin berputar ''(( rpm.

>,

BAB C PEMBAHA*AN

Setelah dilakukan pengambilan data terhadap obyek penelitian, kemudian data tersebut diolah dan dianalisis untuk menguji hipotesa yang telah diajukan bahwa hipotesis tersebut diterima atau ditolak. Sehingga dapat diketahui ada tidaknya hubungan yang signi!ikan antara persentase kandungan minyak jarak '(7 pada solar dengan ariasi putaran mesin dan interaksi keduanya terhadap emisi /0, 0', dan /0' mesin diesel baik yang dipanaskan maupun tidak dipanaskan. A. Hasil Analisis Emisi C( "erdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel 8.> untuk emisi gas buang /0 didapatkan hasil bahwa putaran mesin dan pemanasan minyak jarak '(7 pada solar berpengaruh terhadap kandungan emisi /0. =andungan kadar emisi /0 seiring dengan bertambahnya putaran mesin mengalami kenaikan dan penurunan, yaitu kenaikan terjadi pada putaran mesin 1-(( rpm dan '3(( rpm. Sedangkan penurunan terjadi pada putaran 1>(( rpm dan ''(( rpm. =adar emisi /0 tertinggi terjadi ketika putaran mesin '3(( rpm, sedangkan kadar /0 terendah terjadi ketika putaran mesin 1>(( rpm. $ohlis, $ ('(()*8,) menyimpulkan* semakin tinggi temperatur bahan bakar menyebabkan perubahan karekteristik bahan bakar, terutama pada iskositas bahan bakar menjadi lebih rendah dan lebih mudah terjadi atomisasi bahan bakar sehingga cepat menguap. "utiran bahan bakar yang disemprotkan

>keruang silinder saat akselerasi menjadi lebih halus yang menyebabkan terjadinya proses pencampuran udara yang lebih homogen dan bahan bakar lebih mudah terbakar di dalam silinder. Proses atomisasi dan penetrasi semprotan bahan bakar ini berpengaruh pada proses pembentukan emisi gas buang mesin diesel terutama kandungan emisi /0 yang semakin menurun. Pulkrabek ('((5) menyimpulkan* salah satu penyebab terjadinya gas karbon monoksida adalah ketika bahan bakar dan udara tidak bercampur secara homogen karena olakan yang terjadi saat kompresi jelek. Pada saat mesin putaran rendah, pembakaran campuran bahan bakar dan oksigen tidak optimal sehingga kandungan gas /0 terjadinya cenderung turun. Sedangkan pada saat mesin putaran tinggi komponen /0 cenderung naik karena campuran sedikit kaya. Pengaruh pemanasan kandungan minyak jarak '(7 pada solar mempengaruhi kadar emisi /0. 4al ini terbukti pada saat mesin tidak diberi pemanas, kadar emisi /0 mengalami kenaikan yang signi!ikan dibandingkan pada saat mesin diberi pemanas. B. Hasil Analisis Emisi (, "erdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel 8.1( untuk emisi gas buang 0' didapatkan hasil bahwa putaran mesin dan pemanasan minyak jarak '(7 pada solar berpengaruh terhadap kandungan emisi 0'. =andungan kadar emisi 0' setiap putaran mesin mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya putaran mesin. =enaikan tersebut terjadi sampai mesin pada putaran ''(( rpm. Sedangkan pada saat putaran mesin '3(( rpm kadar emisi 0' mencapai titik terendah.

)( .erjadinya kenaikan dan penurunan kandungan emisi gas buang 0' pada setiap putaran mesin disebabkan karena adanya kenaikan dan penurunan temperatur bahan bakar akibat adanya pemanasan bahan bakar. Selain itu pemanasan bahan bakar mempunyai pengaruh yang cukup signi!ikan terhadap kandungan emisi 0' pada saat proses pembakaran, karena dengan adanya pemanasan pada bahan bakar kandungan emisi 0' pada gas buang akan menurun. =ejadian ini disebabkan karena pada proses pembakaran bahan bakar terjadi campuran yang ideal ($ohlis, $. '(()*8,). Pengaruh pemanasan kandungan minyak jarak '(7 pada solar terhadap kadar emisi 0' yaitu pada saat mesin tidak diberi pemanas, kadar emisi 0' mencapai nilai tertinggi dan pada saat mesin diberi pemanas, kadar emisi 0' mengalami penurunan. C. Hasil Analisis Emisi C(, "erdasarkan data yang telah diperoleh pada tabel 8.18 untuk emisi gas buang /0' didapatkan hasil bahwa putaran mesin dan pemanasan minyak jarak '(7 pada solar berpengaruh terhadap kandungan emisi /0'. Semakin besar putaran mesin maka kadar emisi /0' semakin tinggi, namun pada saat putaran mesin ''(( rpm kadar emisi /0' menurun drastis mencapai titik paling rendah. =emudian meningkat drastis dan mencapai titik tertinggi pada putaran mesin '3(( rpm. Pada pengujian ini kadar emisi 0' tertinggi terjadi pada saat mesin putaran ''(( rpm, sedangkan kadar emisi 0' terendah terjadi pada saat mesin putaran '3(( rpm. Pada prinsipnya, setiap pembakaran akan menghasilkan /0' (sebagai sampah) dan 0' terpakai (sebagai pembakar). 2alam pembakaran yang sempurna, /0' harus tinggi dan 0' rendah (www.kompas.com).

)1 2ari literatur disebutkan bahwa pada saat pengeluaran gas buang, seharusnya gas /0 tidak terbentuk walaupun mesin mencapai daya maksimal. Akan tetapi bahan bakar yang dimasukkan pada daerah miskin oksigen tidak akan terbakar habis menjadi gas /0'. =ejadian ini dikarenakan sebagian oksigen telah habis sebelum !ase injeksi bahan bakar terjadi. (Sudarmanta, ". '((3). Pengaruh pemanasan kandungan minyak jarak '(7 pada solar mempengaruhi kadar emisi /0'. Pada saat mesin diberi pemanas, kadar emisi /0' mencapai nilai tertinggi. Sedangkan pada saat mesin tidak diberi pemanas kadar emisi /0' mencapai nilai terendah. Selain itu penyebab rendahnya pembakaran /0' antara lain campuran bahan bakar yang salah atau buruknya kualitas bahan bakar. 4al ini membuktikan bahwa interaksi antara putaran mesin dan kondisi pemanas mempengaruhi kadar emisi /0'.

)'

BAB CI PENUTUP

A. !esimpulan "erdasarkan hasil analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa* 1. Putaran mesin mempengaruhi kadar emisi /0, 0', dan /0' . 2imana dari berbagai ariabel putaran mesin titik tertinggi kadar emisi /0 terjadi pada putaran mesin '3(( rpm, kadar emisi 0' terjadi pada putaran mesin ''(( rpm dan kadar emisi /0' terjadi pada putaran mesin '3(( rpm. Sedangkan titik terendah kadar emisi /0 terjadi pada putaran mesin 1>(( rpm, kadar emisi 0' terjadi pada putaran mesin '3(( rpm dan kadar emisi /0' terjadi pada putaran mesin ''(( rpm. '. =ondisi pemanasan bahan bakar mempengaruhi kadar emisi /0, 0', dan /0'. 2imana pada saat mesin diberi pemanas, kadar emisi /0 dan 0' mengalami penurunan sedangkan kadar emisi /0' mengalami peningkatan. 5. 1nteraksi antara putaran mesin dan kondisi pemanas mempengaruhi kadar emisi /0, 0', dan /0'. 2imana untuk kadar emisi /0 nilai tertinggi terjadi ketika mesin diberi pemanas dan memiliki putaran mesin '3(( rpm, untuk kadar emisi 0' terjadi ketika mesin tidak diberi pemanas dan memiliki putaran ''(( rpm dan untuk kadar emisi /0' terjadi ketika mesin tidak diberi pemanas dan memiliki putaran mesin '3(( rpm. Sedangkan nilai terendah untuk kadar emisi /0 terjadi ketika mesin diberi pemanas dan memiliki putaran mesin

)5 1>(( rpm, untuk kadar emisi 0' diberi pemanas dan memiliki putaran '3(( rpm dan untuk kadar emisi /0' terjadi ketika mesin tidak diberi pemanas dan memiliki putaran mesin 15(( dan ''(( rpm. B. *aran "erdasarkan kesimpulan yang diperoleh, beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti antara lain* 1. Pada penelitian berikutnya, ada peluang untuk melakukan penelitian pemanasan bahan bakar biodiesel terhadap persentase kandungan minyak jarak pada solar dengan berbagai macam persentase dan perlu ditingkatkan sampai kandungan 1((7. '. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan emisi gas buang yang lain terutama gas-gas yang beracun yang dapat menimbulkan polusi. 3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh kenaikan suhu bahan bakar terhadap kandungan emisi gas buang. 8. Penelitian pemanasan bahan bakar ini dapat diaplikasikan pada jenis mesin diesel yang lainnya.

)8 DA"TAR RU)U!AN

Arikunto, Suharsimi. '((>. /et 1B. -rosedur -enelitian 'uatu -ende7atan -ra7ti7. ;akarta* #ineka /ipta. Arismunandar, &iranto. 1-,5. /otor Diesel -utaran .inggi, ;akarta* P.. Pradnya Paramita. "io-technology #esearch /enter. '((3. "andung* 1." Press. @aboratorium $ortor "akar. '((,. -anduan &eng7ap /otor :ensin dan Diesel. $alang* :ni ersitas "rawijaya. =aryanto, D. 1---. -anduan Reparasi /esin Diesel Dasar Operasi 'er(i!e. ;akarta* Pedoman 1lmu ;aya. =osim, Aanang. '((-. -engaru -ersentase *andungan /inya7 %ara7 -ada 'olar .er adap Emisi 4as :uang dan *ebisingan /esin Diesel. Skripsi tidak diterbitkan. $alang* ;urusan .eknik $esin, Iakultas .eknik, :ni ersitas Aegeri $alang. $ohlis, $. '((). -engaru -emanasan :a an :a7ar 'olar /elalui 1pper .an7 Radiator ter adap *onsumsi :a an :a7ar dan *epe7atan 0sap 4as :uang pada /esin Isuzu -anter. Skripsi tidak diterbitkan. Semarang* ;urusan .eknik $esin, Iakultas .eknik, :ni ersitas Aegeri Semarang. $uhammad Ai6am .ristino. '((>. 'tudi E"perimen -engaru -enamba an :iodiesel %atrop a Cur!as &inn # <-2< $ , -ada 'olar .er adap 1n>u7 *er>a /esin -utaran *onstan. Skripsi tidak diterbitkan. Surabaya* ;urusan =imia, Iakultas $1PA, 1nstitut .eknologi Sepuluh Aopember. Aur Alam Syah, Andi. '((>. :iodiesel %ara7 -agar. "ogor* Agromedia Pustaka. Petrucci, #alp.4. 1-,). *imia Dasar--rinsip dan .erapan /odern. Ddisi 8. Drlangga. Prihandana, #ama. '((>. /eng asil7an :iodiesel /ura . ;akarta* Agromedia Pustaka. Pulkrabek, &illard.&. '((5. Engineering )undamentals of t e Internal Combustion Engine. :ni ersity o! &isconsin. Soenarta, Aakoela. 1-,3. /otor 'erba 4una. ;akarta* P.. Pradnya Paramita.

)3 Steel, #obert +.2. 1--5. -rinsip dan -rosedur 'tatisti7a. ;akarta* P.. +ramedia Pustaka :tama. Sudarmanta, "ambang., #achimoellah, $. % &inardi, S. '((). *ara7terisasi -emba7aran Campuran :iodiesel dan )ossil Diesel pada /otor Diesel I>e7si &angsung /elalui -ende7atan 0nalisis 5eat Release. Surabaya* ;urusan .eknik $esin, I.1, 1.S. Sudarmanta, "ambang. '((3. 0nalisis Emisi *arbon /ono7sida #CO$ dan 5idro7arbon #5C$ pada *endaraan /esin Diesel dengan :a an :a7ar :iodiesel /inya7 %ara7. Surabaya* ;urusan .eknik $esin, I.1, 1.S. .irtoatmojo, #. % &illiyanto. 1---. -ening7atan 1n>u7 *er>a /otor Diesel dengan -enamba an -emanasan 'olar. Surabaya* ;urusan .eknik $esin, Iakultas .eknik, :ni ersitas =risten Petra. &ardhana, 1.A.+. 1--3. :a an :a7ar dan .e7nologi -emba7aran. $alang* ;urusan .eknik $esin, Iakultas .eknik, :ni ersitas "rawijaya. http*EEwww.S lele.comEjatrophaplant.htm. diakses ') ;uli '((,. http*EEwww.ristek.go.idE!ile uploadElainXlainEbiodieselEproses.htm. diakses ') ;uli '((,. http*EEid.wikipedia.orgEwikiErudol!-diesel. diakses ') ;uli '((,. http*EEwww.lemigas.esdm.go.id. diakses 13 $ei '((-. http*EE www.energi@1P1.go.id. diakses 13 $ei '((-. http*EE www.plasaotomoti!.com. diakses 13 $ei '((-. http*EEwww.kompas.comEkompas-cetakE(8(3E18E0tomoti!E1('8,((.htm. diakses , ;uni '((-.