Anda di halaman 1dari 5

PEMERIKSAAN FISIK PADA ABDOMEN

PENDAHULUAN

Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit (Wikipedia. 2010). Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Rekam medis dan pemeriksaan fisik akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan pasien. Biasanya, pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis, mulai dari bagian kepala dan berakhir pada anggota gerak. Setelah pemeriksaan organ utama diperiksa dengan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi, beberapa tes khusus mungkin diperlukan seperti test neurologi. Untuk bisa melakukan pemeriksaan fisik yang tapat dan akurat maka diperlukan suatu pengetahuan tentang bagaimana anatomi dan fisiologi fisik. Dengan demikian nantinya bisa ditentukan apakah pemeriksaan fisik yang dilakukan itu memberikan hasil yang normal ataukah abnormal. Dengan petunjuk yang didapat selama pemeriksaan riwayat dan fisik, ahli medis dapat menyususn sebuah diagnosis diferensial, yakni sebuah daftar penyebab yang mungkin menyebabkan gejala tersebut. Beberapa tes akan dilakukan untuk meyakinkan penyebab tersebut. Sebuah pemeriksaan yang lengkap akan terdiri diri penilaian kondisi pasien secara umum dan sistem organ yang spesifik. Dari berbagai bagian pemeriksaan fisik yang biasa dilakukan kepada pasien, makalah ini memfokuskan untuk membahas bagaimana pemeriksaan fisik khususnya pada abdomen. Makalah ini membahas entang bagaimana anatomi dan fisiologi tubuh khususnya pada abdomen, kemudian pemeriksaan apa saja yang bisa dilakukan pada abdomen, serta abnormalitas yang mungkin ditemukan dalam abdomen.

BAB I ANATOMI DAN FISIOLOGI ABDOMEN

Abdomen merupakan suatu bagian tubuh yang menyerupai rongga tempat beberapa organ-organ penting tubuh yaitu lambung, usus, pankreas, hati, limpa serta ginjal. Abdomen merupakan lokasi dari beberapa sistem yang dimiliki tubuh, diantaranya Sistem Pencernaan, Sistem Perkemihan, Sistem Endokrin, serta Sistem Reproduksi. Dalam melakukan pengkajian atau pemeriksaan, perawat harus memahami struktur anatomi perut yang meliputi daerah-daerah/ bagian dan batas-batas perut. 1.1 Pembagian Abdomen Untuk memudahkan kita mengenali letak topografi dari perut dan dada, Dr. Djoko Setijadji Rahardjo. DTMH (2001) menjelaskan adanya garis-garis yang dijadikan pedoman antara lain : 1. Linea Media Anterior Yakni garis imajiner yang ditarik dari ujung sternum (lekuk supra sternum/sulcus jugularis), lurus ke bawah sampai ke symphisis melalui umbilicus ke atas ke kepala tepat lewat glabella terus ke atas sampai vertex. 2. Linea Mamilaris (Linea Medio Clavicularis) Yakni garis imaginer yang ditarik dari pertenggahan clavicula lurus terus kebawah sampai pada lipatan pangkal paha. 3. Linea Sternalis Yakni garis imajiner yang ditarik dari tepi pertemuan tulang costa dengan sternum, dari atas ke bawah pada arcus costae. 4. Linea Para Sternalis Yakni garis imajiner yang ditarik dari atas kebawah yang berada dari pertengahan antara linea mamilaris dengan linea sternalis. 5. Linea Maxilaris Yakni garis imajiner yang ditarik lurus dari atas kebawah dimulai dari tepi depan ketiak sampai ke spina iliaka superior anterior. 6. Bidang Trans Pylorik Yakni bidang imajiner yang ditarik dari kedua ujung arcus costae kanan dan kiri.

7. Bidang Trans Tuberkuler Yakni bidang imajiner yang ditarik dari kedua spina illiaka superior anterior. Sehingga dengan demikian bila kita mencermati tubuh kita ( thorax dan abdomen ), akan terbagi menjadi 9 bagian atau biasa disebut dengan region, diantaranya : a. Regio Hypochondrica Dextra Yakni regio yang dibatasi oleh kanan linea maxillaris dextra, bawah oleh bidang trans pylorik, kiri oleh linea mamillare/linea medio clvicularis dextra. b. Regio Epigrastica Yakni region yang dibatasi oleh linea mamillar/linea medio clavicularis dextra dan linea mamillaris sinistra, sebelah bawah oleh bidang trans pylorik. c. Regio Hypochondrica Sinistra Regio yang dibatasi sebelah kiri oleh linea maxilaris sinistra dan kanan oleh linea mamillaris/linea medio clavicularis sinistra, bagian bawah oleh bidang trans pylorik. d. Regio Lateralis Dextra Regio yang dibatasi oleh sebelah kanan linea maxillaris dextra, sebelah kiri oleh linea medio clavicularis dextra, sebelah atas oleh bidang trans pylorik dan pada bagian bawah oleh bidang transtuberkuler. e. Regio Umbilikalis Yakni region yang dibatasi oleh sebelah atas bidang trans pylorik, sebelah kanan oleh linea medio clavicularis dextra dan bagian bawah dibatasi oleh bidang tuberkularis, disebelah kiri dibatasi oleh linea medio clavicularis sinistra. f. Regio Lateralis Sinistra Regio yang dbatasi oleh sebelah kanan linea medio clavikularis dextra, sebelah atas oleh bidang trans pylorik, sebelah kiri dibatasi oleh linea maxilaris sinistra, bagian bawah dibatasi oleh bidang trans tuberkularis. g. Regio Inguinalis Dextra Yakni region yang dibatasi oleh kanan spina illiaca superior anterior dextra, sebelah atas oleh bidang trans tuberkularis, sebelah kiri oleh linea medio clavicularis dextra, sebelah bawah oleh tepi dari lipatan paha, jadi bentuk region ini adalah berbentuk segitiga.

h. Regio Pubica Yakni region yang dibatasi oleh bidang trans tuberkularis, sebelah bawah sepanjang lipatan paha dan melintas pubis, sampai kekiri dibatasi oleh linea medio clavicularis sinistra. i. Regio Inguinalis Sinistra Yakni region yang dibatasi oleh sebelah kanan oleh linea medio clavicularis sinistra, sebelah atas oleh bidang trans tuberkularis sinistra, bagian kiri oleh spina illiaca superior anterior sinistra. 1.2 Organ-organ yang terdapat di dalam Abdomen 1.2.1 Lambung Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. Terdiri dari 3 bagian yaitu: kardia, fundus, dan antrum. Lambung biasanya memiliki bentuk J,dan terletak di kuadran kiri atas abdomen. Terletak dibawah diafragma didepan pancreas dan limpa, menempel disebelah kiri fundus uteri. Fungsi Lambung 1. Menampung makanan, menghaluskan dan menghaluskan makanan oleh peristaltic lambung dan getah lambung, 2. Getah cerna lambung yang dihasilkan : a. Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino atau albumin dan pepton. b. Asam garam (HCL), fungsinya mengasamkan makanan sebagai antiseptic dan disinfektan dan membuat suasana asam pada pepsinogen sehingga menjadi pepsin. c. Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen (kasinogen dan protein susu). d. Lapisan lambung jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang merangsang sekresi getah lambung. 1.2.2 Pankreas Pankreas merupakan sekumpulan kelenjar yang strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah, panjangnya kira-kira 15cm, lebar 5cm mulia dari duodenum sampai ke limpa, dan beratnya rata-rata 60-90 gram. Pankreas terbantang pada vertebra lumbalis I dan II di belakang lambung.

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Sekresi Pankreas 1. Hormon Insulin. Hormone ini langsung dialirkan kedalam darah tanpa melewati duktus. Sel-sel kelenjar yang menghasilkan insulin ini termasuk sel kelenjar endokrin. Kumpulan sel ini berbentuk seperti pulau-pulau, yang disebut pulau langerhans