Anda di halaman 1dari 3

GEOKIMIA BAB II BUMI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN ALAM SEMESTA Sifat Alam Semesta Bumi adalah bagian dari

tata surya, yang terdiri atas matahari, planet-planet dan satelitnya, asteroid, komet dan meteorit. Matahari adalah satu-satunya bintang dalam galaksi kita, yang mungkin terdiri atas lebih dari 1011 bintang dan memiliki bentuk seperti lensa dengan diameter sekitar 70000 tahun cahaya (1 tahun cahaya 1013km). Selain galaksi kita sendiri, terdapat sangat banyak susunan bintang dengan ukuran yang hampir sama. Susunan ini, nebulae extragalactic, tersebar cukup merata di angkasa, yang terdekat dengan kita adalah nebulae andromeda dengan jarak sekitar 1000000 tahun-cahaya. Spektrum nebulae ini menunjukkan perpindahan garis menjelang akhir merah spektrum ini, pergeseran merah ini hampir sebanding dengan jarak mereka. Perpindahan merah ini dikenal sebagai efek Doppler yang disebabkan oleh resesi nebula dengan dengan kecepatan yang sebangding dengan jaraknya dan memimpin kepada perluasan alam semesta. Bagian terbesar dari teori perluasan alam semesta masih sangat spekulatif; untuk alasan ini kesimpulan didasarkan pada teori juga ikut serta mengambil bagian dari karakter spekulatif ini. Usia Alam Semesta Teori tentang suatu perkembang, alam semesta yang dinamis menyatakan secara tidak langsung bahwa alam semesta telah dan sedang mengalami evolusi. Bila kita kembali memperhitungkan saat ketika alam semesta sedang dalam keadaan terikat pada satu titik, atau ketika semua zat di alam semesta terkonsentrasi pada suatu wilayah yang sangat kecil. Ini adalah sebuah kebiasaan untuk menganggap keadaan ini sebagai keadaan primitif dan
untuk memperhitungkan usia astronomi alam semesta dari zaman ini. Dengan asumsi-asumsi

tertentu mengenai tingkat ekspansi usia astronomi alam semesta terhitung menjadi sekitar

11x109 tahun. Pandangan lainnya ---teori keadaan mantap--- adalah bahwa alam semesta selalu lebih seperti sekarang, dengan zat baru yang terus-menerus terbentuk antara galaksi surut. Usia Tata Surya Pertanyaan tentang teori yang manai ---perkembangan alam semeata atau keadaan mantap alam semesta--- yang menjelaskan fakta secara lebih baik masih belum dipecahkan. Tetapi tata surya dapat diperlakukan sebagai bagian yang terisolasi, dan umurnya dianggap bebas dari sisa galaxy dan alam semesta secara keseluruhan. Tata surya pada dasarnya adalah sistem yang tertutup, dan elemen penyusunnya tetap sama seperti pada saat terbentuk, kecuali sejauh ia telah berubah oleh perubahan hidrogen menjadi helium di matahari dan kekurangan unsur radioaktif. Asumsi yang mendasarinya adalah material tata surya terpisah pada waktu tertentu (awal dari skala waktu) dan konstitusi primitif kemudian berubah oleh peluruhan radioaktif. Usia dari unsur tersebut kemudian dihitung dari waktu ketika deret radioaktif alami seluruhnya terdiri atas unsur induk (unsur non-radiogenik anak dapat terbentuk). Deret Radioaktiv alami yang penting untuk penentuan penanggalan ini diberikan pada tabel 2.1 Data dari kelimpahan unsur telah menunjukkan bahwa unsur dengan nomor atom lebih dari 40 kira-kira hampir sama kelimpahannya, menandakan, bagaimanapun proses pembentukan, inti dengan kerumitan yang hampir sama tercipta dalam jumlah yang hampir sama. Sejak kelimpahan U238, dengan waktu paruh 4,5x109 tahun, hampir sama dengan unsur yang stabil bismut dan raksa, tidak dapat terbentuk lebih dari beberapa seribu juta tahun yang lalu, tetapi sebaliknya U238 dapat hilang lebih banyak dengan peluruhan. Dengan kata lain, penurunan kelimpahan radioaktiv alami isotop kalium, K40, dengan rata-rata waktu paruh 1,3x109 tahun, mengindikasi bahwa pembentukan inti terjadi paling tidak seribu juta tahun yang lalu, memberikannya waktu yang cukup untuk meluruh dalam jumlah yang besar.

Alasan yang sama menjelaskan ketiadaan yang hampir sempurna dari Np237 dan Pu239, yang memiliki waktu paruh 2,25x106 dan 2,4x104 tahun. Tabel 2.1 Beberapa deretan Radioaktiv alami untuk Penanggalan secara Geologi Unsur Induk U238 U235 Th232 Rb87 K40 Waktu Paruh Total 4,5 x 109 Tahun 7,1 x 108 Tahun 1,4 x 1010 Tahun 5,1 x 1010 Tahun 1,3 x 109 Tahun Hasil Akhir Pb206 + 8He4 Pb207 + 7He4 Pb208 + 8He4 Sr87 A40,Ca40

Alasan yang bebas disajikan dengan mempertimbangkan kelimpahan relatif dari U235 dan U238. Apabila kedua isotop ini mula-mula terbentuk dengan yang relatif sama, perbandingan masa depan U235 dan U238 saat ini (1:140) adalah bergantung hidup yang lebih pendek dari U235, yang mana menyebabkan kehilangan yang lebih cepat dibanding U238. Waktu paruh U235 adalah 7,1x108 tahun. Bukti semacam ini, walaupun memenuhi syarat dari ketidaktentuan kelimpahan awal unsur, indikasi bahwa nilai khas dapat menentukan usia tata surya.