Anda di halaman 1dari 34

PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

MAHA ESA WALIKOTA KOTA YOGYAKARTA,


Menimbang: a. bahwa dalam rangka melestarikan dan mengembangkan lingkungan hidup yang serasi, selaras, seimbang serta mempertimbangkan kearifan lokal guna menunjang terlaksananya pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan hidup, maka perlu dilakukan pengelolaan lingkungan hidup secara komprehensif; bahwa pengelolaan lingkungan hidup secara komprehensif sebagaimana dimaksud pada huruf a, dikarenakan di Kota Yogyakarta berpotensi terjadinya pencemaran dan/atau pengrusakan lingkungan hidup, khususnya pencemaran pada sumber air dan kurangnya ruang terbuka hijau yang mengakibatkan menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya; bahwa sehubungan dengan pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidup serta untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, maka berdasarkan ndang! ndang "omor #$ %ahun $&&' tentang (erlindungan dan (engelolaan )ingkungan *idup, maka (emerintah Kota Yogyakarta perlu menetapkan (eraturan +aerah tentang (engelolaan )ingkungan *idup; ndang! ndang "omor ,- %ahun ,'.& tentang (embentukan +aerah! daerah Kota /esar +alam )ingkungan (ropinsi 0awa %imur, 0awa %engah, 0awa /arat dan +aerah 1stimewa Yogyakarta 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun ,'.. "omor .#, %ambahan "egara 3epublik 1ndonesia "omor 4.'5; ndang! ndang "omor . %ahun ,''& tentang Konser6asi 7umber +aya 8lam *ayati dan 9kosistemnya 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun ,''& "omor :', %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor #:,'5; ndang! ndang "omor #$ %ahun $&&: tentang (emerintahan +aerah 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&: "omor ,$., %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor ::#;5 sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan ndang! ndang "omor ,$ %ahun $&&4 tentang (erubahan Kedua 8tas ndang! ndang "omor #$ %ahun $&&: tentang (emerintahan +aerah 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&4 "omor .', %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor :4::5; ndang! ndang "omor $- %ahun $&&; tentang (enataan 3uang 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&; "omor -4, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor :;$.5; ndang! ndang "omor ,4 %ahun $&&4 tentang (engelolaan 7ampah

b.

c.

Mengingat :

,.

$.

#.

:. ..

2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&4 "omor -', %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor :4.,5; -. ndang! ndang "omor #$ %ahun $&&' tentang (erlindungan dan (engelolaan )ingkungan *idup 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&' "omor ,:&, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor .&.'5; ;. (eraturan (emerintah 3epublik 1ndonesia "omor ,4 %ahun ,''' tentang (engelolaan )imbah /ahan /erbahaya dan /eracun 2/#5 sebagaimana telah diubah dengan (eraturan (emerintah "omor 4. tahun ,''' tentang (erubahan atas (eraturan (emerintah "omor ,4 %ahun ,''' 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun ,''' "omor 4-, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor #4.#5; 4. (eraturan (emerintah 3epublik 1ndonesia "omor $; %ahun ,''' tentang 8nalisis Mengenai +ampak )ingkungan 28M+8)5 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun ,''' "omor .', %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor #4#45; '. (eraturan (emerintah 3epublik 1ndonesia "omor :, %ahun ,''' tentang (engendalian (encemaran dara 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun ,''' "omor 4-, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor #4.#5; ,&. (eraturan (emerintah "omor #4 %ahun $&&; tentang (embagian rusan (emerintahan 8ntara (emerintah, (emerintahan +aerah (ro6insi dan (emerintahan +aerah Kabupaten/Kota 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&; "omor 4$, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor :;#;5; ,,. (eraturan (emerintah 3epublik 1ndonesia "omor 4$ %ahun $&&, tentang (engelolaan Kualitas 8ir dan (engendalian (encemaran 8ir 2)embaran "egara 3epublik 1ndonesia %ahun $&&, "omor .#, %ambahan )embaran "egara 3epublik 1ndonesia "omor :,-,5; ,$. (eraturan (emerintah 3epublik 1ndonesia "omor :# %ahun $&&4 tentang 8ir %anah; ,#. (eraturan Menteri "egara )ingkungan *idup "omor ,' %ahun $&&4 tentang 7tandar (elayanan Minimal /idang )ingkungan *idup +aerah (ro6insi dan +aerah Kabupaten/Kota; ,:. (eraturan Menteri "egara )ingkungan *idup "omor &, %ahun $&,& %entang %ata )aksana (engendalian (encemaran 8ir; ,.. (eraturan Menteri "egara )ingkungan *idup "omor &4 tahun $&,& %entang Kriteria +an 7ertifikasi /angunan 3amah )ingkungan; ,-. (eraturan Menteri "egara )ingkungan *idup "omor ,# tahun $&,& %entang paya (engelolaan )ingkungan *idup +an paya (emantauan )ingkungan *idup +an 7urat (ernyataan Kesanggupan (engelolaan +an (emantauan )ingkungan *idup; ,;. (eraturan Menteri "egara )ingkungan *idup "omor ,: tahun $&,& %entang +okumen )ingkungan *idup /agi saha +an/8tau Kegiatan Yang %elah Memiliki 1<in saha +an/8tau Kegiatan %etapi /elum Memiliki +okumen )ingkungan *idup; ,4. (eraturan +aerah Kotamadya +aerah %ingkat 11 Yogyakarta "omor , %ahun ,''$ tentang Yogyakarta /erhati "yaman 2)embar +aerah Kotamadya +aerah %ingkat 11 Yogyakarta %ahun ,''$ "omor #;5; ,'. (eraturan +aerah Kota Yogyakarta # %ahun $&&4 tentang rusan (emerintahan +aerah 2)embaran +aerah Kota Yogyakarta %ahun $&&4 "omor $, 7eri +5; $&. (eraturan +aerah Kota Yogyakarta "omor $ %ahun $&,& tentang 3encana %ata 3uang =ilayah Kota Yogyakarta %ahun $&,& > $&$' 2)embaran +aerah %ahun $&,& "omor $5.

Dengan Persetu uan !ersa"a

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA YOGYAKARTA #an WALIKOTA KOTA YOGYAKARTA MEMUTUSKAN $ Meneta%&an $ PERATURAN DAERAH TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP !A! I KETENTUAN UMUM Pasa' 1 +alam (eraturan +aerah ini yang dimaksud dengan : ,. +aerah adalah Kota Yogyakarta. $. (emerintah +aerah adalah =alikota beserta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. #. =alikota adalah =alikota Yogyakarta. :. +ewan (erwakilan 3akyat +aerah, yang selanjutnya disebut +(3+ adalah +ewan (erwakilan 3akyat +aerah Kota Yogyakarta. .. 1nstansi (engelola )ingkungan *idup adalah 7atuan Kerja (erangkat +aerah yang berwenang dibidang lingkungan hidup. -. )ingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. ;. (engelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melindungi dan melestarikan fungsi lingkungan hidup serta mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. 4. (embangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. '. 9kosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk kesimbangan, stabilitas dan produktifitas lingkungan hidup. ,&. (elestarian fungsi lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. ,,. Kajian )ingkungan *idup 7trategis yang selanjutnya disingkat K)*7 adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. ,$. 3encana (erlindungan dan (engelolaan )ingkungan *idup yang selanjutnya disingkat 3(()* adalah perencanaan tertulis yang memuat potensi, masalah lingkungan hidup, serta upaya perlindungan dan pengelolaannya dalam kurun waktu tertentu. ,#. +aya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, mahluk hidup lain dan keseimbangan antarkeduanya. ,:. (elestarian daya dukung lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan, agar tetap mampu mendukung perikehidupan manusia dan mahluk hidup lain. ,.. +aya tampung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap <at, energi dan/atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan kedalamnya.

,-. (elestarian daya tampung lingkungan hidup adalah rangkaian upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap <at, energi dan komponen lain yang dibuang ke dalamnya. ,;. 7umber daya adalah unsur lingkungan hidup yang terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, baik hayati maupun non hayati dan sumber daya buatan. ,4. /aku mutu lingkungan hidup adalah ukuran batas atau kadar mahluk hidup, <at, energi atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup. ,'. +ampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan. $&. (encemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukannya mahluk hidup, <at, energi, dan/atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. $,. Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup adalah ukuran batas perubahan sifat fisik, kimia dan/atau hayati lingkungan hidup yang dapat ditenggang oleh lingkungan hidup untuk dapat tetap melestarikan fungsinya. $$. (erusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. $#. Konser6asi sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam untuk menjamin pemanfaatannya secara bijaksana serta kesinambungan ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai serta keanekaragamannya. $:. )imbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. $.. /ahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat /# adalah <at, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. $-. )imbah bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disebut )imbah /# adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung /#. $;. )imbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius, limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi, limbah sitotoksis, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah kontainer bertekanan, dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi. $4. 8ir 1imbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair; 29. 8ir limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman 2real estate5, rumah makan 2restaurant5, perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama. #&. 8ir tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah pada lapisan <ona jenuh air. #,. (engendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan/atau penanggulangan pencemaran udara serta pemulihan mutu udara; #$. 7umber pencemar adalah setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya; ##. dara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi 3epublik 1ndonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya; #:. Mutu udara ambien adalah kadar <at, energi, dan/atau komponen lain yang ada di udara bebas; #.. 7tatus mutu udara ambien adalah keadaan mutu udara di suatu tempat pada saat dilakukan in6entarisasi; #-. /aku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar <at, energi, dan/atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien; #;. (erlindungan mutu udara ambien adalah upaya yang dilakukan agar udara ambien dapat memenuhi fungsi sebagaimana mestinya;

#4. 9misi gas buang adalah <at atau bahan pencemar yang dihasilkan dari pipa gas buang. #'. 3uang %erbuka *ijau yang selanjutnya disingkat 3%* adalah area memanjang/jalur dan atau mengelompok yang penggunaaanya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh alamiah ataupun yang sengaja ditanam. :&. 3uang %erbuka *ijau (ri6at yang selanjutnya disingkat 3%* (ri6at adalah ruang terbuka hijau yang penyediaan dan pengeloaannya menjadi tanggung jawab 7wasta dan masyarakat. :,. 7ampah adalah sisa kegiatan sehari!hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. :$. (engelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. :#. 8nalisa mengenai dampak lingkungan hidup yang selanjutnya disingkat 8M+8) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan / atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha/kegiatan. ::. paya (engelolaan )ingkungan yang selanjutnya disingkat K) dan paya (emantauan )ingkungan yang selanjutnya disingkat () adalah upaya yang dilakukan dalam pengendalian dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib melakukan 8M+8). :.. +okumen (engelolaan )ingkungan yang selanjutnya disingkat +() adalah upaya yang dilakukan dalam pengendalian dan pemantauan lingkungan hidup bagi usaha/kegiatan yang sudah berjalan/berlangsung oleh penanggungjawab kegiatan. :-. 7urat (ernyataan Kesanggupan (engelolaan dan (emantauan )ingkungan *idup yang selanjutnya disingkat 7(() adalah pernyataan kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha dan/atau kegiatannya di luar usaha dan/atau kegiatan yang wajib amdal atau K)! (). :;. 1<in )ingkungan adalah 1<in yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan yang wajib 8M+8) atau K)! () dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat untuk memperoleh i<in usaha dan/atau kegiatan. :4. 7engketa lingkungan hidup adalah perselisihan antara $ 2dua5 pihak atau lebih yang timbul dari kegiatan yang berpotensi dan/atau telah berdampak pada lingkungan hidup. :'. ?rganisasi lingkungan hidup adalah kelompok orang yang terbentuk atas kehendak dan keinginan sendiri ditengah masyarakat yang tujuan dan kegiatannya dibidang lingkungan hidup. .&. 8udit lingkungan hidup adalah e6aluasi yang dilakukan untuk menilai ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap persyaratan hukum dan kebijakan yang ditetapkan oleh (emerintah +aerah. .,. 7etiap orang adalah orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. .$. (enyidik (egawai "egeri 7ipil yang selanjutnya disingkat (("7 adalah (ejabat (egawai "egeri 7ipil tertentu di lingkungan (emerintah +aerah yang diberi wewenang khusus oleh ndang! ndang untuk melakukan penyidikan atas pelanggaran peraturan daerah. .#. (ejabat (engawas )ingkungan *idup yang selanjutnya disingkat (()* adalah pejabat yang ditunjuk oleh =alikota untuk melaksanakan tugas pengawasan pengelolaan lingkungan hidup di daerah. .:. %im (engawasan (enaatan (engelolaan )ingkungan *idup yang selanjutnya disingkat %(#)* adalah tim yang berwenang melaksanakan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan kegiatan/usaha untuk meningkatkan ketertiban pengelolaan lingkungan hidup. ... %im (enegakan *ukum )ingkungan *idup %erpadu yang selanjutnya disingkat %(*)*% adalah tim yang berwenang melakukan penyelesaian kasus pencemaran lingkungan.

!A! II ASAS, TU(UAN, DAN SASARAN

Pasa' 2 (engelolaan lingkungan hidup dilaksanakan berdasarkan asas : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. tanggung jawab +aerah; kelestarian dan keberlanjutan; keserasian dan keseimbangan; keterpaduan; manfaat; kehati!hatian; keadilan; ekoregion; keanekaragaman hayati; pencemar membayar; partisipatif; kearifan lokal; dan tata kelola pemerintahan yang baik. Pasa' ) %ujuan pengelolaan lingkungan hidup yaitu: a. mewujudkan daerah yang bersih, sehat, indah, dan nyaman 2/93*8%1 "Y8M8"5 melalui pengendalian lingkungan hidup yang baik; b. memberikan arahan dan pedoman bagi setiap jenis usaha dan /atau kegiatan agar pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara bijaksana dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup; c. memberikan perlindungan, pemeliharaan, dan pengendalian terhadap pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta pengendalian dampak lingkungan di daerah; d. melestarikan dan mengembangkan kemampuan dan fungsi lingkungan hidup agar tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi manusia dan mahluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup yang terwujud dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan yang dinamis serta meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan; e. menciptakan kesadaran yang tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan komitmen penanganan yang seksama dari seluruh pihak baik kalangan pemerintah, dunia usaha, dan industri maupun masyarakat luas pada umumnya khususnya di daerah. Pasa' * 7asaran pengelolaan lingkungan hidup adalah : a. terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara bijaksana; b. terlindunginya wilayah daerah dari pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup; c. tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup dan terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan; d. terwujudnya masyarakat daerah sebagai insan pengelola lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup; dan e. terwujudnya kebijakan pemerintah daerah yang berwawasan lingkungan dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan.

!A! III RUANG LINGKUP

Pasa' + 3uang lingkup pengelolaan lingkungan hidup meliputi : a. b. c. d. e. perencanaan; pengendalian; pemeliharaan; pengawasan; dan penegakan hukum. !A! I, PEREN-ANAAN Pasa' . 2,5 (erencanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan melalui penyusunan 3(()* dengan memperhatikan : a. keragaman karakter dan fungsi ekologis; b. sebaran penduduk; c. sebaran potensi sumber daya alam; d. kearifan lokal; e. aspirasi masyarakat; dan f. perubahan iklim. 2$5 3(()* sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur dengan (eraturan +aerah tersendiri. 2#5 3(()* sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 menjadi dasar penyusunan dan dimuat dalam 3encana (embangunan 0angka (anjang +aerah 23(0(+5 dan 3encana (embangunan 0angka Menengah +aerah 23(0M+5. !A! , PENGENDALIAN !ag/an Kesatu U"u" Pasa' 0 2,5 (engendalian pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

2$5 (engendalian pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 meliputi: a. pencegahan; b. penanggulangan; dan c. pemulihan. 2#5 (engendalian pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilaksanakan oleh pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing!masing. !ag/an Ke#ua Pen1ega2an Paragra3 1 Penge'4'aan Dan Penanganan L/"5a2 Pasa' 6 2,5 7etiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup wajib memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. memenuhi baku mutu lingkungan hidup; dan b. mendapat i<in dari =alikota atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya.

2$5 7etiap orang yang melakukan pembuangan limbah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 wajib membuat rencana penanggulangan pencemaran pada keadaan darurat dan/atau keadaan tidak terduga lainnya. 2#5 +alam hal terjadi keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 setiap orang yang bertanggung jawab atas usaha dan/atau kegiatan wajib melakukan penanggulangan dan pemulihan. 2:5 +alam hal penanggung jawab usaha kegiatan dan/atau kegiatan tidak melakukan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat 2#5, =alikota dapat melaksanakan atau menugaskan kepada pihak ketiga untuk melaksanakannya atas beban biaya penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan. 2.5 7etiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan, atau pihak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5, yang melakukan penanggulangan dan pemulihan pencemaran wajib menyampaikan laporan kepada =alikota melalui 7K(+ yang berwenang. Pasa' 7 2,5 7etiap orang yang menghasilkan limbah /# dilarang membuang limbah secara langsung ke media lingkungan hidup. 2$5 7etiap orang yang menghasilkan limbah /# wajib melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkannya. 2#5 (enghasil limbah /# yang tidak mampu melakukan pengelolaan dapat menyerahkan pengelolaan limbah kepada pihak ketiga. 2:5 (enghasil limbah /# atau pihak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat 2#5, wajib membuat dan menyimpan catatan penting tentang: a. b. jenis, karakteristik, jumlah, dan waktu penyerahan limbah /#; identitas pengangkut limbah /# yang melaksanakan pengiriman kepada pengumpul atau pengolah limbah /#.

2.5 (enghasil limbah /# wajib menyampaikan catatan sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 kepada =alikota secara periodik. 2-5 7etiap orang yang melakukan kegiatan penyimpanan sementara dan/atau pengumpulan limbah /# wajib mengajukan i<in kepada =alikota atau pejabat yang ditunjuk yang diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. 2;5 7etiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 wajib membuat kajian dampak lingkungan hidup baik secara sendiri maupun terintegrasi dengan kegiatan utamanya. 245 7etiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 wajib memiliki rencana strategis dan prosedur tetap pengelolaan limbah /# yang komprehensif, terpadu, dan terkoordinasi. 2'5 Kategori limbah /# yang dimaksud pada ayat 2,5 termasuk didalamnya adalah limbah medis baik padat maupun cair. Pasa' 10 2,5 2$5 8ir limbah domestik yang dihasilkan harus dilakukan pengelolaan terlebih dahulu sebelum dibuang ke media lingkungan. (engelolaan air limbah domestik dilaksanakan dengan melalui sistem pengolahan air limbah setempat atau terpusat yaitu dengan cara : a. 7istem pengolahan air limbah setempat, merupakan pembuangan air limbah domestik kedalam septik tank indi6idual, septik tank komunal atau 1nstalasi (engolah 8ir )imbah 21(8)5 Komunal. b. 7istem pengolahan air limbah terpusat, merupakan pembuangan air limbah domestik ke dalam jaringan air limbah domestik yang disediakan oleh (emerintah. 2#5 (engelolaan air limbah domestik sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dan ayat 2$5 diatur lebih lanjut dalam (eraturan +aerah tersendiri. Pasa' 11

2,5 7etiap orang yang membuang air limbah usaha dan/atau kegiatan ke media lingkungan hidup dan/atau mengelola air limbah wajib i<in =alikota. 2$5 (engelolaan air limbah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 wajib dilakukan dengan cara: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. menyediakan sarana dan prasarana 1nstalasi (engolahan 8ir )imbah 21(8)5; membuat saluran pembuangan yang memudahkan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan; memasang alat ukur debit air limbah; melakukan pencatatan harian debit limbah yang dibuang; menghitung masa tinggal limbah di 1nstalasi (engolahan 8ir )imbah 21(8)5; tidak melakukan proses pengenceran; melakukan analisa kualitas air limbah berdasarkan parameter sesuai dengan kegiatan usaha yang dilakukan secara rutin setiap bulan ke laboratorium rujukan; sesuai dengan baku mutu yang telah ditetapkan; hasil analisa laboratorium sebagaimana dimaksud pada butir 2e5 wajib dilaporkan kepada =alikota secara periodik; melaporkan seluruh hasil kegiatan pengujian analisa kualitas air limbah kepada =alikota melalui instansi pengawas paling sedikit , 2satu5 kali dalam # 2tiga5 bulan.

2#5 Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme i<in sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dan tata cara pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Paragra3 2 Penge'4'aan A/r Tana2 Pasa' 12 2,5 2$5 2#5 a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. 2:5 2.5 (otensi air tanah yang berada di daerah harus dikelola sesuai a<as kelestarian fungsi lingkungan dan dimanfaatkan secara bijaksana. (emanfaatan air tanah harus sesuai dengan prinsip lingkungan agar terjaga kelestariannya sesuai tuntutan pembangunan yang berkelanjutan. 7etiap orang dilarang : Mengebor dan atau menggali air tanah tanpa i<in, kecuali untuk kebutuhan rumah tangga dan sosial; Merusak, melepas, menghilangkan, dan memindahkan meter air atau alat ukur debit air dan atau merusak segel tera dan segel dinas teknis terkait pada meter air atau alat ukur debit air; Mengambil air dari pipa sebelum meter air; Mengambil air melebihi debit yang ditentukan dalam i<in; Menyembunyikan titik air atau lokasi pengambilan air tanah; Memindahkan letak titik air atau lokasi pengambilan air tanah; Memindahkan rencana letak titik pemboran atau lokasi pengambilan air tanah tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada pihak terkait; %idak menyampaikan laporan pengambilan air tanah atau melaporkan tidak sesuai kenyataan; %idak melaporkan hasil rekaman sumur pantau; %idak melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam i<in; Membuang limbah padat dan atau limbah cair di sembarang tempat terutama di daerah resapan air yang menyebabkan kerusakan kualitas air tanah.

7etiap pemboran, pemakaian dan pengusahaan air tanah dilaksanakan setelah memperoleh i<in dari =alikota; Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelolaan air tanah sebagaimana dimaksud ayat 2,5, 2$5, dan 2#5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota.

Paragra3 ) Pengen#a'/an Pen1e"aran U#ara Pasa' 1) 2,5 (engendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/atau kegiatan sumber bergerak, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak, dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pengendalian sumber emisi dan/atau sumber gangguan yang bertujuan untuk mencegah turunnya mutu udara ambien. 2$5 (erlindungan mutu udara ambien didasarkan pada baku mutu udara ambien, status mutu udara ambien, baku mutu emisi, ambang batas emisi gas buang, baku tingkat gangguan, ambang batas kebisingan dan 1ndeks 7tandar (encemar dara 2#5 7tatus mutu udara ambien ditetapkan berdasarkan in6entarisasi dan/ atau penelitian terhadap mutu udara ambien, potensi sumber pencemar udara, kondisi meteorologis dan geografis, serta tata guna tanah. 2:5 (engendalian pencemaran udara meliputi pencegahan dan penanggulangan pencemaran, serta pemulihan mutu udara dengan melakukan in6entarisasi mutu udara ambien, pencegahan sumber pencemar, baik dari sumber bergerak maupun sumber tidak bergerak termasuk sumber gangguan serta penanggulangan keadaan darurat. Pasa' 1* 2,5 2$5 (engelola gedung umum wajib bertanggung jawab terhadap kualitas udara di dalam ruangan yang menjadi kawasan umum. (engelola gedung umum wajib mengendalikan pencemaran udara di dalam ruangan parkir kendaraan bermotor. Pasa' 1+ 2,5 2$5 1ndeks 7tandar (encemar dara ditetapkan dengan mempertimbangkan tingkat mutu udara terhadap kesehatan manusia, hewan, tumbuh!tumbuhan, bangunan, dan nilai estetika. (enetapan 1ndeks 7tandar (encemar dara dapat dipergunakan untuk: a. bahan informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara ambien di lokasi tertentu dan pada waktu tertentu; b. bahan pertimbangan (emerintah +aerah dalam melaksanakan pengendalian pencemaran udara. 2#5 2:5 2.5 =alikota mengumumkan 1ndeks 7tandar (encemar dara di daerah melalui pengoperasian stasiun pemantau kualitas udara secara otomatis dan berkesinambungan. 8pabila hasil e6aluasi 1ndeks 7tandar (encemar dara menunjukkan kategori tidak sehat =alikota wajib melakukan upaya!upaya penanggulangan pencemaran udara. 8pabila hasil pemantauan menunjukkan 1ndeks 7tandar (encemar dara mencapai nilai #&& 2tiga ratus5 atau lebih berarti udara dalam kategori berbahaya, maka =alikota menetapkan dan mengumumkan keadaan darurat pencemaran udara melalui media cetak dan media elektronik. ntuk melaksanakan penanggulangan pencemaran udara sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 atau mengatasi keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat 2.5 dapat dibentuk tim teknis. Pasa' 1. 2,5 7arana kesehatan, perkantoran, tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, tempat yang secara spesifik sebagai tempat olahraga, arena kegiatan anak, angkutan umum, dan tempat ibadah dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. %empat!tempat umum yang tidak diatur pada ayat 2,5 dapat dinyatakan sebagai kawasan dilarang merokok. (impinan atau penanggungjawab tempat umum dan tempat kerja wajib menyediakan tempat khusus untuk merokok dengan menyediakan alat penghisap udara sehingga tidak mengganggu kesehatan bagi yang tidak merokok. Ketentuan mengenai pengendalian pencemaran udara akibat asap rokok akan diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota.

2-5

2$5 2#5

2:5

10

Pasa' 10 2,5 9misi gas buang berasal dari sumber bergerak dan sumber tidak bergerak. 2$5 Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur dengan (eraturan +aerah tersendiri. Paragra3 * Ruang Ter5u&a H/ au 8RTH9 Pasa' 16 2,5 (emerintah +aerah berkewajiban untuk melakukan penataan dan penyediaan 3uang %erbuka *ijau 23%*5 publik serta mengatur 3uang %erbuka *ijau 23%*5 pri6at. 2$5 +alam penyediaan 3%* pada perencanaan penataan ruang, proporsi 3%* sebesar paling sedikit #&@ 2tigapuluh persen5 dari luas wilayah +aerah yang terdiri dari: a. $&@ 2duapuluh persen5 3%* publik; dan b. ,&@ 2sepuluh persen5 3%* pri6at. 2#5 8pabila luas 3%* sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 telah terpenuhi, maka proporsi tersebut harus tetap dipertahankan. 2:5 7etiap penghuni atau pihak yang bertanggung jawab atas bangunan, usaha dan/atau kegiatan wajib menyediakan penghijauan. 2.5 (enghijauan sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 dapat berupa : a. penanaman pohon perindang; b. taman; c. taman atap; d. taman pergola; e. tanaman dalam pot dan sejenisnya sesuai dengan ketersediaan ruang terbuka untuk mendukung estetika dan ekologi lingkungan. 2-5 Ketentuan mengenai penyediaan 3uang %erbuka *ijau 23%*5 dan penghijauan diatur lebih lanjut dalam (eraturan =alikota. Paragra3 + Penge'4'aan Sa"%a2 Pasa' 17 2,5 (engelolaan sampah menjadi tanggungjawab bersama antara masyarakat dan (emerintah. 2$5 +alam pengelolaan sampah sebagaimana yang dimaksud pada ayat 2,5 meliputi kegiatan: a. pembatasan timbulan sampah; b. pendauran ulang sampah; dan/atau c. pemanfaatan kembali sampah. 2#5 (engelolaan sampah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dan ayat 2$5 akan diatur lebih lanjut dalam (eraturan +aerah tersendiri. Paragra3 . K'as/3/&as/ Pasa' 20 1nstrumen pencegahan pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup terdiri atas : a. K)*7; b. tata ruang; c. baku mutu lingkungan; d. kriteria baku kerusakan lingkungan hidup; e. 8M+8); f. K)! () dan 7((); g. +(); h. peri<inan; i. instrumen ekonomi lingkungan hidup;

11

j. peraturan perundang!undangan berbasis lingkungan hidup; k. anggaran berbasis lingkungan hidup; l. audit lingkungan hidup; dan m. instrumen lain sesuai dengan kebutuhan dan/ atau perkembangan ilmu pengetahuan. Paragra3 0 KLHS Pasa' 21 2,5 (emerintah daerah wajib membuat K)*7 untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/ atau kebijakan, rencana, dan/ atau program. 2$5 (emerintah daerah wajib melaksanakan K)*7 sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 ke dalam penyusunan atau e6aluasi : a. 3encana %ata 3uang =ilayah 23%3=5 beserta rencana rincinya, 3encana (embangunan 0angka (anjang +aerah 23(0(+5, dan 3encana (embangunan 0angka Menengah +aerah 23(0M+5; b. Kebijakan, rencana, dan/ atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/ atau resiko lingkungan hidup. 2#5 K)*7 dilaksanakan dengan mekanisme: a. (engkajian pengaruh kebijakan, rencana, dan/ atau program terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah; b. (erumusan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana, dan/ atau program; dan c. 3ekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan/ atau program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pasa' 22 K)*7 "e"uat &a /an antara 'a/n$ a. b. c. d. e. f. kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup untuk pembangunan; perkiraan mengenai dampak dan resiko lingkungan hidup; kinerja layanan/ jasa ekosistem; efisiensi pemanfaatan sumber daya alam; tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim; dan tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati. Pasa' 2) 2,5 *asil K)*7 sebagaimana dimaksud dalam (asal $, ayat 2#5 menjadi dasar bagi kebijakan, rencana, dan/ atau program pembangunan dalam suatu wilayah. 2$5 8pabila hasil K)*7 sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 menyatakan bahwa daya dukung dan daya tampung sudah terlampaui, a. b. kebijakan, rencana, dan/ atau program pembangunan tersebut wajib diperbaiki sesuai dengan rekomendasi K)*7; dan segala usaha dan/ atau kegiatan yang telah melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup tidak diperbolehkan lagi.

Pasa' 2* 2,5 K)*7 sebagaimana dimaksud dalam (asal $# ayat 2,5 dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan; 2$5 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyelenggaraan K)*7 dilaksanakan dengan berpedoman kepada (eraturan =alikota.

12

Paragra3 6 Tata Ruang Pasa' 2+ 2,5 2$5 ntuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat, setiap perencanaan tata ruang wilayah wajib didasarkan pada K)*7. (erencanaan tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 ditetapkan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Paragra3 7 !a&u Mutu L/ng&ungan H/#u% Pasa' 2. 2,5 (enentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup. 2$5 /aku mutu lingkungan hidup sebagaimana dimaksud ayat 2,5 meliputi: a. baku mutu air; b. baku mutu air limbah; c. baku mutu udara ambien; d. baku mutu udara emisi; e. baku mutu gangguan; dan f. baku mutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2#5 /aku mutu lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 berpedoman kepada (eraturan (erundang!undangan yang berlaku. Paragra3 10 Kr/ter/a !a&u Kerusa&an L/ng&ungan H/#u% Pasa' 20 2,5 2$5 2#5 ntuk menentukan terjadinya kerusakan lingkungan hidup, ditetapkan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup meliputi kriteria baku kerusakan ekosistem dan kriteria baku kerusakan akibat perubahan iklim. Kriteria baku kerusakan ekosistem meliputi: a. kriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassa; b. kriteria baku kerusakan ekosistem lainnya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2:5 a. b. c. d. 2.5 Kriteria baku kerusakan akibat perubahan iklim didasarkan pada paramater antara lain: kenaikan temperatur; banjir; angin puting beliung; dan/atau kekeringan.

Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2#5 dan ayat 2:5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Paragra3 11 AMDAL Pasa' 26

13

(1) 7etiap usaha dan/ atau kegiatan yang berdampak penting terh a#a% '/ng&ungan 2/#u%
:a /5 "e"/'/&/ AMDAL;

(2) +ampak penting ditentukan berdasarkan kriteria: a. b. c. d. e. f. g.


besarnya jumlah penduduk yang akan terkena dampak rencana usaha dan/ atau kegiatan; luas wilayah penyebaran dampak; intensitas dan lamanya dampak berlangsung; banyaknya komponen lingkungan hidup lain yang akan terkena dampak; sifat kumulatif dampak; berbalik atau tidak berbaliknya dampak; dan/ atau k r/ter/a 'a/n sesua/ #engan %er&e"5angan /'"u %engeta2uan #an te&n4'4g/; Pasa' 27 Kriteria usaha dan/ atau kegiatan yang berdampak penting yang wajib dilengkapi dengan 8M+8) terdiri atas:

a. b.

pengubahan bentuk lahan dan bentang alam;

eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan; c. proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/ atau kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam dalam pemanfaatannya; d. proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan buatan, serta lingkungan sosial dan budaya;

e.

proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan konser6asi sumber daya alam dan/ atau perlindungan cagar budaya; f. introduksi jenis tumbuh!tumbuhan, hewan, dan jasad renik;

g.

pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan non 2a<at/= h. &eg/atan <ang "e"%un<a/ res/&4 t/ngg/ #an> atau "e"%engaru2/ %erta2anan negara= #an> atau i. penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi lingkungan hidup. Pasa' )0 +okumen AMDAL se5aga/"ana #/"a&su# #a'a" Pasa' 26 "eru%a&an #asar %eneta%an Ke%utusan Wa'/&4ta tentang Ke'a<a&an L/ng&ungan H/#u%; Pasa' )1 +okumen AMDAL se5aga/"ana #/"a&su# #a'a" Pasa' 26 "e"uat$

a. b. c. d. e. f.

pengkajian mengenai dampak rencana usaha dan/ atau kegiatan; e6aluasi kegiatan #/ se&/tar '4&as/ ren1ana usa2a #an> atau &eg/atan= saran masukan serta tanggapan masyarakat terhadap rencana usaha dan/ atau kegiatan; prakiraan terhadap besaran dampak serta sifat penting dampak yang terjadi jika rencana usaha dan/ atau kegiatan tersebut dilaksanakan; e6aluasi secara holistik terhadap dampak yang terjadi untuk menentukan kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup; dan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. Pasa' )2

14

2,5 2$5

+okumen 8M+8) sebagaimana dimaksud dalam (asal $4 disusun oleh pemrakarsa dengan melibatkan masyarakat. (elibatan masyarakat harus dilakukan berdasarkan prinsip pemberian informasi yang transparan dan lengkap serta diberitahukan sebelum kegiatan dilaksanakan. a. b. c. proses 8M+8). Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 meliputi: yang terkena dampak; pemerhati lingkungan hidup; dan/ atau yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam

2#5

2:5

%atacara pengajuan keberatan terhadap dokumen 8M+8) oleh masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Pasa' ))

+alam menyusun dokumen 8M+8), pemrakarsa sebagaimana dimaksud dalam (asal #$ ayat 2,5 dapat meminta bantuan kepada pihak lain. Pasa' )* 2,5 2$5 (enyusun 8M+8) sebagaimana dimaksud dalam (asal #$ ayat 2,5 dan (asal ## wajib memiliki sertifikat kompetensi penyusun 8M+8). Kriteria untuk memperoleh sertifikat kompetensi penyusun 8M+8) sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 meliputi: a. b. penguasaan metodologi penyusunan 8M+8); kemampuan melakukan pelingkupan, prakiraan, dan e6aluasi dampak serta pengambilan keputusan; dan c. kemampuan menyusun rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 2#5 7ertifikat kompetensi penyusun 8M+8) sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diterbitkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi penyusun 8M+8) yang ditetapkan oleh Menteri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan. Pasa' )+ 2,5 +okumen 8M+8) dinilai oleh Komisi (enilai 8M+8) yang ditetapkan dengan Keputusan =alikota. 2$5 Komisi (enilai 8M+8) wajib memiliki lisensi yang dikeluarkan oleh /adan )ingkungan *idup (ro6insi +1Y dan disertai rekomendasi Aubernur +1Y. 2#5 (ersyaratan dan tata cara pemberian lisensi sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang!undangan yang berlaku. Pasa' ). 2,5 Keanggotaan Komisi (enilai 8M+8) sebagaimana dimaksud dalam (asal #. terdiri atas wakil dari unsur: a. instansi lingkungan hidup; b. instansi teknis terkait; c. pakar di bidang pengetahuan yang terkait dengan jenis usaha dan/ atau kegiatan yang sedang dikaji; d. pakar di bidang pengetahuan yang terkait dengan dampak yang timbul dari suatu usaha dan/ atau kegiatan yang sedang dikaji; e. wakil dari masyarakat yang berpotensi terkena dampak; dan f. organisasi lingkungan hidup. 2$5 +alam melaksanakan tugasnya, Komisi (enilai 8M+8) dibantu oleh tim teknis yang terdiri atas pakar independen yang melakukan kajian teknis dan sekretariat yang dibentuk untuk itu.

15

2#5 (akar independen dan sekretariat sebagaimana dimaksud pada ayat 2#5 ditetapkan dengan Keputusan =alikota. Pasa' )0 /erdasarkan hasil penilaian Komisi (enilai 8M+8), =alikota atau (ejabat yang ditunjuk menetapkan Keputusan =alikota tentang kelayakan atau ketidaklayakan lingkungan hidup sesuai dengan kewenangannya.

Pasa' )6 2,5 (emerintah daerah membantu penyusunan 8M+8) bagi usaha dan/atau kegiatan golongan usaha mikro dan kecil yang berada dalam satu kawasan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup. /antuan penyusunan 8M+8) sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 berupa fasilitasi, biaya, dan/atau penyusunan 8M+8). Paragra3 12 UKL?UPL #an SPPL Pasa' )7

2$5

2,5 7etiap usaha dan/ atau &eg/atan <ang t/#a& ter"asu& #a'a" &r/ter/a :a /5 AMDAL
se5aga/"ana #/"a&su# #a'a" Pasa' 27 a<at 819 :a /5 "e"/'/&/ UKL?UPL atau SPPL;

2$5 0 en/s usa2a #an>atau &eg/atan <ang :a /5 #/'eng&a%/ #engan UKL?UPL atau SPPL
#/atur 'e5/2 'an ut #engan Peraturan Wa'/&4ta;

2#5 3ekomendasi
#/tun u&;

K)! () atau SPPL #/ter5/t&an 4'e2 Wa'/&4ta atau %e a5at <ang

Pasa' *0

2,5

saha dan/ atau &eg/atan <ang t/#a& :a /5 #/'eng&a%/ UKL?UPL se5aga/"ana #/"a&su# #a'a" Pasa' 27 a<at 819 :a /5 "e"5uat Surat Pern<ataan Kesanggu%an Penge'4'aan #an %e"antauan L/ng&ungan 2/#u% 8SPPL9; 0enis usaha dan/atau kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilakukan berdasarkan &r/ter/a$ a. t/#a& ter"asu& #a'a" &ateg4r/ #a"%a& %ent/ng= #an kegiatan usaha mikro dan kecil.

2$5

b. 2#5

Kegiatan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 huruf b sebagaimana diatur dalam (eraturan +aerah tersendiri. Paragra3 1) DPL Pasa' *1

2,5 Kegiatan/usaha yang telah berjalan dan belum memiliki dokumen lingkungan serta kegiatan/ usaha yang mengalami perkembangan dalam kriteria wajib K)! () wajib menyusun +(). 2$5 Mekanisme dan tatacara menyusun +() sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Paragra3 1* Per/@/nan Pasa' *2

16

2,5 7etiap usaha dan/ atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL, UKL?UPL atau SPPL :a /5
"e"/'/&/ /@/n '/ng&ungan;

2$5 1<in lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diterbitkan berdasarkan keputusan
kelayakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam (asal )7 atau re&4"en#as/ UKL?UPL atau SPPL;

2#5 1<in lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 wajib mencantumkan persyaratan
yang dimuat dalam keputusan kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi atau SPPL; K)! ()

2:5 0enis i<in lingkungan se5aga/"ana #/"a&su# %a#a a<at 819 "e'/%ut/, antara 'a/n $ a. 1<in penyimpanan sementara )imbah /# dan 1<in ( engu"%u'an se"entara L/"5a2
!)=

b. 1<in pembuangan )imbah Bair; c. 1<in pengambilan dan pemanfaatan air tanah; dan
d. I@/n '/ng&ungan 'a/nn<a 5er#asar&an %eraturan %erun#angan <ang 5er'a&u;

2.5 (enetapan i<in lingkungan lain sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 huruf d ditetapkan
dengan Keputusan =alikota.

2-5 1<in lingkungan se5aga/"ana #/"a&su# %a#a a<at 8*9 #/ter5/t&an 4'e2 Wa'/&4ta atau
Pe a5at <ang #/tun u&; Pasa' *) 2,5 =alikota atau (ejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya wajib menolak permohonan i<in lingkungan apabila permohonan i<in tidak dilengkapi dengan Keputusan Kelayakan )ingkungan atau rekomendasi lingkungan. 1<in lingkungan sebagaimana dimaksu # #a'a" Pasa' *2 a<at 8*9 #a%at #/5ata'&an a%a5/'a$

(2)

a.

persyaratan yang diajukan dalam permohonan i<in mengandung cacat hukum, kekeliruan, penyalahgunaan, serta ketidakbenaran dan >atau %e"a'suan #ata, #4&u"en, #an>atau /n34r"as/= penerbitannya tanpa memenuhi syarat sebagaimana tercantum dalam keputusan komisi tentang kelayakan lingkungan hidup atau rekomendasi K)! (); atau kewajiban yang #/teta%&an #a'a" #4&u"en AMDAL, UKL?UPL atau SPPL t/#a& #/'a&sana&an 4'e2 %enanggung a:a5 usa2a #an>atau &eg/atan; Pasa' **

b.
c.

7elain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam (asal *) a<at 829, /@/n '/ng&ungan #a%at #/5ata'&an "e'a'u/ &e%utusan Penga#/'an Tata Usa2a Negara; Pasa' *+ 2,5 =alikota atau (ejabat yang ditunjuk sesuai dengan kewenangannya wajib mengumumkan setiap permohonan dan keputusan i<in lingkungan 2$5 (engumuman sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilakukan dengan cara yang mudah diketahui dan dilihat oleh masyarakat dan ditempatkan sekurang!kurangnya dilingkungan kegiatan usaha. 2#5 Mekanisme dan tatacara pelaksanaan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dan ayat 2$5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Pasa' *. 2,5 1<in lingkungan merupakan persyaratan untuk memperoleh i<in usaha dan/atau kegiatan.

17

2$5
2#5

+alam hal i<in lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dicabut, maka i<in usaha dan/ atau &eg/atan #/5ata'&an; Da'a" 2a' usa2a #an> atau &eg/atan "enga'a"/ %eru5a2an, %enanggung a:a5 usa2a #an>atau &eg/atan :a /5 "e"%er5aru/ /@/n '/ng&ungan; Pasa' *0

Ketentuan lebih lanjut mengenai i<in '/ng&ungan se5aga/"ana #/"a&su# #a'a" Pasa' *2 a<at 8+9 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Paragra3 1+ Instru"en E&4n4"/ L/ng&ungan H/#u% Pasa' *6 2,5 2$5 a. b. c. +alam rangka melestarikan fungsi lingkungan hidup, (emerintah mengembangkan dan menerapkan instrumen ekonomi lingkungan hidup. perencanaan pembangunan dan kegiatan ekonomi; pendanaan lingkungan hidup; dan insentif dan/ atau disinsentif. Pasa' *7 2,5 1nstrumen perencanaan pembangunan dan kegiatan ekonomi sebagaimana dimaksud dalam (asal :4 ayat 2$5 huruf a meliputi: a. neraca sumber daya alam dan lingkungan hidup; b. penyusunan produk domestik regional bruto yang mencakup penyusutan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan hidup; dan c. internalisasi biaya lingkungan hidup. 2$5 1nstrumen pendanaan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam (asal :4 ayat 2$5 huruf b meliputi : a. b. dana jaminan pemulihan lingkungan hidup; dana penanggulangan pencemaran dan/ atau kerusakan dan pemulihan lingkungan hidup; dan c. dana amanah/ bantuan untuk konser6asi. 2#5 1nsentif dan/ atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam (asal :4 ayat 2$5 huruf c antara lain diterapkan dalam bentuk: a. b. c. d. e. 2:5 pengadaan barang dan jasa yang ramah lingkungan hidup; penerapan pajak, retribusi, dan subsidi lingkungan hidup; pengembangan sistem perdagangan i<in pembuangan limbah dan/ atau emisi; pengembangan sistem pembayaran jasa lingkungan hidup; dan sistem penghargaan kinerja di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. +aerah wajib

1nstrumen ekonomi lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 meliputi:

Ketentuan lebih lanjut mengenai instrumen ekonomi lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam (asal :4 dan (asal :' ayat 2,5, ayat 2$5, dan ayat 2#5 dilaksanakan sesuai dengan (eraturan perundang!undangan yang berlaku. Paragra3 1. Peraturan Perun#ang?un#angan !er5as/s L/ng&ungan H/#u% Pasa' +0

7etiap penyusunan peraturan perundang!undangan di daerah wajib berdasarkan pada asas pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang!undangan yang berlaku. Paragra3 10 Anggaran !er5as/s L/ng&ungan H/#u%

18

Pasa' +1 (emerintah +aerah dan +ewan (erwakilan 3akyat +aerah wajib mengalokasikan anggaran yang memadai untuk membiayai: a. b. c. kegiatan pengelolaan lingkungan hidup; dan program pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup; dana pendamping untuk +ana 8lokasi Khusus 2+8K5 /idang )ingkungan *idup yang diberikan oleh (emerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasa' +2 7elain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam (asal .,, dalam rangka pemulihan kondisi lingkungan hidup yang kualitasnya telah mengalami pencemaran dan/ atau kerusakan, (emerintah +aerah wajib mengalokasikan anggaran untuk pemulihan lingkungan hidup.

Paragra3 16 Au#/t L/ng&ungan H/#u% Pasa' +) 2,5 =alikota berwenang memerintahkan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup apabila yang bersangkutan menunjukkan ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang diatur dalam (eraturan +aerah ini. 2$5 (enanggungjawab usaha dan/atau kegiatan yang diperintahkan untuk melakukan audit lingkungan hidup wajib melaksanakan perintah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 (asal ini. 2#5 8pabila penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan tidak melaksanakan perintah sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5, =alikota melaksanakan atau menugaskan pihak ketiga yang independen untuk melaksanakan audit lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5, atas beban biaya penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan. 2:5 =alikota mengumumkan hasil audit lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 atau ayat 2#5. !ag/an Ket/ga Penanggu'angan Pasa' +* 2,5 2$5 7etiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. (enanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilakukan dengan: a. pemberian informasi peringatan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat; b. pengisolasian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; c. penghentian sumber pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; dan/atau d. cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2#5 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilaksanakan dengan mempedomani dan berdasarkan (eraturan (erundang!undangan yang berlaku. !ag/an Kee"%at Pe"u'/2an Pasa' ++

19

2,5 2$5

7etiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan pemulihan fungsi lingkungan hidup. (emulihan fungsi lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilakukan dengan tahapan: a. b. c. d. e. penghentian sumber pencemaran dan pembersihan unsur pencemar; remediasi; rehabilitasi; restorasi; dan/ atau cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. hidup

2#5 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemulihan fungsi lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. Pasa' +.

2,5 (emegang i<in lingkungan sebagaimana dimaksud dalam (asal :$ ayat 2,5 wajib menyediakan dana penjaminan untuk pemulihan fungsi lingkungan hidup. 2$5 +ana penjaminan disimpan di bank pemerintah yang ditunjuk oleh =alikota sesuai dengan kewenangannya. 2#5 =alikota sesuai dengan kewenangannya dapat menetapkan pihak ketiga yang independen untuk melakukan pemulihan fungsi lingkungan hidup dengan menggunakan dana penjaminan. 2:5 Ketentuan lebih lanjut mengenai dana penjaminan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 sampai dengan ayat 2#5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota. !A! ,I PEMELIHARAAN Pasa' +0 2,5 (emeliharaan lingkungan hidup dilakukan melalui upaya: a. b. c. a. b. c. konser6asi sumber daya alam; pencadangan sumber daya alam; dan/ atau pelestarian fungsi atmosfer. perlindungan sumber daya alam; pengawetan sumber daya alam; dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam.

2$5 Konser6asi sumber daya alam sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 huruf a meliputi kegiatan:

2#5 (encadangan sumber daya alam sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 huruf b merupakan sumber daya alam yang tidak dapat dikelola dalam jangka waktu tertentu. 2:5 (elestarian fungsi atmosfer sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 huruf c meliputi: a. iklim; b. c. upaya perlindungan lapisan o<on; dan upaya perlindungan terhadap hujan asam. upaya mitigasi dan adaptasi perubahan

2.5 Ketentuan lebih lanjut mengenai konser6asi dan pencadangan sumber daya alam serta pelestarian fungsi atmosfer sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur sesuai dengan (eraturan (erundang!undangan yang berlaku. !A! ,II WEWENANG DAN TANGGUNG (AWA! Pasa' +6 +alam pengelolaan lingkungan hidup, (emerintah +aerah bertugas dan berwenang: a. menetapkan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup; b. menetapkan dan melaksanakan Kajian )ingkungan *idup 7trategis; c. menetapkan dan melaksanakan kebijakan mengenai 3encana (engelolaan )ingkungan *idup 23(()*5;

(erlindungan

dan

20

d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p.

menetapkan dan melaksanakan kebijakan mengenai 8M+8), K)! (), dan 7((); menyelenggarakan in6entarisasi sumber daya alam dan emisi gas rumah kaca; mengembangkan dan melaksanakan kerja sama dan kemitraan; mengembangkan dan menerapkan instrumen lingkungan hidup; memfasilitasi penyelesaian sengketa; melakukan pembinaan dan pengawasan ketaatan penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan terhadap ketentuan peri<inan lingkungan; melaksanakan standar pelayanan minimal; melaksanakan kebijakan mengenai tata cara pengakuan keberadaan masyarakat hukum adat, kearifan lokal, dan hak masyarakat hukum adat yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup; mengelola informasi lingkungan hidup; mengembangkan dan melaksanakan kebijakan sistem informasi lingkungan hidup; memberikan pendidikan, pelatihan, pembinaan, dan penghargaan; menerbitkan i<in lingkungan; melakukan penegakan hukum lingkungan hidup.

!A! ,III HAK, KEWA(I!AN DAN PERAN SERTA MASYARAKAT !ag/an Kesatu Ha& Mas<ara&at Pasa' +7 2,5 7etiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia. 2$5 7etiap orang berhak mendapatkan pendidikan lingkungan hidup, akses informasi, akses partisipasi, dan akses keadilan dalam memenuhi hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. 2#5 7etiap orang berhak mengajukan usul dan/atau keberatan terhadap rencana usaha dan/atau kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup. 2:5 7etiap orang berhak untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang!undangan. !ag/an Ke#ua Ke:a /5an Mas<ara&at Pasa' .0 2,5 7etiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah, menanggulangi dan memulihkan pencemaran atau kerusakan lingkungan hidup. 2$5 7etiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban: a. memberikan informasi yang terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup secara benar, akurat, terbuka, dan tepat waktu; b. melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan secara baik dan benar, akurat serta tepat waktu; c. menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan hidup; dan d. mentaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup. !ag/an Ket/ga Peran Serta Mas<ara&at Pasa' .1 2,5 7etiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berperan aktif dalam melakukan pengelolaan lingkungan hidup. 2$5 (elaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dilakukan dengan cara: a. meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan; b. menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat;

21

c. menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial; d. memberikan saran pendapat; dan e. menyampaikan informasi, pengaduan dan/atau laporan. !A! IA KE!I(AKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Pasa' .2 2,5 +alam rangka pengelolaan lingkungan hidup (emerintah +aerah menerapkan kebijakan tentang pengelolaan lingkungan hidup dan penataan ruang yang didasarkan pada upaya: a. b. c. d. e. menumbuhkembangkan dan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pengambil keputusan dalam pengelolaan lingkungan hidup; menumbuhkankembangkan dan meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup; menumbuhkembangkan dan meningkatkan kemitraan antara masyarakat, dunia usaha dan (emerintah +aerah dalam upaya pelestarian daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup; menerapkan kebijaksanaan daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin terpeliharanya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup; menerapkan perangkat yang bersifat pre6entif dan proaktif dalam upaya pencegahan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

2$5 (engelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara terpadu oleh instansi (emerintah +aerah, masyarakat dan pelaku pembangunan dengan memperhatikan keterpaduan perencanaan, pelaksanaan dan e6aluasi kebijakan pengelolaan lingkungan hidup. 2#5 (engelolaan lingkungan hidup wajib dilakukan secara terpadu dengan penataan ruang, perlindungan sumber daya alam non hayati, perlindungan sumber daya buatan, konser6asi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, cagar budaya, keanekaragaman hayati dan perubahan iklim. Pasa' .) Kebijakan sebagaimana dimaksud dalam (asal -$ dilaksanakan dengan upaya sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. penetapan alokasi anggaran yang memadai; peningkatan kualitas sumber daya aparatur; penguatan kelembagaan; penyediaan sarana dan prasarana yang memadai; peningkatan partisipasi masyarakat; penyediaan informasi lingkungan hidup; peningkatan kerjasama dan kemitraan yang efektif, efisien, dan saling menguntungkan; penyediaan perangkat hukum serta aparatur penegak hukum. Pasa' .* +alam rangka penyelenggaraan pengelolaan lingkungan hidup, (emerintah +aerah melaksanakan kegiatan : a. b. c. d. e. f. perlindungan, pemantauan, dan pembinaan; sosialisasi; pengendalian dan pengawasan; peri<inan; pemberian penghargaan; penegakan hukum. !A! A PENGAWASAN Pasa' .+ 2,5 2$5 (emerintah +aerah wajib melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan dan atau usaha secara periodik sesuai dengan kebutuhan. (engawasan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 meliputi :

22

a. pemantauan penaatan persyaratan yang dicantumkan dalam peri<inan dan atau peraturan perundang!undangan yang berlaku; b. pengamatan dan pemantauan terhadap sumber!sumber yang diduga dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup; c. pengamatan dan pemantauan terhadap media lingkungan yang terkena dampak lingkungan; d. e6aluasi terhadap daya tampung dan daya dukung lingkungan. Pasa' .. 2,5 (elaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam (asal -. dilakukan oleh (ejabat (engawas )ingkungan *idup 2(()*5 dan/atau %im (engawasan (enaatan (engelolaan )ingkungan *idup 2%(#)*5 yang ditetapkan dengan Keputusan =alikota. +alam melaksanakan tugasnya, pejabat dan/atau %im sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 berwenang : a. b. c. melakukan pemantauan yang meliputi pengamatan, pemotretan, perekaman audio 6isual dan pengukuran; meminta keterangan kepada masyarakat yang berkepentingan, karyawan yang bersangkutan, konsultan, kontraktor dan perangkat pemerintah setempat; membuat salinan dari dokumen dan atau membuat catatan yang diperlukan, yang meliputi : dokumen peri<inan, dokumen 8M+8), dokumen K)! (), data hasil swapantau, dokumen surat keputusan organisasi perusahaan serta dokumen lainnya yang berkaitan dengan kepentingan pengawasan; memasuki tempat tertentu; mengambil contoh dari limbah yang dihasilkan, limbah yang dibuang, bahan baku dan bahan penolong; memeriksa peralatan yang digunakan dalam proses produksi, utilitas dan instalasi pengolahan limbah; memeriksa instalasi dan/atau alat transportasi; meminta keterangan dari pihak yang bertanggung jawab atas usaha dan/atau kegiatan; wewenang lainnya sesuai dengan (eraturan perundang!undangan yang berlaku.

2$5

d. e. f. g. h. i.

2#5 +alam melaksanakan tugasnya, (ejabat (engawas )ingkungan *idup 2(()*5 dan/atau %im (engawasan (enaatan (engelolaan )ingkungan *idup 2%(#)*5 dapat melakukan koordinasi dengan (ejabat (enyidik (egawai "egeri 7ipil 2(("75. 2:5 (enanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dilarang menghalangi pelaksanaan tugas (ejabat (engawas )ingkungan *idup 2(()*5 dan/atau %im (engawasan (enaatan (engelolaan )ingkungan *idup 2%(#)*5. Pasa' .0 Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengangkatan (ejabat (engawas )ingkungan *idup 2(()*5 dan tata cara pelaksanaan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam (asal -. dan (asal -- ayat 2#5 dilaksanakan dengan berpedoman dan berdasarkan (eraturan (erundang!undangan yang berlaku. Pasa' .6 2,5 (ejabat dan/atau %im sebagaimana dimaksud dalam (asal -- dalam melaksanakan tugasnya wajib dilengkapi dengan tanda pengenal dan surat tugas yang diterbitkan oleh Kepala 7K(+ yang berwenang dibidang lingkungan hidup; (enanggungjawab kegiatan dan atau usaha wajib membantu kelancaran pelaksanaan tugas pejabat pengawas dan/atau %im dalam melakukan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam ayat 2,5. Pasa' .7 2,5 8pabila dalam kegiatan pengawasan ditemukan potensi pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup, maka pejabat pengawas dan/atau %im (enegakan *ukum )ingkungan *idup %erpadu 2%(*)*%5 wajib melakukan tindakan!tindakan dan upaya!upaya tertentu sesuai dengan kewenangannya;

2$5

23

2$5 2#5

7etiap hasil pengawasan dilaporkan kepada pejabat yang memberikan perintah untuk melakukan pengawasan; 8pabila berdasarkan hasil pelaksanaan pengawasan ditemukan dugaan adanya tindak pidana lingkungan, maka Kepala 7K(+ yang berwenang dibidang lingkungan hidup memberikan laporan kepada (enyidik (egawai "egeri 7ipil 2(("75 sesuai dengan peraturan (erundang! undangan yang berlaku. !A! AI PENGADUAN, PENYELESAIAN SENGKETA DAN PENGA(UAN GUGATAN !ag/an Kesatu Penga#uan Pasa' 00

2,5

7K(+ yang berwenang dibidang lingkungan hidup menerima dan memfasilitasi pengaduan kasus lingkungan hidup. 2$5 Mekanisme pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 diatur lebih lanjut dengan (eraturan =alikota.

!ag/an Ke#ua Pen<e'esa/an Seng&eta Pasa' 01 2,5 (enyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan sesuai ketentuan peraturan perundang!undangan yang berlaku. 2$5 ntuk (enyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 dapat dilakukan oleh %im (enegakan *ukum )ingkungan *idup %erpadu 2%(*)*%5 sebagai mediator/fasilitator. 2#5 %im (enegakan *ukum )ingkungan *idup %erpadu 2%(*)*%5 sebagaimana dimaksud pada ayat 2$5 ditetapkan dengan Keputusan =alikota. !ag/an Ket/ga Penga uan Gugatan Pasa' 02 %ata cara pengajuan gugatan dalam masalah lingkungan hidup oleh orang, masyarakat dan/atau organisasi lingkungan hidup mengacu pada hukum acara perdata dan peraturan perundang! undangan lain yang berlaku. !A! AII SANKSI ADMINISTRATIB Pasa' 0) 2,5 =alikota menerapkan sanksi administratif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan jika dalam pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap i<in lingkungan. 2$5 7anksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 terdiri atas : a. teguran tertulis; b. paksaan pemerintah; c. pembekuan i<in lingkungan; d. pencabutan i<in lingkungan. 2#5 =alikota dapat melimpahkan kewenangan penerapan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 kepada Kepala 7K(+ yang berwenang di /idang )ingkungan *idup.

24

2:5 =alikota.

Mekanisme pemberian sanksi administrasi diatur lebih lanjut dengan (eraturan

Pasa' 0* 7anksi administratif sebagaimana dimaksud pada pasal ;# tidak membebaskan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan dari tanggung jawab pemulihan dan pidana. Pasa' 0+ (engenaan sanksi administratif berupa pembekuan atau pencabutan i<in lingkungan sebagaimana dimaksud dalam pasal ;# ayat 2$5 huruf c dan huruf d dilakukan apabila penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan tidak melaksanakan paksaan pemerintah.

Pasa' 0. 2,5 =alikota berwenang untuk memaksa penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang dilakukannya. 2$5 =alikota berwenang atau dapat menunjuk pihak ketiga untuk melakukan pemulihan lingkungan hidup akibat pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang dilakukannya atas beban biaya penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan.

!A! AIII PENYIDIKAN Pasa' 00 7elain (enyidik mum, (enyidikan sanksi administrasi dan atas tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam (asal ;# dan (asal ;' dilaksanakan oleh (enyidik (egawai "egeri 7ipil 2(("75 di lingkungan (emerintah +aerah. Pasa' 06 2,5 +alam melaksanakan tugas penyidik, (enyidik (egawai "egeri 7ipil sebagaimana dimaksud dalam (asal ;; berwenang : a. menerima, mencari, mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana; b. meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana; c.meminta keterangan dan barang bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana; d. memeriksa buku!buku, catatan!catatan dan dokumen!dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana; e. melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang bukti pembukuan, pencatatan dan dokumen!dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut; f. meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas peyidikan tindak pidana; g. menyuruh berhenti, melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e (asal ini; h. mengambil sidik jari dan memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana; i. memanggil orang untuk didengarkan keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; j. menghentikan penyidikan setelah mendapat petunjuk dari penyidik (?)31 bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui

25

penyidik (?)31 memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya; k.melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana, menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. 2$5 (enyidik sebagaimana dimaksud pada ayat 2,5 memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada (enuntut mum melalui (enyidik (ejabat (olisi "egara 3epublik 1ndonesia, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam ndang! ndang *ukum 8cara (idana. !A! AI, KETENTUAN PIDANA Pasa' 07 2,5 7etiap orang yang melakukan pelanggaran ketentuan!ketentuan sebagaimana dimaksud dalam (asal 4 ayat 2,5 huruf a, (asal ' ayat 2,5, (asal ,, ayat 2,5, (asal ,, ayat 2$5, (asal ,$ ayat 2:5, (asal $4 ayat 2,5, (asal #: ayat 2,5, (asal #' ayat 2,5, (asal :& ayat 2,5, (asal :$ ayat 2,5, (asal .: ayat 2,5, (asal .. ayat 2,5, (asal .- ayat 2,5, (asal -&, (asal -- ayat 2:5, dan (asal -4 ayat 2$5 (eraturan +aerah ini dikenakan sanksi sesuai (eraturan (erundangan! undangan yang berlaku. (ejabat pemberi i<in lingkungan yang menerbitkan i<in lingkungan tanpa dilengkapi dengan 8M+8), K)! (), +(), dan/atau 7(() sebagaimana dimaksud dalam (asal :$ ayat 2,5 dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang!undangan yang berlaku. (ejabat pemberi i<in usaha dan/atau kegiatan yang menerbitkan i<in usaha dan/atau kegiatan tanpa dilengkapi dengan i<in lingkungan sebagaimana dimaksud dalam (asal :$ ayat 2-5 dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang!undangan yang berlaku. (elanggaran terhadap ketentuan (asal 4 ayat 2,5 huruf b, (asal ,:, (asal :, ayat 2,5 (eraturan +aerah ini diancam dengan kurungan pidana paling lama # 2tiga5 bulan atau denda paling banyak 3p. .&.&&&.&&&,! 2lima puluh juta rupiah5. %indak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 adalah pelanggaran. +enda sebagaimana dimaksud pada ayat 2:5 masuk ke kas +aerah. !A! A, KETENTUAN PERALIHAN Pasa' 60 2,5 7egala ketentuan peraturan yang berkaitan dengan pemberian persetujuan/i<in, pelaporan rencana usaha/kegiatan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah tetap diberlakukan sepanjang tidak bertentangan dengan (eraturan +aerah ini. 7etiap usaha/kegiatan yang telah berjalan dan peri<inannya berada di bawah kewenangan pemerintah +aerah, paling lambat - 2enam5 bulan setelah diundangkannya (eraturan +aerah ini, wajib menyelesaikan dokumen pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan dalam (eraturan +aerah ini. !A! A,I KETENTUAN PENUTUP Pasa' 61 (eraturan +aerah ini mulai berlaku , 2satu5 tahun sejak diundangkan. 8gar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan (eraturan +aerah ini dengan penempatannya dalam )embaran +aerah Kota Yogyakarta.

2$5

2#5

2:5

2.5 2-5

2$5

+itetapkan di Kota Yogyakarta (ada tanggal ,$ 0anuari $&,$

26

(a5atan (lt. 7ekda 8ss. (ereko C (emb Ka. /)* Ka. /ag *ukum

Para3

Tg'

=8)1K?%8 Y?AY8K83%8, ttd

*83Y8+1 7 Y %1

+iundangkan di Kota Yogyakarta pada tanggal ,$ 0anuari $&,$ (lt. 79K39%8317 +8938* K?%8 Y?AY8K83%8, ttd M *8MM8+ 7830?"? )9M/838" +8938* K?%8 Y?AY8K83%8 %8* " $&,$, "?M?3 ,

PEN(ELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP I; UMUM

(ada dasarnya permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di daerah adalah telah berlangsungnya penurunan daya dukung lingkungan. (ermasalahan ini terjadi sebagai akibat dari rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pengendalian lingkungan hidup. *al tersebut dipicu oleh beberapa faktor antara lain: perubahan fungsi dan tatanan lingkungan, penurunan fungsi dan kualitas lingkungan, tidak adanya keterpaduan pengelolaan sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya buatan dalam pengendalian lingkungan hidup antar berbagai pihak, kurang optimalnya pemanfaatan ruang kota serta pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh usaha dan/atau kegiatan industri, aktifitas rumah tangga dan lalu lintas kendaraan bermotor. %ingginya tingkat kepadatan penduduk dan aktifitasnya telah memberikan efek samping yaitu tekanan terhadap kemampuan daya dukung lingkungan untuk menerima beban buangan limbah padat, cair, dan emisi. %ekanan terhadap daya dukung lingkungan sebagai akibat beban buangan limbah juga disebabkan oleh kondisi letak geografis daerah yang berada pada lekungan dan lintasan daerah pengaliran sungai yang keberadaannya sudah tercemar. 7ungai!sungai yang melintasi daerah antara lain : 7ungai Bode, 7ungai Aajah =ong, dan 7ungai =inongo serta jaringan sistem drainase kota %idak proporsionalnya keberadaan ruang terbuka hijau dengan luas areal terbangun kota sebagai akibat kegiatan pembangunan fisik dan padatnya penduduk, telah mengurangi besaran peresapan air ke dalam tanah yang berdampak pada semakin meningkatnya potensi banjir. Kecuali itu, kurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya kepadatan lalu!lintas kendaraan bermotor juga berdampak pada peningkatan pencemaran udara di daerah. (ermasalahan lingkungan tersebut di atas perlu diupayakan dengan jalan dilakukannya pengendalian lingkungan secara terpadu antar berbagai sektor, stake holders di daerah dan

27

kewilayahan. ntuk mencegah, menanggulangi, dan/atau melakukan pemulihan pencemaran dan kerusakan lingkungan telah dilakukan dengan berbagai program antara lain: pengendalian pencemaran dan rehabilitasi lingkungan hidup, penyelamatan hutan, tanah, dan air, pengembangan sumberdaya manusia pengelola lingkungan hidup, pengembangan sistem informasi lingkungan, pentaatan dan penegakan hukum lingkungan, peningkatan sumber daya kelembagaan pengelola lingkungan hidup, pengembangan dan pentaatan peri<inan bidang lingkungan hidup. +alam pengendalian lingkungan perlu memperhatikan berbagai pendekatan sebagai langkah tindak yang dilakukan, yaitu pendekatan sebab terhadap sumber masalah, pendekatan program yang sinergi / keterpaduan antar sektor dan pendekatan kewilayahan atau keruangan. (ermasalahan lingkungan hidup yang segera dikendalikan di daerah sudah sedemikian kompleks dan rumitnya. ?leh karena itu agar terdapat kejelasan arah kebijaksanaan dalam pengendalian lingkungan diperlukan adanya suatu (eraturan +aerah yang mengatur dan mengendalikan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. +iharapkan agar semua usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan penurunan kualitas lingkungan mendasarkan kepada peraturan daerah pengelolaan lingkungan hidup ini. II; (asal , (asal $ *uruf a PASAL DEMI PASAL : Bukup 0elas : Yang dimaksud dengan Dasas tanggung jawabE adalah: a. (emerintah menjamin pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan manfaat yang sebesar!besarnya bagi kesejahteraan dan mutu hidup rakyat, baik generasi masa kini maupun generasi masa depan. b. (emerintah menjamin hak warga negara atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. c. (emerintah mencegah dilakukannya kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. : Yang dimaksud dengan Dasas kelestarian dan keberlanjutanE adalah bahwa setiap orang memikul kewajiban dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang dan terhadap sesamanya dalam satu generasi dengan melakukan upaya pelestarian daya dukung ekosistem dan memperbaiki kualitas lingkungan hidup. : Yang dimaksud dengan Dasas keserasian dan keseimbanganE adalah bahwa pemanfaatan lingkungan hidup harus memperhatikan berbagai aspek seperti kepentingan ekonomi, sosial, budaya, dan perlindungan serta pelestarian ekosistem. : Yang dimaksud dengan Dasas keterpaduanE adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dilakukan dengan memadukan berbagai unsur atau menyinergikan berbagai komponen terkait. : Yang dimaksud dengan Dasas manfaatE adalah bahwa segala usaha dan/atau kegiatan pembangunan yang dilaksanakan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan harkat manusia selaras dengan lingkungannya. : Yang dimaksud dengan Dasas kehati!hatianE adalah bahwa ketidakpastian mengenai dampak suatu usaha dan/atau kegiatan karena keterbatasan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan merupakan alasan untuk menunda langkah!langkah meminimalisasi atau menghindari ancaman terhadap pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. : Yang dimaksud dengan Dasas keadilanE adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus mencerminkan keadilan secara proporsional bagi setiap warga negara, baik lintas daerah, lintas generasi, maupun lintas gender. : Yang dimaksud dengan Dasas ekoregionE adalah bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan karakteristik sumber daya alam, ekosistem, kondisi geografis, budaya masyarakat setempat, dan kearifan lokal. : Yang dimaksud dengan Dasas keanekaragaman hayatiE adalah

*uruf b

*uruf c

*uruf d

*uruf e

*uruf f

*uruf g

*uruf h

*uruf i

28

*uruf j

*uruf k

*uruf l

*uruf m (asal # (asal : (asal . (asal -

(asal ;

(asal 4 (asal ' (asal ,& (asal ,, (asal ,$ (asal ,# (asal ,: (asal ,. (asal ,(asal ,; (asal ,4 (asal ,' (asal $& (asal $,

: : : ayat 2,5 huruf a : s/d huruf c huruf d Yang dimaksud dengan kearifan lokal adalah nilai!nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat untuk antara lain melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari. huruf e s/d Bukup jelas huruf f ayat 2,5 : (engendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang dimaksud dalam ketentuan ini, antara lain pengendalian: a. pencemaran air dan udara; dan b. kerusakan ekosistem dan kerusakan akibat perubahan iklim ayat 2$5 : Bukup jelas. ayat 2#5 : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. : Bukup jelas. ayat 2,5 : Yang dimaksud dengan DwilayahE adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrasi dan/atau aspek fungsional. ayat 2$5 *uruf a : Bukup jelas. ayat 2$5 *uruf b : +ampak dan/atau risiko lingkungan hidup yang dimaksud meliputi: a. perubahan iklim; b. kerusakan, kemerosotan, dan/atau kepunahan keanekaragaman hayati; c. peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir, longsor dan kekeringan; d. penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam; e. peningkatan alih fungsi lahan;

bahwa perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan upaya terpadu untuk mempertahankan keberadaan, keragaman, dan keberlanjutan sumber daya alam hayati yang terdiri atas sumber daya alam nabati dan sumber daya alam hewani yang bersama dengan unsur nonhayati di sekitarnya secara keseluruhan membentuk ekosistem. Yang dimaksud dengan Dasas pencemar membayarE adalah bahwa setiap penanggung jawab yang usaha dan/atau kegiatannya menimbulkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup wajib menanggung biaya pemulihan lingkungan. Yang dimaksud dengan Dasas partisipatifE adalah bahwa setiap anggota masyarakat didorong untuk berperan aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung. Yang dimaksud dengan Dasas kearifan lokalE adalah bahwa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup harus memperhatikan nilai!nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat. Yang dimaksud dengan Dasas tata kelola pemerintahan yang baikE adalah bahwa pengelolaan lingkungan hidup dijiwai oleh prinsip partisipasi, transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan keadilan. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas.

29

ayat 2#5 (asal $$ (asal $# (asal $: (asal $. (asal $ayat 2,5 ayat 2$5 ayat 2,5 ayat 2$5 huruf a

: : : : : : : :

ayat 2$5 huruf b ayat 2$5 huruf c

: :

ayat 2$5 huruf d

ayat 2$5 huruf e ayat 2$5 huruf f ayat 2$5 huruf g ayat 2#5 ayat 2:5 ayat 2.5 ayat 2,5 ayat 2$5 ayat 2#5 huruf a

: : : : : : : : :

(asal $;

f. peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya keberlanjutan penghidupan sekelompok masyarakat; dan/atau g. peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. (elibatan masyarakat dilakukan melalui dialog, diskusi, dan konsultasi publik. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu airE adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, <at, energi, atau komponen yang ada atau harus ada, dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu air limbahE adalah ukuran batas atau kadar polutan yang ditenggang untuk dimasukkan ke media air. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu air lautE adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, <at, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air laut. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu udara ambienE adalah ukuran batas atau kadar <at, energi, dan/atau komponen yang seharusnya ada, dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu emisiE adalah ukuran batas atau kadar polutan yang ditenggang untuk dimasukkan ke media udara. Yang dimaksud dengan Dbaku mutu gangguanE adalah ukuran batas unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya yang meliputi unsur getaran, kebisingan, dan kebauan. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Dproduksi biomassaE adalah bentuk! bentuk pemanfaatan sumber daya tanah untuk menghasilkan biomassa. Yang dimaksud dengan Dkriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassaE adalah ukuran batas perubahan sifat dasar tanah yang dapat ditenggang berkaitan dengan kegiatan produksi biomassa. Kriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassa mencakup lahan pertanian atau lahan budi daya.

ayat 2#5 huruf b

: Yang dimaksud dengan Dproduksi biomassaE adalah bentuk! bentuk pemanfaatan sumber daya tanah untuk menghasilkan biomassa. Yang dimaksud dengan Dkriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassaE adalah ukuran batas perubahan sifat dasar tanah yang dapat ditenggang berkaitan dengan kegiatan produksi biomassa. Kriteria baku kerusakan tanah untuk produksi biomassa mencakup lahan pertanian atau lahan budi daya.

ayat 2:5 ayat 2.5 (asal $4 (asal $' huruf a

: : : s/d :

Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas.

30

huruf e huruf f huruf g huruf i (asal #& (asal #, huruf a huruf e huruf f

: 0asad renik dalam huruf ini termasuk produk rekayasa genetik. s/d Bukup jelas. : Bukup jelas. s/d : Bukup jelas. : 3encana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dimaksudkan untuk menghindari, meminimalkan, memitigasi, dan/atau mengompensasikan dampak suatu usaha dan/atau kegiatan. : (elibatan masyarakat dilaksanakan dalam proses pengumuman dan konsultasi publik dalam rangka menjaring saran dan tanggapan. : Bukup jelas. : : : : : : : : : : : Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. 3ekomendasi hidup. : Bukup jelas.

(asal #$

ayat 2,5 ayat 2$5 s/d ayat 2:5

(asal ## (asal #: (asal #. (asal #(asal #; (asal #4 (asal #' (asal :& (asal :, (asal :$

ayat 2,5 ayat 2$5 ayat 2#5 s/d ayat 2:5

K)! () dinilai oleh tim teknis instansi lingkungan

(asal :# (asal :: (asal :.

ayat 2,5

(asal :-

ayat 2$5 s/d ayat 2#5 ayat 2,5 ayat 2$5 ayat 2#5

: Bukup jelas. : Bukup jelas. : (engumuman dalam (asal ini merupakan pelaksanaan atas keterbukaan informasi. (engumuman tersebut memungkinkan peran serta masyarakat, khususnya yang belum menggunakan kesempatan dalam prosedur keberatan, dengar pendapat, dan lain!lain dalam proses pengambilan keputusan i<in. : Bukup jelas. : Yang dimaksud dengan i<in usaha dan/atau kegiatan dalam ayat ini termasuk i<in yang disebut dengan nama lain seperti i<in operasi dan i<in konstruksi. : Bukup jelas. : (erubahan yang dimaksud dalam ayat ini, antara lain, karena kepemilikan beralih, perubahan teknologi, penambahan atau pengurangan kapasitas produksi, dan/atau lokasi usaha dan/atau kegiatan yang berpindah tempat. : Bukup jelas. : Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Dinstrumen ekonomi dalam perencanaan pembangunanE adalah upaya internalisasi aspek lingkungan hidup ke dalam perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan dan kegiatan ekonomi. Yang dimaksud dengan Dpendanaan lingkunganE adalah suatu sistem dan mekanisme penghimpunan dan pengelolaan dana yang digunakan bagi pembiayaan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. (endanaan lingkungan berasal dari berbagai sumber, misalnya pungutan, hibah, dan lainnya. 1nsentif merupakan upaya memberikan dorongan atau daya tarik secara moneter dan/atau nonmoneter kepada setiap orang ataupun (emerintah dan pemerintah daerah agar melakukan kegiatan yang berdampak positif pada cadangan sumber daya

(asal :; (asal :4

ayat 2,5 ayat 2$5 huruf a

huruf b

huruf c

31

alam dan kualitas fungsi lingkungan hidup. +isinsentif merupakan pengenaan beban atau ancaman secara moneter dan/atau nonmoneter kepada setiap orang ataupun (emerintah dan pemerintah daerah agar mengurangi kegiatan yang berdampak negatif pada cadangan sumber daya alam dan kualitas fungsi lingkungan hidup. (asal :' ayat 2,5 huruf a Yang dimaksud dengan Dneraca sumber daya alamE adalah gambaran mengenai cadangan sumber daya alam dan perubahannya, baik dalam satuan fisik maupun dalam nilai moneter. Yang dimaksud dengan Dproduk domestik brutoE adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. Yang dimaksud dengan Dproduk domestik regional brutoE adalah nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu daerah pada periode tertentu. Yang dimaksud dengan Dinternalisasi biaya lingkungan hidupEF adalah memasukkan biaya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dalam perhitungan biaya produksi atau biaya suatu usaha dan/atau kegiatan. Yang dimaksud dengan Ddana jaminan pemulihan lingkungan hidupE adalah dana yang disiapkan oleh suatu usaha dan/atau kegiatan untuk pemulihan kualitas lingkungan hidup yang rusak karena kegiatannya. Yang dimaksud dengan Ddana penanggulanganE adalah dana yang digunakan untuk menanggulangi pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang timbul akibat suatu usaha dan/atau kegiatan. Yang dimaksud dengan Ddana amanah/bantuanE adalah dana yang berasal dari sumber hibah dan donasi untuk kepentingan konser6asi lingkungan hidup Yang dimaksud dengan Dpengadaan barang dan jasa ramah lingkungan hidupE adalah pengadaaan yang memprioritaskan barang dan jasa yang berlabel ramah lingkungan hidup. Yang dimaksud dengan Dpajak lingkungan hidupE adalah pungutan oleh (emerintah dan pemerintah daerah terhadap setiap orang yang memanfaatkan sumber daya alam, seperti pajak pengambilan air bawah tanah, pajak bahan bakar minyak, dan pajak sarang burung walet. Yang dimaksud dengan Dretribusi lingkungan hidupE adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap setiap orang yang memanfaatkan sarana yang disiapkan pemerintah daerah seperti retribusi pengolahan air limbah. Yang dimaksud dengan Dsubsidi lingkungan hidupE adalah kemudahan atau pengurangan beban yang diberikan kepada setiap orang yang kegiatannya berdampak memperbaiki fungsi lingkungan hidup. Yang dimaksud dengan Dperdagangan i<in pembuangan limbah dan/atau emisiE adalah jual beli kuota limbah dan/atau emisi yang dii<inkan untuk dibuang ke media lingkungan hidup antarpenanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Yang dimaksud dengan Dpembayaran jasa lingkungan hidupE adalah pembayaran/imbal yang diberikan oleh pemanfaat jasa lingkungan hidup kepada penyedia jasa lingkungan hidup. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. +okumen audit lingkungan hidup memuat: a. informasi yang meliputi tujuan dan proses pelaksanaan audit; b. temuan audit;

huruf b

huruf c

ayat 2$5 huruf a

huruf b

huruf c ayat 2#5 huruf a huruf b

huruf c

huruf d huruf e ayat 2:5 (asal .& (asal ., (asal .$ (asal .#

ayat 2,5

32

ayat 2$5 ayat 2#5 (asal .: (asal ..

dan

c. kesimpulan audit; dan d. data dan informasi pendukung. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Yang dimaksud dengan EremediasiE adalah upaya pemulihan pencemaran lingkungan hidup untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup. Yang dimaksud dengan ErehabilitasiE adalah upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai, fungsi, dan manfaat lingkungan hidup termasuk upaya pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan, dan memperbaiki ekosistem. Yang dimaksud dengan ErestorasiE adalah upaya pemulihan untuk menjadikan lingkungan hidup atau bagian!bagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula. Bukup jelas Bukup jelas. Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Dpemeliharaan lingkungan hidupE adalah upaya yang dilakukan untuk menjaga pelestarian fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya penurunan atau kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan oleh perbuatan manusia. Konser6asi sumber daya alam meliputi konser6asi sumber daya air dan energi. (encadangan sumber daya alam meliputi sumber daya alam yang dapat dikelola dalam jangka panjang dan waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan. ntuk melaksanakan pencadangan sumber daya alam, (emerintah +aerah dan perseorangan dapat membangun: a. ruang terbuka hijau 23%*5 paling sedikit #&@ dari luasan wilayah; dan/atau b. menanam dan memelihara pohon pada wilayah kota di tempat yang memungkinkan, khususnya tanaman langka. Bukup jelas. Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Epengawetan sumber daya alamE adalah upaya untuk menjaga keutuhan dan keaslian sumber daya alam beserta ekosistemnya. Bukup jelas Bukup jelas. Yang dimaksud dengan Emitigasi perubahan iklimE adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam upaya menurunkan tingkat emisi gas rumah kaca sebagai bentuk upaya penanggulangan dampak perubahan iklim. Yang dimaksud dengan Eadaptasi perubahan iklimE adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian iklim ekstrim sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. *ak atas informasi lingkungan hidup merupakan suatu konsekuensi logis dari hak berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berlandaskan pada asas keterbukaan. *ak atas informasi lingkungan hidup akan meningkatkan nilai dan efekti6itas peran serta dalam pengelolaan lingkungan hidup, di

ayat 2,5 ayat 2$5 huruf a huruf b huruf c

huruf d huruf e ayat 2#5 (asal .(asal .; ayat 2,5

huruf a huruf b

: :

huruf c ayat 2$5 huruf a huruf b huruf c ayat 2#5 ayat 2:5 huruf a

: : : : : :

huruf b huruf c ayat 2.5 (asal .4 (asal .' ayat 2,5 ayat 2$5

dan : : : : :

33

ayat 2#5 ayat 2:5 (asal -& (asal -, (asal -$ (asal -# (asal -: (asal -. (asal -(asal -; (asal -4 (asal -' (asal ;& (asal ;, (asal ;$ (asal ;# (asal ;: (asal ;. (asal ;(asal ;; (asal ;4 (asal ;' (asal 4& (asal 4, .

samping akan membuka peluang bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan haknya atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. 1nformasi lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat ini dapat berupa data, keterangan, atau informasi lain yang berkenaan dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang menurut sifat dan tujuannya memang terbuka untuk diketahui masyarakat, seperti dokumen analisis mengenai dampak lingkungan hidup, laporan, dan e6aluasi hasil pemantauan lingkungan hidup, baik pemantauan penaatan maupun pemantauan perubahan kualitas lingkungan hidup dan rencana tata ruang. dan : Bukup jelas. : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas. Bukup jelas.

???????????????????????????????????????????????????????????????????

34