Anda di halaman 1dari 29

Sejarah Sel

Sel Hewan dan Tumbuhan

Membran Plasma

KELOMPOK I
Diah Randa Widia

Sejarah Sel

Jansen

Hooke

Leuwenhoek

Brown

Schleiden

Schwan

Virchow

Durjadin

Purkinje

Zaccharias Jansen
Tahun 1580-an menemukan mikroskop sederhana. dengan cara meletakkan dua buah lensa cembung pada dua ujung tabung

NEXT

Robert Hooke
Memberikan istilah cellula atau sel yang berarti ruang-ruang kecil. Diamati pada sel gabus yang mati

NEXT

Sayatan gabus yang diamati Hooke

Sayatan gabus dengan perbesaran 1000x

Antonio Van Leuwenhoek


Orang pertama yang mengamati makhluk hidup dengan mikroskop Diantaranya adalah infusoria (protista),bakteri pada mulut manusia, vakuola, spermatozoa dan serat otot.

NEXT

Robert Brown
Menemukan inti sel yang diberi nama nucleus melalui pengamatan sel epidermis anggrek. Menemukan gerak brown (acak) yang terjadi pada molekul-mokeul yang terlarut dalam sitoplasma

NEXT

Sayatan epidermis anggrek

Dr. Matthias Jacob Schleiden


Salah satu pencetus teori sel bersama Schawn dan Virchow Menemukan peranan penting dari inti sel yang ditemukan oleh Brown terhadap proses pembelahan sel.

Dr. Theodore Schwan


Berhasil menunjukkan jaringan hewan secara mikroskopik. Mengobservasi sel-sel yang berhubungan dengan selubung serabut syaraf yang disebut sel-sel Schwann.

Bersama-sama dengan Schleiden, dia menyimpulkan dari hasil observasinya tentang sel sebagai berikut:

Sel merupakan kesatuan struktural, fisiologis, dan organisasi dari makhluk hidup. Sel memiliki eksistensi ganda yaitu sebagai entitas yang berbeda dan sebagai bagian yang membangun organisme. Sel terbentuk secara bebas, mirip dengan pembentukan kristal (spontaneous generation).

Rudolf Ludwig Karl Virchow


Pencetus slogan omni cellula ex cellula (semua sel berasal dari sel sebelumnya). Teori ini membantah pendapat Schawn dan Schleiden yang mengutarakan teori spontanea generation

Felix Durjadin
menemukan bahwa banyak mikroorganisme yang tersusun atas satu sel saja. menyatakan bahwa bagian terpenting dari sel hidup adalah cairan yang selalu terdapat didalam setiap sel hidup ( protoplasma ).

Johannes Purkinje
Memperkenalkan istilah protoplasma bersama dengan Hugo van Mohl. Istilah protoplasma digunakan untuk menyebut benda-benda hidup dalam sel.

TEORI SEL MODERN


Semua makhluk hidup terdiri dari sel-sel. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua makhluk hidup. Semua sel berasal dari sel-sel pra-ada melalui proses pembelahan, (Generasi spontan tidak terjadi). Sel berisi informasi genetik yang diturunkan dari sel ke sel selama pembelahan sel. (Sel pertama adalah pengecualian karena tidak mungkin berasal dari sel sebelumnya yang sudah ada). Semua sel pada dasarnya memiliki komposisi kimia yang sama. Semua aliran energi (metabolisme & biokimia) kehidupan terjadi dalam sel. Sel mengandung informasi genetika yang diteruskan dari sel ke sel melalui proses pembelahan. Semua sel pada dasarnya sama dalam komposisi kimia di dalam organism yang speciesnya sama.

Sel Hewan dan Tumbuhan

Sel Hewan

Sel Tumbuhan

Membran Plasma

Membran plasma merupakan tepi dari suatu kehidupan, batas yang memisahkan sel hidup dari sekelilingnya. Membran merupakan lapisan yang hanya memiliki ketebalan 8 nm dan bersifat selektif permeabel

Komponen Kimia Membran Plasma


1. Lipid (Fosfolipid) 2. Protein 3. Karbohidrat

LIPID (Fosfolipid)
Tersusun bersama dengan fosfat yang disebut fosfolipid Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran. Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik maupun daerah hidrofobik.

Protein

Karbohidrat

Asimetri Membran
Memiliki struktur dan ukuran pori tidak seragam Dikarenakan komponen lipida, protein dan bahkan karbohidrat yang tersebar secara tidak merata antara kedua permukaan membran.

Mobilitas Lipid & Protein


Mobilitas Lipid

Mobilitas Lipid & Protein

Kenapa Lipid dan Protein Membran bukan merupakan lembaran statis dari molekul-molekul yang terkunci secara erat pada suatu tempat. Keutuhan sebuah membran dipertahankan oleh perlu bergerak adanya
interaksi hidrofobik (lebih lemah dari ikatan kovalen). Sebagian besar lipid dan beberapa jenis protein dalam membran dapat berpindah secara lateral (Figure 7.5a) (sangat jarang terjadi suatu molekul mampu berpindah secara transversal). Perpindahan secara lateral dari fosfolipid dalam membran terjadi dengan sangat cepat. Fosfolipid berpindah posisi selama 107 kali per detik (berarti dapat berpindah sekitar 2 um, seperti panjang bakteria, 32 dalam 1 detik). Protein membran berbentuk lebih besar dari pada lipid sehingga bergerak lebih lambat dan sebagian besar protein membran adalah imobile.

????