Anda di halaman 1dari 35

CASE REPORT

OLEH : Marwah Widuri A. 110 208 086 PEMBIMBING : dr. Raditya SUPERVISOR : dr. Alamsyah A. A. Husain, Sp.An
Bagian Ilmu Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar 2014

Identitas
Nama Usia Alamat Agama Pekerjaan Pendidikan Masuk RS pukul 22.39 : : : : : : : Tn. H 32 tahun Jl. Pelita Islam Pegawai laundry hotel Rabu, 15 Januari 2014

Anamnesis
Keluhan utama : Luka Bakar Anamnesis Terpimpin : Dialami sejak 3 jam yang lalu sebelum masuk rumah sakit akibat kecelakaan kerja tabung gas meledak. Pasien adalah pegawai laundry hotel , tiba-tiba tabung gas meledak dan mengenai wajah, tangan, dan paha pasien. Riwayat pingsan (-), riwayat muntah (-), riwayat sesak (-), batuk(-).

Pemeriksaan Fisik
Primary survey Airway: tidak paten Breathing & Ventilation: dada simetris, P: 28x/menit, Rh-/-, Wh-/-, Bunyi pernapasan vesikuler, tipe pernapasan thoracoabdominal. Circulation: TD 130/90 mmHg, N 84 x/menit reguler. Disability: kesadaran menurun (E2M4V2), pupil isokor 2,5 mm/2,5 mm Environment: suhu axilla 36,8 C.

Secondary survey Kepala & wajah : deformitas (-), bibir edema (+), Mata : edema (+), konjungtiva anemis (-), ikterus (-) Leher : pembesaran KGB (-) THT : sekret (-) Dada : simetris kanan = kiri Jantung : BJ I & II normal, murmur (-), gallop (-) Paru : vesikuler, ronki -/-, wheezing -/ Abdomen : datar, lemas, NT (-), tdk teraba massa, BU (+) normal, H/L ttb Ekstremitas : lihat status lokalis

Status lokalis Kepala dan leher Trunkus anterior Trunkus posterior Esktremitas atas kanan Ekstremitas atas kiri Ekstremitas bawah kanan Ekstremitas bawah kiri Genitalia Total

:9% :0% :0% :2% :2% :3% :4% :0%+ : 20 %

Pemeriksaan Penunjang
Lab
Darah Rutin WBC
HGB HCT PLT Kimia Darah GDS Ur Cr GOT GPT 174 18 0,7 35 22

16050
16,9 46,6 258.000

Elektrolit Na K Cl Faktor Darah CT BT PT APTT 800 300 11 22 137 4,63 110

Lain-Lain HbsAg negatif

Diagnosis Kerja
Luka bakar grade IIA-IIB 20 %

Terapi
TERAPI Airway : O2 6 lpm via ETT Breathing : Kontrol Circulation : IVFD RL 160 tts/menit pada 6 jam pertama. Dilanjutkan dengan 50 tts/mnt pada 16 jam berikutnya. Drug : Ceftriaxon 1gr/12 j/IV, Ketorolac 1 amp/8jam/iv, ranitidin 1 amp/8 jam/iv, rawat luka dengan Burnazin Cr. Monitoring resusitasi Urin (0,5-1 cc/kgBB/jam) = 30-60 cc/ jam.

dihitung kebutuhan cairan pasien yaitu: (diketahui BB pasien 60 kg) 4x BB x luas luka bakar = 4 x 60 x 20 = 4800 mL (dalam 24 jam Pertama) 6 jam pertama (2400 cc x 20)/5x60 menit= 160 tts/menit 16 jam kedua (2400 ml x 20)/ 16x60 menit = 50 tts/ menit.

Definisi
suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi

Penyebab
Paparan Api Scalds (air panas) Uap panas Zat kimia Aliran listrik Sunburn

Epidemiologi
Dari laporan American Burn Association 2012 dikatakan bahwa angka morbiditas 96,1% lebih banyak terjadi pada wanita (69%). Berdasarkan tempat kejadian, 69 % di rumah tangga dan 9% di tempat kerja, 7% di jalan raya, 5% di rekreasi atau olahraga 10% dan lain-lain

Klasifikasi Luka bakar


Derajat 1 Derajat 2 Derajat 3

Luka bakar Derajat 1


Pajanan hanya merusak epidermis. sembuh dalam 5-7 hari tampak sebagai eritema dan timbul dengan keluhan nyeri dan atau hipersensitivitas lokal

Luka Bakar Derajat 2


melibatkan epidermis dan mencapai kedalaman dermis dapat sembuh dalam 23 minggu gelembung atau bula yang berisi cairan eksudat Disertai rasa nyeri

Luka Bakar Derajat 3


Mengenai seluruh lapisan kulit, dari subkutis hingga mungkin organ atau jaringan yang lebih dalam tanpa nyeri maupun bula

Berat & Luas Luka Bakar


Dewasa : Rule of Nine

Anak & Bayi

Pembagian Luka Bakar


Luka bakar ringan Luka bakar sedang Luka bakar Berat

Luka Bakar Ringan


Luka bakar dengan luas < 15 % pada dewasa Luka bakar dengan luas < 10 % pada anak dan usia lanjut Luka bakar dengan luas < 2 % pada segala usia (tidak mengenai muka, tangan, kaki, dan perineum)

Luka Bakar Sedang


Luka bakar dengan luas 15 25 % pada dewasa, dengan luka bakar derajat III kurang dari 10 % Luka bakar dengan luas 10 20 % pada anak usia < 10 tahun atau dewasa > 40 tahun, dengan luka bakar derajat III kurang dari 10 % Luka bakar dengan derajat III < 10 % pada anak maupun dewasa yang tidak mengenai muka, tangan, kaki, dan perineum

Luka Bakar Berat


Derajat II-III > 20 % pada pasien berusia di bawah 10 tahun atau di atas usia 50 tahun Derajat II-III > 25 % pada kelompok usia selain disebutkan pada butir pertama Luka bakar pada muka, telinga, tangan, kaki, dan perineum Adanya cedera pada jalan nafas (cedera inhalasi) tanpa memperhitungkan luas luka bakar Luka bakar listrik tegangan tinggi Disertai trauma lainnya

Patofisiologi

Penatalaksanaan
Pertolongan Pertama Menghentikan proses trauma bakar. Segera tanggalkan pakaian untuk menghentikan proses trauma bakar. Dinginkan luka bakar dengan air (8-150C) selama sekitar 20 menit. Tutup luka bakar. Berikan analgetik

Penatalaksanaan
Primary Survey Airway : kewaspadaan adanya obstruksi napas akibat trauma inhalasi Breathing : Hitung respiratory rate, palpitasi ada krepitasi atau tidak, auskultasi apakah bunyi napas kiri=kanan Circulation : tekanan darah, nadi, perdarahan Disability : kesadaran, ukuran pupil Environment : Suhu, jaga pasien dalam keadaan hangat

Penatalaksanaan (cont.)
Resusitasi Cairan : Resusitasi cairan diindikasikan bila luas luka bakar > 10% pada anak-anak atau > 15% pada dewasa. Tujuan : - reperfusi yang adekuat dan seimbang diseluruh pembuluh vaskuler - Optimalisasi status volume dan komposisi intravaskuler - Minimalisasi respon inflamasi dan hipermetabolik

Baxter Formula
8 jam pertama: setengah dari total cairan yang dibutuhkan 16 jam selanjutnya: setengah dari total cairan yang dibutuhkan
Kebutuhan cairan = 4 x BB x % luka bakar

Terapi Pendukung
Terapi nutrisi Perawatan luka bakar Terapi pembedahan

Komplikasi
Sistemic Inflammatory Response Syndrome (SIRS), Multi-system Organ Dysfunction Syndrome (MODS)

Prognosis
Prognosis dan penanganan luka bakar terutama tergantung pada dalam dan luasnya permukaan luka bakar, dan penanganan sejak awal hingga penyembuhan. Selain itu faktor letak daerah yang terbakar, usia dan keadaan kesehatan penderita juga turut menentukan kecepatan penyembuhan.