Anda di halaman 1dari 7

LATIHAN TUGAS MANDIRI

KERANGKA DASAR AJARAN ISLAM


PENERAPAN IBADAH DALAM KEHIDUPAN





REZKY R. MATEKA
1306403453
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
2013


Pendahuluan
Islam adalah sebuah agama yang lengkap dan paripurna. Ia mencakup
segala aspek kehidupan mulai dari doa bangun tidur di pagi hari sampai tata cara
dan adab tidur pada malam hari. Dari ide tentang penciptaan manusia hingga
hukum dan filosofi pemerintahan dan hubungan antar negara. Bahkan, Ilsam
berkembang dalam perbandingan yang lurus dengan logika dan ilmu pengetahuan.
Maka sepantasnya seseorang yang mengaku sebagai umat Islam yag baik juga
adalah seorang ideologis dan berilmu karena Islam tidak bisa diterapkan tanpa
ilmu. Baik dalam aspek ibadah maupun muamalah, sama-sama tidak bisa
diterapkan tanpa ilmu pengetahuan. Karenanya, Islam selalu memiliki
rasionalisasi atas segala ajarannya dan selalu bisa dihadapkan dengan oposisi
biner baik dalam bentuk agama lain ataupun ilmu pengetahuan sekuler.
Konsekuensi dari kita sebagai pemeluk agama islam adalah patuh terhadap
segala sesuatu yang telah di tetapkan oleh Allah swt. baik yang menyenangkan
maupun yang tidak kita sukai. Dalam alquran surat Adz-dzariyat:56, Allah swt.
berfirman:
!. 1l> _>' _. | .,-,l __
56. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.
Atas dasar firman Allah swt. tersebut, maka manusia haruslah melaksanakan
hidupnya seutuhnya diniatkan untuk ibadah kepada Allah swt. Implementasi
ibadah dalam kehidupan dapat dilaksanakan dalam ibadah yang berhubungan
langsung dengan Allah swt. (hablunminallah), maupun dengan ibadah yang
melalui hubungan dengan manusia sebagai perantaranya (hablunminannas).
Implementasi Shalat dalam Kehidupan
Shalat merupakan tiang agama. Itulah salah satu hadits Nabi Muhammad
saw. yang cukup popular di kalangan umat islam. Sebagai salah satu ibadah yang
proses pemberiannya diberikan langsung oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad
saw. tanpa perantara, shalat memiliki posisi sangat penting dalam Islam. Dalam
beberapa hadits lain disebutkan bahwa shalat merupakan amalan yang paling
pertama kali akan di hisab oleh Allah swt. pada saat hari pembalasan nanti.
Bahkan dalam surat Al-Ankabut:45, Allah swt. berfirman:
`_. !. _- ,,l| _. ..>l :l.l _| :l. _.. _s ,!:`>l
>..l ` < < `l-, !. `-.`.. __
45. bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan
mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari
ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Selain sebagai ibadah yang cukup besar nilainya di mata Allah swt. shalat
juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad
saw.:Asshalaatu Rihah yang artinya adalah bahwa shalat itu istirahat. Menurut
penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli mengatakan bahwa dengan shalat,
kita dapat melancarkan aliran darah ke otak, sehingga dapat menjaga kesehatan
kita.
Implementasi Zakat dalam Kehidupan
Zakat adalah shodaqoh wajib yang harus ditunaikan oleh setiap umat islam
yang mampu. Zakat merupakan salah satu jenis ibadah yang tidak hanya
berhubungan langsung dengan Allah swt. tetapi zakat juga merupakan ibadah
yang berkaitan erat dengan kepekaan terhadap manusia di sekitar kita. Dalam QS
Albaqarah: 43, Allah swt. berfirman:
., :l.l ., :l `- _. _,-l __
43. dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'
Dalam ayat tersebut Allah menyandingkan perintah untuk mendirikan shalat
bersamaan dengan perintah untuk menunaikan zakat. Hal ini berarti, hukum untuk
menunaikan zakat hamper sama derajatnya dengan hukum untuk menunaikan
shalat. Zakat begitu penting bagi kehidupan dikarenakan dengan zakat sebenarnya
manusia dapat meminimalisasi ketimpangan yang terjadi antara orang kaya dan
orang miskin. Zakat membantu manusia untuk merasakan nikmatnya berbagi
rezeki yang diberikan oleh Allah swt. kepada orang lain yang membutuhkan. Oleh
sebab itu, zakat selain sebagai ibadah hablunminallah, tetapi zakat juga sebagai
ibadah hablunminannas.
Implementasi Puasa dalam Kehidupan
Secara praktis puasa Ramadhan sangat mudah dilakasanakan, yakni hanya
menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Akan tetapi jika dilihat
lebih jauh, banyak hal yang mesti dihindari baik secara makro dan mikro untuk
mencegah batalnya puasa tersebut. Sebagian kalangan menilai bahwa puasa itu
batal dikarenakan makan dan minum atau mengkonsumsi segala makanan melalui
rongga mulut dan melaksanakan hubungan suami istri di siang hari bulan
Ramadhan.
Jika demikian halnya timbul suatu pertanyaan yang bernuansa sedikit kritis,
yaitu hanya sebatas itukah nilai-nilai puasa yang terkandung dalam perintahkan
Allah SWT yang termaktub dalam surah al-Baqarah ayat 183 atau ada hal lain
yang sangat signifikan dibalik perintah itu dan sejauhmana kesakralan bulan
Ramadhan tersebut.
!,!., _ `.., . `,l. `!,.l !. . _ls _ _.
l, >l-l 1`.. __
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,


Jika dicermati dengan baik apa yang termaktub dalam surah al-Baqarah
ayat: 183 tersebut, di dalamnya akan terungkap apa sebenarnya nilai-nilai filosofis
tujuan dari puasa Ramadhan tersebut, di antaranya adalah; untuk mencapai sebuah
gelar atau derajat yang paling tinggi yakni gelar takwa. Gelar itu diperoleh bagi
umat yang beriman dan melaksanakan puasa Ramadhan.
Selanjutnya, nilai filosofis yang lain adalah memupuk rasa kasih sayang
antar sesama, dengan merasakan lapar dengan cara berpuasa itu hati kita akan
tersentuh betapa sengsaranya kaum fakir miskin yang senantiasa merasa kelaparan
serta serba kekurangan dalam segala hal. Para kaum dhuafa senantiasa menanti
uluran tangan kaum dermawan agar menyisihkan sebahagian hartanya untu
didermakannya.
Orang yang beriman dan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan
penuh keimanan, pasti akan tersentuh hatinya untuk menolong kaum fakir miskin
yang selalu hidup dalam keadaan serba kepapaan. Kemudian, nilai filosofis yang
terdapat dalam puasa itu yakni, membina dan menata diri kaum mukmin agar
senantiasa hidup dengan teratur, utamanya dalam mengkonsumsi makanan. Jika
seseorang mengkonsumsi makanan dengan cara yang tidak teratur akan
mengakibatkan kesehatannya kurang baik, karena perut manusia butuh waktu
untuk mengolah makanan yang telah dikonsumsi.
Implementasi Haji dalam Kehidupan
Secara bahasa, haji adalah mengunjungi sesuatu. Secara istilah, haji adalah
mengunjungi kabah. (Nurwahidin, 2011). Dalam rukun islam, haji merupakan
puncak ibadah dari umat islam. Haji dikhususkan bagi yang mampu
menjalankannya saja. Mampu menjalankan ibadah haji berarti dia mampu baik
secara financial, maupun mampu secara fisik untuk menjalankan ibadah haji.
Dalam pelaksanaan ibadah haji, Nabi Muhammad saw. mengajarkan umat
islam tiga cara dalam pelaksanaan ibadah haji. Cara-cara tersebut adalah: haji
tamattu, haji ifrad, dan haji qiran.
1. Haji Tamattu
Haji Tamattu ialah melakukan umrah terlebih dahulu pada musim haji,
kemudian melaksanakan ibadaha haji. Bila menggunakan cara ini, maka yang
bersangkutan diwajibkan membayar dam nusuk (berupa menyembelih seekor
kambing, kalau tidak mampu berpuasa 10 hari yaitu 3 hari di Makkah atau di
Mina dan 7 hari di tanah air), apabila puasa 3 hari di Makkah tidak dapat
dilaksanakan karena suatu hal maka harus diqadha sesampainya di kampung
halaman dengan ketentuan puasa yang tiga hari dengan ketentuan puasa yang tiga
hari dengan tujuh hari dipisahkan 4 hari.
2. Haji Ifrad
Haji ifrad ialah melakukan haji saja. yaitu seorang berniat melakukan haji
saja tanpa umrah pada bulan-bulan haji, dengan mengucapkan
di miqat, Labbaika hajjan. Sama dengan haji qiran;setelah.sampai.di
Mekkah,.lalu melakukan thawaf qudum dan sai (untuk sai boleh ditunda
sampai setelah melakukan thawaf ifadhah pada tanggal 10 Dzulhijjah). Cara ini
tidak dikenakan dam.
3. Haji Qiran
Haji qiran ialah mengerjakan haji dan umrah di dalam satu niat dan satu
pekerjaan sekaligus. Yaitu seorang berniat melakukan haji saja tanpa umrah pada
bulan-bulan haji, dengan mengucapkan di miqat,Labbaika hajjan wa umrotan.
Cara ini juga wajib membayar dam nusuk. Pelaksanaan dam sama dengan pada
haji Tamattu.
Hikmah dari adanya ibadah haji adalah ibadah haji dapat mengajarkan
manusia bahwa semua manusia derajatnya sama dimata Allah swt. Hal ini dapat
dengan jelas ketika para jamah haji melakukan wukuf di arafah.
Daftar Pustaka
Jafar, Ahmad Baei. 2008. Terapi Shalat Sempurna. Depok: Lingkar Pena
Kreativa.
Khaerudin, Budi, 2012, Modul Alquran dan Hadits Untuk MAN Insan Cendekia
Gorontalo. Gorontalo.
Nurwahidin, 2011, Pendidikan Agama Islam. Jakarta. Midada Center
Sobari, Abdul Manan bin Hajjij. 2005. Kesempurnaan Ibadah Ramadhan. Jakarta:
Republika.