Anda di halaman 1dari 25

PENGELOLAAN WAKAF AHLI Pendahuluan Banyak sinonim yang dapat digunakan untuk istilah wakaf ahly, seperti wakaf

dzurry, wakaf aqaby, wakaf khash dan wakaf berdasarkan keturunan, akan tetapi dalam makalah ini, penulis menggunakan istilah wakaf ahly sebagaimana yang digunakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang Undang !akaf untuk istilah tersebut" #a$ian tentang wakaf ahly atau wakaf dzurry tidak mendapat porsi yang banyak dibandingkan ka$ian tentang wakaf khairy" %da orientasi ka$ian yang dapat dirasakan dimana wakaf khairy lebih banyak diperhatikan dibandingkan dengan wakaf ahly" &al tersebut didasarkan anggapan bahwa wakaf khairy memberikan kemaslahatan yang lebih besar atau peruntukan yang lebih besar dibandingkan dengan wakaf ahly yang hanya terbatas pada keluarga sa$a" 'ebenarnya wakaf ahly $uga memberikan kemaslahatan yang besar kepada keluarga wakif" (an apabila keluarga wakif tersebut telah habis maka wakaf ahly tersebut akan berubah fungsi men$adi wakaf khairy" 'edikitnya ka$ian mengenai wakaf ahly, disebabkan adanya stigma kurang baik yang melekat pada wakaf ahly, yang dianggap sebagai sumber konflik dikalangan keluarga" 'elain itu masih ada perdebatan dikalangan ulama terkait beberapa hal dalam wakaf ahly, misalnya keabsahan ahli waris men$adi penerima wakaf, bertambahnya keluarga wakif yang tidak diiringi oleh bertambahnya harta wakaf, belum lagi kritikan yang dialamatkan kepada wakaf ahly terkait dengan harta harta wakaf yang tidak produktif, yang tidak dapat dikelola dengan baik " dalam pandangan ekonomi , wakaf yang banyak )terutama wakaf tanah mengurangi pemasukan negara dibidang pa$ak, karena adanya penghapusan pa$ak untuk harta wakaf" Beberap negara *slam menghapuskan praktek wakaf ahly dalam undang undang terkait masalah perwakafan" (imulai dari negara Turki

yang menghapuskan wakaf ahly dalam undang undangnya tahun +,2-, kemudian negara 'uriah berdasarkan UU no .6 Tahun +,40 yang tidak hanya menghapus wakaf ahly akan tetapi $uga wakaf musytarak, kemudian negara /esir berdasarkan undang undang no +00 tahun +,-2 yang menghapuskan semua bentuk wakaf selain wakaf khairy, kemudian negara Tunisia yang menghapuskan wakaf ahly berdasarkan instruksi kera$aan tahun +,-6" Negara 1ibya pada mulanya mengakui adanya wakaf ahly sebagaimana dalam undang undang no" +24 tahun +,.2, akan tetapi keberadaan wakaf ahly tersebut kemudian dihapuskan berdasarkan undang undang no"+6 tahun +,.2, yang menghapuskan semua $enis wakaf selain wakaf khairy 3al 4urai5y, 2206" (alam undang undang 'uriah disebutkan beberapa alasan yang men$adi pertimbangan dihapuskannya wakaf ahly, yaitu7 wakaf tersebut telah $auh menyimpang dari tu$uan utamanya, karena dengan per$alanan waktu, harta wakaf tersebut han8ur sehingga manfaatnya tidak dapat dirasakan oleh para mustahik hal tersebut disebabkan oleh pola pengelolaan yang buruk dan banyaknya konflik antara mustahik dan pengelola atau na9hir wakaf tersebut serta penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh na9hir wakaf, yang sering menggunakan harta wakaf untuk kepentingan pribadi" /enurut %bu 4ahra, alasan yang men$adi pertimbangan dihapuskannya wakaf ahly di /esir adalah penghapusan ini se$alan dengan logika reformasi ekonomi dan sosial yang menuntut pembatasan kepemilikan tanah dan sawah dan untuk mengetahui seberapa banyak tanah yang dimiliki oleh tiap tiap warga negara 3al 4urai5y,200-7 2206" %lasan alasan penghapusan tersebut sebenarnya berangkat dari pola pengelolaan dan peruntukan harta wakaf ahly yang tidak tepat hingga menyebabkan harta wakaf tersebut men$adi tidak produktif sehingga membebani keluarga wakif, $uga berkenaan dengan pola penyelesaian masalah: konflik yang ter$adi antara wakif dengan keluarganya atau antara wakif dengan na9hir"

Permasalahan permasalah tersebut sebenarnya tidak hanya ter$adi pada wakaf ahly sa$a akan tetapi dapat $uga ter$adi pada wakaf khairy" ;leh karenanya penghapusan wakaf ahly dan mar$inalisasi fungsinya perlu ditin$au kembali mengingat banyaknya dalil dalil dalam al <ur=an atau &adis yang memerintahkan umat *slam untuk memprioritaskan perhatiannya kepada keluarga, sanak saudara terlebih dahulu, dan selan$utnya saudara seagama" 'eperti dalam al <ur=an surat al Ba5arah 3267 +..+ dan 2+-, an-Nis (4) :92, al-Tahrm (66): 62 " (alam hadis Nabi /uhammad '%! ditemukan $uga pernyataan yang senada dengan al <ur=an, seperti hadis Nabi '%! yang berbunyi 7 ibda binafsika tsumma biman talu yang artinya mulailah dari dirimu kemudian orang yang engkau tanggung" (alam hadis berkenaan dengan batasan berinfak yang sepertiga, Nabi /uhammad mengatakan7 Innaka an tadzara waratsataka aghniy khairun min an tadzarahum latan yatakaffafna anns, yang artinya7 >engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka men$adi beban bagi orang lain>3Bukhori,+,0.7 -:+.+6" (alam &adis yang diriwayatkan oleh %bu &urairah, Nabi /uhammad '%! berkata7?empat dinar, satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar yang lain engkau berikan kepada budak, satu dinar yang lain engkau infakkan dijalan Allah dan satu dinar lagi engkau infakkan untuk keluargamu. Yang paling utama adalah dinar yang engaku infakkan kepada keluargamu? 3Baiha5y, +2447 2:2646" (engan memprioritaskan keluarga terdekat terlebih dahulu, kita mendapatkan dua kelebihan yaitu men$alin shilaturrahmi dan membantu keluarga yang membutuhkan, sebagaimana hadis Nabi /uhammad '%! yang 7?Inna al-shadaqah al al-miskn shadaqah, wa al dzy
+ 2

@ABCDE FGH IJKLAMDEH NJOMDE IPEH IJQAMRDEH SRTJDEH SPCUDE VHW XOY SKZ [ARDE \]H E^_^` abB EbDbUJDH cE EbUTJKG deJKZ EbGAf AGAgh i_jW dekKf Il EbQCm bD I_nDE opJDH 2 EjAq drJKstH drMkqt EbB Ebul] I_nDE Ae_t A_

al-rahmi itsnn: shadaqah wa shillah. vang artinya7 sedekah kepada orang miskin hanya merupakan sedekah sa$a, akan tetapi sedekah kepada sanak kerabat merupakan sedekah dan shilaturrahmi " Pada saat sekarang ini banyak orang tua yang kaya yang mewariskan kepada anak anaknya harta yang berlimpah" %kan tetapi anak anaknya tersebut tidak pintar dalam mengelola harta tersebut sehingga men$adi habis dan anak anaknya tersebut men$adi orang miskin" (engan adanya wakaf keluaraga , ke$adian tersebut dapat dihindari, dengan menginwestasikan harta wakaf keluarga tersebut ke sektor sektor yang aman dan dapat selalu akan mendatangkan hasil" /akalah ini men8oba untuk membahas wakaf ahly dan problematikanya serta peme8ahannya" Pengertian Wakaf Ahly Wakaf ahly memiliki beberapa sinonim, yaitu wakaf dzurry, wakaf aqaby, wakaf atas keturunan 3 al-waqfu al an-nasal) dan wakaf khsh" *stilah wakaf ahly merupakan istilah yang baru, yang menun$ukkan bahwa wakaf ini dikelola oleh perorangan tanpa ada 8ampur tangan dari pemerintah" 'edangkan istilah wakaf dzurry dimaksudkan adalah wakaf yang diperuntukkan bagi keturunan wakif, baik anaknya maupun 8u8unya" %dapun wakaf aqaby adalah wakaf yang diperuntukkan bagi orang yang ada setelah wakif meninggal yaitu anak anaknya, karena kata =aqbun berarti setelahnya" (isebut $uga dengan wakaf khsh karena wakaf ini hanya diperuntukkan orang orang khusus atau tertentu bukan semua orang pada umumnya, atau untuk kepentingan umum" !ahbah al 4uhaily 32002,+0:.60.6 mendefinisikan wakaf ahly sebagai7
!akaf yang pada mulanya diperuntukkan bagi dirinya atau seseorang atau orang orang tertentu , walaupun pada akhirnya diperuntukkan untuk umum" 'sperti seseorang berwakaf untuk dirinya, anak anaknya kemudian setelah itu untuk kepentingan umum

%pabila peruntukkannya bagi keluarga maka definisi dari wakaf ahly adalah7
/enahan harta yang dapat dimanfaatkan, dengan tetap men$aga kelangsungan harta tersebut untuk dirinya, keturunannyaatau kerabatnya dan yang lainnya"

(alam Undang Undang no 4+ tahun 2004 tidak ditemukan pen$elasan tentang wakaf ahly, akan tetapi wakaf ahly disebutkan dalam peraturan pemerintah tahun 2006 tentang wakaf, yaitu pada pasal 20 ayat - 6 yang berbunyi 7
46" Pernyataan kehendak wakif sebagaimana dimaksud pada ayat 3+6 dapat dalam bentuk wakaf khairi atau wakaf ahli. 3-6" Wakaf Ahli sebagaimana dimaksud pada ayat 346 diperuntukan bagi kese$ahteraan umum sesama kerabat berdasarkan hubungan darah 3nasab6 dengan wakif" 366 (alam hal sesama kerabat dalam wakaf ahli telah punah maka wakaf ahli karena hukum beralih statusnya men$adi wakaf khairi yang peruntukkannya ditetapkan oleh /enteri berdasarkan pertimbangan B!*"

Berdasarkan pasal diatas, maka definisi dari wakaf ahly adalah7


/enahan harta dan mendistribusikan manfaatnya untuk kese$ahteraan umum sesama kerabat berdasarkan hubungan darah 3nasab6 dengan wakif dan selan$utnya untuk kepentingan umum"

Sejarah Wakaf Ahly Penamaan wakaf ahly dan wakaf khairy tidak ditemukan pada masa xasulullah '%! dan 'ahabat" (alam hadis Umar bin #hattab x% yang terkenal sebagai dasar wakaf, wakaf diperkenalkan oleh Nabi /uhammad '%! dengan menggunakan kata al- abs dan al-sabl 3an Nasi,+4207 6:-4264. #ata lain yang dipergunakan adalah shadaqah lillah 63Bukhori,+,0.7 2:+0+06 sebagaimana hadis %bu Thalhah-" #ata wakaf 4" ! " # $% &' # &! ( )* $ + # &! ! " # $% &, $ '. $/ &0 ! " # &! 1 2 / &/ ! " # "% &3 " / 4 &5 " 2 6 . -7 # $ 7 & - 8' . $0 &! # "% &. " /9 $5 + 0 : &; . < -= > ; 3 &; ? " @ &A ; . & B 2 &C $ D -8 E $F G ! &; H I J K C F & L $ ; "M &8 0 / &N % $ D8 $ DO $8 -' M )B &5 1 P $ 8 &' 3 -E $M Q -5 R S $/ &Q ! , " ' TQ -L D U0 $2 - Q8 $ " ! " B > 6 V &0 U5 R B Q L & ; W & 0 $7 & 'M Q -5 R S $/ &Q ! , " ' TQ -L D I0 $2 - 8' X * B % $ - Y S2! ,' DZA [8C #% W+; ( 5 S+; 1\Q] D%; #% ,' .0! #% <\5E #! [8C #! 1 Q^C #% ,' .0! 26.7 TQL D028' 3_R .G^ 8' 1Q0XO^C `7/% S/8E S8C F7; VN+ #C JC 12a. 8% bA=+; c_; 1\Q] d%; 3 _e dXa Y f 3d0\> C 'dX42> TO7 08' 'd82> #8 g h8i+ Q* W+; Y F/] B/* `C #C jkaR BQ:.a MQ5 R S/Q! ,' D8E D8'dC; F7; 3;R Y f 3d0\> C 'dX42> TO7 08' 'd82> #8 g dXa ,' 3E ,' d5A a X* 1\Q] d%; l

disebutkan oleh Nabi dalam hadis yang tidak begitu terkenal sebagai dasar wakaf dibandingkan hadis Umar yaitu yang diriwayatkan oleh Nu=man bin Bashir, yaitu7

ycE ^yyOZ byyPt Ayyuz Ayy_CQ{ IyyP ^yyRYt IyyP ^R|l IM|DE bPt Auz }GA|DE ~{AY bPt Auz^YH IyZ y y_C IyP Cy yq Vy byPt Ayuz jAyRTDE Cy yq bPt Auz V^OgDE dJsECP IP ^R|l ycE SKyy ycE [byy`j [AyyB [AB CJP IP ARgq IZ FOgDE IZ NJZAR` IP VCMDE ^yyJP HG deBEb`t FG Ht IJRKMRDE NO` Il NJO` FG iPE BHt Il 7 dK` H XJKZ AkJgh NJZAR` IP VCMDEH V bPt IlAh beG Nj Ht
%kan tetapi hadis ini menurut *mam Baiha5y merupakan hadis dhaif 3Baiha5y,+2447 0:2446" kata wakaf selain telah disebut oleh Nabi /uhammad '%!, $uga digunakan oleh para sahabat !adiyallahu anhum" 'eperti atsar yang men8eritakan tentang wakaf *mam %li x% yang diriwayatkan oleh /arwan bin &akam 3/usnad al 'yafi=i, 2:,06, yaitu7

Fyyhj AyyJKZ t dyyr|DE IyyP EHCl IZ ^sAl IZ JD IZ iuJJZ IPE AqCOft FDbRDE BHt XuZ cE
Beberapa ulama kontemporer berpendapat bahwa istilah shadaqah, yang terdapat dalam teks teks diatas, yang dimaksud adalah wakaf khairy, bukan wakaf ahly" /enurut %bdul !ahab #halaf, wakaf pada masa xasul '%! dan para sahabat adalah wakaf khairy, sedangkan wakaf ahly baru mun8ul pada abad kedua hi$riyah" /enurut 'yaikh %bu 4ahra, wakaf pada muasalnya adalah sedekah yang hanya untuk umum tidak diperuntukkan untuk keluarga atau anak keturunan" #etika berakhir masa 'ahabat radiyallahu anhum, orang orang mulai men$adikan wakaf sebagai muslihat untuk menggan$al ketentuan pewarisan 3'yalabi, +,-.7 2.6" Pendapat tersebut menurut 'yalabi sangat lemah, karena ada atsaratsar yang menun$ukkan bahwa wakaf ahly telah ada bersamaan dengan adanya wakaf khairy" &al tersebut dapat dibuktikan dengan %tsar yang
[m n oa'A R; o%'A C [8p q% r X* ,' s'A; t/7 B9u* ,' .2! v:pR v% dwA; , 1.L B+ER `7/% B ^X* ,' d5A a [8p V9*; 1\Q] d%; Y x #/%y' D* BQ9Ga 3; zA; D+ER hQ C h9 5 .R n 1 Q^C #%' oa'A r [8C #! T/\a #% T/\aR {5da #% ,' .0!R V/! 5E R S ! D2% D*R S%A ;D* 1\Q] d%; )

men$elaskan tentang wakaf Umar bin #hattab x% , dimana Umar mengalokasikannya tidak hanya untuk kaum fakir, ibnu sabil dan tamu sa$a akan tetapi $uga untuk sanak kerabat 3 dzawi al-qurb) 3'yalabi, +,-.7 206. (alam 'hahih Bukhari 3+,0.7 2:+0+,6 disebutkan7

ycE Fyyhj CyyRZ IPE IZ GAq IZ bZ IPE Auz^Y _j{ IP ^__ Auz^Y ^Ml Auz^Y Oyyt [AUG dK` H XJKZ cE SK FOuDE SmG Ahjt COJpP CRZ @At 7 [AB AReuZ AeKyyt yyMOY yy 6 [AB XP FqClm JrG Xul kqt B aAl t dD Ahjt ECyyUkDE FyyG jbyy_ aH sbyy_ aH AeKt AO_ a Xqt CRZ ^TG " 3 AeP B^mH t AyyeJDH Iyyl SyyKZ Ayyu a NJOyyMDE IPEH JDEH cE NJO` FGH @ABCDEH SPCUDEH XJG [bRTl CJ AU_^ dg_ Ht HCgRDAP Aeul NQ_
Nabi /uhammad ketika me$awab keinginan %b Thalhah untuk mewakafkan kebunnya yang bernama brh, mengatakan 3Bukhori,+,0.7 +07++267

PjAB t EC U k D Ae K g E
Pernyataan ini menun$ukkan eksistensi dari wakaf ahly, dan keberadaannya telah ada se$ak 9aman Nabi /uhammad '%!" Per|edaan Wakaf Ahly }engan Wakaf Khairy %da beberapa perbedaan antara wakaf ahly dengan wakaf khairy, yaitu7 +" Wakaf khairy hanya diberikan kepada yang membutuhkan, sedangkan wakaf ahly tidak hanya diperuntukkan bagi yang membutuhkan akan tetapi yang mampu pun berhak mendapatkan wakaf ahly ke8uali apabila wakif mensyaratkan yang berhak menerima hanyalah keluarganya yang membutuhkan atau termasuk kategori fakir atau miskin" 2" Wakaf ahly berakhir dengan berakhirnya keturunan yang telah ditentukan oleh wakif, sedangkan wakaf khairy, penerimanya tidak

pernah terputus selama harta wakaf tersebut masih bisa diambil manfaatnya" 2" &arta wakaf ahly tetap milik manusia, sedangkan kepemilikan harta wakaf khairy beralih dari milik wakif men$adi milik %llah '!T atau milik umat" 4" Wakaf khairy tetap sah walaupun pihak yang mendapatkannya tidak ditentukan oleh wakif menurut sebagian ulama, seperti *mam %bu vusuf, &anabilah dan 4aidiyah 3*bnu %bidin, +226&7 2:4,., *bnu <udamah,+,,.7 6:22 246" sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa wakaf tidak sah $ika tidak men$elaskan penerimanya"pendapat ini berasal dari kalangan 'yafi=iyah dan &anafiyah ke8uali %bu vusuf 3*bnu %bidin, +226&7 2:2,.6" 'edangkan dalam wakaf ahly, pihak penerima wakaf harus ditentukan 3Utsman, 2626" Hu~u Wakaf Ahly (alam hal yang berkenaan dengan wakaf ahly ada hukum yang disepakati oleh para fu5oha dan ada $uga yang masih diperselisihkan" %dapun hukum yang disepakati adalah mereka sepakat atas sahnya atau bolehya memberikan wakaf kepada keluarga yang fakir atau miskin" Bahkan hal ini merupakan hal yang paling utama, yang harus diprioritaskan wakif saat menentukan kepada siapa wakaf ini akan diberikan" #arena dengan prioritas tersebut wakif tidak hanya sekedar bersedekah tapi $uga memperkuat tali shilaturrahmi 34ahra,+,.+7 +6.6" %dapun yang diperselisihkan para fu5oha adalah berkenaan dengan kebolehan memberikan wakaf kepada keluarga yang kaya" aY /ayoritas fu5oha berpendapat bahwa wakaf tersebut hukumnya adalah boleh" %dapun dalil yang digunakan sebagai dasar pembolehan tersebut adalah7 +" Umar bin #hattab mengalokasikan wakafnya untuk kaum fakir, yang memiliki hubungan kekeluargaan 3dzu al-qurb), fisabilillah, para tamu dan ibnu sabil" kata orang yang memiliki hubungan

kekeluargaan ini berlaku umum, baik orang tersebut kaya ataupun miskin, termasuk ahli waris ataupun bukan" #arena memang tidak ada dalil yang mentakhsisnya" Perbuatan Umar x% tersebut disetu$ui oleh xasulullah '%!, ini menun$ukkan kebolehan perbuatan tersebut, yaitu wakaf untuk keluarga, baik yang menerima orang kaya ataupun miskin" 2" 4ubair bin %wwam x%, mewakafkan rumahnya untuk anak anaknya yang laki laki maupun yang perempuan apabila telah ditalak suaminya, apabila belum di8erai maka ia tidak memiliki hak atasa wakaf tersebut" 2" %bu Thalhah al %nshary mewakafkan kebunnya yang bernama brh setelah turun firman %llah '!T7 by yO|m AyyRl EbyyUkum STY CODE EbDAum ID, yang artinya7 kamu sekalian tidakakan mendapatkan kebaikan sampai kamu menginfakkan apa apa yang kamu 8intai" %kan tetapi xasulullah menyarankannya untuk mengalokasikan keuntungan dari kebun tersebut untuk keluarganya" (alam hal ini Nabi /uhammad berkata7

IJPCBE FG XKgAG JD AqjH ul AuKOB PEj [Al DW i|K APE A_


#emudian -:2,06" 4" Banyak diantara para sahabat Nabi yang mewakafkan hartanya untuk keluarganya, seperti %bu Bakar sh 'hiddi5 yang mewakafkan tanahnya yang di /akkah untuk anak keturunannya, Utsman bi %ffan yang mewakafkan tanahnya di #haibar untuk anaknya %ban bin Utsman bin Batslah dan &asan bin 4aid yang mewakafkan rumahnya untuk anak keturunannya, dan tidak boleh di$ual, diberikan ataupun diwariskan 34ahra, +,.+7+,0 +,,6 |" 'ebagian fu5oha yang lain berpendapat bahwa bahwa wakaf hanya untuk ahli waris yang miskin, tidak boleh untuk yang kaya" /ereka %bu Thalhah menwakafkan kebunya ini untuk keluargannya berdasarkan saran Nabi /uhammad '%! 3*bnu &a$ar,

membantah

dalil dalil

yang

dikemukakan

oleh

pendapat

yang

membolehkan" %dapun bantahannya adalah sebagai berikut7 +" #alimat dzawi al-qurb dalam hadis Umar selain mengandung

makna yang memiliki hubungan keluarga dengan Umar $uga mengandung makna orang yang memiliki hubungan kelurga dengan xasulullah '%!" 'ebagaimana firman %llah '!T7

IJrMRDEH SRTJDEH SPCUDE VnDH [b`CKDH XMRf c G J Il dTRu ARqt EbRKZEH NJOMDE IPEH
%pabila kata dzawi al-qurb mengandung dua kemungkinan maknanya yaitu antara kerabat Umar bin #hattab x% dan kerabat xasulullah '%!, maka tidak bisa men$adi dalil, karena kaidah ushuliyyah mengatakan apabila suatu dalil mengandung banyak kemungkinan , maka gugur untuk men$adi dalil 3 al-dall idz tatharraqa ilaih al-ihtiml saqatha bihi al-istidll) " 'eandainya kita menerima bahwa yang dimaksud dengan dzawi alqurb adalah kerabat yang kaya dan miskin akan tetapi kata dzawi al-qurb tersebut tidak termasuk ahli waris dan non ahli waris" !alaupun dapat diterima kalau kata tersebut men8akup $uga ahli waris akan tetapi tidak ada dalil yang membolehkan mengkhususkan wakaf hanya kepada sebagian ahli waris sa$a" 2" Berkenaan dengan hadis dari 4ubair bin %wwam, *mam Bukhari meriwayatkan hadis ini tanpa menyebutkan sanad hadisnya, sehingga tidak bisa dinilai tingkat kesahihan hadis tersebut, dan setiap periwayatan hadis yang seperti ini tidak bisa di$adikan dalil" 2" Berkenaan dengan dalil yang ketiga , dalil tersebut tidak menun$ukkan bahwa yang mendapat wakaf dari %bu Thalhah hanya ahli warisnya sa$a atau maksud ia mewakafkan kebunya adalah untuk men8egah ter$adinya pewarisan harta" vang dapat dipahami dari hadis tersebut adalah %bu Thalhah menyerahkan kepada Nabi kebunnya sebagai

wakaf untuk siapa sa$a, akan tetapi Nabi kemudian mengembalikan peruntukkannya untuk kerabat %bu Thalhah karena ia memandang bahwa mereka lebih membutuhkan 4" %dapun bantahan terhadap dalil yang keempat adalah riwayat riwayat hadis yang menyebutkan beberapa sahabat Nabi yang berwakaf ahly banyak 8a8atnya sehingga masuk dalam kategori riwayat hadis yang ditolak" &adis tentang wakaf %bu Bakar tidak menyebutkan sanadnya, hadis tentang waka !sman bin " an dan #aid bin Tsabit diriwayatkan lewat $alur al-%&idy, sedangkan riwayat al-%&idy dit'lak 'leh imam-imam hadis34ahra, +,.+7 2026"" Pendaat A|u ahra (ikemukan disini, pendapat %bu 4ahra yang merupakan pendapat penengah dari dua kubu yang berbeda ini" %bu 4ahra berpendapat dalam hal sah tidaknya atau boleh tidaknya wakaf ahly untuk keluarga yang mampu, dapat ditentukan dari niatan wakif tersebut" /enurut beliau niatan wakif tersebut dapat diketahui dari ungkapan yang $elas atau kandungan maknanya" ika wakaf untuk anak keturunan tersebut diniatkan agar mereka dikemudian hari tidak men$adi susah hidupnya atau 8elaka, mengemis ngemis kepada orang lain, maka wakaf ahly dapat diperbolehkan" (alam shigat wakafnya ada ungkapan , misalnya7 apabila salah seorang dari ahli waris saya membutuhkan, maka ia berhak medapatkan manfaat dari harta wakaf tersebut" %tau ungkapan7 apabila ahli waris atau anak keturunan ku terbelit hutang dan ia tidak mampu melunasinya, maka ia berhak mendapatkan hasil dari harta wakaf ku. %kan tetapi apabila tu$uan wakif dalam berwakaf adalah untuk menghalangi sebagian ahli warisnya menerima warisan, atau untuk menambah bagiannya, maka wakaf yang ia lakukan tidak sah dan tidak diperbolehkan" #arena bertentangan dengan teks teks yang terdapat dalam al <ur=an dan 'unnah yang berkenaan dengan pembagian warisan 34ahra, +,.+720- 2066"

%da $uga niatan niatan yang bersifat duniawi selain yang disebutkan tadi, selama tidak bertentangan dengan teks teks al <ur=an dan 'unnah maka wakaf ahly tersebut diperbolehkan" /isalnya wakaf ahly bertu$uan agar anak 8u8unya tidak $atuh miskin, agar memiliki bekal atau modal apabila telah berumah tangga" a~uan a~na ana~ dan ~eturunan dala wakaf ahly "hgat wakaf yang diu8apkan wakif, terkadang menun$ukkan untuk siap wakaf ahly ini diberikan" %da beberapa istilah yang digunakan dalam wakaf ahly yang menun$ukkan lingkup penerima wakaf" +" %pabila wakif menyatakan mewakafkan hartanya untuk anak anaknya al-auld), maka apakah kata anak anak ini hanya terbatas pada anak biologisnya sa$a atau $uga termasuk 8u8u )8u8unya %da tiga pendapat dari fu5oha yang mengemuka dalam hal ini , yaitu7 #endapat pertama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan anak anak disini adalah anak anaknya baik yang laki laki maupun perempuan, sedangkan 8u8u 8u8unya dari anak perempuan tidak termasuk dalam makna anak anaknya 3*bnu <udamah, +,,.7 6:+,06" (asar dari pendapat ini adalah firman %llah '!T yang menyebutkan kata anak anak , dimana masuk dalam kata anak anak tersebut 8u8u dari anak laki laki dan keturunannya, seperti firman %llah '!T dalam surat an-Nis(4)7++

IJJqE }Y Nl CQnKD dQaHt FG cE drJb_


(an kelan$utan dari ayat tersebut7

^DH XD AQ Cm ARl ^MDE AReul ^YEH NrD X_bPH


#ata auld dan walad disini men8akup anak laki laki dan perempuan serta 8u8u laki laki dari anak laki laki" %dapun 8u8u laki laki dari anak perempuan, tidak termasuk dalam makna auld disini , karena 8u8u laki laki tersebut merupakan keturunan laki laki lain"

#endapat kedua menyatakan bahwa makna anak anak disini men8akup anak anak yang dilahirkannya baik laki laki maupun perempuan beserta keturunan mereka, termasuk 8u8u 8u8unya dari anak perempuan 3al 'yaukani, +,6+7 6:+406" (asar dari pernyataan ini adalah hadis yang diriwayatkan oleh *mam %hmad, Bukhari dan Turmud9i dari %bi Bakrah, yang mengatakan 7 $abi %uhammad "AW naik mimbar dan berkata& anaku ini adalah tuan'orang terhormat yang akan mendapaikan dua kelompok besar umat Islam, yang dimaksud adalah asan (in Ali )u)u laki-laki dari putri beliau *atimah 3al 'yaukani, +,6+7 6()*+), -alam hadis lain yang diriwaykan 'leh .ukhari, /uslim, "bu -aud, an-Nasi dan alTurmud0i dari "bi /usa al-"syari,Nabi /uhammad 1"% bersabda: )u)u laki-laki dari anak perempuan adalah termasuk dalam kategori anak 3al 'yaukani, +,6+7 6:+406" #endapat ketiga menyatakan bahwa pernyataan aku wakafkan untuk anak-anak ku dan orang-orang miskin, tidak men8akup 8u8u dari anak laki laki maupun perempuan, karena hakikat dari kata anak menun$ukkan kepada anak kandung sa$a, tidak termasuk didalamnya 8u8u 3*bnu <udamah, +,,.7 6:+,,6" 2" %pabila wakif menyebutkan kata anak anak laki laki maka termasuk didalamnya anak anak perempuan 'ebagaimana yang dipahami dari firman %llah '!T7 al-bann) al-bant)"

AJq^DE -AJ|DE iu_{ buODEH [ARDE


#ata al-bann disini men8akup anak anak perempuan 2" %pabila wakif menggunakan shigat aku wakafkan harta ku untuk keturunanku 3dzurriyah6, maka menurut fu5oha, pernyataan ini men8akup semua yang mengalir nasabnya kepadanya" Baik 8u8u dari anak laki laki maupun 8u8u dari anak perempuan"3al xamly, -:2026" 4" wakaf untuk kerabat 3al-q!r"bt). #erabat adalah semua yang

memiliki garis keturunan dengannya dari kedua orang tuanya,

termasuk 8u8u 8u8u dari anak anak perempuan, sepupu sepupu, kakek kakek dan nenek nenek"3auld al-bant wa auld

al-#ammt wa al-kh!lt wa al-a$dd wa al-$addt) 3*bnu &umam,+,,-7 6:2206" Peneria Wakaf Ahly dan Pe|agianna 'iapa yang berhak menerima wakaf ahly ditentukan berdasarkan apa yang tertera dalam akta ikrar wakaf" vang merupakan penyataan tertulis dari kehendak wakif" %pabila wakif menyatakan aku wakafkan hartaku untuk anak-anakku kemudian anak-anak mereka, maka tingkatan pertama yang berhak mendapatkan wakaf, sedangkan tingkatan berikutnya baru berhak apabila tingkatan pertama telah meninggal %pabila wakif menyatakan apabila tingkatan pertama meninggal maka anaknya yang berhak mendapat wakaf, maka dalam hal ini wakaf tersebut berpindah kepada anak dari mustahi5 tingkatan pertama yang telah meninggal tersebut" %pabila wakif mengatakan aku wakafkan hartaku untuk anakanakku dan )u)u-)u)uku, maka yang berhak mendapatkan wakaf adalah bapak dan anak se8ara bersamaan" Bekenaan dengan bagian masing masing yang berhak, menurut *mam /alik, apabila penerimanya tertentu, maka antara laki laki dan perempuan mendapat bagian yang sama, akan tetapi apabila penerimanya tidak tertentu, maka yang membutuhkan mendapat bagian yang lebih besar, kerabat miskin yang sudah tua mendapat bagian yang lebih besar daripada kerabat miskin yang masih muda 3al (ardir, +0:2026" (alam ma9hab &anafi, Bagian masing masing mustahi5 berdasarkan kehendak wakif, $ika wakif menyama ratakan antara laki laki dan perempuan maka itu yang berlaku, $ika menginginkan laki laki mendapat bagian dua kali bagian perempuan maka itulah yang berlaku" %pabila wakif tidak menentukan besarannya maka dibagi sama rata 3al 4urai5y, 200-72206"

" Peraalahan ang unul }ala Wakaf Ahly dan Sluina !akaf pada umumnya menghadapi berbagai ma8am permasalahan seperti harta wakaf yang hilang karena di8uri atau diklaim pihak lain, berubah fungsi dan pemanfaatannya, masuk men$adi kekayaan negara atau terbengkalai karena tidak dikelola se8ara produktif" Permasalahan itu tidak hanya ter$adi pada wakaf ahly sa$a akan tetapi $uga pada wakaf khairy, akan tetapi wakaf khairy kondisinya lebih baik dari pada wakaf ahly yang mengalami banyak permasalah disamping yang disebutkan diatas tadi" %da beberapa masalah khusus yang ter$adi pada wakaf ahly, yang men$adi sebab beberapa negara seperti 'uriah, /esir dan 1ibya menghapuskan wakaf ahly tersebut, diantaranya7 anak perempuan tidak memperoleh wakaf ahly, niatan wakif untuk lari dari pemberian warisan, bertambahnya $umlah mustahi5 wakaf ahly dan berkurangnya hasil dari harta wakaf 3al 4urai5y,200-7 2246" 'esungguhnya, menurut pemakalah, permasalahan permasalahan ini bukanlah permasalahan yang tidak bisa diatasi, masih ada $alan untuk memperbaiki sehingga praktek wakaf ahly tersebut tidak harus dihapuskan" +" Ana~ Pereuan ida~ endaat Wakaf Ahly Permasalahan ini merupakan permasalahan ijtihady yang tidak ada nash yang melarang dan memperbolehkan anak perempuan menerima wakaf ahly" 'ebagian ulama berpendapat bahwa anak perempuan tidak mendapatkan wakaf ahly karena anak perempuan akan men$adi tanggungan suaminya" Pernyataan tersebut menimbulkan stigma yang negatif pada wakaf ahly, karena membuat diskriminasi terhadap perempuan" *mam /alik mengatakan barang siapa yang mewakafkan harta hanya untuk anak anak laki lakinya sa$a dan tidak memberikan bagian untuk anak perempuan maka wakafnya tidak diperbolehkan 3 al-hatab,

+,,27+6:24.6" *mam %bu 4ahra memiliki pendapat yang sama, beliau mengatakan bahwa orang yang pilih kasih terhadap ahli waris, dan tidak memberikan bagian kepada yang lain, atau mengurangi bagiannya , maka wakaf wakanya tidak boleh dan tidak diakui syar=iat" /u ti 2ibya, 1yaikh al-Thhir "hmad al-#wy, menyampaikan pendapat yang sama, menurut beliau, adat yang berlangsung berupa hanya memberi wakaf kepada anak anak laki laki, tidak perempuan adalah adat $ahiliah, diharamkan untuk dipraktekkan 3al 4urai5y, 200-722-6" 2" Lari }ari Keaji|an Wari Wakaf ahly $uga mengalami kritikan karena dengan pembolehan wakaf tersebut men$adi $alan bagi orang yang memiliki niat untuk lari dari kewa$iban waris, atau hanya memberikan warisan kepada sebagian ahli warisnya sa$a atau mengurangi bagian warisan atau untuk memperkaya diri sendiri" ;leh karenanya dikalangan ulama ter$adi perdebatan seputar kebolehan ahli waris menerima wakaf" /enurut %bu 4ahra dalam masalah ini, hukum wakaf tersebut dikembalikan kepada niat pewakaf, apabila disimpulkan bahwa niatan wakif adalah untuk hal hal tersebut diatas, maka wakafnya tidak sah 34ahra, +,.+72066" Terhadap kedua permasalahan diatas ini, men$adi kewa$iban negara untuk mengatur dan mengawasi praktek perwakafan, mulai dari pendaftaran, sertifikasi hingga pengelolaan wakaf tersebut" &al tersebut untuk menghindari ter$adinya akad wakaf ahly yang tidak sesuai dengan 'yari=at, maka negara dapat mewa$ibkan setiap akad wakaf, baik wakaf ahly maupun khairy dilakukan dihadapan perwakilan pemerintah dalam hal ini petugas #antor Urusan %gama 3#U%6, yang $uga bertugas sebagai Petugas Pen8atat %kta *krar !akaf 3PP%*!6" Perwakafan di *ndonesia telah menempuh 8ara tersebut" (alam Undang Undang perwakafan No"4+ Tahun 2004 pasal +. ayat + menyebutkan7

ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakif kepada na9hir dihadapan PP%*! dengan disaksikan oleh 2 3dua6 orang saksi""

Tu$uan dari pasal +. ayat + ini adalah agar PP%*! sebelum melakukan akad wakaf dapat meneliti kelengkapan administrasi dan yang penting $uga dalam akad wakaf ahly, peruntukan harta wakaf tersebut, apabila ditemukan ada pengharaman terhadap anak perempuan atau ada motiwasi yang tidak baik dari wakif yang didapatkan dari penyataan wakafnya, maka PP%*! dapat membatalkan akad wakaf tersebut" %kta ikrar wakaf ahly memiliki kesamaan dengan akta ikrar wakaf dalam wakaf khairy, sebagaimana yang tertuang dalam pasal 2+ ayat 2 Undang Undang wakaf no"4+ tahun 2004, yaitu 7 a" Nama dan identitas !akif b" Nama dan identitas Na9hir 8" (ata dan keterangan harta benda wakaf d" Peruntukan harta benda wakaf dan e" angka waktu wakaf" Berkenaan dengan peruntukkan wakaf ahly yang tertuang dalam ikrar wakaf, perlu ada ke$elasan agar kemudian hari tidak ter$adi perselisihan mengenai siapa yang berhak mendapatkan wakaf tersebut dan bagian masing masing" !akif dapat menyebutkan se8ara $elas siapa siap sa$a yang berhak mendapat harta wakaf tersebut, apakah hanya terbatas pada keluarganya sa$a atau keluarga besarnya $uga, apakah hanya kepada keluarga yang membutuhkan atau yang miskin sa$a atau $uga men8akup keluarganya yang kaya $uga sehingga dengan adanya ke$elasan tersebut na9hir dapat membagi hasil dari harta wakaf tersebut sesuai peruntukan dan bagiannya" Pendokumentasian akad wakaf dalam bentuk akta ikrar wakaf yang berisi pernyataan wakif dapat men$adi bukti otentik apabila dikemudian hari ter$adi klaim dan konflik antar keluarga wakif terkait pembagian wakaf tersebut, dimana semua pihak harus mematuhi sesuai dengan keinginan wakif" %tau ada pihak yang lain yang berusaha

mengambil harta wakaf tersebut dengan mengklaim kepemilikan harta wakaf tersebut" /un8ulnya konflik antar keluarga terkait dengan pembagian hasil wakaf, atau adanya penyelewengan yang dilakukan oleh na9hir atau penyerobotan harta wakaf oleh orang lain adalah disebabkan tidak adanya bukti otentik tentang wakaf tersebut sehingga wakaf pada umumnya dan wakaf ahly pada khususnya men$adi rentan konflik" !akif $uga perlu men8antumkan pihak mana yang berhak menerima wakaf ahly ini dalam kondisi apabila keluarga yang berhak menerima wakaf tersebut telah habis atau telah punah" %pakah wakaf tersebut berubah men$adi wakaf khairy atau diserahkan kepada negara dan men$adi kekayaan negara" Pen8antuman ini penting, untuk menghindari terbengkalainya harta wakaf atau diambil kepemilikan oleh orang lain se8ara ilegal" Peraturan Pemerintah no"42 tahun 2006 telah mengantisipasi hal demikian, dengan menyatakan bahwa wakaf ahly yang telah habis mustahik atau penerimanya akan beralih men$adi wakaf khairy" dalam pasal 20 ayat 6 disebutkan7
(alam hal sesama kerabat dari wakaf ahli telah punah, maka wakaf ahli karena hukum beralih statusnya men$adi wakaf khairi yang peruntukannya ditetapkan oleh /enteri berdasarkan pertimbangan B!*"

2" erta|ahna

ulah

Keluarga

Peneria

Wa~a

dan

er~urangna Hail }ari Harta Wa~aY Bertambahnya $umlah keluarga wakif sebagai penerima wakaf berpengaruh terhadap besarnya hasil dari harta wakaf yang diterima" 'emakin sedikit $umlah penerima, semakin besar hasil dari harta wakaf yang diterima, begitu pula sebaliknya, semakin besar $umlah penerima wakaf maka semakin sedikit hasil yang diterima oleh masing masing anggota keluarga" &asil tersebut akan bertambah sedikit karena sebelum pembagian hasil kepada mustahi5, harus disisihkan terlebih dahulu untuk biaya pemeliharaan harta wakaf tersebut"

Berkenaan dengan masalah bertambahnya $umlah keluarga wakif tidak ada usaha yang dapat dilakukan untuk menahan bertambahnya $umlah keluarga tersebut, karena itu adalah hak %llah '!T untuk memberi atau menambah keturunan kepada setiap orang" %kan tetapi pembatasan dapat dilakukan berdasarkan kehendak wakif dalam akad, misalnya hanya membatasi pada anak anak kandungnya sa$a atau hanya pada batasan 8u8u 8u8unya sa$a atau generasi kedua" &al tersebut diterapkan dalam undang undang wakaf negara 1ibanon dan /aroko yang diterbitkan pada tanggal +- /aret +,4." dalam undang undang tersebut $uga dinyatakan bahwa wakaf ahly tidak sah apabila tidak diterbitkan oleh hakim agama dan tidak ter8atat dalam 8atatan BPN "(alam undang undang wakaf libya tahun +,.2 pembatasan kerabat penerima wakaf ahly hanya pada generasi kedua atau pada 8u8u sa$a" %pabila pembatasannya ditin$au dari segi waktu maka hanya sampai 60 tahun dari waktu meninggalnya wakif 3al 4urai5y, 24+6" *ni merupakan kerabat upaya penerima untuk wakaf membatasi yang kemungkinan pada bertambahnya berpengaruh

berkurangnya bagian yang diterima" (isamping 8ara tersebut, untuk mengatasi bertambahnya kerabat penerima wakaf yang berdampak pada berkurangnya bagian mereka adalah dengan mengoptimalisasikan fungsi dari harta wakaf tersebut" Banyak wakaf ahly yang terbengkalai atau telantar karena tidak dikelola dengan baik sehingga tidak menghasilkan hasil yang optimal" #arena sebab banyaknya harta wakaf ahly telantar inilah yang men$adi sumber kritikan terhadap wakaf ahly" Perlu difikirkan 8ara )8ara pengelolaan yang produktif hingga menghasilkan hasil yang optimal" *nilah karakter asli dari wakaf yang terkadang kurang dipahami banyak orang yang mengelola wakaf" Pernyataan Nabi /uhammad '%! ketika menanggapi keinginan Umar bin #hattab untuk bersedekah 3berwakaf tanah6 yang ia miliki,

mengatakan ahbis aslah wa sabbil tsamratah, pernyataan ini menun$ukkan adanya usaha produktif harta wakaf tersebut" &al tersebut dimulai dengan pemilihan na9hir yang profesional, yang memiliki kompetensi keahlian dan wisi pengembangan yang sesuai dengan bidang wakaf yang ingin dikembangkan sehingga harta wakaf tersebut menghasilkan hasil yang optimal dan pengawasan proses pengelolaan harta wakaf agar tidak ter$adi penyimpangan"" %pabila tanah wakaf keluarga dikembangkan untuk men$adi real estate misalnya, maka diperlukan tenaga tenaga insinyur bidang perumahan" %pabila ingin dikembangkan men$adi ladang pertanian atau agrobisnis maka diperlukan insiyur pertanian dan perkebunan" 'aat sekarang ini paling tidak terdapat sembilan bidang usaha perkebunan yang 8ukup strategis di *ndonesia, yaitu7 Perkebunan karet, kelapa sawit, kopi, lada, 8engkeh, kakao, tebu, tembakau dan teh 3(epag, 200,70,6" Prioritas mana yang akan dikembangkan tergantung kondisi geografis tanah wakaf tersebut" selain profesionalisme na9hir untuk kesuksesan pengelolaan wakaf produktif tersebut, perlu pula men$alin ker$asama dengan pihak ketiga yang menerima penyaluran hasil produksi" (emikian pula wakaf dapat berbentuk tanah strategis yang dapat didirikan ruko, 'PBU,toserba maka diperlukan na9hir yang menguasai mana$emen bisnis, ahli mana$emen keuangan, ahli enterpreneur dan ahli pasar modal" %pabila harta wakaf tersebut berbentuk tanah yang luas dan wakif atau na9hir tidak memiliki 8ukup dana untuk pengembangan aset wakaf tersebut, maka na9hir wakaf bisa melakukan ker$asama dengan pihak ketiga yang memiliki modal dengan sistem musyarakah dalam $angka waktu tertentu" vaitu sistem kongsi bisnis saling menguntungkan antara penanam modal dengan pemilik tanah 3na9hir wakaf6 yang dibatasi dengan $angka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan bersama" 'etelah pemilik modal mendapatkan target keuntungan sebagaimana disepakati dalam per$an$ian 3/oU6, maka kendali usaha 3mana$emen6 dan segala

kekayaan gedung dikembalikan kepada pihak na9hir wakaf sebagai pemilik asal 3($unaidi Thobieb %l %syhar7 20067++06" Ae~ Pengaaan }ala Wa~a Ahl Pengawasan merupakan aspek penting dalam kesuksesan pengelolaan wakaf" Ter$adinya penyelewengan yang dilakukan oleh na9hir dalam pengelolaan wakaf adalah akibat tidak adanya pengawasan, baik pengawasan internal yang dilakukan oleh pengelola harta wakaf, maupun pengawasan eksternal yang dilakukan oleh masyarakat" Pengawasan dapat didefinisikan sebegai proses untuk ?men$amin? bahwa tu$uan tu$uan organisasi dan mana$emen ter8apai 3&andoko, 20027 2606" a" ie }aar PengaaanY %da balik" Pengawasan pendahuluan atau sering disebut dengan steering )ontrols, diran8ang untuk mengantisipasi masalah masalah atau penyimpangan penyimpangan dari standar atau tu$uan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum sesuatu tahapan kegiatan tertentu diselesaikan" Pengawasan ini akan efektif bila mana$er mampu mendapatkan informasi yang akurat dan tepat pada waktunya tentang perubahan perubahan dalam lingkungan atau tentang perkembangan terhadap tu$uan yang diinginkan" Pengawasan )on)urrent )ontrol" Pengawasan ini sering disebut dengan pengawasan ?ya tidak?, s)reening )ontrol atau +berhenti-terus+, dilakukan selama suatu kegiatan berlangsung" Tipe pengawasan ini merupakan proses dimana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetu$ui dulu, atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan kegiatan bisa dilan$utkan" Pengawasan umpan balik atau dikenal sebagai past-a)tion )ontrols, mengukur hasil hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan" tiga tipe dasar pengawasan, yaitu 3+6 pengawasan

pendahuluan, 326 pengawasan ?8on8urrent?, dan 326 pengawasan umpan

'ebab sebab penyimpangan dari ren8ana atau standar ditentukan, dan penemuan penemuan diterapkan untuk kegiatan kegiatan serupa dimasa yang akan datang 3&andoko, 2002726+ 2626" b" ahanaha }ala Pre Pengaaan Proses pengawasan paling sedikitnya terdiri dari lima tahap 3langkah6, yaitu 3+6 Penetapan standar pelaksanaan 3peren8anaan6" 'tandar pelaksanaan memiliki tiga bentuk , 3a6 standar fisik, meliputi kuantitas barang atau $asa, $umlah langganan dan kualitas produksi" 3b6 standar moneter, yang ditun$ukkan dalam rupiah dan men8akup biaya tenaga ker$a, biaya pen$ualan, laba kotor, pendapatan pen$ualan, dan se$enisnya"386'tandar waktu , meliputi ke8epatan produksi atau batas waktu suatu peker$aan harus diselesaikan" 326 /enentukan pengukuran pelaksanaan kegiatan se8ara tepat" Pengukuran pelaksanaan kegiatan dapat ditentukan berdasarkan pertanyaan pertanyaan berikut ini7 Berapa kali 3how often, pelaksanaan diukur,mingguan, bulanan, persemester atau tahunan (alam bentuk apa 3what form, pengukuran dilakukan laporan tertulis, inspeksi wisual, melalui telephone'iapa 3who, terlibat mana$er, pegawai 326 Pengukuran pelaksanaan kegiatan" %da berbagai 8ara untuk melakukan pengukuran pelaksanaan, yaitu a6 pengamatan 3obserwasi6, 26 laporan laporan, baik lisan maupun tertulis, 26metode otomatis dan inspeksi, pengu$ian 3test6 atau dengan pengambilan sampel" 346 3-6 Pembandingan penyimpangan Pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan 3&andoko, 20027 262 26-6" pelaksanaan dengan standar dan analisa yang

(alam pengawasan terhadap harta wakaf yang dikelola se8ara produktif perlu ada metoda pengawasan dengan menggunakan pemeriksaan akuntan 3auditing6" Pemeriksaan ini bertu$uan untuk membuktikan efektiwitas, ketepatan, kebenaran dan ke$u$uran pernyataan pernyataan dari na9hir yang berbentuk laporan" (engan adanya audit aset wakaf tersebut harta wakaf tersebut dapat diketahui apakah mengalami pengurangan atau ada penyimpangan penggunaan aset wakaf tersebut" Penutu Berdasarkan pembahasan tentang wakaf ahly dan problematikanya, maka ada beberapa hal yang dapat disimpulkan disini +" Berdasarkan ka$ian terhadap teks teks al <ur=an dan &adis &adis Nabi /uhammad '%!, ditemukan perintah dan an$uran untuk memberikan perhatian dalam bentuk infak dan sedekah kepada keluarga terdekat" &al ini menun$ukkan an$uran untuk berwakaf ahly" 2" 'ah tidaknya wakaf ahly ditentukan oleh motiwasi dan niat wakif saat berwakaf, apakah bertu$uan untuk kebaikan dan kemaslahatan anak keturunanny yang kemudian wakafnya men$adi sah ataukah ada motiwasi lain seperti untuk memperkaya diri, lari dari kewa$iban pengwarisan, mengurangi bagian ahli waris, sehingga wakafnya dianggap tidak sah" 2" Banyaknya negara negara *slam yang menghapuskan sistem wakaf ahly sebenarnya lebih disebabkan oleh permasalahan pengelolaan dan pengawasan terhadap wakaf ahly yang perlu diperbaiki" 4" %gar harta wakaf ahly tersebut menghasilkan dan produkif perlu adanya na9hir yang profesional, yang memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan harta wakaf tersebut" -" selain itu perlu adanya pengawasan dengan menggunakan dasar dasar pengawasan yang ada dalam mana$emen"

%allahu alam bi al-shawwb

}atar Puta~a 4ahra, /uhamamd %bu,+,.+, &uhdhart f al-waqf, #airo, (ar al ikr al %raby 'yalabi, /ustafa, +,-., al-&uhdarat fi al-waqf wa al-washiyyat, 3skandaria : /athbaah -ar al-Tal , Bukhori, /uhammad bin *smail %bu %bdillah, +,0., 'hahh al(ukhri, Bairut7 (ar *bnu #atsir" %l Baiha5y, %bu Bakar %hmad bin al &usain bin %li, +244&, al-"unan al--ubro wa fi .zailih al-/auhar an-$aqy, *ndia7 /a$lis (airah al /a=arif al #ainah" 4uhaily, !ahbah, 2002, al-fiqh al-Islamy wa Adillatuh, Bairut7 (ar al ikr" "n-Nas3, "bu "bdurrahman "hmad bin 1yuaib, 'unan an-)asI bi 'yarh al-'uyuthi, Bairut7 (ar al /a=arif" *bnu %bidin, /uhammad %min bin Umar bin %bdul %9i9, asyiah !add Al-%ukhtar, +226, %l Usmaniah, *stanah 3/aktabah 'yamilah6" <udamah, *bnu, +,,., Al-%ughni, Bairut7 (ar %l ikr, et"**" Utsman, /uhammad xa=fat, al-Waqf al-.zurry Au al-Ahly,/akalah pada an-$adwa al-0salisah yang diadakan oleh al-Amanat al-1Amah li al-Waqf, di #uwait, 200-" %l 4urai5y, um=ah /ahmud, al-%aqf al-dzurry, al-%qi wa alfq, *irsah +iqhiyyah muqranah baina al-'yarah wa al-qnn , /akalah pada an-$adwa al-0salisah yang diadakan oleh al-Amanat al-1Amah li al-Waqf, di #uwait, 200*bnu &umam, #amaluddin /uhammad bin %bdul !ahid, +,,-, *athul 2adr,Bairut7 (ar al #utub al *lmiyyah" %l 'yaukani, /uhammad bin %li, +,6+, )ail al-,uthr, #airo7 /atba=ah /ustafa al Baby %l &alaby" %l (ardir, -$ wa al-ikll li mukhtashar khall, /aktabah 'yamilah %l &atab, /uhammad bin /uhammad bin %bdurrahman, &uwahib al.alil fi 'yarh &ukhtashar al-/hall,/aroko, (ar al xasyad al &aditsah, et"***" (irektorat Pemberdayaan !akaf, 2000, %odel #engembangan Wakaf #roduktif, (epartemen %gama" ($unaidi, %8hmad Thobieb %l %syhar,2006, %enuju 3ra Wakaf #roduktif, "ebuah 4paya #rogresif 4ntuk -esejahteraan 4mat, akarta7 /itra %badi Press" et"2 .

Peraturan7 xepublik *ndonesia, Undang Undang tentang !akaf, Undang Undang Nomor 4+ Tahun 2004, 1N Nomor +-, Tahun 2004, T1N Nomor 44-, xepublik *ndonesia, Peraturan Pemerintah tentang Pelaksanaan Undang Undang Nomor 4+ Tahun 2004 Tentang !akaf, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006, 1N Nomor 42 Tahun 2006