Anda di halaman 1dari 19

AKTA IKRAR WAKAF DALAM KITAB-KITAB FIQIH DAN UNDANGUNDANG WAKAF Pendahuluan Wakaf sebagai salah satu filantropi

Islam pada dekade terakhir ini telah mendapat begitu banyak perhatian. Diyakini bahwa apabila wakaf diberdayakan dan dikelola secara profesional akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan kualitas dan taraf hidup umat Islam. Hingganya pada saat sekarang ini pemberdayaan harta wakaf dalam bentuk yang produktif serta pembentukan nazhir/ pengelola yang profesional acap kali disuarakan untuk memperoleh hasil dari harta wakaf tersebut secara optimal. Aspek kepastian hukum yang berkenaan dengan harta wakaf juga harus menjadi perhatian yang serius dalam pengelolaan harta wakaf. ujuan utama dari aspek ini adalah untuk untuk memberikan perlindungan terhadap harta wakaf agar terjauh dari upaya penyerobotan sehingga eksistensinya tetap utuh dan lestari sesuai dengan tujuan wakaf. !epastian hukum dari suatu akad perwakafan adalah suatu keniscayaan sebagai jaminan bahwa telah terjadi suatu peristiwa hukum perwakafan. Di antara wujud dari kepastian hukum itu adalah adanya bukti pencatatan "bukti tertulis# dalam sebuah akta otentik. Dalam konsepsi al$%uran& ditemukan anjuran untuk melakukan pencatatan terhadap akad transaksi mu'amalah yang dilakukan . Dalam surat al$(a)arah *+* Allah ,W berfirman- Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar ...... ujuan dari pencatatan transaksi ini agar menjadi bukti tertulis yang dapat menjamin kepastian hukum transaksi tersebut apabila dikemudian hari salah satu pihak melakukan penyangkalan ataupun penyelewengan terhadap ketetapan yang telah disepakati. Akan tetapi dalam realita kehidupan masyarakat ditemukan banyaknya perbuatan hukum wakaf pada masa lalu yang tidak memiliki bukti tertulis. (erdasarkan data terakhir dari Departemen Agama& di Indonesia tersebar tanah

wakaf di /0/.+/1 lokasi dengan luas sekitar ..122.23*./02 meter persegi. Dari jumlah tersebut 314 di antaranya sudah memiliki sertifikat wakaf. " im 5enyusun "Direktorat 5emberdayaan Wakaf Departemen Agama 6.I.#&*002-+*#. Dengan demikian& sekitar *14 harta wakaf belum memiliki sertifikat sehingga rentan menjadi sumber konflik. 7akalah ini mencoba membahas mengenai akta ikrar wakaf dalam tinjauan fi)ih Islam serta penerapannya dalam proses perwakafan di Indonesia Akta Ikrar Wakaf (AIW Dala! K"ta#-K"ta# F"$"h AIW merupakan bukti tertulis dari ikrar wakaf yang dilakukan oleh wa)if dihadapan nazhir& atau dengan kata lain AIW merupakan bukti tertulis dari adanya shigat al-waqf, karena yang dimaksud dengan ikrar wakaf tak lain dan tak bukan adalah shgat al-waqf itu sendiri. Shgat al-waqf ialah ucapan& tulisan ataupun isyarat dari orang yang berakad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan apa yang diinginkannya "Dir. 5emberdayaan Wa)af& *002- 11#. ,edangkan kata I)rr secara etimologi berarti pemberitahuan akan sesuatu yang telah diputuskan dan ditetapkan. 8ika dikatakan aqarra bi al-syai maksudnya ia telah mengakuinya& dan al-istiqrr adalah penetapan& sedangkan qarar al-ardhi adalah tanah yang sudah ditetapkan "kepemilikannya#. ,ecara terminologi qrr "pengakuan# adalah pernyataan dari seorang mukallaf yang timbul karena kehendaknya sendiri "tidak terpaksa# tentang kebenaran $ baik pernyataan itu dilakukan secara lisan& tulisan atau melalui isyarat dari orang bisu $ yang ia nyatakan atau kebenaran yang ada pada orang yang diwakilinya "Al$!abisi& *00/-1+0# Dari definisi shgat dan iqrr diatas ada kesamaan makna dari keduanya yaitu keduanya bermakna pernyataan kehendak ataupun keinginan yang disampaikan dalam bentuk lisan& tulisan maupun isyarat. Walaupun ikrar wakaf dapat dalam bentuk tertulis& akan tetapi hal tersebut kurang terlihat pada kitab$kitab fi)ih klasik saat membahas tentang shigat akad wakaf yang merupakan rukun dari wakaf & para fu)oha hanya memfokuskan pada i)rar wakaf dalambentuk 9erbal "ucapan# saja.

Hal tersebut dapat dirasakan saat menjelaskan makna shgat, sebagaimana menurut ulama Hanafiyah yang dikutip oleh Wahbah :uhaily- shigat adalah lafaz$ lafaz yang menunjukkan makna wakaf& seperti lafaz tanahku ini ku wakafkan selamanya untuk orang-orang miskin, atau diwakafkan untuk !llah atau untuk di"alan keba"ikan& sebagaimana pendapat Abu ;usuf dan telah difatwakan dengan dalil urf ":uhaily& *002-3201# !ata lafaz disini menunjukkan bahwa yang dibahas adalah bentuk 9erbalnya saja. ,elain itu dalam pembahasan mengenai shgat waqaf banyak ditemukan contoh$contoh perkataan yang menimbulkan implikasi hukum. 7isalnya dalam syarat shigat yang menyatakan bahwa statemen tidak bertele$tele. 7ayoritas fu)oha selain 7alikiyah mensyaratkan statemen wa)af harus singkat "Al$ ,arkhasi& tt - .*//*#& singkat disini mengandung arti tidak banyak komentar atau tambahan yanng bertele$tele. Dalam al-#uha$$ab dijelaskan bahwa u%a&an wa)af dengan mengaitkan syarat dimasa mendatang hukumnya tidak sah. ,ebab a)ad wakaf akan batal bila berkenaan dengan sesuatu yang tidak jelas "Abu Isha)& .///.#. Dalam %audhah al-&halibin dijelaskan jika wa)if mengaitkan barang wakafnya. ,eperti ketika !en'atakan& <"ika awal bulan tiba atau si fulan datang, maka saya mewakafkannya<& yang demikian tidak sah menurut mazhab ,yafi'i "An$=awawi& tt-1/>*?#. Ibnu Abidin berkata& <wa)af yang diiringi dengan syarat& hukumnya tidak sah& seperti u%a&an wa)if&<"ika hari esok telah tiba atau awal bulan telah tiba atau kalau aku telah bertemu fulan, maka tanah ku ini men"adi wakaf, maka wakaf tersebut batal"Ibnu Abidin& .>*2H->//?3#. 7enurut 7ustafa ,yalabi& para fu)oha tidak menjadikan akta ikrar wakaf sebagai syarat sahnya wakaf& oleh karenanya dalam pembahasan tentang wakaf atau shgat al-waqf& jarang ada pembahasan mengenai akta ikrar wakaf ",yalabi& .?13-33#. 5embahasan mengenai akta ikrar wakaf baru dibahasa oleh para fu)oha ketika mereka membahas mengenai penyelesaian sengketa wakaf. 5ernyataan tentang adanya Akta Ikrar Wakaf ditemukan dalam pembahasan terkait dengan

>

perselisihan atau persengketaan wakaf& dimana AIW dapat menjadi bukti adanya perwakafan. AIW disebut dengan Shak al-'aqf " #. ,ebagaimana yang terdapat dalam kitab al$7abshut "al$,arkhasi& tt- .//*33# "! # % * + & , ". "$% ' ( ) "9 4 3 3 ( %./0 ) % 1 2" 56 ( 7 ; * ( 2 8 " 9 : 5 % 7 J< 76 D %< F 2 E " %< % 6 B " %< > ( ? 0@ G =. 2 A%+ 2 ; ( : H 5 C % I 2. N . %= (% K %= 2. L M; %> 2 4 . O2; " M Q . O %P R%. ! " %( M B 0' ( 6 ( S ( 7 T% = 2 B % M J# %6 U ( V ; * " %6 W %* = B : 5 % ( 0' ( 5 0 X ;Y 5 Z%< 3 % I U %* !I 2 "9 Q 6 N M N Z< N 5EP 4 M; 0<[ "5$ 0 Q \ M; 3 " %6 ! B [ Z@ ( O J ( _ " 9 + 3 O ] ^J " < ! L . H W 6 ( W 7H _ @ / GH J a Y 4 ` E + 3 %. 3 (H %* 0 "9 " ^ J U) . M $ % : 5 % !itab (ath al-)adir "Ibnu Hammam& .>12H- .//22# juga menyebutkan tentang Shak al-waqf tersebut& masih dalam pembahasan yang sama dengan pembahasan kitab al$7absuth diatas& adapun nashnya berbunyi + :% , % 4 : % ( O 3 ) 5 U: 3 '2+ ; *( U 7 J< :% F 2 E " %< % 6 " %< G2. 2 ; ( : H 5 7 5 C I 2 8 " %P S %< =. >( ? 0@ " A%+ ( J / R 0' %* F 0 O K B $ 0 b%# _ !I "9 c[ . a 2 ' ) 2 " : %( " B E ; * ( `2; + 'E 2@ 9 5 % W" K 9 % V % J 6 % . G % 2.

Dalam

kitab %add al-#ukhtar "Ibnu Abidin& .>*2H-.0/.+# juga disebutkan

tentang Shak al-'aqf, dengan nash yang berbunyi N RC 3 0 =N Y 4 O 2 + E 2< % d K M; C % D . 4 " Q ) f E (% V e i 4 " M; N g > 9 7 Z_ %h : D ZH K J; "9 ) K J : D 2 2 > !I " I k N M> " ! I ZH). j/ k ;6 "k M; M >; @ D 3 "9 g Q 18/10 H%P.#. Dalam kitab al-(atawa al-Hindiyah disebutkan juga istilah shak al$wa)f& dalam satu nash yang berbunyi %' N ) % M b%Q :D H L %@ " , B ( ; . D # P M; K N # " " A%+ G 2 ( ;. l O % : D : M; / _ _ K f 9 _ 5 C ; %# % 0 + Q 0 D a " " 3 + L "G2+ _ = . > ( D . # N G 2 ( O % 0 : \ " D + L M; _ f ( D 5 C % k 3 D D " % " k 3 %

X2 ; # N" : G 2 ( K $ X J J '2+ ! M; 2 25 C 18/458 E0=< W"%#)#.

Dalam kitab$kitab atau fatwa$fatwa kontemporer& akta wakaf disebut dengan nama 'atsiqah al-'aqf. 5enggunaan kata tersebut ditemukan dapat ditemukan dalam fatwa al-*a"nah al-Dimah li al-+uhts wa al- fta "../>*2#& yang berbunyi "/ ^J m2+ E.2 / ,_\ EL /" n;+. J/ #Q. K o2 I S$%Kp 2 YB C 0( gh "0' "%= m;*'B %.=2 7N%( O/0Y ` V% E;2 M;N" 9%=/ Z # c [J/" 9;. $%Kp c"h G2 @) 2;N" G2( %<2;N (=dH+. " E 2f" . Dalam fatwa )itha al- fta' di !uwait disebutkan kata 'atsiqah al-'aqf,

@ 06B O (! Z% "9 ,%"I $H "k"0= 9k"0= H E=Y; m+;1" %<2 "9^H% ') 2YQ E 2f" d06" 3 "9%<BH "_ E2;I E 2f" "!9 a 0YQ 3 :HI %# "2# g%#L_ g%6 % M;N q r = a ' %<2 $C@ d6" d+h :HI GV" % ":HI m3;.L Of 9C 5/33 m3%( g% _A%* W"%)%<2;N#. Wahbah :uhaily& walaupun menyatakan akta tertulis -Shak al-kitbah# tidak dapat dijadikan sebagai bukti akan tetapi dalam kondisi saksi$saksi yang ada telah meninggal& maka menurut beliau berkas$berkas "rusm# wakaf yang ada di kantor hakim& dapat dijadikan bukti berdasarkan dalil *00>-.0/3223#. 7ustafa ,yalabi menggunakan kata syhd rasmy untuk nama AIW. stihsn ":uhaily&

7enurut beliau syhd rasmy merupakan dokumen "watsqah. yang dikeluarkan oleh #ahkamah Syariyyah "5engadilan Agama# saat akad wakaf& dimana akad wakaf tidak sah tanpa keberadaannya ",yalabi& .?13-33#. Dalam perkembangan dunia modern& terdapat kecenderungan untuk menjadikan bukti tertulis berupa akta misalnya& sebagai bukti yang wajib dipenuhi dari suatu akad. ,ebagai contoh& pada masa lalu perkawinan tidak memerlukan pencatatan& namun pada masa sekarang peraturan perundang$undangan di beberapa negara muslim termasuk Indonesia menetapkan bahwa perkawinan hanya dapat dibuktikan dengan Akta =ikah. Demikian pula dalam hal perwakafan& dalam rangka mewujudkan kepastian hukum harta benda wakaf setiap perbuatan hukum wakaf wajib dicatat dan dituangkan dalam akta ikrar wakaf dan didaftarkan serta diumumkan sesuai dengan tata cara yang diatur dalam peraturan perundang$undangan yang berlaku. Dengan demikian& dalam konteks hukum perbuatan hukum perwakafan harus dapat dibuktikan dengan akta ikrar wakaf. !epentingannya antara lain- "a#. sebagai bukti otentik& "b#. jaminan agar tidak dilakukan penyelewenangan dan atau penyerobotan tanpa hak. Apalagi wakaf juga berhubungan dengan kegiatan ekonomi "seperti wakaf

uang dan atau wakaf produktif#& maka pencatatan wakaf yang dilakukan oleh pihak yang berwenang adalah sebuah keniscayaan "7ubarok& *00+-/1#. Wahbah :uhaily menyatakan bahwa keniscayaan bukti tertulis dalam akad wakaf berdasarkan dalil stihsn ":uhaily& *002-.0/3223# 7enurut penulis dalil Istihsn yang dimaksud adalah Istihsn al#aslahah atau al-maslahah al-mursalah. !arena tidak ada dalil khusus dalam al$ %ur'an maupun Hadis yang menyebutkan hukumnya akan tetapi keberadaannya masuk dalam koridor menjaga harta -hif$ al-ml. yang merupakan bagian dari #aqshid al-Syarah. ,elain itu adanya akta wakaf menjamin adanya kepastian hukum. Dasar hukum al-#aslahah al-#ursalah yang digunakan untuk akta ikrar wakaf ini sama dengan hukum untuk akta nikah.Akan tetapi sebenarnya keumuman makna yang terkandung dalam surat al$(a)arah *+* telah mengisyaratkan perlu adanya akta otentik dalam ikrar wakaf. Dalam prakteknya& sesungguhnya penulisan akta ikrar wakaf telah dilakukan pada wakaf Amar bin !hattab& dimana Hafsah binti Amar mencatatkan wakaf tersebut beserta peruntukkanya yaitu untuk orang fakir& sanak kerabat dan budak "al$7undziry& //.12#. Dokumen wakaf umar ini merupakan dokumen wakaf pertama dalam Islam. (erkenaan dengan banyaknya wakaf$wakaf di Indonesia yang belum bersertifikat atau tidak memiliki bukti tertulisnya& maka menurut hipotesa yang disampaikan oleh 8aih 7ubarok& hal tersebut disebabkan karena wakaf dipahami oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari amal shaleh& yang mana akadnya adalah tabarru "semata$mata untuk kebaikan# dan dianggap lebih baik apabila dilakukan dengan sembunyi$sembunyi& bukan sebagai sebagai bagian muamalah yang menuntut adanya pernyataan lisan dan atau tertulis yang disaksikan oleh pejabat yang berwenang serta dihadiri oleh saksi "7ubarok& *00+-/1#. 5raktek pelaksanaan wakaf semacam ini & pada paruh perjalanannya harus diaakui memunculkan persoalan mengenai 9aliditas legal tentang harta wakaf yang berujung pada timbulnya persengketaan$persengketaan karena tiadanya bukti yang mampu menunjukkan bahwa benda$benda yang bersangkutan telah diwakafkan "Djunaidi B hobieb al$Asyhar& *002-/+#.

5erkembangan masyarakat dari segi tertib administrasi menuntut penggabungan antara pernyataan lisan dengan pernyataan tertulis. 7enurut 8aih 7ubarok& pernyataan lisan dinilai sebagai alat bukti yang kurang kuat " al-iqrr hu""ah qasrah#& dan pernyataan secara tertulis juga dinilai sebagai alat bukti yang kurang kuat pula "wa al-kitbah hu""ah qashrah#. Dan menggabungkan keduanya menjadikan keduanya sebagai alat bukti yang kuat "wa al-"amu bayna al-iqrr wa al-kitbah hu""ah mutaadiyah# "7ubarok& *00+- /2#. 5enggabungan antara keduanya "lisan dan tertulis# itulah yang dianut dalam 5asal .3 ayat * Andang$Andang =omor /. ahun *00/ entang Wakaf .. sehingga diharapkan pasca terbitnya undang$undang wakaf ini& semua akad wakaf selain disampaikan dalam bentuk lisan juga dituangkan dalam bentuk tertulis& sehingga tidak ada lagi wakaf yang tidak tercatat. Kandun'an Shgat al-Waqf !andungan Shgat al-'aqf merupakan gambaran tertulis dari akad wakaf "Shgat al-Waqf. yang terdiri dari al-"ab "penyerahan# menurut mazhab Hanafi dan mazhab Hanbali dan al-jab dan al-qobl "serah dan terima# menurut mazhab 7aliki dan mazhab ,yafi'i serta sebagian pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal ":uhaily& *002-.0/321*#. Dalam AIW harus ada pernyataan mewakafkan. 7enurut Hanafiyah lafaz yang khusus untuk wakaf adalah misalnya- tanahku ini merupakan sedekah yang diwakafkan selamanya -shadaqah mauqufah muabbadah. untuk orang-orang miskin, atau diwakafkan untuk !llah S'&, atau untuk keba"ikan <. Akan tetapi yang difatwakan dalam mazhab Hanafiyah adalah pendapat Abu ;usuf yang mencukupkan dengan hanya menyebutkan kata mauqfah tanpa tambahan lafaz tabd karena lafaz mauqfah sudah menunjukkan makna tabd "Hasfaki& tt//1>1& Ibnu Abidin& .>*2 H- .3-.3.#. 7enurut 7alikiyah& lafaz wakaf dapat berbentuk lafaz yang sharih "jelas#& seperti lafaz waqaftu, habastu atau sabbaltu. Atau dengan lafaz yang ghair sharih
. 5asal .3 ayat * berbunyi- Ikrar wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat ".# dinyatakan secara lisan dan/atau tulisan serta dituangkan dalam akta ikrar wakaf oleh 55AIW

"tidak jelas# seperti kata aku sedekahkan dengan dibarengi dengan penjelasan yang dimaksud adalah wakaf& atau dengan kata sedekah akan tetapi untuk pihak yang tidak ditentukan atau untuk pihak yang tidak terbatas. Contoh pernyataan pertama adalah aku sedekahkan dan tidak boleh di"ual ataupun diberikan. Contoh pernyataan yang kedua adalah <aku sedekahkan hartaku untuk orangorang fakir<. ,edangkan contoh untuk pernyataan ketiga adalah aku sedekahkan hartaku untuk sifulan dan keturunannya dan keturunannya "Al$Dardiir dalam :uhaily& *002- .0/321># 7enurut ,yafi'iyah penyataan wakaf dapat dalam bentuk yang sharih sebagaimana pendapat hanafiah dan 7alikiyah. 5enyataan yang sharih dengan menggunakan kata al-waqf, al-tasbl atau al-tahbs. Andai hanya menggunakan kata shadaqah tanpa ada penjelasan maka itu pernyataan tersebut tidak menunjukkan niatan wakaf karena shadaqah bisa berarti sedekah wajib& sunnah maupun wakaf. !ecuali bila pernyataan itu ditambah dengan penyataan peruntukannya untuk orang$orang fakir& maka penyataannya menjadi pernyataan wakaf . penyataan yang ghair sharh misalnya adalah <aku haramkan hartaku untuk orang-orang fakir, atau aku permanenkan untuk mereka < "Al$!hatib& tt.0/.*.# 7azhab Hanbali juga menjelaskan tentang pernyataan yang sharih yaitu yang menggunakan kata waqaftu, habbastu, dan sabbaltu& sedangkan penyataan kinayah seperti kata harramtu, abbadtu dan tashadaqtu. 7enurut Hanabilah& dalam menggunakan kata kinayah dalam wakaf harus menyertakan salah satu dari empat hal sebagai berikuta. =iat al$w)if b. 5enggunaan kata kinayah wa)af hendaknya dibarengi dengan menyebutkan sifat$sifat wa)af& seperti kata mauqfah, muhabbasah dan musabbalah atau muabbadah dan muharramah. c. Atau dengan menyertakan sifat$sifat wakaf yang lain & seperti kata tidak boleh dijual& dihibahkan ataupun dijual. d. Atau dengan menyertakan pernyataan hukum wakaf tersebut. ,eperti pernyataan& aku sedekahkan tanahku untuk fulan dan pada masa hidupku dan setelah matiku< "Al$(ahwati& .>.?H& .//>/0#.

()arat-()arat (h"'at Wakaf 5ara fu)oha mensyaratkan beberapa hal yang terdapat dalam pernyataan "shigat# wakaf& yaituSyarat /ertama, /ernyataan permanen -tabd#. 5ara Du)oha berbeda pendapat dalam mencantumkan syarat permanen pada wakaf. Diantara mereka ada yang mencantumkannya dan ada yang tidak mencantumkannya. !arena itu ada diantara fu)oha yang membolehkan wakaf muaqqat "wakaf untuk jangka waktu tertentu#. 5endapat pertama adalah pendapat mayoritas fu)oha yang berasal dari kalangan ,yafi'iyah& Hanafiyah& kecuali Abu ;usuf pada satu riwayat& Hanabilah& :aidiyah& 8a'fariyah dan :ahiriyah. 7ereka berpendapat bahwa wakaf harus diberikan secara permanen dan harus disertakan statemen yang menunjukkan makna tersebut "Al$!abisi&*00/-.1?#. Wakaf merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah -al-)urbah#& maka hendaknya berlaku permanen& tidak boleh dibatasi oleh waktu "Wahbah& *002-.0/3212#. 5endapat kedua adalah pendapat dari kalangan Hanabilah& sebagian dari kalangan 8a'fariyah dan Ibnu ,uraij dari ,yafi'iyah. 7ereka berpendapat bahwa wakaf sementara itu adalah sah& baik untuk jangka waktu yang pendek maupun yang lama. !alangan 7alikiyah juga membolehkan wakaf temporer "sementara#& walaupun menurut mereka& secara implisit kata wakaf itu sendiri sudah mengandung makna abadi dan kontinu "Al$!abisi& *00/-.2+#. 7ayoritas pembaharu fi)ih seperti ,yaikh 7uhammad :ahra& 7ustafa al$:ar)a& ,ayyid Ali Abu ,u'ud& mendukung pendapat Imam 7alik beserta pendukungnya yang mensahkan wakaf temporer& karena menurut mereka& dalam wakaf sementara& terdapat kemudahan untuk merealisasikan tujuan$tujuan yang mengarah kepada kebaikan. Akan tetapi Al$!abisi dalam disertasinya menolak wakaf sementara& karena menurutnya dalil$dalil dari hadis yang melarang menjual& menghibahkan dan mewariskan harta wakaf menunjukkan keabadian harta wakaf tersebut& selain itu hadis =abi ,AW yang memerintahkan untuk menahan pokok harta wakaf -hubisa al-ashlu. menunjukkan makna tabd "permanen# "Al$!abisi& *00/- *30#.

.0

AA =o./. ahun *00/ entang 5erwakafan mengakomodasi kedua prinsip tersebut "permanen dan temporer# & sebagaimana disebutkan dalam pasal . ayat . yang berbunyi < wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan0atau menyerahkan sebagian harta miliknya untuk dimanfaatkan selamalamanya atau untuk "angka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan dan0atau kese"ahteraan umum menurut syariah. Syarat kedua, pernyataan wakaf bersifat tan"$. &an"$ ialah wakaf itu diberikan kepada yang sudah ada saat itu juga& bukan kepada yang akan ada. !arenanya pernyataan wakaf tidak boleh mensyaratkan atau menggantungkan kepada keberadaan sesuatu yang belum ada . contoh dari pernyataan tersebut misalnya<"ika 1awawi datang, maka saya berwakaf< . Dalam Al$7uhazzab dijelaskan bahwa ucapan wakaf dengan mengaitkan syarat dimasa mendatang hukumnya tidak sah& karena bergantung pada syarat yang tidak jelas "Al$,yaerozi& tt-.///.#. Ibnu Abidin mengatakan bahwa wakaf yang diiringi dengan syarat& hukumnya tidak sah& seperti ucapan wakif < "ika hari esok tiba atau awal bulan tiba, atau kalau aku telah bertemu si fulan, maka tanahku ini men"adi wakaf< "Ibnu Abidin& .>*2H->//?3#. 7enurut 7alikiyah pernyataan tan"$ bukanlah merupakan syarat sah wakaf& oleh karenanya diperbolehkan memyebutkan syarat$syarat yang benar$ benar ada maupun yang belum terwujud dalam pernyataan wakaf bahkan diperbolehkan dalam pernyataan wakaf dengan menyebut waktu tertentu "Al$ !abisi& *00/- .1+#. Syarat 2etiga, !l-il$m -mengikat.. ,ejak wakif menyatakan mewakafkan hartanya& maka wakaf tersebut mengikat dan lenyaplah hak kepemilikan wakif dari harta yang diwakafkannya. Dengan demikian wakif tidak boleh menyertakan dalam pemberian wakafnya syarat yang bertentangan dengan status wakaf& seperti syarat khiyar, yaitu hak melanjutkan atau membatalkan pemberian wakaf "Dir. 5emberdayaan Wakaf& *002-1+#. Syarat keempat, ,higat tidak diikuti syarat batil& maksudnya ialah syarat yang menodai atau mencederai dasar wakaf atau meniadakan hukumnya& yakni kelaziman dan keabadiannya. 7isalnyanya pernyataan wakif <saya wakafkan rumah ini untuk diri saya sendiri seumur hidup, kemudian setelah saya meninggal

..

untuk anak-anak dan cucu-cucu saya dengan syarat bahwa saya boleh men"ual atau menggadaikannya kapan sa"a saya kehendaki...atau "ika saya meninggal harta ini men"adi harta waris bagi ahli waris saya" Dir. 5emberdayaan Wakaf& *002- 20#. ,yarat yang demikian dan semisalnya mencederai dasar wakaf yang melarang menjual atau menggadaikan dan meniadakan keabadian dan kelazimannya. Apabila wakaf diikuti dengan syarat seperti itu maka hukumnya tidak sah& ini merupakan pendapat dari para fu)oha karena wakaf adalah menyerahkan hak kepemilikan kepada Allah ,W khiyar "Al$!abisi& *00/-.+/#. Syarat kelima, menyebutkan #aqf alaih. 5ara fu)oha berselisih pendapat tentang persyaratan pencantuman penerima wakaf dalam statemen yang disampaikannya atau pada keharusan menyebut penerima wakaf dalam statemen wakaf. 5endapat pertama& mewajibkan pencantuman penerima wakaf dalam statemen wakaf. 5endapat ini merupakan pendapat fu)oha ,yafi'iyah dan Hanafiyah kecuali Abu ;usuf. . Imam ,yairazi berpendapat& berwakaf kepada pihak yang tidak diketahui tidak sah& seperti wakaf kepada seseorang yang tidak jelas. ,eyogianya wakaf diberikan kepada pihak yang ditentukan wakif "Al$ ,yairazi& tt- .///.#. 5endapat kedua& tidak mewajibkan pencantuman pihak penerima wakaf dalam statemen wakaf. Ini adalah pendapat Imam Abu ;usuf& Hanabilah& 7alikiyah dan :aidiyah. 7enurut Abu ;usuf statemen wakaf tanpa menyebutkan pihak penerimanya adalah sah dan wakaf tersebut diberikan kepada fakir miskin "Al$!abisi& *00/-.31#.7azhab 7alikiyah tidak mensyaratkan untuk sahnya wakaf keharusan menyebutkan al-mauqf alaih ":uhaily& *002- .0/322*#. Syarat keenam, menyebutkan #auqf +ih "objek wakaf# dan menyebutkan seperlunya keterangan yang jelas tentang keadaan objek wakaf. Harta yang akan diwakafkan disebutkan dalam statement wakaf dan diketahui dengan jelas. Eleh karena itu & jika wa)if mengatakan -<aku wakafkan sebagian dari hartaku<& akan tetapi tidak ditunjukkan mana harta yang dimaksud& maka wakafnya menjadi batal "tudak sah#& demikian pula jika wa)if mengatakan < aku wakafkan salah satu dari dan juga karena wakaf bukanlah akad tukar menukar barang& maka dalam hal ini tidak diperkenankan

.*

dua rumahku ini, tanpa menentukan rumah yan mana yang dimaksud. Akan tetapi jika wa)if berkata-<aku wakafkan seluruh dari harta dan rumahku<& meskipun tanpa menentukan kadar dan jumlah yang diwakafkan & wakafnya tetap sah& karena ia telah mewakafkan seluruh harta yang dimilikinya "Al$!abisi& *00/-*/?#. 7enurut Al$!abisi& pada saat ini setiap tindakan pengalihan kepemilikan & haruslah diberi batasan setiap empat sisi harta wakaf& sebab tindakan ini akan berlanjut sangat lama dan dalam tempo yang tidak terbatas. (isa saja suatu saat akan muncul ketidak jelasan harta wakaf& sedangkan hukumnya masih tetap sebagai harta wakaf& karena itu semua syarat yang dibutuhkan untuk menjadi penguat dari wakaf haruslah disebutkan "Al$!abisi& *00/-*10#. (erdasarkan keterangan diatas tadi dapat disimpulkan bahwa Shgat !l'aqf hendaknya.. 7enggunakan kata yang sharh "jelas# yang menunjukkan pemberian wakaf. *. &abd, tan"$ dan il$m. >. idak mencantumkan syarat fasid& yang dapat membatalkan wakaf. objek wakaf. 1. 7enjelaskan pihak penerima wakaf. Dalam al-(atawa al-Hindiyah "1./12# dicontohkan nash wa)af sebagai berikutC a L %( X / " 4 (H "% <M a C " ? 0@ B" % J + B" M B 5 C ( : 'R 7[ K G J H Y ( ? 0@ R 2 %< 0 a $ @@ 2 " + KI !" 7[ 2. , 8 @@E M 5E 2 ! ) 5 2% %. M D %< BC 5E 1" 5E@ % N !C L " O " a * ( ; B" "0 " 0' ( %= a ( E F C F C %= 0 /" ? . B % Z _ 4 0@ % B" V ` + O a %K O "9 , < = " F 0 !%# ! 5 0' ( %! " 5 * ( O a " O ;Q . <Y " " g < 2 % . 2. M @ % /. 7enyebutkan objek wakaf serta keterangan sejelasnya tentang keadaan

.>

Dalam al$Datawa al$Hindiyah "1./1?# ini juga disarankan $dalam rangka legitimasi hukum dan untuk menghindari perselisihan dikemudian hari$ pernyataan wakaf yang dituliskan dalam shak al-waqf tersebut & mendapat legalisasi dari hakim. Hakim menjelaskan dihalaman depan shak al$wa)f ini bahwa wakafnya sebagaimana penjelasan yang ada didalam shak al$wa)f adalah benar dan sah. Dungsi yang dilakukan oleh hakim sebagaimana pernyataan diatas tadi$dalam perwakafan di Indonesia$ dilakukan oleh 5ejabat 5embuat Akta Ikrar Wakaf "55AIW#. 55AIW untuk harta benda tidak bergerak berupa tanah adalah kepala !AA dan/atau penjabat yang menyelenggarakan urusan wakaf "55 5asal >3 ".##. 55AIW harta benda wakaf bergerak selain uang adalah !epala !AA dan/atau pejabat lain yang ditunjuk oleh 7enteri "55 pasal >3 "*# 55AIW harta benda wakaf bergerak berupa uang adalah 5ejabat Fembaga !euangan ,yari'ah paling rendah setingkat !epala ,eksi F!, yang ditunjuk oleh 7enteri "55 pasal >3 ">#. Per#edaan Akta Ikrar Wakaf dan (ert"f"kat Wakaf Uan' Dalam AA =o./. ahun *00/ tentang 5erwakafan dibedakan antara Akta Ikrar Wakaf dengan ,ertifikat Wakaf Aang. AIW disebut dalam pasal *. sedangkan ,ertifikat Wakaf Aang disebutkan dalam pasal *? ayat *. akan tetapi tidak dijelaskan segi pembedaannya. 7enurut pemahaman penulis& AIW diberikan kepada wakif yang melakukan wakaf benda tak bergerak dan bergerak selain uang& sedangkan sertifikat wakaf tunai diberikan kepada wakif uang. Dalam 5eraturan 5emerintah "55# entang 5elaksanaan AA =o. /. ahun *00/ entang Wakaf& dijelaskan definisi dari keduanya& yaitu sebagai berikutAkta Ikrar Wakaf& yang selanjutnya disingkat AIW adalah bukti pernyataan kehendak Wakif untuk mewakafkan harta benda milikinya guna dikelola =azhir sesuai dengan peruntukan harta benda wakaf yang dituangkan dalam bentuk akta "5asal . ayat 2#. ,edangkan yang dimaksud dengan ,ertifikat Wakaf unai adalah surat bukti yang dikeluarkan oleh Fembaga !euangan ,yari'ah kepada wakif dan nazhir tentang penyerahan wakaf uang "pasal . ayat 3#/. Istilah sertifikat wakaf tunai dan penerapannya merupakan bentuk ijtihad yang lebih baru lagi daripada akta ikrar wakaf& karena merupakan terjemahan dari

./

3ash-'aqf 3ertificate yang diperkenalkan oleh 7.A. 7annan& seorang ekonom berkebangsaan (angladesh sebagai instrumen administrasi dan kepastian hukum dalam pengelolaan wakaf uang atau wakaf tunai yang diterapkan melalui ,ocial In9estment (ank Fimited ",I(F# di (angladesh " 7annan& tt- >2#. !edudukan sertifikat wakaf uang sama dengan akta ikrar wakaf& yang menjadi bukti otentik dan tertulis adanya peristiwa pewakafan harta tertentu. ,ertifikat wakaf uang berisi keterangan yang hampir sama dengan yang ada dalam akta ikrar wakaf $yang akan dijelaskan selanjutnya$yaitua. =ama F!, penerima wakaf uangG b. =ama WaakifG c. Alamat WakifG d. 8umlah Wakaf AangG e. 5eruntukan WakafG f. 8angka Waktu WakafG g. =ama =azhir yang dipilihG dan h. empat dan anggal 5enerbitan ,ertifikat Wakaf Aang "55. 5asal *2#.

Akta Ikrar Wakaf dala! UU N*+,- Tahun .//, Tentan' Per0akafan 5embahasan tentang Ikrar Wakaf "IW# dan Akta Ikrar Wakaf "AIW# terdapat dalam pasal .3$*> AA. IW yang merupakan penyataan wakif untuk mewakafkan hartanya& dinyatakan secara lisan dan/atau tertulis oleh wakif kepada nazhir dihadapan 5etugas 5embuat Akta Ikrar Wakaf "55AIW# dengan disaksikan oleh * "dua# orang saksi "5asal .3 ayat .dan *#. Apabila wakif berhalangan& tidak dapat menyatakan ikrar wakaf secara lisan atau tidak dapat hadir dalam pelaksanaan ikrar wakaf karena alasan yang dibenarkan hukum& wakif dapat menunjuk kuasanya dengan surat kuasa yang diperkuat oleh * "dua# orang saksi "pasal .+#. ,aksi dalam ikrar wakaf harus memenuhi persyaratan- "a#. Dewasa& "b#. (eragama Islam& "c#. (erakal sehat& "d#. idak terhalang melakukan perbuatan hukum "pasal *0#.

.1

,etelah melakukan ikrar wakaf& kemudian ikrar tersebut dituangkan kedalam Akta Ikrar Wakaf "pasal *. ayat .#. Akta Ikrar Wakaf paling sedikit memuat "pasal *. ayat *#a. =ama dan identitas wakifG b. =ama dan identitas nazhirG c. Data dan keterangan harta benda wakafG d. 5eruntukan harta benda wakafG e. 8angka waktu wakaf. Dalam 55 =o. /* ahun *002 pasal >* ayat / ada penambahan unsur yang tidak disebutkan dalam AIW& yaitu =ama dan Identitas ,aksi. Apabila ada praktek wakaf yang telah berlangsung akan tetapi belum dituangkan dalam AIW& karena Wakif sudah meninggal dunia atau tidak diketahui lagi keberadaannya& maka dibuat Akta 5engganti Akta Ikrar Wakaf "A5AIW#. 5embuatan A5AIW sebagaimana pasal >1 55 =o. /* ahun *002& dilaksanakan berdasarkan permohonan masyarakat atau saksi yang mengetahui keberadaan benda wakaf yang dikuatkan dengan adanya petunjuk " qarnah. tentang keberadaan benda wakaf. Apabila tidak ada orang yang memohon pembuatan A5AIW& maka kepala desa tempat benda wakaf tersebut berada wajib meminta pembuatan A5AIW tersebut kepada 55AIW setempat. ,elanjutnya 55AIW atas nama =azhir menyampaikan A5AIW beserta dokumen pelengkap lainnya kepada kepala kantor pertanahan kabupaten/kota setempat dalam rangka pendaftaran wakaf tanah yang bersangkutan dalam jangka waktu paling lama >0 "tiga puluh# hari sejak penandatanganan A5AIW. A5AIW berbeda dengan tsbat 'akaf karena tsbat 'akaf dilakukan apabila harta wakaf tersebut tidak memiliki AIW atau A5AIW. Dan perkara istbat wakaf tidak dilakukan oleh 55AIW akan tetapi oleh 5engadilan Agama. Hal ini merupakan hasil !eputusan 6apat !erja =asional 7ahkamah Agung 6.I ahun *003 di 7akasar& di antaranya berhasil memutuskan bahwa 5engadilan Agama berwenang menerima& memeriksa dan mengadili perkara permohonan itsbat wakaf. 7aksudnya& dalam hal tanah wakaf yang tidak memiliki akta ikrar wakaf atau pengganti akta ikrar wakaf dapat diajukan permohonan itsbat wakaf ke

.2

5engadilan Agama dengan berpedoman kepada petunjuk teknis 7ahkamah Agung. 5enetapan 5engadilan Agama tersebut menjadi dasar permohonan sertifikat tanah. Febih lanjut& hasil keputusan tersebut juga menyebutkan bahwa persangkaan hakim dan syahdah istifdhah dalam sengketa wakaf memiliki kekuatan pembuktian yang kuat. "- http-//badilag.net/#.

Penutu& Dari paparan diatas tadi ada beberapa hal yang dapat disimpulkan disini& yaitu.. Akta ikrar wakaf sangat penting keberadaanya dalam akad wakaf& karena AIW merupakan bukti otentik dari praktek perwakafan dapat dijadikan bukti hukum apabila dikemudian hari muncul sengketa harta wakaf tersebut. *. (anyaknya harta wakaf yang tidak bersertifikat atau memiliki bukti tertulis adalah karena anggapan masyarakat bahwa wakaf merupakan ibadah tabarru "semata$mata untuk kebaikan# dan dianggap lebih baik apabila dilakukan dengan sembunyi$sembunyi& bukan sebagai sebagai bagian muamalah yang menuntut adanya pernyataan lisan dan atau tertulis yang disaksikan oleh pejabat yang berwenang serta dihadiri oleh saksi >. 5ada saat sekarang ini& karena wakaf juga telah menjadi kegiatan ekonomi "seperti wakaf uang dan atau wakaf produktif#& maka pencatatan wakaf dalam bentuk AIW yang dilakukan oleh pihak yang berwenang adalah sebuah keniscayaan. /. Akta Ikrar Wakaf berisia. b. c. d. e. f. =ama dan identitas wakifG =ama dan identitas nazhirG =ama dan identitas saksiG Data dan keterangan harta benda wakafG 5eruntukan harta benda wakafG 8angka waktu wakaf.

.3

1. Apabila harta wakaf belum memiliki Akta Ikrar Wakaf karena wa)if telah meninggal atau tidak diketahui keberadaanya& maka bisa dimintakan Akta 5engganti Ikrar Wakaf "A5AIW# kepada 5etugas 5encatat Akta Ikrar Wakaf "55AIW#. Dan apabila AIW dan A5AIW tidak dapat diperoleh dapat dimohonkan Itsbat Wakaf dari 5engadilan Agama. 'allahu!lam. Daftar Pu1taka Al$(ahwati Al$!halili& 7ansur bin ;unus bin Idris& .>.?H& 2asyf !l-)ina 4an #atan !l- qna& 7esir- Al$Amirah "7aktabah ,yamilah#. Al$!abisi& 7uhammad Abid Abdullah&*00/& Hukum 'akaf"terj#& 8akarta- Dompet Du'afa 6epublika B II7a=. Al$!hatib& 7uhammad Al$,yarbini& #ughni al-#uhta" la #arifati !lfaa$ !l#inha", 7esir- 7ustafa 7uhammad "7aktabah ,yamilah# . Al$!hatib& 7uhammad ,yarbini& tt& #ughni al-#uhta" la #arifati !lfaa$ al#inha", 7aktabah ,yamilah. Al$7undziry& al$hafizh& #ukhtashar sunan abi dawud Al$=awawi& %audhah al-&halibin wa 5mdah al-#uftiin& "7aktabah ,yamilah#. Al$,arkhasi& Abu (akar 7uhammad bin Abi ,ahl& al-#absuth& "7aktabah ,yamilah#. Al$,yairazi& !l-#uha$$ab& 7aktabah ,yamilah Departemen Agama& *002& /eraturan /erundangan /erwakafan, 8akarta& Dirjen (imas Islam Departemen Agama& *00+& 5ndang-5ndang 1omor 67 &ahun 8996 &entang 'akaf: /eraturan /emerintah 1omor 68 &ahun 899; &entang /elaksanaannya, 8akarta- Dirjen (imas Islam. Dir. 5emberdayaan Wakaf Departemen Agama 6I& *002& (iqih 'akaf& 8akartaDir. 5emberdayaan Wakaf. Djunaidi& Achmad B hobieb Al$Asyhar& *002& #enu"u <ra 'akaf /roduktif: Sebuah 5paya /rogresif 5ntuk 2ese"ahteraan 5mat, 8akarta7itra Abadi 5ress& Cet III.

.+

Hasfaki& 7uhammad bin Ali bin 7uhammad& !l-Dur !l-#ukhtar Syarah &anwir !l-!bshar,"7aktabah ,yamilah#. Ibnu Abidin& 7uhammad Amin bin Amar bin Abdul Aziz& Hasyiah %add !l#ukhtar, .>*2& Al$Asmaniah& Istanah "7aktabah ,yamilah#. Ibnu Hammam& (ath !l-)adir& 7aktabah ,yamilah 7annan& 7.A.& tt& Sertifikat 'akaf &unai, Sebuah no=asi nstrumen 2euangan slam& 8akarta- CI(H6 dan 5! I$AI. 7ubarok& 8aih&*00+& Wakaf 5roduktif& (andung- ,imbiosa 6ekatama 7edia =asution& 7ustafa Hdwin dan Aswatun Hasanah& *001& 'akaf &unai, no=asi (inansial slam: /eluang dan &antangan Dalam #ewu"udkan 2ese"ahteraan 5mat, 8akarta- 5, Daar al$ a'lif. Alama al$Hind& al-(atawa al-Hindiyah& 7aktabah ,yamilah. :uhaily& Wahbah& *002& !l-(iqh !l- slamy 'a !dillatuh& 8ilid .0& ,uriah& Dar Al$ Dikr. I$AI. ,yalabi& 7ustafa& .?13& #uhaadaraat fi al-waqf wa al-washiya& 7esir- 7atba'ah

.?