Anda di halaman 1dari 1

Sekian lama hidup di kota Bandung, Jawa Barat, yang merupakan daerah tataran Sunda, saya memperkenalkan diri

saya sebagai orang Sunda. Walaupun di Bandung bahasa Sunda sudah tidak lagi menjadi bahasa yang dapat terdengar dimana saja, namun Bandung memiliki budaya Sunda yang masih melekat. Karena lingkungan inilah maka saya hanya terbiasa dengan satu budaya, yaitu Sunda. Masuk ke salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, baru saya bertemu orang-orang dari berbagai daerah di nusantara; mulai dari Sabang sampai Merauke. Orang-orang ini merantau dari daerahnya membawa budayanya masing-masing, tetapi dengan tujuan yang sama: untuk menuntut ilmu. Perbedaan budaya yang awalnya paling terasa adalah ketika sama-sama berbicara bahasa Indonesia. Walaupun dengan bahasa yang sama, tetapi masing-masing memiliki logat yang berbeda. Misalnya orang Sumatra yang berbicara cenderung lebih keras, atau orang Jawa Tengah atau Timur yang berbicara dengan medoknya. Unit-unit kemahasiswaan yang ada perguruan tinggi juga beberapa memiliki nuansa kebudayaan daerah tertentu. Biasanya, kebudayaan ini berupa tarian, nyanyian, dan musik. Contohnya ada kebudayaan Aceh yang terkenal dengan tari Samannya. Tari Saman ini merupakan jenis tarian yang berbeda dengan tari-tari lainnya di tanah air dan memiliki daya tarik yang cukup hebat. Tari Saman memiliki macam-macam gerakan yang diiringi oleh sebuah lagu dengan bahasa Gayo, yaitu bahasa Aceh Tenggara. Lagu yang menjadi

pengiring tidak dimainkan oleh alat musik, tetapi dinyanyikan sendiri dibantu dengan bunyi tepukan pada tangan, pangkal paha, dan dada untuk menyamakan ritme. Selain kebudayaan Aceh, ada juga unit yang memperkenalkan kebudayaan Minangkabau yang mayoritasnya beranggotakan mahasiswa-mahasiswa dari Padang. Budaya dari Minangkabau adalah salah satu budaya terbesar di Nusantara. Budaya tari yang paling terkenal dan sering dipertontonkan adalah Tari Piring. Sesuai dengan namanya, Tari Piring ini dilakukan dengan menari membawa piring tanpa menjatuhkan piring tersebut. Banyak juga kebudayaan lain yang berasal dari pulau Sumatra selain Aceh dan Minangkabau, misalnya kebudayaan Sumatra Utara, Jambi, Riau, dan Lampung. Masing-masing kebudayaan ini memiliki ciri khas dan daya tariknya masing-masing. Perbedaan budaya ini juga dapat dilihat dengan perbedaan jenis pakaian yang dikenakan saat melakukan tarian dan nyanyian. Biasanya pakaian ini juga yang memperkenalkan identitas dalam pernikahan suatu adat. Berbeda dengan budaya yang berasal dari Pulau Sumatra,